Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN RUJUKAN

PUSKESMAS ARJUNO

Oleh:
Ayunda Celia Tiffany
Claudia Gunawan
Hirvinda Giovanni Sucipto
PENDAHULUAN
Latar Belakang
• Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan
perseorangan pada tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya
promotif dan preventif guna mencapai derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya di wilayah kerjanya(Peraturan Menteri Kesehatan
Nomor 75 tahun 2014 ).

• KepMenKes RI No. 128 tahun 2004 membagi Puskesmas menjadi tiga


fungsi utama, yaitu sebagai :
– Penyelenggara Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) primer ditingkat pertama
di wilayahnya
– Pusat penyedia data dan informasi kesehatan di wilayah kerjanya sekaligus
dikaitkan dengan perannya sebagai penggerak pembangunan berwawasan
kesehatan di wilayahnya
– Penyelenggara Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) primer/tingkat pertama
yang berkualitas dan berorientasi pada pengguna layanannya.
• Sistem Rujukan adalah suatu sistem penyelenggaraan pelayanan
kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggung jawab,
timbal balik terhadap suatu kasus penyakit atau masalah
kesehatan secara vertikal atau horizontal, dalam arti dari unit
yang berkemampuan kurang ke unit yang lebih mampu.

• Puskesmas Arjuno termasuk dalam pelayanan kesehatan tingkat


pertama. Rujukan dilakukan ke fasilitas pelayanan kesehatan
terdekat yang memiliki kemampuan pelayanan sesuai kebutuhan
pasien.
Analisis Situasi
Motto Puskesmas Arjuno
“Kepuasan Pasien Adalah Motivasi
Kerja Kami”

Janji Layanan Puskesmas Arjuno


“Kami Siap Melayani Anda Sepenuh
Hati”
Tujuan Puskesmas Tujuan Khusus
•Tujuan Umum • Masyarakat memperoleh layanan
kesehatan yang bersifat promotif,
Mendukung tercapainya tujuan preventif, kuratif, maupun rehabilitatif
pembangunan kesehatan yang berkualitas.
Nasional, yakni meningkatkan • Tersedianya dukungan biaya untuk
kesadaran, kemauan, dan upaya pelayanan kesehatan yang
kemampuan hidup sehat bagi bersifat promotif, preventif, kuratif,
setiap orang yang bertempat maupun rehabilitatif bagi masyarakat.
tinggal di wilayah kerja • Terselenggaranya proses mini
Puskesmas, agar terwujud lokakarya di Puskesmas sebagai upaya
monev dalam pelaksanaan program di
derajat kesehatan yang setinggi-
Puskesmas.
tingginya dalam rangka
• Tersusunnya perencanaan tingkat
mewujudkan Indonesia sehat.
Puskesmas yang dipakai sebagai
acuan/pedoman bagi petugas untuk
melaksanakan program sesuai bidang
kerja yang dibebankan.
Fungsi Puskesmas Tugas Pokok dan Fungsi Puskesmas
• Pusat penggerak pembangunan – Pusat penggerak pembangunan
berwawasan kesehatan.
berwawasan kesehatan
– Pusat pemberdayaan masyarakat.
• Pusat pemberdayaan masyarakat
– Pusat pelayanan kesehatan masyarakat
• Pusat pelayanan kesehatan primer.
masyarakat primer – Pusat pelayanan kesehatan perorangan
• Pusat pelayanan kesehatan primer.
perorangan primer
Budaya Puskesmas
•Profesional
•Tanggungjawab
•Inisiatif
•Bersih
•Empati
Spesifikasi Puskesmas
Puskesmas Arjuno terletak di
Kelurahan Kauman, Kecamatan Inovasi Puskesmas
Klojen, tepatnya di jalan Simpang • Klinik IMS (Infeksi Menular
Arjuno No. 17 A, Malang. Seksual) dan LJSS (Layanan Jarum
Suntik Steril)
Wilayah Kerja Puskesmas Arjuno • Klinik DDTK (Deteksi Dini Tumbuh
•Kelurahan Penanggungan Kembang)
• Klinik Sanitasi
•Kelurahan Oro Oro Dowo
• Klinik Konsultasi Gizi
•Kelurahan Kauman
•Kelurahan Kidul Dalem
Tujuan
Tujuan Umum
Mengetahui sistem rujukan yang diterapkan di Puskesmas
Arjuno.

