Anda di halaman 1dari 13

EMULSI

Kelompok 3:
1. Azradinah Zaskia A (04)
2. Desy Indriyastuti (06)
3. Fatmawati (11)
4. Febby Sukmawati (12)
5. Fika Pitalia (13)
6. Jepri (15)
7. Shofi Fadhlur R (23)

PENGERTIAN EMULSI

Emulsi berasal dari kata emulgeo yang


artinya menyerupai milk, warna emulsi
adalah putih. Menurut FI ed IV, Emulsi
adalah sistem dua fasa yang salah satu
cairannya terdispersi dalam cairan
yang lain dalam bentuk tetesan kecil.

Komponen Emulsi
a. Komponen Dasar

1. Fase dispers / fase


internal / fase diskontinyu
2. Fase kontinyu / fase
eksternal / fase luar
3. Emulgator.

b. Komponen Tambahan

Bahan tambahan yang sering


ditambahkan pada emulsi untuk
memperoleh hasil yang lebih baik.
Misalnya,
a. corrigen saporis odoris,
b. colouris,
c. preservatif (pengawet),
d. antoksidant.

TIPE EMULSI
1. Emulsi tipe O/W (oil in
water) atau M/A (minyak
dalam air),
2. Emulsi tipe W/O (water in
oil) atau A/M (air dalam
minak),

TUJUAN PEMAKAIAN EMULSI

Tujuan pemakaian emulsi adalah


:
1. Dipergunakan sebagai obat
dalam atau peroral. Umumnya
emulsi tipe O/W.
2. Dipergunakan sebagai obat
luar. Bisa tipe O/W maupun
W/O

BAHAN PENGEMULSI
(EMULGATOR)
A. Emulgator Alam

Bahan-bahan karbohidrat ,
bahan-bahan alami seperti,
a. akasia (gom),
b. tragakan,
c. agar,
d. kondrus dan pectin.

B. Emulgator alam dari hewan

Zat-zat protein seperti :


a. gelatin,
b. kuning telur,
c. kasein, dan
d. adeps lanae.

Cara pembutan emulgator dari kuning telur

Alat dan bahan:


1. Tabung reaksi
2. Batang pengaduk (1
buah)
3. Minyak jagung 20
tetes
4.
Air/akuades14tabung

C. Emulgator alam dari tanah mineral

Zat padat yang terbagi halus,


seperti : tanah liat koloid
termasuk bentonit,
magnesium hidroksida dan
aluminium hidroksida.
Umumnya membentuk emulsi
tipe m/a.

CARA PEMBUATAN EMULSI

Tiga metode dalam


pembuatan emulsi, yaitu:
1.Metode gom kering
2.Metode botol
3.Metode gom basah

Kestabilan Emulsi
Emulsi dikatakan tidak stabil bila
mengalami hal-hal seperti
dibawah ini :

1. Creaming
2. Koalesen dan
cracking (breaking)
3. Inversi fase