Anda di halaman 1dari 88

Banjarbaru,

09 Mei
2019

Konsepsi dan
Penjelasan Aktualisasi
Hj. Syahrida Norhayah, S.Sos. M.Si
PELATIHAN DASAR CALON PNS GOL III ANGKATAN VI
DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA
DI KALIMANTAN SELATAN
TAHUN 2019
Sekilas Info….
Hj.Syahrida Norhayah, S.Sos. M.Si
Banjarbaru, 16 Nopember 1972
Pembina Tk. I (IV/b)
Widyaiswara Ahli Madya
BPSDMD Prov.Kalsel
Komp. Meranti Griya Asri I Blok J-3
Banjarbaru
Telp. 0813 51901972

e-mail:syahrida72@gmail.com
NAMA : Hj. Syahrida Norhayah,S.Sos.M.Si
NIP : 19721116 199803 2 009
TTL : Banjarbaru, 16 Nopember 1972
Pkt/Gol : Pembina Tk. I (IV/b)
Pend. : S2 - Administrasi Pembangunan
Jabatan: Widyaiswara Ahli Madya BPSDM
Prov. KalSel
Alamat : Komp. Meranti Griya Asri I Blok J-3
Banjarbaru – Kal.Sel.
Status : Menikah ( 2 orang anak)
Motto :“ Janganlah pernah berhenti berbuat
kebaikan selama kita masih diberikan
kesempatan untuk melakukannya”
Riwayat Pekerjaan :
1. Penganalisa Kegiatan Sosial Politik pada Kantor
Sospol Kabupaten Barito Kuala ( 1998-2001)
2. Pelaksana pada BKD Provinsi Kalimantan Selatan
( 2002 -2006)
3. Kasubid Kesejahteraan pada BKD Provinsi
Kalimantan Selatan ( 2006 – 2011)
4. Kasubid Pendidikan dan Pelatihan pada BKD
Provinsi Kalimantan Selatan ( 2011 – 2014)
5. Widyaiswara Ahli Madya pada BPSDMD
Provinsi Kalimantan Selatan ( 2014 – sekarang)
Hp. 081351901972
Email : syahrida72@gmail.com
syahridanorhayah@yahoo.com
My Family
R INDAHNYA KEBERSAMAAN
E
K
A
N
T
E
R
C
I
N
T
A
HASIL BELAJAR
Setelah mengikuti pembelajaran ini, Peserta Pelatihan
Dasar Calon PNS diharapkan mampu :
1. Memahami konsepsi pembelajaran habituasi;
2. Memahami tahapan kegiatan pembelajaran aktualisasi;
3. Melaksanakan tahapan pembelajaran aktualisasi:
a. menyusun rancangan aktualisasi
b. mempresentasikan rancangan aktualisasi;
c. melaksanakan aktualisasi;
d. menyusun laporan aktualisasi;
e. mempresentasikan laporan aktualisasi.
INDIKATOR
KEBERHASILAN
Setelah mengikuti pembelajaran ini, Peserta dapat:
1. menjelaskan konsep dasar habituasi;
2. menjelaskan tahapan kegiatan pembelajaran
aktualisasi;
3. menyusun rancangan aktualisasi;
4. mempresentasikan rancangan aktualisasi;
5. melaksanakan aktualisasi di tempat kerja;
6. menyusun laporan pelaksanaan aktualisasi;
7. menyiapkan rencana presentasi laporan
aktualisasi; dan
8. mempresentasikan laporan aktualisasi.
DASAR HUKUM PELATIHAN

UU 5 Tahun 2014
ttg Aparatur Sipil Negara

Peraturan pemerintah Nomor 11


Peraturan LAN No.12/2018 ttg Tahun 2018 tentang Manajemen
Pelatihan Dasar Calon PNS Pegawai Negeri Sipil
TAHAP PEMBELAJARAN

Evaluasi PNS
PROFESIONAL
Akhir YANG
Agenda IV BERKARAKTE
Oreintasi Peserta Habituasi (30 R SEBAGAI
hari) PELAYAN
(1 hari) MASYARAKAT

Agenda I: Sikap
Perilaku dan
Belan Negara (5
hari) Agenda III: Kedudukan dan
Peran PNS dalam NKRI (2
hari)

Agenda II: Nilai-Nilai


Dasar PNS (5 hari )
Penguatan Kompetensi Teknis
Bidang Tugas
KURIKULUM DAN PENYELENGGARAAN
1. Mentor
PNS
2. Coach di tempat pelatihan
PROFESIONAL
Agenda IV YANG
Habituasi BERKARAKTER
(Materi Institusional: Kebijakan Evaluasi
SEBAGAI
Pengembangan SDM Aparatur dan MTSL) Akhir
PELAYAN
Agenda II: Nilai-Nilai MASYARAKAT
Dasar PNS
(ANEKA) 1. Pembentukan karakter PNS
2. Penguatan Kompetensi Teknis Bidang
Agenda III: Kedudukan dan Tugas
Peran PNS dalam NKRI
(Manjemen ASN, Pelayanan Publik, WOG)

Agenda I: Sikap Perilaku


(TUS dan Keprotokolan, Kesehatan
Jasmani&Mental , Kesamaptaan)
TERINTEGRASI 1. Teknis Umum/Administrasi; dan
Oreintasi Peserta 2. Teknis Substantif.

