Anda di halaman 1dari 24

MESIN IMPULSE DAN BOLA PROJEKTILE

Kegunaan

Mesin impuls atau mesin dorong atau pula balistik dapat digunakan untuk
menyelidiki hubungan gaya, massa, percepatan, dan analisa gerak tentang Hukum
Newton-1 dan Hukum Newton-2. Alat ini dapat digunakan untuk menunjukkan
hubungan pengaruh gaya gravitasi terhadap benda, gaya-gaya yang bekerja
terhadap benda selama gerak jatuh, dan gaya nol arah horizontal (gesekan udara
diabaikan) tetapi benda bergerak (hukum Newton-1).

Spesifikasi

• Bahan: kayu dan logam;

• Cara kerja menggunakan sistem pegas tekan dengan kepala penekan pegas
menggunakan bahan plastik sehingga aman bagi pemakai;

• Jarak tempuh bola minimal : 300 mm;

• Dapat memperagakan bola jatuh vertikal dan bola jatuh lintasan parabola
secara serempak bersama-sama.

Bagian-bagian alat

Bagian-bagian alat mesin impuls adalah, lihat gambar-1.

Gambar- 1(a)
Gambar-1 (b)

Cara penggunaan

1. Letakkan mesin impulse pada statif seperti pada gambar-1(b).

2. Tekan kepala mesin impulse arah horizontal ke dalam hingga berbunyi klik dan
lepaskan, lihat gambar-1(c ).

gambar-1(c ).

3. Simpan bola pertama yaitu bola peluncur pada bagian tempat bola peluncur

4. Simpan bola kedua (bola jatuh) pada poros jarum.

gambar-1(d ).

5. Coba lakukan penekanan pada tombol, apakah kedua bola jatuh!

Penggunaan dalam pembelajaran

Tujuan percobaan: Menyelidiki hubungan waktu jatuh meluncur terhadap gerak jatuh
bebas.

Kegiatan:
1. susun alat seperti pada gambar-1 (b).
2. Sediakan dua buah stopwatch untuk mengukur waktu jatuh kedua bola.
3. Tekan tombol peluncur , tentukan waktu bola jatuh A dan bola jatuh B.
4. Lakukan beberapa kali pengamatan, dan simpan hasilnya dalam tabel-1
5. Dari tabel-1 , apakah ada perbedaan waktu tempuh bola sampai ke lantai?
6. Dengan melihat waktu jatuh kedua bola dalam tabel-1. Gaya apa saja yang
bekerja pada bola A? Dan Gaya apa saja yang bekerja pada bola B?
7. Bola A meluncur ke arah mendatar Hukum apakah yang mendukugn pada
gerakan meluncur horizontalnya?
8. Apa kesimpulanmu selama kegiatan ini, dan apa kesanmu dari percobaan ini

no Waktu Jatuh Bola A Waktu Jatuh Bola B


1
2
3
4
5

GENERATOR DAN TURBIN AIR

Kegunaan
Kegunaan generator listrik adalah sebagai pembangkit listrik dan turbin air adalah
sebagai sebagai penggerak generator listrik. Alat ini dapat digunakan pula untuk
mendemostrasikan prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Spesifikasi

Generator; Ukuran landasan : 14 x 10 cm. bagian-bagian generator (Rotor dan stator) terlihat jelas dan
dapat dihubungkan ke turbin.

Turbin air; Ukuran turbin : 78 mm x 78 mm x 45 mm. Bahan : Plastik. Poros kincir


dilengkapi puli plastik dia. 12 mm dan berada di luar turbin.

Bagian-bagian

(a) (b)

Gambar-1: Generator dan turbin air

Bagian-bagian turbin air

Bagian pipa masukan air, bagian pipa keluaran air, puli penghubung
daya ke generator, kincir turbin, landasan turbin, badan turbin terletak
pada landasan turbin air, dan sebuah selang ke penghubung bejana air
dan turbin air serta satu buah selang untuk pengeluaran air.
Bagian-bagian generator

Generator listrik, landasan generator, lampu indikator arus, puli


penghubung ke turbin air dan karet sabuk ke penghubung turbin air.

