Anda di halaman 1dari 20

Nama Kelompok :

Gananda Laksa H2A010021


Oktavia Candra O H2A010038
Sandhy H A H2A010046
Kesehatan Usia Lanjut, adalah program
pelayanan kesehatan usia lanjut atau upaya
kesehata khusus yang dilaksanakan oleh
tenaga Puskesmas dengan dukungan peran
serta aktif masyarakat dalam rangka
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
usia lanjut. Misalnya pemeriksaan kesehatan
untuk mendeteksi dini penyakit
degeneratif,kardiovaskuler seperti : diabetes
Melitus, Hipertensi dan Osteoporosis pada
kelompok masyarakat usia lanjut.

http://www.bogorkab.go.id/wp-
content/uploads/2012/11/Ekspos-Puskesmas
Upaya kesehatan usia lanjut dipuskesmas
adalah upaya kesehatan paripurna di bidang
kesehatan usia lanjut, yang dilaksanakan
ditingkat puskesmas serta diselenggarakan
secara khusus maupun umum yang
terintegrasi dengan kegiatan pokok puskesmas
lainnya.

Yang termasuk pasien geriatri adalah:


pasien dengan usia 55-70 tahun yang mengalami
lebih dari satu kondisi patologik.
Pasien dengan usia lebih dari 70 tahun walaupun
dengan hanya satu kondisi.
Upaya kesehatan paripurna bagi usia lanjut
meliputi pencegahan, pengobatan, peningkatan,
dan pemulihan.
Kegiatan upaya kesehatan usia lanjut di
Puskesmas secara khusus ialah:
Penyuluhan

Deteksi dan diagnosa dini

Proteksi dan tindakan khusus

Pemulihan
TUJUAN DAN SASARAN
1. Tujuan

a. Tujuan umum:

