0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan29 halaman

Asuhan Keperawatan Stroke Hemoragik

Diunggah oleh

Riski Rahmawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan29 halaman

Asuhan Keperawatan Stroke Hemoragik

Diunggah oleh

Riski Rahmawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN

CVD

andriansyah
030210301
PERAWAT IGD
RS HERMINA OPI JAKABARING
LATAR BELAKANG
 INDONESIA
Prevalensi stroke di Indonesia berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 mencapai
71.373 kasus.
 SUMATERA SELATAN
di sumatera selatan mencapai 3.201 kasus (2018)
 RS HERMINA OPI JAKABARING
dirumah sakit hermina opi jakabaring mencapai 515 kasus dalam 3 bulan terakhir.
Tujuan
1. Tujuan Umum Tujuan umum penulisan ini adalah
penulis dapat memberikan asuhan keperawatan
pasien Stroke Hemoragik di ruang HCU RS Hermina
Opi Jakabaring.
2. Tujuan Khusus
a. Melakukan pengkajian pada pasien Stroke
b. Menegakkan diagnosa keperawatan pada pasien
Stroke
c. Menyusun intervensi keperawatan pada pasien
Stroke
d. Melakukan implementasi keperawatan pada
pasien Stroke
e. Melakukan evaluasi keperawatan pada pasien
Stroke
Manfaat
1. Bagi Penulis
Informasi yang diperoleh dari hasil tugas ini dapat
dijadikan masukan bagi petugas kesehatan dalam
memberikan askep pada pasien Stroke
2. Bagi Rumah Sakit
Hasil dari asuhan keperawatan dapat dijadikan
masukan tentang pasien yang mengalami Stroke
3. Bagi Perkembangan Ilmu Keperawatan
Dapat menjadi salah satu pilihan dalam intervensi
keperawatan pasien Stroke.
Stroke atau cedera serebrovaskuler adalah kehilangan fungsi
otak yang diakibatkan oleh terhentinya suplai darah ke
bagian otak ( Smelzter &Bare, 2017 dikutip dalam Andra
Saferi 2019).

Stroke adalah salah satu syndrome neurologi yang dapat


menimbulkan kecacatan dalam kehidupan manusia.

Stroke Hemoragik adalah pembuluh darah otak yang pecah


sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah
merembes ke dalam suatu daerah di otak dan kemudian
merusaknya Stroke non hemoragic adalah stroke yang
disebabkan oleh bekuan darah (baik sebagai trombus maupun
embolus), atau dari stenosis pembuluh yang disebabkan
penumpukan plak (Lemone, dkk, 2018, hal. 1800)
Klasifikasi Strok Hemorogik

1. Perdarahan intra serebral (PIS)


Perdarahan Intra Serebral diakibatkan oleh pecahnya
pembuluh darah intraserebral sehingga darah keluar dari
pembuluh darah dan kemudian masuk ke dalam jaringan
otak.
Penyebab PIS biasanya karena hipertensi yang
berlangsung lama lalu terjadi kerusakan dinding
pembuluh darah dan salah satunya adalah terjadinya
mikroaneurisma. Faktor pencetus lain adalah stress fisik,
emosi, peningkatan tekanan darah mendadak yang
mengakibatkan pecahnya pembuluh darah. Sekitar 60-
70% PIS disebabkan oleh hipertensi. Penyebab lainnya
adalah deformitas pembuluh darah bawaan, kelainan
koagulasi. Bahkan, 70% kasus berakibat fatal, terutama
apabila perdarahannya luas.
2. Perdarahan ekstra serebral / perdarahan sub
arachnoid(PSA)

Perdarahan sub arachnoid adalah masuknya darah ke


ruang subarachnoid baik dari tempat lain (perdarahan
subarachnoid sekunder) dan sumber perdarahan
berasal dari rongga subarachnoid itu sendiri
(perdarahan subarachnoid primer)
Penyebab yang paling sering dari PSA primer adalah
robeknya aneurisma (51-75%) dan sekitar 90%
aneurisma penyebab PSA berupa aneurisma sakuler
congenital, angioma (6-20%), gangguan koagulasi
(iatronik/obat anti koagulan), kelainan hematologic
(misalnya trombositopenia, leukemia, anemia aplastik
Penyebab Stroke Hemoragik
Terhalangnya suplai darah ke otak pada stroke
perdarahan (stroke hemoragik) disebabkan oleh
arteri yang mensuplai darah ke otak pecah.
Penyebabnya misalnya tekanan darah yang
mendadak tinggi dan atau oleh stress psikis berat.
Peningkatan tekanan darah yang mendadak tinggi
juga dapat disebabkan oleh trauma kepala atau
peningkatan tekanan lainnya, seperti mengedan,
batuk keras, mengangkat beban, dan sebagainya.
Pembuluh darah pecah umumnya karena arteri
tersebut berdinding tipis berbentuk balon yang
disebut aneurisma atau arteri yang lecet bekas plak
aterosklerotik
Trombus
Trombosis merujuk pada penurunan atau
oklusi aliran darah akibat proses oklusi
lokal pada pembuluh darah. Oklusi
aliran darah terjadi karena perubahan
karakteristik pembuluh darah dan
pembentukan bekuan. Patologi vaskuler
tersering penyebab trombosis adalah
aterosklerosis, dimana terjadi deposisi
material lipid
Emboli
Berbeda dengan trombosis, blockade emboli tidak
disebabkan oleh patologi pembuluh darah lokal.
Material emboli biasanya terbentuk dari jantung,
arteri besar (aorta, karotis, vertebralis) atau vena
(Setiati dkk., 2017, p. 1558).

