Anda di halaman 1dari 59

KARAKTERISTIK, KLASIFIKASI

DAN INSIDENS PENYAKIT

Dr H Tatang Kartawan

2012-2013

1
PENGERTIAN

Suatu penyakit adalah suatu kondisi


dimana terjadi ketidak-normalan tubuh
yang menyebabkan kehilangan kesehatan
yang normal.
Pengertian normal tidak mungkin secara
umum, tergantung faktor individual,
perubahan tubuh selama perkembangan ,
kehamilan, perbedaan gender. Batasan
normal selalu berupa range yang
diperoleh dari hasil statistik. 2
RESPONS TUBUH
TERHADAP LINGKUNGANNYA
Adaptasi individual terhadap perubahan
lingkungan.
Terjadi penyakit karena gagal beradaptasi.
Proses Penuaan mengurangi kemampuan
beradaptasi.
Penyakit tertentu dapat meningkatkan
adaptasi terhadap penyakit lain (semacam
proteksi)
3
KARAKTERISTIK PENYAKIT (1)

Etiologi Penyebab penyakit.


Morfologi Perubahan makro maupun mikro
sel maupun jaringan.
Patogenesis Mekanisme terjadinya penyakit.
Manifestasi Gambaran perubahan
morfologik (struktural), fungsional maupun klinik
suatu penyakit.

4
KARAKTERISTIK PENYAKIT (2)
Komplikasi dan Cacat Resiko ikutan
(sekunder) atau resiko lebih jauh suatu
penyakit.
Diagnosis Hipotesis yang paling
memungkinkan.
Prognosis Kondisi mengantisipasi penyakit
dalam pengobatan, remisi atau takdir.
Epidemiologi Insidens dan distribusi populasi
suatu penyakit.
5
ETIOLOGI (1)

Etiologi penyakit adalah penyebab sakit yaitu


penyebab awal terjadinya rentetan kejadian
yang menghasilkan sakit pada manusia.
Penyakit juga disebabkan oleh interaksi antara
host (misalnya genetik) dan faktor lingkungan.
Penyebab lingkungan pada penyakit juga
disebut patogen, meskipun istilah ini biasanya
hanya bila menyangkut bakteri istilah bakteri
patogenik dan bakteri non-patogenik.
6
ETIOLOGI (2)

Penyebab Penyakit (Underlying Cause)


berpengaruh pada tinggi rendahnya
Insidens.
Agen Penyakit adalah yang langsung
membuat terjadinya penyakit.
Dalam praktik, Penyebab dan Agen
digabungkan menjadi Etiologi.
7
KATEGORI UMUM
AGEN ETIOLOGIK

Abnormalitas genetik
Agen infektif (bakteri, virus, fungi, parasit)
Bahan kimia.
Radiasi
Trauma mekanikal
Kombinasi berbagai penyebab Etiologi
multifaktorial
8
FAKTOR RISIKO

Kadang-kadang etiologi penyakit tidak diketahui, tetapi


dari pengamatan sering terjadi pada orang dengan :
a. Karakter konstitusional tertentu
b. Pekerjaan tertentu
c. Kebiasaan tertentu
d. Lingkup hidup tertentu
Faktor Risiko
Faktor ini bisa menjadi petunjuk kearah agen etiologik
yang belum diidentifikasi
Faktor risiko lain dapat memiliki efek memfasilitasi
perkembangan penyakit 9
ETIOLOGI SUATU PENYAKIT YANG BELUM
DIKETAHUI PENYEBABNYA
DIKLASIFIKASIKAN SEBAGAI
Primary
Idiopathic
Essential
Essential Hypertension
Spontaneous
Spontaneous Pneumothorax
Atau Cryptogenic
Cryptogenic Cirrhosis
10
POSTULAT KOCH
1. Organisme harus cukup banyak terdapat pada
setiap kasus penyakit.
2. Organisme yang berkaitan dengan Penyakit
harus dapat diisolasikan dan dibudidayakan
dalam bentuk murni.
3. Organisme hasil budidaya menyebabkan
penyakit yang sama bila di-inokulasikan pada
spesies yang sama.
4. Antibodi terhadap organisme muncul selama
berlangsungnya penyakit. 11
PATHOGENESIS

