0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
196 tayangan35 halaman

Manajemen Risiko 2025 SMT 1

manajemen risiko

Diunggah oleh

kiabalesono25
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
196 tayangan35 halaman

Manajemen Risiko 2025 SMT 1

manajemen risiko

Diunggah oleh

kiabalesono25
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MANAJEMEN RISIKO

UPT PUSKESMAS BALESONO


TAHUN 2025, SEMESTER 1
Kegiatan Program Manajemen Risiko
tahun 2025
1 RAPAT INTERNAL TIM MANAJEMEN RISIKO

2 IDENTIFIKASI RISIKO

3 ANALISIS RISIKO

4 MONITORING DAN EVALUASI

5 PELAPORAN

6 PERTEMUAN TINJAUAN MANAJEMEN


Jadwal Kegiatan Program Manajemen Risiko
tahun 2025
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

RAPAT TIM MANRISK

IDENTIFIKASI RISIKO

ANALISIS RISIKO

MONITORING DAN
EVALUASI

PELAPORAN

PTM
Identifikasi Risiko
Proses identifikasi risiko dilakukan dan dicatat dalam
dokumen register risiko yang memuat risiko klinis dan
non klinis.

Analisis Risiko
Analisis risiko dilakukan setelah tersusunnya register risiko yang
selanjutnya akan disusun profil risiko. Profil risiko adalah dokumen
yang merangkum seluruh risiko yang telah diidentifikasi, dianalisis,
dan dievaluasi, serta disusun berdasarkan tingkat prioritas dan
dilakukan pembaruan secara berkala.

Monitoring
dan Evaluasi
Tindakan monitoring terhadap risiko prioritas dirancang
dan diimplementasikan sesuai rencana untuk semua
prioritas risiko.
Identifikasi
Risiko Cluster 1
NON
KLINIS KLINIS
Terdapat beberapa kegiatan operasional pelayanan
Tidak ada kesehatan yang tidak dilaksanakan akibat pagu anggaran
kurang
J
Penyajian data dan informasi belum akurat akibat format
belum terstandarisasi
A
N
Waktu yang diperlukan untuk entry data lama akibat masih
adanya sistem aplikasi yang belum terintegrasi
U
A
Waktu pelayanan uang menggunakan sistem informasi
lebihlama akibat sistem error dan jaringan tidak stabil R
I
SDM pengelola keuangan tidak sesuai dengan
kompetensinya karena belum ada yang mengisi formasi
Identifikasi Risiko
Cluster 2
KLINIS NON KLINIS
Masih ada sasaran ibu hamil yang tidak
memeriksakan kesehatan ke fasyankes Adanya balita yang belum terdata dalam pencatatan berbasis

Sasaran ibu hamil tidak ANC terpadu pada


aplikasi J
TM 1
Keterlambatan pelaporan kasus oleh fasyankes akibat kurang
A
Munculnya kasus ibu hamil risiko tinggi
tertibnya pendokumentasian dan pengisian pada sistem
pelaporan N
U
Sasaran bayi baru lahir belum di SHK
A
Data kesehatan anak usia sekolah tidak R
tercatat
I
Munculnya kasus ca serviks di masyarakat
Identifikasi Risiko
Cluster 3
KLINIS NON KLINIS

Sasaran usia produktif/usia dewasa belum Data kesehatan orang usia lanjut tidak
dilakukan CKG tercacat J
Orang usia lanjut tidak mendapatkan A
pelayanan kesehatan N
Sasaran orang usia lanjut belum dilakukan U
CKG A
R
I
Identifikasi Risiko
Cluster 4
KLINIS NON KLINIS

kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke Masyarakat belum melakukan pemilahan sampah basah
puskesmas bila batuk lebih dari 2 minggu dan kering sehingga pencemaran lingkungan meningkat
J
masyarakat yang beresiko HIV enggan memeriksakan diri ke A
Pelaporan komdat oleh pemegang program terlambat
puskesmas
N
Pelaporan online pengelolaan surveilans kesehatan tidak
tepat waktu, pelaporan tidak lengkap, kurangnya kurangnya ketertiban pasien/keluarga pasien jiwa dalam
U
penyelidikan epidemiologi kontrol dan mengambil obat A
Kesadaran masyarakat untuk deteksi dini rendah
R
I
Identifikasi Risiko
Cluster 5
KLINIS NON
KLINIS
Kurangnya pemahaman tentang gizi seimbang pada
masyarakat khususnya pada ibu hamil dan balita kurangnya keterampilan kader UKBM
J
banyaknya jumlah UKBM yang harus A
ada pasien yang tidak mengambil obat di farmasi
dibina N
adanya ibu hamil yang tidak melakukan atap pada laboratorium (cluster 5), ruang U
pemeriksaan kesehatan gigi kia dan persalinan (cluster 2) rusak A
R
adanya klien yang salah memasuki cluster yang
dituju I
Analisis Risiko
JENIS
RISIKO

Pelayanan Kesehatan Penyakit Menular dan tidak menular tidak maksimal akibat kesadaran masyarakat
untuk melakukan deteksi dini masih rendah
SEDANG

Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif/usia dewasa tidak maksimal akibat kurangnya pengetahuan SEDANG
masyarakat usia produktif/usia dewasa terkait pemeriksaan kesehatan

Pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai standar tidak maksimal akibat kurangnya kesadaran ibu hamil
tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan sehingga dapat terjadi keterlambatan deteksi dini ibu hamil SEDANG
risiko tinngi

Sasaran ibu hamil TM 1 tidak periksa anc terpadu akibat kurangnya kesadaran ibu hamil untuk SEDANG
melakukan ANC terpadu di Puskesmas

bahaya runtuhnya atap pada cluster 5 dan 2 SEDANG


Analisis Risiko
JENIS
RISIKO

Data kesehatan orang usia produktif/usia dewasa tidak tercatat akibat


RENDAH
ketidakhadiran sasaran orang usia produktif/usia dewasa

Data kesehatan orang usia lanjut tidak tercatat akibat ketidakhadiran sasaran orang
RENDAH
usia lanjut

Pelaporan kesehatan balita yang mendapat pelayanan sesuai standar terhambat


RENDAH
akibat adanya balita yang belum terdata dalam pencatatan berbasis aplikasi

Keterlambatan pelaporan kasus kesehatan ibu dan anak oleh fasyankes akibat RENDAH
kurang tertibnya pendokumentasian dan pengisian pada sistem pelaporan
PROFIL RISIKO
RISIKO PEMILIK PENGENDALIAN YANG ADA
RISIKO
1. Pelayanan Kesehatan Penyakit Menular dan tidak CLUSTER 4 Pelaksanaan Posbindu, posyandu dan investigasi
menular tidak maksimal akibat kesadaran masyarakat (KLINIS) penularan kepada individu yang terkena penyakit
untuk melakukan deteksi dini masih rendah menular dan tidak menular
2. Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif/usia dewasa CLUSTER 3 Koordinasi dengan lintas program dan jejaring
tidak maksimal akibat kurangnya pengetahuan (KLINIS) puskemas
masyarakat usia produktif/usia dewasa terkait -Melakukan kunjungan rumah dengan melibatkan
pemeriksaan kesehatan petugas kesehatan dan kader yang ada di desa
-Membuat unggahan di media sosial Fasyakes
terkait pentingnya pemeriksaan kesehatan
3. Pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai standar tidak CLUSTER 2 Koordinasi dengan lintas program dan jejaring
maksimal akibat kurangnya kesadaran ibu hamil tentang (KLINIS) puskemas
pentingnya pemeriksaan kehamilan sehingga dapat -Melakukan kunjungan rumah ke ibu hamil dengan
terjadi keterlambatan deteksi dini ibu hamil risiko tinngi melibatkan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang
ada di desa
-Membuat unggahan di media sosial Fasyakes
terkait pentingnya pemeriksaan ibu hamil
-Membentuk kelas ibu hamil
PROFIL RISIKO
RISIKO PEMILIK PENGENDALIAN YANG ADA
RISIKO
4. Sasaran ibu hamil TM 1 tidak periksa anc terpadu CLUSTER 2 Koordinasi dengan lintas program dan jejaring
akibat kurangnya kesadaran ibu hamil untuk melakukan (KLINIS) puskemas
ANC terpadu di Puskesmas -Melakukan kunjungan rumah ke ibu hamil dengan
melibatkan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang
ada di desa
-Membuat unggahan di media sosial Fasyakes
terkait pentingnya pemeriksaan ibu hamil
-Membentuk kelas ibu hamil
5. bahaya runtuhnya atap pada cluster 5 dan 2 CLUSTER 5 & 2 usulan perbaikan sarana dan prasarana
(NON KLINIS)
Monitoring
dan evaluasi
TREN
RISIKO

