Anda di halaman 1dari 32

MACAM-MACAM LUKA DAN

PENATALAKSANAANNYA

Disusun oleh : Santi Prima Natasia Pakpahan (112017127)


Pembimbing : dr. Dharma Gita
Kepaniteraan Klinik FK Ukrida - RS Rajawali Bandung
2019
Luka

 Akut - disebabkan oleh trauma atau operasi. Luka


akut sembuh dalam periode waktu yang dapat
diprediksi dan sebagian besar akan sembuh dalam
2-8 minggu.
 Kronik - didefinisikan sebagai luka yang gagal
melanjutkan proses penyembuhannya secara alami
sesuai tahap dan waktu untuk menghasilkan
penyembuhan, biasanya penyembuhan akan
memakan waktu lebih dari 3 bulan.
Wound Care Guidelines. Central West Community Care Access Centre. 2017
Werdin F. Mayer T, Et al. Evidence based management stratergies for treatment of chronic wounds. 2009. Downloaded in https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2691645/
Luka Berdasarkan Penyebabnya

Vulnus Laceratum Vulnus Incisivum

Vulnus Excoriatum Vulnus Punctum

Teng MC. Acute wound and management. The Singapore family physician Vol 4. 2015
Luka Berdasarkan Penyebabnya

Vulnus Contussum Vulnus Morsum

Vulnus Sclopetarium

Teng MC. Acute wound and management. The Singapore family physician Vol 4. 2015
Luka Kronis

Kaki Diabetik

Ulkus Tekan

Ulkus Statis vena

Jorge I. Chronic Wounds. Medscape. 2017


Kaki Diabetik
Management :
 Cuci dan periksa

sensibilitas setiap hari


 Lumasi kaki yang kering

 Konsul

 Strategi pembongkaran

Jorge I. Chronic Wounds. Medscape. 2017


Newfoundland and Labrador Skin and Wound Care Manual – July 2008. Section 6 - Page 21
Ulkus Tekan
 Tekanan yang berkepanjangan pada penonjolan
tulang
 Manajement :
 Sering mengubah posisi
 Debridemen

 Pemeliharaan luka bersih dan lembab

Jorge I. Chronic Wounds. Medscape. 2017


Ulkus Statis Vena
 akibat hipoksia di area kongesti vena di ekstremitas
bawah.
 manajemen : Compression hose / boots,
debridement, and maintenance of a clean,
pemeliharaan luka bersih dan lembab

Jorge I. Chronic Wounds. Medscape. 2017


Manajemen Luka
Pembersihan luka dapat dilakukan dengan 3 metode :
 Kompresi

 Irigasi

 Perendaman

Teng MC. Acute wound and management. The Singapore family physician Vol 4. 2015
Teknik penjahitan
Jahitan Situasional
Pengelolaan Luka

 Dressing
 Systemic antibiotics
 Tetanus prophylaxis

Teng MC. Acute wound and management. The Singapore family physician Vol 4. 2015
Macam macam Dressing
Proses Penyembuhan Luka
 Primary Intention Healing
 Jahitan, plester, skin graft, flap
 Kontraindikasi : infeksi, luka dengan jaringan nekrotik,
diperkirakan terdapat dead space setelah dilakukan
kahitan, perfusi jaringan buruk
 Secondary Intention Healing
 Luka sembuh secara alamiah (intervensi hanya berupa
pembersihan luka, dressing dan pemberian antibiotik)
 Proses penyembuhan lebih kompleks dan lama

 Luka biasanya tetap terbuka dan terbentuk jaringan


granilasi yang cukup banyak. Lika akan ditutup oleh re-
epitelisasi dan deposisi jaringan ikat sehingga terjadi
kontraksi. Jaringan parut dapat luas / hipertrofik,
terutama bila luka berada di daerah presternal,
deltoid dan leher
 Indikasi penutpan luka secara sekunder
 Luka ukuran kecil (<1,5 cm)
 Luka tidak terletak di area persendian dan area yang
penting secara kosmetik
 Luka bakar derajat 2

