ASPEK EKONOMI, SOSIAL DAN POLITIK
A. ASPEK EKONOMI
Data makroekonomi yang tersebar diberbagai media
yang secara langsung maupun tidak langsung dapat
dimanfaatkan perusahaan
Data makroekonomi tersebut banyak yang dapat
dijadikan sebagai indikator ekonomi yang dapat diolah
menjadi informasi penting dalam rangka studi kelayakan
bisnis, misalnya: PDB (Produk Domestik Bruto),
investasi, inflasi, kurs valuta asing, kredit perbankan,
anggaran pemerintah, pengeluaran pembangunan
perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran
Aspek-aspek penilaian manfaat bisnis yang
direncanakan dapat ditinjau dari beberapa sisi
1. Sisi Rencana Pembangunan Nasional
2. Sisi Distribusi Nilai Tambah
3. Sisi Nilai Investasi per Tenaga Kerja
4. Hambatan di Bidang Ekonomi
5. Dukungan Pemerintah
Sisi Rencana Pembangunan Nasional
Manfaatnya :
- Memberikan kesempatan kerja bagi
masyarakat
- Menggunakan sumber daya lokal
- Menghasilkan dan menghemat devisa
- Menumbuhkan industri lain
- Turut menyediakan kebutuhan konsumen
dalam negeri sesui dengan kemampuan
- Menambah pendapatan nasional
2. Sisi Distribusi Nilai Tambah
Maksudnya adalah agar proyek yang akan dibangun
memiliki nilai tambah. Nilai tambah hendaknya dapat
dihitung secara kuantitatif. Dalam perhitungan
tersebut, agar lebih mudah dapat diasumsikan
bahwa proyek berproduksi dengan kapasitas normal.
Setelah nilai tambah diketahui besarannya, nilai ini
selanjutnya dapat didistribusikan. Hendaknya,
perhitungan-perhitungan yang dilakukan jelas.
Contoh sederhana perhitungan kuantitatif untuk
menentukan nilai tambah. (lihat materi/buku)
3. Sisi Nilai Investasi per Tenaga Kerja
Bahwa proyek mampu meningkatkan kesempatan kerja.
Cara mengukur proyek padat modal atau padat karya yakni
dengan membagi jumlah investasi (modal tetap + modal
kerja) dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat sehingga
didapat nilai investasi per tenaga kerja.
Untuk proyek perluasan, perhitungan nilai investasi
merupakan jumlah investasi sebelum dan sesudah
investasi. Sayangnya, model ini belum diterapkan di
Indonesia. Ukuran yang dipakai hanya ber-patokan pada
nilai rupiah tertentu, misalnya proyek bisnis dengan nilai
lebih besar dari X rupiah adalah padat modal, dan selain
itu, berarti padat karya.
4. Hambatan di Bidang Ekonomi
Pelaksanaan pembangunan ekonomi terus dilaksa
nakan dalam rangka menaikkan atau paling tidak
mempertahankan pendapatan yang telah dicapai.
Bagi Indonesia, banyak tantangan dan hambatan
yang dihadapi, sehingga tidak mudah melaksana
kan pembangunan ekonomi, yang juga akan
berdampak pada aspek sosial dan politik.
Penghambat pembangunan : iklim tropis, produkti
vitas rendah, kapital sedikit, nilai perdagangan luar
negeri masih rendah, besarnya
Hambatan lainnya :
- Besarnya ketimpangan distribusi pendapatan,
misalnya keuntungan lebih banyak dimiliki oleh
sebagian kecil golongan tertentu saja.
- Tekanan produk yang berat, hal ini disebabkan
antara lain naiknya rata-rata umur manusia
dibarengi dengan masih besarnya persentase
kenaikan jumlah penduduk yang makin lama makin
membebani sumber daya lain untuk memenuhi
kebutuhan hidup.