Waktu Pelaksanaan Pelatihan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas


Coach di tempat kerja
MATA PELATIHAN
1 Konsepsi Aktualisasi (Habituasi)

2 Penjelasan Aktualisasi

3 Pembimbingan Rancangan Aktualisasi

4 Evaluasi Rancangan Aktualisasi

5 Evaluasi Rancangan Aktualisasi


6 Evaluasi Rancangan Aktualisasi
7 Aktualisasi dan Habituasi Di tempat Kerja

8 Pembimbingan pra evaluasi aktualisasi

9 Evaluasi Aktualisasi
PENGALAMAN BELAJAR
AGENDA HABITUASI

dirancang agar peserta pelatihan memiliki


kemampuan mensintesakan substansi mata
Pelatihan ke dalam rancangan aktualisasi,
pembimbingan aktualisasi, melaksanakan seminar
rancangan aktualisasi, melaksanakan aktualisasi
di tempat kerja dan menyusun laporan aktualisasi,
bagi Calon PNS Golongan III melakukan analisis
dampak apabila nilai-nilai dasar PNS tidak
diterapkan dalam pelaksanaan tugas jabatan, dan
melaksanakan seminar aktualisasi.
HABITUASI
proses pembiasaan pada atau dengan
sesuatu penyesuaian supaya menjadi
terbiasa (terlatih) melakukan sesuatu yang
bersifat instrisik pada lingkungan kerjanya.
penciptaan situasi dan kondisi (persistence
life situation) tertentu untuk membiasakan
diri berperilaku sehingga terbentuk karakter
diri melalui proses internalisasi dan
dipersonifikasi (pengumpamaan) melalui
intervensi tertentu.
KONSEPSI HABITUASI

 Habituasi : pembiasaan dan


bersifat instrisik
 peserta pelatihan
membiasakan diri untuk
berperilaku sesuai nilai
sehingga terbentuk karakter
diri ideal melalui proses
internalisasi dan
dipersonifikasi
(pengumpamaan) melalui
intervensi tertentu di tempat
kerja.
ROLE MODEL
SEBAGAI
PENDUKUNG HABITUASI

An Accountability Partner (Locke & Latham (1994)


KONSEPSI HABITUASI
DAN AKTUALISASI
aktivitas rutin, jam kerja, Kondisi/Situasi yang Diharapkan
kedisiplinan, cara dan
etika melayani konsumen/
tamu/ stakeholders dll Melakukan suatu kebiasaan yang
menghasilkan manfaat sehingga
terbentuk menjadi karakter
Kondisi/Situasi Saat ini
HABITUASI
PNS professional sebagai
1. kepekaan,
2. konsistensi dan keakraban, pelayan masyarakat.
3. menunjukkannya INTERVENSI

Merancang Melaksanakan
AKTUALISASI
Penetapan ISU
Pencapaian visi, misi,
Gagasan Kreatif/ Kegiatan tujuan unit/organisasi
Role
Models Tahapan Kegiatan Penguatan Nilai Org

Output Kegiatan Pemecahan Isu

Seminar Rancangan dan Pelaksanaan


PEMBELAJARAN
AKTUALISASI

A role model is a person whose behavior, example, or success is


or can be emulated by others, especially by younger people.[1] The
term "role model" is credited to sociologist Robert K. Merton, who
coined the phrase during his career.[2][3] (Celebrity, Community,
Atleth)
A role model is someone others look to as a good example.

a role model is someone who inspires others to imitate his or her


good behavior.
PEMBELAJARAN
AKTUALISASI
Pembelajaran aktualisasi sebagai intervensi
agenda habituasi. Aktualisasi bersifat ekstrinsik
Kemampuan yang harus dikuasai peserta pada
pembelajaran :
1. merancang aktualisasi yaitu; kualitas penetapan isu,
jumlah kegiatan, kualitas rencana kegiatan,
relevansi rencana kegiatan dengan aktualisasi, dan
teknik komunikasi.
2. melaksanakan aktualisasi yaitu; kualitas
pelaksanaan kegiatan, kualitas aktualisasi, dan
teknik komunikasi.
PENGERTIAN
AKTUALISASI
KEGIATAN PEMBELAJARAN
AKTUALISASI
Coaching dan Mentoring
AKTUALISASI
HABITUASI INTERVENSI

Seminar Rancangan Melaksanakan


Rancangan
1. Bukti Aktualisasi
2. Laporan

Keterkaitan
Penetapan Isu Mata Pelatihan Agenda III
Seminar Pelaksanaan
Gagasan Kreatif/ Kegiatan Aktualisasi
Role
Models Tahapan Kegiatan Keterkaitan
Mata Pelatihan
Output Kegiatan
Agenda II

Pemecahan Isu PNS professional


sebagai pelayan
1. Pencapaian visi, misi, tujuan unit/organisasi masyarakat.
2. Penguatan Nilai Organisasi
TAHAP PEMBELAJARAN
AKTUALISASI
PERTANYAAN PEMANDU DALAM
MERANCANG AKTUALISASI

1. Isu apa yang Saudara (Peserta) temukan?


2. Kegiatan “kreatif” apa yang digagas untuk dapat memecahkan isu?
3. bagaimana tahapan kegiatannya yang perlu dilakukan dalam
menyelesaikan isu secara terukur?
4. Apakah hasil kegiatan atau tahapan kegiatan benar-benar
memberikan dampak terhadap penyelesaian isu?
5. apa yang akan diaktualisasikan dalam proses pelaksanaan
kegiatan dalam rangka penyelesaian isu?,
6. bagaimana cara mengaktualisasikannya?., dan
7. bagaimana membuktikan bahwa telah terjadi aktualisasi dalam
pelaksanaan kegiatan.
PENGERTIAN ISU

“An important subject that people are


discussing or arguing about” (2). “When you
talk about the issue, you are referring to the
really important part of the thing that you are
considering or discussing”. (Kamus Colins
Cobuild English Language Dictionary, 1993);
Hal yang paling penting yang dibahas oleh orang-orang adalah tentang
: ketika kamu berbicara tentang sebuah isu,kamu menghubungkan
pada bagian yang paling penting dari sesuatu yang kamu
pertimbangkan atau diskusikan.
KEMAMPUAN
MENETAPKAN ISU