Tujuan Khusus
– Mengetahui dan menganalisa sistem rujukan di Puskesmas Arjuno
– Mengetahui dan mempelajari sistem rujukan pelayanan kesehatan yang
sesuai dengan Undang-Undang Negara Republik Indonesia
LANDASAN TEORI
• Sistem rujukan di Indonesia (SK Menteri Kesehatan RI No. 001
tahun 2012) ialah suatu sistem penyelenggaraan pelayanan
kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggung jawab
timbal balik terhadap suatu kasus penyakit atau masalah
kesehatan secara vertical dalam arti dari unit yang
berkemampuan kurang kepada unit yang lebih mampu atau
secara horizontal dalam arti antar unit-unit yang setingkat
kemampuannya .

–Macam dan Sistem Rujukan


A. Menurut Sistem Kesehatan Nasional
1)Rujukan Kesehatan
Rujukan ini terutama dikaitkan dengan upaya pencegahan penyakit
dan peningkatan derajat kesehatan
2) Rujukan Medik
Rujukan ini terutama dikaitkan dengan upaya penyembuhan penyakit
serta pemulihan kesehatan.
B. Menurut KepMenKes No. 128 Tahun 2004 C. Menurut Permenkes No. 001
1. Rujukan Upaya Kesehatan Perorangan tahun 2012
Cakupan rujukan pelayanan 1. Rujukan horizontal adalah
kesehatan perorangan adalah rujukan yang dilakukan antar
kasus penyakit. pelayanan kesehatan dalam
2. Rujukan Upaya Kesehatan Masyarakat satu tingkatan
Cakupan rujukan pelayanan 2. Rujukan vertikal adalah
kesehatan masyarakat adalah rujukan yang dilakukan antar
masalah kesehatan masyarakat, pelayanan kesehatan yang
misalnya kejadian luar biasa, berbeda tingkatan
pencemaran lingkungan, dan
bencana.
Jenjang Pelayanan Kesehatan
1. Tingkat Rumah Tangga
 individu/anggota keluarga
2. Tingkat Masyarakat
 kegiatan swadaya masyarakat
3. Fasilitas Pelayanan Tingkat Pertama
 puskesmas dan unit fungsional
dibawahnya
4. Fasilitas Pelayanan Tingkat Kedua
 rujukan spesial
5. Fasilitas Pelayanan Tingkat Ketiga
 rujukan spesialis lanjutan
Tata Cara Rujukan
• Ketentuan pelayanan rujukan berjenjang
Faskes Tingkat Pertama dapat dikecualikan dalam kondisi:
1. Terjadi keadaan gawat darurat; kondisi
kegawatdaruratan mengikuti ketentuan
Faskes Tingkat Kedua yang berlaku
2. Bencana; kriteria bencana ditetapkan
oleh Pemerintah Pusat dan atau
Pemerintah Daerah
Faskes Tingkat Pertama
3. Kekhususan permasalahan kesehatan
pasien; untuk kasus yang sudah
ditegakkan rencana terapinya dan terapi
tersebut hanya dapat dilakukan di
fasilitas kesehatan lanjutan
4. Pertimbangan geografis
5. Pertimbangan ketersediaan fasilitas
Rujukan Kesehatan Gigi dan Mulut di
Puskesmas
Tujuan umum dari pelaksanaan rujukan ini adalah terwujudnya suatu tatanan
pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang merata, terjangkau, bermutu, berdaya
guna dan berhasil guna. Sedangkan, tujuan khususnya ialah agar mantapnya
pelayanan kesehatan gigi dan mulut di setiap jenjang pelayanan kesehatan yang
berlaku.

Rujukan Medik Gigi


1.Rujukan kasus dengan atau tanpa pasien, untuk keperluan diagnostik,
pengobatan, tindakan operatif
2.Rujukan spesimen, untuk pemeriksaan penunjang / tambahan.
3.Rujukan ilmu pengetahuan dan teknologi
Rujukan Kesehatan Gigi
1.Bantuan teknologi berupa teknologi tepat guna, cukup sederhana, dapat
dikuasai dan dilaksanakan, serta terjangkau masyarakat
2.Bantuan sarana berupa alat, buku, brosur, poster, leaflet.
3.Bantuan operasional berupa dana operasional dan pemeliharaan peralatan
kesehatan gigi dan mulut, terutama pada unit pelayanan kesehatan terdepan
di Poli Gigi Puskesmas.
ANALISIS
Bentuk Pelayanan Puskesmas Arjuno
• Upaya Kesehatan Wajib, terdiri dari: i) Pengembangan UKBM
j) Program Gizi (Pojok Gizi)
a) Promosi Kesehatan
b) Kesehatan Lingkungan
c) Upaya Perbaikan Gizi • Upaya Kesehatan Inovatif
d) Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB a) Klinik IMS dan LJSS
b) Klinik DDTK
e) Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
Menular c) Klinik Sanitasi
f) Pengobatan d) Klinik Gizi

