Anda di halaman 1dari 6

Peradangan pada kulit yang mengenai daerah perioral dan lipatan nasolabialis (sekitar hidung)dari wajah.

Bentuk efloresensi berupa papul-papul eritomatosa yang mengalami pustulasi, erupsi yang kronik berbatas tegas, dan dapat berupa squama yang eksematosa pada wajah.

lebih sering terjadi pada wanita usia 2045 tahun, jarang dialami oleh laki-laki. dermatitis perioral sangat jarang terjadi, bisa ada kecenderungan kambuh pada orang yang sebelumnya pernah mengalaminya.

Penyebab pasti masih belum diketahui. Namun ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan timbulnya dermatitis perioral: 1. Sinar UV 2. Obat 3. Kosmetik 4. Faktor mikrobiologi 5. Faktor hormonal

timbulnya erupsi berbatas tegas yang persisten dan eritematosa yang ukurannya 1-2 mm berbentuk papul dan pustula didaerah perioral, lipatan nasolabial, dan daerah periorbital umumnya terdistribusi dan diawali pada daerah dagu atau pada bibir atas dan menyebar disekitar mulut, membentuk daerah kecil berbatas kemerahan dan diantara batas bibir dengan ruam kulit biasanya dipisahkan oleh daerah kulit yang masih normal, akhirnya dapat menyebar di alis, glabella atau keduanya sekaligus, penderita mengeluh gatal dan rasa seolah terbakar. Gejala-gejala ini dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu dan bisa saja tiba-tiba sembuh, hal ini bisa terjadi selama beberapa bulan dan bahkan bertahun-tahun

Dapat berupa problem emosional psikologis karena sifat lesi hilangnya lama dan lesi di wajah mempengaruhi kepercayaan diri penderita. Dan timbulnya rebound effect karena penggunaan kortikosteroid dan dapat timbul jaringan parut atau skar.