Pelayanan Kesehatan Penyakit Menular dan tidak menular tidak maksimal akibat kesadaran masyarakat
untuk melakukan deteksi dini masih rendah F
Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif/usia dewasa tidak maksimal akibat kurangnya pengetahuan
E
masyarakat usia produktif/usia dewasa terkait pemeriksaan kesehatan
B
Pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai standar tidak maksimal akibat kurangnya kesadaran ibu hamil
tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan sehingga dapat terjadi keterlambatan deteksi dini ibu hamil
R
risiko tinngi
U
Sasaran ibu hamil TM 1 tidak periksa anc terpadu akibat kurangnya kesadaran ibu hamil untuk A
melakukan ANC terpadu di Puskesmas
R
bahaya runtuhnya atap pada cluster 5 dan 2 I
Monitoring
dan evaluasi
TREN
RISIKO

Pelayanan Kesehatan Penyakit Menular dan tidak menular tidak maksimal akibat kesadaran masyarakat
untuk melakukan deteksi dini masih rendah

Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif/usia dewasa tidak maksimal akibat kurangnya pengetahuan
masyarakat usia produktif/usia dewasa terkait pemeriksaan kesehatan
M
A
Pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai standar tidak maksimal akibat kurangnya kesadaran ibu hamil
tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan sehingga dapat terjadi keterlambatan deteksi dini ibu hamil
risiko tinngi
R
E
Sasaran ibu hamil TM 1 tidak periksa anc terpadu akibat kurangnya kesadaran ibu hamil untuk
melakukan ANC terpadu di Puskesmas T
bahaya runtuhnya atap pada cluster 5 dan 2
Identifikasi
Risiko
NON
KLINIS KLINIS

sasaran ibu hamil belum mendapatkan Sasaran ibu hamil belum dilakukan CKG
MMS

Sasaran bayi belum dilakukan CKG M


A
adanya balita yang belum terdata dalam
pencatatan berbasis aplikasi (SIGIZI)
R
E
Sasaran Balita belum dilakukan CKG T
sasaran Anak usia sekolah dan remaja
belum dilakukan CKG
Analisis Risiko
JENIS
RISIKO

Sasaran Usia Produktif / Usia Dewasa belum dilakukan CKG SEDANG

Sasaran Usia Lanjut belum dilakukan CKG SEDANG

sasaran Anak usia sekolah dan remaja belum dilakukan CKG SEDANG

Sasaran Balita belum dilakukan CKG SEDANG

Sasaran bayi belum dilakukan CKG SEDANG


Analisis Risiko
JENIS
RISIKO

Masih ada sasaran ibu Hamil yang tidak memeriksakan kesehatan ke SEDANG
Fasyankes

