Anda di halaman 1dari 14

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

“ETIKA dan PRIVASI”

DISUSUN OLEH :

Mentari Ariesta Iyonu NIM 16919015


Fajar Satriya Segarawasesa NIM 16919023
Abdurrahman Arief Hidayat NIM 16919026

MAGISTER AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

2017
I. PENDAHULUAN

Dari pengalaman berbagai organisasi dalam pemanfaatan sistem informasi, salah satu hal
yang dibutuhkan adalah bagaimana setiap organisasi dapat memastikan bahwa sistem
informasi yang ada memiliki etika dalam sistem pengamanan dan pengendalian yang memadai.
Penggunaan sistem informasi di organisasi bukannya tanpa risiko. Penggunaan atau akses yang
tidak sah, perangkat lunak yang tidak berfungsi, kerusakan pada perangkat keras, gangguan
dalam komunikasi, bencana alam, dan kesalahan yang dilakukan oleh petugas merupakan
beberapa contoh betapa rentannya sistem informasi menghadapi berbagai risiko dan potensi
risiko yang kemungkinan timbul dari penggunaan sistem informasi yang ada.

Kemajuan dalam telekomunikasi dan perangkat lunak dan keras komputer secara signifikan
juga memberikan kontribusi atas meningkatnya kerentanan dan gangguan terhadap sistem
informasi. Melalui jaringan telekomunikasi, informasi disebarkan atau dihubungkan ke
berbagai lokasi. Kemungkinan adanya akses yang tidak sah, gangguan atau kecurangan dapat
saja terjadi baik di satu atau beberapa lokasi yang terhubung. Semakin kompleksnya perangkat
keras juga menciptakan kemungkinan terjadinya peluang untuk penetrasi dan manipulasi
penggunaan sistem informasi.

Perkembangan teknologi komputer sebagai sarana informasi memberikan banya


keuntungan. Salah satu manfaatnya adalah bahwa informasi dapat dengan segera diperoleh dan
pengambilan keputusan dapat dengan cepat dilakukan secara lebih akurat, tepat dan
berkualitas. Namun, di sisi lain, perkembangan teknologi informasi, khususnya komputer
menimbulkan masalah baru. Bahwa banyak sekarang penggunaan komputer sudah di luar etika
penggunaannya, misalnya: dengan pemanfaatan teknologi komputer, dengan mudah seseorang
dapat mengakses data dan informasi dengan cara yang tidak sah. Adapula yang memanfaatkan
teknologi komputer ini untuk melakukan tindakan kriminal.

Hal-hal inilah yang kemudian memunculkan unsur etika sebagai faktor yang sangat penting
kaitannya dengan penggunaan sistem informasi berbasis komputer, mengingat salah satu
penyebab pentingnya etika adalah karena etika melingkupi wilayah – wilayah yang belum
tercakup dalam wilayah hukum.
II. METODE PENULISAN
Makalah ini menggunakan metoda deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan,
menguraikan, tentang Rainer, Prince, & Cegielce. 2015. Introduction to Information Systems,
5th ed, John Wiley. (RPC) dan Sumber data dalam penulisan menggunakan data sekunder yang
diperoleh dari buku, jurnal, dan website resmi.

III. PEMBAHASAN

Kerangka Etika

Etika mengacu pada prinsip-prinsip benar dan salah yang individu gunakan untuk membuat
pilihan yang memandu perilaku mereka. Untuk menentukan mana yang benar atau salah, tidak
selalu mudah Untungnya, ada banyak kerangka kerja yang dapat membantu kita membuat
keputusan etis. Ada banyak sumber untuk standar etika. Di sini kita mempertimbangkan empat
standar yang digunakan secara luas yaitu:

1. Pendekatan Utilitarian menyatakan bahwa tindakan etis adalah salah satu yang
menyediakan paling baik atau tidak kerugian setidaknya. Tindakan etis perusahaan
adalah tindakan yang menghasilkan kebaikan terbanyak dan paling sedikit merugikan
semua pihak yang terken dampak—pelanggan, karayaan, pemegang saham, masyarakat
dan lingkungan.

