Anda di halaman 1dari 26

SELASA, 14 JANUARI 2014

VENOGRAFI
A. Pengertian
Venografi ialah ujian radiologi untuk vena dengan menggunakan X-ray selepas
suntikan medium kontras ke dalam vena melalui jarum atau kateter. Venografi
boleh dikira sebagai satu prosedur invasi untuk melihat saluran darah vena.
Prosedur ini diperlukan apabila vena perlu ditunjukkan secara jelas atau apabila
kaedah-kaedah lain tidak berjaya dilaksanakan. Venografi boleh dilaksanakan
untuk menunjukkan vena pada anggota badan di bahagian bawah, atas, pada
kepala dan vena yang lebih besar dalam dada atau di dalam abdomen.
Karena tes Venogram mahal, tidak nyaman, dan membawa beberapa resiko, itu
sebagian besar telah digantikan oleh tes pencitraan kurang invasif. Namun,
venography masih dapat dilakukan dalam kasus-kasus sulit tertentu untuk bisa
melihat

lebih

dekat

pada

pembuluh

darah.

Pada wanita dengan DVT ( Deep Vein Thrombosis ) dicurigai, venography


biasanya dilakukan hanya setelah tes lain telah gagal menemukan bekuan. Sebagai
contoh, USG mungkin gagal untuk menemukan bekuan, tapi tes D-dimer positif
dapat menunjukkan ada gumpalan di suatu tempat. Dalam kasus ini, venography
dapat digunakan untuk mencoba untuk mencari bekuan USG mungkin telah
terjawab.
Pada wanita dengan emboli paru diduga ( bekuan darah yang terbentuk di
pembuluh darah dan memutuskan untuk menjadi tersangkut di arteri paru-paru),
CT venography dapat ditambahkan ke angiogram CT standar untuk mencoba
untuk menemukan sumber bekuan darah. Namun, ada kontroversi mengenai
apakah manfaat menemukan bekuan vena dalam wanita adalah sepadan dengan
radiasi ekstra exposure.

Pada wanita dengan penyakit vena kronis, Venogram sesekali mungkin akan
diminta untuk memberikan gambar yang lebih rinci dari vena, membantu untuk
merencanakan suatu prosedur untuk mengobati vena disease. Namun, dalam
kebanyakan kasus tes USG cukup akurat untuk mendiagnosa penyakit vena kronis
dan rencana perawatan.
Venography masih tes pilihan untuk memvisualisasikan pembuluh darah pada
wanita dengan bawaan (di-lahir) cacat dalam pembentukan pembuluh darah, dan
untuk merencanakan pengobatan untuk kondisi tersebut.

B. Pembuluh Darah Vena


Beberapa arteri mempunyai dua vena pendamping :
Dianggota gerak atas terdapat vena radialis dan vena ulnaris yang kemudian
bersatu disiku menjadi vena brakhealis, lalu menjadi vena axilaris dan akhirnya
menjadi vena subklavia. Dari vena subklavia kiri dan kanan bersatu menjadi vena
jugularis internal dan membentuk vena inominata kiri dan kanan sehingga bersatu
membentuk vena kava superior.
Arteri Ekstremitas Bawah :
Arteri Pelvis
Arteri illiaka Komunis Dex-Sin
Arteri illiaka Eksterna
Arteri illiaka Interna
Arteri Femoralis
Arteri Tibialis
Arteri Fibularis

Arteri Comunica Fiblaris

Dianggota gerak bawah vena tibialis anterior dan posterior bersatu untuk menjadi
vena poplitea, dan kemudian menjadi vena femoralis dan akhirnya menjadi vena
illiaka komunis. Vena illiaka kanan dan kiri bersatu dan membentuk vena kava
inferior.
Arteri Ekstremitas Atas :
Arteri Subclavia
Arteri Axillaris
Arteri Subskapularis
Arteri Thorakodorsalis
Arteri Circumfleksi
Arteri Branchialis
Arteri Profunda
C. Indikasi Pemeriksaan
Deep Vein Thrombosis ( DVT ) : pembekuan darah di pembuluh darah kaki
dan perut bagian bawah.

Tromboflebitis : peradangan pada urat disebabkan oleh bekuan darah kepala


dan leher pengeringan.
Serviks tulang rusuk : extra rib di leher
Sindrom Kompartemen : death meningkatkan tekanan dalam ruang tertutup
menyebabkan kematian jaringan.
Penyakit Urat Kronis : dan membantu prosedur rencana untuk meningkatkan
aliran darah
Kelainan bawaan dari system vena

D. Kontra Indikasi Pemeriksaan


Anafilaksis ( Alergi serius terhadap obat atau makanan )
Diabetes
Memiliki riwayat perdarahan masalah atau sedang menggunakan obat-obatan
pengencer darah.
Ginjal kronik atau akut
Ibu Hamil atau menyusui.