1. Enviromental Scanning peduli terhadap masalah


dalam organisasi dan mampu memetakan hubungan
kausalitas
2. Problem Solving mampu mengembangkan dan
memilih alternatif, dan mampu memetakan aktor terkait
dan perannya masing-masing
3. Analysis mampu berpikir konseptual (mengkaitkan
dengan substansi Mata Pelatihan), mampu
mengidentifikasi implikasi / dampak / manfaat dari
sebuah pilihan kebijakan / program / kegiatan/ tahapan
kegiatan.
CONTOH ENVIROMENTAL
SCANNING, Problem Solving,
Dan Analysis
Saudara bekerja pada unit pelayanan, dan Saudara
menyaksikan di ruang tunggu terjadi antrian yang panjang
setiap harinya, serta tidak ada informasi kepastian
pelayanan. Saudara memiliki gagasan agar masyarakat
selama mengantri merasakan nyaman dan disampaikan
kepada pimpinan untuk; membagi ruang tunggu bagi
masyarakat perokok dan bukan perokok, memaksimalkan
penempatan kursi di ruang tunggu, membuat tulisan yang
terang dan sederhana tentang jenis dan proses pelayanan
yang akan ditempatkan pada tempat-tempat strategis di
ruang tunggu, dan seterusnya.
CONTOH ENVIROMENTAL
SCANNING, Problem Solving,
Dan Analysis
misalnya Saudara yang berkerja di unit pelayanan, menyaksikan
masyarakat yang datang ke tempat pelayanan namun tidak bisa
terlayani karena waktu pendaftaran pelayanan sudah tutup, hal ini
Saudara pahami penyebabnya karena jauhnya jarak antara
tempat tinggal masyarakat dengan tempat pelayanan dan mereka
tidak mungkin menginap. Saudara memiliki gagasan dan
disampaikan kepada pimpinan untuk; mengantisipasi hal tersebut
dengan menyiapkan box sederhana penerimaan permohonan
atau pendaftaran yang dilengkapi dengan berbagai informasi
persyaratan dan proses pelayanan yang akan dilakukan, sehingga
bagi masyarakat yang datang jauh dapat memanfaatkkan box
tersebut.
THE ISSUE JOURNEY
INNOVA
TION
CREATIVITY

IMAGINATION
MATA PELATIHAN SEBAGAI
SUMBER IMAGINATION/ISSU

DISCREPANCY ………….
PEMILIHAN ISU
PENILAIAN KUALITAS ISU
CONTOH

Kriteria isu :
1. Aktual
Benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan
dalam masyarakat.
2. Kekhalayakan
Isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
3. Problematik
Isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks,
sehingga perlu dicarikan segera solusinya.
4. Kelayakan
Isu yang masuk akal dan realistis serta relevan untuk
dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.
PENILAIAN KUALITAS ISU
CONTOH

Teknik analisis yang digunakan :


URGENCY
Seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis dan
ditindaklanjuti.
SERIOUSNESS
Seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan akibat
yang ditimbulkan.
GROWTH
Seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak
ditangani sebagaiamana mestinya.

Setiap isu dinilai dengan memberikan skor antara 1-5.


1 = sangat tidak urgent
5 = sangat urgent.
MERUMUSKAN ISU

Rumusan Isu (Issue statement)


 Pernyataan mengenai suatu isu yang ditulis secara
singkat dan jelas.
 Memuat focus
 Memuat locus.

Contoh Isu
Masih lambatnya proses pemberian nomor
registrasi STTPP Diklat Prajabatan pada Sub
Bidang Diklat Prajabatan LAN
PRODUK PEMBELAJARAN
AKTUALISASI

LIHAT CONTOH ……TULIS


KONSEPSI “KEGIATAN”
1. Kegiatan adalah gagasan/aktivitas kreatif yang diusulkan
peserta untuk mendapatkan persetujuan mentor dalam rangka
memecahkan isu.
2. Pemecahan isu dapat dilakukan dalam beberapa kegiatan
yang saling mempengaruhi
3. Kegiatan, diurai dalam tahapan kegiatan yang terukur untuk
menghasilkan output kegiatan merupakan media peserta untuk
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS,
4. Sumber kegiatan dapat bersumber dari SKP, penugasan
pimpinan, atau inisiatif dengan persetujuan mentor atau
kombinasi dari ketiga sumber kegiatan tersebut.
5. Sumber-sumber kegiatan tersebut berada dalam posisi/derajat
yang sama, karena yang dinilai bukan kegiatannya tetapi
pemikiran kreatif dan aktualisasi nilai-nilai dasar pada
pelaksanaan kegiatan.
Contoh
Scaning Environmental
Peserta ditempatkan sebagai pelaksana Sub Bidang Diklat Prajabatan LAN dengan pekerjaan
membantu pimpinan: 1) membuat draft surat balas ijin prinsip penyelenggaraan pelatihan, 2)
memberikan layanan konsultasi penyelenggaraan pelatihan, 3) memberikan KRA, 4) monev
penyelenggaraan pelatihan, 5) menjadi pengawas ujian, 6) menghadiri rapat persiapan dan
evaluasi penyelenggaraan pelatihan, 7) menyajikan data alumni, 8) dst .

Peserta berdasarkan pengalamannya bekerja membantu pimpinan merasakan adanya hal


yang bisa diperbaiki/disempurnakan/ditingkatkan, dalam pelaksanaan tugas jabatannya
Isu
Core Isu ANALISIS
Masih lambatnya proses pemberian nomor KRA
Layanan Konsultasi yang tidak terstandar
AKTOR DAN
Pelaksanaan Monev yang bervariasi PERAN AKTOR

Penyajian data alumni yang responsif

dst
Contoh Dampak jika isu tdk
Isu segera dipecahkan
Masih lambatnya proses pemberian nomor 1. Keluhan Lemdik atas lambatnya proses
registrasi STTPP Diklat Prajabatan pada Sub pemberian nomor registrasi;
Bidang Diklat Prajabatan LAN 2. Lambatnya penyajian data alumni
3. Sulitnya proses verifikasi data alumni
4. Tidak ada alat kontrol/ kendali kerja
5. Pembagian kerja tidak merata
Kegiatan 6. Respon PIC Lemdik lambat
1. Telaahan SOP dan Kebijakan Pelayanan pemberian nomor registrasi
STTPP Diklat Prajabatan pada Sub Bidang Diklat Prajabatan LAN;
2. Penyusunan SOP dan Perangkat Pengendalian Pelayanan pemberian
nomor registrasi STTPP Diklat Prajabatan pada Sub Bidang Diklat
Prajabatan LAN;
3. Sosialisasi dan Pembagian Tugas Pelayanan pemberian nomor registrasi
STTPP Diklat Prajabatan pada Sub Bidang Diklat Prajabatan LAN;
4. Ujicoba dan reveiew hasil ujicoba pelaksanaan pemberian Pelayanan
pemberian nomor registrasi STTPP Diklat Prajabatan pada Sub Bidang
Diklat Prajabatan LAN;
5. Pengembangan sistem Pelayanan pemberian nomor registrasi STTPP
Diklat Prajabatan pada Sub Bidang Diklat Prajabatan LAN melalui SIDA;