Sasaran ibu hamil tidak anc terpadu pada TM 1 SEDANG

sasaran ibu hamil belum mendapatkan MMS SEDANG

Sasaran ibu hamil belum dilakukan CKG SEDANG

atap pada laboratorium (cluster 5), ruang kia dan persalinan (cluster 2) SEDANG
rusak
PROFIL RISIKO
RISIKO PEMILIK PENGENDALIAN YANG ADA
RISIKO

1.
Sasaran Usia Produktif / Usia CLUSTER 3 Koordinasi dengan lintas program dan jejaring
puskemas
Dewasa belum dilakukan CKG -Melakukan kunjungan rumah dengan melibatkan
petugas kesehatan dan kader yang ada di desa
-Membuat unggahan di media sosial Fasyakes
terkait pentingnya pemeriksaan kesehatan

2. SasaranUsia Lanjut belum CLUSTER 3 Koordinasi dengan lintas program dan jejaring
puskemas
dilakukan CKG -Melakukan kunjungan rumah dengan melibatkan
petugas kesehatan dan kader yang ada di desa
-Membuat unggahan di media sosial Fasyakes
terkait pentingnya pemeriksaan kesehatan
PROFIL RISIKO
RISIKO PEMILIK PENGENDALIAN YANG ADA
RISIKO

3. sasaran
Anak usia sekolah dan CLUSTER 2 melakukan pemetaan sasaran dan melengkapi data
yang dibutuhkan untuk pelaksanaan CKG anak usia
remaja belum dilakukan CKG sekolah dan remaja, menunggu kesiapan sistem CKG
ASIK support

4. Sasaran Balita belum dilakukan CKG CLUSTER 2 melakukan pemetaan sasaran balita dan melengkapi
data yang dibutuhkan untuk pelaksanaan CKG balita,
menunggu kesiapan sistem CKG ASIK balita support

5. Sasaran bayi belum dilakukan CKG CLUSTER 2 melakukan pemetaan sasaran bayi dan melengkapi
data yang dibutuhkan untuk pelaksanaan CKG bayi,
menunggu kesiapan sistem CKG ASIK bayi support
PROFIL RISIKO
RISIKO PEMILIK PENGENDALIAN YANG ADA
RISIKO
6. Masih ada
sasaran ibu Hamil yang tidak CLUSTER 2 Koordinasi dengan lintas program dan jejaring
puskemas
memeriksakan kesehatan ke Fasyankes -Melakukan kunjungan rumah ke ibu hamil dengan
melibatkan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang
ada di desa
-Membuat unggahan di media sosial Fasyakes
terkait pentingnya pemeriksaan ibu hamil
-Membentuk kelas ibu hamil

7. Sasaran ibu hamil tidak anc terpadu pada CLUSTER 2


TM 1

8. sasaran ibu hamil belum mendapatkan CLUSTER 2


MMS
PROFIL RISIKO
RISIKO PEMILIK PENGENDALIAN YANG ADA
RISIKO

9. Sasaran ibu hamil belum dilakukan CKG CLUSTER 2 Koordinasi dengan lintas program dan jejaring
puskemas
-Melakukan kunjungan rumah ke ibu hamil dengan
melibatkan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang
ada di desa
-Membuat unggahan di media sosial Fasyakes
terkait pentingnya pemeriksaan ibu hamil
-Membentuk kelas ibu hamil
10. atappada laboratorium (cluster 5), CLUSTER 2 & 5 usulan perbaikan sarana dan prasarana
ruang kia dan persalinan (cluster 2) rusak
Monitoring
dan evaluasi
TREN
RISIKO

Sasaran Usia Produktif / Usia Dewasa belum dilakukan CKG


A
Sasaran Usia Lanjut belum dilakukan CKG
P
sasaran Anak usia sekolah dan remaja belum dilakukan CKG R
Sasaran Balita belum dilakukan CKG
I
L
Sasaran bayi belum dilakukan CKG
Monitoring
dan evaluasi
TREN
RISIKO

