Anda di halaman 1dari 28

Febrika

Pangesti Aji Resha Arliana Tina Melinda Agustina Dei Ryani Popi Citra A

Ciri-ciri dan karakteristik alga Struktur sel alga Morfologi alga Klasifikasi alga Peranan alga dalam kehidupan seharihari Penyakit yang ditimbulkan oleh Alga Interaksi antara fungi, alga dan bakteri Fisiologi alga

Uniseluler dan multiseluler Ukuran mikroskopis sampai makrokopis Organism autotrof Sistem pembuluh belum ada Bereproduksi dengan cara seksual dan aseksual. Kaya pigmen fotosintesis.

Uniseluler atau multiseluler berbentuk bola, batang, gada, atau kumparan Dapat bergerak atau tidak ( ada flagel/tidak ) Koloni uniseluler Nukleus dibatasi oleh membran Setiap sel mengandung 1 atau lebih kloroplas Besifat autotrof dapat menghasilkan zat organik dan oksigen melalui proses fotosintesis Dapat berkembangbiak secara seksual dan aseksual Pada makro algae struktur tubuh nya berupa thallus

Alga memiliki ukuran mikroskopis (tidak dapat dilihat dengan mata telanjang) dan ada yang makroskopis (dapat dilihat dengan mata telanjang) berukuran 25 m (contohnya Navicula), alga makroskopis berukuran 50 m (contohnyaMacrocystis). Alga terdiri dari alga uniseluler (bersel satu) dan multiseluler (bersel banyak). Alga uniseluler ada yang soliter (hidup sendiri) (contohnya Chlorella),dan berkoloni (bergerombol), (contohnya Gonium: berbentuk cakram, Volvox:berbentuk bola dan Hydrodictyon: berbentuk jala). Beberapa alga uniseluler memiliki flagelum (bulu cambuk). Alga multiseluler ada yang berbentuk benang atau filamen (contohnyaOedogonium dan Spirogyra), dan lembaran (contohnya Laminaria, Ulva, danMacrocystis). Alga berbentuk lembaran (thalus) sehingga tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun.

Algae diklasifikasikan berdasarkan ciri-ciri berikut : Pigmen ( susunan kimianya ) Produk cadangan makanan Flagella Dinding sel Organisasi sel Fisiologi

Divisi ( nama umum )

Bahan cadangan

Flagella dan seluk beluk struktur sel

Contoh

Chlorophycophyta ( ganggang hijau ) Rhodophycopyita ( ganggang merah ) Chrysophycophyta ( ganggang keemasan )

Pati, minyak

Kebanyakan nonmotil ( kecuali 1 ordo ), tetapi beberapa sel reproduktif dapat berflagella Nonmotil : agar dan karagen dalam dinding sel Flagella : 1 atau 2 sama atau tak sama; pada beberapa, permukaannya tertutup oleh sisiksisik khas Flagella : 2 lateral, tak sama; asam alginat dalam dinding sel Flagella : 1 pada gamet jantan, apikal; sel menjadi 2 paruha; dinding silika degan tanda-tanda rumit Flagella : 1, 2 atau 3 yang sama agak apikal; ada kerongkongan ; tidak ada dinding sel tetapi memiliki pelikel elastik Flagella : 2 tak sama, lateral; kerongkongan pada beberapa spesies tak ada dinding sel Flagella : 2 lateral ; 1 menyeret, 1 melilit Flagella : 2 tak sama, apikal

Chlamydomonas sp

Pati floridean ( seperti glikogen ) Karbohidrat seperti pati : minyak

Rhodella sp

Ochromonas sp

Phaeophycophyta ( ganggang coklat ) Bacillaryophycophyta ( diatom )

Karbohidrat seperti pati : manitol Karbohidrat seperti pati : minyak

Fucus gadneri Diatom

Euglenophycophyta ( euglonoid )

Karbohidrat seperti pati : minyak

Euglena acus

Cryptophycophyta ( cryptomonad ) Pyrrophycophyta ( dinoflagellata, fitodinad ) Xanthophycophyta ( algae hijau-kuning )

Pati

Kriptomonad

Pati : minyak Karbohidrat seperti pati : minyak

Gonyaulax Vaucheria sp

Manfaat alga (ganggang) dalam kehidupan sehari hari antara lain : A. Peranan ganggang coklat (Phaeophyta) Dimanfaatkan sebagai industry makanan atau farmasi, algin atau asam alginate dari ganggang coklat digunakan dalam pembentukan eskrim, pembentukan pil, salep, pembersih gigi, lotion dank rim, selain itu dapat dimanfaatkan untuk kandungan nitrogen dan kaliumnya cukup tinggi, sedangkan kandungan folfornya rendah.