Iskemia
Suplai darah ke jaringan tubuh berkurang karena
penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah.
Faktor risiko pelaku
Stroke sendiri bisa terjadi karena faktor risiko
pelaku. Pelaku menerapkan gaya hidup dan pola
makan yang tidak sehat. Hal ini terlihat pada :
1) Kebiasaan merokok
2) Mengosumsi minuman bersoda dan beralkhohol
3) Suka menyantap makanan siap saji (fast
food/junkfood)
4) Kurangnya aktifitas gerak/olahrag
5) Suasana hati yang tidak nyaman, seperti sering
marah tanpa alasan yang jelas
Faktor risiko yang dapat dimodifikasi
1) Hipertensi (tekanan darah tinggi)
2) Penyakit jantung
3) Diabetes mellitus
4) Hiperkolesterlemia (kondisi dimana kadar
kolesterol dalam darah berlebih)
5) Obesitas atau overweight (kegemukan)
6) Merokok
Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi
1) Usia
2) Jenis kelamin Dibanding dengan perempuan,
laki-laki cenderung beresiko lebih besar
mengalami stroke.
3) Riwayat keluarga
4) Perbedaan ras
anatomi
patway
Tanda dan Gejala / Manifestasi klinis
Manifestasi Klinis Stroke Hemoragik
Menurut Tarwoto. manifestasi klinis stroke tergantung dari
sisi atau bagian mana yang terkena, rata-rata serangan,
ukuran lesi dan adanya sirkulasi kolateral. Pada stroke
hemoragik, gejala klinis meliputi:
a. Kelumpuhan wajah atau anggota badan sebelah
(hemiparise) atau hemiplegia (paralisis) yang timbul
secara mendadak.
b. Gangguan sensibilitas pada satu atau lebih anggota
badan
c. Penurunan kesadaran (konfusi, delirium, letargi, stupor,
atau koma), terjadi akibat perdarahan, kerusakan otak
kemudian menekan batang otak atau terjadinya gangguan
metabolik otak akibat hipoksia.
d. Afasia (kesulitan dalam bicara) Afasia adalah defisit kemampuan
komunikasi bicara, termasuk dalam membaca, menulis dan
memahami bahasa
e. Disatria (bicara cedel atau pelo) Merupakan kesulitan bicara
terutama dalam artikulasi sehingga ucapannya menjadi tidak jelas.
f. Gangguan penglihatan, diplopia Pasien dapat kehilangan
penglihatan atau juga pandangan menjadi ganda, gangguan lapang
pandang pada salah satu sisi.
g. Disfagia Disfagia atau kesulitan menelan terjadi karena kerusakan
nervus cranial IX. Selama menelan bolus didorong oleh lidah dan
glottis menutup kemudian makanan masuk ke esophagus
h. Inkontinensia Inkontinensia baik bowel maupun badder sering
terjadi karena terganggunya saraf yang mensarafi bladder dan
bowel.
i. Vertigo, mual, muntah, nyeri kepala, terjadi karena peningkatan
tekanan intrakranial, edema serebri.
Pemeriksaan Penunjang

1. CT Scan
Memperlihatkan adanya edema , hematoma, iskemia dan adanya infark.
Angiografi serebral
Membantu menentukan penyebab stroke secara spesifik seperti
perdarahan atau obstruksi arteri
2. Pungsi Lumbal
Menunjukan adanya tekanan normal. Tekanan meningkat dan cairan yang
mengandung darah menunjukan adanya perdarahan .
3. MRI
Menunjukan daerah yang mengalami infark, hemoragik.
4. EEG
Memperlihatkan daerah lesi yang spesifik
5. Ultrasonografi Dopler
Mengidentifikasi penyakit arteriovena
6. Sinar X kepala
Menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal
TINJAUAN KASUS

Identitas Pasien
 Nama : Tn. N
 Umur : 58 tahun
 NO RM : 1300089687
 Jenis kelamin : Laki -laki
 Agama : Islam
 Pekerjaan : Swasta
 Pendidikan : SLTA
 Tanggal Masuk : 18 november 2023
 Diagnosa medis : CVD Hemorogik
RIWAYAT KESEHATAN
 Keluhan utama :
Lemah dibagian tubuh sebelah kiri, nyeri kepala

 Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien dan keluarga mengatakan tiba – tiba lemah anggota
tubuh
dibagian sebelah kiri saat mau mandi ke sungai, bicara
pelo, nyeri kepala sejak 3 jam SMRS.
 Riwayat Penyakit Dahulu :

Pasien mempunyai riwayat hipertensi uncontrol

 Riwayat Kesehatan Keluarga : Dari keluarga ada riwayat


hipertensi

 Riwayat alergi
Untuk riwayat alergi obat dan makanan disangkal oleh pasien.
PEMERIKSAAN FISIK

 Keadaan umum : tampak terbaring lemah


 Kesadaran : composmentis
GCS: 14 ( Eyes : 3, Motorik : 6, Verbal : 5 )

 BB/TB : 70 kg / 160 cm

 Tanda – Tanda Vital .


 TD : 140 / 100 mmHg
 Suhu : 36,7 °C
 Nadi : 87 x / menit.
 RR : 20 x / menit
 SPO2 : 97 %
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Hasil Nilai Normal Satuan
HEMATOLOGI
Hemoglobin 12.4 13.2-17.3 g/dl
Hematokrit 38,8 40-52 %
Lekosit 9.0 3.800 - 10.600 /uL
Trombosit 225.000 150.000 - 450.000 /uL

HITUNG JENIS
Basofil 0 0–1 %
Eosinofil 0 1–3 %
Batang 1 2–6 %
Segmen 83 50 – 70 %
Limfosit 13 20 – 40 %
Monosit 3 1 – 11 %
KIMIA KLINIK
Glukosa Sewaktu 104 110-199 mg/dl
IMUNOLOGI
-
ELEKTROLIT &
GAS DARAH
Kreatinin 1,2 0,8-1,3 Mg/dl
EKG : (tanggal 18 november 2023)
Hasil : Sinus Rithum

CT SCAN : Perdarahan vol. +/- 21,2 cc


disertai edema perifokal di daerah ganglia
basalis kanan mendesak ventrikel lateralis
kanan, III serta menyebabkan midline shift
sejauh +/- 0,6 cm ke kiri.
RO THORAX : Pulmo dalam batas normal
Therapi dan Tindakan
Terapi dan tindakan selama di IGD pada tanggal 18 november 2023 :
 Obs TTV dan KU, skala nyeri
 Head up 30 °
 O2 3 liter nasal canulla
 Infus RL gtt 20/menit
 Inj Citicolin 500 mg ( iv )
 Inj omeprazole 40 mg ( iv )
 Inj manito 250 loading( iv )
 Amlodipin 10mg ( po )
 Candesartan 16 mg (po)
 Melakukan EKG
 Memasang cateter ukuran no 16 balon 12cc
 Memberikan penkes riwayat penyakit
 Libatkan keluarga dalam perawatan
 Mengantar pasien untuk pemeriksaan rontgen
ANALISA DATA
No Tgl/Jam Data Subyektif dan Data Obyektif Problem Etiologi

1 18-11- Ds : Pasien dan keluarga mengatakan tiba – Gangguan perfusi Gangguan aliran
2023 tiba lemah anggota tubuh dibagian sebelah jaringan serebral darah sekunder.
16.20 wib kiri, bicara pelo, nyeri kepala sejak lebih
kurang 3 jam SMRS saat ingin mandi di
sungai
Do : Keadaan umum : sedang
 Kesadaran : composmentis
 Nilai GCS : 14 (E : 3, M : 6, V : 5)
 Pasien tampak lemas bagian tubuh
sebelah kiri
TTV: TD : 140/100 mmHg, RR : 20 x/mnt,
Nadi : 87x/mnt, Suhu : 36, 7°C , SPO2 : 97 %

 Kekuatan otot : 1 5
3 5
INTERVENSI

 INTERVENSI.docx
IMPLEMENTASI

 IMPLEMENTASI.docx
EVALUASI
Tanggal Diagnosa Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi

18/ 11/2023 1.Gangguan perfusi jaringan S : Anggota tubuh tangan dan kaki kiri masih terasa
cerebral berhubungan lemah sulit digerakan, Nyeri kepala berkurang,
dengan gangguan aliran bicara pelo
darah sekunder O : Keadaan Umum sedang, kesadaran
composmentis,
GCS : 14
TD : 130/ 90 mmHg, Nadi : 88 x/mnt,
RR 20 x/mnt, Suhu : 36,7 °c, Spo2 99 %,
kekuatan otot 1 5
3 5
A : Dx 1 Gangguan perfusi jaringan belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi keperawatan
Monitor tanda tanda vital
Monitor kekuatan motorik pasien
Kolaborasi untuk pemeriksaan CT-Scan Kepala
Kolaborasi untuk konsul rehap medik dan fisiotherapi
Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai