Anda di halaman 1dari 85

MIKROMERITIKA

Endang Wahyu Fitriani, M.Farm, Apt.


Reference
Sinko, P.J., 2011, Martins Physical
Pharmacy and Pharmaceutical
Sciences, 6th ed

Additional references

Aulton,M.E.,Pharmaceutics The
Science of Dosage Form Design
MATERI
UKURAN PARTIKEL DAN DISTRIBUSI UKURAN
METODE UNTUK MENENTUKAN UKURAN PARTIKEL
BENTUK PARTIKEL DAN LUAS PERMUKAAN
METODE UNTUK MENENTUKAN LUAS PERMUKAAN
UKURAN PORI
SIFAT SIFAT YANG DITURUNKAN DARI SERBUK
Micromeritics (Dalla Valle) : ilmu dan teknologi tentang
partikel kecil.
Dimensi partikel dalam sistem dispersi farmasetik :
Ukuran partikel
Ukuran partikel (m) (m)
Ukuran ayakan Contoh
0,5 10 - Suspensi, emulsi halus

10 50 - Emulsi kasar, suspensi


terflokulasi

50 - 100 325 140 Serbuk halus


150 1000 100 18 Serbuk kasar
1000 - 3360 18 - 6 Ukuran granul rata-rata
Perkiraan rentang ukuran metode analisis ukuran partikel
dan luas permukaan spesifik
Aplikasi
Sifat fisika, kimia & farmakologis obat
Pelepasan obat dr sediaan
Stabilitas fisik & respon farmakologis dari
formulasi suspensi, emulsi, tablet
Tablet & kapsul sifat alir & mixing
Ekstraksi
Pengeringan massa lembab
partikel

monodispers polidispers

Utk test diagnostik Sebagian besar


kalibrasi instrumen serbuk farmasi
QC produk submicron

Distribusi ukuran
UKURAN PARTIKEL DAN
DISTRIBUSI UKURAN
2 sifat penting dari sampel polidispers :
Bentuk dan luas permukaan partikel
Kisaran ukuran dan banyak/berat partikel
Dimensi tunggal ukuran partikel : DIAMETER
Satuan yang sering digunakan :
Satuan yang sering digunakan :
m = 10-6 m = 10-4 cm = 10-3 mm
nm = 10-9 m = 10-7 cm = 10-4 mm
(Angstrom) = 10-8 cm = 10-10 m
Macam diameter a.l. :
ds = diameter suatu bulatan yang mempunyai L perm sama
seperti partikel yang diperiksa

dv = diameter suatu bulatan yang mempunyai volume sama


seperti partikel yang diperiksa

dp = diameter suatu bulatan yang diproyeksikan, mempunyai


luas pengamatan yang sama seperti partikel bila dipandang
tegak lurus ke bidangnya yang paling stabil (teknik mikroskopik)

dst = diameter suatu bahan yang mengalami sedimentasi pada


laju yang sama seperti partikel tidak simetris tsb (dengan
metode sedimentasi)
Kepentingan dari pemilihan diameter tergantung pada
relevansinya terhadap suatu sifat fisik yang nyata.

Misalnya :
Kekompakan dan aliran dari suatu serbuk/granul
tergantung pada volumenya
Diameter volume rata-rata
Proses penguraian dan adsorpsi adalah fungsi luas
permukaan partikel
Diameter permukaan rata-rata
Sedimentasi merupakan sifat yang penting dari suspensi
diameter stokes
Particle Size Measurement

J. Litster, B. Ennis, The Science and Engineering of Granulation Processes, Kluwer, 2004.
Ukuran partikel rata-rata Edmunson

1
n dp f p
drata rata
n df

dimana :
n = banyaknya partikel
d = titik tengah dari suatu kisaran ukuran
p = indeks yang dihubungkan dengan ukuran
p=1 ~ panjang
p=2 ~ luas permukaan

p=3 ~ volume
f = indeks frekuensi
f=0 ~ jumlah total partikel

f=1 ~ panjang
f=2 ~ luas permukaan
f=3 ~ volume
Perhitungan diameter statistik dari data secara mikroskopik
Rentang ukuran Rataan Jumlah
(m) rentang partikel
ukuran (d), dalam setiap
(m) rentang
ukuran (n) (nd) (nd2) (nd3) (nd4)

