Anda di halaman 1dari 21

B.

Teknik
Pendokumentasian Sistem

Dokumentasi sistem dianggap penting


karena
dapat
menjelaskan
tentang
operasionalisasi sistem informasi akuntansi.
Sistem
yang
beroperasional
besar
kemungkinan berbeda dengan tujuan yang
diinginkan. perbedaan ini akan dijadikan
input dalam menentukan permasalahan dan
berbagai kelemahan sistem. Jika ternyata
tidak lengkap atau bahkan tidak tersedia,
maka dokumentasi sistem harus mulai
dikembangkan untuk kebutuhan pengguna
atau perkembangan teknologi.

Karakteristik
AkuntansiSystem
Manual

Berfungsi sebagai filter


Pemakai informasi akuntansi hanya
dapat
memanfaatkan
informasi
akuntansi setelah fungsi akuntansi
menyajikan
Laporan
Keuangan
kepada pemakai laporan
Berdimensi tunggal
Data akuntansi dicatat dalam buku
besar dan buku pembantu dan buku
catatan ini dijaga dengan ketat di
satu tempat
Meninggalkan jejak audit yang
mudah diperiksa kembali
Proses pengolahan data akuntansi
banyak melibatkan manusia
Pengendalian terhadap personal
dilaksanakan melalui pemberlakuan
banyak aturan dan penggunaan
jenjang organisasi

Karakteristik Akuntansi
SistemAkuntansi
Komputer
Menghasilkan buku besar yang berfungsi
sebagai gudang data
Pemakai informatika akuntansi terdapat
memanfaatkan informasi akuntansi dengan
akses secara langsung ke shared database
Menghasilkan
informasi
dan
Laporan
keuangan multidimensi
Data akunting dicatat dalam buku besar dan
buku pembantu yang di selenggarakan
secara elektronik dalam bentuk shared
database
Informasi dapat ditampilkan secara visual
screen maunpun print-out.
Sangat mengandalkan pada berfungsinya
kapabilitas perangkat keras dan perangkat
lunak
Jejak
audit
dalam
sistem
informasi
akuntansikomputer menjadi tidak terlihat
Mengurangi keterlibatan manusia
Mengubah kekeliruan yang bersifat acak
kekeliruan yang bersistem
Rentan tehadap akses tanpa izin
Menimbulkan risiko kehilangan data
Menuntut pengintegrasian fungsi
Menghilangkan sistem otorisasi tradisional
Menuntutpengetahuan
pekerja
untuk
menjalankan

Data Flow Diagram (DFD)


Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram
yang
menggunakan
simbol-simbol
untuk
menyajikan entitas, proses, arus data, dan
penyimpanan data yang berkaitan dengan suatu
sistem.
Data Flow Diagram berfungsi untuk untuk
menggambarkan darimana asal data dan kemana
tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data
disimpan, proses apa yang menghasilkan data
tersebut dan interaksi antar data yang tersimpan
dan proses yang dikenakan pada data tersebut.
Tujuan penggunaan DFD untuk memisahkan secara
jelas proses logika analisis sistem dengan proses
desain sistem secara fisik.

Menunjukkan bahwa input untuk


memproses C adalah arus data B,
yang datang dari sumber data A.
Output proses C adalah arus data D
dan E. Arus data E dikirim ke tujuan
data J. Proses F menggunakan arus
data D dan G sebagai input dan
menghasilkan arus data I
dan G
sebagai output. Arus data G datang
dari
dan
mengembalikan
ke
penyimpanan data H. Arus data I
dikirim ke tujuan data K

Sumber dan tujuan data, orang atau


organisasi yang mengirim data ke dan
menerima data dari sistem yang diwakili
oleh kotak persegi. Tujuan data juga
disebut data link.
Arus data, arus data kedalam atau keluar
proses disajikan oleh garis lengkung atau
garis lurus dengan panah.
Proses transformasi, proses yang
mentransformasikan data dari input ke
output diwakili oleh lingkaran. Sering
kali disebut sebagai gelembung
(bubbles).
Penyimpanan data, diwakili oleh dua
garis horizontal.

Entity Relationship Diagram


(ERD)
Entity Relationship Diagram ( ERD) adalah teknik
dokumentasi yang digunakan untuk menyajikan
relasi antara entitas.
ERD digunakan untk memodelkan struktur data dan
hubungan
antar
data,
dan
untuk
menggambarkannya digunakan beberapa notasi
dan simbol.
ERD berfungsi untuk menyajikan rangkaian
peristiwa
yang
meliputi
peristiwa
operasi
(menerima),
peristiwa
informasi
(membuat,memperbarui), dan peristiwa keputusan
(meninjau kembali).

Simbol-simbol dalam ERD

Langkah pembuatan ERD


Menentukan Entity
Entity berguna untuk menentukan peran, kejadian, lokasi,
hal nyata dan konsep penggunaan untuk database
Menentukan Relasi
Langkah selanjutnya adalah menentukan relasi antar
entity. Relasi apa yang terdapat antara Entity A dan B,
apakah entity A dan B memiliki relasi "one to one", "one to
many", atau "many to many".
Gambar ERD sementara
Jika sudah mengetahui Entity beserta Relasinya, sekarang
kita buat dulu gambar ERD sementara. Entity digambarkan
dengan persegi, relasi digambarkan dengan garis.

