Anda di halaman 1dari 29

ILMU NEGARA - TINJAUAN SOSIOLOGIS

1. TEORI ASAL MULA/TEORI TERJADINYA NEGARA


2. TEORI LENYAPNYA NEGARA
3. TEORI HAKEKAT NEGARA
4. TEORI PEMBENARAN NEGARA
5. TEORI TUJUAN NEGARA
6. TIPE-TIPE NEGARA
II.1. Teori asal mula negara (Teori terjadinya negara)
• Obyek pembahasan :

Perpindahan

dari keadaan
menjadi keadaan
manusia belum bernegara
manusia bernegara
(manusia in abstracto/
/status civilis.
status naturalis)
Teori asal mula negara
 dipahami melalui
3 pendekatan

Berdasarkan
Berdasarkan
Pentahapan
Perioderisasi
(Terjadinya Negara)

Berdasarkan
Kategorisasi
A. Berdasarkan Perioderisasi
(perkembangan sejarah di dunia)
a. jaman Yunani
b. jaman Romawi
c. abad pertengahan
d. lahirnya aliran monarchomachen
e. masa berkembangnya teori hukum alam
f. masa berkembangnya teori kekuatan
g. masa berkembangnya teori positivism
h. masa berkembangnya teori modern
• Tinjauannya dilakukan berdasarkan :
B. Kategorisasi :
(1) Teori Ketuhanan,
(2) Teori Hukum Alam,
(3) Teori Kekuatan,
(4) Teori Perjanjian,
(5) Teori Organis dan
(6) Teori Garis Kekeluargaan.

C. Pentahapan (Terjadinya Negara) Secara :


- Primer
- Sekunder
A.1. Periodisasi asal mula negara /terjadinya
negara
A. Masa Yunani
‘Negara bukan keharusan’
Asal Mula Negara :…
Tugas Negara :…
Polis : …
1. Sokrates

Buku : …….
Asal Mula Negara : …. Lahirnya Polis : …
Bentuk Negara : …… Bentuk Negara :…..

2. Plato 3. Aristoteles

Manusia sebagai
Negara merupakan :… warga dunia
Konsep Pemikiran
tentang negara : …..
4. Epicurus 5. Zeno
A. Jaman Yunani
1. Sokrates

• Negara : Bukanlah keharusan yang bersifat objektif


• Asal mula Negara
: berpangkal dari pekerti manusia dalam arti keberadaban manusia
atau kemanusiaan manusia yang beradab dalam mengorganisasikan
dirinya agar terlindung dari kepunahan dan acaman.
• Tugas Negara
: Menciptakan Hukum yg dilakukan oleh para pemimpin / penguasa
yang dipilih oleh rakyatnya (pikiran awal dari demokratis)

polis
 kelompok dimana orang-orang berkumpul yang menginginkan
ketentraman
2. Plato
 dalam buku : Politea, Politikos, Nomoi

Asal Mula Negara


: Negara timbul atau ada karena adanya kebutuhan dan
keinginan manusia yang bermacam-macam  sehingga
harus bekerja bersama-sama  kesatuan / bersatu
untuk memenuhi kebutuhannya
Bentuk Negara menurut Plato :

• ARISTOKRASI (bentuk paling ideal menurut Plato)


> dipimpin oleh cendikia/filsuf
• TIMOKRASI (muncul akibat sifat manusia akan kehormatan)
> dipimpin oleh orang yang hanya menguntungkan penguasa
• OLIGARKI (muncul akibat kekayaan utk sekelompok org)
> dipimpin oleh orang kaya
• DEMOKRASI (muncul akibat dari tekanan dari sekelompok orang
 org-org yang ditekan akan bersatu untuk memberontak)
> rakyat yang memimpin.
• TIRANI ( muncul akibat prinsip dari demokrasi yang mengutamakan
kemerdekaan dan kebebasan
 yang kemudian disalahgunakan)
> dipimpin oleh seorang penguasa (umumnya negara
menjadi jauh dari cita-cita keadilan)  bentuk yang paling
tidak ideal
3. Aristoteles (buku : Ethica, Politica, Rethorica)

