Media kontras pada teknik
pemeriksaan radiografi
colon in loopp
Adit Patrian 19002001
Ambar Dwi Wahyuni 19002003
Amelia Egalitha Riwantika 19002004
Annisa Azkya 19002005
Goval Arya Pangestu AS 19002018
Muhammad Iqbal 19002029
Mutia Rizky Haulina S 19002031
Pratiwi Mutiara 19002040
Rahma Diah Febriani 19002047
Repila Susmita 19002048
Suci Khoirunnisa 19002051
A.pengertian colon….
Usus besar merupakan bagian akhir dari proses
pencernaan, karena sebagai tempat pembuangan, maka
di usus besar sebagian nutrisi telah dicerna dan di
Absorbsi dan hanya menyisakan zat-zat yang tidak
tercerna. Usus besar atau disebut juga kolon dibedakan
atas 3 bagian, yaitu usus besar naik atau kolon
ascenden, usus besar melintang atau kolon
transversum, dan usus besar turun atau kolon
descenden
Anatomy
Struktur usus besar terbagi atas 6 daerah yaitu….
Cecum
Merupakan kantong yang terletak di bawah muara Ileum
pada usus besar. Panjang dan lebarnya kurang lebih 6 cm
dan 7,5 cm. Saekum terletak pada Fossa Iliaka kanan di
atas setengah bagian Lateralis Ligamentum Inguinale.
Colon Asenden
Bagian ini memanjang dari Saekum ke Fossa Iliaka Kanan
sampai ke sebelah kanan abdomen. Panjangnya 13 cm,
terletak di bawah abdomen sebelah kanan dan di hati
membelok ke kiri
Colon Transversum
Terletak tepat di bagian bawah perut dan menjalar dari kanan ke arah
kiri. Colon Transversum melekat pada perut akibat adanya kerja dari
sekelompok jaringan yang disebut sebagai Omentum.
Colon Desenden
Merupakan bagian dari colon yang terletak pada abdomen bagian kiri,
terletak membujur dari atas ke bawah dari fleksura lienalis sampai depan
ileum dan bersambung hingga ke colon sigmoid.
Colon Sigmoid
Sering disebut juga Colon Pelvinum. Panjangnya kurang lebih 40 cm dan
berbentuk lengkungan huruf S. Terbentang mulai dari Apertura Pelvis
Superior (Pelvic Brim) sampai peralihan menjadi Rektum di depan Vertebra
S-3. Tempat peralihan ini ditandai dengan berakhirnya ketiga Teniae Coli
dan terletak + 15 cm di atas anus.
Rectum
Bagian ini merupakan lanjutan dari usus besar, yaitu Colon Sigmoid
dengan panjang sekitar 15 cm. Rektum memiliki tiga Kurva Lateral serta
Kurva Dorsoventral. Mukosa Rektum lebih halus dibandingkan dengan
usus besar. Rektum memiliki 3 buah valvula: superior kiri, medial kanan
dan inferior kiri.
Patologi dan Fisiologi colon….
1. Tumor
2. Hemoroid interna
3. Ileus
4. Colitis
5. Divertikel
Dalam usus besar juga terdapat Cecum (usus buntu), yaitu
bagian awal usus besar yang berbentuk kantong. Cecum juga
berperan dalam penyerapan nutrisi dan air walaupun tidak
signifikan. Pada Cecum terdapat Appendix (umbai cacing),
kemungkinan merupakan sisa-sisa organ tubuh yang dimiliki
nenek moyang manusia (Organ Vestigial). Fungsi umbai cacing
belum diketahui dengan jelas saat ini.
Fungsi usus besar secara umum adalah
sebagai berikut
1.Memindahkan makanan
2.Menyerap air
3.Menyerap vitamin
4.Menguragi ph atau keasaman
5.Melindungi dari infeksi
6.Mengeluarkan kotoran
Indikasi :
1. Kolitis
2. Carsinoma atau keganasan
3. Megakolon
4. Ileus Obstruksi
5. Invaginasi
6. Atresia ani
Kontra indikasi:
1. Perforasi
2. Obstruksi akut atau
penyumbatan.