0,50-1,00 2

1,00-1,50 10

1,50-2,00 22

2,00-2,50 54

2,50-3,00 17

3,00-3,50 8

3,50-4,00 5

n=118 nd = nd2= nd3= nd4=

15
Perhitungan diameter statistik dari data secara mikroskopik
Rentang ukuran Rataan Jumlah
(m) rentang partikel
ukuran (d), dalam setiap
(m) rentang
ukuran (n) (nd) (nd2) (nd3) (nd4)

0,50-1,00 0,75 2

1,00-1,50 1,25 10

1,50-2,00 1,75 22

2,00-2,50 2,25 54

2,50-3,00 2,75 17

3,00-3,50 3,25 8

3,50-4,00 3,75 5

n=118 nd = nd2= nd3=1 nd4=

16
Perhitungan diameter statistik dari data secara mikroskopik
Rentang ukuran Rataan Jumlah
(m) rentang partikel
ukuran (d), dalam setiap
(m) rentang
ukuran (n) (nd) (nd2) (nd3) (nd4)

0,50-1,00 0,75 2 1,50 1,13 0,85 0,64

1,00-1,50 1,25 10

1,50-2,00 1,75 22

2,00-2,50 2,25 54

2,50-3,00 2,75 17

3,00-3,50 3,25 8

3,50-4,00 3,75 5

n=118 nd = nd2= nd3= nd4=

17
Perhitungan diameter statistik dari data secara mikroskopik
Rentang Rataan Jumlah
ukuran (m) rentang partikel
ukuran dalam
(d), (m) setiap
rentang (nd) (nd2) (nd3) (nd4)
ukuran (n)
0,50-1,00 0,75 2 1,50 1,13 0,85 0,64
1,00-1,50 1,25 10 12,50 15,63 19,54 24,43
1,50-2,00 1,75 22 38,50 67,38 117,92 206,36
2,00-2,50 2,25 54 121,50 273,38 615,11 1384,00
2,50-3,00 2,75 17 46,75 128,56 353,54 972,24
3,00-3,50 3,25 8 26,00 84,50 274,63 892,55
3,50-4,00 3,75 5 18,75 70,31 263,66 988,73
n=118 nd =265,50 nd2=640,89 nd3=1645,25 nd4=4468,95

d ln
nd 2,25 d vn 3
nd 3

2,41 d vs
nd 3

2,57
n n nd 2

d sn
nd 2

2,33 d sl
nd 2

2,41 d wm
nd 4

2,72
n nd nd 3
18
Distribusi log normal jika log d vs frekuensi % kumulatif
menunjukkan hubungan linear
Diperoleh dg & g
dg = diameter rata2
geometrik

g = standard deviasi
geometrik

dg = 50% ukuran

50% ukuran
g
16% di bawah ukuran
Untuk distribusi log normal :
Persamaan Hatch & Choate
Jumlah partikel (N)
: jumlah partikel per satuan berat

( dvn 3 ) / 6 g 1 gram

1 partikel N

6
N
dvn3
Contoh Soal
diketahui : 1/6 dvn3 = volume partikel tunggal
= kerapatan
Contoh soal :
Garis tengah jumlah volume rata-rata dari serbuk (data
tabel 18-2) adalah 2,41 m atau 2,41 x 10-4 cm. Jika
kerapatan serbuk 3,0 g/cm3, berapa jumlah partikel per
gram?
METODE ANALISA UKURAN PARTIKEL
MIKROSKOPI
Diameter Ekivalen
Diameter projeksi area (da); diameter projeksi
perimeter (dp); diameter Ferets(df); diameter
Martin (dm)
Range Analisis
0,2-100m
MIKROSKOPI
Preparasi sampel
Spesimen harus dapat terdispersi dengan baik
di slide mikroskop
MIKROSKOPI
Prinsip Pengukuran
Merupakan pengukuran 2 dimensi
sediaan diencerkan/tidak, ditempatkan di
bawah mikroskop yang telah dikalibrasi (dengan
mikrometer). Dapat diproyeksikan ke layar /
difoto.
Light and Electron Microscopy

