Anda di halaman 1dari 38

PERAN PEMANGKU

KEPENTINGAN KASUS SUSNO DUAJI


Kelompok 2
Bayu Bagus Setianugraha
Gema Ibnu Syauqi
M. Gibran Nadhir
M. Kukuh Pratama
M. Yusuf Ibrahim
Pradipta Faikar Hakim

RINGKASAN KASUS
KABARESKRIM
MABES POLRI
SUSNO DUADJI

CICAK DAN BUAYA

Komjen (Pol) Drs Susno Duadji SH MH MSc atau biasa


disebut Susno Duadji pertama dikenal oleh Publik
berawal saat ucapannya yang membandingkan
Kecanggihan teknologi Penyadapan yang dimiliki Antara
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Lembaga
Polri Ibarat Cicak dan Buaya

Susno Duadji dieksekusi oleh Kejaksaan Agung di


kediamannya di Dago Pakar, Bandung. Susno harus
menjalani sisa hukuman 3,5 tahun penjara, juga harus
mengembalikan uang yang dituduh korupsi dalam kasus
pengamanan Pilkada Jawa Barat (Jabar) sebesar Rp 4
miliar.

KASUS PENGAMANAN PILKADA


JAWA BARAT

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen


Pol Susno Duadji menjadi tersangka kasus korupsi
dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, Polda
Jawa Barat menerima dana Rp27 miliar untuk
pengamanan Pemilukada Jawa Barat 2008. Saat itu,
Susno menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat.
Diduga, sebagian dana itu tidak dipakai untuk
pengamanan Pemilukada tapi dipakai untuk
kepentingan yang lain.
Susno kini ditahan oleh Polri karena menjadi
tersangka kasus suap Rp500 juta.

PERKARA PT SALMAH AROWANA


LESTARI

Perkara PT Salmah Arowana Lestari (SAL), Susno dijatuhi hukuman sesuai


dakwaan kelima yaitu Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Dalam kasus korupsi dana pengamanan Pemilihan Gubernur Jawa Barat
tahun 2008. Hakim menilai Susno terbukti bersalah dalam kasus korupsi
PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa
Barat 2008.
Susno sudah tiga kali tak memenuhi panggilan eksekusi Kejaksaan Negeri
Jakarta Selatan.
Alasan pertama dari penolakan eksekusi itu adalah ketiadaan
pencantuman perintah penahanan dalam putusan kasasi MA. Susno
berkilah, MA hanya menyatakan menolak permohonan kasasi dan
membebankan biaya perkara Rp 2.500.
Alasan kedua adalah penilaian bahwa putusan Pengadilan Tinggi DKI
Jakarta cacat hukum. Penilaian itu merujuk pada kesalahan penulisan
nomor putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam amar putusan
banding.
Dengan kedua argumen itu, Susno menganggap kasusnya telah selesai.
Dia pun bersikukuh menolak eksekusi.

KUMPULAN FAKTA YANG


BEREDAR

Kasus Korupsi Pengamanan Pilgub Jabar dan Perkara


PT Salmah Arowana Lestari ikut mewarnai Susno
Selain dua kasus di atas, sejumlah kasus lain juga
menunjukan dugaan keterlibatan Susno di dalamnya.
Mulai dari kasus 'Cicak versus Buaya', bailout Bank
Century, kasus pembunuhan yang melibatkan Antasari
Azhar sebagai terdakwa dalam pembunuhan Nasrudin
Zulkarnaen, hingga mafia pajak Gayus Tambunan.
Susno bahkan sempat 'melawan' institusinya sendiri
karena mengungkap modus makelar proyek di tubuh
Polri hingga akhirnya dia ditetapkan sebagai whistle
blower.