• • Upaya Kesehatan Penunjang , terdiri dari


Upaya Kesehatan Pengembangan, terdiri dari:
a) Laboratorium Medis
a) Upaya Kesehatan Usia Lanjut (Lansia)
b) Apotek
b) Upaya Kesehatan Mata/Pencegahan Kebutaan
c) Loket Pendaftaran dan Rekam Medis
c) Upaya Kesehatan Telinga/Pencegahan Pendengaran
d) Kesehatan Jiwa
• Upaya Pelayanan Khusus , terdiri dari:
e) Kesehatan Olahraga
a) Pemeriksaan Kesehatan Jamaah Haji
f) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Gigi
b) Pemeriksaan Kesehatan untuk memperoleh
g) Perawatan Kesehatan Masyarakat Keterangan Sehat/Sakit
h) Bina Kesehatan Tradisional (Batra) c) Imunisasi bagi Calon Pengantin Wanita
i) Bina Kesehatan Kerja d) Pap Smear / IVA Test
j) Pemberdayaan Masyarakat dalam PHBS
Macam Rujukan Puskesmas Arjuno

1. Rujukan Internal, yaitu rujukan antar poli di puskesmas


2. Rujukan Eksternal, yaitu rujukan dilakukan secara vertikal
atau horizontal
3. Rujukan yang berasal dari tingkat masyarakat
4. Rujukan yang berasal dari Puskesmas Pembantu
5. Rujukan untuk pemeriksaan penunjang
6. Rujukan balik dari fasilitas kesehatan terkait
Jalur Rujukan
Alur Rujukan Pasien Umum Alur Rujukan pasien BPJS
di Puskesmas Arjuno Peserta BPJS

Pasien membawa kartu BPJS


(Jamkesmas/KIS/ASKES)

FASKES TINGKAT 1
Fasilitas Kesehatan Primer Pelayanan:
•Fasilitas kesehatan primer (Puskesmas, Dokter/ Praktek
Sesuai
Indikasi Perorangan, Dokter Gigi, Klinik Pratama)
•RJTP (Rawat Jalan Tingkat Pertama)
Laboratorium •RITP (Rawat Inap Tingkat Pertama)
FASKES 1

•Surat Rujukan (Sesuai indikasi medis, rujukan atas


Rujuk permintaan sendiri/ APS tidak dijamin oleh BPJS
Balik Kesehatan)
•Membawa Kartu BPJS (Jamkesmas/ KIS/ ASKES) dan
identitas tambahan

Rujukan Berjenjang
Rumah Sakit Tipe C/D

Rujukan Berjenjang
Rumah Sakit Tipe B

Rujukan Berjenjang
Rumah Sakit Tipe A
PEMBAHASAN
Bentuk Pelayanan
• Puskesmas Arjuno merupakan salah satu Fasilitas Kesehatan Tingkat I
di Kota Malang. Bentuk pelayanan Puskesmas Arjuno telah sesuai
dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 tahun 2014.

• Fasilitas pelayanan kesehatan ini digunakan untuk menyelenggarakan


upaya pelayanan keseharan promotif, kuratif, preventif, dan
rehabilitatif. Pelayanan kesehatan di Puskesmas Arjuno sudah
memenuhi indikator yang ditetapkan oleh pemerintah, pelayanan ini
meliputi pemeriksaan, pengobatan, serta konsultasi medis.
Macam Rujukan di Puskesmas Arjuno
1. Rujukan Internal
Sistem rujukan internal yang diterapkan di Puskesmas Arjuno dilakukan antar Poli
dalam Puskesmas. Bila pada Poli dibutuhkan rujukan antar Poli maka pasien akan
segera diarahkan ke Poli-Poli lain yang bersangkutan untuk dilakukan
pemeriksaan lainnya. Surat rujukan resmi seperti surat rujukan ke fasilitas
kesehatan tingkat lanjutan tidak digunakan, tetapi petugas hanya menulis di
rekam medik pasien. Dalam pelaksanaannya, rujukan di Puskesmas Arjuno sudah
berjalan dengan baik secara alur pelaksanaan maupun adminisratif.

2. Rujukan Eksternal
• Puskemas Arjuno menerapkan rujukan eksternal dengan dua cara, yaitu secara
vertikal dan horizontal. Rujukan vertikal yang dimaksud adalah dengan
melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat kedua. Puskesmas Arjuno
menerima rujukan dari Posyandu dibawah wilayah cakupan Puskesmas Arjuno.

