DEFINISI
Keadaan klinis hipertiroidisme yang
mengalami eksaserbasi, yang paling
berat dan mengancam jiwa
Ditandai dengan dekompensasi dari
satu atau lebih sistem organ, dengan
keadaan status hipermetabolik
Umumnya timbul pada pasien
dengan penyakit Graves atau Struma
multinodular toksik
EPIDEMIOLOGI
USIA
• 1-2% neonatus yang lahir dari ibu dengan penyakit graves
menderita tirotoksikosis
• Pada anak-anak frekuensinya kurang dari 5% dari semua kasus
tirotoksikosis
• Insiden tirotoksikosis meningkat sejalan dengan pertambahan
usia
JENIS KELAMIN
• 3-5 kali lebih banyak terjadi pada wanita daripada laki-laki,
khususnya pada dewasa muda
TINGKAT MORTALITAS DAN MORBIDITAS
• Angka mortalitas pada dewasa sangat tinggi (90%) jika
diagnosa dini tidak ditegakkan atau pada pasien yang
terlambat terdiagnosa
Faktor Risiko
Infeksi
Operasi
Trauma
Pemberian iodin berlebihan
Kehamilan
Serangan jantung/kegawatdaruratan jantung
ETIOLOGI
Penyebab utama Penyebab lain
• Penyakit Grave • Tiroiditis
• Toxic multinodular • Penyakit troboblastis
• “Solitary toxic • Ambilan hormon tiroid
adenoma” secara berlebihan
• Pemakaian yodium
yang berlebihan
• Kanker pituitari
• Obat-obatan seperti
Amiodarone
Tiga mekanisme fisiologis yang diketahui dapat
mengakibatkan krisis tiroid, yaitu :
1. Pelepasan seketika hormon tiroid dalam
jumlah yang besar.
2. Hiperaktivitas adrenegik.
3. Lipolisis dan pembentukan asam lemak yang
berlebihan
PATOFISIOLOGI
DIAGNOSIS
Pemeriksaan Tanda
Klinis Neurologik
Fisik
• Berdebar- • Hiperpireksia • Agitasi
debar 38,5 – 41oC • Hiperrefleks
• Keringat • Takikardi • Tremor
berlebihan • Hipotensi • Kejang
• Berat badan • Pembesaran • Koma
turun drastis kelenjar tiroid
• Diare • Mata melotot
• Sesak nafas (exoptalmus)
• Gangguan
Kesadaran
Kecurigaan akan terjadi krisis apabila terdapat
trias :
• Menghebatnya tanda tirotoksikosis
• Kesadaran menurun
• Hipertermia
Indeks Wayne
Pemeriksaan
• TSH(Tiroid Stimulating Hormone)
• T4 bebas (tiroksin)
• T3 bebas (triiodotironin)
• USG Thyroid
• Tiroid scan melihat pembesaran
kelenjar tiroid
• Penurunan kadar lemak serum
• Penurunan kepekaan terhadap insulin
menyebabkan hiperglikemia
Penatalaksanaan
Suportif
• Atasi faktor pencetus segera
• Koreksi gangguan cairan dan elektrolit
• Kompres atau pemberian antipiretik,
asetaminofen lebih dipilih
• Atasi gagal jantung dengan oksigen,
diuretik, dan digitalis
Penatalaksanaan
Konservatif
• Obat Anti-Tiroid menghambat produksi hormon tiroid.
Jika dosis berlebih, pasien mengalami gejala hipotiroidisme.
Contoh:
• Thioamide
• Methimazole, dosis awal 20 -30 mg/hari
• Propylthiouracil (PTU), dosis awal 300 – 600 mg/hari, dosis
maksimal 2.000 mg/hari
• Potassium Iodide
• Sodium Ipodate
• Anion Inhibitor
• Beta-adrenergic reseptor antagonist untuk
mengurangi gejala-gejala hipotiroidisme. Contoh:
• Propanolol
Pembedahan
• Radioaktif iodine
• Tindakan ini adalah untuk
memusnahkan kelenjar tiroid yang
hiperaktif
• Tiroidektomi
• Tindakan Pembedahan ini untuk
mengangkat kelenjar tiroid yang
membesar
Komplikasi
• Komplikasi Krisis tiroid yang mengancam nyawa
adalah krisis tirotoksik (thyroid storm)
Berkembang
pelepasan HT
secara spontan
dalam jumlah
pada pasien
yang sangat
hipertiroid
besar yang Apabila tidak
yang menjalani
menyebabkan diobati
terapi, selama
takikardia, kematian
pembedahan
agitasi, tremor,
kelenjar tiroid,
hipertermia
atau tidak
(sampai 106°F)
terdiagnosis
Komplikasi lain
• Penyakit jantung Hipertiroid
• Oftalmopati Graves
• Dermopati Graves
• Infeksi karena agranulositosis
pada pengobatan dengan obat
antitiroid
Prognosis
• Angka kematian akibat krisis tiroid diperkirakan
berkisar antara 10-20%
• 75%, tergantung faktor pencetus atau penyakit yang
mendasari terjadinya krisis tiroid
• Diagnosis yang dini dan penanganan yang adekuat,
prognosis biasanya akan baik