Yaitu mekanisme melalui mana suatu atau sekelompok etiologi


(penyebab) bekerja menghasilkan manifestasi patologik
maupun manifestasi klinik.
Contoh :
1. Inflamasi Respons thd mikroorganisme dan agen
berbahaya lain yang menyebabkan kerusakan jaringan.
2. Degenerasi Kegagalan jaringan untuk mengadaptasi
dalam merespons berbagai agen.
3. Karsinogenesis Mekanisme oleh agen penyebab kanker
yang menghasilkan pertumbuhan tumor.
4. Reaksi Imun Efek yang tidak diinginkan dari Sistem Imun
Tubuh. 12
INTERVAL LATEN DAN MASA INKUBASI
(1)

Yaitu waktu yang diperlukan sejak terpapar


agen etiologik sampai timbul tanda atau sign
(yaitu yang dirasakan pasien, subyektif) dan
gejala atau symptom (yaitu yang dilihat,
obyektif).
Interval laten digunakan dalam konteks
karsinogenesis (lamanya bisa 20-30 tahun).

13
INTERVAL LATEN DAN MASA INKUBASI
(2)

Masa inkubasi biasanya digunakan dalam


konteks gangguan infeksi bakteri, virus, dll
(lamanya bisa hari atau minggu).
Setiap agen infeksi memberikan suatu masa
inkubasi yang khas.
Selama masa inilah patogenesis terjadi yang
puncaknya menunjukkan manifestasi patologik
maupun klinik dimana pasien membutuhkan
pertolongan medik.
14
MANIFESTASI PERUBAHAN
STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL
Agen etiologik Patogenesis Manifestasi
berupa :
1. Tanda dan gejala klinik, saling menunjang
dengan
2. Gambaran abnormal atau lesi (sudah terjadi
perubahan struktur dan fungsi).
Untuk mendeteksi manifestasi dilakukan bantuan
metoda biokimia (kadang-kadang ini lebih penting dari
pada perubahan struktur).
15
PERUBAHAN STRUKTURAL

1. Lesi yang tumbuh diantara jaringan sehat merusak,


menekan atau mengambil alih jaringan sehat (Mis : tumor).
2. Deposisi material abnormal atau berlebihan dalam suatu
organ (Mis : amyloid).
3. Jaringan abnormal yang tumbuh di tempat lain sebagai akibat
invasi, metastasis atau kelainan pertumbuhan (Mis : tumor)
4. Hilangnya jaringan sehat dari permukaan (Mis : ulserasi)
atau dari organ yang padat (Mis : infark).
5. Penyumbatan aliran normal pada saluran (Mis : asma dan
oklusi vaskular).
6. Robekan saluran (Mis : aneurisma, perforasi usus).
16
PERUBAHAN FUNGSIONAL

1. Sekresi berlebihan (Mis : mucus hidung,


hormon).
2. Sekresi dibawah kecukupan (Mis: insulin
yang kurang pada Diabetes Mellitus).
3. Kerusakan konduksi syaraf.
4. Kerusakan kontraktilitas otot.

17
MERASA SAKIT

Nyeri.
Demam. Diare.
Nausea. Gatal.
Malaise.
Batuk.
Bengkak.
Muntah.
Sesak napas.
Makin kurus. Sianosis.
Perdarahan.

18
NYERI

Ujung syaraf bebas distimulasi oleh agen


mekanikal, termal atau kimia (Misalnya :
mediator inflamasi bradykinin, 5-HT,
histamin, prostaglandin).
Iritasi permukaan (Mis: peritoneum).
Distensi rongga (Mis: vesica urinaria).
Iskemia (Mis: angina).
Erosi jaringan (Mis: oleh tumor)
Inflamasi. 19
BENGKAK (EDEMA)
Penambahan jumlah
Penambahan ukuran sel
Akumulasi cairan
Akumulasi gas

Kesemuanya merupakan manifestasi


inflamasi atau tumor.

