Anda di halaman 1dari 20

Sediaan Pil (pilulae)

Oleh kelompok 9 :
Dewi Safitri
Jeffry Helasfri
Niken Prihartini
Syabani Uswatun Hasanah
PENGERTIAN

Pil adalah suatu sediaan berupa massa padat


mengandung satu atau lebih bahan obat.
Beratnya antara 65 mg sampai 300 mg, kecuali yang
tersalut.
Pil diberikan dengan cara diletakkan diatas lidah
ataupun ditelan dengan bantuan air minum.
PEMBAGIAN

Pil yang sangat kecil dikenal dengan nama Granula,


adalah pil yang beratnya tidak lebih dari 30 mg
mengandung 1 mg bahan obat
Pil yang paling besar disebut Boli, adalah pil yang
beratnya di atas 300 mg, pembuatannya sama dengan pil
Keuntungan
bentuk sediaan pil adalah karena bentuknya yang kecil
sehingga sangat mudah diberikan, rasa dari obat dapat
ditutupi,
bentuknya sangat permanent dibandingkan bentuk
sediaan lainnya yang sangat terpapar oleh udara dan
cahaya.
Obat yang mengandung resin akan lepas melambat
sehingga menguntungkan untuk aksi lepas lambat yang
berkelanjutan, misalnya katartika
Kerugian

Bentuk sediaan pil adalah pil tidak cocok bila


dikehendaki aksi yang cepat dari obat,
bila formulasi pil menghasilkan pil yang keras maka,
akan terlewatkan di saluran pencernaan dan keluar
dengan feces kembali.
Obat yang bersifat mengiritasi tidak dapat dibuat dalam
bentuk pil
Sifat-Sifat Pil yang ideal

Pil yang baik haruslah mempunyai tingkat elastis,


kekakuan dan daya ikat yang baik.
Pil haruslah tahan dan memiliki daya lekat yang cukup
untuk mempertahankan bentuknya.
Selain itu pil haruslah elastis agar mudah untuk dicetak.
Tetapi hal yang paling penting diperhatikan adalah massa
pil haruslah dapat hancur dan melarut dalam saluran
pencernaan.
Komposisi Pil
Zat Utama : berupa bahan obat
Zat tambahan, terdiri dari :
Zat pengisi : gunanya untuk memperbesar volume pil.
Contoh : akar manis, Bolus Alba.
Zat pengikat : membuat massa supaya saling melekat
antara satu dengan yang lain.
Contoh : sari akar manis, gom akasia, tragacanth,
campuran bahan tsb PGS
Komposisi Pil

Zat Pembasah : membasahi massa sebelum dibentuk.


Contoh : Air, Gliserol,Sirup,Madu.
Zat Penabur : membuat sediaan yang terbentuk tidak
melekat dengan yang lain. Contoh : Licopodium, Talk
Zat Penyalut : melapisi pil dengan tujuan tertentu
Contoh: perak, Keratin,Gelatin, gula.
Tujuan penyalut pil

1. Untuk menutup rasa dan bau yang kurang enak.


2. Mencegah perubahan karena pengaruh udara
3. Supaya pil pecah dalam usus (enteric coated pil)
Peraturan-peraturan umum pada pembuatan pil
1. Bobot pil-pil: antara 100 -150 mg, rata-rata 120mg.
2. Zat pengisi: untuk pil yang jumlah obatnya sedikit, hendaklah
memakai radix sekurang-kurangnya dua kali sebanyak succus.
( 2 : 1 ).
Jika bahan berkhasiatnya cukup banyak kita bisa pakai pulvis pro
pilulae yaitu campuran sama banyak radix dan succus ( 1 : 1 )
3. Zat pengikat : jika mungkin kita memakai succus liqiuiritiae dan
pada umumnya 2 g untuk 60 pil.
Peraturan-peraturan umum pada pembuatan pil

4. Pada pembuatan pil harus ditambahkan suatu airan supaya dengan


pengempalan diperoleh suatu masa yang homogen dan cukup baik untuk
dikerjakan selanjutnya. . untuk ini dipakai Aqua gliserinata.
5. menyelesaikan masa pil; setelah pembuatan masa pil, maka jika perlu
masa itu dibagi bagi dalam beberapa bagian dan siap digulung dan
dipotong, kemudian pada akhirnya pil-pil dibulatkan pada alat pembulat
dengan penabur licopodium.
PEMBUATAN PIL
Cara pembuatan pil pada prinsipnya dilakukan dengan
cara mencampur bahan-bahan obat padat ad homogen,
kemudian ditambah zat-zat tambahan, setelah homogen di
tetesi bahan pembasah, kemudian digerus dengan cara
ditekan ad diperoleh massa pil yang elastis lalu dibuat bentuk
batang dan di potong dengan alat pemotong pil sesuai dengan
jumlah pil yang di minta. Bahan penabur ditambahkan setelah
terbentuk massa pil agar massa pil yang telah jadi tidak
melekat pada alat pembuat pil.
PEMBUATAN PIL

Pengukuran dan Penyelesaian


Batangan pil tersebut dipotong dengan pisau pemotong
yang ada pada alat papan pil, akhirnya pil yang belum
bulat itu digelinding-gelindingkan pada papan pembuat
pil supaya bulat. Pada papan alat pil biasanya terdapat
30 lubang kanal dan pada pembuatan pil supaya
menyesuaikan pil dengan lubang kanal tersebut.

Cara Membuat Pil dengan Cara Tradisional cara pembuatan pil


Syarat-syarat Pil

1. Memenuhi Syarat waktu hancur yang tertera pada


Compressi.
2. Memenuhi Syarat keseragaman bobot pil
3. Pada penyimpanan bentuknya harus tetap, tetapi
tidak begitu keras sehingga dapat hancur dalam
saluran pencernaan.
Syarat-syarat Pil

Dalam Farmakope Indonesia. Harus memenuhi keseragaman bobot.


Timbang 20 pil satu persatu, hitung bobot rata-rata, penyimpangan
terbesar terhadap bobot rata-rata yang dibolehkan adalah SBB:

Untuk bobot rata-rata Pil Penyimpangan terbesar


18 pil 2 pil
100 mg sampai 250 mg 10% 20%
250 mg sampai 500 mg 7,5% 15%
Contoh resep pil

R/ Aminophyllin 0,05
Coffein 0,05
M f pil dtd no LX
S b d d II pil
Pro: Ny. Lies
Penyelesaian
Penimbangan Bahan :
Berat / bobot 1 pil = 120 mg (berat rata-rata pil)
Perhitungan bobot 60 pil : 120 mg x 60 = 7200 mg
- Aminophyllin : 50 mg x 60 = 3000 mg
- Coffein : 50 mg x 60 = 3000 mg
- Sisa masa/bobot = 7.200 mg (3000mg+3000mg) = 1200 mg
Zat tambahan karena jumlah bahan obatnya sudah besar maka dipakai
pulvis pro pilulae yaitu perbandingan radix dan succus sama banyak
(1 : 1).
- Radix Liq : x 1200 mg = 600 mg
- Succus liq : x 1200 mg = 600 mg
- Aqua Gliserinata qs ad terbentuk masa yang elastis.
Penyelesaian
Cara Kerja :
1. Timbang Aminophyllin, gerus halus untuk mengecilkan ukuran partikel zat.

2. timbang Coffein, gerus halus.


3. timbang radix liq, gerus halus campur dengan bahan obat secara lege
artis, aduk ad homogen.
4. timbang succus liq campur dengan bahan lain aduk ad homogen.
5. diberi Aqua Glicerinata tetes demi tetes ad terbentuk masa yang elastis,
caranya dengan lebih ditekan penggerusan/pencampurannya supaya masa
pil lebih bagus.
Next
6. setelah masa jadi elastis angkat dari mortir, panjangkan pada Pillen Plank ( alat
papan pemanjang dan pemotong pil ), hitung lubang pil yang dikehendaki
panjangkan sesuai yang dikehendaki. Potong masa dengan memperhatikan mata
pisau pemotongnya apakah sudah pas pisau atas bawahnya. Pada proses ii bisa
dibantu agar tidak lengket alat dan masa yaitu dengan penambahan zat penabur
yaitu talcum.
7. setelah masa pil dipotong maka potongan-potongan tersebut dibulatkan dengan
menggunakan Pillen Roller ( Alat Pembulat Pil ).
8. setelah masa dibulatkan, maka jadilah pil sempurna, yaitu bulat, putih zat
penabur rata dan tidak terlalu tebal, tidak lembek dan ukuran pil kurang lebih sama
( jika tidak sama ukurannya berarti pengaruh ke dosis obat yang diminum ), tinggal
dihitung apakah jumlah pil sesuai dengan yang dikehendaki.