Anda di halaman 1dari 37

GANGGUAN BIPOLAR

Dita Permata Ayu


1102009089

DEFINISI
Gangguan bipolar merupakan gangguan mood yang
kronis dan berat yang ditandai dengan episodik
manik, hipomanik, depresi dan campuran, biasanya
rekuren serta dapat berlangsung seumur hidup

MOOD
Suasana perasaan yang bersifat pervasif dan
bertahan lama, yang mewarnai persepsi
seseorang terhadap kehidupannya

KLASIFIKASI MOOD
Eutimia

Hipotimia

Disforia

Hipertimia

Eforia

Perasaan yang luas dan serasi dengan irama hidupnya

Perasaan diwarnai kesedihan dan kemurungan

Perasaan yang tidak menyenangkan seperti jenuh, jengkel dan bosan

Perasaan semangat dan kegairahan yang berlebihan terhadap berbagai


aktivitas kehidupan, perilaku menjadi hiperaktif dan enerjik berlebihan

Perasaan gembira dan sejahtera secara berlebihan

Aleksitima

Ketidakmampuan menghayati suasana perasaannya, seringkali


diungkapkan dengan emosi

Anhedonia

Perasaan dengan kehilangan minat dan kesenangan terhadap berbagai


aktivitas

Kosong

Labil

Iritabel

Emosi sangat dangkal, tidak atau sangat sedikit mengalami penghayatan


suasana perasaan

Perasaan yang berubah-ubah dari waktu ke waktu

Perasaan yang sensitif, mudah tersinggung, mudah marah dan seringkali


bereaksi secara berlebihan terhadap apa yang tidak disenanginya

EPIDEMIOLOGI
Menurut American Psychiatric Association
Gangguan afektif bipolar I mencapai 0.8% dari populasi dewasa
mempengaruhi pria dan wanita cukup merata

Gangguan bipolar II mempengaruhi sekitar 0,5% dari populasi


lebih umum pada wanita hal ini dperkirakan dipengaruhi oleh
hormon, efek dari melahirkan, stressor psikososial untuk wanita,
dan pembelajaran budaya yang mengajarkan wanita tidak dapat
berusaha sendiri (behavioral models of learned helplessness)

KLASIFIKASI
Gangguan bipolar I.
Episode manik atau campuran dengan episode depresi mayor

Gangguan bipolar II
Episode hipomanik dengan episode depresi mayor

Gangguan siklotimik
Ditandai minimal dua tahun dari sejumlah periode waktu
gejala hipomanik dan sejumlah periode gejala depresif

Gangguan bipolar yang tidak terinci


Gangguan ini mencakup gambaran bipolar yang tidak
memenuhi kriteria di atas.

ETIOLOGI
Faktor biologi

Norepinefrin
Serotonin
Dopamin
Kelainan di otak

Faktor genetik
Studi pada keluarga
Studi pada anak kembar

Faktor psikososial
Stress dari lingkungan dan peristiwa dalam hidup seseorang
Faktor kepribadian

EPISODE MANIA
Episode mania ditandai dengan adanya eforia yang signifikan,
ekspansif, atau iritabilitas yang menetap secara abnormal,
berlangsung paling sedikit satu minggu (bisa kurang, bila dirawat)
Selama periode gangguan mood tersebut, tiga atau lebih gejala di
bawah ini menetap dengan derajat berat yang signifikan:

Grandiositas atau percaya diri berlebihan


Berkurangnya kebutuhan tidur
Cepat dan banyaknya pembicaraan
Lompatan gagasan atau pikiran berlomba
Distrakbilitas atau perhatian mudah teralih
Peningkatan energi dan hiperaktivitas psikomotor
Meningkatnya aktivitas bertujuan (social, seksual, pekerjaan dan sekolah)
Impulsivitas atau kecenderungan melakukan tindakan-tindakan yang berbahaya
untuk dirinya sendiri (ngebut, boros, investasi tanpa perhitungan yang matang).

Gejala-gejala tersebut tidak memenuhi kriteria episode campuran

Gangguan mood sangat berat sehingga menyebabkan hendaya yang jelas


dalam fungsi pekerjaan, aktivitas social yang biasa dilakukan, hubungan
dengan orang lain, atau meemrlukan perawatan untuk menghindari
melukai diri sendiri atau orang lain atau dengan gambaran psikotik.
Gejala-gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologik langsung penggunaan
zat (misalnya penyalahgunaan zat, obat, atau terapi lainnya) atau kondisi
medic umum misalnya hipertiroid.