20
SESAK NAPAS

Konsentrasi CO2 dalam darah


meningkat atau konsentrasi O2
menurun
Penyakit paru
Gagal jantung
Anemia berat

21
DEMAM

IL-1(interleukin-1) dilepaslan oleh lekosit


ketika pusat termo-regulator di
hipotalamus mengeluarkan PG
(prostaglandin)
Pelepasan IL-1 biasanya dipengaruhi
oleh endotoksin.
Aspirin memblok sintesa PG,
menyebabkan demam berkurang.
22
KEHILANGAN BERAT BADAN

Intake makanan berkurang.


Atau keadaan metabolik yang disebabkan
faktor humoral tumor
Merupakan manifestasi kanker yang
umum.
Tidak selalu karena gangguan
pencernaan.
Penyakit infeksi kronis (Mis : Tuberkulosa).

23
PERDARAHAN

Kelemahan atau robekan dinding


pembuluh darah atau ada gangguan
koagulasi.
Gangguan koagulasi menyebabkan
perdarahan bawah kulit spontan.
Atau perdarahan berkepanjangan
setelah terjadi luka.

24
DIARE

1. Gangguan absorpsi makanan menyebabkan


retensi osmotik cairan pada tinja.
2. Waktu transit yang pendek karena efek
hormonal.
3. Kerusakan mukosa mengganggu absorpsi
dan melepaskan banyak cairan.
Biasanya disebabkan agen infektif yang tidak
memerlukan pengobatan khusus kecuali
penggantian cairan.
25
GATAL

Degranulasi sel Mast dan


pelepasan histamin
Bisa karena manifestasi
alergi.

26
BATUK

Pelepasan neuropeptide karena iritasi


mukosa saluran pernapasan yang
mengakibatkan gerakan elevasi cilia-
cilia sel mucosa dan atau terjadi
hipersekresi mucus
Manifestasi umum penyakit
saluran pernapasan.
27
MUNTAH

Stimulasi pusat muntah di medulla


oblongata melalui impuls aferens vagus
Biasanya menunjukkan
penyakit gastrointestinal atas.
Atau ada lesi pada susunan
syaraf pusat.
Atau pula karena ada
ketidakseimbangan asam-basa.
28
SIANOSIS

Kandungan O2 pada Hb arterial


berkurang
Biasanya pada penyakit paru,
Atau pada gagal jantung,
Atau pada shunt kongenital
pada pembuluh darah yang
tidak normal.

29
KELAINAN PATOGNOMONIK

Yaitu gambaran yang terjadi


terbatas pada suatu penyakit
atau kelompok penyakit tertentu
saja, dan tanpanya suatu
diagnosa tidak mungkin dapat
ditentukan
Digunakan dalam klinik.

30
SINDROM

Yaitu berbagai gabungan


patognomonik yang menggambarkan
suatu penyakit, tanpanya suatu
penyakit tak mungkin dapat
didiagnosa
Sindroma Cushing.
Sindroma Nefrotik.

31
KOMPLIKASI DAN CACAT (SEQUALE)

Penyakit dapat memberi efek :


Berkepanjangan (prolonged).
Sekunder.
Berlanjut (distant).
Apabila kapasitas pertahanan tubuh,
pemulihan atau regenerasi sangat tidak
memadai.
Kadang-kadang komplikasi penyakit mengarah
pada konsekwensi perubahan anatomi lebih
jauh Penyakit tidak mengenal batasan
anatomi atau sistem.
32
DIAGNOSIS

Suatu kesimpulan yang diambil dari


beberapa Hipotesis berdasarkan
etiologi, patogenesis, patofisiologi,
manifestasi klinik, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan mental dan pemeriksaan
penunjang klinik.

