Anda di halaman 1dari 24

ANALISIS

JURNAL
MUTAKHIR
SHE FIRA AZKA ARIFIN
B-2019 PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
1 EFEKTIVITAS BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN
LOKAL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN
MENULIS KREATIF SISWA SEKOLAH DASAR

Identitas Jurnal

Nama jurnal : JELTL (Journal of English


Language Teaching and Linguistics)
Volume/nomer : Vol. 4(3)
Halaman/tahun : 2503-1848 2019
E-ISSN/P-ISSN : 2502-6062 / 2503-1848
Focus and Scope : ELT, Linguistics, Literature
(www.jeltl.org)
Indexed by :
Identitas Peneliti

Nama peneliti :
Agus Budi Santosa, Yudi Basuki, Ari Metalin Ika Puspita
Institusi :
STKIP PGRI Trenggalek, Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan efektivitas bahan ajar


bebrasis kearifan lokal pada keterampilan menulis kreatif siswa sekolah
dasar. Sampel penelitian adalah 2 kelas siswa di SDN 1 campurdarat yang
berjumlah 45 siswa. Desain peneltiian ini menggunakan quasi-
ekperimental - nonrandomized pretestdesain posttest. Pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan instrumen keterampilan menulis kreatif.
Analisis dilakukan dengan menggunakan rumus Wilcoxon. Hasilnya
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah
penggunaan bahan ajar berbasis lokal terhadap keterampilan menulis
kreatif siswa. Hasil evaluasi penulisan kreatif pada setiap pembelajaran
dari pembelajaran 1 sampai 6 menunjukkan penguasaan siswa dalam
kriteria penulisan kreatif.
Introduction

Pentingnya pendidikan harus ditingkatkan mempersiapkan SDM yang


berkualitas dan berdaya saing.
Peserta didik harus diarahkan untuk lebih dekat dan mengenal
mereka budaya daerah. Setiap daerah di Indonesia memiliki nilai-nilai
yang perlu diinternalisasikan. Oleh karena itu, penting untuk
memasukkan kearifan lokal sebagai muatan utama bahan ajar di SD
Bahan ajar berbasis lokal kearifan akan lebih bermanfaat jika tidak
hanya mengandung nilai-nilai budaya lokal tetapi mampu
meningkatkan keterampilan bertahan hidup yang dibutuhkan di abad
ke-21.
Menulis juga merupakan keterampilan melatih kreativitas dalam
berpikir yang dituangkan dalam bentuk tertulis.
Namun penulisan di tingkat sekolah dasar belum memiliki variasi
penggunaan sumber dan media pembelajaran agar kreativitas siswa
tidak berkembang
Intoduction- Tujuan Penelitian

Untuk menguji keefektifan bahan ajar berbasis kearifan lokal dalam


meningkatkan keterampilan menulis kreatif siswa sekolah dasar.

Literature Review

Bahan ajar adalah informasi, alat dan teks yang dibutuhkan oleh guru /
instruktur untuk merencanakan dan mempelajari pelaksanaan pembelajaran
diatur secara sistematis berdasarkan kompetensi yang akan dikuasai siswa
dalam proses pembelajaran
Kearifan lokal adalah suatu pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta
berbagai strategi hidup yang dibentuk kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat
sekitar dalam menjawab berbagai permasalahan yang mereka hadapi
Menulis dapat diartikan sebagai kegiatan mengungkapkan gagasan menggunakan
bahasa tulisan. Kegiatan menulis melatih siswa dalam berekspresi pemikiran
atau ide kreatifnya sehingga siswa dilatih untuk berpikir kreatif dan mampu
menyampaikan gagasan mereka melalui tulisan
Menulis berbasis kearifan lokal merupakan sarana untuk mengimplementasikan
karakter pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman tentang budaya,
dan dengan kekuatan kreativitas, mampu mempertahankan budaya lokal
terhadap sepak terjang budaya asing
Research Methods

Pendekatan penelitian : kuantitatif


Jenis penelitian eksperimen yang digunakan untuk mengukur suatu variabel
terhadap variabel lain variabel secara langsung dan dapat menguji hipotesis
hubungan kausal

