Anda di halaman 1dari 4

Produk Langsung Hewani

1. Martelir Crabmeat
Martelir Crabmeat adalah salah satu produk langsung hewani yang memanfaatkan
rajungan sebagai bahan utamanya. Rajungan merupakan hewan bercangkang yang bagi
kebanyakan orang mempunyai kesulitan untuk membukanya. Ini adalah makanan dalam
kaleng yang diawetkan dalam jangka waktu yang cukup lama. Kandungan kolestrol pada
produk ini cukup tinggi sekitar 72.0 mg.

Berikut ini adalah komposisi dari Martelir Crabmeat : daging rajungan, air, garam,
pengatur keasaman (asam sitrat). Isi bersih dari Martelir Crabmeat adalah 120 gram untuk
satu kali penyajian. Dalam setiap makanan kaleng, asam sitrat digunakan untuk mencegah
bakteri dan jamur tumbuh. Kegunaan asam sitrat dalam pengemasan Martelir Crabmeat dapat
membantu makanan ini bertahan lama.
Martelir Crabmeat adalah produk asli Indonesia yang sudah tercatat di BPOM
dengan nomor BPOM RI MD 543611009097. Dari pengamatan yang kami lakukan kemarin
produk ini akan kadaluwarsa pada tanggal 14 Oktober 2017. Dari sisi pengemasan Martelir
Crabmeat ini memanfaatkan kaleng untuk membungkus.
2. Getas Super Bangka

Kerupuk getas merupakan salah satu cemilan khas dari Bangka Belitung. Ini adalah
makanan selingan atau bisa juga dijadikan sebagai lauk pauk. Bahan utama dari cemilan ini
adalah ikan tenggiri dan tepung tapioka. Perbandingan antara ikan dan tepung tapioka adalah
2:1. Komposisi Getas Super Bangka : Ikan tenggiri, Tapioka, Minyak Sayur, Garam, Telur
Ayam dan Bumbu Penyedap.
Getas Super mampu bertahan begitu lama sekitar satu tahun asal tidak dibiarkan

terbuka begitu saja. Getas super ini digoreng dengan suhu diatas sekitar 100 C. Kemasan

yang digunakan adalah plastik dengan kedap udara. Hal ini bertujuan menghindari tumbuhnya
bakteri dan menjaga kualitas pada getas itu sendiri.

Ada beberapa cara penyimpanan untuk menjaga kualitas getas agar tetap bagus yaitu :
simpan ditempat yang sejuk dan kering dan hindari dari paparan sinar matahari.

3. Kimchi ( Sayur Asinan asal Korea )


Kimchi adalah makanan tradisional Korea, salah satu jenis asinan sayur hasil
fermentasi yang diberi bumbu pedas. Setelah digarami dan dicuci, sayuran dicampur dengan
bumbu yang dibuat dari udang krill, kecap ikan, bawang putih, jahe dan bubuk cabai merah.
Sayur yang umumnya dibuat Kimchi adalah lobak dan sawi putih.
Kimchi disebut sebagai salah satu dari lima "makanan tersehat di dunia" menurut
majalah Health Magazine. Kimchi kaya dengan vitamin, membantu pencernaan, dan
kemungkinan dapat mencegah kanker. Sayuran yang sudah lama diketahui baik untuk
kesehatan, apalagi ditambah kultur bakteri hidup pada kimchi yang lebih banyak dari yogurt.
Komposisi dari Kimchi yang kami survei di Superindo adalah sebagai berikut :
garam, bawang putih, wartel, lobak, bawang kucai, gula, tepung, cabe, udang, jahe, buah
pear, jekkai korea, bawang bombai, tepung ketan.
Pengemasan Kimchi menggunakan plastik dengan hampa udara yang bertujuan
menghambat pertumbuhan mikroba patogen. Kimchi juga harus disimpan pada suhu dingin

antara 0 C sampai 6 C. Kimchi ini diproduksi oleh CV. Srijaya asal Sukabumi. Masa

pakainya hingga 20 Februari 2017. Pencetakan tanggal kadaluarsa pada Kimchi menggunakan
metode cetak timbul pada bagian sisi kiri atas. Kimchi ini sudah bersertifikat halal dari
BPOM RI MD.

4. Asparagus Golden

Asparagus rendah kalori, tidak mengandung kolesterol dan sangat rendah sodium. Ini
juga merupakan sumber yang baik untuk vitamin B6, kalsium, magnesium dan seng, dan
sumber yang sangat baik serat, protein, vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin K, thiamin,
riboflavin, rutin, niacin, asam folat, besi, fosfor, kalium, tembaga, mangan dan selenium.
Asam amino asparagina berasal dari asparagus, tanaman asparagus kaya akan kandungan
bahan yang satu ini.

Adapun komposisi Asparagus Golden adalah sebagai berikut : Asparagus (62,79%),


Air, Garam, Pengatur Keasaman Asam Sitrat. Asparagus Golden ini diproduksi oleh Xiamen
Pak Shing Impor dan Export Co.ltd asal Xiamen, Tiongkok. Produk ini di import oleh PT.
Kartikawira Adisukses.

Metode pengemasannya adalah bentuk kalengan dimana makanan direndam didalam


air garam dengan tingkat keasaman dari asam nitrat yang sesuai guna mencegah tumbuh
kembangnya bakteri patogen penyebab penyakit. Sayangnya, sekeliling kaleng kami tidak
menemukan label halal pada produk ini serta masa kadaluwarsanya hingga tanggal 23 Maret
2017.