Tahapan Kegiatan Output Kegiatan


CONTOH Formulir 2: Pengendalian
Nama : ………………………………… Akutualisasi oleh coach/mentor
NIP : …………………………………
Unit Kerja : …………………………………
Jabatan : …………………………………
Isu : …………………………………
Kegiatan 1 : …………………………………
Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf
Mentor
 Tahapan Kegiatan;
 Output kegiatan terhadap pemecaha isu;
 Keterkaitan Substansi Mata pelatihan;
 Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi ;
 Penguatan Nilai Organisasi;
Kegiatan 2 : …………(dst)………………………
Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor Paraf Mentor
 Tahapan Kegiatan;
 Output kegiatan terhadap pemecaha isu;
 Keterkaitan Substansi Mata pelatihan;
 Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi ;
 Penguatan Nilai Organisasi;
CONTOH Formulir 2: Pengendalian
Nama : ………………………………… Akutualisasi oleh coach/mentor
NIP : …………………………………
Unit Kerja : …………………………………
Jabatan : …………………………………
Isu : …………………………………
Kegiatan 1 : …………………………………
Penyelesaian Kegiatan Catatan Waktu dan media
Coach coaching
 Tahapan Kegiatan;
 Output kegiatan terhadap pemecaha isu;
 Keterkaitan Substansi Mata pelatihan;
 Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi ;
 Penguatan Nilai Organisasi;

Kegiatan 2 : …………(dst)………………………
Penyelesaian Kegiatan Catatan Waktu dan media
Coach coaching
 Tahapan Kegiatan;
 Output kegiatan terhadap pemecaha isu;
 Keterkaitan Substansi Mata pelatihan;
 Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi ;
 Penguatan Nilai Organisasi;
PRESENTASI RANCANGAN AKTUALISASI
1. argumentasi terhadap core issue yang dipilih dan dukungan
konsep pokok mata pelatihan yang melandasi pemilihan core
issue dan penetapan inisiatif pemecahan core issue yang dipilih.
2. usulan-usulan inisiatif baik berupa pikiran konseptual dan/atau
aktivitas-aktivitas dalam rangka memecahkan core issue tersebut,
(KEG)
3. proses dan kualitas dalam mengelola dan menjalankan inisitaif,
dan identifikasi dampak hasil inisiatif, level dampak (individu,
unit, atau organisasi), dan keberlangsungan inisiatif, (tahapan
Keg)
4. kontribusi hasil kegiatan terhadap visi, misi, dan tujuan organisasi,
dan
5. kontribusi hasil kegiatan terhadap penguatan nilai-nilai organisasi.
AKTUALISASI DI TEMPAT KERJA
Melakukan pendalaman terhadap :
1. core issue yang dipilih (berubah/bertambah)
2. Dukungan konsep pokok mata Diklat yang melandasi
pemilihan core issue (Kedudukan dan peran) dan penetapan
inisiatif pemecahan core issue yang dipilih, (ANEKA)
Melakukan penerapan terhadap:
1. Usulan-usulan inisiatif baik berupa pikiran konseptual
dan/atau aktivitas-aktivitas dalam rangka memecahkan core
issue tersebut,
2. proses dan kualitas mengelola dan menjalankan inisitaif, dan
Melakukan analisis terhadap:
1. dampak hasil inisiatif,
2. dampak yang terjadi baik pada level individu, unit, atau
organisasi), dan
3. Menjaga keberlangsungan inisiatif yang telah dilakukan.
LAPORAN AKTUALISASI

Muatan laporan aktualisasi adalah


1. deskripsi core issue yang terjadi dan strategi
pemecahannya;
2. proses menerapkan inisiatif gagasan kreatif yang
telah dirancang yang didukung dengan
dukungan bukti-bukti pembelajaran baik berupa
dokumen, notulensi, foto, rekaman, video, dsb,
serta;
3. mendeskripsikan analisis terhadap dampak yang
ditimbulkan
BAHAN PERSIAPAN PRESENTASI HASIL AKTUALISASI
Komponen utama yang harus dipresentasikan adalah:
Hasil pendalaman :
1. core issue yang dipilih (perubahan/penambahan)
2. Dukungan konsep pokok mata Diklat yang melandasi pemilihan
core issue dan penetapan inisiatif pemecahan core issue,
Penerapan :
1. Usulan-usulan inisiatif baik berupa pikiran konseptual dan/atau
aktivitas-aktivitas dalam rangka memecahkan core issue,
2. proses dan kualitas mengelola dan menjalankan inisiatif, dan
Analisis :
1. dampak hasil inisiatif,
2. dampak yang terjadi baik pada level individu, unit, atau
organisasi), dan
3. Menjaga keberlangsungan inisiatif yang telah dilakukan.
PRESENTASI PELAKSANAAN AKTUALISASI
1. argumentasi terhadap core issue yang dipilih yang didukung
konsep pokok mata pelatihan dan penetapan inisiatif
pemecahan core issue yang dipilih baik berupa pikiran
konseptual dan/atau aktivitas-aktivitas dalam rangka
memecahkan core issue tersebut,
2. proses dan kualitas mengelola dan menjalankan inisitaif, dan
identifikasi dampak hasil inisiatif, level dampak (individu, unit,
atau organisasi), dan keberlangsungan inisiatif,
3. kontribusi hasil kegiatan terhadap visi, misi, dan tujuan
organisasi,
4. kontribusi hasil kegiatan terhadap penguatan nilai-nilai
organisasi,
5. khusus bagi CPNS Golongan III menyampaikan hasil analisis
konseptual dampak apabila nilai-nilai dasar PNS tidak
diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas dan jabatannya.
Dari Inspirasi ke
Habituasi