Masih ada sasaran ibu Hamil yang tidak memeriksakan kesehatan ke


Fasyankes

Sasaran ibu hamil tidak anc terpadu pada TM 1


A
P
sasaran ibu hamil belum mendapatkan MMS R
Sasaran ibu hamil belum dilakukan CKG
I
L
atap pada laboratorium (cluster 5), ruang kia dan persalinan (cluster 2)
rusak
Monitoring
dan evaluasi
TREN
RISIKO

Sasaran Usia Produktif / Usia Dewasa belum dilakukan CKG

Sasaran Usia Lanjut belum dilakukan CKG


M
sasaran Anak usia sekolah dan remaja belum dilakukan CKG E
I
Sasaran Balita belum dilakukan CKG

Sasaran bayi belum dilakukan CKG


Monitoring
dan evaluasi
TREN
RISIKO

Masih ada sasaran ibu Hamil yang tidak memeriksakan kesehatan ke


Fasyankes

Sasaran ibu hamil tidak anc terpadu pada TM 1


M
sasaran ibu hamil belum mendapatkan MMS E
I
Sasaran ibu hamil belum dilakukan CKG

atap pada laboratorium (cluster 5), ruang kia dan persalinan (cluster 2)
rusak
Monitoring
dan evaluasi
TREN
RISIKO

Sasaran Usia Produktif / Usia Dewasa belum dilakukan CKG

Sasaran Usia Lanjut belum dilakukan CKG


J
U
sasaran Anak usia sekolah dan remaja belum dilakukan CKG
N
Sasaran Balita belum dilakukan CKG I

Sasaran bayi belum dilakukan CKG


Monitoring
dan evaluasi
TREN
RISIKO

Masih ada sasaran ibu Hamil yang tidak memeriksakan kesehatan ke


Fasyankes

Sasaran ibu hamil tidak anc terpadu pada TM 1


J
U
sasaran ibu hamil belum mendapatkan MMS
N
Sasaran ibu hamil belum dilakukan CKG I

atap pada laboratorium (cluster 5), ruang kia dan persalinan (cluster 2)
rusak
Pelaporan Pelaporan Pelaksaan
Manajemen Risiko di
pelaksanaan UPT Puskesmas Balesono
dilakukan setiap
Manajemen Risiko Triwulan
PRIORITAS
RISIKO

Sasaran Usia Produktif / Usia Dewasa belum dilakukan CKG

Sasaran Usia Lanjut belum dilakukan CKG


PROGRAM PENYAKIT
MENULAR DAN
sasaran Anak usia sekolah dan remaja belum dilakukan CKG PENYAKIT TIDAK
MENULAR

Sasaran Balita belum dilakukan CKG

Sasaran bayi belum dilakukan CKG


PROGRAM PENYAKIT
MENULAR DAN
PENYAKIT TIDAK
MENULAR

CAPAIAN CKG S/D


JUNI 2025 : 10%
Saran Tindak
Lanjut
Pelaksanaan CKG di bawah naungan Program PTM
sebagai IMPEL UPT Puskesmas Balesono

CAPAIAN CKG S/D


JULI 2025 : 28%

INOVASI: PIKNIK ASIK PKM BALESONO


(Pelayanan Cek Kesehatan Gratis Keliling dientry pada
Aplikasi Sehat Indonesiaku)
PRIORITAS
RISIKO

Masih ada sasaran ibu Hamil yang tidak memeriksakan kesehatan ke


Fasyankes

Sasaran ibu hamil tidak anc terpadu pada TM 1


PELAYANAN
KESEHATAN IBU
DAN ANAK
sasaran ibu hamil belum mendapatkan MMS

Sasaran ibu hamil belum dilakukan CKG


Saran Tindak
Lanjut
Usulan Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil TM 1 di Induk
sebagai IMPP UPT Puskesmas Balesono
TINDAK LANJUT
PROGRAM
“RATU SEHARI”

Ibu Hamil mendapatkan pelayanan ANC terpadu dan


MMS saat TM 1
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai