Anda di halaman 1dari 4

Analisis Usaha Produksi Pembesaran Ikan Kerapu Bebek (Cromileptis altivelis) Skala Usaha Menengah

Analisa usaha merupakan perhitungan keuangan untuk mengetahui sampai dimana keberhasilan suatu usaha. Pada analisa usaha pembesaran ikan kerapu bebek (Cromileptis altivelis) dimulai dengan menghitung biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha dan keuntungan yang diperoleh dari usaha tersebut. Adapun biaya-biaya yang dihitung adalah : 1. Biaya Investasi dan Penyusutan Investasi awal merupakan modal yang harus disediakan sebelum melakukan kegiatan produksi atau usaha yaitu pada tahun ke-0 (tahun pendirian perusahaan) dengan asumsi dan persyaratan sebagai berikut : a) Dalam satu tahun dilakukan 2 kali siklus produksi, yaitu per siklus selama 6 bulan. b) Tingkat kelangsungan hidup (SR) diasumsikan 50 % - 70 %. c) Penebaran benih di keramba ukuran 15-17 cm dengan berat 80 90 gram, dengan asumsi harga benih Rp.1.500,- / cm. d) Pemanenan dilakukan ketika waktu pemeliharaan sudah mencapai 6 bulan (1 siklus) dan rata-rata bobot ikan rata-rata 500 gram dengan jumlah total panen 500 ekor. e) Kelayakan usaha diperhitungkan berdasarkan Analisa laba rugi, B/C Ratio, Break Even Point (BEP), dan Pay Back Period (PBP). Unsur-unsur yang termasuk dalam biaya investasi yaitu : kontruksi, peralatan yang berhubungan dengan produksi dan harus disediakan sebelum proses produksi. Biaya investasi yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha pembesaran ikan kerapu bebek adalah Rp. 39.965.000,- dan penyusutannya adalah Rp. 2.049.400,- untuk lebih jelas rinciannya dapat dilihat daftar berikut ini : No Kontruksi KJA Harga/Unit Total Harga Penyusutan/tahun 1 Balok Kayu 34 batang 65.000 2.210.000 500.000 2 Papan Kayu 24 lembar 50.000 1.200.000 290.000 3 Pelampung 15 buah 200.000 3.000.000 750.000 4 Baut 90 pasang 2.000 180.000 45.000 5 Paku 5 kg 15.000 75.000 25.000 6 Tali PE 10 kg 15.000 150.000 50.000 7 Jangkar 4 1.000.000 4.000.000 700.000 8 Tali jangkar 20 kg 20.000 400.000 100.000 9 Jaring 6 600.000 3.600.000 1.180.000

10 Biaya lain-lain 1 200.000 200.000 50.000 11 Upah sarana/prasarana - 500.000 500.000 12 Perahu motor 1 unit 6.500.000 6.500.000 1.000.000 13 Freezer 1 unit 6.000.000 6.000.000 1.000.000 14 Mesin semprot 1 unit 6.000.000 6.000.000 1.000.000 15 Kompresor 1 unit 4.500.000 4.500.000 700.000 16 Bak fiber 1 unit 500.000 500.000 90.000 17 Selang dan aerasi 6 10.000 60.000 20.000 18 Peralatan kerja 1 set 1.000.000 1.000.000 00.000 Total Harga 39.965.000 4.098.800 Keterangan : a. Balok kayu ukuran 7 x 14 x 400 cm b. Papan kayu ukuran 3 x 25 x 400 cm c. Pelampung volume 200 lt d. Baut diameter 10 mm, panjang 250-260 mm e. Paku 7 inchi f. Tali PE untuk pelampung berukuran diameter 8 mm g. Jangkar dengan berat 75 kg h. Tali jangkar berdiameter 250 mm i. Jaring berukuran 3 x 3 x 3 m, mesh size 0,75 imchi, D 12 dengan diameter tali ris 6 mm j. Perahu motor temple 15 PK k. Freezer berukuran volume 600 lt l. Bak fiber ukuran 1 ton 2. Biaya Operasional Biaya operasional dibagi menjadi dua macam yaitu biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap (variabel cost). Biaya tetap yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha pembesaran ikan kerapu bebek tiap tahunnya adalah sebesar Rp.26.418.800 dan biaya tidak tetapnya adalah Rp. 68.088.800,-. Untuk perinciannya dapat dilihat tabel dibawah ini : a) Biaya tetap per tahun - Biaya Penyusutan = Rp. 4.098.800,- Perawatan 5 % dari Investasi = Rp. 1.920.000,- Gaji Karyawan @ Rp.900.000 x 12 bulan 3 orang = 32.400.000 - Listrik 12 bulan x Rp.40.000 = 480.000,Jumlah = Rp.38.898.800 b) Biaya tidak tetap per tahun - Benih 1040 ekor x Rp.25.000 x 2 siklus ( 1 tahun) = Rp. 52.000.000,- Pakan pellet 477,64 kg x @ Rp.15.000 x 2 siklus ( 1thn) = Rp. 14.329.200,- Vitamin dan obat-obatan per 2 siklus = Rp. 4.000.000,- Bahan bakar (solar) 6 liter/hari x @ 3500 = Rp. 7.560.000,Jumlah = Rp.77.889.200,Sedangkan untuk mengetahui besarnya biaya produksi per kg ikan kerapu bebek adalah: = Biaya Tetap : Jumlah ikan yang dipanen = Rp.38.898.800 : 500 kg = Rp. 77.797,Jadi, untuk menghasilkan ikan kerapu bebek (dengan berat ikan rata-rata 500 gram, total panen 1000 ekor) diperlukan biaya tetap per kg ikan kerapu bebek adalah sebesar Rp. 77.797,-