2. Pendekatan Hak menyatakan bahwa tindakan etis adalah tindakan terbaik untuk
melindungi dan menghormati hak-hak moral dari pihak yang terkena dampak. Hak
moral dapat mencakup hak untuk membuat pilihan sendiri tentang jenis kehidupan yang
dipimpin, untuk mengatakan yang sebenarnya, tidak terluka, dan untuk tingkat
privasi. Manakah dari hak-hak ini yang benar-benar berhak untuk - dan dalam keadaan
apa—diperdebatkan secara luas. Meskipun demikian, kebanyakan orang mengakui
bahwa individu berhak atas beberapa hak moral. Tindakan organisasi yang etis akan
menjadi tindakan yang melindungi dan menghormati hak-hak moral pelanggan,
karyawan, pemegang saham, mitra bisnis, dan pesaing.

3. Pendekatan keadilan berpendapat bahwa tindakan etis memperlakukan semua


manusia sama, atau jika tidak adil, maka secara adil, berdasarkan beberapa standar
dipertahankan. Sebagai contoh, kebanyakan orang mungkin percaya adil itu adalah
untuk membayar gaji orang yang lebih tinggi jika mereka bekerja lebih keras atau jika
mereka berkontribusi jumlah yang lebih besar untuk perusahaan.

4. Pendekatan umum yang baik sangat penting menjadi hubungan yang salingi semua
masyarakat. Pendekatan ini berpendapat bahwa penghormatan dan kasih sayang untuk
semua orang lain adalah dasar untuk tindakan etis. Ini menekankan kondisi umum yang
penting bagi kesejahteraan semua orang. Kondisi ini dapat mencakup sistem hukum,
polisi yang efektif dan pemadam kebakaran, kesehatan, sistem pendidikan publik, dan
bahkan tempat rekreasi publik.

Ada banyak sumber lain, tapi empat standar ini mewakilkannya. Jika kita menggabungkan
empat standar ini, kita dapat mengembangkan kerangka umum untuk etika (atau pengambilan
keputusan etis). Kerangka kerja ini terdiri dari lima langkah.

1) Kenali masalah etika

a. Bisakah keputusan atau situasi merusak seseorang atau beberapa kelompok?

b. Apakah keputusan ini melibatkan pilihan antara yang baik dan buruk?

c. Apakah masalah ini lebih melibatkan pertimbangan hukum? Jika demikian, dalam
hal apa?

2) Temukan fakta

a. Fakta pa yang relevan dari situasi ini?

b. Apakah saya memiliki informasi yang cukup untuk membuat keputusan?

c. Individu atau kelompok mana yang memiliki andil penting dalam memperoleh
hasil?

d. Apakah saya sudah berkonsultasi dengan semua orang dan kelompok yang
relevan?

3) Mengevaluasi tindakan alternatif

a. Pilihan mana yang menghasilkan paling baik dan melakukan kerugian paling
sedikit? (pendekatan utilitarian)

b. Opsi mana yang terbaik menghormati hak-hak dari para stakeholders? (pendekatan
hak)
c. Opsi mana yang memperlakukan orang secara adil atau proporsional? (pendekatan
keadilan)

d. Opsi mana yang terbaik melayani masyarakat secara keseluruhan, dan bukan hanya
beberapa anggota? (pendekatan umum yang baik)

4) Membuat keputusan dan mengujinya

a. Menimbang semua pendekatan, pilihan mana yang terbaik untuk membahas


situasi?

5) Undang-Undang yang mencermikan pada hasil keputusan kita

a. Bagaimana saya bisa menerapkan keputusan saya dengan hati-hati dan


memperhatikan keprihatinan dari para stakeholders?

b. Bagaimana keputusan saya berubah, dan apa yang saya pelajari dari situasi khusus
ini?