Cara penggunaan

Dalam penggunaannya, kedua alat ini saling berhubungan, dimana


turbin airnya adalah sebagai penggerak generator listrik. Susunan
keseluruhan dalam perangkaian kedua alat tersebut ditunjukkan pada
gambar-1(c ).

Gambar-1 (c )

Penggunaan dalam pembelajaran

Kegiatan percobaan siswa yang dapat dilakukan antara lain:

o Menyelidiki putaran turbin terhadap ketinggian air ;

• Menyelidiki hubungan tenaga air terhadap daya listrik yang dihasilkan (indikator
daya dapat dilihat secara kwalitatif dari perubahan nyala lampu).
MINI KIT LISTRIK
Kegunaan

Kit ini digunakan untuk mempelajari, mendemonstrasikan, dan menyelidiki tentang;


hubungan rangkaian seri dan rangkaian paralel, bahan isolator-konduktor, prinsip
kerja generator listrik dan listrik induksi, perubahan energi listrik menjadi panas,
aplikasi prinsip kerja bimetal pada perangkaian alarm kebakaran, perubahan energi
listrik menjadi energi bunyi/suara, prinsip kerja motor listrik, prinsip kerja lampu
kedap kedip, (flip-flop), dan tentang bagaimana terjadinya gaya listrik dari muatan
elektrostatik beserta sifat-sifat muatan listrik.
Spesifikasi

• Papan landasan : 25 x 40 x 3 cm;

• Model pendulum lampu kedap kedip terdiri atas bola bandul pendulum dan kait
kawat sebagai penghubung arus;

• Model alarm kebakaran terdiri atas bimetal yang dikontruksikan sebagai sakelar
listrik;

• Rangkaian seri-paralel masing-masing memuat dua buah lampu yang disusun


seri dan yang lainnya disusun paralel;

• Model motor listrik terdiri atas kumparan dan medan magnet tetap yang
diletakkan di tengah-tengah kumparan;

• Model elektrostatik terdiri atas dua buah bola yang mudah dimuati muatan
listrik statis;

• Pengubah energi listrik menjadi energi panas terdiri atas filamen kawat pijar
yang dililit dan dibentangkan pada kedua terminal bahan konduktor.

Bagian-bagian alat

Mini kit listrik terdiri dari beberapa rangkaian percobaan yang masing-masing semua
peralatannya sudah tertata dalam satu papan landasan sehingga seperti yang
ditunjukkan pada gambar-1. Bagian-bagian alatnya terdiri atas rangkaian percobaan:
1. menyelidiki hubungan seri-paralel;
2. menyelidiki perubahan energi listrik menjadi suara/bunyi;
3. menyelidiki perubahan energi listrik menjadi gerak;
4. menyelidiki prinsip kerja bimetal pada perangkaian alarm kebakaran;
5. menyelidiki perubahan energi gerak menjadi energi listrik;
6. menyelidiki prinsip kerja motor listrik;
7. menyelidiki prinsip kerja generator listrik dan Gaya Gerak Listrik (GGL) induksi;
8. menyelidiki perubahan energi listrik menjadi energi panas;
9. Menyelidiki prinsip kerja bandul lampu kedap kedip;
10. menyelidiki sifat-sifat listrik statik (elektrostatik).
Gambar-1: Bagian-bagian alat mini kit listrik

Petunjuk penggunaan
• Sebelum menggunakan alat minikit listrik hendaknya anda menyediakan
sepotong lilin, dua buah batere 1.5 volt, serpihan kertas, kabel penghubung, kain
planel dan mistar plastik;
• Siapkan minikit listrik di atas meja datar;
• Pasang pada dudukan batere dua buah batere 1.5 volt ;
• pasang lilin pada dudukan lilin di bagian model alarm kebakaran;
• setelah itu anda siap untuk merangkaikan bentuk-bentuk rangkaian percobaan
sebagai berikut.

