MODUL 3
BILANGAN BULAT
Mata Kuliah : PDGK4406/Pembelajaran MTK di SD
Program Studi : PGSD BI
Fakultas : FKIP
Penulis :
Fatikhatul Laili (857771355)
MA. Izzuddin Jazuli (857772894)
Nor Faizah (857773595)
Kegiatan Belajar 1
Pembelajaran Materi Bilangan Bulat
di SD serta Ragam Permasalahannya
Pembelajaran Bilangan bulat di SD diberikan
setelah pembelajaran bilangan cacah dan
bilangan asli.
• Bilangan Asli : 1,2,3,4,5,....
• Bilangan cacah : 0,1,2,3,4,5,......
A. OPERASI HITUNG PADA BILANGAN BULAT (PENJUMLAHAN DAN
PENGURANGAN)
• Untuk mengenal konsep operasi hitung pada sistem bilangan bulat
dapat dilakukan melalui 3 tahap, yaitu:
1. Tahap pengenalan konsep secara konkret
2. Tahap pengenalan konsep secara semi konkret atau semi abstrak
3. Tahap pengenalan konsep secara abstrak
3 Tahap Pengenalan Konsep Operasi Hitung pada Blangan Bulat
Secara Konkret Semi Konkret Secara Abstrak
Alat peraga yang dapat Dapat menggunakan garis bilangan. Dapat dilakukan
dikembangkan adalah alat Prinsip Garis Bilangan: dengan
peraga yang dapat • “maju” untuk operasi penjumlahan memberikan
menggunakan pendekatan •“mundur” untuk operasi pengurangan contoh-contoh soal
himpunan diantaranya balok •Posisi awal aktivitas peragaan harus yang berpola atau
garis bilangan dan manik- selalu dimulai dari bilangan atau skala 0 mempunyai
manik atau alat peraga lain (nol) keistimewaan.
selama prinsip kerjanya •Jika bilangan pertama dalam suatu Contoh:
dapat operasi hitung bertanda positif, maka a)2+5
dipertanggungjawabkan ujung anak panah diarahkan ke bilangan b)2+(-5)
kebenarannya. positif c)(-2)+(-2)
•Sebaliknya jika bilangan pertama dalam
suatu operasi hitung bertanda negatif,
maka ujung anak panah diarahkan ke
bilangan positif
B. Sifat- Sifat Operasi Hitung Penjumlahan Pada Bilangan Bulat
1. Sifat Tertutup 4. Sifat Bilangan Nol (sebagai Unsur
•Artinya himpunan bilangan bulat tertutup Identitas)
terhadap operasi penjumlahan bahwa setiap •Setiap bilangan bulat a selalu berlaku
jumlah dua bilangan bulat merupakan a+0=0+a maka dapat dikatakan bahwa nol
bilangan bulat lagi. Contoh: -5(-13)+8 =-5 adalah unsur identitas pada penjumlahanyang
dimana bilangan itu ditambah nol maka
hasilnya bilangan itu sendiri.
2. Sifat Pertukaran (Komutatif)
•Dengan Rumus : A+B =B+A
5. Sifat Invers Penjumlahan (lawan suatu
•Contoh: 5+2 = 2+5 bilangan)
•Seperti halnya a lawan dari –a, dengan kata
3. Sifat Pengelompokan (Asosiatif) lain selain bilangan bulat selain 0 pasti
•Dengan Rumus : (A+B)+C =A+(B+C) mempunyai invers, dengan berlau a+(-a)=(-a)
+a=0
•Contoh : (2+3)+5=2+(3+5)
•Contoh : 4+(-4)=(-4)+4=0
C. Sifat- Sifat Operasi Hitung Pengurangan Pada Bilangan Bulat
1. Tertutup 2. Anti Komutatif 3. Anti Asosiataif
Pengurangan pada bilangan Contohnya pengurangan Pada operasi pengurangan
bulat yang melibatkan dua bilangan positif dengan bilangan bulat, bilangan-
bilangan bulat, maka hasil positif bilangan tersebut tidak dapat
operasinya juga merupakan •5-7=-2 dikelompokkan secara
bilangan bulat. Misal a dan b •7-5= 2 manual(kecuali sudah
merupakan bilangan bulat, ketentuan soal) dan ditulis
maka a-b =c dimana c Jadi 5-7 tidak sama dengan 7- dalam bentuk: (a-b)-c ≠a-(b-c)
merupakan bilangan bulat. 5
•Contoh : (5-7)-8≠5-(7-8)
Contoh : 3-1=2 maka 2, 1,dan Jadi hasil pengurangan
• Hasilnya: -10≠6
2 adalah bilangan bulat. bilangan bulat yang berbeda
tidak pernah sama ketika letak
bilangan ditukar.
