Anda di halaman 1dari 29

SYAMSUL KAMAL

(P3400216014)
STEFANI MARINA PALIMBONG
(P3400216015)

1
Jika pasar bereaksi dengan cepat dan
akurat untuk mencapai harga
keseimbangan baru yang sepenuhnya
mencerminkan informasi yang tersedia,
maka kondisi pasar seperti ini disebut
dengan pasar efisien.
Pasar yang efisien adalah pasar dimana
harga sekuritas yang diperdagangkan
telah mencerminkan semua informasi
yang tersedia

2
Berdasarkan nilai intrinsik sekuritas yaitu
pasar yang nilai-nilai sekuritasnya tidak
menyimpang dari nilai-nilai intrinsiknya

Berdasarkan akurasi dari ekspetasi harga,


Fama (1970) mendefinisikan pasar yang
efisien adalah suatu pasar sekuritas
dikatakan efisien jika harga-harga sekuritas
mencerminkan secara penuh informasi
yang tersedia.

3
Efisiensi pasar berdasarkan distribusi informasi.
Pasar dikatakan efisien terhadap suatu sistem
informasi, jika dan hanya jika harga-harga
sekuritas bertindak seakan-akan setiap orang
mengamati sistem informasi tersebut. Definisi
ini secara implisit mengatakan bahwa jika setiap
orang mengamati suatu sistem informasi yang
menghasilkan informasi, maka setiap orang
dianggap mendapatkan informasi yang sama.

Berdasarkan proses dinamik yaitu harga


sekuritas secara cepat dan penuh
mencerminkan semua informasi yang tersedia

4
Investor adalah penerima harga
Informasi tersedia secara luas kepada semua
pelaku pasar pada saat yang bersamaan dan biaya
untuk memperoleh informasi tersebut murah.
Informasi dihasilkan secara acak dan tiap informasi
sifatnya random satu dengan yang lainnya.
Investor bereaksi denga menggunakan informasi
secara penuh dan cepat, sehingga harga sekuritas
berubah dengan semestinya mencerminkan
informasi tersebut untuk mencapai keseimbangan
yang baru.

5
Terdapat sejumlah kecil pelaku pasar yg
dpt mempengaruhi harga sekuritas.
Harga informasi yang mahal dan akses
yang tidak seragam
Informasi yang disebarkan dapat diprediksi
denga baik oleh sebagian pelaku pasar.
Investor adalah individual-individual yang
lugas (nave investor) dan tidak canggih
(unsophisticated investors).

6
Efisiensi pasar dari sudut informasi
(informationally efficient market)

Efisiensi pasar dari sudut keputusan


(decisionally efficient market)

7
Efisiensi pasar bentuk lemah.
Pasar dikatakan efisien dalam bentuk lemah
jika harga-harga dari sekuritas tercermin
secara penuh dari informasi masa lalu.
Efisiensi pasar bentuk setengah kuat.
Pasar dikatakan efisien setengah kuat jika
harga-harga sekuritas secara penuh
mencerminkan semua informasi yang
dipublikasikan termasuk informasi yang
berada di laporan-laporan keuangan
perusahaan.
8
Efisiensi pasar bentuk kuat.
Pasar dikatakan efisien dalam bentuk kuat
jika harga-harga sekuritas secara penuh
mencerminkan semua informasi yang
tersedia termasuk informasi privat.

9
Efisiensi pasar dilihat dari kemampuan/
kecanggihan investor menggunakan informasi
yang tersedia untuk mengambil keputusan.
Pasar yang efisien secara informasi belum tentu
efisien secara keputusan

10
Pengujian dilakukan untuk menguji
hipotesis pasar efisien (EMH)
Pengujian-pengujian bentuk lemah
seberapa kuat informasi masa lalu dapat
memprediksi return masa depan
Pengujian-pengujian bentuk setengah kuat
seberapa cepat harga sekuritas
merefleksikan informasi yang
dipublikasikan
Pengujian2 bentuk kuat apakah investor
mempunyai informasi privat yang tidak
terefleksikan di harga sekuritas.
11
Merupakan pengujian efisiensi pasar bentuk
lemah
Jika EMH benar, maka seharusnya perubahan
harga masa lalu tidak berhubungan dengan
harga sekuritas sekarang.
Pengujian statistik menggunakan teknik
korelasi dan regresi linear, dan run test.
Pengujian siklikal menggunakan pola-pola
harga saham pada siklus atau periode tertentu
return hari senin yang lebih rendah dari hari
biasa, return bulan januari lebih besar dari
bulan yang lain
12
Menguji EMH bentuk setengah kuat
Mempelajari reaksi pasar terhadap suatu
peristiwa (event) yang infonya dipublikasikan
sebagai suatu pengumuman.
Jika pengumuman mengandung informasi,
diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu
pengumuman tersebut diterima
Reaksi ditunjukkan dengan adanya
perubahan harga sekuritas yang diukur
dengan return atau adanya abnormal return.

13
Kecepatan reaksi pasar jg harus
diperhatikan untuk melihat efisiensi pasar.
Selain kecepatan reaksi pasar,
kecanggihan investor yg dilihat dr
ketepatan reaksi yg diberikan merupakan
indikasi pasar yg efisien efisiensi pasar
dari sudut keputusan.
Studi yang telah dilakukan adalah
informasi mengenai pemecahan saham,
IPO, pengumuman dividen, informasi
akuntansi.

14
Merupakan pengujian efisiensi pasar
bentuk kuat
Pengujian yang sulit dilakukan, karena
tidak dapat diamati langsung ,pengujian ini
menggunakan proksi.
Proksi yg dipakai adalah return yang
diperoleh corporate insider, dan pengelola
reksa dana.