Metode penelitian : Quasi-Experimental Design


nonrandomized desain pretest-posttest
Teknik pengambilan sampel : purposive sampling
Subjek penelitian : siswa SD kelas II SDN 1 Campurdarat tahun ajaran

2018/2019 terdiri dari 45 siswa


Instrumen penelitian : instrumen tes literasi budaya yang divalidasi oleh tiga
orang ahli, yaitu ahli bahasa, ahli penilai dan ahli belajar anak sekolah dasar
Teknik analisis data : Uji normalitas
Uji homogenitas
Uji komparatif menggunakan rumus Paired Sample T-
Test digunakan untuk menentukan efektivitas bahan
ajar namun karena data homogen maka uji
perbandingan dilakukan dengan rumus Wilcoxon
Findings & Discussion

Pembelajaran 1 sampai pembelajaran 6 nilai keterampilan menulis kreatif


jumlah siswa di atas 90%, dan lebih dari 85% nilai keterampilan menulis kreatif
berada di atas kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.
Hasil uji normalitas menggunakan Rumus Kolmogorov Smirnov, diketahui data
keterampilan menulis kreatif sebelum dan setelah menggunakan bahan ajar
berbasis kearifan lokal sama-sama tidak berdistribusi normal karena nilai
signifikansinya dibawah 0,05 (0,000 <0,05) dan di bawah 0,05 (0,003 < 0.05) jadi
keduanya tidak berdistribusi normal.
Uji homogenitas keterampilan menulis kreatif sebelum dan sesudah dengan
menggunakan perhitungan statistik berdasarkan mean, diperoleh nilai
signifikansi 0,154. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih dari 0,05
maka data penelitian adalah homogen.
Hasil uji komparatif dengan rumus Wilcoxon diperoleh nilai signifikansi 0,000
(<0,05) Hasil ini menunjukkan bahwa ada perbedaan keterampilan menulis
kreatif sebelum dan sesudah menggunakan tematik berbasis kontekstual
Bahan ajar berbasis kearifan lokal mengarahkan peserta didik untuk dapat
menemukannya pemikiran yang bijaksana dan memecahkan masalah budaya
lokal untuk membuat ide-ide baru sebagai hasil pemikiran.
Conclusion

Bahan ajar yang berbasis kearifan lokal memberikan pembelajaran


kontekstual sehingga hal tersebut mengajarkan siswa belajar dengan
situasi yang lebih konkret. Dengan cara ini, siswa lebih mudah
melakukannya mengembangkan ide-ide kreatif mereka dan
mengekspresikannya dalam bentuk tertulis. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis kearifan lokal efektif untuk
meningkatkan kreativitas keterampilan menulis. Itu diperkuat oleh Hasil
tes keterampilan menulis kreatif menunjukkan bahwa ada perbedaan
sebelum dan sesudah pemanfaatan bahan ajar berbasis kearifan lokal
2 PENGEMBANGAN BUKU TAMBAHAN
KETERAMPILAN MENULIS BAGI PEMULA BERMUATAN
KEARIFAN LOKAL UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR

Identitas Jurnal

Nama jurnal : Journal of Primary Education


Volume/nomer : Vol. 10 (3)
Halaman/tahun : (2021) : 317 – 325
E-ISSN/P-ISSN : 2502-4515 / 2252-6404
Focus and Scope : field of elementary
mathematics education,
science, Indonesian
languange and social studies
for primary education level 
Indexed by :
Identitas Peneliti

Nama peneliti : Nashihah Laila Masruroh, Hari Bakti Mardikantoro & Sugianto
Institusi : Universitas Negeri Semarang

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan pengembangan


buku suplement keterampilan menulis dengan muatan kearifan lokal untuk kelas
dua siswa sekolah dasar, mengembangkan produk buku pelengkap, dan tes
efektivitas produk buku pelengkap. Penelitian ini menggunakan metode
pengembangan dengan tujuh langkah yaitu studi pendahuluan, analisis kebutuhan
pengembangan, pengembangan produk awal, validasi produk dan revisi produk, uji
coba skala kecil dan revisi produk, uji coba skala luas dan peningkatan produk,
produk akhir. Data penelitian dikumpulkan melalui angket, lembar validasi, soal
prates dan pascates, dan kuesioner tanggapan.
Hasil penelitian menunjukkan buku tambahan menulis sangat dibutuhkan dalam
proses pembelajaran menulis bagi pemula. Hasil validasi buku sebesar 74,69%
dengan kategori valid dan hasil belajar aspek pengetahuan dan keterampilan
meningkat dengan skor n-gain 0,63 pada aspek pengetahuan dan 0,57 pada aspek
keterampilan. Berdasarkan hasil uji validasi dan efektifitas maka Buku suplement
efektif digunakan sebagai buku pelengkap dalam pembelajaran proses.
Introduction