33
PROGNOSIS

Yaitu prediksi tentang perjalanan penyakit


dan nasib pasien (kematian).
Prognosis tergantung dari pengaruh
intervensi medik atau bedah
Bedakan prognosis pada perjalanan
penyakit yang alami dengan prognosis
pada pasien yang mendapatkan terapi
memadai.
34
REMISI DAN RELAPS

Remisi Proses konversi dari penyakit


aktif menjadi penyakit tidak aktif.
Relaps Munculnya kembali sign
(tanda) dan symptom (gejala) setelah
Remisi.
Siklus remisi dan relaps mempersulit
menetapkan Prognosis.

35
MORBIDITAS DAN MORTALITAS

Morbiditas Perjumlahan semua efek


penyakit pada pasien
Bisa diikuti disability atau tidak.

Mortalitas Tingkat kemungkinan


(probability) bahwa kematian adalah hasil
akhir penyakit (dinyatakan dalam %
terhadap semua orang yang sakit sama).
36
DISABILITY (KETIDAK-BERDAYAAN)

Bisa sementara atau permanen.


Bila permanen Pengobatan
ditujukan untuk meminimalkan resiko
disability.
Makin dini suatu penyakit didiagnosa
Makin kecil resiko disability-nya.

37
NOMENKLATUR (1)

Primary vs. Secondary


Menunjukkan sebab-akibat penyakit.
Primary Penyakit tanpa penyakit lain
yang mendahuluinya.
Secondary Penyakit menunjukkan
suatu komplikasi atau manifestasi lesi
(lesion) yang mendasarinya.
38
NOMENKLATUR (2)

Akut vs. Kronik.


Akut Onset (Munculnya) cepat, kerap
diikuti resolusi (penyembuhan) cepat.
Kronik Terjadi setelah akut, biasanya
onset lama dan berlangsung dalam
bulan/tahun-an.

39
NOMENKLATUR (3)

Benign (Jinak) vs. Malignant (Ganas).


Benign Lokal, jarang lethal (letal,
mematikan) kecuali bila mengenai struktur
vital.
Malignant Invasif dan menyebar dari
lokasi semula dan biasanya fatal.

40
PREFIX

Ana -------- Kehilangan.


Dys -------- Gangguan.
Hyper ----- Kelebihan.
Hypo ------ Defisiensi/Kekurangan.
Meta ------ Perubahan dari satu
keadaan ke keadaan
lain.

41
SUFFIX
----- itis Proses inflamasi.
----- oma Tumor (kecuali Atheroma
dan Granuloma).
----- osis Suatu keadaan, tidak selalu
patologik.
----- oid Mengandung kemiripan.
----- penia Kekurangan.
----- cytosis Penambahan.
----- ectasis Dilatasi.
----- plasia Gangguan pertumbuhan.
----- opathy Keadaan abnormal tanpa karakteristik
spesifik 42
NAMA EPONYMOUS

Graves Disease - Primary thyrotoxicosis


Pagets Disease - Infiltrasi sel kanker
dibawah kulit.
Crohns Disease - Inflamasi kronik usus
(ileum) yang menyebabkan
penyempitan.
Hodgkins Disease - Neoplasma nodus
lymphaticus.
Sel Reed-Sternberg Sel yang patognomonik
untuk Hodgkins disease.
43
SISTEM KODE NUMERIK

ICD (International Code of the Disease)


dari WHO (World Health Organization).
SNOP (Systematic Nomenclature of
Pathology) dari American College of
Pathologist.
SNOMED (Systematic Nomenclature of
Medicine) juga dari American College of
Pathologist.

44
GENERAL CLASSIFICATION

Berdasarkan patogenesis/mekanisme
Penyakit :
1. Kongenital Genetik (Malformasi,
Defek gen tunggal,
Gangguan kromosom).

Non-genetik.

45
2. Didapat (acquired)
Inflamasi.
Vaskular.
Gangguan pertumbuhan.
Perlukaan dan gangguan
pemulihan.
Metabolik dan gangguan
degeneratif.
46
INFLAMASI

Pada umumnya diberi nama ----- itis.


Kecuali untuk Reaksi Inflamasi ;
Tuberkulosa.
Lepra.
Dan kecuali untuk Inflamasi organ :
Pneumonia.
Untuk kedua yang terakhir penamaan oleh
Penyebab, Karakter dan respons tubuh,
dan Organ terkena.