Initial image Digitized image

J.P.K. Seville, U. Tuzun, R. Clift, Processing of Particulate Solids, Chapman & Hall, 1997
Keuntungan :
adanya gumpalan dapat terdeteksi
metode langsung
kerugian :
diameter hanya 2 dimensi
jumlah partikel yang harus dihitung (300-500)
makan waktu dan tenaga
variasi antar operator besar, tetapi dapat
diatasi dengan : fotomikrograf, proyeksi,
scanner otomatis.
PENGAYAKAN
Diameter Ekivalen
sieve diameter (ds)
Range Analisis
5-125.000m
Preparasi sampel
Umumnya digunakan untuk serbuk kering
PENGAYAKAN
Prinsip Pengukuran
penggoyangan sampel secara mekanis melalui
suatu seri urutan ke ayakan yang lebih halus
dan penimbangan bagian sampel yang
tertinggal pada masing masing ayakan.
Keuntungan :
Murah, sederhana, cepat, variasi antar
operator kecil
Kerugian :
Harus distandarisasi : tipe gerakan, waktu
dan beban.
Analisis data :
Dihitung dg dan g
Pengukuran Volume Partikel
Alat yang mengukur volume partikel adalah Coulter Counter. Coulter Counter
bekerja berdasarkan prinsip bahwa jika suatu partikel disuspensikan dalam
suatu cairan yang mengkonduksi melalui suatu lubang kecil, yang pada kedua
sisinya ada elektroda dimana akan terjadi suatu perubahan tahanan listrik,
maka akan terekam pulsa-pulsa dari partikulat.

Fungsi Coulter Counter adalah:


Mampu menghitung partikel pada laju kira-kira 4000 perdetik.
Dapat menghitung partikel secara keseluruhan maupun distribusi ukuran
partikel yang diperoleh dalam waktu yang relatif singkat.
Dapat mengubah data dengan segera dari suatu distribusi volume
menjadi suatu distribusi berat. (diameter volume)
Dalam ilmu farmasi, untuk menyelidiki pertumbuhan partikel dan disolusi
serta efek zat antibakteri terhadap pertumbuhan mikroorganisme.
COULTER COUNTER
Diameter Ekivalen
diameter volume (dv)
Range Analisis
0,1-1000 m
Preparasi sampel
Serbuk didispersikan di dalam larutan
elektrolit membentuk suspensi encer
A spherical particle passing
through the orifice.
Sedimentasi (pengendapan)
Ukuran partikel : 1 200 m
Prinsip : ketergantungan laju
sedimentasi partikel pada ukurannya.
Hukum stokes :
18 0 h
dst
( s 0 ) g t
Syarat : konsentrasi suspensi
< 2%
Alat : pipet Andreasen
SEDIMENTASI
Hukum Stokes yang menyatakan ukuran
partikel :

18 o h
d st
( s o ) gt

Pipet Menurut Heywood, hukum


Andreasen Stokes tidak dapat dipakai jika
Re lebih besar dari 0,2 karena
Aliran laminar atau
pada nilai tersebut timbul
turbulen dinyatakan
turbulensi.
dengan angka (bilangan)
Reynold, Re :
18 R 2
d3 e
( s o ) o g

41
Hitunglah diameter Stoke dari serbuk magnesium oksida, =
3,65 g/cm3 dalam medium air yang kerapatannya 0 = 1,05
g/cm3, dan viskositasnya 1,3 cp. Partikel memisah sejauh 24
mm selama 1 jam pada percepatan gravitasi 980 cm/sek2.

18 o h
d st
( s o ) gt

(18)(0,013)(6,67 10 4 )
d st 2,47 10 4 cm 2,47 m
(3,65 1,05)(980)

42
Suatu bahan serbuk, kerapatannya 2,7 g/cm3, disuspensikan
dalam air pada 200 C. Viskositas air pada suhu tersebut adalah
0,01 poise dan kerapatannya 1,0 g/cm3. Gravitasi 981 cm/det2.
Hitunglah ukuran partikel terbesar yang akan memisah tanpa
menyebabkan turbulensi.

18 R 2
d3 e
( s 0 ) 0 g

18 R 2
(18)( 0, 2)( 0,01) 2
d3 e

( s 0 ) 0 g (2,7 1,0)1,0 981
d 6 103 cm 60m
43
LASER LIGHT SCATTERING

Diameter ekivalen
diameter area (da); diameter volume (dv);
diperoleh melalui perhitungan komputasi
Range analisis
0,001-1 m fine particle analysers
0,5-1000 m large particle analysers
LASER LIGHT SCATTERING