KASUS TERKAIT LAINNYA

Tak dapat dipungkiri dari sosok pencuat


cicak-buaya inilah berbagai praktek mafia
di jajaran yudikatif sedikit banyak terkuak
yaitu, Skandal Century, Kasus Pajak Gayus
Namun kegigihannya dalam mengungkap
berbagai kasus ternyata berbalik arah,
banyak kolega di intitusi internal Polri dan
pihak-pihak yang merasa privasinya
terganggu dan gerah sehingga berupaya
untuk menghentikan sepak terjangnya

KAITAN KASUS
DENGAN OECD
PRINCIPLE IV

KAITAN KASUS DENGAN OECD


PRINCIPLE IV

Susno Duaji akan berada dalam posisi


Stakeholder atau Pemangku Kepentingan
dalam lingkup Corporate Governence
Lembaga Negara terkait dalam kasus
Memiliki hak untuk memastikan kegiatan
organisasi berjalan dengan baik

OECD PRINCIPLE IV

Kerangka corporate governance harus


mengakui hak stakeholders yang dicakup oleh
perundang-undangan atau perjanjian dan
mendukung secara aktif kerjasama antara
perusahaan dan stakeholders dalam
menciptakan kesejahteraan, lapangan
pekerjaan, dan sustainability dari kondisi
keuangan perusahaan yang dapat
diandalkan.

OECD PRINCIPLE IV
A.

B.

C.

Hak-hak stakeholders yang terdapat dalam


perundang-undangan atau perjanjian harus
dihormati
Jika kepentingan stakeholders dilindungi
oleh undang-undang, maka stakeholders
harus memiliki kesempatan untuk menuntut
secara efektif hak-hak yang dilanggar
Mekanisme peningkatan kinerja bagi
partisipasi karyawan harus diperbolehkan
untuk berkembang

OECD PRINCIPLE IV
D.Jika stakeholders berpartisipasi dalam proses
tata kelola perusahaan, maka stakeholders
harus memiliki akses terhadap informasi yang
relevan, memadai, dan dapat diandalkan
secara tepat waktu dan berkala
E. Stakeholderster masuk didalamnya karyawan
dan serikat pekerja dapat secara bebas
mengomunikasikan kekhawatiran mereka
terhadap praktik illegal atau unethical
practices kepada Dewan Komisaris dan
pelaporan tersebut tidak boleh memengaruhi
hak-hak mereka

OECD PRINCIPLE IV
F. Kerangka tata kelola perusahaan harus
dilengkapi dengan kerangka terkait likuiditas
dalam jangka panjang serta penegakan
hokum yang efektif dan efisien atas hak-hak
kreditur

KAITAN KASUS DENGAN OECD


PRINCIPLE IV

kaitan dari kasus ini dengan OECD Principle IV


ini dengan poin B dan E
Susno Duaji sebagai Stakeholders Berdasarkan
kasus diatas dapat dilihat bahwa beliau telah
menuntut haknya sebagai pengungkap kasus
(whistleblower) untuk dilindungi termasuk
dari tuduhan kasus penerimaan gratifikasi
Jika Prinsip OECD ini dijalankan dengan baik
dalam pengelolaan Lembaga Negara dalam
kasus diatas maka seharusnya Susno Duaji
berhak mendapat perlindungan

KAITAN KASUS DENGAN OECD


PRINCIPLE IV

Dalam kenyataannya bantuan dari komisi


HAM dan LPSK tidak optimal dan cenderung
terlambat
Dapat terjadi kemungkinan besar karena
lemahnya penegakan hukum yang seharusnya
dapat melindungi hak dari Susno Duaji
sebagai Stakeholders
Hukum yang seharusnya melindungi malah
berbalik menyerang Susno Duaji

KAITAN KASUS DENGAN


PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN DI INDONESIA YANG
TERKAIT DENGAN PERLINDUNGAN
PEMANGKU KEPENTINGAN

PERUNDANG-UNDANGAN
INDONESIA
1.
2.
3.
4.

Undang-undang Perlindungan
Ketenagakerjaan (UU No. 13 tahun 2003)
Undang-undang Perlindungan Konsumen
(UU No. 8 tahun 1999)
Undang-undang Perlindungan Saksi dan
Korban (UU No. 13 tahun 2006)
Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan
Ekosistemnya (UU No. 5 Tahun 1990)

UU NO. 13 TAHUN 2003

Tenaga kerja: setiap orang yang mampu


melakukan pekerjaan baik di dalam maupun
di luar hubungan kerja, guna menghasilkan
barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan
sendiri maupun masyarakat

Perlindungan Tenaga Kerja


1. Sosial atau Kesehatan Kerja
2. Teknis atau Keselamatan Kerja
3. Ekonomis atau Jaminan Sosial

UU NO. 8 TAHUN 1999


Perlindungan konsumen:
Segala Upaya yang menjamin adanya kepastian
hukum untuk memberi perlindungan kepada
konsumen.