• Selain itu, Puskesmas Arjuno juga menerima rujukan dari sekolah. Siswa-siswi
dari sekolah tersebut akan diberikan pengobatan tetapi siswa tersebut harus
membawa rujukan UKS dari sekolahnya masing-masing.
• Beberapa tindakan yang memerlukan rujukan eksternal di Poli gigi antara
lain:
a. Pencabutan gigi dengan penyulit
b. Pemeriksaan penunjang foto rontgen
c. Gigi impaksi atau tindakan odontektomi
d. Pembuatan gigi tiruan (GTSL atau GTP)
e. Perawatan saluran akar (PSA)

• Terdapat beberapa kendala dalam sistem rujukan eksternal BPJS berjenjang


seperti masih banyaknya warga yang terdaftar di luar cakupan Puskesmas
Arjuno tetapi berobat di Puskesmas Arjuno sehingga pasien hanya ditoleransi
untuk dilayani hanya satu kali tindakan medis, dan pasien diarahkan untuk
pindah wilayah BPJS di Puskesmas Arjuno jika berkeinginan berobat di
Puskesmas Arjuno.
Jenjang Pelayanan Kesehatan

• Jenjang pelayanan kesehatan di Puskesmas Arjuno sudah


sesuai dengan ketetapan pemerintah (SK Menteri Kesehatan
No 001 tahun 2012) dan sudah dijalankan dengan baik dimana
setiap jenjang memiliki kewenangan masing-masing untuk
menangani masalah kesehatan. Jalur rujukan ke setiap jenjang
pelayanan kesehatan juga cukup jelas dan dilaksanakan.
Jalur Rujukan
• Jalur rujukan di Puskesmas Arjuno sudah mengikuti peraturan pemerintah
sesuai dengan program JKN. Pelayanan kesehatan rujukan menerapkan
pelayanan berjenjang yang dimulai dari Puskesmas (PPK tingkat I), RS kelas
menengah (PPK tingkat II) dan akhirnya ke RS kelas atas (PPK tingkat III).

1) Jalur Rujukan Internal


Pasien membawa rekam medik dari poli asal dengan keterangan yang ditulis
oleh petugas di rekam medik pasien, tanpa disertai surat rujukan internal.
Tidak ada perbedaan jalur rujukan internal bagi pasien BPJS maupun
pasien umum.
2) Jalur Rujukan Eksternal
• Pasien umum
Pasien  Puskesmas  Petugas akan memberikan surat rujukan Rumah
Sakit manapun sesuai dengan keinginan pasien, atau Rumah Sakit yang
disarankan oleh petugas/dokter Puskesmas Arjuno.

• Pasien BPJS
Pasien  Puskesmas  Petugas akan memberikan surat rujukan yang
ditujukan untuk Faskes tingkat II dengan mengisi form rujukan yang
sudah disediakan oleh BPJS (surat pengantar rujukan dapat dibuat secara
manual atau online melalui website pcare.bpjs-kesehatan.go.id 
Rumah Sakit rujukan tingkat lanjutan (rujukan Kota/ Kabupaten).
PENUTUP
Kesimpulan
• Sistem rujukan di Puskesmas Arjuno dinilai baik dan sesuai dengan peraturan
pemerintah. Jalur pelaksanaan rujukan di Puskesmas Arjuno telah mengikuti
peraturan pemerintah sesuai dengan program Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN).

• Terdapat dua macam sistem rujukan di Puskesmas Arjuno, yang pertama


adalah rujukan antar poli di Puskesmas dan yang kedua adalah rujukan
eksternal. Rujukan Eksternal dibagi menjadi dua, yaitu rujukan eksternal secara
vertikal (pelayanan kesehatan tingkat lanjut) dan horizontal (rujukan ke
Puskesmas lain dengan sarana, prasarana atau fasilitas yang lebih memadai).

• Jaminan BPJS diterapkan dengan baik di Puskesmas Arjuno.


Saran
• Sistem rujukan di Puskesmas Arjuno sudah mengikuti peraturan yang telah
ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini sangat baik, sehingga perlu
dipertahankan dan senantiasa ditingkatkan dengan mensosialisasikannya
kepada masyarakat mengenai alur rujukan.

• Program BPJS dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah berjalan


dengan baik sehingga perlu dipertahankan dan sosialisasi ke masyarakat
ditingkatkan agar program tercapai dengan baik.
TERIMA KASIH