E. Modalitas
Foto konvensional
CR (Computed Radiology)
CT SCAN (Computed Tomography
MRI (Magnetic Resonance Imaging)
USG (Ultrasonography)
DSA (Digital Subtraction Angiography)

F.

Peralatan dan Bahan

Peralatan unsteril :
Flouroscopy unit dengan perangkat spot film
Meja Radiografi
Tourniquet band elastic
Baju Pasien
Peralatan Steril :
Wing needle
Kontras Media
Spuit
Kapas Alkohol
Kateter
Kawat penunjuk ( Guide Wire )

G. Persiapan Pasien
Mengganti semua pakaian dan perhiasan mengenakan baju pasien
Pemberian obat pengencer darah untuk mencegah penggumpalan selama
prosedur
Puasa 4 8 jam sebelum prosedur pemeriksaan

H. Media Kontras
50 100 ml bahan kontras disuntikan
Bolus diikuti oleh pencitraan radiografi sebagai bahan mengalir ke vena pusat

I.

Teknik Pemeriksaan

Posisi Pasien : Pasien supine diatas meja pemeriksaan, kedua lengan dan kaki
berada di garis lurus meja pemeriksaan
Posisi Objek : Posisi Ekstremitas bawah ( kaki ) diputar eksorotasi.
Teknik Pemasukan bahan kontras media.
Pheriperal Venography biasanya memakan waktu 30 sampai 45 menit.
Pemasukan bahan kontras Peripheral Venography terbagi menjadi 2 :
1.

Ascending Venography

Dimulai dengan penempatan kateter dalam pembuluh darah perifer. Perangkat


jalur akses yang paling sering digunakan adalah kateter intravena pendek
dimasukkan ke dalam vena superficial pada dorsum tangan atau kaki.
Posisi Pasien : ekstremitas atas dapat dilakukan dengan pasien berbaring,
sedangkan ekstremitas bawah biasanya dilakukan pada meja fluoroscopy miring
dengan pasien awalnya dalam posisi berdiri kemudian dibaringkan sesuai
kebutuhan untuk melihat anatomi dan fisiologinya.

2.

Descending Venography

Selalu membutuhkan akses kateter langsung ke dalam vena. Dalam kebanyakan


kasus situs akses vena femoralis kontra lateral ke sisi yang diperiksa

Diposkan oleh selvirayasa mellyka di 00.56


http://m3llyk4r1.blogspot.com/2014/01/venografi_14.html

venacafografi inferior
Diposkan oleh 7radiographer on Selasa, 22 Februari 2011 di 22.40
Definisi
Venografi adalah pemeriksaan radiografi dari sistem vena dengan
penyuntikkan kontras media positif.
Vena Cavografi Inferior adalah pemeriksaan radiografi dari vena
cava inferior dengan menggunakan kontras media.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk memperlihatkan ada atau tidaknya kelainan pada
pembuluh darah vena cava inferior.

II.2

Anatomi Fisiologi

Vena mengantarkan darah ke jantung. Dimulainya sebagai pembuluh darah kecil


yang terbentuk dari penyatuan kapiler. Vena kecil-kecil ini bersatu menjadi vena
lebih besar, mungkin juga membentuk batang vena yang makin mendekati jantung
makin besar ukurannya. Vena lebih banyak dari pada arteri dan ukurannya pun
lebih besar.
Vena dalam atau vena komitan mendampingi arteri utama dan diberi nama sama
dengan nama arterinya. Beberapa arteri mempunyai dua vena pendamping.
Inferior vena cava (IVC) dibentuk oleh pertemuan vena iliaka umum anterior
tubuh L5. IVC ini naik di retroperitoneum, di sebelah kanan garis tengah. (Bagian
atas perut adalah tertanam di permukaan posterior dari lobus kanan hati). Hal ini
menguras lumbal, vena ginjal dan hati, dan pembuluh darah yang tepat gonad,
adrenal, dan frenikus. IVC menembus diafragma di sekitar tingkat T8 dan
mengalir ke atrium kanan.

II.3
-

Indikasi dan Kontra Indikasi


Indikasi
Indikasi dilakukan pemeriksaan vena cavografi inferior antara

lain :

a.

Edema, yang dikarenakan adanya infeksi pada vena cava inferior.