INSPIRASI IDEASI AKTUALISASI HABITUASI

 ANEKA  Menempatkan  Memilih issu /  Terus berpikir


 Pembelajaran substansi Mata situasi kritis
Mata Diklat Diklat dalam problematik yg  Memastikan
 Ordinary konteks organisasi. ingin dianalisis. kelanjutan
teacher can tell,  Tanggap  Merencanakan gagasan
good teacher lingkungan/ peduli kegiatan yang hingga
can explain, organisasi sesuai. implementasi.
excellent  Memahami  Mengusulkan  Berani
teacher can keterkaitan antar metode untuk mengasingkan
demonstrate, faktor. mewujudkan. yg biasa &
great teacher  Memberi gagasan/ membiasakan
can inspire. alternatif solusi. yg asing
DARI PENGALAMAN
CONCRETE MENJADI
EXPERIENCE
(Penanaman
KEBIASAAN/HABITS
Belief)

ACTIVE Pendekatan REFLECTIVE


EXPERIMENTATION experiential learning OBSERVATION
(Aktualisasi Belief) sebagai bekal (Pendalaman Belief)
melakukan habituasi

ABSTRACT
Aplikasi
CONCEPTUALIZATION
(Penguatan Belief) Aktualisasi
Menghasilkan
Penguatan
Mendalami
Pendalaman
Mengalami
Membaca Penanaman
Pencarian
TATA TERTIB KHUSUS
di Tempat Pelatihan

 Lembaga Pelatihan dapat berlakukan tata tertib khusus


sesuai dengan lingkungan masing-masing guna
menambah kelancaran penyelenggaraan Pelatihan.
 Pelanggaran diberikan sanksi sesuai dengan tingkat
pelanggarannya oleh penyelenggara Pelatihan /tim
penegakan kode sikap perilaku yang dibentuk khusus
oleh pimpinan lembaga Pelatihan, dengan
mempertimbangkan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.

INTEGRITAS PROFESIONAL INOVATIF PEDULI


TATA TERTIB KHUSUS
di Tempat Kerja

 peserta juga dituntut menerapkan kode sikap perilaku di tempat


kerja pada saat pembelajaran agenda Habituasi.
 Setiap Instansi Pemerintah dapat berlakukan tata tertib khusus
sesuai dengan lingkungan masing-masing guna menambah
kelancaran penyelenggaraan Pelatihan.
 Pelanggaran terhadap tata tertib khusus diberikan sanksi sesuai
dengan tingkat pelanggarannya oleh PPK peserta atau pejabat
lain yang ditunjuk oleh PPK peserta dengan
mempertimbangkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

INTEGRITAS PROFESIONAL INOVATIF PEDULI


EVALUASI
AKADEMIK

 Dilakukan melalui ujian tulis sebanyak 5 JP pada sesi


pembelajaran Evaluasi Akademik secara terintegrasi
(setelah seluruh mata Pelatihan agenda nilai-nilai dasar
PNS dan kedudukan dan peran PNS dalam NKRI)
 Jenis soal pada ujian tulis Tipe A dapat berbentuk
pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, jawaban
singkat, essay, atau kombinasi diantaranya dengan
bobot 10%
 Jenis soal ujian tulils Tipe B berbentuk kasus dengan
bobot 10%. (diukur melalui kualitas analisis pemecahan
masalah)
CPNS Gol III Gol. I / II
ASPEK PENILAIAN KASUS
BOBOT
NO ASPEK
(10%)
1. mendeskripsikan rumusan kasus dan/atau masalah pokok, aktor
yang terlibat dan peran setiap aktornya berdasarkan konteks 2% 3%
deskripsi kasus.
2. melakukan analisis terhadap:
a. bentuk penerapan dan pelanggaran terhadap nilai-nilai
dasar PNS, dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran
PNS dalam NKRI oleh setiap aktor yang terlibat berdasarkan
2% 3%
konteks deskripsi kasus.
b. dampak tidak diterapkannya nilai-nilai dasar PNS dan
pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam
NKRI berdasarkan konteks deskripsi kasus.
3. mendeskripsikan gagasan-gagasan alternatif pemecahan masalah
3% 4%
berdasarkan konteks deskripsi kasus.
4. Mendeskripsikan konsekuensi penerapan dari setiap alternatif
gagasan pemecahan masalah berdasarkan konteks deskripsi 3% -
kasus.

INTEGRITAS PROFESIONAL INOVATIF PEDULI


EVALUASI AKTUALISASI
PENILAIAN RANCANGAN AKTUALISASI
No. Indikator Bobot
1. Kualitas penetapan isu 5%
2. Jumlah rencana kegiatan 3%
3. Kualitas rencana kegiatan 5%
4. Relevansi rencana kegiatan dengan
5%
Aktualisasi
5. Teknik Komunikasi 2%
Jumlah 20%
PENILAIAN PELAKSANAAN AKTUALISASI
No. Indikator Bobot KONVERSI NILAI
1. Kualitas pelaksanaan Level Nilai
5%
kegiatan 4 80,1 – 100
2. Kualitas aktualisasi 20% 3 70,1 – 80
3. Teknik komunikasi 5% 2 60,1 – 70
Jumlah 30% 1 0 – 60

INTEGRITAS PROFESIONAL INOVATIF PEDULI


EVALUASI (20%)
PENGUATAN KOMPETENSI TEKNIS BIDANG TUGAS

 Evaluasi penguatan kompetensi teknis bidang


tugas dilakukan setelah peserta menyelesaikan
pembelajaran pada kurikulum penguatan
kompetensi teknis bidang tugas.
 Penyelenggaraan evaluasi dilakukan oleh Instansi
peserta melalui unit yang MEMBIDANGI
pengembangan sumber daya manusia aparatur
Instansi di tempat kerja.
 Akumulasi perolehan nilai peserta pada kurikulum
penguatan kompetensi teknis bidang tugas
diberikan bobot 20%
EVALUASI PESERTA
(AKHIR)