B. Peran ganggang merah (Rodophyta) Manfaatnya antara lain sebagai bahan makanan dan kosmetik.misalnya eucheuma spinosum , selain itu juga dipakai untuk mengeraskan atau memadatkan media pertumbuhan bakteri.
C. Peranan ganggang keemasan (Crysophyta) Berguna sebagai bahan penggosok, bahan pembuat isolasi, penyekat dinamit, membuat saringan, bahan alat penyadap suara, bahan pembuat cat, pernis, dan piringan hitam. D. Peranan ganggang hijau (Clorophyta) Beberapa spesies ganggang hijau biru dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan alternative, misalnya Spirulina sp. Beberapa spesies ganggang hijau biru yang bersimbiosis dapat menambat (fiksasi) nitrogen bebas , sehingga menambah kesuburan tanah, misalnya : Anabaena azollae.

1) 2) 3)

4)

5)
6) 7)

Chorella, sebagai sumber makanan suplemen bergizi tinggi Ulva, caulerva dan enteromorpha ,sebagai sumber makan berupa sayuran Ganggang merah, misalnya Euchema dan gelidium sebagai penghasil gelatin yang digunakan antara lain untuk pembuatan agar-agar untuk campuran pembuatan kue kering Ganggang keemasan misalnya diatom, sisa-sisanya yang membentuk tanah diatom sebagai bahan peledak,campuran semen, bahan penggosok,dan bahan isolasi Laminaria lavanea, sebagai pupuk pertanian dan makanan ternak didaerah pesisir karena mengandung kalium. Laminaria digitalis, sebagai penghasil yodium untuk obat penyakit gondok Macrocytis dan laminaria, sebagai penghasilasam laginat yang digunakan untuk bahan pengental pada industri makanan misal dalam pembuatan es krim atau bahan pelekat pada industri plastik kosmetik dan tekstil.

PENYAKIT PADA ALGA

Algae Prototheca: patogen pada manusia menyebabkan infeksi/peradangan pada persendian

Algae Cephaleuros: menyerang daun teh, kopi, lada, cengkeh, dan jeruk (tropika)

Algae lautan: Dinoflagelata dari genus Gymnodinium dan Gonyaulax menghasilkan neurotoksin/racun saraf

Cara Hidup Alga mampu melakukan fotosintesis. Pada alga berbentuk talus, penyerapan air dan mineral serta proses fotosintesis dilakukan oleh sel-sel seluruh tubuhnya. Kemampuan alga untuk melakukan fotosintesis menjadikan alga tergolong organisme fotoautotrof.

Habitat Umumnya alga hidup bebas pada habitat yang berair maupun mengandung air (lembab) seperti genangan air, kolam, danau, sungai, rawa, laut, tanah, batu atau pohon. Di habitatnya alga berperan sebagai produsen yang menyediakan makanan dan oksigen bagi organisme heterotrof.

Reproduksi Alga melakukan reproduksi secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif). Pada beberapa jenis alga terutama yang berbentuk talus, dalam siklus hidupnya terjadi metagenesis (pergiliran keturunan). Metagenesis terjadi antara generasi penghasil spora (sporofit/vegetatif) dan generasi penghasil gamet (gametofit/generatif). Contoh: Ulva dan Chlamidomonas.

Reproduksi aseksual a. Pembelahan biner Pembelahan biner hanya terjadi pada alga uniseluler. Pada pembelahan biner, sel induk alga membelah menjadi dua bagian yang sama kemudian tumbuh menjadi ganggang baru. Contoh: Chlorelladan Euglena. b. Fragmentasi Fragmentasi terjadi pada laga multiseluler berbentuk filamen dan talus. Pada fragmentasi, filamen atau talus yang putus dapat tumbuh menjadi alga baru. Contoh: Spirogyra, Laminaria danSargassum. c. Pembentukan spora Pembentukan spora terjadi pada laga uniseluler maupun multiseluler. Spora dihasilkan dengan cara pembelahan dinding sel induk. Spora akan keluar setelah dinding sel induk pecah dan kemudian tumbuh menjadi alga baru yang haploid. Contoh:Chlamydomonas dan Ulothrix.

Reproduksi seksual Reproduksi seksual pada alga terjadi dengan penyatuan dua gamet yang berbeda jenis. Gamet mengandung kromosom yang tak berpasangan (haploid = n). Penyatuan gamet terjadi dengan perantara air. Penyatuan dua gamet berbeda jenis akan menghasilkan zigot. Zigot memiliki kromosom berpasangan (diploid = 2n).

Lichenes Simbiosis antara alga dan fungi Morfologis lichenes Macam- macam Lichenes

Cahaya Kelembapan Suhu Substrat Salinitas Nutrien sederhana

Alga merupakan protista yang memiliki ukuran yang beragam, ada yang mikroskopis dan makroskopis. Alga juga ada yang uniseluler dan multiseluler, memiliki bentuk yang sederhana dan juga berbentuk thalus pada alga multiseluler, selain itu alga bereproduksi secara aseksual dan seksual

Ade mae Diatoms bisa dijadikan bahan peledak ?jelaskan! Wilia nur Jika kita memakan daun yang terinfeksi oleh alga, berbahaya atau tidak? Mega saf Bagaimana cara pengembang biakan alga, jika keadaan linghkungan yang jauh dari laut ?