Pada

ekstraseluler dan

umumnya

edema

berarti

meningkatnya

volume

cairan

ekstravaskuler disertai dengan penimbunan cairan ini dalam

sela-sela jaringan dan rongga serosa. Dapat bersifat setempat atau umum.
Dalam rongga pleura dan rongga pericard normal juga terdapat cairan
sedikit, sekedar untuk membasahi lapisan permukaan. Dalam rongga pericard
misalnya normal terdapat 5 25 ml cairan.
Faktor yang dapat berkontribusi pada pembentukan edema :
1. Difasilitasi oleh peningkatan tekanan hidrostatik
2. Mengurangi tekanan oncotic dalam pembuluh darah oleh peningkatan
permeabilitas dinding pembuluh darah seperti dalam peradangan atau oleh
penyumbatan cairan izin melalui limpatik oleh perubahan dalam sifat
mempertahankan air dari jaringan sendiri.
b.

Trombosis

Trombus ialah suatu benda yang tersusun oleh dan dari unsur-unsur darah di
dalam pembuluh darah atau jantung sewaktu masih hidup.
Proses pembentukan trombus dinamai trombosis. Thrombus harus dibedakan
dengan beku darah yang terjadi sesudah meninggal ( postmortem clot ).
Akibat-akibat trombosis :

Trombus yang terbentuk dalam vena menimbulkan :

Statis darah

Bendungan pasif

Edema dan kadang-kadang nekrosis

c.

Pelebaran Vena
Varises dan aneurisma vena

d.

Penyumbatan Vena

e.

Gangguan Katup vena misalnya insufisiensi katup vena perforantes

f.

Mengukur tekanan vena di tempat tempat tertentu

g.

Penekanan vena oleh masa tumor ,misalnya tumor mediastinum

Kontra Indikasi

a.

Penyakit jantung aktif

b.

Myocardial Infarction ( Sebuah serangan jantung )

c.

Alergi iodium (bahan kontras yang digunakan iodium)

II.4

Persiapan Pemeriksaan

Pasien diminta mengisi lembar persetujuan akan dilakukan pemeriksaan atau

inform concent.
-

Semua peralatan steril maupun non steril dipersiapkan.

Pasien diberi penjelasan mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan.

II.5

Alat dan Bahan

Steril
-

Kateter polythene multiple 50 60 cm

Guide wire

Jarum punksi

Spuit ukuran 2 cc untuk skin test

Kassa dan sarung tangan steril.

Y connection (penghubung kateter)

Kain atau alas steril

Unsteril
-

Bengkok

Korentang

Handuk

Kain kassa unsteril

Gergaji ampul

Betadine

Alkohol

Kontras media

Obat obatan emergency

II.6

Prosedur Pemeriksaan

Sebuah venogram vena cava inferior digunakan terutama untuk menunjukan


keberadaan thrombus atau penempatan vena cava inferior.
-

Penginjeksian biasanya melalui sisi lubang catheter multiple yang

dimasukan melalui vena femoralis dan diposisikan pada iliac vein atau aspek
inferior dari vena cava inferior.
-

Radiograf

dapat

diperlukan

untuk

menghasilkan

opasifikasi

vasculaturate dari cateter ke atrium kanan. Penginjeksian yang sesuai dan


program film yaitu 25 ml/detik untuk 50 ml volume total dan 2 film perdetik
untuk 4-8 detik pada kedua bidang. Pemfilman dimulai pada akhir menahan
pengeluaran nafas.

II.7

Venogram tungkai bawah


Venogram tungkai bawah merupakan hal yang umum dilakukan untuk

melihat thrombosis vein dalam kaki. Venogram ini biasanya dihasilkan dengan
pembuatan suatu injeksi melalui sebuah needle yang ditempatkan langsung ke
dalam vena superficialis pada kaki. Ahli radiografi kemudian megobservasi
petunjuk berikut :

1.

Membuat radiograf dengan posisi pasien di atas sebuah meja miring pada

posisi semi tegak lrus pada sudut minimum 45 derajat bila memungkinkan.
2.

Mulai mengambil gambaran radiograf pada bagian pergelangan kaki dan

diteruskan dengan mengarahkan secara superior untuk meliputi vena cava inferior
sebagai lanjutan injeksi.
3.

Posisi tambahan diberikan pada saat melakukan floroskopi ,dan biasanya

menghasilkan proyeksi proyeksi AP dengan kaki bagian dalam dirotasi 30 derjat


untuk mencakup keseluruhan daerah yang menjadi perhatian.
4.

Lakukan proyeksi lateral pada pasien bila diperlukan.

5.