Bobot
No Komponen Penilaian
(%)
1 Sikap Perilaku (agenda 1) 10
2 Akademik (agenda 2 dan 3) 20
3 Aktualisasi (agenda 4) 50
4 Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas 20
Jumlah 100

INTEGRITAS PROFESIONAL INOVATIF PEDULI


KUALIFIKASI
DAN KELULUSAN
Kualifikasi kelulusan peserta Diklat ditetapkan sebagai berikut:
 Sangat Memuaskan (skor 90,01 – 100);
 Memuaskan (skor 80,01 – 90,0);
 Cukup memuaskan (skor 70,01 – 80,0); passing grade
 Kurang memuaskan (skor 60,01 – 70,0);
 Tidak Memuaskan (skor ≤60)

Peserta yang memperoleh kualifikasi Tidak Memuaskan atau jumlah


ketidakhadiran pada kurikulum pembentukan karakter PNS melebihi 9
sesi atau 27 jam pelajaran atau setara dengan 3 hari secara kumulatif,
dinyatakan Tidak Lulus. (…RPP Manaj PNS Diklat terintegrasi bagi
CPNS hanya 1 kali)

Peserta yang memperoleh kualifikasi Kurang Memuaskan dinyatakan


Ditunda Kelulusannya dan peserta dimaksud wajib mengikuti
pembelajaran remedial untuk memenuhi syarat kelulusan terhadap
komponen penilaian yang kurang maksimal 15 hari kerja. Tim melakukan
evaluasi akhir ulang untuk menetapkan hasil akhir kelulusan.

INTEGRITAS PROFESIONAL INOVATIF PEDULI


SURAT KETERANGAN
PELATIHAN

1. telah menyelesaikan kurikulum penguatan kompetensi teknis bidang


diberikan surat keterangan telah mengikuti kegiatan pelatihan penguatan
kompetensi teknis bidang dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku
dan ditanda tangani oleh pimpinan unit yang menangani pengembangan
sumber daya manusia aparatur instansi.
2. telah menyelesaikan seluruh program (kurikulum pembentukan karakter
PNS dan penguatan kompetensi teknis bidang tugas) dan dinyatakan
lulus, diberikan Surat Tanda Tamat Pelatihan (STTP) dengan KRA
Nasional;
3. dinyatakan tidak lulus diberikan Surat Keterangan yang ditandatangani
oleh Pimpinan Lembaga Pelatihan Terakreditasi.
4. dinyatakan Lulus dan memperoleh 3 (tiga) peringkat nilai terbaik
diberikan Piagam Penghargaan.

INTEGRITAS PROFESIONAL INOVATIF PEDULI


Terima Kasih
Kualitas penetapan isu
L4
L4 Isu yang diangkat aktual dan berdampak pada unit
kerja atau cakupan yang lebih luas.
L3
L3 Isu yang diangkat aktual namun hanya berdampak
pada individu.
L2
L2 Isu yang diangkat tidak aktual.
L1 Tidak dapat dikategorikan sebagai isu.
L1
Jumlah Kegiatan
L4 Terdapat 5 kegiatan atau lebih.

L3 Terdapat 4 kegiatan.

L2 Terdapat 3 kegiatan.

L1 Terdapat 0-2 kegiatan.


Kualitas Kegiatan
Kegiatan yang dipilih relevan dengan penyelesaian isu,
L4 penyusunan tahapan tergambar jelas

L3 Kegiatan yang dipilih relevan dengan penyelesaian isu,


penyusunan tahapan tidak tergambar jelas.

L2
L2 Kegiatan yang dipilih kurang relevan dengan
penyelesaian isu, penyusunan tahapan tergambar
dengan jelas.
L1
L1 Kegiatan yang dipilih tidak relevan dengan penyelesaian isu,
penyusunan tahapan tidak tergambar dengan jelas.

Relevansi dengan kegiatan aktualisasi


Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS, dan kedudukan dan peran
L4 PNS dalam NKRI yang mendasari kegiatan relevan dengan
seluruh kegiatan yang telah ditetapkan.
Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dan peran dankedudukan
L3 PNS dalam NKRI yang mendasari kegiatan relevan dengan
Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dan kedudukan dan peran PNS
L2 dalam NKRI yang mendasari kegiatan relevan dengan separuh
kegiatan yang telah ditetapkan.
Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dan kedudukan dan peran PNS
L1 dalam NKRI yang mendasari kegiatan relevan dengan sebagian kecil
Kualitas Pelaksanaan Kegiatan (5 %)
L4 Peserta mampu melaksanakan seluruh kegiatan
dan melahirkan gagasan kreatif dengan
persetujuan pembimbing.

L3 Peserta mampu melaksanakan sebagian besar


kegiatan dan melahirkan gagasan kreatif dengan
persetujuan pembimbing.

L2 Peserta mampu melaksanakan separuh kegiatan


dan melahirkan gagasan kreatif dengan
persetujuan pembimbing.

L1 Peserta mampu melaksanakan sebagian kecil


kegiatan dan melahirkan gagasan kreatif dengan
persetujuan pembimbing.
Kualitas Hasil Aktualisasi (20 %)
L4 Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dan kedudukan dan
peran PNS dalam NKRI yang mendasari kegiatan
bermanfaat bagi stakeholder dan/atau pimpinan,
berkontribusi terhadap pencapaian visi, misi dan tujuan
organisasi, serta memperkuat nilai organisasi.
Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dan kedudukan dan
L3 peran PNS dalam NKRI yang mendasari kegiatan hanya
bermanfaat bagi stakeholder atau pimpinan, tetapi
kontribusinya terhadap pencapaian visi, misi dan tujuan
organisasi, serta memperkuat nilai organisasi tidak
tergambar dengan jelas.

L2 Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dan kedudukan dan


peran PNS dalam NKRI yang mendasari kegiatan
terjadi, tetapi tidak terurai dengan jelas.

Tidak terjadi Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dan


L1 kedudukan dan peran PNS dalam NKRI.
Teknik Komunikasi (5 %)
L4 Peserta mampu menjelaskan hasil aktualisasi
dengan baik dan mampu merespon pertanyaan
L3 Peserta mampu menjelaskan hasil
aktualisasidengan baik, tetapi kurang mampu
merespon pertanyaan.
L2 Peserta kurang mampu menjelaskan hasil
aktualisasidan kurang mampu merespon
pertanyaan.
L1 Peserta tidak mampu mempresentasikan hasil
aktualisasi.