EPISODE HIPOMANIA
Paling sedikit empat hari, secara menetap, pasien mengalami
peningkatan mood, ekspansif atau irritable yang ringan,
Paling sedikit terjadi gejala (empat gejala bila mood irritable)

Grandiositas atau meningkatnya kepercayaan diri


Berkurangnya kebutuhan tidur
Meningkatnya pembicaraan
Lompat gagasan atau pemikiran berlomba
Perhatian mudah teralih
Meningkatnya aktifitas atau agitasi psikomotor
Pikiran menjadi lebih tajam
Daya nilai berkurang

Episode yang terjadi dikaitkan dengan perubahan yang jelas dalam fungsi yang
tidak khas bagi orang tersebut ketika ia agejalaatik

Perubahan mood tersebut dapat terlihat oleh orang lain

Gangguan mood tidak cukup berat untuk menyebabkan hendaya yang jelas
dalam fungsi pekerjaan, aktivitas social yang biasa dilakukan, hubungan
dengan orang lain, atau tidak memerlukan perawatan atau tidak dengan
gambaran psikotik.
Gejala-gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologik langsung penggunaan zat
(misalnya penyalahgunaan zat, obat, atau terapi lainnya) atau kondisi medic
umum misalnya hipertiroid

EPISODE DEPRESI MAYOR


Minimal dua minggu pasien mengalami 5 atau lebih simptom
atau tanda dan memperlihatkan terjadinya perubahan fungsi
Mood depresi sepanjang hari
Berkurangnya minat atau rasa senang yang sangat jelas sepanjang hari
Menurun atau meningkatnya berat badan atau penurunan atau
peningkatan nafsu makan hampir setiap hari
Insomnia atau hipersomnia
Agitasi atau retardasi psikomotor
Kelelahan atau berkurangnya tenaga
Rasa tidak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan
Berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, ragu-ragu
Pikiran berulang tentang kematian, bunuh diri (dengan atau tanpa rencana)
atau tindakan bunuh diri.

Gejala yang ada tidak memenuhi kriteria untuk episode campuran

Gejala-gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinik atau


terjadinya hendaya social, pekerjaan atau fungsi penting lainnya

Gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologik langsung

Gejala bukan disebabkan oleh berkabung misalnya kehilangan orang yang


dicintai, gejala menetap lebih dari dua bulan atau ditandai dengan hendaya
fungsi yang jelas, preokupasi dengan rasa tidak berharga, ide bunuh diri,
gejala psikotik atau retardai psikomotor

Memenuhi kriteria episode manic dan episode depresi mayor


(kecuali untuk durasi) hampir setiap hari selama paling sedikit
satu minggu.
Gangguan mood yang cukup berat hingga menyebabkan
hendaya nyata dalam fungsi pekerjaan atau aktivitas social diri
sendiri atau orang lain atau terdapat gambaran psikotik
Gejala-gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologik langsung
penggunaan zat (misalnya penyalahgunaan zat, atau obat atau
terapi lainnya) kondisi medic umum misalnya hipertiroid

Gangguan bipolar ringan yang awitannya berangsurangsur dan berkelanjutan, biasanya sebelum usia 21
tahun. Gangguan ini ditandai dengan depresi
subsindrom dan hipomania yang siklusnya pendek.
Selain itu, terdapat pergantian mood, kognisi dan
aktivitas. Perpindahan mood dapat terjadi akibat faktor
presipitasi yang tidak begitu bermakna (tiba-tiba sedih
dan menarik diri setelah beberapa hari kemudian
menjadi gembira)

Diagnosis ditegakkan berdasarkan kriteria yang terdapat dalam


DSM-IV atau ICD-10

GANGGUAN MOOD BIPOLAR I, EPISODE


MANIA TUNGGAL
Hanya mengalami satu kali episode manic dan tidak ada riwayat depresi
mayor sebelumnya.
Tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, skizoafektif,
Gangguan waham, atau dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat
diklasifikasikan.