Jika

pengambilan

film

radiograf dilakukan

dengan

posisi

pasien

terlentang ,gunakan turniket tepat proksimal terhadap pergelangan kaki dan lutut
untuk memperkuat pengisian vena vena pada kaki.
6.

Biasanya gambaran radiograf serial penyinaran dihasilkan dengan bucky

tray atau pengubah film terpisah 5 sampai 10 detik. Injeksi dapat dibuat dengan
tangan ,atau sebuah injector otomatis yang dapat diset untuk membawa 1 atau 2
ml/detik untuk total injeksi 50-100ml.
Pada suatu prosedur angiografi ,metode metode tepat harus diikuti dan urutan
pemfilman dan injeksi harus ditentukan pada konsultasi dengan dokter ahli.
Sebagaimana seluruh prosedur pembedahan dilakukan ,perawatan harus dilatih
untuk memastikan bahwa teknik teknik steril diatur secara ketat. Posisi tepat

terhadap pasien juga penting sehingga bagian bagian tubuh yang diinginkan akan
cukup ditunjukan. Hal yang juga penting adalah bahwa kehati hatian dan
kerjasama yang baik antara dokter ahli dan ahli radiograf dan pasien akan
menghasilkan radiograf dengan jumlah informasi diagnostic maksimum.

II.8

Penempatan Filter (Penyaring) pada vena cava inferior


Proses pemindahan embolus pada kaki biasa dilakukan dengan

pemeriksaan vena cava inferior dari sisi kanan hati dan disangkutkan pada arteri
pulmonaris. Sebuah filter dapat ditempatkan secara percutan padavena cava
inferior untuk menangkap sebuah embolus.
Ide pertama untuk menangkap embolus sudah dimulai sejak tahun 1784
,dan pembedahan pada bagian vena cava inferior pada tahun 1869. Prosedur ini
dan prosedur pembedahan parsial tersebut memiliki kelemahan komplikasi yang
tinggi ,tidak hanya dari proses pembedahan tetapi juga dari kemampuan
pengaliran vena dari anggota tubuh bawah.
Teknologi kateterisasi dikembangkan dalam bentuk balon untuk vena
cava inferior ,tetapi prosedur ini juga berakibat terjadinya komplikasi dari
kemampuan pengaliran dari anggota tubuh bawah. Penyaringan pertama kali
didesain untuk menangkap emboli pada vena cava pada tahun 1967 oleh Mobin
Uddin . Terdiri dari 6 logam yang digabung pada satu ujung untuk membentuk
sebuah conical yang kemudian ditutup oleh canopy plastic. Canopy plastic terlalu
mahal dan sulit ,sehingga filter Mobbin Uddin ini tidak digunakan lama. Karena
tusukan itu menyerupai sebuah paying terbuka ,penyaring vena cava pada semua
tipe untuk beberapa tahun mengacu pada sebuah penyaring filter payung.

Vena thrombosis anggota tubuh bagian bawah tidak membentuk


pengindikasian untuk penempatan filter vena cava inferior. Normalnya
,pengobatan tentang kandungan darah diatur untuk mengubah vena thrombosis.

Ketika terapi anti coagulant dikontraindikasikan karena hemoharging atau resiko


hemorrhaging

,penempatan

filter

mungkin

digunakan

sebagai

indikasi.

Penempatan filter sendiri memiliki resiko,mereka mencapai thrombosis pada vein


melalui filter yang dimasukan dan caval thrombosis ,tetapi resiko secara normal
yang tidak mengancam hidup sesudah penempatan filter. Penting untuk dicatat
bahwa penempatan filter vena cava inferior adalah tidak mengobati untuk
kedalaman vena trombosis pada kaki tetapi dipakai untuk mereduksi perubahan
embolisme pulmonary.
Pulmonary vena cava inferior tersedia dalam berbagai bentuk. Semua
filter ini berbentuk cateter dan bentuknya fungsional. Pemasukan cateter melalui
penutup pada ukuran 9-29 Fr. Filter membuat metal inert (lembam) dan didesain
untuk penempatan permanen. Filter Kirmlay Greenfield disusun dalam 6 kaway
topangan. Digabungkan pada aspek untuk menjadi bentuk conical. Masing masing
topangan memiliki sangkutan pada ujung dinding dari vena kava. Filter Titanium
Greenfield adalah modifikasi dari Kirmlay Green field yang dimasukan melalui
sebuah venotomi kecil. Filter Vena Tech juga terdiri dari 6 logam penopang
membentuk kerucut ,tetapi masing masing ujung penopang dengan sebuahsisi
jeruji yang parallel ke dinding vena cava. Sisi jeruji miliki kaitan untuk menahan
filter pada tempatnya. Filter Gianturco Roehm Birds nest terdiri atas kawat yang
tajam yang disangkutkan pada masing masing ujung oleh kawat topangan
sangkutan berbentuk V. Filter Simon Nitinol disusun oleh kawat yang memiliki
penyimpan thermal (suhu). Alat ini sangat menyatu pada pemasukan ,untuk
melengkapi pembedaan bentuk ketika ditempati pada sekitar temperatur tubuh
pada vena cava. Secara inferior alat ini memiliki 6 kawat penopamg berbentuk
kerucut ,dan secara superior memiliki 7 rangkaian kawat yang saling terkait
untuk tambahan . Beberapa filter didesain untuk penempatan sementara . Mereka
memiliki sebuah sangkutan dasar yang melaluinya. Filter sementara lainnya
dipakai dengan pemasukan cateter ,beberpa filter kateter harus diambil setelah 10
hari atau akan menjadi permanen pada vena cava endothelium.

Filter secara percutan dimasukan melalui femoral .jugular ,atau vena


cubiti ,atau balasannya untuk penempatan pada bagian vena cava inferior hanya
inferior ke renal vein adalah penting untuk menghindari resiko renal vein
thrombosis ,yang dapat dihasilkan jika vena cava mempengaruhi ke level superior
pada renal vein thrombus besar pada sebuah filter. Sebuah vena cavogram
inferior menggunakan teknik Seldinger ,yang biasanya diambil dari vena femoral
kanan. Cavogram vena inferior didefinisikan sebagai anatomi yang mencakup
tingkat renal vein ,mendeterminasi diameter vena cava dan mengatur keberadaan
thrombus .Sebuah filter dimasukan dari bagian jugular atau antecublial mendekati
bagian yang diindikasikan jiak thrombus berada pada vena cava inferior. Diameter
vena cava inferior mempengaruhi pemilihan filter ,karena masing masing filter
memilki

diameter

maksimum.

Penempatan

radiograf

dihasilkan

untuk

mendokumentasikan lokasi dari filter tersebut.

II.8

Perawatan Pasien

Pengukuran tekanan darah.

Pengukuran denyut nadi.

Pengamatan KU pasien (kontrol umum) dilakukan 15 menit sekali

sampai 2 jam.
-

Pengamatan bekas punksi apakah terjadi hematom.

BAB III
PENUTUP

III.1

Kesimpulan
Vena Cavografi Inferior adalah pemeriksaan radiografi dari vena

cava inferior dengan menggunakan kontras media.


Vena Cavografi Inferior ditujukan untuk menunjukkan keberadaan thrombus atau
oklusi dari vena cava inferior. Injeksi biasanya dibuat dengan lubang multiple
kateter yang dimasukkan ke vena femoralis dan biasanya diposisikan pada daerah
vena iliaca atau bagian inferior dari IVC. Radiografi diperlukan untuk
menunjukkan peredaran opaksiti dari tip kateter sampai atrium kanan.
Injeksi yang dilakukan dan program film yang dipakai adalah 25 ml/sec.
Untuk total volume sebesar 50ml dan 2 film perdetik untuk 4-8 detik baik pada
kedua bidang.

http://7radiographerindo.blogspot.com/2011/02/venacafografi-inferior.html

PLEBOGRAFI BAB I PENDAHULUAN 1.1

Latar Belakang Radiologi

merupakan salah satu ilmu dari bidang kedokteran, yang mempelajari teknik dari
pengambilan gambar foto rontgen dengan menggunakan sinar-x, pelayanan
radiologi di rumah sakit sangat dibutuhkan sekali untuk menegakkan diagnosa
sebagai penunjang pelayanan medis dan juga menghasilkan pencitraan yang baik
terhadap objek yang akan diperiksa. Seiring dengan perkembangan dunia
kesehatan terutama dalam bidang radiologi yang menghasilkan foto rontgen
dalam membantu dalam mendiagnosa penyakit oleh para dokter ahli maka
dibuatlah beberapa teknik khusus dalam pengambilan gambar (foto) sesuai objek
yang akan dilakukan pemeriksaan. Teknik-teknik tersebut wajib diketahui oleh
para radiografer untuk membantu dalam pemeriksaan-pemeriksaan khusus dan
agar tidak terjadi kesalahan dalam pemeriksaan. Para radiografer juga diwajibkan
untuk memahami dan mengetahui nama-nama anatomi tubuh serta macam-macam
penyakit

untuk

menunjang
1.2

pemeriksaan

melalui

foto

rontgen.