Level Nilai
4 80,1 – 100
3 70,1 – 80
2 60,1 – 70
1 0 – 60
AKTUAL
PROBLEMATIK

KEKHALAYAKAN
KeLAYAKAN

ADMINISTRASI
MANAJEMEN
ORGANISASI
SDM
PELAYANAN
DAN LAIN-LAIN
Penetapan Prioritas Masalah : APKL,
USG
Penentuan Penyebab Masalah :
Pohon Masalah, Fishbone Diagram,
Causal Map
Menentukan/mengidentifikasi
Alternatif Solusi : SWOT, Analisis
Medan Kekuatan
Penetapan Alternatif Solusi: CBA,
Teori Tapisan Mc Namara
Penetapan Prioritas Masalah APKL

No Isu A P K L Jlh
1
2
3
4
5
Pembobotan dengan Skala Likert ……..1 - 5

Teknik Pembobotan
USG
Urgensi Serious Growth Urutan
No. ISU Total
(U) (S) (G) Prioritas
1. Isu A

2. Isu B

3. Isu C

4. Isu D

5. Isu E

Keterangan :
1. Tingkat urgensi, keseriusan dan growth dengan skala 1 – 5 atau 1 – 10.
2. Isu yang memiliki total skor tertinggi merupakan isu prioritas.
3. Urgensi : seberapa mendesaknya isu tersebut harus dibahas.
4. Serious : seberapa serius isu tersebut perlu dibahas.
5. Growth : seberapa kemungkinan-kemingkinannya isu tersebut menjadi berkembang.
SKALA LIKERT

Urgency Serious Growth


1=Tidak 1=Tidak Serius 1=Tidak
Penting Brkmbg
2=Kurang 2=Kurang 2=Kurang
Penting Serius Brkmbg
3=Cukup 3=Cukup Serius 3=Cukup
Penting Brkmbg
4=Penting 4=Serius 4=Berkembang
5= Sangat 5= Sangat 5= Sangat
Penting Serius berkembang
PENGERTIAN ISU
Kamus Besar Bahasa Indonesia 1993
ISU adalah :
1. Masalah yang dikedepankan untuk ditanggapi.
2. Kabar angin yang tidak jelas asal usulnya dan
tidak terjamin kebenarannya.
3. Kabar, desas desus.

Kamus Inggris Indonesia


(John M. Echols dan Hasan Shadely)

ISU adalah :
“Pokok persoalan yang didiskusikan, dibicarakan,
dihindari, dihadapi dan diambil keputusan”.
SUMBER ISU

SKP/TUSI

PENUGASAN
PIMPINAN

IDE KREATIF
Isu dan kegiatan

ISU Isu  Masalah Utama

Man Mone Met Mat Mach P O A C

Sumber kegiatan Gagasan kreatif


ISU PRIORITAS
Variabel Saat YAD Realisasi
ini
Rendahnya 4,35 5,6 ……..
rata-rata Nilai
UAN
Murid 3 org 0 orang ……..
mengulang

Lihat file tulis word ……..


PELENGKAP
RANCANGAN AKTUALISASI
PROFESI GURU …..

PENINGKATAN RATA-RATA NILAI UAN PADA SDN …


KECAMATAN ……KABUAPTEN………

OleH
MUHAMMAD ORYZA ROOFI, M.Sc
NIP. 19900625 201401 1 004

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN


BADAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA DAERAH
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III
ANGKATAN KE-1
BANJARBARU
2017
LAPORAN HASIL AKTUALISASI
PROFESI GURU …..

PENINGKATAN RATA-RATA NILAI UAN PADA SDN …


KECAMATAN ……KABUAPTEN………

OleH
MUHAMMAD ORYZA ROOFI, M.Sc
NIP. 19900625 201401 1 004

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN


BADAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA DAERAH
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III
ANGKATAN KE-1
BANJARBARU
2017
LEMBAR PERSETUJUAN

JUDUL : LAPORAN HASIL AKTUALISASI PROFESI ………


(SAMA DENGAN COVER)

PENULIS : MUHAMMAD ORYZA ROOFI, M.Sc

UNIT KERJA : ……………………………. (Tempat Aktualisasi)

Telah disetujui oleh Mentor dan Coach untuk diseminarkan


Pada hari Rabu tanggal 6 November 2017
Di Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan
Banjarbaru, 5 Nov 2017
Mengetahui dan menyetujui
Coach Mentor

Ir. ADHANOOR YANI, M.Si Dr. HM RIFQON FAHREZA R, M.Sc


NIP. 19660408 199903 1004 NIP. 19750505 199903 1004
75
LEMBAR PENGESAHAN

NAMA : MUHAMMAD ORYZA ROOFI M.Sc

JUDUL : LAPORAN HASIL AKTUALISASI PROFESI ………


(SAMA DENGAN COVER)

Telah diseminarkan pada tanggal 6 November 2017 di Badan


Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Coach Mentor

Ir. ADHANOOR YANI, M.Si Dr. HM RIFQON FAHREZA R, MSc


NIP. 19660408 199903 1004 NIP. 19750505 199903 1004
Penguji,

Hj. RINI SETIASIH, SH MH


NIP. 19611229 198203 2 101
76
SISTEMATIKA
PENULISAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Area Proyek Perubahan
1. Anak Sub Bab (dst)
a. Pecahan Anak Sub bab (dst)
 Setiap awal paragraf masuk 7 ketuk

77
PENGETIKAN
1. Kertas A4, 80 mgrm
2. Arial 12
3. Tinta Hitam
4. Ruang ketik 15 x 22 cm kecuali untuk
nomor halaman & 1,5 spasi

78
margin
4 cm

15 cm

4 22 cm 3/2,5
cm cm

3 cm
79
KESEPAKATAN

1. Penulisan Nomor halaman lembar


pengesahan sampai dengan daftar gambar
menggunakan huruf romawi kecil di tengah
bawah