3. Diare berat.
Persiapan pasien
1. 48 jam sebelum pemeriksaan pasien makan makanan lunak rendah serat
2. 18 jam sebelum pemeriksaan minum tablet dulcolax
3. 4 jam sebelum pemeriksaan pasien diberi dulcolax kapsul per anus
selanjutnya dilavement
4. Seterusnya puasa sampai pemeriksaan
5. 30 menit sebelum pemeriksaan pasien diberi sulfas atrofin 0,25-1mg/ oral
untuk menguragi pembentukan lendir
6. 15 menit sebelum pemeriksaan pasien diberi suntikan buscopan untuk
mengurangi peristaltik usus.
Persiapan alat
1. Pesawat sinar-X yang dilengkapu fluroscopy
2. Kaset dan film
3. Marker
4. Standar irigator dan irigator set lengkap dengan kanula rectal
5. Apron
6. Vaselin dan jelly
7. Sarung tangan
8. Kain kassa
9. Plester
10. Tempat mengaduk media kontras
11. penjepit
Persiapan bahan
1. Media kontras, yang sering dipakai adalah larutan barium dengan
konsentrasi antara 70-80 W/V %. Bnyak nya lrutan ml trgantung
pada panjangnya kolon.
2. Air hangat untuk larutan barium
3. Vaselin atau jelly, digunakan untuk menghilangi rasa sakit saat
kanuladimasukkan kedalam anus.
Pemasukan media kontras
1. Media kontras tunggal
Barium dimasukan lewat anus sampai mengisi daerah sekum.
Selanjutnya dibuat foto full filling.
2. Media kontras ganda kontrasnya berupa campuran antara BaSO4
dan udara.
Terdapat 5 tahap :
a) Tahap pengisian
b) Tahap pelapisan
c) Tahap pengosongan
d) Tahap pengembangan
e) Tahap pemotratan
C. Teknik pemeriksaan in loopp
1. TEKNIK PEMERIKSAAN PROYEKSI AP
Tujuan : untuk memperlihatkan fleksura linealis dan fleksura hepatika
Posisi Pasien : Pasien supine di atas meja pemeriksaan.
Posisi Objek : -MSP di pertengahan meja
-SIAS berjarak sama dengan permukaan meja
-Perisai gonad.
Respirasi : Tangguhkan
CR : Vertical tegak lurus
CP : MSP setinggi krista iliaca
FFD : 100 cm
Batas Kolimasi : batas atas : Proc. Xypoideus
batas bawah : Simp.pubis
HASIL RADIOGRAF….
Struktur yang terlihat
Seluruh kolon nampak,
termasuk hepatica flexure
dan rectum Single contras
Double contras.
2. Pemeriksaan Radiograf Proyeksi PA
Tujuan : untuk memperlihatkan fleksura linealis dan fleksura hepatika
Posisi Pasien : Pasien prone di atas meja pemeriksaan.
Posisi Objek : -MSP di pertengahan meja
-SIAS berjarak sama dengan permukaan meja.
-Selain pemosisian untuk proyeksi PA, letakkan meja
fluoroskopik di sedikit posisi Trendelenburg jika diperlukan. Posisi meja
ini membantu memisahkan loop usus yang berlebihan dan tumpang
tindih dengan "menumpahkan" mereka keluar dari panggul.
-Melindungi gonad.
Respirasi : Tangguhkan.
CR : vertical tegak lurus
CP : pada MSP tubuh setinggi iliac creasts
FFD : 100 cm Eksposi: ekspirasi tahan nafas
Batas Kolimasi : batas atas : Proc. Xypoideus
batas bawah : Simp.pubis
HASIL RADIOGRAF….
Struktur yang tampak:
Seluruh kolon, termasuk
fleksura dan rectum
3. Pemeriksaan Radiograf Proyeksi AP Axial
Tujuan : Untuk memperlihatkan fleksura linealis dan fleksura
hepatika
Posisi pasien : Letakkan pasien dalam posisi terlentang.
Posisi bagian : - Pusatkan MSP ke tengah meja pemeriksaan.
-Sesuaikan bagian tengah IR pada level kira-kira 2 inci (5
cm) di atastingkat puncak iliaca
-Melindungi gonad
Respirasi : Tangguhkan.
