Anda di halaman 1dari 19

ANGGARAN KAS

Anggota Kelompok:
Nurul Hidayah (150422607358)
Palmira R. Simbolon (150422607248)
Pangestia Ayu S. (150422601883)
PENGERTIAN DAN TUJUAN PENYUSUNAN
ANGGARAN KAS
Anggaran kas merupakan anggaran yang
menunjukkan aliran kas masuk (cash inflows), aliran kas
keluar (cash outflows), dan posisi akhir kas pada setiap
periode.

Tujuan Penyusunan Anggaran Kas


1. Menentukan posisi kas pada berbagai waktu.
2. Memperikarakan kemungkinan defisit atau surplus.
3. Memeprsiapkan keputusan pembelanjaan jangka
pendek dan panjang.
4. Sebagai dasar kebijakan pemberian kredit.
5. Sebagai dasar otorisasi dana anggaran yang disediakan.
6. Dasar penilian terhadap realisasi pengeluaran
anggaran.
PENDEKATAN DALAM MENYUSUN
ANGGARAN KAS
1. Anggaran Kas Jangka Pendek
Anggaran kas ini merupakan alat
operasional pengendali kas sehari-hari.
Anggaran kas jangka pendek umumnya
disusun dengan cara menelusuri berbagai
jejak kegiatan perusahaan yang
mengakibatkan arus fisik masuk dan arus
fisik keluar.
Sumber Kas dan Penggunaan Kas

Sumber Kas Masuk yang Utama


1. Hasil penjualan produk secara tunai.
2. Hasil menagih piutang dagang.
3. Pendapatan lain (bunga bank, jasa giro, dividen)
4. Adanya pengurangan pada aktiva tetap.
5. Adanya penerimaan yang bukan penghasilan.
6. Penambahan modal sendiri oleh pemilik.
Penggunaan Kas Keluar yang Utama
1. Berbagai pembayaraan untuk keperluan operasional
perusahaan sehari-hari.
2. Pembayaran pada para kreditur baik berupa bunga atau
angsuran.
3. Penambahan berbagai aktiva tetap.
4. Pembayaran pada pemilik modal.
5. Pembayaran pada pemerintah.
Kasus 3: Anggaran Kas Tahunan
(Jangka Pendek)
Berikut ini adalah data yang dimiliki PT. NIAGA KARYA yang
dikumpulkan untuk melakukan penyusunan anggaran kas
tahunan, pada semester 1 tahun 2A11:
a. Rencana penjualan selama semester 1 tahun 2A11

Periode Unit Harga/unit Volume Penjualan


Penjualan
Januari 5.000 3.000 15.000.000
Februari 5.500 3.000 16.500.000
Maret 6.000 3.000 18.000.000
April 7.000 3.000 21.000.000
Mei 8.000 3.000 24.000.000
Juni 7.000 3.000 21.000.000
b. Sejak beroperasi, perusahaan selain menjual secara
tunai, juga menjual secara kredit. Adapun
komposisi penjualannya adalah:
• Sebesar 60% dari total penjualan adalah
penjualan tunai dan sisanya adalah penjualan
kredit. Untuk penjualan tunai manajemen
menetapkan akan memberikan potongan harga
sebesar 10%.
• Untuk penjualan kredit, manajemen
memberlakukan term of payment 5/10, n/60.
Dari penjualan kredit diperkirakan sebesar 60%
akan memanfaatkan periode potongan,
sedangkan sisanya tidak memanfaatkan periode
potongan. Dari pembeli yang tidak
memanfaatkan potongan, 50%nya akan
membayar pada bulan transaksi dan sisanya
akan membayar pada bulan berikutnya.
c. Besarnya cash opname awal tahun 2A11 adalah Rp
10.000.000.
d. Perusahaan melakukan pembelian bahan baku yang merencanakan
akan dibayar 30% secara tunai dan 70% dibayar bulan berikutnya.
Adapun pembelian yang dilakukan adalah :