1. Perangkaian rangkaian seri

Untuk perangkaian seri hubungkan dengan menggunakan kabel penghubung


arus antara salah satu terminal lampu seri dengan kutub positif batere,
kemudian hubungkan pula terminal lampu seri yang lainnya dengan bagian
batere kutub negatifnya., kedua lampu harus menyala dan bila lampu satu
dibuka lampu yang lainnya padam, Lihat gambar-1(a)
Gambar-1(a)

2. Perangkaian hubungan rangkaian paralel

Untuk perangkaian paralel hubungkan dengan menggunakan kabel


penghubung arus antara salah satu terminal lampu paralel dengan kutub
positif batere, kemudian hubungkan pula terminal lampu paralel yang lainnya
dengan bagian batere kutub negatifnya., kedua lampu harus menyala. Coba
buka salah satu lampu, maka lampu yang lainnya masih tetap menyala. lihat
gambar-1 (b)

Gambar-1(b)

3. Perangkaian uji isolator-konduktor

Hubungkan salah satu terminal ujung model isolator-konduktor dengan kutub


negatif batere. Kemudian hubungkan terminal yang lainnya ke lampu susun
seri. Dari lampu susun seri dihubungkan ke batere bagian positif, lihat
gambar-1 (c)
Gambar-1(c )
gambar hubungnya adalah seperti ditunjukkan pada gambar-1.1.

4. Perangkaian generator listrik

Pada perangkaian percobaan ini, hubungan antara generator dan lampu


(lampu LED) telah terpasang. Untuk mencoba rangkaian model generator ini
lakukan pemutaran tombol pemutar pada badan generator/badan kumparan.
Putar dengan agak cukup cepat sampbil memperhatikan nyala lampu. Jika
lampu menyala berarti generator sudah jalan, lihat gambar-1(d)

Gambar-1(d): Model generator listrik

5. Perangkaian perubahan energi listrik menjadi energi panas

Sebelum menghubungkan perangkaian model ini siapkan terlebih dulu


serpihan kertas kering. Hubungkan dengan menggunakan kabel masing-
masing terminal kutub model perubahan listrik ke panas dengan batere, lihat
gambar-1(e). Tunggu beberapa saat sampai pada filamen pemanas terlihat
bara merah, coba serpihan kertas pasangkan pada filamen pemanas dengan
hati-hati. Jika kertas terbakar berarti perangkaian anda sudah benar.
Gambar-1(e)

6. Perangkaian model prinsip kerja bimetal dan alarm kebakaran

Model ini mendemonstrasikan penggunaan cara kerja bimetal dalam


perangkaian alarm kebakaran sederhana. Bimetal pada rangkaian ini
difungsikan sebagai penghubung arus jika terkena panas. Posisi bimetal
diletakkan sedemikian rupa, sehingga mudah dilakukan pemanasan terhadap
bimetalnya. Pemanasan dalam perangkitan dilakukan dengan menyalakan api
lilin di bawah bimetal. Dalam perakitannya sebagai alarm kebakaran, ujung
kedua terminal masing-masing dihubungkan dengan alat lainnya yaiu dengan
batere dan spiker buzzer, lihat gambar-1(f)

