Anda di halaman 1dari 16

Laporan Pemeriksaan Hari/Tanggal : Jumat, 30 Desember 2016

Dosen : Drh. Henny Endah. A., MSc

Pemeliharaan Kesehatan Kucing (Cemong)

Kelompok 7

NAMA NIM

Dwiky Ramadan J3P115009


Yulha Rivaldo J3P115048
Natasha Lenzky J3P115052
Rama Alwia Fitri J3P215068
Syifa Fauziah J3P215073

PROGRAM KEAHLIAN PARAMEDIK VETERINER


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016
PENDAHULUAN

Kucing disebut juga kucing domestik atau kucing rumah (nama ilmiah: Felis
silvestris catus atau Felis catus) adalah sejenis mamalia karnivora dari keluarga
Felidae. Kata "kucing" biasanya merujuk kepada "kucing" yang telah dijinakkan.
Pada saat ini kucing adalah hewan yang paling banyak dipelihara di masyarakat luas.

Pemeriksaan rutin pada kucing adalah salah satu cara yang dilakukan agar kita
tahu keadaan kucing. Pemeriksaan klinis merupakan rangkaian pemeriksaan medis
terhadap kondisi fisik suatu hewan atau struktur lain yang terdapat pada tubuh suatu
hewan hewan untuk mendapatkan kesimpulan berupa diagnosis sekaligus
pemeriksaan dengan menggunakan alat bantu diagnostika sebagai pelengkap untuk
mendapatkan peneguhan diagnosis (Widodo, 2011).

Sebelum melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu kita harus mengetahui


sinyalement dan anamnesis dari hewan terseut. Sinyalmen atau jati diri atau identitas
diri atau ciri-ciri seekor hewan merupakan ciri pembeda yang membedakannya dari
hewan lain sebangsa dan sewarna meski ada kemiripan satu sama lainnya (twin)
(Widodo, 2011). Sinyalmen terdiri dari data pasien yang harus diketahui seperti
nama/nomor, spesies, ras/breed, kelamin/sex, umur/age, bulu dan warna/spesifik
pattern, berat badan dan tanda-tanda lain yang penting, dan data yang lain yang harus
diketahui yaitu data klien yang berupa nama, alamat dan nomor telepon
(Ikliptikawati, 2014).
Anamnesis atau history atau sejarah hewan adalah berita atau keterangan atau
lebih tepatnya keluhan dari pemilik hewan mengenai keadaan hewannya ketika
dibawa dating berkonsultasi untuk pertama kalinya, namun dapat pula berupa
keterangan tentang sejarah perjalanan penyakit hewannya jika pemilik telah sering
dating berkonsultasi (Widodo, 2011)

Tata cara pemeriksaan fisik hewan sendiri dapat dilakukan dengan catur indera
pemeriksa, yakni dengan penglihatan, perabaan, pendengaran, serta penciuman
(pembauan) antara lain dengan cara inspeksi, palpasi atau perabaan, perkusi atau
mengetuk, auskultasi atau mendengar, mencium atau membaui, mengukur dan
menghitung, pungsi pembuktian, tes alergi, pemeriksaaan laboratorium klinik serta
pemeriksaan dengan alat dignostik lain (Widodo, 2011). Sedangkan pemeriksaan
umum yang wajib diperiksa setiap harinya meliputi makan, minum, berat badan, suhu
tubuh, urin, dan feses .Sebaiknya menghindari membuat keputusan diagnosa
berdasarkan data turunan dari laboratorium yang melewatkan pemeriksaan fisik
karena korelasi semua data relevan untuk determinasi diagnosa yang tepat.Ketika
memungkinkan, suhu dan berat badan hewan seharusnya dicatat sebelum dokter
hewan masuk ruang pemeriksaan. Hal ini dilakukan oleh kooperator yang
berkesempatan untuk komunikasi dengan pemilik hewan atau klien, mengumpulkan
informasi yang berhubungan, Selain itu pemeriksaan fisik yang tidak kalah
pentingnya adalah melakukan evaluasi feses dibawah mikroskop , untuk melihat ada
atau tidaknya parasit yang mebahayakan bagi hewan . Evaluasi feses dilakukan
dengan mebuat preparat ulas feses yang diamati dibawah mikroskop.

Tujuan dari pemeriksaan kesehatan ini ialah agar mahasiswa dapat memantau
dan mengontrol keadaan kucing selama 19 hari. Mahasiswa mengetahui bagaimana
kondisi hewan yang baik dan sakit. Mahasiswa mengetahui cara merawat hewan yang
baik agar kesehatannya tetap baik.