15
Merupakan strategi atau teknik yang
bertentangan dengan pasar efisien.
Anomali PER rendah dan anomali efek
ukuran perusahaan.
Sekuritas dengan PER rendah menghasilkan
abnormal return yang lebih tinggi daripada
sekuritas dengan PER yang tinggi.
Sekuritas perusahaan yang berukuran kecil
menghasilkan abnormal return yang lebih
besar daripada perusahaan berukuran besar.

16
Capital Asset Pricing Model (CAPM) dapat
digunakan untuk mengestimasi return suatu
sekuritas dianggap sangat penting di bidang
keuangan.
Bentuk standar dari CAPM pertamakali
dikembangkan secara terpisah oleh Sharpe
(1964), Linter (1965) dan Mossin (1969), sehingga
model ini sering disebut dengan CAPM bentuk
Sharpe-Lintner-Mossin.

17
1. Semua investor mempunyai cakrawala waktu satu
periode yang sama. Investor memaksimumkan
kekayaannya dengan memaksimumkan utility harapan
dalam satu periode waktu yang sama.
2. Semua investor melakukan pengambilan keputusan
investasi berdasarkan pertimbangan antara nilai return
ekspektasian dan deviasi standar return dari
portofolionya.
3. Semua investor mempunyai harapan yang seragam
(homogeneous expectation) terhadap faktor-faktor input
yang digunakan untuk keputusan portofolio.
4. Semua investor dapat meminjamkan sejumlah
dananya (lending) atau meminjam (borrowing) sejumlah
data dengan jumlah yang tidak terbatas pada tingkat suku
bunga bebas risiko.

18
5. Penjualan pendek (short sale) diijinkan.
Investor individual dapat menjual pendek
berapapun yang dikehendaki.
6. Semua aktiva dapat dipecah-pecah
menjadi bagian yang lebih kecil dengan
terbatas.
7. Semua aktiva dapat dipasarkan secara
likuid sempurna.
8. Tidak ada biaya transaksi. Penjualan atau
pembelian aktiva tidak dikenai biaya transaksi.
9. Tidak terjadi inflasi.
10. Tidak ada pajak pendapatan pribadi.
11. Investor adalah penerima harga.
12. Pasar modal dalam kondisi ekuilibrium.
19
Rs = Rf + s (Rm Rf)

Dimana,
Rs = Expected Return on a given risky security
Rf = Risk-free rate
Rm = Expected return on the stock market as a
whole
s = Stocks beta, yang dihitung berdasarkan waktu
tertentu

20
Suatu sekuritas x yang mempunyai Expected Return 0.27
(27% per tahun) dan nilai betanya 1.2, apakah sekuritas
x ini layak di beli atau tidak?
Rs = Rf + s (Rm Rf)
Rf = misal SBI 1 bulan saat ini adalah 0.06 (6% per
tahun)
Rm = misal return IHSG yang diharapkan saat ini adalah
0.26 (26% per tahun, didapatkan dengan cara
memprediksi return) s = 1.2 Sehingga
Rs = 0.06 + 1.2 (0.26 0.06)
Rs = 0.06 + 1.2 (0.2)
Rs = 0.06 + 0.24
Rs = 0.3 (30%)
Kesimpulan, dengan nilai beta 1.2, apabila return yang
diperoleh hanya 27%, maka harga sekuritas terlalu
mahal, karena return wajarnya adalah 30%
21
Arbitrage Pricing Theory (APT) didasari oleh
pandangan bahwa return harapan untuk suatu
sekuritas dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko
yang menunjukkan kondisi perekonomian secara
umum.
Pada dasarnya, CAPM merupakan model APT yang
hanya mempertimbangkan satu faktor risiko yaitu
risiko sistematis pasar. Dalam penerapan model
APT, berbagai faktor risiko bisa dimasukkan
sebagai faktor risiko.

22
a) Perubahan tingkat inflasi.
b) Perubahan produksi industri yang tidak
diantisipasi.
c) Perubahan premi risk-default yang tidak
diantisipasi.
d) Perubahan struktur tingkat suku bunga yang
tidak diantisipasi.

23
R = E ( Ri ) + U
= E ( Ri) + m +
Dimana :
E(Ri) =Tingkat keuntungan yang diharapkan
E (Ri)
U = Tingkat keuntungan yang tidak pasti
atau berisiko U
Surprise (U)= risiko systimatic(m) + unsystimatic( e
)

24
Bila suatu saham dipengaruhi oleh dua factor maka:
R=E(R)+U
R=E(R)+m+e
R = E ( R ) + rFr + GNP F GNP + e
F = sebenarnya - yang diharapkan

25
Misalnya kita akan memperkirakan tingkat
keuntungan untuk satu tahun yang akan
datang. Data yang ada diperkirakan bahwa
tingkat bunga akan turun 2% dan GNP akan
naik6%. Sedangkan beta masing - masing
factor r = -1,6 dan GNP= 0,8. Ternyata
dalam tahun tersebut terjadi hal hal: tingkat
bunga tidak turun ( tetap) dan GNP naik 7%,
dan riset perusahaan berhasil, diperkirakan
akan memberikan sumbangan 5% dari
keuntungan total. Dan E ( R ) : 13% Berapa R ?
26
Fr = 0 -( -2%) = 2%
FGNP = 7% -6% = 1%
m = rFr + GNP FGNP
m= (-1,6 x 2%) + ( 0,8 x 1% ) = -2,4%
e = 5%
R=E(R)+m+e
R= 13% -2% + 5%
R= 15,6%

27
a) Dalam CAPM return sekuritas sangat
dipengaruhi oleh portofolio pasar dan
risiko sistematis ( beta ).
b) Dalam APT, return sekuritas
dipengaruhi berbagai macam faktor
yang bisa menjadi sumber risiko (tidak
hanya beta saja).

28
29