Preparasi sampel
sampel dapat berupa likuid atau suspensi
udara
Prinsip pengukuran
interaksi antara cahaya laser dengan
partikel
Bentuk Partikel dan Luas Permukaan
Bentuk Partikel
Bentuk partikel mempengaruhi aliran dan sifat-sifat
dari suatu serbuk serta luas permukaannya. Bila suatu
partikel yang berbentuk bola diberi ciri yang
sempurna dengan garis tengahnya, sebaliknya jika
partikel tidak simetris, maka akan sulit untuk
menetapkan garis tengahnya.
Metode Permeabilitas Spesifik
Luas permukaan spesifik adalah luas permukaan per
satuan volume atau persatuan berat yang berlaku
untuk partikel-partikel asimetris dimana dimensi
karakteristik belum ditentukan.
Metode untuk Menentukan Luas Permukaan

Ada dua metode yang biasa digunakan untuk menghitung


luas permukaan secara langsung yakni :
Jumlah dari suatu zat terlarut gas atau cairan yang
diabsorpsikan di atas sampel tersebut agar
membentuk suatu tapisan tunggal (nonlayer) adalah
suatu fungsi langsung dari luas permukaan sampel
(Metode adsorpsi).
Laju dimana suatu garis atau cairan mempermeasi
(menembus) suatu bentangan serbuk berhubungan
dengan luas permukaan yang mengadakan kontak
dengan permean (zat yang menembus), di samping
faktor-faktor lainnya (Metode permeabilitas udara).
Ukuran Pori

Bahan-bahan yang mempunyai luas spesifik tinggi bisa


mempunyai retakan-retakan dan pori-pori yang
mengabsorpsi gas dan uap, seperti air, ke dalam sela-
selanya. Serbuk obat yang relatif tidak larut dalam air bisa
melarut lebih atau kurang cepat dalam medium air
bergantung pada absorpsinya terhadap kelembaban atau
udara.

Cara untuk mengukur pori yakni :


Penggunaan aseton sehingga meningkatkan absorpsi air
dan jumlah tempat untuk serapan air.
Menggunakan alat Permeabilitas udara sehingga dapat
diperoleh garis tengah pori-pori rata-rata dari tablet.
Sifat-sifat Turunan Serbuk
A. Porositas
Porositas atau rongga () dari sebuk didefinisikan sebagai perbandingan
volume rongga terhadap volume bulk dari suatu pengepakan. Volume
bulk, Vb merupakan volume yang ditempatkan oleh serbuk. Porositas
dinyatakan dalam persen, x 100
B. Susunan Pengepakan
Susunan pengepakan yang ideal yakni :
Paling dekat atau Rhombohedral
Paling jauh, sebagian besar terbuka atau pengepakan kubus atau
most open ; loosest
Partikel-partikel serbuk umumnya bisa mempunyai tiap susunan antara
kedua pengepakan ideal dan kebanyakan serbuk-serbuk dalam praktek
mempunyai porositas 30-59 %.
Sifat-sifat Turunan Serbuk
C. Kerapatan Partikel
1. Kerapatan Sebenarnya,
2. Kerapatan Granul, g
3. Kerapatan Bulk, b
C. Bulkiness
D. Sifat Aliran
E. Pengompakan
Fenomena Yang Dipengaruhi oleh Ukuran Partikel

A. Aktivitas kimia dan listrik


B. Penyerapan (Adsorption)
C. Kelarutan
1. Laju Disolusi
2. Ekstraksi Galenis
3. Aktivitas Fisiologis
BENTUK PARTIKEL DAN LUAS PERMUKAAN
Bentuk bola : L permukaan minimum per
satuan volume ~ d
Makin tidak simetris, L perm naik, d sukar
ditentukan.
Bola : L perm = d2
V = 1/6 d3
Partikel tidak bulat ~ dp
L perm = s dp2 = ds2
V = v dp3 = 1/6 dv3
Dimana :
s = faktor luas permukaan
ds = garis tengah ekuivalen
permukaan
v = faktor volume
dv = garis tengah ekuivalen volume
dv ds
3 2
v 3
0,524 s 2
3,142
6dp dp
s
Untuk bola : 6
v
s
6
Untuk partikel asimetris : v
LUAS PERMUKAAN SPESIFIK

Yaitu luas permukaan per satuan volume


(Sv) atau luas permukaan per satuan berat
(Sw)
Lperm. partikel n s d2 s
Sv 3

Volume partikel n s d v d

Sv s
Sw Sw
d vs v
Untuk partikel bulat
6
Sw
d vs
dvs = garis tengah karakteristik volume
permukaan dari permukaan spesifik
Soal :
Berapakah Luas permukaan spesifik, Sw dan Sv dari
partikel-partikel yang dianggap bulat di mana
kerapatannya 3,0 g cm-3, dan dvs 2,57 m ?
METODE PENENTUAN LUAS PERMUKAAN