METODE

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan pemeliharaan kesehatan kucing (cemong) dilakukan setiap


hari selama 19 hari dimulai pada tanggal 10 Desember 2016 sampai dengan 28
Desember 2016. Tempat dilaksanakannya yaitu di Klinik Hewan Pendidikan Gunung
Gede, Kampus Diploma, Institut Pertanian Bogor.
Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam pemeriksaan kesehatan hewan ialah
termometer, kapas, timbangan, stetoskop, stopwatch, senter, alkohol 70%.

Alat yang digunakan dalam mengevaluasi feses kucing ialah termometer,


objek glass, cover glass, kapas dan sarung tangan. Bahan yang digunakan ialah NaCl
fisiologis 0,9%, alkohol 70%, dan feses segar kucing.

Alat dan bahan yang digunakan untuk grooming kering kucing ialah kapas,
gunting, gunting pemotong kuku, cotton bud, sisir rambut kucing, dan aquadest atau
air mengalir.

Prosedur

Prosedur pemeriksaan kesehatan hewan. Amati dan periksa makan, minum,


feses, urin, kulit, rambut dan selaput lendir (mukosa). Timbang berat badan kucing
diatas timbangan. Ukur suhu tubuh kucing dengan termometer melalui anus. Hitung
denyut nafas.
Prosedur dalam mengevaluasi feses, alat dan bahan disiapkan. Objek glass dan
cover glass dibersihkan dengan alkohol 70%. Kucing disiapkan dan dihandle.
Termometer dimasukkan ke anus kucing dan diputar sehingga feses terbawa. Feses
ditempelkan sambil dihomogenkan di objek glass yang telah diberi NaCl fisiologis
0,9 %. Diamati di mikroskop perbesaran 40 x, 100 x, 400 x.
Prosedur Grooming kering kucing, alat dan bahan grooming kering disiapkan
lalu mata dibersihkan dengan kapas yang dibasahi dengan aquadest, kotoran mata
diambil dan diusap secara perlahan. Telinga dan hidung dibersihkan dengan
menggunakan cutton buds yang dibasahi dengan aquadest, kotoran yang ada di
telinga dan di hidung diambil dengan cutton buds tersebut dengan mengusapkannya,
setelah itu kuku dipotong menggunakan gunting kuku khusus kucing satu orang
menghandle kucing dan satu orang lagi memotong kukunya secara perlahan pastikan
kucing dihandle dengan benar agar tidak salah potong setelah itu dilakukan
penyisiran rambut dengan sisir yang persegi atau rapat berlawanan arah dengan arah
rambut kucing lalu dirapikan dengan sisir lurus searah dengan arah rambut.
HASIL DAN PEMBAHASAN

a. Jamur pada kepala b. Jamur pada tengkuk

Tabel pemeriksaan kucing (cemong)

Hari/Tgl Suhu Nafas Jantung Feses Makan Minum BB


Sabtu, 37,9C 24/mnt 154/mnt Soft ++ + 3,6
10/12/1
6
Minggu, 38,9C 20/mnt 148/mnt Soft ++ + 3,6
11/12/16
Senin, 37,6C 24/mnt 164/mnt Forme ++ + 3,5
12/12/1 d
6
Selasa, 36,4C 20/mnt 140/mnt Soft + + 3,5
13/12/1
6
Rabu, 36,4C 20/mnt 148/mnt Soft ++ + 3,5
14/12/1
6
Kamis, 35,9C 20/mnt 144/mnt Soft ++ + 3,5
15/12/1
6
Jumat, 36,4C 20/mnt 148/mnt Soft ++ + 3,4
16/12/1
6
Sabtu, 37,4C 24/mnt 140/mnt Soft +++ + 3,5
17/12/1
6
Minggu, 37,4C 20/mnt 140/mnt Soft ++++ + 3,5
18/12/1 (B)
6
Senin, 35,9C 20/mnt 132/mnt Loose ++ + 3,4
19/12/1
6
Selasa, 36,3C 20/mnt 140/mnt Loose +++ ++ 3,4
20/12/1
6
Rabu, 38,1C 20/mnt 156/mnt Loose +++ + 3,4
21/12/1
6
Kamis, 37,0C 24/mnt 148/mnt Soft ++ ++ 3,4
22/12/1
6
Jumat, 36,7C 20/mnt 140/mnt Loose +++ ++ 3,3
23/12/1
6
Sabtu, 36,8C 20/mnt 144/mnt Soft +++ + 3,25
24/12/1
6
Minggu, 37,1C 20/mnt 144/mnt Soft ++ + 3,25
25/12/1
6
Senin, 36,8C 20/mnt 148/mnt Soft +++ + 3,25
26/12/1
6
Selasa, 36,7C 24/mnt 140/mnt Soft ++ + 3,25
27/12/1
6
Rabu, 37,2C 20/mnt 140/mnt Soft ++ + 3,3
28/12/1
6

Tabel pemeriksaan urin, kulit, rambut dan selaput lendir (mukosa) pada kucing

Tanggal 10/12/16 sampai dengan 28/12/16


Urin Urin normal, kuning jernih. Pada beberapa hari
tanggal 18-21 urin terlihat kuning pekat dan bau
menyengat.
Kulit Terdapat jamur di leher, telinga, kepala. Setelah di
cukur pada tanggal 21/12/16 terlihat lagi bahwa di
tengkuknya juga terdapat jamur.
Rambut Rambutnya halus hanya saja pada bagian sisi kanan
tubuhnya ada sedikit gimbal. Pada tanggal 21/12/16
rambut dicukur sehingga mengurangi gimbal pada
rambutnya.
Mukosa - Mulut : pink pucat
- Telinga:pink pucat
- Hidung : pink
- Mata : pucat, sebelah kanan katarak
- Anus : pucat

Grafik pemeriksaan suhu, nafas, jantung, dan berat badan

Chart Title
40
39
38
37
36
35
34
a. Grafik pemeriksaan suhu

Chart Title
25
24
23
22
21
20
19
18

b. Grafik pemeriksaan nafas permenit

Chart Title
180
160
140
120
100
80
60
40
20
0

c. Grafik pemeriksaan jantung (pulsus) permenit


BERAT BADAN
3.7
3.6
3.5
3.4
3.3
3.2
3.1
3

d. Grafik pemeriksaan berat badan

a. Sisir khusus kucing


b. gunting c. gunting kuku khusus kucing d. cutton buds
e. Peralatan sisir rambut kucing f. kapas

e. Peralatan grooming kering

Kucing adalah hewan mamalia yang tergolong karnivona (pemakan daging).


Kucing adalah hewan menyusui dan berkembang biak dengan melahirkan. Kucing
dapat ditemui hampir di seluruh Indonesia maupun dunia. Tergantung jenis dan ras
kucing tersebut.
Kesehatan adalah segalanya, baik bagi manusia maupun hewan, termasuk
kucing. Ketika sakit, apapun tidak dapat dilakukan. Akibatnya, semua aktivitas
terhambat. Makan pun jadi tidak sberelera saat sakit.Hal ini terjadi juga pada kucing.
Ketika kucing sakit, aktivitas menurun, tidak nafsu makan, tidak agresif, dan tidak
menyenangkan. Oleh karenanya, kesehatan adalah hal yang utama. Menjaga
kesehatan sebenarnya mudah jika benar benar memelihara dan menjaga sanitasi,
baik kandang maupun area sekitar dengan rutin.
Pemeliharaan kesehatan kucing yang dilakukan meliputi pemeriksaan suhu,
nafas, jantung (pulsus), makan dan minum, feses dan urin, berat badan, kulit dan
rambut, serta selaput lendir (mukosa).
Pulsus diperiksa pada bagian arteri femoralis yaitu sebelah medial femur
(normal: 92-150/menit). Nafas diperiksa dengan cara menghitung frekuensi dan
memperhatikan kualitasnya dengan cara melihat kembang-kempisnya daerah
thoraco-abdominal dan menempelkan telapak tangan di depan cuping bagian hidung
(normal: 26-48/menit). Temperatur diperiksa pada rectum dengan menggunakan
termometer (normal: 37,6-39,4). (Fowler 2008).
Pada pemeriksaan yang telah dilakukan dapat dikatakan bahwa selama 19 hari
pemeriksaan yang dilakukan pada kucing (cemong) memiliki nafas yang cukup stabil
dan normal yaitu antara 20-24 permenit setiap harinya. Denyut jantung juga cukup
stabil, hanya saja ada beberapa hari yang hasilnya sedikit meningkat yaitu diatas 150
permenit, hal ini bisa disebabkan karena kucing stres didalam kandang ataupun
kucing dalam keadaan yang sedang tidak sehat. Temperatur sering didapatkan hasil
yang tidak normal yaitu dibawah 37,6C. Hal ini dikarenakan suhu ruangan yang
memakai AC terlalu dingin untuk kucing. Untuk itu diberikan lampu didalam kucing
agar kucing merasa lebih hangat. Penghitungan pulsus dan nafas dilakukan dengan
perhitunngan 15 detik x 4.
Pemeriksaan feses di maksudkan untuk mengetahui ada tidaknya telur cacing
ataupun larva infektif. Pemeriksaan ini juga dimaksudkan untuk mendiagnosa tingkat
infeksi cacing parasit usus pada orang yang di periksa fesesnya (Gandahusada.dkk,
2000). Pemeriksaan makroskopis pada feses cemong umumnya baik, hanya ada
beberapa hari cemong mengalami diare ringan dan pada tanggal 18/12/16 fesesnya
berdarah. Diare yang dialami cemong berkemungkinan karena cemong merasa tidak
cocok atau karena cemong bosan dengan pakan yang diberikan. Hal ini dapat dilihat
ketika cemong diberikan kuning telur + madu dan ketika pakannya di jadikan bubur
dengan cara pakan direndam dengan air hangat, cemong memakannya dengan lahap.
Pemeriksaan mikroskopis pada feses kucing (cemong) dilakukan dengan Metode
Natif (Direct slide). Metode ini dipergunakan untuk pemeriksaan secara cepat dan
baik untuk infeksi berat, tetapi untuk infeksi yang ringan sulit ditemukan telur-
telurnya. Cara pemeriksaan ini menggunakan larutan NaCl fisiologis (0,9%) atau
eosin 2%. Penggunaa eosin 2% atau larutan NaCl fisiologis dimaksudkan untuk lebih
jelas membedakan telur-telur cacing dengan kotoran disekitarnya.