Periode Pembelian Bahan Baku


Januari 5.000.000
Februari 6.000.000
Maret 8.000.000
April 7.500.000
Mei 9.000.000
Juni 11.000.000

e. Utang jatuh tempo yang harus dibayarkan adalah Januari Rp


2.500.000, Maret Rp 1.000.000, dan Juni Rp 3.000.000
Dari data tersebut, diminta:
1. Menyusun Skedul Pengumpulan Piutang untuk triwulan 1 tahun
2A11. Sertakan persiapan perhitungannya.
2. Menyusun skedul penerimaan kas untuk triwulan 1 tahun 2A11.
3. Menyusun skedul pengeluaran kas untuk triwulan 1 tahun 2A11.
4. Menyusun skedul kas sementara untuk triwulan 1 tahun 2A11.
Penyelesaian Kasus 3
a. Penjualan Menurut Bentuk Pembayaran dan
Skedul Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai

Keterangan Januari Februari Maret


Total penjualan 15.000.000 16.500.000 18.000.000

Penjualan Tunai (60%) 9.000.000 9.900.000 10.800.000

Pot. Penj Tunai (10%) 900.000 990.000 1.080.000

Penj Tunai Neto 8.100.000 8.910.000 9.720.000

Penjualan Kredit (40%) 6.000.000 6.600.000 7.200.000

Bad Debt (5%) 300.000 330.000 360.000


Piutang Neto 5.700.000 6.270.000 6.840.000
b. Skedul Pengumpulan Piutang/Penerimaan Kas
dari Penjualan Kredit
Keterangan Januari Februari Maret

Piutang neto 5.700.000 6.270.000 6.840.000


Piutang yg mendapat hak 3.420.000 3.762.000 4.104.000
discount (60%)
Discount (5%) 171.000 188.100 205.200
Piutang neto (setelah dikurangi 3.249.000 3.573.900 3.898.800
discount)
Piutang tdk mendapat discount 2.280.000 2.508.000 2.736.000
(40%)
Piutang tdk mendapat discount
dilunasi:
• Pelunasan 50% 1.140.000 1.254.000 1.368.000
• Pelunasan 50% 1.140.000 1.254.000
Total pengumpulan piutang 4.389.000 5.967.000 6.520.000
c. Anggaran Penerimaan Kas
Sumber Penerimaan Januari Februari Maret
Kas
Penjualan Tunai Neto 8.100.000 8.910.000 9.720.000

Piutang 4.389.000 5.967.000 6.520.000


Jumlah 12.489.000 14.877.900 16.240.800

d. Anggaran Pengeluaran Kas


Sumber Pengeluaran Kas Januari Februari Maret

Pembelian bahan baku 1.500.000 1.800.000 2.400.000


tunai 3.500.000 4.200.000
Pembelian bahan baku
kredit
Pembayaran hutang 2.500.000 1.000.000
Jumlah 4.000.000 5.300.000 7.600.000
e. Anggaran Kas Sementara
Keterangan Januari Februari Maret
Saldo Kas Awal 10.000.000 18.489.000 28.066.900
Penerimaan Kas 12.489.000 14.877.900 16.240.800