• Lahirnya polis : penggabungan keluarga menjadi suatu kelompok


yang lebih besar, kelompok itu bergabung lagi menjadi desa, dan
desa-desa bergabung lagi menjadi polis (negara kota)

 Manusia  Keluarga  Masyarakat  Desa  Polis

• Bentuk Negara mnrt Aritoteles :


Negara yang dipimpin oleh 1 orang :
- Monarki  baik
- Tyrani  buruk
Negara yang dipimpin oleh beberapa orang :
- Aristokrat  baik
- Oligarki  buruk
Negara yang dipimpin oleh rakyat :
- Republik Konstitusionil baik
- Demokrasi  buruk
4. Epicurus
hidup di zaman jatuhnya Raja Alexander Agung.
Akibatnya Yunani terpecah belah.
: negara merupakan hasil perbuatan manusia
yang diciptakan untuk menyelenggarakan
kepentingan individu.
 dibentuk kesepakatan individu-individu untuk
mengorganisasikan dirinya ke dalam bentuk
negara demi keamanan dan ketertiban dalam
hubungan individu-individu
~ yang kemudian dikenal dengan asal mula
perjanjian masyarakat
: Pemikirannya berdasarkan konsep
 yang hidup adalah individu,
 sedangkan negara dan masyarakat adalah
buatan dari individu-individu
5. Zeno
Hidup di zaman Yunani sebelum ditaklukkan oleh bangsa Romawi adalah Madzhab
Stoicin dari kaum Stoa (Zeno adalah Stoa)
 Diberikan nama Madzhab kaum stoa/Stoicin karena pada waktu itu Zeno dalam
mengembangkan ajarannya tersebut dilakukan di lorong-lorong yang banyak tonggak
temboknya (Stoa)

: Keinginan manusia yang tidak ingin


membeda-bedakan sehingga terbentuk
kerajaan dunia. Manusia sebagai warga dunia
(persatuan umat manusia).
Masa Romawi
B. Masa Romawi
 Awal mula Kerajaan Romawi  terpecah-pecah
~ melalui peperangan-peperangan, keadaan di Romawi
mengalami perubahan-perubahan yang mengakibatkan:
1. Romawi menjadi suatu imperium (kerjaan dunia).
2. Orang atau warganegara dipisahkan dengan negara :
~ hubungan antara orang dengan orang diatur dalam
hukum perdata
~ sedangkan hubungan yang berkaitan dengan negara
diatur dalam hukum publik.
3. Orang atau warga negara mempunyai hak terhadap
negara dan dapat mengajukan gugatan terhadap negara.
4. Lahir cara berpikir yuridis murni
~ hukum dan kesusilaan benar–benar dipisahkan.
Polybius

Siklus Negara : …

Ilmu pengetahuan tidak berkembang termasuk ilmu negara,


 pemikiran yang bersifat praktis.
 melanjutkan pemikiran Yunani

Meneruskan pemikiran Plato


Konsep Negara : ……

Cicero
Pada masa Romawi :
> Ilmu pengetahuan tidak berkembang termasuk ilmu negara,
 pemikiran yang bersifat praktis.
 melanjutkan pemikiran Yunani

a. Polybius
: siklus negara (bentuk negara & pemerintahan)

MONARKI  TYRANI  ARISTOKRASI


(+) (-) (+)

OKHLOKRASI  DEMOKRASI  OLIGARKI


(-) (+) (-)
b. Cicero
(meneruskan pemikiran Plato)

 negara adalah keharusan yang didasarkan


oleh rasio murni manusia yang didasarkan
oleh hukum alam /kodrat
~ manusia menurut hukum kondrat
cenderung untuk berkelompok yang
kemudian dikenal dengan negara yang
rasionil)
C. Abad Pertengahan
(Abad Kegelapan / Dark Ages)
C. Abad Pertengahan (Abad Kegelapan / Dark Ages)

 Pemikiran mengenai kenegaraan tidak berkembang


 karena gejala yang ada di dunia ini selalu dikembalikan
lagi ke asalnya yaitu Tuhan.
 Semua tokoh mengatakan bahwa terjadinya negara
karena kehendak Tuhan
 Persoalan : siapa yang menjadi wakil Tuhan di dunia ?

melahirkan Aliran Canonist dan Ligist.