Etika di Lingkungan Perusahaan

Banyak perusahaan dan organisasi profesional mengembangkan kode etik mereka


sendiri. Sebuah kode etik adalah kumpulan prinsip-prinsip yang dimaksudkan untuk memandu
pengambilan keputusan oleh anggota organisasi. Sebagai contoh, Association for Computing
Machinery, sebuah organisasi profesional komputasi, memiliki kode etik yang bijaksana bagi
para anggotanya. Perlu diingat bahwa kode etik yang berbeda tidak selalu konsisten satu sama
lain. Oleh karena itu, seorang individu mungkin diharapkan untuk menyesuaikan diri dengan
beberapa kode. Sebagai contoh, seseorang yang merupakan anggota dari dua organisasi besar
yang berhubungan dengan komputasi profesional mungkin secara bersamaan dibutuhkan oleh
satu organisasi untuk mematuhi semua hukum dan oleh organisasi lain untuk menolak untuk
mematuhi hukum yang tidak adil.

Prinsip dasar etika yaitu:

1. Tanggung jawab berarti bahwa anda menerima konsekuensi dari keputusan dan
tindakan.
2. Akuntabilitas mengacu menentukan siapa yang bertanggung jawab atas tindakan yang
diambil.

3. Kewajiban adalah konsep hukum yang memberikan hak individu untuk memulihkan
kerusakan yang dilakukan kepada mereka oleh orang lain, organisasi, atau sistem.

Etika dan Teknologi Informasi

Semua karyawan memiliki tanggung jawab untuk mendorong penggunaan etika informasi
dan informasi teknologi. Banyak keputusan bisnis yang kita hadapi di tempat kerja dengan
dimensi etika. Ada beberapa pertimbangkan keputusan berikut yang mungkin harus kita buat
yaitu:

1. Haruskah organisasi memantau web surfing dan e-mail karyawan?

2. Haruskah organisasi menjual informasi pelanggan kepada perusahaan lain?

3. Haruskah organisasi mengaudit komputer karyawan bagi perangkat lunak, musik atau
video file yang tidak sah atau illegal?

Keragaman penggunaan aplikasi TI yang terus berkembang telah menciptakan berbagai


masalah etika. Isu-isu ini jatuh ke dalam empat kategori umum: privasi, akurasi, properti, dan
aksesibilitas.

1) Masalah Privasi melibatkan mengumpulkan, menyimpan, dan menyebarkan informasi


tentang individu. Contoh yang menyangkut masalah privasi yaitu

a. Informasi apa tentang diri sendiri yang seorang diminta untuk mengungkapkannya
kepada orang lain?

b. Jenis pengawasan apa yang bisa digunakan atasan pada karyawannya?

c. Jenis informasi pribadi apa yang dapat orang jaga kepada diri mereka sendiri dan
tidak dipaksa untuk mengungkapkannya kepada orang lain?

d. Informasi mana tentang individu yang harus disimpan dalam database, dan
bagaimanakah keamanan pada informasi yang ada?

2) Masalah Akurasi melibatkan keaslian, kesetiaan, dan kebenaran informasi yang


dikumpulkan dan diproses. Contoh yang menyangkut masalah akurasi adalah:
a. Siapa yang bertanggung jawab atas keaslian, kesetiaan, dan keakuratan informasi
yang dikumpulkan?

b. Bagaimana kita dapat memastikan bahwa informasi tersebut akan diproses dengan
benar dan disajikan secara akurat kepada pengguna?

c. Bagaimana kita dapat memastikan bahwa kesalahan dalam database, transmisi data,
dan pengolahan data yang disengaja dan tidak disengaja?

d. Siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan dalam informasi, dan bagaimana
seharusnya pihak yang dirugikan diberikan kompensasi?

3) Masalah properti melibatkan kepemilikan dan nilai informasi. Contoh dalam masalah
properti ini yaitu:

a. Siapa yang memiliki informasi?

b. Berapa harga yang pantas dan adil untuk pertukarannya?

c. Bagaimana kita menangani pembajakan software (menyalin hak cipta perangkat


lunak)?

d. Dalam keadaan seperti apa dapat menggunakan database proprietary?

e. Dapatkah komputer perusahaan digunakan untuk kepentingan pribadi?

f. Bagaimana seharusnya ahli yang membagi pengetahuan mereka untuk menciptakan


sistem pakar kompensasi?

g. Bagaimana seharusnya akses ke saluran informasi dialokasikan?