UU NO. 13 TAHUN 2006

Saksi: seseorang yang dapat memberikan


keterangan guna kepentingan penyelidikan,
penyidikan, penuntutan, dan peradilan suatu
perkara pidana yang ia dengar, lihat, dan/atau
alami sendiri.

Korban: seseorang yang mengalami penderitaan


fisik maupun mental serta kerugian ekonomi
yang diakibatkan oleh suatu tindak pidana

Asas perlindungan saksi dan korban:


1. Penghargaan atas harkat dan martabat
manusia
2. Rasa aman
3. Keadilan
4. Tidak diskriminatif
5. Kepastian hukum

UU NO. 5 TAHUN 1990


Fungsi: meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dan mutu kehidupan manusia.
Konservasi SDA:
1. Perlindungan sistem penyangga kehidupan
2. Pengawetan keanekaragaman jenis
tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya
3. Pemanfaatan secara lestari sumber daya
alam hayati dan ekosistemnya

Fakta: Pelanggar tidak dijatuhi hukuman berat.

KAITAN KASUS DENGAN PERATURAN


PERUNDANG-UNDANGAN DI
INDONESIA YANG TERKAIT DENGAN
WHISTLEBLOWER

DEFINISI

peniup peluit, saksi pelapor, pengungkap


fakta, dan pengungkap aib.
Whistleblower
adalah
pihak
yang
mengetahui dan melaporkan tindak pidana
tertentu dan bukan merupakan bagian dari
pelaku kejahatan yang dilaporkannya
(SEMA)

PERATURAN TERKAIT
WHISTLEBLOWER

UU
No.
13
Tahun
2006
tentang
Perlindungan Saksi dan Korban
Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4
Tahun 2011 tentang perlakuan terhadap
Pelapor Tindak Pidana (whistleblower) dan
Saksi Pelaku yang bekerja Sama (justice
collaborator).

UU NO. 13 TAHUN 2006 PASAL 5

(1) Seorang Saksi dan Korban berhak:


a. memperoleh perlindungan atas keamanan pribadi,
keluarga, dan harta bendanya, serta bebas dari Ancaman
yang berkenaan dengan kesaksian yang akan, sedang, atau
telah diberikannya;
b. ikut serta dalam proses memilih dan menentukan
bentuk perlindungan dan dukungan keamanan;
c. memberikan keterangan tanpa tekanan;
d. mendapat penerjemah;
e. bebas dari pertanyaan yang menjerat;
f. mendapatkan informasi mengenai perkembangan kasus;
g.
mendapatkan
informasi
mengenai
keputusan
pengadilan;

UU NO. 13 TAHUN 2006 PASAL 5

h. mengetahui dalam hal terpidana dibebaskan;


i. mendapat identitas baru;
j. mendapatkan tempat kediaman baru;
k. memperoleh penggantian biaya transportasi
sesuai dengan kebutuhan;
l. mendapat nasihat hukum; dan/atau
m. memperoleh bantuan biaya hidup sementara
sampai batas waktu perlindungan berakhir.
(2) Hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diberikan kepada Saksi dan/atau Korban tindak
pidana dalam kasus-kasus tertentu sesuai dengan
keputusan LPSK

UU NO. 13 TAHUN 2006 PASAL


10

(1) Saksi, Korban, dan pelapor tidak dapat dituntut


secara hukum baik pidana maupun perdata atas
laporan, kesaksian yang akan, sedang, atau telah
diberikannya.
(2) Seorang Saksi yang juga tersangka dalam kasus
yang sama tidak dapat dibebaskan dari tuntutan
pidana apabila ia ternyata terbukti secara sah dan
meyakinkan bersalah, tetapi kesaksiannya dapat
dijadikan pertimbangan hakim dalam meringankan
pidana yang akan dijatuhkan
(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
tidak berlaku terhadap Saksi, Korban, dan pelapor
yang memberikan keterangan tidak dengan itikad baik