Buku memiliki peran penting dalam dunia pendidikan yaitu sumber


ilmu yang bisa dipelajari pembelajar
Buku pelajaran yang beredar di sekolah umumnya masih berisi
semua aspek keterampilan bahasa dan materi yang disajikan kurang
mendalam oleh karena itu dibutuhkan buku pelengkap
Buku-buku yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah buku
pelengkap. Buku pelengkap atau buku teks pendukung dapat
berfungsi sebagai bacaan tambahan bagi siswa
Tidak banyak buku pelengkap yang membahas tulisan untuk pemula
kelas sekolah dasar, dan tidak ada yang isinya yang dapat
mengembangkan kepribadian siswa tersebut seperti nilai karakter,
nilai sosial, religius nilai-nilai, dan muatan kearifan lokal
Ruang lingkup kearifan lokal yang dikembangkan isinya adalah
kearifan lokal orang jawa, melalui nilai-nilai luhur yang dimasukkan
dalam cerita pendek, dan gambar ilustrasi di buku pelengkap
Intoduction- Tujuan Penelitian

untuk mengembangkan buku tambahan keterampilan menulis untuk


pemula dengan muatan kearifan lokal untuk kelas dua siswa sekolah
dasar.

Literature Review

Posisi buku memiliki peran penting dalam dunia pendidikan yaitu


sumber ilmu yang bisa dipelajari pembelajar (Septrianto, 2016).
Buku pelengkap atau buku teks pendukung dapat berfungsi sebagai
bacaan tambahan bagi siswa (Mudarwan, 2012).
Fungsi buku tambahan menurut Suherli (2010) adalah memperbaiki
kepribadian siswa, oleh karena itu perlu adanya masukkan konten ke
dalam buku tambahan.
Menurut Syarifa et al . (2015) Buku pelengkap merupakan sumber
daya pembelajaran alternatif untuk memaksimalkan kompetensi.
Buku Tambahan memiliki peran untuk mendukung dan melengkapi
sumber belajar yang sejalan dengan sekolah kebutuhan (Nuha, 2019)
Research Methods

Jenis penelitian pengembangan karena itu menghasilkan produk, yaitu


buku pelengkap keterampilan menulis berisi kearifan lokal untuk siswa
kelas dua
Desain penelitian : yang digunakan dari Borg & Gall (tujuh langkah yaitu
studi pendahuluan, analisis kebutuhan pengembangan, pengembangan
produk awal, validasi produk dan revisi produk, uji coba skala kecil dan
revisi produk, uji coba skala luas dan peningkatan produk, produk akhir)
Metode penelitian: One Group Design Pretest-Posttest. Kemudian
dilakukan analisis dari hasil pre-test dan post-test
Subjek penelitian : 50 siswa kelas dua Sekolah Dasar Negeri Sengi 2 dan SD
Negeri Mungkid 2
Instrumen penelitian : kuesioner kebutuhan guru dan kuesioner untuk
siswa dengan panduan dari peneliti, lembar validasi produk, tes, dan
angket respon
Teknik analisis data : analisis data kebutuhan, analisis data hasil uji
validasi, uji efektivitas menggunakan uji-t dan uji gain pada aspek hasil
belajar pengetahuan dan keterampilan
Findings & Discussion