D. Tahap Pengenalan Konsep Secara Abstrak
Penggunaan Alat peraga ataupun garis bilangan untuk melakukan operasi
hiyung bilangan bulat mempunyai keterbatasan karena tidak dapat
menjangkau bilangan-bilangan yang cukup besar.
•2+5 =7
Jumlah dua bilangan positif adalah positif.
•2+(-5) =-3 atau (-5)+2=-3
•(-2)+5 =3 atau 5+(-2)=3
Jumlah dua bilangan bulat satu positif dan yang satu negatif hasilnya dapat
bilangan bulat positif atau negatif, tergantung dari bilangan-bilangan bulat
yang dijumlahkan.
•(-2)+(-5)=-7
Jumlah dua bilangan negatif adalah negatif lagi.
E. Ragam Permasalahan Dalam Pembelajaran Bilangan Bulat di SD
• Penggunaan garis bilangan yang prinsipnya tidak konsisten
• Masih banyak guru yang salah dalam menafsirkan bentuk a+(-b) sebagai
a-b atau bentuk a-(-b) sebagai bentuk a+b
• Masih banyak guru dan siswa yang tidak dapat membedakan tanda – atau
+ sebagai operasi hitung dengan tanda – atau + sebagai jenis suatu
bilangan
• Kurang tepatnya memberikan pengertian bilangan bulat
• Sulitnya memberikan penjelasan bagaimana melakukan operasi hitung
pada bilangan bulat secara konkret maupun abstrak (tanpa menggunakan
alat peraga)
Kegiatan Belajar 2
Perkalian Dan Pembagian Bilangan Bulat Serta
Persamaan Linier
• Konsep Perkalian
• 3x4 diartikan sebagai 4+4+4=12
• 4x3 diartikan sebagai 3x3x3x3=12
• Maka operasi Perkalian pada suatu bilangan dapat diartikan sebagai Penjumlahan Berulang
• axb = b+b+b....Sebanyak a kali.
1. Operasi Hitung Perkalian pada Bilangan Bulat dalam Tahap Pengenalan Secara Konkret
• Guru dapat menjelaskan konsep perkalian bilangan bulat kepada siswa dengan peraga perkalian bilangan
bulat Balok Angka.
a. axb dengan a > 0 dan b > 0 b. axb dengan a > 0 dan b < 0 c. axb dengan a < 0 dan b > 0
d. axb dengan a < 0 dan b < 0
2. Tahap Pengenalan Secara Semi Konkret atau Abstrak
• Guru dapat menjelaskan konsep perkalian bilangan bulat
kepada siswa dengan garis bilangan.
• Prinsip kerja garis bilangan hampir sama dengan balok angka
hanya saja tidak terdapat model.
Konsep Operasi Hitung Bilangan Cacah
•Komutatif → a x b = b x a
•Asosiatif → (a x b) xc = a x (b x c)
•Adanya unsur identitas, yaitu 1 →a x 1 =1 x a = a
Perkalian Bilangan Bulat
• Bilangan Bulat (+) dengan Bilangan Bulat (+) hasilnya (+)
Contoh : 3x6 = 6+6+6 = 18
• Bilangan Bulat (+) dengan Bilangan Bulat (-) hasilnya (-)
Contoh : 3x (-7) = (-7)+(-7)+(-7) =(-21)
• Bilangan Bulat (-) dengan Bilangan Bulat (-) hasilnya (+)
Contoh :(-4) x(-6) = 24
• Bilangan Bulat (-) dengan Bilangan Bulat (+) hasilnya (-)
Contoh : (-5) x 6 =(-30)
B. Sifat-sifat Perkalian Pada Bilangan Bulat
• Tertutup artinya: hasil perkalian semua bilangan bulat hasilnya bilangan bulat juga.