SURAT EDARAN MAHKAMAH


AGUNG NO 4 TAHUN 2011 POIN 8
Pedoman-pedoman yang harus ditaati dalam
penanganan kasus yang melibatkan Pelapor Tindak
Pidana (Whistleblower) adalah sebagai berikut
a. Yang
bersangkutan merupakan pihak yang
mengetahui dan melaporkan tindak pidana
tertentu sebagaimana dimaksud dalam SEMA ini
dan bukan merupakan bagian dari pelaku
kejahatan yang dilaporkannya;
b. b. Apabila Pelapor Tindak Pidana dilaporkan pula
oleh terlapor, maka penanganan perkara atas
laporan yang disampaikan oleh Pelapor Tindak
Pidana didahulukan dibanding laporan dari
terlapor.

KAITAN DENGAN KASUS

Perlindungan saksi dan korban pada


umumnya diatur dalam UU No. 13 Tahun
2006 Tentang Perlindungan Saksi dan
Korban.
"Surat keputusan LPSK tanggal 24 Mei 2010
menyatakan bahwa Susno Duadji adalah
seorang
whistle blower, Susno berhak
dilindungi dari intimidasi, ancaman atau
lainnya meski beliau di dalam penjara
Hukuman turun dari 7 tahun menjadi 3,5
tahun

KELEMAHAN PERATURAN

Dasar hukum kurang kuat dan masih bersifat


umum terhadap saksi pelapor dan korban
Belom adanya pemahaman aparat penegak
hukum dan masi berada di tingkat atas belom
tersosialisasi secara baik kebawah
Hakim masih bisa mengabaikan rekomendasi
aparat penegak hukum terhadap status
seseorang
sebagaiwhistle
blower.
Ini
disebabkan SEMA sifatnya tidak punya
kekuatan hukum mengikat

Hal-hal ini kiranya perlu menjadi perhatian


dalam membuat peraturan perundangan
mengenai
whistleblower
yang
lebih
komprehensif
Whsitleblower akan berani menyampaikan
informasi kecurangan dan pada akhirnya akan
dan bisa mencegah tindak pidana yang
dilakukan organisasi atau perusahaan

KAITAN KASUS DENGAN JURNAL


CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY AND
STAKEHOLDER APPROACH: A
CONCEPTUAL REVIEW

Menganalisa kontribusi para ahli dan pebisnis


dalam konsep corporate social responsibility
(CSR) untuk kemudian menentukan elemen
utama yang membentuk CSR

Salah satu konsep yang paling umum dalam


CSR
adalah
pendekatan
stakeholder
(stakeholder approach)

Empat hal utama dalam stakeholders theory:


Perusahaan
memiliki hubungan dengan
stakeholder
Proses dan hasil dari hubungan tersebut
adalah kepentingan
Kepentingan dari legitimate stakeholder
memiliki nilai
Fokus stakeholder theory adalah managerial
decision-making

2 Perspektif dalam Stakeholder Approach:


Instrumental theory yang mengatakan bahwa
stakeholder
approach
adalah
suatu
instrumen untuk mencapai hasil yang
diinginkan, terutama profitability.

Normative approach yang beranggapan


bahwa
stakeholder
approach
adalah
legitimasi utama yang etis akan tuntutan
stakeholder mengenai tujuan organisasional
perusahaan.

Kritik terhadap stakeholder approach karena


seringkali timbul managerial practicality
yang lemah dan seringkali tidak memberikan
panduan akan bagaimana menghadapi
stakeholder secara konkret.

Negara memiliki banyak stakeholders.

Susno Duadji sebagai whistleblower merupakan


stakeholder dalam kasus ini sebagai saksi dalam
mengungkapkan kejahatan namun nyatanya tidak
diperlakukan dengan baik, bahkan justru dibebani karena
dituduh melakukan kejahatan.

Dapat berdampak pada kepercayaan stakeholders


lainnya yang berkurang, seperti whistleblower lain yang
ingin menegakkan keadilan, berpikir kembali untuk
menyuarakan kebenaran.

Dapat berdampak pada stakeholders lainnya yaitu


masyarakat yang jadi tidak percaya pada sistem
peradilan di Indonesia.