Dari percobaan yang dilakukan dengan menggunakan metode Ulas basah salin
dengan mencampurkan antara feses dan NaCl fisiologis 0,9 % , dapat diketahui
bahwa pada pemeriksaan dibawah mikroskop tidak ditemukan parasit seperti cacing,
larva, ataupun protozoa, tetapi hanya ditemukan sisa pakan pada feses kucing
tersebut. Maka didapat hasil negatif pada evaluasi feses kucing.

Ginjal dapat berfungsi untuk sisa metabolisme protein (ureum, kalium, fosfat,
sulfur anorganik dan asam urat), regulasi volume cairan tubuh dikarenakan aktivitas
anti-duaretik (ADH) yang akan mempengaruhi volume urin yang akan dikeluarkan
tubuh dan ginjal yang bermanfaat dalam menjaga keseimbangan asam dan basa (
Chandrasegaran, 2013). Urine normal berwarna antara kuning muda sampai kuning
tua warna itu disebabkan oleh karena adanya urobilin lurocrom. Berat jenis urine
mercerminkan jumlah zat padat yang terlarut dalam urin. BJ normal urin kucing
adalah 1.020-1.030. pH normal pada urine kira-kira asam yaitu 5.9-6.4 ( Sadjana dan
Kusmawati 2006 ). Warna urine yang normal kuning-kuningan dan ada juga urine
yang jernih itu disebabkan karena obat itu warnanya kuning ke orange. Urine normal
baunya memusingkan atau bau khas hewan itu sendiri.
Urin cemong selama pemeriksaan berwarna kuning jernih dan memiliki bau
khas. Namun pada tanggal 18-21 urinnya sangat pekat warnanya dan baunya
menyengat.
Jamur dapat mempengaruhi hewan, termasuk manusia, dalam beberapa cara.
Sebuah mikosis adalah penyakit jamur yang dihasilkan dari infeksi dan kerusakan
langsung. Jamur menyerang hewan secara langsung dengan menjajah dan
menghancurkan jaringan. Banyak infeksi jamur yang berada di permukaan; yaitu,
mereka terjadi pada kulit hewan.
Pada kucing cemong mengalami jamur pada kulitnya di daerah telinga, kepala,
leher dan tengkuknya. Rambut cemong halus dan tidak rontok, hanya saja pada sisi
sebalah kanan rambutnya mengalami kusut dan gimbal. Hal ini terjadi karena cemong
tidak mau disisir. Jamur pada kulit cemong tidak diberikan obat peroral karena
cemong memiliki penyakit ginjal, sebab cemong tidak bisa sembarangan meminum
obat. Untuk mengurangi gimbal pada rambut cemong dilakukan pencukuran.
Conjunctiva diperiksa dengan cara menekan dan menggeser sedikit saja
kelopak mata bawah. Penampakan conjunctiva pada kucing tampak pucat. Membran
mukosa yang tampak anemia (warna pucat) dan lembek merupakan indikasi anemia.
Intensitas warna conjunctiva dapat menunjukkan kondisi peradangan akut seperti
enteritis, encephalonitis dan kongesti pulmo akut. Cyanosis (warna abu- abu
kebiruan) dikarenakan kekurangan oksigen dalam darah, kasusnya berhubungan
dengan pulmo atau sistem respirasi. Jaundice (warna kuning) karena terdapatnya
pigmen bilirubin yang menandakan terdapatnya gangguan pada hepar. Hiperemi
(warna pink terang) adanya hemoragi petechial menyebabkan hemoragi purpura
(Fowler. 2008).
Warna mukosa yang terlihat pada mulut cemong berwarna pink pucat. Pada
telinga berwarna pink pucat. Pada hidungnya berwarna pink. Mukosa pada anus
terlihat pucat dan mukosa pada mata cemong juga terlihat pucat. Mata sebelah kanan
cemong mengalami katarak.