Buku tambahan keterampilan menulis untuk pemula dengan muatan


kearifan lokal untuk kelas dua siswa sekolah dasar. Tambahan buku
memiliki peran untuk mendukung dan melengkapi sumber belajar
Materi disisipkan melalui contoh gambar ilustrasi dan cerita pendek
tentang seseorang aktivitas sehari-hari dan di lingkungan serta cerita
tradisi lokal dengan kearifan lokal yang sederhana memberikan
pengetahuan kepada siswa tentang budaya lokal yang perlu
dilestarikan
1. Aspek penyajian berdasarkan analisis kebutuhan yaitu urutan
sistematis, terdapat judul buku pelengkap, Kata Pengantar, Daftar Isi,
Materi, Latihan, glosarium bibliografi. Materinya disajikan dari materi
yang gampang sampai yang sulit, diberikan contoh dan latihan. Setiap
materi dilengkapi dengan ilustrasi dan warna yang menarik
2. Aspek linguistik didasarkan pada penulisan dan tanda baca yang
sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, menggunakan
pilihan kata yang tepat dan efektif, pilihan kata yang cocok untuk
membaca dan menggambar / ilustrasi, menggunakan kosakata yang
mudah digunakan siswa mengerti, kalimat yang digunakan efektif,
jelas dan tidak ambigu dan komunikatif
Findings & Discussion

3. Aspek grafis pelengkap buku, ukuran A4 (21cm x 29 cm), warna


cover dengan kombinasi warna yang senada, Jenis huruf dengan
memperhatikan ukuran huruf disesuaikan dengan kemampuan siswa
agar mudah membaca tulisan di buku tambahan. Gambar ilustrasi
yang digunakan adalah gambar manusia kegiatan, gambar
permainan tradisional, dan gambar tradisi budaya masyarakat
Hasil ujicoba buku pada uji coba skala luas dengan hasil Nilai N-gain
0.63 untuk hasil pembelajaran aspek pengetahuan (kategori sedang)
sedangkan Nilai N-gain 0,57 untuk hasil pembelajaran dalam aspek
keterampilan.
Hasil uji-t dengan skor t hitung > t tabel 11,19> 1.66 pada aspek
pengetahuan dan 10.12. > 1.66 pada aspek keterampilan t hitung > t
tabel terdapat selisih antara hasil pre-test dan post-test
Respon siswa dan guru juga menunjukkan respon positif terhadap
penggunaan buku tambahan keterampilan menulis untuk pemula
dengan muatan kearifan lokal melalui kuisioner
Hasil analisis data, buku tambahan keterampilan menulis untuk
pemula dengan muatan kearifan lokal bagi siswa kelas 2 SD
disimpulkan efektif.
Conclusion

Buku tambahan untuk pemula dengan muatan kearifan lokal


untuk kelas dua siswa sekolah dasar valid dan efektif digunakan
dalam proses belajar menulis pemula
3
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MODUL PEMBELAJARAN
MENULIS TEKS PENDEK (CERPEN) BERBASIS LITERASI
UNTUK SISWA SMA PARULIAN 1, MEDAN, INDONESIA

Identitas Jurnal

Nama jurnal : Budapest International


Research and Critics in
Linguistics and Education
(BirLE) Journal
Volume/nomer : Volume 2, No 3
Halaman/tahun : (2019) 398-409
E-ISSN/P-ISSN : 2655-1470 (Online),
2655-2647 (Print)
www.bircu-journal.com/index.php/birle
Identitas Peneliti

Nama peneliti :
Kasman Supriadi, Khairil Ansari, Abdurahman Adisaputera
Institusi :
Mahasiswa Magister dan dosen Universitas Negeri Medan Indonesia

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan


bahan ajar modul menulis Cerpen berbasis literasi di SMA Parulian 1
medan. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian
kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan
bahan ajar modul yaitu menentukan judul, tujuan, pemilihan materi,
penyusunan kerangka kerja, dan kumpulan bahan yang relevan dengan
bahan menulis cerita pendek dan teknik yang digunakan dalam menulis
cerita pendek. Selain itu, untuk menilai kelayakan produk yang
dikembangkan, uji validasi dilakukan dengan melibatkan dosen ahli, dan
guru bahasa Indonesia, serta tes siswa yang terbatas. Penilaian
kelayakan modul ini meliputi 4 aspek, yaitu aspek isi/materi,
penyajian, bahasa, dan grafik.
Introduction