4) Masalah aksesbilitas berkisar siapa yang harus memiliki akses ke informasi dan apakah
biaya harus dibayar untuk akses ini. Contohnya :

a. Siapa yang diperbolehkan untuk mengakses informasi?

b. Berapa banyak yang harus perusahaan biayai untuk mengizinkan akses ke


informasi?

c. Bagaimana bisa akses ke komputer disediakan untuk karyawan penyandang cacat?

d. Siapa yang akan menyediakan peralatan yang diperlukan untuk mengakses


informasi?
e. Informasi apa yang dimiliki seseorang atau organisasi untuk mendapatkan hak,
dalam kondisi apa, dan dengan apa perlindungan?

Privasi

Secara umum, privasi adalah hak untuk dibiarkan sendiri dan bebas dari gangguan pribadi
tidak masuk akal. Information Privacy adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana,
informasi tentang kita dapat dikumpulkan atau dikomunikasikan kepada orang lain. Hak
privasi berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi. Hak privasi diakui saat ini di semua
negara bagian AS dan oleh pemerintah federal, baik oleh undang-undang atau hukum
umum. Privasi dapat diartikan cukup luas. Namun, keputusan pengadilan di banyak negara
telah mengikuti dua aturan yang cukup erat yaitu:

1. Hak privasi tidak mutlak. Privasi harus seimbang terhadap kebutuhan masyarakat.

2. Hak publik untuk tahu menggantikan hak individu privasi.

Kedua aturan menggambarkan mengapa menentukan dan menegakkan peraturan privasi


bisa sulit. Seperti yang kita bahas sebelumnya, kemajuan pesat dalam teknologi informasi telah
membuat lebih mudah untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengintegrasikan data dalam
jumlah besar pada individu dalam database besar. Setiap hari rata-rata, data tentang privasi
dihasilkan dengan banyak cara: kamera cctv yang terletak di jalan tol, di jalan raya, di
persimpangan, di tempat umum, dan di tempat kerja; transaksi kartu kredit; panggilan telepon
(telepon rumah dan seluler); transaksi perbankan; query untuk mencari mesin; dan catatan
pemerintah (termasuk catatan polisi). Data ini dapat diintegrasikan untuk
menghasilkan berkas digital, yang merupakan profil elektronik kita dan kebiasaan kita. Proses
pembentukan berkas digital disebut profiling.

Agregator data, seperti LexisNexis, Choice Point, dan Acxiom adalah contoh menonjol dari
profiler. Perusahaan-perusahaan ini mengumpulkan data publik seperti catatan tanah asli dan
nomor telepon yang diterbitkan, selain informasi non-publik seperti nomor Jaminan
Sosial; data keuangan; dan polisi, kriminal, dan catatan kendaraan bermotor. Mereka kemudian
mengintegrasikan data ini untuk membentuk berkas digital pada kebanyakan orang dewasa di
Amerika Serikat. Mereka akhirnya menjual berkas ini untuk lembaga penegak hukum
dan perusahaan yang melakukan pemeriksaan latar belakang pada karyawan potensial. Mereka
juga menjual perusahaan yang ingin tahu pelanggan mereka lebih baik, proses yang
disebut customer intimacy.
Pengawasan Elektronik

Menurut American Civil Liberties Union (ACLU), melacak aktivitas masyarakat dengan
bantuan teknologi informasi telah menjadi masalah utama privasi. ACLU mencatat bahwa
monitoring ini, atau pengawasan elektronik, yang semakin pesat, terutama dengan munculnya
teknologi baru. Pengawasan elektronik dilakukan oleh pengusaha, pemerintah, dan lembaga
lainnya. Amerika hari ini hidup dengan tingkat pengawasan yang tak terbayangkan hanya
beberapa tahun yang lalu. Misalnya, kamera pengintai melacak kita di bandara, kereta bawah
tanah, bank, dan tempat umum lainnya. Selain itu, sensor digital yang murah sekarang ada di
mana-mana. Mereka dimasukkan ke Webcam laptop, video-game dengan sensor gerak, kamera
smartphone, paspor, dan kartu ID karyawan.