A. Metode adsorpsi
Prinsip : jumlah dari suatu zat terlarut
gas/cairan yang diadsorpsikan di atas sampel
serbuk membentuk lapisan tunggal
(monolayer) merupakan fungsi langsung dari
Lperm. Sampel.
Alat : Quantasorb
Dimana :
V = volume gas yang diadsorpsi
(cm3) per gram serbuk
p = tekanan
p0 = tekanan uap jenuh nitrogen
b = konstanta yang menyatakan
perbedaan antara panas
asorpsi dan panas pencairan
Pers. BET :

p 1 (b 1) p

V (p0 p) Vm b Vm b p0
p

1

b 1 p
V po p Vmb Vmbpo

p p
Plot antara V po p dengan po
memberikan garis regresi
y = a + bx

Intersep : 1 Slop : b 1
Vm b Vm b

Jika intersep =I; dan slop = S, maka:


1
Vm
I S
A N
S w m Vm cm3 / g Sw
16,2 10 6,02 10 V
16 23

M / 22414 10 4
m

S w 4,35 Vm m2 / g

6
d vs
S w 59
Am N 16 23
Sw Vm
(16,2 .10 ) (6,02 .10 )
Vm
M 22,414.10 4

6
2
Sw 4,35 x Vm m / gram d vs
.S w
Dimana :
M/ = vol. Molar gas pada STP = 22,414 cm3/mol
N = bilangan avogadro = 6,02 . 1023 molekul/mol
Am = luas perm molekul N tunggal yang
diadsorpsikan
= 16,2 2 = 16,2x10-16 cm2
B. Metode permeabilitas udara
Prinsip : tahanan terhadap aliran dari suatu cairan,
melalui sumbat dari serbuk kompak adalah L perm.
dari serbuk tersebut
Persamaan Poiseuille :
d P t4
V
128 . l.
Persamaan Kozeny-Carman

A P t 3
V 2
x x
Sw Kl (1 )2
Laju alir dipengaruhi oleh :
derajat kompresi partikel-partikel ~ porositas
ketidakteraturan kapiler

Di mana :
A = Luas penampang melintang sumbat

K = konstanta ketidakteraturan kapiler (biasanya 5,0


0,5)
= porositas

Alat : Fisher subsieve sizer

Contoh penggunaan :

Befenium hidroksinaftoat (anthelmintik)


L permukaan 7000 cm2/g
Fisher subsieve sizer
UKURAN PORI

Kegunaan :
mengetahui adsorpsi uap air, flavoring agent,
parfum, dll ke dalam lapisan (film), wadah, dan
bahan-bahan polimer lain dalam formulasi produk.
Adsorpsi uap air pada metil selulosa, povidon, gelatin
dan polimetil metakrilat (kelok histeresis)
Pentabletan
Adsorpsi isoterm
untuk zat padat
berpori menunjukkan
histeresis
Desorpsi terletak di
atas kiri kurva
adsorpsi

Kelok histeresis
terbuka, karena
tipe pori botol
tinta.
Persamaan KELVIN :
p 2M
N k T ln
Di mana : p0 R
M = BM gas yang mengkondensasi
= kerapatan
M/ = volume molar cairan
= tegangan muka
N = bilangan avogadro
K = konstanta Boltzmann
= 1,381 . 10-16 erg der-1mol-1
R = jari-jari meniskus
p/p0 = tekanan relatif
SIFAT-SIFAT TURUNAN SERBUK

A. Porositas/rongga ()
Yaitu perbandingan volume rongga terhadap
volume bulk.
Vb Vp Vp
1
Vb Vb
v Vb Vp
Di mana :
v = volume rongga
Vb = volume bulk
Vp = volume sebenarnya
Soal :
Sampel serbuk kalsium oksida dengan
kerapatan sebenarnya 3,203 dan berat 131,3
mempunyai volume bulk 82,0 cm-3 jika
ditempatkan dalam gelas ukur 100 ml. Hitung
porositasnya !
Satu sampel serbuk kalsium klorida yang mempunyai kerapatan sejati 3,203

dan bobotnya 131,3 g diketahui mempunyai volume ruah (curah, bulk) 82,0

cm3 saat diukur dalam gelas ukur 100 mL. Hitunglah porositasnya.