Gambar-1(f)
7. Perangkaian motor listrik

Motor listrik adalah alat yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi
gerak. Pada minikit listrik ini, model motor listrik dirancang sedemikian rupa
sehingga mudah untuk dipahami siswa cara kerjanya yaitu jila sejumlah lilitan
dialiri arus listrik akan menimbulkan medan magnet (prinsip magnet induksi)
di sekitarnya. Arah medan magnet tergantung pada arah lilitan. Untuk lilitan
berbentuk lignkaran arah medan magnet tegak lurus arah sumbu pusat
lingkaran. Jika medan magnet yang dibangkitkan ini berinteraksi dengan
medan magnet tetap, yaitu kita ketahui bahwa kutub yang senama akan tolak
menolak dan kutub yang tidak senama tarik menarik. Berdasarkan konsep ini,
maka lilitan jika dialiri listrik disimpan di atas medan magnet tetap, maka
lilitan akan tertolak, karena porosnya terikat dan terhubung arus dari sumbu.
Poros dan penopang poros saling bersentuhan. Lubang sumbu poros dibuat
agak longgar agar terjadi sesaat setelah ditolak terhubungkan kembali.
Keadaan tolak menolak terjadi secara berurutan yaitu ketika hubungan arus
dari sumbu terputus dan tersambung kembali secara berulang. Dalam
perangkaian menjadikan motor listrik berputar pada model minikit listrik ini
susunan hubungan susunannya dengan batere seperti diperlihatkan pada
gambar-1(g).

Gambar-1(g)

8. Perangkaian bandul lampu kedap kedip

Bandul dengan bola pejal tergantung pada tiang dimana di antara lengan
bandul diletakkan kait penghubung arus. Ketika lengan bandung diayunkan,
terjadi ayunan bolak-balik. Ayunan lengan bolak balik dimanfaatkan untuk
menyentuh kawat kait penghubung arus ke rangkaian listrik. Pada saat lengan
bandul menyentuh kawat kait sebelah kanan lampu kiri menyala dan
sebaliknya pada saat lengan bandul menyentuh kait sebelah kanan lampu
sebelah kiri menyala. Keseluruhan perangkaian lampu kedap-kedip dengan
menggunakan lama waktu kedipan lampu dengan ayunan bandul ditunjukkan
pada gambar-1(h).
Gambar-1(h): Perangkaian Bandul Lampu Kedap kedip

Penggunaan dalam pembelajaran

Dalam penggunaannya di dalam kegiatan dengan siswa. Siswa dalam melakukan


kegiatan pengamatan, penyelidikan, dan perakitan dapat dilakukan dengan
menggunakan metode tugas, metode proyek, atau demonstrasi. Perakaitan
rangkaian dapat dilakukan dengan mengikuti cara-cara yang telah dijelaskan pada
masing-masing perangkaian seperti dalam petunjuk penggunaan yang telah
diuraikan di atas.

Hal-hal penting dalam kegiatan siswa dalam perangkaian masing-masing percobaan


adalah sebagai berikut:
1. Pada percobaan rangkaian seri siswa disuruh mencoba membuka salah satu
lampu. Kemudian disuruh mengamati bola lampu yang kedua. Pertanyaan yang
perlu diberikan kepada siswa di antaranya sebagai berikut.

“Mengapa bola lampu kedua padam saat bola lampu yang satu dimatikan?“
2. Pada percobaan parallel siswa disuruh mencoba membuka salah satu lampu.
Kemudian disuruh mengamati bola lampu yang kedua, siswa diberikan
pertanyaan sebagai berikut.

“Mengapa bola lampu kedua menyala pada saa bola lampu yang satu dimatikan“
3. Pada percobaan isolator-konduktor konsep penting yang perlu dipahami adalah
tentang bahan yang dapat dialiri arus listrik, oleh karenanya pada saat
pembelajran berlangsung hendaknya siswa diberi pertanyaan sebagai berikut.
Apakah kesimpulan anda tentang jenis bahan ditinjau dari segi penghantaran
arus listrik?
4. Pada percobaan atau demonstrasi tentang prinsip kerja generator listrik, konsep
penting yang perlu dipahami siswa yaitu gerakan medan magnet mengimbas
kumparan dapat menyebabkan pada kumparan terjadi aliran arus listrik. Berikan
pertanyaan kepada siswa seperti :
“Apakah pengaruh gerak putar magnet di dalam lubang kumparan terhadap
kumprannnya sendiri?“
“Kemanakah arah medan magnet magnet tetap yang diletakkan di bagian dalam
kumpran?“
5. Hal penting pada percobaan prinsip kerja bimetal dan penerapan sebagai alarm
kebakaran yang perlu diketahui siswa adalah prinsip kerja bimetal. Jelaskanlah
kepada siswa bahwa bimetal tidak selalu dalam bentuk dua logam berbeda yang
dilekatkan menjadi satu atau dikeling. Bimetal dapat dibuat dari bahan jenis
logam tertentu yang pada proses pembuatannya bagian dari salah satu
lapisannya sudah diproses menjadi bimetal. Jenis bimetal ini terlihatnya seperti
satu jenis logam yang sama, tetapi sebenarnya bimetal tipe ini pada bagian
permukaannya sudah dilapisi dengan bahan tertentu atau campuran tertentu
sehingga terjadi perbedaan koefisien pemuaian di antara kedua lapisan logam.
Karena adanya perbedaan lapisan jenis logam yang berbeda, maka apabila
terkenai panas akan melengkung ke satu arah. Pada kegiatan dengan siswa,
siswa disuruh mengamati gerakan melengkungnya bimetal pada saat dipanasi.
Untuk melihat perubahan pelengkungan bimetal agar sangat jelas terlihat, ada
baiknya menggunakan lup/kaca pembesar. Berikan pertanyaan kepada siswa,
seperti pertanyaan berikut

“Bagian sisi logam yang manakah yang pemuaiannya besar?“


“Jika bimetal pada saat dipanaskan menempel pada logam yang lain yang berada
di dekatnya, dapatkah bimetal yang demikian berfungsi sebagai sakelar panas?
Selanjutnya siswa diajak untuk merangkai rangkaian alarm sederhana.

6. Pada percobaan demonstrasi pengenalan prinsip kerja motor listrik, hal-hal yang
penting dipahami siswa adalah tentang konsep magnet induksi yaitu magnet
yang dibangkitkan penghantar arus karena penghantar arus tersebut dialiri arus
listrik.
7. Pada percobaan perubahan energi listrik menjadi panas, hal yang perlu
mendapat pemahaman siswa adalah pemahaman aliran arus listrik pada bahan
dengan hambatan yang kecil akan membangkitkan panas pada hambatan
tersebut..
8. Pada percobaan dengan bandul lampu kedaf kedif siswa diajak untuk
menjelaskan bagaimana lampu kedap kedip itu bisa terjadi. Suruhlah siswa untuk
menjelaskan prinsip kerjanya berdasarkan pengetahuan siswa tentang hubugnan
rangkaian tertutup hubungan seri paralel dan lainnya.

Alat Tumbukan Bola

(Collision Ball Apparatus)

Kegunaan
Alat ini digunakan untuk menyelidiki hubungan gerak menggelinding terhadap gerak
jatuh bebas. Selain itu pula dapat digunakan pula untuk menyelidiki hukum
kekekalan energi pada peristiwa tumbukan dua buah bola melalui cara pengukuran
jarak tempuh, lihat catatan guru.

Spesifikasi

• Ukuran rel bola : (295 x 20 x 13) mm;


• Bentuk rel : berbentuk v dengan sudut tekuk 175 derajat terhadap kedua
ujung rel;
• Rel dapat disimpan pada meja percobaan dengan menggunakan klem, pada
saat ditempatkan di meja salah satu rel ujung membentuk sudut terhadap
meja 15 derajat;
• Pada ujung rel kedua terdapat tempat menyimpan bola dan penunjuk
kedudukan bola dengan panjang 48 cm;
• Dilengkapi penjepit khusus untuk meletakkan rel pada meja;

Bagian-bagian

Bagian-bagian peralatan terdiri atas; rel bola, penjepit rel ke meja, tempat
penyimpan bola, dan penunjuk kedudukan, lihat gambar-1 (a).

Gambar-1 (a)

Cara penggunaan

1. Siapkan semua peralatan di atas meja.

2. Rangkai terlebih dulu bagian tempat bola pada ujung rel.

3. Letakkan dudukan alat pada bibir meja dan jepit dengan penjepit.
4. Pasang penunjuk pada dudukan bola.

5. Atur dudukan bola hingga tegak dan simpan bola di atasnya secara
perlahan(dudukan bola akan berubah saat bola ditumbuk oleh bola luncur), lihat
gambar-1(b).