Munculnya teknologi seperti kamera digital murah, sensor gerak, dan pembaca biometrik
membantu untuk meningkatkan pengawasan aktivitas manusia. Selain itu, biaya penyimpanan
dan penggunaan data digital dengan cepat menurun. Hasilnya adalah sebuah ledakan
pengumpulan dan penyimpanan data sensor. Bahkan, smartphone sendiri telah menjadi sensor.

Masalah khusus timbul dengan smartphone yang dilengkapi dengan global positioning
system (GPS) sensor. Sensor ini secara rutin melakuuka geo tag foto dan video. Dengan
demikian, kita dapat secara tidak sengaja memberikan penjahat informasi yang berguna dengan
posting gambar pribadi di jejaring sosial. Tindakan ini akan menunjukkan para penjahat tepat
di mana Anda tinggal.

Informasi Pribadi dalam Database

Institusi modern menyimpan informasi tentang individu di banyak database. Mungkin


lokasi yang paling terlihat dari catatan tersebut adalah agen-agen pelaporan kredit. Lembaga
lain yang menyimpan informasi pribadi termasuk bank dan lembaga keuangan; TV kabel,
telepon, dan utilitas perusahaan; atasan; perusahaan hipotek; rumah sakit; sekolah dan
universitas; dan banyak lagi. Ada beberapa kekhawatiran tentang informasi yang kita berikan
kepada penjaga catatan tersebut. Beberapa kekhawatiran utama adalah:

1. Apakah anda tahu di mana catatannya?

2. Apakah catatannya akurat?

3. Dapatkah Anda mengubah data yang tidak akurat?

4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perubahan?


5. Dalam keadaan apa data pribadi akan dikeluarkan?

6. Bagaimana data digunakan?

7. Kepada siapa data diberikan atau dijual?

8. Seberapa aman data terhadap akses oleh orang yang tidak berwenang?

Informasi pada Internet Bulletin Boards, Newsgroup, dan Situs Jejaring Sosial

Setiap hari kita banyak melihat berita di bulletin boards, newsgroup seperti chat room,
dan situs jejaring sosial. Situs ini muncul di Internet, dalam intranet perusahaan, dan di sebuah
blog. Sebuah blog, kependekan dari “Weblog,” adalah informal, jurnal pribadi yang sering
diperbaru dengan untuk dibaca masyarakat umum. Bagaimana masyarakat menjaga pemilik
bulleti boards dari penyebaran informasi yang mungkin menyinggung pembaca atau
informasinya tidak benar? Ini adalah masalah yang sulit karena menyangkut konflik antara
kebebasan berbicara di satu sisi dan privasi di sisi lain. Konflik ini adalah masalah etika
mendasar dan berkelanjutan di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Tidak ada ilustrasi yang
lebih baik dari konflik antara kebebasan berbicara dan privasi dari Internet. Banyak situs Web
mengandung anonim, informasi menghina seseorang. Sebagian besar perusahaan AS
menggunakan Internet dalam memeriksa aplikasi pekerjaan, termasuk mencari di Google dan
di situs jejaring sosial. Akibatnya, informasi di internet yang mengandung unsur penghinaan
dapat membahayakan pekerjaan seseorang.

Kode dan Kebijakan Privasi

Kebijakan privasi atau kode privasi adalah pedoman organisasi untuk melindungi privasi
pelanggan, klien, dan karyawan. Di berbagai perusahaan, manajemen senior sudah mulai
memahami bahwa ketika mereka mengumpulkan banyak informasi pribadi, mereka harus
melindunginya. Selain itu, banyak organisasi memberikan pelanggan mereka beberapa suara
tentang bagaimana informasi mereka digunakan dengan memberikan mereka pilihan opt-
out. Model persetujuan opt-out mengizinkan perusahaan untuk mengumpulkan informasi
pribadi hingga pelanggan secara khusus meminta agar data tidak dikumpulkan. Pendukung
privasi (orang yang mendukung kebijakan privasi) lebih suka persetujuan model opt-in, yang
melarang organisasi mengumpulkan informasi pribadi kecuali pelanggan membolehkannya.

Satu alat privasi yang tersedia untuk konsumen adalah Platform untuk Preferensi
Privasi (P3P), sebuah protokol yang secara otomatis mengkomunikasikan kebijakan privasi
antara penjual Website elektronik dan pengunjung ke situs tersebut. P3P memungkinkan
pengunjung untuk menentukan jenis data pribadi yang bisa digali oleh situs-situs yang mereka
kunjungi. Hal ini juga memungkinkan pengunjung untuk membandingkan kebijakan privasi
situs untuk preferensi pengunjung atau standar lainnya, seperti Komisi Perdagangan Federal
(FTC).

Meskipun kode dan kebijakan privasi, dan juga model opt-out dan opt-in, menjaga apa yang
menjadi privasi kita menjadi semakin sulit. Namun, beberapa perusahaan menyediakan
bantuan dalam menjaga privasi kita, seperti yang digambarkan oleh contoh-contoh berikut:

1. Snapchat: Aplikasi Smartphone ini adalah gambar dan video viewer, dipasarkan ke
remaja, yang menawarkan ilusi keamanan karena “snaps” otomatis diri sendiri.Aplikasi
ini juga berisi fitur notifikasi yang memungkinkan anda tahu jika seseorang melakukan
“capture” dari setiap foto yang di posting.

2. Wickr: Aplikasi Smartphone ini memungkinkan anda untuk mengirim teks, foto, dan
video ke pengguna lain Wickr dengan dienkripsi. (Selain itu, Wickr menghapus
informasi seperti lokasi dan jenis perangkat dari file sebelum mengirim. Tidak ada
yang disimpan di server Wickr yang dapat digunakan untuk melacak seseorang.

3. Burn Note: Aplikasi Smartphone ini mengirimkan catatan terenkripsi yang memghapus
sendiri setelah beberapa waktu. Catatan dihapus dari komputer penerima, dan mereka
tidak disimpan di server Burn Note. Burn Note juga hanya menampilkan area spotlit
spesifik catatan sebagai tikus penerima di atasnya. Akibatnya, sulit untuk screenshot
untuk menangkap seluruh catatan.

4. Facebook Poke: aplikasi smartphone Facebook memungkinkan Anda mengirim pesan,


foto, dan video yang berakhir setelah batas waktu yang ditetapkan. Hal ini juga
memberitahu anda jika penerima mengambil screenshot dari pesan Anda.

Berikut ini adalah panduan kebijakan privasi:

 Pengumpulan data

Data harus dikumpulkan oleh seorang individu dengan tujuan mencapai obyektif bisnis
yang sah. Data harus memadai, relevan, dan tidak berlebihan dalam kaitannya dengan
tujuan bisnis. Individu harus memberikan persetujuan mereka sebelum data yang berkaitan
dengan mereka dapat dikumpulkan. Persetujuan tersebut dapat tersirat dari tindakan
individu (misalnya, aplikasi untuk kredit, asuransi, atau pekerjaan).

 Akurasi Data

Data sensitif yang dikumpulkan mengenai seorang individu harus diverifikasi sebelum
dimasukan ke dalam database. Data harus disimpan saat ini, di mana dan kapan
diperlukan. File harus tersedia sehingga individu dapat memastikan bahwa ini data yang
benar. Dalam setiap perselisihan tentang keakuratan data, versi individu harus dicatat dan
dimasukkan dengan pengungkapan file.

 Kerahasiaan Data

Prosedur keamanan komputer harus dilaksanakan untuk memastikan jika ada


pengungkapan yang tidak sah dari data. Prosedur ini harus mencakup langkah-langkah
keamanan fisik, teknis, dan administratif. Pihak ketiga tidak boleh diberikan akses ke data
tanpa sepengetahuan atau izin individu, kecuali diwajibkan oleh hukum. Pengungkapan
data, selain harus rutin, harus dicatat dan dipelihara selama data dipertahankan. Data tidak
harus diungkapkan karena alasan tidak sesuai dengan tujuan bisnis yang mereka
dikumpulkan