47
VASKULAR

Disebabkan gangguan aliran abnormal darah


ke, dalam dan dari organ
Iskemia
Infark
a. Infark miokard (serangan jantung).
b. Infark atau perdarahan serebral (stroke).
c. Gangren kaki.
d. Syok dan gangguan sirkulasi.

48
GANGGUAN PERTUMBUHAN

Termasuk gangguan adaptasi terhadap


lingkungan yang berubah :
a. Hipertrofi jantung karena hipertensi.
b. Atrofi kelenjar adrenal karena penyakit
pada hipofisis.
c. Pertumbuhan neoplasma.

49
PERLUKAAN DAN PEMULIHAN LUKA

Perlukaan atau Trauma mengarah pada penyakit.


Progres penyakit dipengaruhi oleh reaksi tubuh
terhadap trauma.
Mekanisme pemulihan dapat terganggu oleh :
a. Senilitas.
b. Malnutrisi.
c. Excessive mobility.
d. Kehadiran benda asing.
e. Infeksi.
50
GANGGUAN METABOLIK
DAN DEGENERASI
Gangguan metabolik :
a. Kongenital.
b. Bawaan.
c. Didapat.
d. Abnormalitas sekunder dari penyakit lain.
Degenerasi (Kehilangan struktur khusus dan fungsi
jaringan) :
a. Hampir semua penyakit dimana degenerasi
merupakan primer atau dominan.
b. Penyakit yang penyebabnya sedikit sekali
dipakai 51
PENYAKIT IATROGENIK

Segala penyakit terbatas pada penyakit yang terjadi


karena tindakan dokter.
Contohnya :
a. Radiasi terapi Eritema kulit.
Neoplasia.
Jaringan parut fibrosis.
b. Radiasi diagnostik Neoplasia.
Malformasi fetal.
c. Transfusi darah Hepatitis (virus).
Hemolisis.
HIV. 52
d. Penisilin Alergi.
e. Aspirin dan NSAID (Non steroid anti-
inflammation drugs) Ulserasi lambung.
f. Chloramphenicol Anemia aplastik.
g. Chlorpromazin Cholestatic jaundice.
h. Steroid therapy Cushings syndrome.

53
EFEK SAMPING OBAT

Dose dependent atau predictable (Type A) :


a. Parasetamol Nekrosis hati.
b. Steroid Cushings syndrome (obesitas,
hirsutisme, osteoporosis).
Unpredictable (Type B) :
a. Idiosinkrasi atau alergi.
b. Efek permisif.
54
EPIDEMIOLOGI (1)

Yaitu patologi dari populasi; diukur dengan


insidens, prevalens, remisi dan mortality rate.
Gunanya :a. Memberi petunjuk kearah etiologi.
b. Merencanakan tindakan
pencegahan.
c. Menyediakan fasilitas medik yang
memadai.
d. Melakukan screening populasi.
55
EPIDEMIOLOGI (2)

Insidens Jumlah kasus baru dalam suatu populasi


dalam waktu tertentu.
Prevalens Jumlah kasus yang ditemukan dalam
populasi tertentu pada waktu yang ditentukan.
Remission Rate Perbandingan kasus penyakit yang
sembuh.
Mortality Rate Jumlah atau prosentasi kematian
suatu penyakit dalam populasi tertentu.
56
Angka-angka tersebut dipengaruhi oleh faktor :
a. Variasi geografik.
b. Perubahan zaman dalam Insidens dan
Mortality Rate.
c. Sosio-ekonomi.
d. Okupasi.
e. Perbedaan menyolok data rumah sakit
dan data masyarakat.
f. Penyebab kematian utama.
57
Urutan angka kematian (MR)

a. Negara-negara maju :

1. Iskemia jantung.
2. Kanker.
3. Stroke.
4. Penyakit pernapasan.
5. Kekerasan (Trauma).
58
b. Negara-negara berkembang :

1. Kematian bayi lahir.


2. Diare.
3. Malnutrisi.
4. Infeksi.
5. Kanker

59