- Penggunaan tanah yang produktivitasnya rendah,
5. Dukungan Pemerintah
Pemerintah mempunyai kepentingan agar
perdagangan yang dilakukan oleh perusahaan-
perusahaan di dalam negeri akan menghasilkan
devisa bagi negara
Salah satu bentuk dukungan itu adalah melalui
proteksi perdagangan. Proteksi perdagangan
Instrumen kebijakan proteksi perdagangan banyak
ragamnya, tetapi tujuannya tetap satu, yaitu
menimbulkan distorsi pasar dalam artian
mencegah adanya pasar persaingan bebas
B. ASPEK SOSIAL
1. Perusahaan Sebagai Lembaga Sosial
Sebuah perusahaan memiliki tugas melaksanakan
bermacam-macam kegiatan dalam waktu yang
bersamaan. Misalnya perusahaan manufaktur, selain
membeli bahan baku, mengolahnya menjadi barang jadi,
kemudian mendistribusikannya kepasar, juga
melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti: penelitian,
penyediaan lapangan pekerjaan baru, dan sebagainya.
Untuk melaksanakan semua kegiatan itu, perusahaan
sudah tentu memiliki mekanismenya, walaupun pada
umumnya antara perusahaan yang satu berbeda dengan
perusahaan yang lain
2. Perubahan kondisi sosial yang kompleks
Pemecatan karyawan karena berbagai alasan, misalnya
karyawan mabuk- mabukan atau karena perusahaan
keuntungan menurun, tindakan seperti berakibatkan
terganggunya keseimbangan dalam sistem sosial yang
kompleks dalam perusahaan
3. Perusahaan dalam masyarakat yang pluralistik
Masyarakat pluralistik adalah sebuah kehidupan berbagai
kekompakan yang mempengaruhi lingkungan perusahaan dalam
mendapatkan harapan-harapan sosial, ekonomi, atau politik.
Dalam sistem sosial yang kompleks sekarang ini, kelompok-
kelompok masyarakat yang terlibat didalamnya sudah banyak
sehingga hubungan antara yang satu dan yang lain menjadi
kompleks
C. ASPEK POLITIK
Adanya isu/rumor/spekulasi yang timbul akibat kondisi politik
yang diciptakan pemerintah berpengaruhi permintaan dan
penawaran barang maupun jasa. Dalam menganalisis kelayakan
bisnis, hendaknya aspek politik perlu pula dikaji untuk
memperkirakan bahwa situasi politik saat bisnis dibangun dan
diimplementasikan tidak akan sangat menggangu sehingga
kajiannya menjadi layak. Situasi politik dapat diketahui melalui
berita. Berita tersebut dapat terbagi dua good news dan bad
news.
Good news dimaknai sebagai berita-berita yang dapat diterima
pelaku pasar tentang berbagai faktor atau kondisi suatu negara
yang berhubungan dengan dunia
IMPLIKASI PADA SKB
• Hasil studi aspek ekonomi, sosial, dan politik,
hendaknya memberikan informasi perihal suatu akibat
yang muncul/terjadi karena suatu hal:
1. Bagaimana kondisi ekonomi serta peran pemerintah
dapat menunjang rencana bisnis, selain bagaimana peran
bisnis setelah diimplementasikan dapat sedikit-banayak
mendukung pemerintahan untuk memajukan ekonomi
masyarakat. Aspek ekonomi yang dikaji di antaranya
mencakup: rencana pembangunan nasional, distribusi
nilai tambah, nilai investasi pertenaga kerja, keuntungan
ekonomi nasional, hambatan-hambatan di bidang
ekonomi, dan dukungan pemerintah.
2. Bagaimana kondisi sosial akan saling mempe
ngaruhi rencana bisnis, misalnya informasi
mengenal: perusahaan sebagai lembaga sosial,
perubahan kondisi sosial yang kompleks, dan
peran perusahaan dalam masyarakat yang
pluralistic.
3. Bagaimana aspek politik akan berpengaruh
pada rencana bisnis.
HASIL ANALISA
Hasil analisis terhadap elemen-elemen di atas nanti
akan berupa suatu pernyataan yang mendukung
apakan rencana bisnis dianghap layak atau tidak layak.
Jika, dari aspek lingkungan luar ini merekomendasikan
agar rencana bisnis di teruskan, maka studi akan di
lanjutkan ke aspek yang lain. Jika, sebaliknya rencana
bisnis dinyatakan tidak layak, dapat dilakukan kajian
ulang yang lebih realitis dan positif sehingga kajian
menjadi layak. Apabila memang sulit untuk menjadi
layak, sebaliknya rencana bisnis ini diakhiri saja.