Aspek Internasional Privasi

Karena jumlah pengguna online telah meningkat secara global, pemerintah di seluruh dunia
telah memberlakukan banyak undang-undang privasi dan keamanan dengan tidak
konsisten. Kerangka hukum global yang sangat kompleks ini menciptakan masalah peraturan
untuk perusahaan. Sekitar 50 negara memiliki beberapa bentuk undang-undang perlindungan
data. Banyak konflik hukum dengan orang-orang dari negara-negara lain, atau mereka
memerlukan langkah-langkah keamanan khusus. Negara-negara lain tidak memiliki undang
undang privasi sama sekali. Tidak adanya standar yang konsisten atau seragam untuk privasi
dan keamanan menghalangi aliran informasi antara negara-negara, masalah ini kita sebut
sebagai transborder data flows. Uni Eropa (UE) bersatu, dan telah mengambil langkah-
langkah untuk mengatasi masalah ini. Pada tahun 1998 Komisi Masyarakat Eropa (ECC)
menerbitkan pedoman untuk semua negara-negara anggotanya mengenai hak-hak individu
untuk mengakses informasi tentang diri mereka sendiri. Hukum perlindungan data Uni Eropa
lebih ketat dari hukum AS dan karena itu bisa menciptakan masalah bagi perusahaan-
perusahaan multinasional yang berbasis di AS, yang bisa menghadapi tuntutan hukum atas
pelanggaran privasi.

Transfer data ke dalam dan keluar dari sebuah negara tanpa sepengetahuan baik pemerintah
atau individu yang terlibat menimbulkan sejumlah masalah privasi. Hukum mana yang
memiliki yurisdiksi ketika catatan disimpan di negara yang berbeda untuk keperluan
pemrosesan ulang atau transmisi ulang? Sebagai contoh, jika data yang ditransmisikan oleh
sebuah perusahaan Polandia melalui satelit AS untuk sebuah perusahaan Inggris, hukum
privasi negara mana yang mengontrol data, dan berapa poin dalam transmisi? Pertanyaan
seperti ini akan menjadi lebih rumit dan sering seiring waktu. Pemerintah harus melakukan
upaya untuk mengembangkan hukum dan standar untuk mengatasi berubah dengan cepat
teknologi informasi dalam rangka untuk memecahkan beberapa masalah privasi ini.

Amerika Serikat dan Uni Eropa berbagi tujuan perlindungan privasi bagi warga negara
mereka, namun Amerika Serikat mengambil pendekatan yang berbeda. Untuk menjembatani
pendekatan privasi yang berbeda, Departemen Perdagangan AS, dalam konsultasi dengan Uni
Eropa, mengembangkan safe harbour” kerangka kerja untuk mengatur cara perusahaan-
perusahaan AS ekspor dan menangani data pribadi (seperti nama dan alamat) dari warga
Eropa.

IV. KESIMPULAN

Etika mengacu pada prinsip-prinsip benar dan salah yang individu gunakan untuk membuat
pilihan yang memandu perilaku mereka. Ada empat standar etika yaitu : pendekatan utilitarian,
pendekatan hak, pendekatan keadilan, dan Pendekatan umum yang baik.

Kerangka etika dapat disusun yaitu dari kenali masalah etika, dapatkan fakta, mengevaluasi
tindakan, membuat keputusan dan mengujinya dan undang-undang yang mencerminkan pada
hasil keputusan kita. Dam Prinsip dari etika yaitu tanggung jawab, akuntabilitas, dan kewajiban

Secara umum, privasi adalah hak untuk dibiarkan sendiri dan bebas dari gangguan pribadi
tidak masuk akal. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana,
informasi tentang kita dapat dikumpulkan atau dikomunikasikan kepada orang lain.

Privasi dapat diartikan cukup luas. Namun, keputusan pengadilan di banyak negara telah
mengikuti dua aturan yang cukup erat yaitu: Hak privasi tidak mutlak. Privasi harus seimbang
terhadap kebutuhan masyarakat. Dan Hak publik untuk tahu menggantikan hak individu
privasi. Kebijakan privasi atau kode privasi pedoman organisasi untuk melindungi privasi
pelanggan, klien, dan karyawan. Di banyak perusahaan, manajemen senior sudah mulai
memahami bahwa ketika mereka mengumpulkan sejumlah besar informasi pribadi, mereka
harus melindunginya.