6.

7. Gambar-1 (b)

8. Coba bola kedua, bola luncur, luncurkan di atas rel hingga menumbuk bola
diam. Jika bola yang ditumbuk memperlihatkan gerakannya seperti pada gambar-
1(c ) berarti alat sudah disusun dengan baik.

Gambar-1 (c )

Penggunaan dalam pembelajaran

Kegiatan percobaan siswa:

Menyelidiki hubungan ketinggian luncur (h1, h2, ….) bola terhadap jarak tempuh bola
mendatar (jarak-x), lihat gambar-1 (d ).

Tahapan kegiatan
Tetapkan tinggi h1, h2, h3 …..dst dan ukur jarak tempuh x, x1, x2, x3, dst, lihat
gambar-1(d)

Gambar-1(d)

Isikan tabel hasil pengamatan pada grafik hubungan h terhadap x.

No Tinggi h Jarak tempuh bola x


1
2
3
4
5

Buat grafik hubungan h terhadap x ?

Apa kesimpulannmu dari grafik hubungan h terhadap x?


Catatan Untuk Guru:

Kegiatan percobaan tumbukan di SMP hanya sebatas untuk pengenalan dan


pengayaan. Kesimpulan yang diperoleh siswa hanya diarahkan pada hubungan jarak
tempuh menggelinding terhadap jarak tempuh gerak jatuh bebas bola dua.
Bandignkan gerak jatuh bebas bola luncur dan bola yang ditumbuk. Hubungkan
dengan hukum kekekalan energi dari hasil perbandingan kedua cara gerak bola
tersebut

MODEL PEMANTUL BUNYI

(Sound Reflection Model)

Kegunaan

Untuk mempelajari dan menyelidiki bahwa bunyi dapat dipantulkan oleh benda
benda tertentu. Besarnya energi pantul bunyi bergantung pada bahan pemantulnya.

Spesifikasi

• Dua buah tabung plastik silindris; tabung satu sebagai pemancar bunyi;
(transmiter) yang dilengkapi sumber suara variable, tabung kedua sebagai
tabung pemantau (receiver);

• Kedua tabung ditengahnya terpasang pemegang ke statif;

• Ukuran kedua tabung sama;

• Dia. Tabung: 40 mm;

• Panjang Tabung 40 cm;

• Tegangan masukan : 6 volt;

• Jangkauan frekuensi dalam kisaran audio;

• Dapat diamati/didengar pengaruh perubahan oleh benda-benda yang dapat


meredam dan memantulkan bunyi dengan baik;

Bagian-bagian

Bagian-bagian model pemantul bunyi terdiri atas; kolom tabung pemantau suara,
kolom tabung pembangkit suara, kolom pembangkit suara, dan kabel penghubung ke
power supplay, lihat gambar-1 (a).
Gambar-1 (a)

Cara penggunaan

1. Siapkan catu daya (power supply) dan stel pada tegangan keluaran 6 volt.

2. Susun semua peralatan di atas meja dan rangkai seperti pada gambar-1(b).

Gambar-1( b)

3. Hubungkan kabel penghubung daya ke sumber daya pada tegangan keluaran 6


volt.

4. Hidupkan kolom pembangkit dengan mengalihkan sakelar penghidup ke posisi


on.
5. Atur kekerasan dan frekuensi bunyi yang dihasilkan pembangkit hingga mudah
terdengar.

6. Arahkan kolom tabung sesuai gambar-1 (b), kemudian coba ubah bahan
pemantul suara dengan kain lap sambil mendengarkan perubahan bunyi yang
terdengar?

7. Jika terjadi perubahan suara yang cukup jelas, berarti alat sudah siap untuk
digunakan dalam percobaan.

Penggunaan dalam pembelajaran

Kegiatan pembelajaran siswa:

o Menyelidiki sudut datang dan sudut pantul suara;

o Menyelidiki bahan pemantul dan penyerap bunyi.

Alat dan bahan tambahan:

- kain planel atau kain lap;

- papan bahan kaca/gelas;

- papan bahan plastik ;

- papan bahan kayu/meja;

- papan bahan steriform.

Tahapan kegiatan:

1. Siapkan semua peralatan di atas meja dan susun seperti gambar-1 (b).

2. Atur tabung kolom pemantau dan tabung pemancar mengarah pada sudut
pantul 45 derajar masing-masing terhadap muka meja.

3. Letakkan bahan pemantul dengan bahan dari kain planel atau kain lap.

4. Nyalakan catu daya dan hidupkan pembangkit bunyi, lalu dengarkan suara yang
keluar tabung pemantau (telinga di dekatkan pada bibir tabung atas sambil
membedakan suara tanpa planel dan dengan planel).

5. Atur kedudukan pemantau sampai terdengar jelas perbedaan suara.

6. Coba lakukan percobaan seperti pada tahap 3 dan 4 untuk bahan pemantul
yang berbeda seperti dalam tabel-1.

Tabel-1: Hasil pengamatan (isi dengan tanda ceklis pada kolom pengamatan)
Suara yang terdengar
No Bahan pemantul
lemah Agak keras Keras Sangat keras
1 Kayu
2 Plastik
3 Kaca
4 steriform
5 Kain planel

7. Tuliskan kesimpulanmu dari data hasil pengamatan Tabel-1.

Termometer Tanah

(soil thermometer)

Kegunaan

Kegunaan termometer tanah yaitu digunakan untuk menyelidiki temperatur/suhu


tanah. Suhu tanah terkait dengan perubahan lingkungan dimana tanah berada. Di
samping itu pula, perubahan suhu tanah dapat dipengaruhi oleh proses-proses ;
aktivitas mikroiraganisme seperti proses penguraian, fermentasi, pelapukan,
perubahan kadar air, kadar udara, jenis mineral, faktor biologi, dan lain-lain
perubahan fisik biologi lainnya.

Spesifikasi

 Digunakan untuk mengukur suhu tanah;

 Bahan pipa pelindung/pengganjal termometer (mounting) : stainless steel ;


 Jangakauan pengukuran : –-30 C o sd. 50 C o ;

 Dapat mengukur dua tahapan lapisan tanah (bawah dan atas);

 Ukuran panjang : 300 mm ;

 Diameter :10 mm.

Bagian-bagian

Bagian-bagian termometer tanah terdiri atas; pipa pelindung (mounting), ujung besi
penusuk, penekan tusukan, termometer tahap-1, dan termometer tahap-2. Lihat
gambar-1 (a).

Gambar-1 (a)

Cara penggunaan

1. Buka termometer dari tempatnya/pembungkusnya


2. Lihat dan baca skala termometer pada saat di udara
3. Coba tusukan pada tanah sambil menekan kepala tusukan
sampai sejauh 4 cm kepala tusukan berada di atas tanah, lihat
gambar-1(b )
4. Baca kedua termometer, termometer-1 dan termometer-2.

Penggunaan dalam pembelajaran

Kegiatan pembelajaran siswa:

Menyelidiki suhu tanah di sekitar beberapa jenis tanaman

Tahapan kegiatan

1. Coba cari beberapa tempat yang ditumbuhi beberapa jenis


tanaman yang suhu udara disekitarnya sama.

2. Lakukan pengukuran suhu tanah (30 cm dari batang) untuk tiap


nama tanaman. Catat hasil pengukuran dan pengamatan anda
seperti pada tabel-1.

Tabel-1: Hasil pengamatan suhu tanah di sekitar beberapa


tumbuhan

No Nama Tanaman suhu


1
2
3
4
5

3. Buat kesimpulanmu dari hasil data pengamatan dalam tabel-1.