Anda di halaman 1dari 12

KLRANGKA BLRPIKIR KLRANGKA BLRPIKIR

ILMIAH ILMIAH
Makassar, 0.04.06 Makassar, 0.04.06
1ujuan Instruksional 1ujuan Instruksional
Peserta dapat memahami peran dan ungsi akal Peserta dapat memahami peran dan ungsi akal
Peserta dapat memahami garis besar ilsaat ilmu Peserta dapat memahami garis besar ilsaat ilmu
Peserta dapat memahami aliran Peserta dapat memahami aliran--aliran berpikir aliran berpikir
LILNISI LILNISI
Deenisi adalah penjelasan tentang Deenisi adalah penjelasan tentang
sesuatu yang terbatas. sesuatu yang terbatas.
Deenisi ditujukan memberikan Deenisi ditujukan memberikan
batasan batasan--batasan tentang sesuatu batasan tentang sesuatu
Pengantar Pengantar
Secara etimolologi, lilsaat berasal dari Secara etimolologi, lilsaat berasal dari
bahasa yunani yaitu kata bahasa yunani yaitu kata Pbito Pbito yang artinya yang artinya
cinta dan cinta dan obia obia yang artinya bijak, pandai. yang artinya bijak, pandai.
Proses ilsaat adalah proses berpikir secara Proses ilsaat adalah proses berpikir secara
radikal ,radix : mengakar,, menyeluruh dan radikal ,radix : mengakar,, menyeluruh dan
sistematis, sehingga melihat sesuatu secara sistematis, sehingga melihat sesuatu secara
mendalam, menyeluruh dan tersusun mendalam, menyeluruh dan tersusun
sehingga kita ari dalam melihat persoalan. sehingga kita ari dalam melihat persoalan.
Pondasi filsafat Pondasi filsafat
Ontologi Ontologi
-- Membahas tentang hakikat sesuatu dalam hal Membahas tentang hakikat sesuatu dalam hal
eksistensi dan esensi. eksistensi dan esensi.
Lpistemologi Lpistemologi
-- Berasal dari bahasa yunani, yaitu Berasal dari bahasa yunani, yaitu i.tev i.tev yang yang
berarti pengetahuan dan berarti pengetahuan dan ogo. ogo. yang berarti teori yang berarti teori
atau ilmu. atau ilmu.
-- Membahas tentang sumber Membahas tentang sumber--sumber pengetahuan. sumber pengetahuan.
Aksiologi Aksiologi
-- Membahas tentang kegunaan sesuatu. Membahas tentang kegunaan sesuatu.
Perdebatan ekstrim filsafat Perdebatan ekstrim filsafat
Dalam ranah kajian ilsaat, manusia seringkali Dalam ranah kajian ilsaat, manusia seringkali
terjebak pada perdebatan ekstrim antara terjebak pada perdebatan ekstrim antara
empirisme dan soisme empirisme dan soisme
Lmpirisme menyatakan bahwa yang ada Lmpirisme menyatakan bahwa yang ada
hanyalah materi dan hanya materilah yang bisa hanyalah materi dan hanya materilah yang bisa
dijadikan sebagai kebenaran mutlak. dijadikan sebagai kebenaran mutlak.
Soisme menyatakan bahwa yang ada hanyalah Soisme menyatakan bahwa yang ada hanyalah
ide dengan pernyataan bahwa segala sesuatu ide dengan pernyataan bahwa segala sesuatu
terindrai adalah hasil pendeenisian ide, jadi ide terindrai adalah hasil pendeenisian ide, jadi ide
yang paling benar. ,biasa disebut idealisme yang paling benar. ,biasa disebut idealisme
platonian,. platonian,.
Sumber Sumber- -sumber pengetahuan sumber pengetahuan
Lmpirisme Lmpirisme
-- Doktrin empirisme berlandaskan pada pengalaman dan persepsi indrawi. Doktrin empirisme berlandaskan pada pengalaman dan persepsi indrawi.
-- Kelemahan : Kelemahan :
Indra terbatas, Indra terbatas,
Indra dapat mengalami distorsi. Indra dapat mengalami distorsi.