meningkatkan derajat usia lanjut untuk


mencapai masa tua yang bahagia dan
berdaya guna dalam kehidupan keluarga
dan masyarakat dalam mencapai mutu
kehidupan usia lanjut yan optimal.
b. Tujuan khusus:
Meningkatkan kemampuan dan partisipasi
masyarakat dalam menghayati dan mengatasi
masalah kesehatan usia lanjut secara optimal.
Meningkatkan kesadaran usia lanjut untuk
membina sendiri kesehatannya.
Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan
sia lanjut
Meningkatkan jenis dan mutu pelayanan
kesehatan usia lanjut
a. Sasaran Langsung
Kelompok usia menjelang usia lanjut ( 45-54 tahun ) atau
dalam masa virilitas, didalam keluarga maupun
masyarakat luas dengan paket pembinaan yang meliputi
KIE dan pelayanan kesehatan fisik, gizi agar dapat
mempersiapkan diri mengahadapi masa tua.
Kelompok usia lanjut dalam masa prasenium ( 55- 64
tahun ) dalm keluarga, organisasi masyarakat usia lanjut
dan masyarakat pada umumnya, dengan paket
pembinaan yang meliputi KIE dan pelayanan agar dapat
mempertahankan kondisi kesehatannya dan tetap
produktif.
Kelompok usia lanjut dalam masa senescens ( > 65 tahun
) dan usia lanjut dan resiko tinggi ( > dari 70 tahun ),
hidup sendiri, terpencil, menderita penyakit berat, cacad
dan lain-lain, dengan paket pembinaan yang meliputi
KIE dan pelayanan kesehatan agar dapat selama
mungkin mempertahankan kemandiriannya.
b. Sasaran tidak langsung
Keluarga dimana usia lanjut berada.
Organisasi sosial yang berkaitan dengan pembinaan
usia lanjut.
Institusi pelayanan kesehatan dan non kesehatan
yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan
pelayanan rujukan.
Masyarakat luas.
1. Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut
a. Upaya Peningkatan.
Yaitu upaya menggairahkan semangat hidup bagi usia lanjut
agar mereka tetap dihargai dan tetap berguna baik
bagi dirinya sendiri, keluarga
maupun masyarakat.
Upaya peningkatan dapat berupa kegiatan penyuluhan tentang :
Kesehatan dan pemeliharaan kebersihan diri.
Makanan dengan menu yang mengandung gizi seimbang.
Kesegaran jasmani yang dilakukan secara teratur dan disesuaikan
dengan kemampuan usia lanjut agar tetap merasa sehat dan segar.
Pembinaan mental dalam meningkatkan ketaqwaan kepada
Tuhan Yang maha esa.
Membina ketrampilan agar dapat mengembangkan kegemaran
sesuai dengan kemampuan.
Meningkatkan kegiatan sosial dimasyarakat.
b. Upaya pencegahan
yaitu pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya penyakit maupun
komplikasi penyakit yang disebabkan oleh proses ketuaan.
Upaya pencegahan dapat berupa kegiatan antara lain :
Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan teratur untuk menemukan
secara dini penyakit-penyakit usia lanjut.
Deteksi dini keadaan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan secara
berkala, yang dilakukan setiap bulan melalui kelompok usia lanjut
(Posyandu/Karang Lansia dll) atau di Puskesmas dengan instrument
KMS Usia Lanjut atau Buku Pedoman Pemeliharaan Kesehatan
(BPPK) Usia Lanjut atau catatan kondisi kesehatan yang lazim
digunakan di Puskesmas.
Kesegaran jasmani yang dilakukan secara teratur dan disesuaikan
dengan kemampuan usia lanjut agar tetap merasa sehat dan segar.
Penyuluhan tentang penggunaan berbagai alat bantu misalnya :
kacamata, alat bantu dengar dan lain-lain agar usia lanjut tetap dapat
memberikan karya dan tetap merasa berguna.
Penyuluhan untuk mencegah terhadap kemungkinan terjadinya
kecelakaan pada usia lanjut.
Pembinaan mental dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan
Yang maha esa.
c. Upaya Pengobatan
Yaitu uapaya pengobatan bagi usia lanjut.
Upaya pengobatan dapat berupa
kegiatan sebagai berikut :
Pelayanan kesehatan dasar.
Pelayanan kesehatan spesialistik
melalui sistim rujukan.
d. Upaya Pemulihan
Yaitu uapaya mengembalikan fungsi organ yang telah
menurun.
Upaya pemulihan dapat berupa kegiatan antara
lain ;
Memberiakn informasi,pengetahuan dan pelayanan
tentang penggunaan berbagai alat bantu misalnya :
kacamata, alat bantu dengar dan lain-lain agar usia
lanjut tetap dapat memberikan karya dan tetap merasa
berguna sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Mengembalikan kepercayaan pada diri sendiri dan
memperkuat mental penderita.
Pembinaan usia lanjut dalam hal pemenuhan
kebutuhan pribadi, aktivitas di dalam maupun diluar
rumah.
Nasihat cara hidup yang sesuai dengan penyakit yang
diderita.
Perawatan fisioterapi
2. Peningkatan Peran serta Masyarakat
Dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan
yangmelibatkan masyarakat dalam perencanaan,
pelaksanaan, dan penilaian upaya kesehatan
usia lanjut, dalam rangka menciptakan
kemandirian masyarakat.
3. Pengembangan Upaya KesehatanUsia Lanjut.
Pengembangan upaya kesehatan usia lanjut di
Puskesmas adalah suatu upaya dalam
menggunakan data yang diperoleh dari survei,
studi, SP2TP, untuk mengembangkan peran serta
masyarakat dan pelayanan dibidang upaya
kesehatan usia lanjut.
Pengembangan ini dilaksanakan melalui forum mini lokakarya,
mikro planing dan stratifikasi Puskesmas dalam rangka mencapai
derajat kesehatan usia lanjut secara optimal.
4. Pencatatan dan Pelaporan.
Diintegrasikan kedalam sistem pencatatan dan
pelaporan terpadu Puskesmas.
Pengetahuan lansia yang rendah tentang manfaat
posyandu.
Pengetahuan lansia akan manfaat posyandu ini
dapat diperoleh dari pengalaman pribadi dalam
kehidupan sehari-harinya. Dengan menghadiri
kegiatan posyandu, lansia akan mendapatkan
penyuluhan tentang bagaimana cara hidup sehat
dengan segala keterbatasan atau masalah
kesehatan yang melekat pada mereka. Dengan
pengalaman ini, pengetahuan lansia menjadi
meningkat, yang menjadi dasar pembentukan
sikap dan dapat mendorong minat atau motivasi
mereka untuk selalu mengikuti kegiatan posyandu
lansia
Jarak rumah dengan lokasi posyandu yang jauh atau sulit
dijangkau
Jarak posyandu yang dekat akan membuat lansia mudah
menjangkau posyandu tanpa harus mengalami kelelahan
atau kecelakaan fisik karena penurunan daya tahan atau
kekuatan fisik tubuh. Kemudahan dalam menjangkau lokasi
posyandu ini berhubungan dengan faktor keamanan atau
keselamatan bagi lansia. Jika lansia merasa aman atau
merasa mudah untuk menjangkau lokasi posyandu tanpa
harus menimbulkan kelelahan atau masalah yang lebih
serius, maka hal ini dapat mendorong minat atau motivasi
lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. Dengan
demikian, keamanan ini merupakan faktor eksternal dari
terbentuknya motivasi untuk menghadiri posyandu lansia.
Kurangnya dukungan keluarga untuk mengantar
maupun mengingatkan lansia untuk datang ke
posyandu.
Dukungan keluarga sangat berperan dalam
mendorong minat atau kesediaan lansia untuk
mengikuti kegiatan posyandu lansia. Keluarga
bisa menjadi motivator kuat bagi lansia apabila
selalu menyediakan diri untuk mendampingi atau
mengantar lansia ke posyandu, mengingatkan
lansia jika lupa jadwal posyandu, dan berusaha
membantu mengatasi segala permasalahan
bersama lansia.
Sikap yang kurang baik terhadap petugas
posyandu.
Penilaian pribadi atau sikap yang baik terhadap
petugas merupakan dasar atas kesiapan atau
kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan
posyandu. Dengan sikap yang baik tersebut, lansia
cenderung untuk selalu hadir atau mengikuti
kegiatan yang diadakan di posyandu lansia. Hal
ini dapat dipahami karena sikap seseorang adalah
suatu cermin kesiapan untuk bereaksi terhadap
suatu obyek. Kesiapan merupakan kecenderungan
potensial untuk bereaksi dengan cara-cara tertentu
apabila individu dihadapkan pada stimulus yang
menghendaki adanya suatu respons
Pelayanan Medis :
Skrining kesehatan pada 30 % usia lanjut.
Skrining kesehatan 100 % usia lanjut di Panti Wreda.
30 % Puskesmas melaksanakan konseling usia lanjut.
Kegiatan Non Medis :
70 % puskesmas membina kelompok usia lanjut.
50 % desa mempunyai kelompok usia lanjut.
50 % kelompok usia lanjut melaksnakan senam usila.
http://www.bogorkab.go.id/wp-
content/uploads/2012/11/Ekspos-Puskesmas
Depkes RI. 1991/1992. Pedoman Kerja
Puskesmas. Jilid IV. Depkes RI. Jakarta.