Volume partikel = 131,3 g/(3,203 g/cm3) = 41,0 cm3


Volume ruang kosong (void), v = 82,0 cm3 41,0 cm3 = 41,0 cm3
Porositas , : 82 41
0,5 atau 50%
82

70
B. Susunan pengepakan
Pengepakan paling ideal :
Paling dekat (rhombohedral)
= 26%
Pengepakan kubus (Most open/loosest)
= 48%
C. Kerapatan partikel
: berat per satuan volume
3 tipe kerapatan :
1. Kerapatan sebenarnya ()
: kerapatan bahan, tidak termasuk rongga dan pori
Alat : densitometer helium, piknometer
2. Kerapatan granul (g)
: volume granul = volume partikel + ruang dalam
partikel
Metode : pemindahan cairan (air raksa)
A

B C C
Porositas dalam partikel :

Vg Vp Vp
dalam partikel 1
Vg Vg
g
1

3. Kerapatan bulk
: massa per volume bulk
Metode : pengetapan
Tergantung pada :
distribusi ukuran partikel
bentuk partikel
kohesi antar partikel
Ruang antara/porositas celah

Vb Vg Vg
ruang antara 1
Vb Vb
b
1
g
Porositas total :

Vb Vp Vp
total 1
Vb Vb
b
1

Kerapatan granul natrium bikarbonat adalah 1,450 dan kerapatan sejati
(true density) = 2,033. Hitunglah porositas intrapartikel

kerapatan granul g 1,450


intrapartikel = 1- 1 intrapartikel 1 0,286 atau 28,6%
kerapatan sejati 2,033

Bobot tablet natrium iodida adalah 0,3439 g dan volume curah (bulk) yang
diukur dengan jangka sorong menghasilkan 0,0963 cm3. Kerapatan sejati
NaI adalah 3,667 g/cm3. Hitunglah kerapatan curah (bulk, ruah) serta
porositas total dari tablet tersebut.

03439
Kerapatan curah b 3,571 g/cm 3
0,0963

3,571
total 1 b total 1 0,026 atau 2,6%
3,667

78
Volume :
V spesifik sebenarnya (V)
V granul spesifik = V + pori-pori dalam partikel (Vg)
V bulk spesifik = V + pori-pori dalam partikel +
ruang antar partikel
Data berikut menyangkut 1 gram sampel serbuk granular: .
Volume padatan itu sendiri = 0,3 cm3/g
Volume pori intrapartikel = 0,1 cm3/g
Volume ruang diantara partikel = 1,6 cm3/g
a) Berapa volume sejati spesifik V; volume granul spesifik Vg ; dan volume
curah spesifik Vb
b) Hitunglah porositas total total ; porositas antarruang atau porositas diantara
partikel antarruang ; porositas intrapartikel atau porositas di dalam partikel
intrapartikel
a)
V = 0,3 cm3
Vg= V + pori intrapartikel = 0,3+0,1 = 0,4 cm3/g
Vb = V + pori intrapartikel + ruang diantara partikel = 0,3+0,1+1,6 = 2 cm3/g
b)
Vb V p 2,0 0,3 Vb Vg 2,0 0,4
total 0,85 atau 85% antarruang 0,80 atau 80%
Vb 2,0 V b 2,0

Vg V p 0,4 0,3
intrapartikel 0,25 atau 25%
Vg 0,804
D. Bulkiness
: volume bulk spesifik
Dalam pengemasan serbuk.
Contoh : Pb - CaCO3
0,1 1,3
paling bulk, memerlukan wadah 13x lebih besar
Ukuran partikel turun, bulkiness naik
Ukuran partikel berbeda-beda, bulkiness kecil.
E. Sifat alir
Serbuk bulk gaya tarik menarik

Free flowing
(mengalir bebas)

Jika ukuran partikel diperbesar, aliran


partikel akan meningkat.
Jika kerapatan dinaikkan/porositas
diturunkan, sifat alir akan meningkat.
Serbuk free flowing : seperti debu = dustibility
Serbuk melekat : stickiness
Contoh : Jika derajat dustibility
licopodium = 100 %
talk = 57%
tepung kentang = 27%
kalomel = 0,7%
Metode :
pengukuran sudut diam.
Sudut istirahat (diam) (derajat)
Aliran

<25 Sangat baik


25-30 Baik
30-40 Cukup
>40 Sangat buruk
F. Pengompakan
Tablet kompressi
kompresibilitas berpengaruh terhadap :
L permukaan pesifik
Kerapatan granul
Porositas
Kekerasan tablet
Waktu disintegrasi