2. Nomor halaman isi di tulis pada kanan atas


sedangkan untuk halaman BAB ditulis
pada tengah bawah atau tanpa nomor
halaman
 COVER
 LEMBAR PERSETUJUAN
 LEMBAR PENGESAHAN
 KATA PENGANTAR
 DAFTAR ISI
 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
C. Isu Strategis
D. Ruang Lingkup
 BAB II GAMBARAN KEADAAN
A. Gambaran Umum
B. Visi dan Misi Organisasi
C. Tugas Pokok dan Fungsi
 BAB III RANCANGAN AKUTUALISASI
 A. Landasan Teori dan Konsep
B. Rancangan aktualisasi (Formulir 1)
 DAFTAR PUSTAKA
 LAMPIRAN
PRESENTASI RANCANGAN AKTUALISASI
1. argumentasi terhadap core issue yang dipilih dan dukungan
Teori konsep pokok mata pelatihan yang melandasi
pemilihan core issue dan penetapan inisiatif pemecahan
core issue yang dipilih.
2. usulan-usulan inisiatif baik berupa pikiran konseptual
dan/atau aktivitas-aktivitas dalam rangka memecahkan core
issue tersebut, (KEG)
3. proses dan kualitas dalam mengelola dan menjalankan
inisitaif, dan identifikasi dampak hasil inisiatif, level dampak
(individu, unit, atau organisasi), dan keberlangsungan
inisiatif, (tahapan Keg)
4. kontribusi hasil kegiatan terhadap visi, misi, dan tujuan
organisasi, dan
5. kontribusi hasil kegiatan terhadap penguatan nilai-nilai
 COVER
 LEMBAR PERSETUJUAN
 LEMBAR PENGESAHAN
 KATA PENGANTAR
 DAFTAR ISI
 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
C. Isu Strategis dan Kriteria
C. Ruang Lingkup
 BAB II GAMBARAN KEADAAN
A. Gambaran Umum
B. Visi dan Misi Organisasi
C. Tugas Pokok dan Fungsi

 BAB III RANCANGAN AKTUALISASI

 BAB IV CAPAIAN AKTUALISASI


A. Capaian Aktualisasi dan Kriteria Keberhasilan Formulir 2 (Kriteria Keberhasilan isu)
B. Deskripsi Core Isu dan Strategi Pemecahanya (implementasi)
C. Proses Penerapan Inisiatif dan Gagasan Kreatif
D. Analisis
1. Dampak Hasil Inisiatif (Out put/Out Come)
2. Dampak Individu, Unit Kerja atau Organisasi
3. Keberlanjutan inisiatif
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
 DAFTAR PUSTAKA
 LAMPIRAN
INGAATTTT…….
TIME SCHEDULE …… DIBUAT
LAPORAN DENGAN COACH MINIMAL 3
MINGGU/SEKALI SETIAP HARI SENIN…
CONTOH Formulir 2:
Nama : Pengendalian Akutualisasi
………………………………… oleh coach/mentor
NIP :
…………………………………
Unit Kerja :
…………………………………
Jabatan Penyelesaian
: Kegiatan Catatan Waktu dan media
…………………………………
Coach coaching
Isu :
 Tahapan Kegiatan;
…………………………………
 Output kegiatan terhadap pemecaha isu;
Kegiatan 1 :
 Keterkaitan Substansi Mata pelatihan;
…………………………………
 Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi ;
 Penguatan Nilai Organisasi;

Kegiatan 2 : …………(dst)………………………
Penyelesaian Kegiatan Catatan Waktu dan media
Coach coaching
 Tahapan Kegiatan;
 Output kegiatan terhadap pemecaha isu;
 Keterkaitan Substansi Mata pelatihan;
 Kontribusi Terhadap Visi-Misi Organisasi ;
 Penguatan Nilai Organisasi;
BAHAN PERSIAPAN PRESENTASI HASIL
AKTUALISASI
Komponen utama yang harus dipresentasikan adalah:
Hasil pendalaman :
1. core issue yang dipilih (perubahan/penambahan)
2. Dukungan konsep pokok mata Diklat yang melandasi pemilihan
core issue dan penetapan inisiatif pemecahan core issue,
Penerapan :
1. Usulan-usulan inisiatif baik berupa pikiran konseptual dan/atau
aktivitas-aktivitas dalam rangka memecahkan core issue,
2. proses dan kualitas mengelola dan menjalankan inisiatif, dan
Analisis :
1. dampak hasil inisiatif,
2. dampak yang terjadi baik pada level individu, unit, atau
organisasi), dan
3. Menjaga keberlangsungan inisiatif yang telah dilakukan.
LAPORAN
AKTUALISASI

Muatan laporan aktualisasi adalah deskripsi


core issue yang terjadi dan strategi
pemecahannya, proses menerapkan inisiatif
gagasan kreatif yang telah dirancang yang
didukung dengan dukungan bukti-bukti
pembelajaran baik berupa dokumen, notulensi,
foto, rekaman, video, dsb, serta
mendeskripsikan analisis terhadap dampak
yang ditimbulkan
Penguatan Kompetensi Bidang
Kurikulum penguatan kompetensi bidang ditetapkan oleh pimpinan
unit yang menangani pengembangan SDM aparatur instansi setelah
berkonsultasi dengan instansi Pembina jabatan fungsional dan/atau
instansi teknis dan dikoordinasikan dengan Instansi Pembina Diklat.

1. Kompetensi Teknis Umum/Administrasi. Bertujuan memfasilitasi


peserta untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang
bersifat umum/administratif dan diperlukan untuk mendukung
pelaksanaan tugas dan jabatan Pelaksana

1. Kompetensi Teknis Substantif. Bertujuan untuk Meningkatkan


pengetahuan dan keterampilan yang bersifat spesifik (substantif
dan/atau bidang) yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan
tugas dan jabatan Pelaksana; atau memfasilitasi peserta untuk
memiliki pengetahuan dan keterampilan pada pembentukan
jabatan fungsional tertentu sesuai dengan formasi jabatannya.

Anda mungkin juga menyukai