Grooming juga dilakukan pada kucing cemong. Grooming adalah kegiatan


membersihkan atau mempercantik diri atau melakukan perawatan pada diri sehingga
terlihat lebih bersih dan sehat. Grooming pada hewan dapat terjadi secara alamiah
seperti kucing menjilati rambutnya untuk membersihkan diri dan juga dapat
dilakakukan oleh orang lain atau teknisi hewan. Grooming pada hewan terbagi
menjadi dua yaitu grooming basah dan grooming kering. Grooming basah merupakan
kegiatan memandikan kucing hingga mengeringkannya sampai bersih dan terlihat
lebih cantik sedangkan grooming kering meliputi kegiatan membersihkan mata,
telinga, hidung, memotong kuku dan menyisir rambut. Grooming yang dilakukan
kepada kucing cemong adalah grooming kering karena suhu kucing cemong dibawah
38C dan 37C oleh sebab itu suhu kucing cemong tidak memenuhi standar untuk
melakukan grooming basah. Grooming dilakukan oleh 2 orang atau lebih dan harus
memnghandle kucing dengan baik agar kucing merasa nyaman dan mau digrooming.
Pembersihan mata dilakukan dengan kapas yang dibasahi dengan aquades hindari
cairan yang berbahaya seperti alkohol karena akan membuat mata kucing perih dan
iritasi. Telinga kucing dibersihkan menggunakan cutton bud yang dibasahi dengan
aquades, hidung juga dibersihkan dengan menggunakan cara yang sama dengan
pembersihan telinga. Kuku kucing cemong yang telah panjang dipotong dengan
menggunkan gunting kuku khusus untuk kucing. Pengguntingan kuku harus
dilakukan secara hati-hati dan membutuhkan handling yang kuat dan benar jika tidak
akan menyebabkan salah pemotongan dan mengakibatkan pendarahan serta infeksi.
Grooming yang terakhir dilakukan adalah penyisiran rambut dengan sisir khusus
untuk menyisir rambut kucing hal ini dilakukan agar rambut kucing terlihat rapi dan
rambut yang rontok menjadi terangkat. Penyisiran tidak boleh mengenai jamur pada
kulit kucing cemong karena jika terkenai maka kulit yang terdapat jamurnya akan
tergelupas dan berdarah.

KESIMPULAN

Pemeriksaan fisik yang dilakukan selama 19 hari pada kucing cemong


meliputi pemeriksaan suhu per menit, denyut jantung per menit, napas per menit,
banyaknya pakan dan minum, keadaan kulit dan rambut, konsistensi dan evaluasi
feces 2x , adanya urin atau tidak, berat badan dan keadaan selaput lendir disertai
dengan grooming kering.

DAFTAR PUSTAKA

Boddie., G.F. 1962. Diagnostic Methods in Veterinary Medicine. Philadelphia: J.B.


Lippincott Company.

Fowler, Murray E. 2008. Restraint and Handling of Wild and Domestic Animals 3rd
Ed. UK: Wiley-Blackwell Publishing

Gandahusada, S.W. Pribadi dan D.I. Heryy. 2000. Parasitologi Kedokteran. Fakultas
kedokteran UI, Jakarta.

Ikliptikawati, Dini, K. 2014. Petunjuk Praktikum Diagnosis Klinik


Veteriner. Makassar: Program
Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran UNHAS.
Sardjana,I.K.W dan Kusumawati,D. 2006. Perbandingan Pemberian Cat Food dan
Pindang terhadap pH Urin, Albuminuria dan Bilirubinuria Kucing. Surabaya:
Unair
Widodo, Setyo. 2011. Diagnostik Klinik Hewan Kecil. Bogor: IPB Press.