Tujuan Penulisan Untuk menambah wawasan dan

pengetahuan yang kami miliki sebelumnya dan juga untuk mengembangkan


potensi yang kami punya, di dalam menghadapi dunia kerja. Tujuan umumnya
adalah untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan Phlebografi Tujuan
khususnya adalah untuk mengetahui teknik pemeriksaan phlebografi dari
pembuluh darah Vena pada bagian extrimitas bawah (anggota gerak bawah)
dengan menyuntikkan kontras media langsung kedalam vena superficial pada
telapak kaki bagian dorsal.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi
Plebografi atau secara umum disebut juga venografi adalah pemeriksaan
pembuluh darah vena dengan penyuntikan kontras media langsung kedalam vena.
Pembuluh vena yang sering dilakukan pada pemeriksaan ini antara lain : vena
orbitalis, vena extrimitas inferior, vena cava inferior, dll.

Dan pada

makalah ini hanya akan dibahas tentang Plebografi Extrimitas Inferior yang lebih
sering hanya disebut plebografi. Plebografi adalah pemeriksaan radiografi dari
pembuluh darah Vena pada bagian extrimitas bawah (anggota gerak bawah)
dengan menyuntikkan kontras media langsung kedalam vena superficial pada
telapak kaki bagian dorsal.
2.2 Anatomi Pembuluh darah merupakan salah satu system peredaran di dalam
tubuh manusia. Pembuluh darah terdiri atas tiga bagian yaitu pembuluh darah
arteri, vena dan kapiler. Pembuluh darah vena berfungsi mengantarkan darah ke
jantung. Dinding pembuluh darah terdiri tiga lapisan yaitu lapisan terluar terdiri
atas jaringan ikat yang fibrus yang disebut tunika advesia, lapisan tengah berotot
tipis, kurang kuat, lebih mudah kempis dan kurang elastic dibandingkan dengan
arteri, dan lapisan paling dalam yang endothelial disebut tunika intima.
Untuk pemeriksaan plebografi harus mengetahui sistem peredaran darah pada
extrimitas inferior, yaitu pembuluh darah apa saja yang melewatinya dan kearah
mana pembuluh darah tersebut berjalan. Terdapat dua macam pembuluh darah,
yaitu : Pembuluh darah Arteri Dimulai dari Arteri Femoralis yang berjalan
melintasi sisi medial paha dan disepertiga bawah paha berjalan dibelakang sendi
lutut, dimana menjadi Arteri Poplitea. Kemudian bercabang lagi menjadi dua
arteri utama untuk melayani extrimitas inferior. Arteri Tibialis Anterior terletak
disebelah bagian anterior otot betis, dan berjalan melintasi lekukan pergelangan
kaki menjadi arteri Dorsalis Pedis. Arteri ini melayani stuktur pada sebelah dorsal
kaki dan memberi cabang kepermukaan dorsal semua jari kaki. Arteri-arteri ini
dapat diraba, ditengah-tengah antara maleolus lateral dan medial, didepan sendi

pergelangan kaki dalam kedudukan dorsofleksi. Cabang kedua dari Arteria


Poplitea ialah Arteri Tibialis Posterior, yang berjalan kebawah dibelakang Tibia,
terletak disebelah dalam otot tungkai bawah. Arteri ini masuk kedalam telapak
kaki melalui sebelah belakang Maleolus dibawah jaringan retikulum pergelangan
kaki. Kemudian bercabang menjadi Arteri Plantaris Medial untuk melayani
struktur ditelapak kaki.
Pembuluh Darah Vena
Pembuluh darah Vena yang terbesar adalah Vena Safena Magna yang panjang
dimulai dari sebelah medial dorsum kaki dan menerima cabang-cabang Vena dari
daerah ini, kemudian berjalan keatas disebelah medial tungkai dibelakang lutut
untuk muncul kedepan lagi dan akhirnya menembus fasia kedalam Vena
Femoralis yang berda di dalam selaput Femoralis. Vena Safena kecil yang pendek
mulai pada sisi lateral kaki. Berjalan dibelakang Maleolus lateralis dan melalui
tengah tengah betis tungkai kearah lutut. Cabang-cabang dari kaki dan dari
belakang tungkai diteima dan akhirnya menembusi fasia di dalam daerah poplitea
untuk bergabung dengan Vena Poplitea ( dalam ).
Pada pemeriksaan Plebografi yang diperiksa hanyalah Pembuluh Darah Vena
yang berjalan berlawanan arah dengan Pembuluh Darah Arteri. Pembuluh Darah
Arteri berjalan dari jantung sampai ke kaki bagian bawah sedangkan Pembuluh
Darah Vena berjalan dari kaki bagian bawah kembali manuju jantung.

