0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
152 tayangan12 halaman

Uji Permeabilitas Tanah dengan Falling Head

Dokumen ini memberikan penjelasan tentang uji permeabilitas tanah. Uji ini digunakan untuk menentukan koefisien permeabilitas dan gradien hidrolik dari pasir dan tanah liat dengan mengukur debit air yang mengalir melalui sampel tanah dalam waktu tertentu. Alat yang digunakan adalah falling head permeameter dan perhitungannya melibatkan luas permukaan, volume air yang mengalir, dan tinggi air. Hasil uji menunjukkan koefisien permeabilitas

Diunggah oleh

Cindy Cvk X-chill
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
152 tayangan12 halaman

Uji Permeabilitas Tanah dengan Falling Head

Dokumen ini memberikan penjelasan tentang uji permeabilitas tanah. Uji ini digunakan untuk menentukan koefisien permeabilitas dan gradien hidrolik dari pasir dan tanah liat dengan mengukur debit air yang mengalir melalui sampel tanah dalam waktu tertentu. Alat yang digunakan adalah falling head permeameter dan perhitungannya melibatkan luas permukaan, volume air yang mengalir, dan tinggi air. Hasil uji menunjukkan koefisien permeabilitas

Diunggah oleh

Cindy Cvk X-chill
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERMEABILITY TEST

Disusun oleh : Ahmad Ronaldo Nasikin (2122201023)


Tomas Purnomo (2122201032)
PERMEABILITY TEST

Pengertian Permeabily test


Permeability / permeabilitas tanah merupakan kemampuan tanah meloloskan air. Semakin
tinggi tingkat permeabititas tanah, maka akan semakin banyak air yang diserap ke dalam
tanah. Permeabilitas tanah biasanya diukur dengan istilah kecepatan air yang mengalir dalam
waktu tertentu yang ditetapkan dalam satuan cm/detik
PERMEABILITY TEST

Tujuan nya yaitu :


 Untuk menentukan koefisien permeabilitas dari pasir dan tanah berbutir halus (silt dan
clay).
 Untuk mengetahui dan menentukan koefisien daya rembes (k) pada suatu contoh tanah.
Sedangkan yang dimaksud dengan permeability adalah kemungkinan adanya air yang
merembes melalui satu jenis tanah.
ALAT PERMEABILITY TEST
Alat yang digunakan untuk uji permeability yaitu :
1. Falling head permeameter 3. Timbangan dengan ketelitian 0,1 gram.

2. Termometer 4. Stop watch.


FALLING HEAD PERMEAMETER

Alat ini mempunyai tabung untuk tempat contoh tanah seperti pada contant head test, bagian
atas dari tanah dihubungkan dengan burrete oleh pipa plastik. Tabung tempat contoh tanah dan burrete
diletakan berdiri dipegang oleh alat pemegang atau clamp yang dipasang pada tiang tegak (stand).
Bagian bawah dari tabung tempat contoh tanah dihubungkan dengan corong oleh pipa plastik. Corong
ini dipegang oleh clamp pada posisi berdiri.
PERMEABILITY TEST
 Tentukan berat air dari tabung plastik tempat contoh tanah, dua buah batu porous, pir dan dua buah alat
penutup (=W1).
 Pasang karet penutup pada bagian bawah dari tabung plastik dan letakan batu porous diatas karet penutup
(karet penutup terletak dibawah batu porous).
 Masukkan contoh tanah yang sudah dikeringkan ke dalam tabung plastik sedikit demi sedikit dengan
menggunakan sendok, dan padatkan tanah tersebut dengan menggunakan mesin penggetar atau dengan
peralatan lainnya. (Catt : untuk mendapatkan contoh tanah dengan kepadatan yang berbeda (angka pori
berbeda), tanah dapat dipadatkan dengan memakai tenaga yang berbeda.
 Apabila contoh tanah yang dimasukkan kedalam tabung sudah kira – kira 2/3 dari panjang tabung, letakkan
batu porous di atas contoh tanah tersebut.
 Panjang pir dan karet penutup diatas batu porous (Catt : pir digunakan untuk mencegah terjadinya
perubahan volume dari contoh tanah selama test).
 Tentukan berat dari tabung beserta isinya yang sudah disusun pada langkah no. 2 s/d no. 5 (=W2).
 Tentukan tinggi dari contoh tanah didalam tabung.
 Letakkan falling head permeameter beserta contoh tanah yang sudah disusun tersebut didekat pancuran air.
 Alirkan air ke atas corong yang sudah dipasang pada tiang tegak (stand). Melalui pipa plastik, air akan
mengalir dari corong ke contoh tanah. Air yang mengalir ditampung falling head bejana kemidian terus
mengalir ke gelas ukur. (Catt : harus di jaga bahwa kebocoran air didalam tabung tidak boleh terjadi).
 Alirkan air melalui pipa plastik ke burrete, air akan mengalir dari burrete ke contoh tanah dan akhirnya ke
corong. Harus di cek bahwa tidak ada kebocoran pada alat dan tidak ada gelembung – gelembung yang
tertinggal didalam pipa.
 Biarkan air mengalir melalui contoh untuk beberapa saat guna membuat contoh tanah yang ditest cukup
basah.
 Dengan menggunakan alat penjepit pipa (pinch cock), tutup aliran air dari contoh tanah ke corong dengan
cara memasang alat penjepit tersebut pada pipa plastik yang menghubungkan antara bagian bawah contoh
tanah dan corong.
 Ukur perbedaan tinggi antara permukaan air didalam burrete dengan permukaan air didalam
corong (=h1). Catt : untuk falling head permeability test, jangan tambahkan air ke dalam burrete.

