ASUHAN
KEPERAWATAN
DISFUNGSI TYROID
ENY MASRUROH, S.Kep,Ners, M.Kep
ANATOMI
FISIOLOGI
Mengatur laju metabolisme tubuh
Penting dalam pertumbuhan fetus (pertumbuhan syaraf
dan tulang)
Efek menjaga fungsi jantung (kronotropik dan inotropik)
Mempengaruhi produksi sel darah merah
Mempengaruhi pernafasan sebagai kompensasi akibat
metabolisme
Mempengaruhi panas tubuh
Diperlukan untuk tonus dan kekuatan otot
Dibutuhkan untuk fungsi seksual
HIPERTHYROID
Hipertiroidisme digambarkan sebagai suatu
kondisi dimana terjadi kelebihan sekresi
hormon tiroid (T3 dan T4)
Tirotoksikosis mengacu pada manifestasi klinis
yang terjadi bila jaringan tubuh di stimulasi
oleh peningkatan hormon ini.
HIPOTHYROID
Penurunan sekresi hormon kelenjar tiroid (T3
dan T4) sebagai akibat kegagalan mekanisme
kompensasi kelenjar tiroid dalam memenuhi
kebutuhan jaringan tubuh akan hormon-
hormon tiroid.
ETIOLOGI
HIPERTHYROID
- Penyakit grave’s
- Tiroidis
- Penggunaan hormon tiroid yang berlebihan
HIPOTHYROID
Tiroiditis autoimun (tiroiditis hashimoto)
Pasien dengan terapi radioiodium,
pembedahan atau preparat antitiroid
Atropi kelenjar tiroid
Obat-obatan
Radiasi pada kepala dan leher untuk
penanganan kanker kepala dan leher,
limfoma
Defisiensi iodium
Tiroidektomi
Penyakit infiltrasi paratiroid
TANDA GEJALA
HIPERTHYROID
Peningkatan laju metabolisme tubuh ditandai dengan :
Kenaikan suhu tubuh
Intoleransi terhadap panas
Penurunan berat badan dengan selera makan baik
Kelelahan otot yang abnormal karena kalsium serum
yang tinggi
Perubahan defekasi (konstipasi atau diare)
Takikardi
Tremor
Ansietas
Goiter
eksoftalmus
HIPOTHYROID
Penurunan laju metabolisme tubuh ditandai dengan :
Penurunan suhu
Intoleransi terhadap dingin
Bradikardi
Peningkatan BB
konstipasi
Kuku yang rapuh dan kulit kering
Bicara lambat,proses pikir lambat
Gangguan haid seperti menorhagia atau amenore
Kenaikan kadar kolesterol serum, aterosklerosis,
penyakit jantung koroner
Myxedema
GAMBARAN KLINIS MIXEDEMA
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1. T4 Serum
2. T3 Serum
3. Tes TSH
4. EKG
5. Kolesterol
6. CT scan
PENATALAKSANAAN
Hiperthyroid
a.Tirostatiska: kelompok derivat tioimidazol (CBZ,
karbimazole 5 mg, MTZ, metimazol atau tiamazol 5,
10, 30 mg), dan derivat tiourasil (PTU propiltiourasil
50, 100 mg)
b. Tiroidektomi (pembedahan):
operasi baru dikerjakan kalau keadaan pasien
eutiroid( kadar hormon normal), klinis maupun
biokimiawi.
c. Yodium radioaktif (Djokomoeljanto, 2009).
HYPOTYROID
Golongan Thyrozol : Thiamazole
Komplikasi
HYPERTYROID
Krisis tyrotoksikosis
Peningkatan kadar tyroid sampai terjadi
kematian
HYPOTYROID
Koma miksedema
situasi yang mengancam nyawa yang ditandai
oleh eksaserbasi (perburukan) semua gejala
hipotiroidisme termasuk hipotermi tanpa
menggigil, hipotensi, hipoglikemia,
hipoventilasi, dan penurunan kesadaran
hingga koma.
Kretinisme pada anak
PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Dampak penurunan kadar hormon dalam tubuh sangat
bervariasi.
1. Riwayat kesehatan klien dan keluarga. Sejak kapan
klien menderita penyakit tersebut dan apakah ada
anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama.
2. Kebiasaan hidup sehari-hari seperti:
Pola makan
Pola tidur (klien menghabiskan banyak waktu untuk
tidur).
Pola aktivitas.
3. Tempat tinggal klien sekarang dan pada waktu balita.
4. Keluhan utama klien, mencakup gangguan
pada berbagai sistem tubuh
Sistem pulmonary
Sistem pencernaan
Sistem kardiovaskuler
Sistem musculoskeletal
Sistem neurologik dan Emosi/psikologis
Sistem reproduksi
Metabolik
5.Pemeriksaan fisik
6.pengkajian psikososial
7. pemeriksaan penunjang
Diagnosa keperawatan
HYPERTYROID
1. Risiko tinggi terhadap penurunan curah
jantung
2. Intoleransi aktifitas
3. Risiko tinggi terhadap perubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan
4. Ansietas
HYPOTYROID
1. Intoleran aktivitas.
2. Perubahan suhu tubuh
3. Konstipasi
4. Kurangnya pengetahuan tentang program
pengobatan untuk terapi penggantian tiroid
seumur hidup
5. Pola napas tidak efektif
6. Perubahan pola berpikir
Diagnosa keperawatan
Intervensi keperawatan
INTERVENSI KEPERAWATAN HYPERTYROID.doc
x
INTERVENSI KEPERAWATAN HYPOTYROID.doc
x
Tugas mandiri :
Membuat woc hipertyroid dan hypotyroid
dengan sistematika B1-B6 (review of sistem)
Ket :
1. Tidak copy paste dengan teman, harus
oryginal berdasar literatur
2. Bila sama dengan teman nilai tugas saya
bagi 2
LAJU METABOLISME BASAL (BMR)
Bertujuan untuk mengukur secara tidak langsung jumlah oksigen yang
dibutuhkan tubuh di bawah kondisi basal selama beberapa waktu.
Persiapan yang akan dilakukan adalah:
1. Klien puasa sekitar 12 jam
2. Hindari kondisi yang menimbulkan kecemasan dan stres
3. Klien harus tidur paling tidak 8 jam
4. Tidak mengkonsumsi obat-obat analgesik dan sedatif
5. Jelaskan pada klien tujuan pemeriksaan dan prosedurnya
6. Tidak boleh bangun dari tempat tidur sampai pemeriksaan
dilakukan.
Pelaksanaan yang akan dilakukan adalah:
1. Segera setelah bangun, dilakukan pengukuran tekanan darah dan
nadi
2. Dihitung dengan rumus: BMR (0,75 x pulse) + (0,74 x Tek Nadi)- 72
3. Nilai normal BMR: -10 s/d 15%.