Dari penjumlahan biaya tetap dan tidak tetap diatas, maka biaya operasionalnya dapat dilihat pada perhitungan dibawah ini : Biaya operasional = Biaya tetap + Biaya tidak tetap = Rp.38.898.800 + Rp.77.889.200,= Rp. 116.788.000,Hasil produksi menghasilkan ikan kerapu bebek (kepadatan rata-rata 125 ekor/lubang) per siklus, jumlah total lubang sebanyak 4 lubang (petak jaring apung) sedangkan jumlah total panen per tahun sebanyak 1000 ekor. Perhitungan penjualan adalah : Pendapatan = 1000 ekor (500 kg) x Rp. 450.000,- x 1 tahun = Rp. 225.000.000,Jadi pendapatan yang diperoleh dalam 1 tahun sebesar Rp. 326.800.000,- sebelum dipotong pajak pendapatan sebesar 10 % dari pendapatan penjualan. Pendapatan = Pendapatan ( 10 % x pendapatan) = Rp. 225.000.000,- (Rp. 22.500.000) = Rp. 202.500.000,Jadi pendapatan yang diperoleh selama 1 tahun sebesar Rp. 202.500.000,3.Analisa Laba Rugi Analisa laba rugi = Pendapatan - Biaya total operasional = Rp. 202.500.000,- Rp. 116.788.000,= Rp. 85.712.000,Produksi pembesaran ikan kerapu bebek mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp. 85.712.000,-/ tahun. 4.Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) Analisi B/C ratio dapat digunakan untuk menilai layak tidaknya suatu usaha untuk dijalankan. Bila nilai B/C yang diperoleh sama dengan 1 (satu), berarti titik impas (cash in flows sama dengan cash out flows), sehingga perlu pembenahan. Jika nilai B/C ratio lebih besar dari 1 (satu) berarti gagasan usaha/proyek tersebut layak untuk dikerjakan dan jika lebih kecil dari 1 (satu) berarti tidak layak untuk dikerjakan. Rumus B/C ratio adalah sebagai berikut : B/C ratio = Total Pendapatan : Total Biaya Operasional = B/C ratio = Rp. 202.500.000,- : Rp. 116.788.000,= 1,73 (Feasible) Dari perhitungan B/C ratio dapat diketahui bahwa nilai B/C ratio pada usaha produksi pembesaran ikan kerapu bebek tersebut menguntungkan atau feasible (go) untuk dijalankan yaitu pada angka 1,73. Artinya setiap biaya yang dikeluarkan Rp. 1,- akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 0,73,-. Bila B/C ratio < 1 usaha tidak layak untuk dijalankan, B/C ratio > 1 usaha tersebut menguntungkan sehingga usaha dapat dilanjutkan. 5. Break Even Point (BEP) Perhitungan BEP digunakan untuk menentukan batas minimum volume penjualan dimana pada titik tersebut proyek tidak untung dan tidak rugi (total revenue = total cost). Selama proyek/perusahaan masih berada di bawah titik BEP, selama itu juga perusahaan tersebut masih mengalami kerugian. Untuk menghitung BEP dapat digunakan rumus dibawah ini :

Break Even Point produksi : BEP (Produksi) = Total Biaya Operasional : Harga Penjualan = BEP (Produksi) = Rp. 116.788.000,- : Rp. 450.000,= 260 Kg /tahun Break Even Point dalam rupiah : BEP (Harga) = Total Biaya Operasional : Total Produksi BEP (Harga) = Rp. 116.788.000,- : 500 kg = Rp.233.576,- / Kg Jadi usaha pembesaran ikan kerapu bebek ini akan mengalami titik impas (BEP) pada saat menghasilkan ikan sebanyak 260 Kg dengan harga per kg Rp.233.576,6. Analisa Pay Back Period (PBP) Analisa Pay Back Period adalah waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengembalikan investasi. Suatu indikator yang dinyatakan dalam ukuran waktu yaitu berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal investasi yang dikeluarkan. Semakin cepat dalam pengembalian biaya investasi sebuah proyek, semakin baik proyek tersebut karena semakin lancar dalam perputaran modal. Analisa tersebut dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : PBP = Biaya Investasi : Keuntungan + Penyusutan x 1 tahun PBP = Rp. 39.965.000,- : (Rp. 85.712.000,-+ Rp. 2.049.400,-) x 1 tahun PBP = 0,45 tahun (5 Bulan, 12 hari) Artinya modal investasi usaha yang digunakan akan kembali dalam jangka waktu 1 tahun 3 bulan 25 hari. 7. Kesimpulan Dari hasil analisis finansial diperoleh nilai keuntungan bersih Rp. 85.712.000,- B/C ratio 1,73 (lebih besar dari 1), titik impas (BEP) produksi sebesar 260 Kg, titik impas (BEP) harga Rp.233.576,-Payback Period (PBP) 0,45 tahun,. Dari data analisis finansial di atas dapat disimpulkan bahwa usaha pembesaran ikan kerapu bebebk ini dapat dikatakan layak (feasible) untuk dilaksanakan.