 Buka alat penjepit pipa, air akan mengalir dari burrete ke contoh tanah dan akhirnya ke corong.
Pada waktu (t) setelah alat penjepit pipa dibuka, tutup kembali aliran air dari contoh tanah ke
corong dengan menggunakan alat penjepit. Ukur beda tinggi antara permukaan air dodalam
burrete dengan permukaan air didalam corong (=h2).
 Tentukan volume air yang megalir melalui contoh tanah, Q selama t menit. Q ax (h1 – h2) ; a =
luas permukaan burrete.
 Tambahkan air didalam burrete untuk mengadakan test sekali lagi. Catat temperatur (T) dari air
yang dipergunakan untuk test.
PERHITUNGAN
Pada perhitungan praktikum ini kami menggunakan perhitungan dengan tegangan tetap ( constant head
permeability )
Gradien Hidrolik ( I ) =
h1 = 120,0 cm
h2 = 117,50 cm
L = 13,34 cm
a = = 3,049278 cm²
A = 81,10582857 cm²
Gradien hidrolik ( i ) = i= -120,0±117,50 = 0,1874063
13,34
Koefisien rembesan (k) dapat dinyatakan dengan hubungan sebagai berikut :

k = 0,000372701 a.L h1
A.t h2 log
dimana ;
a = Luas permukaan didalam burrete.
=
=
= 3.049278571cm²

A = Luas penampang contoh tanah.


=
=
= 81.10582857 cm²
Selanjutnya untuk perhitungan test rembesan (falling test) terdapat pada tabel tes rembesan.

Interval Height Coeficient

Start time
Time water in pipa Permeability

t (menit) h (cm)
( cm/sec )
0 120.0
14.00

0.5 117.5 0.000352030


14.10

1 114.5 0.000392245
14.20

2 110.4 0.000348552
14.30

3 105.4 0.000361530
14.40

4 101.0 0.000360274
14.50

5 96.5 0.000364428
15.00

krata-rata 0.000380770
KESIMPULAN
 Berdasarkan percobaan analisa test rembesan tersebut di atas, koefisien permeabilitas dan
gradien hidrolik dari pasir atau tanah berbutir halus dapat ditentukan. Besar kecilnya nilai
koefisien permeabilitas maupun gradien hidrolik dipengaruhi oleh ketelitian saat praktikum.
 Nilai koefisien permeabilitas rata-rata (krata-rata) = 0.000372701 cm/sec
 Gradien Hidrolik (i) = 0,187 cm
 Semakin kecil nilai koefisien permeabilitasnya, dapat diklasifikasikan ke dalam jenis tanah
lempung.

Anda mungkin juga menyukai