CR : Diarahkan 30 sampai 40 derajat ke atas masukkan garis
tengah tubuh kira-kira 2 inci (5 cm) di bawah permukaan dari ASIS
Diarahkan untuk masuk ke margin inferior simfisis pubis saat
collimated gambar yang diinginkan untuk demonstrasi daerah
rektosigmoid
HASIL RADIOGRAF….
4. Pemeriksaan Radiograf Proyeksi PA Axial
Tujuan : Untuk memperlihatkan fleksura linealis dan
fleksura hepatika
Posisi Pasien : Letakkan pasien dalam posisi tengkurap.
Posisi Objek :
MSP di pertengahan meja. SIAS berjarak sama dengan permukaan meja
Perisai gonad.
Respirasi : Tangguhkan
CR : 30 hingga 40 derajat caudal
CP : pada MSP tubuh setinggi iliac crests
FFD : 00 cm
Batas Kolimasi : Sesuaikan ke 14 × 17 inci (35 × 43 cm) di
kolimator
HASIL RADIOGRAF….
5.Pemeriksaan Radiograf Proyeksi AP Oblique (LPO)
Tujuan : untuk melihat fleksura hepatica
Posisi pasien : Letakkan pasien dalam posisi terlentang.
Posisi objek : Dengan lengan kiri pasien di samping tubuh dan
lengan kanan melintasi dada bagian atas, minta pasien
berguling ke pinggul kiri untuk mendapatkan 35- hingga 45-
rotasi derajat.
Gunakan spons pemosisian dan tekuk lutut kanan pasien untuk
stabilitas, jika dibutuhkan.
Pusatkan tubuh pasien ke garis tengah dari grid.
Sesuaikan pusat IR di tingkat dari puncak iliaka (Gbr. 1 7- 1 1 0).
Melindungi gonad.
Respirasi : Tangguhkan.
CR : Vertikal Tegak lurus
CP :kira-kira 2,5 sampai 5 cm di lateral garis tengah tubuh pada
sisi yang ditinggikan setinggi puncak iliaka.
HASIL RADIOGRAF....
Struktur yang tampak:
Seluruh kolon tampak.
6. Pemeriksaan Radiograf Proyeksi AP Oblique (RPO)
Tujuan : untuk melihat fleksura lienalis
Posisi pasien : Letakkan pasien dalam posisi terlentang.
Posisi bagian : Lengan kanan pasien di samping tubuh dan
lengan kiri di dada bagian atas, pasien dirotasikan 35-45
derajat terhadap meja.
Gunakan spons pemosisian dan tekuk lutut kanan
pasien untuk stabilitas, jika dibutuhkan.
Pusatkan tubuh pasien ke tengah dari grid.
Sesuaikan pusat IR di tingkat dari puncak iliaka
Melindungi gonad.
Respirasi : Tangguhkan.
CR : Tegak lurus
CP : 1-2 inci (2,5-5 cm) ke lateral dari titik tengah
kedua krista iliaca
Batas kolimasi : batas atas : Proc. Xypoideus
batas bawah : Simp.pubis
HASIL RADIOGRAF….
Struktur yang tampak:
Seluruh kolon, fleksura
linealis sedikit superposisi
dibanding PA, colon
descendens.
7. Pemeriksaan Radiograf Proyeksi PA Oblique (RAO)
Tujuan : untuk melihat fleksura lienalis
Posisi pasien : Letakkan pasien dalam posisi prone di atas meja
pemeriksaan
Posisi bagian : Lengan kanan pasien di samping tubuh dan lengan
kiri di kepala, pasien dirotasikan 35-45 derajat
terhadap meja. Gunakan spons pemosisian dan lenturkan
lutut kiri pasien untuk stabilitas
Pusatkan tubuh pasien ke tengah dari grid.
Sesuaikan pusat IR di tingkat dari puncak iliaka
Melindungi gonad.
Respirasi : Tangguhkan.
CR : vertical tegak lurus
CP : 1-2 inci (2,5-5 cm) ke lateral dari titik tengah kedua
krista iliaca
Batas kolimasi : batas atas : Proc. Xypoideus
batas bawah : Simp.pubis
HASIL RADIOGRAF….
Struktur yang tampak:
Seluruh kolon, fleksura
linealis sedikit superposisi
dibanding PA, colon
descendens.
8.Pemeriksaan Radiograf Proyeksi Lateral
Tujuan : untuk memperlihatkan rectum
Posisi Pasien : Pasien berbaring miring keseblah kanan atau kiri.
Posisi Objek :
Pusatkan bidang midcoronal ke tengah dari grid.
Tekuk sedikit lutut pasien untuk stabilitas, dan tempatkan penyangga di
antara lutut untuk menjaga panggul tetap lateral.
Sesuaikan bahu dan pinggul pasien menjadi tegak lurus dan Sesuaikan
pusat IR ke ASIS.
Respirasi : Tangguhkan.
CR : vertical tegak lurus
CP : 5-7 cm kearah superior dari batas atas Krista iliaka
FFD : 100 cm
Batas Kolimasi : batas atas : Proc. Xypoideus
batas bawah : Simp.pubis
HASIL RADIOGRAF….
Struktur yang tampak:
Daerah rekrum dan sigmoid
9. Pemeriksaan Radiograf Proyeksi AP (RLD)
Posisi Pasien : letakan pasien disisi kanan dengan punggung atau
perut bersentuhan dengan kaset vertikal
pastikan pasien tidak jatuh dari meja pemeriksaan
posisi Objek : pusatkan bidang midsagital
sesuaikan bagian tengah IR ke puncak iliaca
pelindung gonad
respirasi : tangguhkan
CR : Horizontal tegak lurus terhadap IR
CP : Berada di MSP tubuh setinggi iliac creasts
FFD : 100 cm
HASIL RADIOGRAF….
10. Pemeriksaan Radopgraf Proyeksi PA (LLD)
Posisi Pasien : pasien recumbent
Posisi Objek :
Fleksikan kaki pasien , pusatkan MSP
sesuaikan bagian tengah IR pada puncak iliaka
Respirasi : tangguhkan
CR : Horizontal tegak lurus terhadap IR
CP : Berada di MSP tubuh setinggi iliac creasts
FFD : 100 cm
HASIL RADIOGRADF….
Struktur yang tampak:
Bgian ats sisi lateral dari
kolon asenden naik dan bgian
tengah kolon desenden saat
terisi udara
11. Pemeriksaan radiograf proyeksi LVD
Posisi pasien : Tempatkan pasien dalam posisi tengkurap dengan
menyamping baik di sisi kanan maupun kiri perangkat grid vertikal.
Posisi Objek : Angkat pasien pada penyangga radiolusen, dan pusatkan
bidang midcoronal ke bingkai. Sesuaikan pusat IR pada tingkat puncak
iliaka.
CR :Sinar tengah Horizontal dan tegak lurus terhadap IR. CP :
Berada di MSP tubuh setinggi iliac creasts
FFD : 100 cm
HASIL RADIOGRAF….
Kesimpulan dan saran
Kesimpulan :
Usus besar adalah bagian dari sistem pencernaan. Usus besar
merupakan bagian akhir dari proses pencernaan, karena sebagai tempat
pembuangan, maka di usus besar sebagian nutrisi telah dicerna dan di
Absorbsi dan hanya menyisakan zat-zat yang tidak tercerna.
Patologi dari colon terdiri dari tumor, Hemoroid interna, Ileus,
Colitis, Divertikel. Sedangkan fisiologinya salah satunya memindahkan
Makanan dan menyerap Vitamin.
Colon in loop merupakan teknik pemeriksaan radiologi usus besar
yang dapat menggunakan kontras tunggal dan kontras ganda. Kontras
tunggal dengan menggunakan larutan kontras barium, sedangkan kontras
ganda menggunakan larutan barium dan udara.
Saran :
Sebaiknya dalam melakukan pemeriksaan dan proses penyinaran jangan
sampai di lakukan berulang karena bisa berdampak pada organ yang di
sinari seperti terjdinya peubahan struktur gen dan jaringan sel.
TERIMA KASIH
APA KAH DARI TEMAN
TEMAN ADA YG INGIN
DITANYAKAN ???