 Luka terkontaminasi
 Tertiary intention healing
 Luka yang dibiarkan terbuka selama beberapa hari
setelah tindakan debridement. Setelah diyakini bersih,
tepi luka dipertautkan (4-7 hari) luka ini merupkan tipe
penyembuhan luka yang terakhir.
Antibiotik
 Cefadroxil
 Dewasa : Oral 1-2g/hari diberikan 2x dalam sehari
 Anak : Oral >6 tahun <40 kg 30-50 mg/kgBB sehari, diberikan 2x sehari. Maksimal 100
mg/kgBB dalam sehari.
 Klindamisin
 Dewasa : Oral 150-300 mg per kali. Diberikan 3x sehari.
 Anak : 1 bulan - 18 tahun, PO: 6mg/kg/kali diberikan 4 kali sehari (berat badan <10kg,
dosis minimum 37.5mg 3 kali sehari) IV: 6–10mg/kg/kali diberikan setiap 6 jam. dosis
maksimum : 1.8 g/day.
Prophylactic systemic antibiotics for
acute wounds
 Amoxicillin + Clavulanate
 Cefalexin
 Clindamycin
 Doxycycline
Analgesik
 Na Diklofenac :
 Dewasa Oral 75-150mg/hari, diberikan 2-3x sehari.
 Anak : oral/rektal >6 bulan : 300 mikrogram - 1mg/kg/kali, 3 kali sehari IM/IV >6 bulan :
300 mikrogram - 1mg/kg/kali, 1-2 kali sehari
 Asam Mefenamat (NSAID) :
 Dewasa Oral 500 mg/kali. Diberikan 3x sehari.
 Anak : 10-25 mg/kg/hari ( dibagi setiap 6 jam)
 Ibuprofen (NSAID) :
 Dewasa Oral 200-400mg/kali. Diberikan 3-4x sehari.
 Anak Oral 4-10 mg/kgBB/hari. Diberikan 3-4x sehari.
 Acetaminophen (Analgesic Non-Opioid) :
 Dewasa Oral 0.5-1 g/kali. Diberikan maksimal 4x sehari.
 Anak Oral, <60 kg 10-15 mg/kali. Diberikan maksimal 4x sehari.
Tetanus
Vaksin Tetanus
 Dewasa / anak >10 tahun :
 Tetanus Toxoid (TT) atau Diphtheria vaccine (Td)
 0,5 ml IM. Follow up : 6 minggu, 6 bulan
 Anak di bawah 10 tahun
 Diphtheria and tetanus vaccine (DT)
 0,5 ml IM. Follow up : 4 minggu dan 8 minggu
Tetanus Immune Globulin
 HTIG
 250 units IM
 Dinaikan menjadi 500 units IM, jika : Luka lebih dari 12
jam, rsiko kontaminasi, BB pasien >90 Kg.
Tetanus
Tetanus
 Aktif : Tetanus Toxoid 0,5 cc IM
 Pasif :
 Anti
Tetanus Serum 1500 IU IM
 Human Tetanus Immunoglobulin 250 IU IM
 Hypertet
 Tetagam

Wilsom, JL. Handbook of Surgery. Lange Medical Library.


Rabies
 Vaksin : mengandung virus yang di non aktifkan
 Masa inkubasi pada manusia : 10 hari.
 HRIG (Human Rabies Immuno Globulin)
 Imogam

 Manajemen :
 Cuci dengan air segera mungkin
 Perawatan dengan larutan Amonium Kuarterner atau
zat lain (etanol 70%)

Wilsom, JL. Handbook of Surgery. Lange Medical Library.


Benang Jahit
Dapat diserap : Tidak dapat diserap
 Natural : • Natural :
 Plain cat gut • Synthetic :
 Chromic cat gut • prolene suture
• Nylon
 Synthetic :
 Vicryl suture
 Monocryl

Torre J. Sutures in Surgery. Medscape. 2017


THANK YOU FOR YOUR
ATTENTION
Fase Penyembuhan Luka
1. Fase inflamasi
 Fase yang terjadi ketika awal terjadinya luka atau cedera (0-3 hari).
2. Fase rekontruksi/proliferatif
 Fase ini akan dimulai dari hari ke-2 sampai 24 hari (6 minggu).
 Fase ini dibagi menjadi fase destruktif dan fase proliferasi atau fase fibroblastik.
 ketika luka menutup dan mitosis epetilium menebal ke lapisan ke 4-5 yang diperlukan untuk membentuk epidermis
 Fase kontraksi terjadi selama proses rekontruksi yang menggambarkan tepi luka secara bersamaan dalam usaha mengurangi
daerah permukaan luka, sehingga pengurangan jumlah jaringan pengganti diperlukan. Kontraksi luka terlihat baik diikuti dengan
pelepasan selang drainase luka. Pada umumnya, 24-48 jam diikuti dengan pelepasan selang drain, tepi dari sinus dalam
keadaan tertutup.

3. Fase maturasi / fase remodeling


 fungsi utamanya adalah meningkatkan kekuatan regangan pada luka. Kolagen asli akan diproduksi selama
fase rekonstruksi yang diorganisir dengan kekuatan regangan yang minimal. Selama masa maturasi, kolagen
akan perlahan-lahan digantikan dengan bentuk yang lebih terorganisasi, menghasilkan peningkatan kekuatan
regangan. Ini bertepatan dengan penurunan dalam vaskularisasi dan ukuran skar. Fase ini biasanya
membutuhkan waktu antara 24 hari sampai 1 tahun.
 Penyembuhan luka adalah suatu proses yang kompleks dengan melibatkan banyak sel. Proses dasar biokimia
dan selular yang sama terjadi dalam penyembuhan semua cedera jaringan lunak, baik luka ulseratif kronik
(dekubitus dan ulkus tungkai), luka traumatis (laserasi, abrasi, luka bakar atau luka akibat pembedahan 13.
Pada gambar 3 dapat dilihat proses penyembuhan luka dari fase inflamasi, fase proliferatif dan fase
maturasi dan pada bagan 1 dapat dilihat bagaimana fisiologi penyembuhan luka.
Proses penyembuhan luka sesuai fase inflamasi (6 jam setelh kecelakaan), fase
proliferatif (hari pertama dan hari kedua), dan fase maturasi (Hari ke tujuh)