Tokoh-tokohnya : 
Summa Teologia
Negara Teokratis Mutlak Kerjasama Negara & Gereja
Civitas Dei – Civitas Diaboli Universalisme (Aristoteles)

1. Augustinus 2. Thomas Aquinas

Negara = Kerajaan Dunia


Perjanjian Penundukan

3. Dante Aligheri
4. Marsilius
1. Augustinus (Civitas te Dei):
 negara yang ada di dunia ini merupakan suatu
organisasi yang mempunyai tugas untuk
memusnahkan perintang- perintang agama
(Teokratis Mutlak)

 Negara dibagi menjadi Civitas Dei (negara


yang dicita-citakan/ideal) dan Civitas Terrena
/Diaboli (negara dunia/negara iblis 
dipenuhi hawa nafsu, contoh imperium
Romawi menjelang keruntuhannya)
2. Thomas Aquinas (Summa Teologia) :
antara negara dengan agama (gereja) ada kerjasama
yang erat dalam mencapai kemulyaan abadi.
 pandangannya dipengaruhi oleh Aristoteles
(universalisme)

3. Dante Aligheri (penyair Italia)


 Negara dunia merupakan kerajaan dunia
dengan kemerdekaan dan keadilan tertinggi,
perbedaan peraturan diatasi dengan suatu
peraturan yang melahirkan sebuah kerjasama

4. Marsillius:
terjadinya negara itu tidak semata-mata karena
kehendak Tuhan, melainkan karena perjanjian
penundukan (factum subjectiones).
D. Zaman Renaissance
D. Zaman Renaissance
(awal : abad XII; puncak : abad XV)

• Akibat perang salib


• Eropa mempertanyakan (interospeksi)
• Perubahan besar :
Pergeseran konsep dari teosentris ( semua
kembali kepada Tuhan pada masa kegelapan)
ke antroposentris/rasiosentris (menggali
kembali kehidupan manusia dan
rasionya/akalnya)
Tokoh-tokoh 
- IL PRINCIPE
- Logika Bernegara Utopia
- Negara diutamakan
- isalahgunakan untuk
kepentingan penguasa 2. Thomas Marus
1. Niccolo Machiavelli

Negara : Kesatuan
Negara ~ Hukum Keluarga

3. Jean Bodin
5. Johannes Althusius

Pembantah Raja
/ Anti Raja
4. Kaum Monarkomaken
1. Niccolo Machiavelli (Il Principe)
: Ajaran awal mula logika bernegara
 latar belakang negara Italia (setelah Imperium
Roma) yang terpecah belah
 negara harus diutamakan, bahkan negara dapat
menindak kepentingan untuk kepentingan negara
 disalahgunakan untuk kepentingan penguasa
secara berlebihan dengan mengatasnamakan negara

2. Thomas Marus
(seorang penulis roman kenegaraan : Negara Utopia)
 latar belakang negara Inggris
 Negara Utopia : sebuah satire dari ketidakadilan
antara kaum feodal, bangsawan dengan rakyat biasa
3. Jean Bodin (SH & pengacara Perancis)
Negara dibentuk harus absolut secara hukum,
karena negara adalah pemilik kekuasaan
tertinggi atas WN nya
Kekuasaan absolut hukum agar WN lebih
aman dan tertib
4. Aliran Monarchomachen
Pembantah Raja/Anti Raja
: melawan keburukkan raja terutama kekuasaan absolut
raja yang sewenang-wenang

5. Johannes Althusius,
Negara merupakan kesatuan keluarga dalam bentuknya
yang paling tinggi, dan mempunyai tujuan beraneka
macam, yang secara berangsur-angsur berkembang dan
akhirnya mencapai bentuknya sebagai negara.