Gejala-gejala tidak disebabkan efek fisiologik langsung zat atau kondisi


medic umum
Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup
bermakna atau menimbulkan hendaya dalam social, pekerjaan dan aspek
fungsi penting lainnya

GANGGUAN MOOD BIPOLAR I, EPISODE MANIA


SAAT INI
Saat ini dalam episode manic

Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu kali episode manik, depresi,
atau campuran.
Episode mood bukan skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia,
skizofreniform, Gangguan waham, atau dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat
diklasifikasikan.
Gejala-gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik
umum.
Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau
menimbulkan hendaya dalam sosial, pekerjaan dan aspek fungsi penting lainnya

GANGGUAN MOOD BIPOLAR I, EPISODE


HIPOMANIA SAAT INI
Saat ini dalam episode hipomanik

Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu episode manic atau


campuran
Gejala mood menyebabkan penderita yang secara klinik cukup bermakna
atau hendaya social, pekerjaan atau aspek fungsi penting lainnya

Episode mood tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak


bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, Gangguan waham,
dan dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan

GANGGUAN MOOD BIPOLAR I, EPISODE


CAMPURAN SAAT INI
Saat ini dalam episode campuran

Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami episode manik, depresi atau


campuran
Episode mood pada tidak dapat dikategorikan skizoafektif dan tidak bertumpang
tindih dengan skizofrenia, skizifreniform, Gangguan waham, atau Gangguan
psikotik yang tidak diklasifikasikan
Gejala-gejala tidak disebabkan efek oleh fisiologik langsung zat atau kondisi medik
umum
Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau
menimbulkan hendaya dalam social, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya

GANGGUAN MOOD BIPOLAR I, EPISODE


DEPRESI SAAT INI
Saat ini dalam episode depresi mayor

Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami episode manik dan campuran


Episode mood pada kriteria tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak
bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, Gangguan waham, dan dengan
Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan.
Gejala-gejala tidak disebabkan efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum

Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau
menimbulkan hendaya dalam social, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya

GANGGUAN MOOD BIPOLAR I, EPISODE YANG TIDAK


DAPAT DIKLASIFIKASIKAN
Kriteria, kecuali durasi, saat ini, memenuhi kriteria untuk manik, hipomanik,
campuran atau episode depresi.

Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu episode manik atau campuran.
Episode mood pada kriteria A tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif dan
tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, Gangguan waham,
atau dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain.
Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau
menimbulkan hendaya dalam social, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya.

GANGGUAN SIKLOTIMIA
Minimal dua tahun, terdapat beberapa periode dengan gejala-gejala
hipomania dan beberapa periode dengan gejala-gejala depresi yang
tidak memenuhi criteria untuk Gangguan depresi mayor. Untuk anakanak dan remaja durasinya paling sedikit satu tahun.
Selama periode dua tahun di atas penderita tidak pernah bebas dari
gejala-gejala pada kriteria A lebih dari dua bulan pada suatu waktu.

Tidak ada episode depresi mayor, episode manik, episode campuran,


selama dua tahun Gangguan tersebut

Gejala-gejala pada criteria A bukan skizoafektif dan tidak


bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, gangguan
waham, atau dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat
diklasifikasikan
Gejala-gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologik langsung zat
atau kondisi medic umum

Gejala-gejala di atas menyebabkan penderitaan yang secara klinik


cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam social,
pekerjaan atau aspek fungsi penting lainnya

NON FARMAKOLOGI

Terapi
kognitif
(Aaron Beck)

Terapi
interpersonal
(Gerrad
Kleman)

Terapi
perilaku

Terapi
berorientasipsikoanalitik

RAWAT INAP
Risiko bunuh diri atau
pembunuhan,
Pasien yang sangat
berkurang kemampuannya
untuk makan
Kebutuhan untuk
prosedur diagnostik
Suatu onset yang
berkembang cepat
Setiap perubahan negatif
dalam gejala-gejala pasien
atau perilaku

KEDARURATAN AGITASI AKUT


LINI I

Injeksi IM
Aripiprazol

Dosis 9,75mg/injeksi dengan dosis


maksimum adalah 29,25mg/hari (tiga kali
injeksi per hari dengan interval dua jam)
Berespons dalam 45-60 menit.

Injeksi IM
Olanzapin

Dosis 10mg/ injeksi dengan dosis maksimum


adalah 30mg/hari. Berespons dalam 15-30 menit.
Interval pengulangan injeksi adalah dua jam.
Sebanyak 90% pasien menerima hanya satu kali
injeksi dalam 24 jam pertama.