Modul adalah bahan ajar tercetak dirancang untuk dipelajari


secara mandiri oleh peserta didik. Modul juga membuat siswa lebih
tertarik pada pembelajaran yang secara otomatis dapat meningkat
hasil belajar.
Berdasarkan Hasil wawancara ternyata modul lama tidak memiliki
rangkaian yang menarik kegiatan pembelajaran, materi terlalu
bertele-tele dan modul membosankan.
Spesifikasi produk yang diharapkan dalam penelitian ini berupa
literasi berbasis modul untuk mendukung gerakan literasi.
Pengembangan modul lama merupakan solusi yang dipilih oleh
peneliti untuk memecahkan masalah tersebut karena modul adalah
bahan ajar yang dirancang untuk dipelajari secara mandiri.
Literasi juga sangat terkait dengan pembelajaran Bahasa Indonesia
di sekolah dan dalam kurikulum 2013 yang secara umum bertujuan
agar siswa mampu mendengarkan bacaan dan melihat (melihat),
berbicara dan menulis.
Intoduction- Tujuan Penelitian

untuk mengetahui perkembangan bahan ajar modul menulis Cerpen


berbasis literasi dan mengembangkan literasi berbasis modul sebagai
pendukung gerakan literasi sekolah.

Literature Review

Modul (Ashyar, 2012: 155) didefinisikan sebagai salah satu bentuk bahan
ajar berbasis cetakan yang akan dirancang untuk pembelajaran mandiri
oleh peserta didik, oleh karena itu modul dilengkapi dengan petunjuk
untuk Belajar sendiri.
Dalman (2012: 5) menyatakan bahwa menulis adalah proses mengaitkan
kata, kalimat, paragraf, dan antar bab secara logis sehingga dapat
dipahami. Menulis merupakan kegiatan yang produktif dan ekspresif.
Menurut direktur jenderal pendidikan menengah (2016: 5), literasi lebih
dari membaca dan menulis, tetapi mencakup keterampilan berpikir
menggunakan sumberpengetahuan. Keterampilan membaca dan menu lis
sangat penting untuk dimiliki karena keduanya dapat membuka dan
memberikan wawasan berfikir, merangsang berimajinasi, berkreasi,
membimbing secara kritis dan objektif.
Research Methods

Jenis penelitian pengembangan karena itu menghasilkan produk,


yaitu modul Pembelajaran Menulis Cerpen Berbasis Literasi .
Waktu dan tempat penelitian: Penelitian dilakukan di SMA Parulian 1
Medan pada bulan Agustus 2018.
Pupulasi : siswa kelas XI SMA Parulian 1 Medan.
Sampel: sampel sebanyak 34 siswa untuk menguji efektivitas produk
yang dikembangkan .
Teknik pengambilan sampel : teknik random sampling, atau sampel
acak, atau sampel campuran.
Metode Penelitian: wawancara studi pendahuluan, angket, lembar
validasi (2 ahli materi dan desain; aspek kelayakan material, aspek
kelayakan bahasa, aspek kelayakan penyajian, aspek efek materi pada
pembelajaran, dan keseluruhan aspek penampilan).
Teknik analisis data : skala likert, dan tabel persentase kelayakan
Findings & Discussion

Hasil validasi diberikan oleh ahli materi, modul yang dikembangkan


diperoleh kelayakan isi 92,14% dengan kategori “valid”, yaitu
kelayakan penyajian 100% dengan kategori "valid", dan kelayakan
bahasa 90% dengan kategori “valid”, Hasil persentase rata-rata pada
aspek tampilan secara keseluruhan modul pembelajaran mencapai 95%
termasuk dalam kategori "valid".
Hasil validasi oleh ahli desain pada aspek grafis modul sebesar
90,77% dengan kategori “valid".
Berdasarkan uraian kelayakan materi dan desain hasil
pengembangan dapat disimpulkan bahwa modul literasi teks cerita
pendek untuk siswa kelas XI di SMA PARULIAN 1 MEDAN telah
memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku dengan mengacu
pada standar penilaian
Conclusion

Pertama, buku teks bahasa Indonesia yang digunakan dalam


pembelajaran berguna untuk memudahkan guru untuk
memberikan materi yang diajarkan, mereka bisa belajar mandiri,
untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen karena
dilengkapi dengan karya sastra yang dapat menjadi bahan bacaan
siswa dalam keterampilan menulis cerpen.
TERIMA KASIH