2.3 Patologi dan Indikasi Pemeriksaan


Beberapa kelainan patologis yang terjadi pada pembuluh darah tungkai bawah
antara lain : deep vein trombosit (DVT), flebitis, thrombosis vena dan tromboflebitis. Varises istilah varises vena menunjukkan adanya dilatasi vena, yang
secara khas disertai keadaan vena yang memanjang dan berkelok-kelok. Penyebab
varises vena yang pasti belum diketahui. Varises dibedakan menjadi primer dan
sekunder. Penyebab varises primer tampaknya adalah kelemahan structural dari

dinding pembuluh darah yang diturunkan. Dilatasi dpat disertai gangguan katup
vena karena daun katup tidak mampu menutup dan menahan aliran refluks.
Varises primer cenderung terjai pada vena-vena permukaan karena kurangnya
dukungan dari luar atau kurangnya resistensi jaringan subkutan. Varises sekunder
disebabkan oleh gangguan patologi system vena dalam yang ditimbulkan
konginental

atau

didapat,

menyebabkan

dilatasi

vena-vena

permukaan,

penghubung atau kolateral. Jika katup vena penghubung tidak berfungsi denagan
baik, maka peningkatan tekanan sirkuit vena dalam akan menyebabkan aliran
balik darah kedalam vena penghubung. Darah vena akan dialirkan ke vena
permukaan dari vena dlam, hal ini merupakan predisposisiuntuk timbulnay varises
sekunder pada vena permukaan. Pada keadaan ini vena permukaan berfungsi
sebagai pembuluh kolateral untuk system vena dalam.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk :
1.

Menentukan letak kedalaman pembuluh darah vena

2.

Kemampuan katup pada pembuluh darah vena

3.

Letak kebocoran pada pembuluh darah vena

Ketiga hal tersebut merupakan indikasi dari Deep Vena Thrombosis

pembengkakan dinding pembuluh darah vena ) dengan atau tanpa pulmonary


embolism ( penyumbatan dan penggumpalan pada pembuluh darah ) dan
Oedema.
2.4 Alat dan Bahan Steril :
a.

Sclap vein set (butterfly needles) ukuran 19 dan 23

b.

Spuit 20 ml

c.

Spuit 50 ml

d.

Flexible connections

e.

Y-Shape connector

f.

Drawing-up cannula

g.

Gallipot

h.

Kain kassa

i.

Baju pasien

Unsteril :
a.

Skin cleanser (Hibitine 0,5 %)

b.

Local anastesi (Lignocaine 1 %)

c.

Kontras Media (Meglumine Iothalamate 60 %, Conray 280)

d.

Jarum disposible

e.

Infus

f.

Plester

g.

Obat-obat emergency

2.5 Kontra Indikasi


Pasien yang alergi kontras media.

2.6 Persiapan Pasien


1.

Pasien tidak boleh makan dan minum selama 5 jam sebelum pemeriksaan

2.

Pasien mixie sebelum pemeriksaan

2.7 Premedikasi

1. Omnophon 2.8 Bahan Kontras Kontras media adalah suatu bahan yang sangat
radioopaque atau radiolucent apabila berinteraksi denagn sinar-X sehingga dapat
membedakan antara organ dan jaringan disekitarnya (Rasad, 2005)
Tujuan penggunaan bahan kontras yaitu untuk memperlihatkan anatomi dan
fungsi dari organ yang akan diperiksa, sehingga dapat menegakkan diagnose dari
suatu penyakit dengan baik.
Jenis bahan kontras Jenis bahan kontars dibagi menjadi 2 ( dua ), yaitu :
a.

Bahan kontras negative terdiri dari udara, O2 ( oksigen ) dan CO2 (

karbondioksida )
b.

Bahan kontras positif terdiri dari turunan barium sulfat ( BaSO4 ) dan

turunan iodium / iodine. Penggolongan kontras media intravaskuler dari turunan


iodium
a.

Kontras media yang larut minyak Contohnya : Duroliopaque dan

Pantopaque
b.

Kontras media yang larut dalam air terdiri dari :

1)

Monomer ionic ditandai dengan satu senyawa triodobenzene dengan salah

satu ikatannya berhubungan dengan gugus carboxcyl. Contohnya : Telebrix.


Urografin, angiografin, dll
2)

Monomer non ionic ditandai dengan satu senyawa tridobenzene yang

membawa 3 atau lebih gugus hydroxyl. Contohnya : Iopamiro, Omnipaque dan


Ultravist.
3)

Dimer ionic ditandai dengan senyaw triodobenzene yang satu sama lain

dihubungkan dengan jembatan rantai karbon dan masing-masing senyaw adalah


seperti monomer ionic. Contoh : Hexabric.
4)

Dimer non ionic ditandai dengan dua senyawa monomer non ionic yang

dihubungkan melalui jembatan rantai karbon. Contoh ; Isovist dan Visipaque.

Dalam pemeriksaan ini bahan kontras yang digunakan adalah kontras


media jenis non ionic sebanyak 60-70 cc untuk satu sisi dengan kekentalan 00-350
mgl/ml, seperti Optiray (Ioversol) dan 30-50 ml Meglumine Iothalamate 60% (
Conray 280 ).

2.9 Prosedur Pemeriksaan


Foto Pendahuluan :
1.
2.

Pasien diposisikan supine, dipertengahan meja pemeriksaan


Foto mencakup tungkai atas, lutut, tungkai bawah dan ankle dengan

menggunakan under couch tube.


Foto Selanjutnya :
1.

Pasien diberikan premedikasi, yaitu Omnophon sebelum pemeriksaan

2.

Berikan anastesi lokal pada daerah vena superficial pada bagian telapak

kaki bagian dorsal


3.

Jika memungkinkan pemeriksaan pasien dilakukan dengan posisi erect, agar

pembuluh darah vena bagian dalam akan lebih terlihat. Posisi erect tidak dapat
dilakukan pada pasien yang memiliki kasus vena trombosis akut, tetapi pada kasus
seperti ini pasien diatur supine dengan menyudutkan meja pemeriksaan 20-30
dengan posisi kaki lebih rendah dari kepala.
4.

Lakukan kompresi pada ankle, pada beberapa kasus biasanya dilakukan

kompresi di beberapa bagian seperti pada bagian bawah lutut untuk memperkuat
pengisian pembuluh darah vena pada kaki. Kompresi tersebut lebih bagus bila
dilakukan dengan mengikatkan tali yang ukuran lebarnya 5 cm (2 inci).
5.

Pemasukan kontras media dilakukan dengan penyuntikan jarum kecil yang

disambungkan dengan flexible polythen (butterfly needle) ke dalam pembuluh

darah vena di kaki bagian dorsal dan pastikan jarum tetap pada posisinya dengan
cara dilekatkan dengan plester.
6.

Pada saat penyuntikan kontras media kompresi harus dikencangkan dan

pasien diminta melakukan valsava manufer (pasien diminta untuk menarik napas
lalu keluarkan sekuatnya sambil mulut ditutup dan hidung dijepit dengan dua jari).
Instruksi ini dilakukan agar memberikan efek untuk mengembangkan pembuluh
darah vena agar menjadi lebih besar dan gambaran katup lebih terlihat pada
gambar.
7.

Kaki yang diperiksa diatur endorotasi untuk memisahkan gambaran tibia dan

fibula agar tidak overlapping dan tidak menutupi pembuluh darah vena.
8.

Kontras media disuntikkan sedikit demi sedikit dengan kecepatan

penyuntikan 5-6 ml/detik hingga vena yang diperiksa penuh, lalu suntikan
kembali kontras media untuk mengisi penuh vena yang akan diperiksa selanjutnya
sambil mengatur kompresinya. Biasanya untuk mengisi penuh vena pada tungkai
bawah diperlukan waktu 5-10 detik setelah penyuntikan. Sedangkan untuk
mengisi penuh vena pada tungkai atas diperlukan waktu 15-20 detik setelah
penyuntikan.
9.

Perjalanan kontras media diikuti dengan fluoroscopy dan pengambilan foto

AP dan Lateral yang dilakukan mulai dari tungkai bawah dengan melepas
kompresi pada ankle lalu ke tungkai atas dengan melepas kompresi pada lutut
sambil pasien melakukan valsava manufer sesuai instruksi dari dokter radiologi.
10. Untuk melihat vena illiaca diatur kompresinya dan kemiringan meja
pemeriksaan juga dapat membantu memperlihatkan gambaran pangkal dari vena
cava inverior.
11. Setelah pemeriksaan pasien harus diinfus agar konsentrasi kontras media
berkurang dalam pembuluh darah berkurang dan lebih mudah diserap oleh tubuh.

2.10 Perawatan Pasien


Pasien harus banyak istirahat dan tidak boleh banyak jalan untuk mencegah
peradangan pada pembuluh darah.
Posted by Alex Boy Manalu at 9:31 PM
http://setanmantul.blogspot.com/2014/02/plebografi.html