Anda di halaman 1dari 27

DERMATITIS KONTAK ALERGI

PEMBIMBING :
Dr. Chadijah Rifai , Sp.KK
Disusun Oleh :
Santi Prima Natasia Pakpahan (112017127)

Kepaniteraan Klinik Kulit dan Kelamin


Fakultas Kedokteran UKRIDA – RSUD Koja
Periode : 13 Mei – 15 Juni 2019
Identitas Pasien Anamnesa
• Nama : An. R • Keluhan Utama :
• Usia : 8 tahun
Kulit mengelupas, berair
• Alamat : Jakarta Utara
• Pekerjaan : Pelajar
disertai rasa gatal sekitar
bibir sejak 1 bulan yang lalu

• Keluhan Tambahan :
Adanya rasa perih
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke poliklinik kulit RSUD Koja dengan
keluhan kulit yang mengelupas disertai rasa gatal dan perih
sekitar bibir, keluhan dirasa memburuk sejak 1 bulan yang
lalu. Ibu Pasien mengatakan keluhan ini terjadi ketika
pasien mengganti pasta gigi menggunakan Pepsodent.

Riwayat Penyakit Dahulu : -


Riwayat Atopy Riwayat penyakit keluarga
• Riwayat asma disangkal Di keluarga pasien, tidak
• Riwayat rhinitis disangkal ada yang memiliki
• Riwayat dermatitis disangkal keluhan yang serupa
dengan pasien.
Status Dermatologis

• Lokasi : sekitar bibir

• Efloresensi primer : plak, papul,


eritem berbatas tegas,

• Efflorosensi sekunder
Erosi
Pemeriksaan Fisik
• KU : TSR STATUS GENERALIS
• Kesadaran : Compos Mentis
• Kepala : Normocephali
• TD : 120/80 mmHg • Mata : CA -/-. SI -/-
• Nadi : 88 x/menit • Leher : pembesaran KBG (-)
• Suhu : 37 ° C • THT : Tidak ada kelainan
• Cor : BJ I-II reguler, G(-),M(-)
• Pernapasan : 20 x/menit
• Pulmo : Vesikuler, Rh -/-, Wh-/-
• Abdomen : BU (+) normal, supel
• Ekstremitas : Akral hangat

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Penunjang tidak dilakukan

Saran :
Dilakukan pemeriksaan penunjang
→ uji tempel
Diagnosa Kerja
Dermatitis Kontak Alergi

Diagnosis Banding :
• Dermatitis Kontak Iritan
Penatalaksanaan
yang didapat Prognosis
• Non-medikamentosa : • Ad vitam : ad bonam
• Ad Functionam : ad bonam
Pencegahan terulangnya kontak • Ad Sanationam : dubia ad malam
dengan alergen penyebab.

• Medikamentosa :
– Cetirizine 1x1
– Salep:
Mometason furoat 30 mg
Acid salicyl 2,5%
Mf ung
S2dd1
Tinjauan Pustaka

Dermatitis Kontak
Alergi
Definisi
Dermatitis kontak alergi adalah dermatitis yang terjadi
akibat pajanan dengan bahan alergen di luar
tubuh. Terjadi pada seseorang yang telah mengalami
sensitisasi terhadap suatu bahan penyebab / alergen

Epidemiologi
• Biasanya DKA banyak terjadi pada remaja muda atau pada usia
lebih dari 70 tahun.
• DKA < DKI (karena hanya mengenai orang dengan keadaan kulit
sangat peka (hipersensitif)
Etiologi
• Bahan kimia sederhana (Hapten)
• Faktor yang mempengaruhi :
• Bersifat lipofilik
• Sangat reaktif
▫ Potensi sensitisasi alergen
• Dapat menembus stratum ▫ Dosis per unit area
korneum. ▫ Luas daerah yang terkena
▫ Lama pajanan
▫ Oklusi
• Faktor Individu : ▫ suhu
• Keadaan kulit pada lokasi ▫ Kelembapan lingkungan
kontak ▫ Vehikulum
• Status imun ▫ pH
Patogenesis
• Respon imun yang diperantarai oleh sel (cell-
mediated immune) atau reaksi imunologi tipe
IV.
• Melalui dua fase yaitu :
▫ Fase sensitisasi
▫ Fase elisitasi
Keratinosit
melepaskan TNF-α,
Keratinosit aktifasi sel T
Patogenesis melepaskan IL-1

TNF-α menekan
Hapten E-cadherin yg
Sel Langerhans ikat sel
menstimulasi Langhans,
sel T menginduksi
aktivasi
gelatinolisis
HLA-DR
Di kel Limfe Sel
Langerhanss
mempresentasikan CD4 yg
IL-2 → IL-2R → dapat mengenali HLA-DR
dan kompleks reseptor sel
proliferasi dan T-CD3
diferensiasi sel T
spesifik, menjadi
banyak →Sel T memori
Fase(Sel
Sensitisasi
T teraktivasi) (2-3 mg)
meninggalkan KGB ke
seluruh tubuh
Keratinosit
Patogenesis melepaskan IL-1 Keratinosit
mengekspresikan
ICAM-1 dan HLA-DR

Hapten
Sel Langerhans
menstimulasi Eikosanoid →
sel T → IFN-ɣ Sel Mast ada di
dekat Pemb darah
dermis
HLA-DR →Histamin, PGE2,
PGD2, Faktor
Kemotaktik, LTB4

IL-2 → IL-2R →
Fase Elisitasi (24-48 jam)
proliferasi dan
diferensiasi sel T Eikosanoid →
Fase Sensitisasi (2-3
spesifik, menjadi mg) dilatasi vaskular
banyak →Sel T memori → berdifusi ke
(Sel T teraktivasi) dermis dan
meninggalkan KGB ke epidermis
seluruh tubuh
Manifestasi klinik
• Riwayat terpajan dengan alergen
• Terjadi reaksi berupa dermatitis, setelah pajanan
ulang dengan alergen tersangka yang sama
• Bila pajanan dihentikan, lesi membaik, sedangkan
bila pajanan berulang maka lesi memberat.
• Gejala subyektif berupa gatal
• Terdapat tanda dermatitis ( akut, subakut,kronis)
• Lesi bersifat lokalisata, batas tegas, bentuk sesuai
penyebab
Manifestasi Klinis

• Stadium akut : lesi eritematosa, berbatas tegas,


edema, papulovesikel, vesikel, bula dapat pecah
menyebabkan erosi dan eksudasi (basah)
• DKA akut :eritem, edema, papul, dalam
beberapa reaksi dapat berupa bula, erosi, dan
krusta
• DKA kronis : kulit kering, skuama, papul,
likenifikasi, fisur, berbatas tidak tegas, eksoriasi,
eritem, pigmentasi
Berbagai lokasi kejadian DKA
• Tangan
• Lengan
• Wajah
• Telinga
• Leher
• Badan
• Genitalia
• Tungkai atas dan bawah
Diagnosis Banding

• Dermatitis kontak iritan


• Dermatitis Atopi
• Dermatitis perioral
Pemeriksaan penunjang
• Test kulit ( tes tempel )
▫ Dilakukan di punggung
▫ Memerlukan Allergen Patch Test Kit dan T.R.U.E
▫ Kosmetik, pelembab
• Pada DKA kosmetik, apabila test tempel negatif
dapat dilanjutkan dengan test pakai (use test),
test pakai berulang (repeated open application
test – ROAT)
BERBAGAI HAL YANG PERLU
DIPERHATIKAN DALAM UJI TEMPEL
• Dermatitis harus sdh tenang. Akut → positif palsu
dan semakin buruk
• 1 minggu setelah pemakaian kortikosteroid sistemik,
sun burn → negatif palsu
• Dibuka setelah 48 jam penempelan → pembacaan 1
→ pembacaan 2 : pada hari ke 3 – 7
• Dilarang beraktifitas dan mandi dalam waku 48
jam agar punggung kering
Pembacaan 1
• 15-30 menit setelah dilepas
• Hasil :
▫ +1 : reaksi lemah (non-vesikuler) → eritema,
infiltrat, papul (+)
▫ +2 : reaksi kuat → edema atau vesikel (++)
▫ +3 : reaksi sangat kuat (ekstrik) → bula atau
ulkus (+++)
▫ ± : meragukan → hanya makula eritematosa
▫ IR: Iritasi → terbakar, pustul, purpura
▫ - : reaksi negatif (-)
▫ NT : tidak dites
Pembacaan ke-2
• Dilakukan pada 72 jam setelah aplikasi
• Membedakan antara respon alergik atau iritan
• Excited skin / angry back : positif palsu
Penatalaksanaan
Non-medikamentosa
• Hentikan pajanan alergen tersangka
• Penilaian identifikasi alergen (test tempel lanjut
dengan bahan yang lebih spesifik)
• Anjuran penggunaan alat pelindung diri yang
sesuai
Medikamentosa
• Antihistamin
• prednison 30mg/hari dalam 3 hari
• Siklosporin oral
• Topikal :
▫ kompres dengan NaCl 0,9%
▫ Kortikosteroid atau makralaktam (primecrolimus
atau tacrolimus)
Prognosis
• Baik, bila bahan kontaknya dapat disingkirkan.
• Kurang baik dan menjadi kronis, bila terjadi bersamaan
dengan dermatitis oleh faktor , endogen (dermatitis
atopik, dermatitis numularis), atau terpajan oleh alergen
yang tidak mungkin dihindar misalnya berhubungan
dengan pekerjaan terentu atau terdapat pada lingkungan
penderita.
Terima Kasih Atas
Perhatiannya…