Soisme Soisme
-- Manusia sudah memiliki pengetahuan sebelum manusia lahir. Ketika manusia Manusia sudah memiliki pengetahuan sebelum manusia lahir. Ketika manusia
lahir, pengetahuan mengalami degradasi oleh karena itu manusia dalam lahir, pengetahuan mengalami degradasi oleh karena itu manusia dalam
prosesnya berpikirnya hanya proses pengingatan kembali. Contoh : Dejau prosesnya berpikirnya hanya proses pengingatan kembali. Contoh : Dejau
-- Kelemahan : Kelemahan :
1idak ada landasan yang pasti bahwa kita pernah berada dalam alam ide. 1idak ada landasan yang pasti bahwa kita pernah berada dalam alam ide.
Kalaupun teori ini diasumsikan benar, tidak ada yang bisa menjelaskan Kalaupun teori ini diasumsikan benar, tidak ada yang bisa menjelaskan
apakah pengetahuan kita hari ini selaras dengan pengetahuan kita di alam apakah pengetahuan kita hari ini selaras dengan pengetahuan kita di alam
ide ide
1idak diterangkan dimana ide dan materi itu menyatu saat kita lahir dan 1idak diterangkan dimana ide dan materi itu menyatu saat kita lahir dan
mengapa pada saat kita lahir mengapa pengetahuan kita mengalami mengapa pada saat kita lahir mengapa pengetahuan kita mengalami
degradasi. degradasi.
Rasionalisme Rasionalisme
Rasionalisme kurang lebih berarti sebuah pahaman yang Rasionalisme kurang lebih berarti sebuah pahaman yang
menjadikan akal , menjadikan akal ,7a.io 7a.io, sebagai alat untuk menilai sesuatu. , sebagai alat untuk menilai sesuatu.
Persoalannya, bahwa ternyata akal pun masih bisa salah, Persoalannya, bahwa ternyata akal pun masih bisa salah,
artinya akal tidak mutlak. artinya akal tidak mutlak.
U, menjawab hal ini, kita kembali pada pendeenisian U, menjawab hal ini, kita kembali pada pendeenisian
awal, awal, e7i/i7aaatab7o.e.ge7a/a/at e7i/i7aaatab7o.e.ge7a/a/at..
Dalam proses berpikir, agar tidak terjadi Dalam proses berpikir, agar tidak terjadi
kesalahan,kecelakaan berpikir, maka akal harus menaati kesalahan,kecelakaan berpikir, maka akal harus menaati
atv7av atv7av atv7av-e7i/i7 atv7av-e7i/i7..
Jadi terjadinya kesalahan berpikir bukan karena akalnya Jadi terjadinya kesalahan berpikir bukan karena akalnya
yang salah tapi penggunaan akalnya yang tidak tepat. yang salah tapi penggunaan akalnya yang tidak tepat.
Bangunan kerangka ilmiah dalam proses berpikir biasa Bangunan kerangka ilmiah dalam proses berpikir biasa
disebut keranga berpikir ilmiah. disebut keranga berpikir ilmiah.
Kerangka berpikir ilmiah Kerangka berpikir ilmiah
Kerangka berpikir ilmiah sering Kerangka berpikir ilmiah sering
disebut logika aristotelian atau logika disebut logika aristotelian atau logika
ormal ormal
Prinsip Prinsip--prinsip logika ariototelian : prinsip logika ariototelian :
- -Prinsip identitas Prinsip identitas
- -Prinsip Non Kontradiksi Prinsip Non Kontradiksi
--Prinsip Kausalitas Prinsip Kausalitas
Prinsip identitas Prinsip identitas
Prinsip ini menyatakan bahwa sesuatu Prinsip ini menyatakan bahwa sesuatu
itu hanya sama dengan dirinya sendiri. itu hanya sama dengan dirinya sendiri.
Secara sistematis dirumuskan : Secara sistematis dirumuskan :
,x~x, ,x~x,
Prinsip Non Kontradiksi Prinsip Non Kontradiksi
Prinsip ini menyatakan bahwa tiada Prinsip ini menyatakan bahwa tiada
sesuatupun yang berkontradiksi. sesuatupun yang berkontradiksi.
Sesuatu berbeda dengan yang bukan Sesuatu berbeda dengan yang bukan
dirinya. dirinya.
Secara sistematis dirumuskan : Secara sistematis dirumuskan :
,x ,x --x, x,
Prinsip Kausalitas Prinsip Kausalitas
Prinsip ini menyatakan bahwa tidak ada Prinsip ini menyatakan bahwa tidak ada
sesuatupun yang kebetulan. sesuatupun yang kebetulan.
Secara sistematis dirumuskan Secara sistematis dirumuskan
S S A A