Anda di halaman 1dari 14

OODINIUM PADA IKAN

CREATED BY :

MUHAMMAD RIZKY RAMADHAN


1702101020116
Feline Panleukopenia (FPL) merupakan
penyakit yang menyerang kucing yang
disebabkan oleh Feline parvovirus (FPV) yang
mengandung DNA tunggal. FPL memiliki nama
lain Feline distemper, Infectious enteritis, Cat
fever, Cat typhoid. FPL sangat menular pada
semua jenis kucing. Tingkat keparahan gejala
klinis tergantung pada usia, status kekebalan,
dan infeksi sekunder (Kruse et al., 2017).
FPL merupakan penyakit yang menyerang segala
umur kucing dan dapat menimbulkan banyak
kematian kucing terutama pada anak kucing dapat
mencapai kematian 75%.
Anak kucing, kucing sakit dan kucing rumahan yang
tidak divaksin adalah lebih rentan tertular
dibandingkan dengan kucing tua yang biasanya lebih
tahan karena mempunyai kekebalan bawaan atau
sudah berulang kali terinfeksi. Feline panleukopenia
(FPL) merupakan penyakit fatal pada kucing muda,
yang hampir sama seperti distemper pada anjing.
Penyebaran

FPL menyebar melalui udara dan menular


melalui feses serta oral. Virus ini sangat
stabil di lingkungan dan dapat bertahan
hingga kurang lebih satu tahun
tergantung pada kondisinya. Lingkungan
yang terkontaminasi dan benda-benda
yang berada di sekitarnya (Tempat
makan, kotak sampah, kendang, dll.)
sangat berpotensi dalam penyebaran virus
ini (ISFM and AAFP, 2013)
Patogenesis
FPV masuk melalui mulut ataupun hidung menuju tonsil
dan limfoglandula di daerah tenggorokan dan kemudian
menginfeksi serta mengancurkan sel-sel yang aktif
melakukan pembelahan seperti sel-sel pada sumsum
tulang, jaringan limfoid, epitel usus, cerebellum dan
retina, serta sel-sel pada anakan.

Virus ini akan menekan produksi sel darah putih di


sumsum tulang yang berakibat jumlah sel darah putih
berkurang sehingga penyakit ini dinamakan
panleukopenia. Di saluran usus virus ini menyebabkan
diare, dehidrasi, dan infeksi oleh bakteri. Sebagian
besar kasus kematian terjadi akibat dehidrasi dan
infeksi bakteri yang parah
Pada induk kucing yang bunting virus akan
menular secara intraprasental dan menyerang
embrio atau fetus secara cepat sehingga
menyebabkan kematian embrio, mumifikasi,
aborsi, dan lahir mati. Infeksi pada saat
kelahiran akan menyebabkan kerusakan pada
epital germinal di cerebelum yang
mengakibatkan hipoplasia cerebral, inkordinasi,
dan tremor karena cerebelum merupakan bagian
dari sistem syaraf pusat yang mengkoordinasikan
keseimbangan dan pergerakan. Virus akan
berada dalam jumlah banyak di semua sekresi
dan ekskresi kucing seperti feses, urine,
muntah, saliva, dan mukus selama fase akut dari
penyakit ini dan dapat bertahan pada feses
kucing selama 6 minggu setelah penyembuhan.
GEJALA KLINIS
Kucing yang terinfeksi sebagian besar terkena pada
saat berumur di bawah 1 tahun. Gejala klinis selama
periode inkubasi 2-7 hari yang terlihat yaitu :
- demam
- depresi
- anorexia
Muntah akan terlihat 1-2 hari setelah demam,
umumnya berhubungan dengan empedu dan tidak
terkait dengan makanan. Diare yang terjadi
merupakan gejala yang tampak terakhir. Muntah dan
diare terjadi secara teratur, diare terkadang disertai
dengan darah. Dehidrasi parah terus terjadi meskipun
kucing terus minum.
(Hartmann, 2017)
DIAGNOSA

Diagnosis penyakit FPL dapat dilakukan berdasarkan sejarah


penyakit, gejala klinis, isolasi dan identifikasi virus serta
pemeriksaan serologi.  

Isolasi dan identifikasi virus seperti ELISA dan PCR merupakan


metode yang akurat untuk diagnosis penyakit ini, namun
membutuhkan waktu yang cukup lama dan biaya yang relative
mahal sedangkan FPL ini bersifat akut.

Rapid test dapat menjadi alternative metode diagnosis FPL yang


cepat. Salah satu rapid test yang digunakan untuk deteksi FPV
adalah Anigen rapid FPV Ag Test. Rapid test ini merupakan
chromatographic immunoassay yang digunakan untuk diagnose
kualitatif antigen FPV pada feses kucing penderita dengan
tingkat akurasi yang cukup tinggi (Wuryani, 2015).
PENCEGAHAN

Pencegahan penyakit panleukopenia pada kucing dilakukan


dengan vaksin aktif yang dimodifikasi dan vaksin inaktif.
Vaksin aktif tidak boleh diberikan pada kucing bunting,
mengalami imunosupresi, sakit, atau kucing di bawah umur 4
minggu. Kucing divaksinasi pada umur 8-10 minggu kemudian
diulang pada umur 12-14 minggu, setelahnya diulang setiap
tahun
PENGOBATAN

Untuk pengobatan FPL dilakukan therapy supportif seperti :

 Cairan Infus

 Antibiotik Spektrum Luas

 Vitamin B12 Injeksi

Pemberian Neupogen (filgrastim) injeksi secara SC sekali


sehari dalam 3 – 5 hari dapat mengurangi factor resiko
kucing meninggal akibat FPL
DAFTAR PUSTAKA

Demeter, Z., Palade, E. A., Rusvai, M. 2010. Feline panleukopenia virus infection in various species from hungary. Lucrari
Stiintifice medicina Veterinara. 15 (1): 76-77.

Hartmann, K. 2017. Feline panleukopenia - update on prevention and treatment. Thai J Vet Med Suppl. 47(1): S101-
S104.

Hudayani, P., Purnamaningsih, H. 2016. Prosiding peran dokter hewan dalam peningkatan kesehatan hewan, lingkungan,
dan manusia. Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.

ISFM and AAFP. 2013. Disease information fact sheet feline panleukopenia. Journal of Feline Medicine and Surgery.
15(1): 1-2.

Kruse, B. D., Unterer, S., Horlacher, K., Sauter-Louis, C., Hartmann, K. 2010. Prognostic factors in cats with feline
panleukopenia. J Vet Intern Med. 24(1): 1271-1276.

Rice, J. K. 2017. Successful treatment of feline panleukopenia: a guideline for rescuers and veterinarians part 1. Journal
of Veterinary Science and Medical Diagnosis. 6(2): 2-3.

Sumantri, D. A. 2014. Penanganan pada pasien suspect feline panleukopenia di RSH Prof. Soeparwi pada periode tahun
2012. Tugas Akhir. Fakultas Kedokteran. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Wuryani, I. P. 2015. Kajian feline panleukopenia rapid test dan gambaran leukosit kucing suspect panleukopenia. Skripsi.
Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.