• Komutatif(pertukaran) → a x b = b x a
• Asosiatif (pengelompokkan) → (a x b) xc = a x (b x c)
• Memiliki unsur identitas perkalian yaitu 1
• Distributif perkalian terhadap penjumlahan distributif perkalian terhadap pengurangan.
a x (b+c) =a x b+ a x c dan (a+b) x c =(a x c) +(b x c)
Distributif perkalian terhadap pengurangan.
a x (b – c) = a x b – a x c dan (a – b) x c =(a x c) – (b x c)
C. Operasi Pembagian Pada Bilangan Bulat
• a:b=c
• keterangan:
• a = angka yang dibagi
• b = pembagi
• c = hasil
Jika bilangan pembaginya merupakan bilangan positif (b > 0) maka posisi awal model “menghadap ke bilangan positif” Sebaliknya bila bilangan
pembaginya merupakan bilangan negatif (b < 0) maka posisi awal model “menghadap ke bilangan negatif.”
Bilangan yang merupakan hasil pembaginya ditentukan dari jumlah langkah, sedangkan jenis bilangannya dotentukan oleh “gerakan maju atau mundurnya
model”.
Contoh:
-6 : -2 = ...?
-6 : 2 = ...?
•Dari soal diketahui b < 0, berarti
•Dari soal diketahui b < 0, berarti posisi
posisi awal model menghadap ke
awal model menghadap ke bilangan positif
bilangan negatif pada skala 0.
pada skala 0.
•Untuk sampai ke bilangan -6 model
•Untuk sampai ke bilangan -6 model
bergerak maju sebanyak 3 langkah
bergerak mundur sebanyak 3 langkah
dengan masing-masing langkah
dengan masing-masing langkah sebanyak
sebanyak 2 skala (bilangan
2 skala (bilangan pembaginya 2)
pembaginya -2)
•Hasil dari -6 : 2 =-3 (diperlihatkan oleh
•Hasil dari -6 : -2 = 3 (diperlihatkan
mundurnya model sebanyak 3langkah).
oleh majunya model sebanyak 3
langkah).
Secara ringkas dapat kita simpulkan:
• Bilangan Bulat Positif : Bilangan Bulat Positif = Bilangan Bulat Positif
• Bilangan Bulat Positif : Bilangan Bulat Negatif = Bilangan Bulat Negatif
• Bilangan Bulat Negatif : Bilangan Bulat Positif = Bilangan Bulat Negatif
• Bilangan Bulat Negatif : Bilangan Bulat Negatif = Bilangan Bulat Positif
•
D. Persamaan dan Pertidaksamaan Dengan Satu Peubah
1. Kalimat Terbuka, Pernyataan, Peubah, dan Konstanta
•Apabila dalam suatu kalimat terbuka tanda peubahnya kita ganti
sehingga menjadi kalimat yang benar, maka pengganti itu
dinamakan penyelesaian (jawaban).
2. Persamaan Linier dengan Satu Peubah
• Persamaan adalah suatu kalimat terbuka yang dinyatakan dengan hubungan atau
tanda sama dengan (=)
• Contoh:
• Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan x+3 = 9 dengan x adalah peubah
pada himpunan bilangan bulat.
• Penyelesaian:
• Usahakanlah agar semua konstanta ada di satu ruas (biasanya di ruas kanan). ↔ x+3 = (-3) = 9+(-3)
• Untuk itu tambahkanlah dengan (-3) pada kedua ruas persamaan x+3 = 9 yaitu:
x+3 = 9
↔ x+3 = 9
↔ x + 3 +(-3) = 9+(-3)
↔x+0=6
↔x=6
3. Pertidaksamaan Linier Dengan Satu Peubah
• Tentukanlah bentuk pertidaksamaan linier paling sederhana yang ekuivalen dengan pertidaksamaan
x +5 < 12
• penyelesaian :
↔ x + 5 -5 < 12 – 5(kedua ruas dikurang 5)
↔x<7
Jadi x < 7 merupakan bentuk pertidaksamaan paling sederhana yang ekuivalen dengan x +5 < 12
3. Pertidaksamaan Linier Dengan Satu Peubah
Selanjutnya usahakan agar konstanta juga
berada pada ruas yang sama (berarti harus di
5x + 5 ≥ 4x + 2
•Penyelesaian : ruas kanan) maka tambahkanlah kedua ruas
5x + 5 ≥ 4x + 2
pertidaksamaan dengan (-5)
↔ 5x +(-4x) +5 ≥ 4x + (-4x) +2
↔ x+5 ≥ 2 berarti x+5 ≥ 2 ↔ x + 5 + (-5) ≥ 2+ (-5)
↔ x ≥ -3
Jadi pertidaksamaan x ≥ -3 merupakan bentuk
pertidaksamaan paling sederhana yang
ekuivalen dengan 5x + 5 ≥ 4x + 2.
Selesai Modul 3