Isi kardinalitas
Kardinalitas
menentukan
jumlah
kejadian satu entitas untuk sebuah
kejadian
pada
entitas
yang
berhubungan. Contohnya antara entitas
pegawai, transaksi inap,tamu,fasilitas,
harga, kardinalitas yang ada berupa:
Satu pegawai dapat melayani banyak
transaksi inap
Satu transaksi inap untuk satu harga.
Satu fasilitas memiliki banyak fariasi
harga.

Dari sini kita bisa mengetahui harus

Tentukan Primary Key (Kunci Utama)


Menentukan Primary Key pada masing-masing entity.
Primary Key adalah atribut pada entity yang bersifat
unik. Jadi setiap entity hanya memiliki satu Primary Key
saja. Contoh: Entity pegawai memiliki Primary Key
bernama NIP. NIP ini bersifat unik, karena masingmasing pegawai memiliki NIP yang berbeda-beda.
Tentukan Foreign Key (Kunci Tamu) pada masingmasing Entity.
Foreign Key adalah Primary Key yang ada dalam Entity
yang lain. Contoh pada Entity Pegawai misalnya
terdapat atribut Nama, yang mana, Nama merupakan
foreign Key dari Entitas pegawai.
Gambar ERD berdasarkan Primary Key
Menghilangkan relasi "many to many" dan
memasukkan Primary dan Foreign Key pada masingmasing entitas. Relasi many to many antar entity perlu
dihilangkan dengan cara menambah atribut baru antara
2 entity yang memiliki relasi many to many.

Menentukan Atribut
Jika sudah melakukan step diatas, saatnya
menentukan atribut pada masing-masing Entitas.
Telitilah dalam menentukan atribut.
Pemetaan Atribut
Apabila atribut telah ditentukan, selanjutnya pasang
atribut dengan entitas yang sesuai.
Gambar ERD dengan Atribut
Mengatur
ERD
seperti
langkah
6
dengan
menambahkan atribut dan relasi yang ditemukan.
Periksa Hasil
Periksa
lagi
ERD.
Apakah
ERD
sudah
menggambarkan system yang akan dibangun? Jika
belum, check kembali dari awal.

Flowchart
Flowchart mencatat cara proses bisnis dilakukan
dan cara dokumen mengalir melalui organisasi.
Flowchart menggambarkan suatu tahapan
penyelesaian masalah secara sederhana, terurai,
rapi, dan jelas menggunakan simbol-simbol
standar.
Flowchart juga digunakan untuk menganalisis cara
meningkatkan proses bisnis dan arus dokumen.
Flowchart menggunakan seperangkat simbol
standar untuk menjelaskan gambaran prosedur
pemrosesan transaksi yang digunakan oleh
perusahaan dan arus data melalui sistem.

Jenis-jenis Flowchart
a.Document Flowchart,dikembangkan untuk mengilustrasikan
arus dokumen dan data antar-area pertanggungjawaban dalam
organisasi. Bagan ini berfungsi untuk memberikan gambaran
penelusuran dokumen dari awal hingga akhir, menunjukkan
setiap dokumen dimulai, distribusi, tujuan, disposisi, dan
semua hal yang terjadi saat mengalir melewati sistem.
b. System Flowchart, menggambarkan hubungan antarinput,pemrosesan, penyimpanan dan output sistem. Bagan ini
berfungsi untuk menunjukkan arus pekerjaan secara
keseluruhan dari sistem,urut-urutan dari prosedur-prosedur
yang ada dalam sistem.
c. Program Flowchart,mengilustrasikan urutan operasi logis
yang dilakukan oleh komputer dalam mengeksekusi program.

Langkah-langkah Pembuatan Flowchart sistem


a.Bagan alir diawali dengan adanya sebuah prosedur
sistem, baik sistem berjalan maupunsistem usulan.
b.Prosedur sistem menggambarkan pekerjaan yang
dilakukan oleh sistem. Jadi sebaiknya tentukan
terlebih dahulu siapa yang menjadi sistem. Sistem
bisa berupa orang, bagianatau bahkan sebuah
sistem yang menerima data dari pihak luar utnuk
kemudian
mengolah
data
tersebut
dan
mengeluarkan informasi untuk pihak luar.
c. Susunlah prosedur sistem secara berurut.
d.Setelah prosedur sistem diperoleh, langkah
selanjutnya adalah membuat bagan alir sistem
menggunakan simbol-simbol standar

Perbedaan antara ERD, DFD dan


Flowchart
ERD adalah diagram yang menjelaskan hubungan
antar entitas (tabel) di dalam sebuah database.
DFD adalah diagram yang menjelaskan keluarmasuknya (aliran) data melalui sebuah sistem
informasi.
Diagram Flowchart merupakan logika atau uruturutan instruksi program dalam suatu diagram.
Diagram Flowchart dapat menunjukkan secara jelas
bagaimana
rangkaian
pelaksanaan
kegiatan,
gambaran dua dimensi berupa simbol-simbol
grafis. Masing masing simbol memiliki fungsi dan
arti tersendiri.

Daftar pustaka
Romney, Marshall; Paul John Steinbart:
2014, Sistem Informasi Akuntansi, Edisi
13, Salemba Empat.
https://zulidamel.wordpress.com/2008/
03/13/beda-system-akuntansi-manuan-dg
n-system-akuntansi-komputer/
http://hyperpost.blogspot.co.id/2014/11
/perbedaan-dfd-data-flow-diagram-dan-er
d.html
http://unwidha-koe.blogspot.co.id/2013/0
6/pengertian-erd-entity-relationship.htm