Injeksi IM
lorazepam

Dosis maksimum Lorazepam 4 mg/hari


Dapat diberikan bersamaan dengan injeksi IM
Aripiprazol atau Olanzapin.
Jangan dicampur dalam satu jarum suntik karena
mengganggu stabilitas antipsikotika

Lini II

Injeksi IM
Haloperidol

Injeksi IM
Diazepam

Dosis 5 mg/kali injeksi


Dapat diulang setelah 30 menit
Dosis maksimum adalah 15 mg/hari.

Dosis 10 mg/kali injeksi.


Dapat diberikan bersamaan dengan injeksi
haloperidol IM.
Jangan dicampur dalam satu jarum suntik.

EPISODE MANIA
Lini I
Litium, divalproat, olanzapin, risperidon, quetiapin, quetiapin XR,
aripiprazol, litium atau divalproat + risperidon, litium atau divalproat
+ quetiapin, litium atau divalproat + olanzapin, litium atau divalproat
+ aripiprazol

Lini II
Karbamazepin, ECT, litium + divalproat, paliperidon

Lini III
Haloperidol, klorpromazin, litium atau divalproat haloperidol, litium +
karbamazepin, klozapin

Tidak direkomendasikan
Gabapentin, topiramat, lamotrigin, risperidon+karbamazepin,
olanzapin + karbamazepin

EPISODE DEPRESI AKUT, GB I


Lini I
Litium, lamotrigin, quetiapin, quetiapin XR, litium atau divalproat
+ SSRI, olanzapin + SSRI, litium + divalproat

Lini II
Quetiapin + SSRI, divalproat, litium atau divalproat + lamotrigin

Lini III
Karbamazepin, olanzapin, litium + karbamazepin, litium atau
divalproat + venlafaksin, litium + MAOI, ECT, litium atau
divalproat atau AA + TCA, litium atau divalproat atau
karbamazepin + SSRI + lamotrigin, penambahan topiramat

Tidak direkomendasikan
Gabapentin monoterapi, aripiprazol monoterapi

TERAPI RUMATAN GB I
Lini I
Litium, lamotrigin monoterapi, divalproat, olanzapin, quetiapin, litium
atau divalproat + quetiapin, risperidon injeksi jangka panjang (RIJP),
penambahan RIJP, aripirazol

Lini II
Karbamazepin, litium + divalproat, litium + karbamazepin, litium atau
divalproat + olanzapin, litium + risperidon, litium + lamotrigin, olanzapin
+ fluoksetin

Lini III
Penambahan fenitoin, penambahan olanzapin,penambahan ECT,
penambahan topiramat, penambahan asam lemak omega-3, penambahan
okskarbazepin

Tidak direkomendasikan
Gabapentin, topiramat atau antidepresan monoterapi

EPISODE DEPRESI AKUT, GB II


Lini I
Quetiapin

Lini II
Litium, lamotrigin, divalproat, litium atau divalproat +
antidepresan, litium + divalproat, antipsikotika atipik +
antidepresan

Lini III
Antidepresan monoterapi (terutama untuk pasien yang
jarang mengalami hipomania)

TERAPI RUMATAN GB II
Lini I
Litium, lamotrigin

Lini II
Divalproat, litium atau divalproat atau antipsikotika atipik +
antidepresan, kombinasi dua dari: litium, lamotrigin,
divalproat, atau antipsikotika atipik

Lini III
Karbamazepin, antipsikotika atipik, ECT

Tidak direkomendasikan
Gabapentin

KOMPLIKASI
Gangguan emosi atau gangguan neurologik
Suicide

Masalah memori dan berpikir


Efek perilaku dan emosional saat fase manik pada pasien

Penyalahgunaan zat
Efek pada orang yang disayang
Asosiasi dengan gangguan fisik

PROGNOSIS
Pasien bipolar I dengan premorbid status pekerjaan yang tidak
mendukung, ketergantungan alkohol, gejala psikotik, gejala depresi
dan jenis kelamin laki-laki juga mempengaruhi prognosis yang
kurang baik.
Durasi pendek dari manik, usia yang tidak terlalu muda saat onset
menghasilkan prognosis yang lebih baik.
Sekitar 7% pasien tidak memiliki gejala rekuren; 45% memilii lebih
dari 1 episode, dan 40% memiliki gangguan kronik.