Kas Tersedia 22.489.000 33.366.900 44.307.700


Pengeluaran Kas 4.000.000 5.300.000 7.600.000

Saldo Akhir Kas 18.489.000 28.066.900 36.707.700


2. Anggaran Kas Jangka Panjang
Anggaran kas jangka panjang disusun dengan cara
membandingkan neraca yang disusun antara dua periode
anggaran dan perhitungan rugi laba perusahaan yang terjadi
selama periode antara kedua neraca tersebut.
Dapat dilihat pada halaman 303.
Berbagai transaksi yang menyebabkan meningkatnya atau
menurunnya jumlah kas dapat dipolakan sbb:
Kasus 4: Anggaran Kas Jangka Panjang
Untuk proses penyusunan anggaran kas jangka panjang, PT.
NIAGA JAYA menyiapkan data sebagai berikut :
1. Saldo kas riil di awal tahun 2A11 sebesar Rp 700.000,
dan modal kerja non kas sebesar Rp 1.500.000. modal
kerja non kas ini akan meningkat pada proporsi yang
sama dengan meningkatnya penjualan.
2. Rencana penjualan tahun 2A11 sebesar Rp 8.000.000
dan diharapkan akan meningkat setiap tahun sebesar
Rp 400.000
3. Perkiraan biaya variabel adalah sebesar 40% dari
penjualan, sedangkan biaya tetap Rp 3.800.000, dan
pada tahun 2A14 meningkat sebesar 10%.
4. Biaya depresiasi dan amortisasi ditentukan 30% dari Rp
3.000.000 fixed cost.
5. Sumber kas lainnya meliputi:
• Penjualan aktiva tetap pada tahun 2A11 sebesar
Rp 1.500.000 akan bertambah Rp 500.000.
• Pembayaran modal selama 4 tahun adalah Rp
400.000, Rp 500.000, Rp 3.500.000 dan Rp
1.000.000.
• Pembayaran deviden selama 4 tahun adalah Rp
250.000, Rp 300.000, Rp 300.000 dan Rp
300.000.
Berdasar data tersebut diminta:
1. Menyusun proyeksi Laba Rugi tahun 2A11-2A14,
jika besarnya pajak 30%.
2. Menyusun anggaran kas tahun 2A11-2A14.
3. Perkiraan kebutuhan modal kerja non kas tahun
2A11-2A14.
Penyelesaian Kasus 4
1. Proyeksi Laba Rugi Tahun 2A11-2A14
Keterangan Tahun 2A11 Tahun 2A12 Tahun 2A13 Tahun 2A14

Penjualan 8.000.000 8.400.000 8.800.000 9.200.000

FC 3.800.000 3.800.000 3.800.000 4.180.000

VC 3.200.000 3.360.000 3.520.000 3.680.000

TC 7.000.000 7.160.000 7.320.000 7.860.000

Laba Kotor 1.000.000 1.240.000 1.480.000 1.340.000

Pajak 30% 300.000 372.000 444.000 402.000

EAT 700.000 868.000 1.036.000 938.000


2. Anggaran Kas Tahun 2A11-2A14
Keterangan Tahun 2A11 Tahun 2A12 Tahun 2A13 Tahun 2A14
Saldo Kas Awal 700.000 1.200.000 4.218.000 3.854.000
Penerimaan Kas :
EAT 700.000 868.000 1.036.000 938.000
Depr. &Amortisasi 900.000 900.000 900.000 900.000
Penj. Aktiva Tetap 50.000 50.000 500.000 50.000
Penj. Saham 1.000.000
Pinjaman Bank 2.000.000
Total Penerima Kas 1.650.000 3.818.000 3.436.000 1.888.000
Kas Tersedia 2.350.000 5.018.000 7.654.000 5.742.000
Pengeluaran Kas :
Sinking Fund 500.000
Pengeluaran Modal 400.000 500.000 3.500.000 1.000.000
Membayar Dividen 250.000 300.000 300.000 300.000
Total Peng. Kas 1.150.000 800.000 3.800.000 1.300.000
Saldo Kas Akhir 1.200.000 4.218.000 3.854.000 4.442.000
3. Perkiraan Kebutuhan Modal Kerja Non Kas
Tahun 2A11-2A14

Keterangan Tahun 2A11 Tahun 2A12 Tahun 2A13 Tahun 2A14

Saldo Kas Awal 700.000

Modal Kerja Non Kas 1.500.000 1.575.000 1.653.750 1.736.438

Total Modal Kerja 2.200.000

Kenaikan MK Non Kas 75.000


Meningkatnya Penjualan 2A11-2A12 = 40.000 :
800.000 = 0.05 (5%)
PENGENDALIAN POSISI KAS
Pengendalian posisi kas dapat dilakukan dengan cara:
1. Meningkatkan usaha pengumpulan piutang.
2. Mengurangi biaya-biaya kas.
3. Menunda pengeluaran modal.
4. Menunda pembayaran utang.
5. Mengurangi persediaan
6. Mengubah waktu operasi yang memengaruhi kas.

Pengendalian Kas sebaiknya dilakukan dengan dua prosedur


sebagai berikut :
1. Evaluasi secara terus-menerus (continuous evaluation)
2. Pengendalian kas dengan catatan data harian atau
mingguan