P. 1
Laporan Praktikum Fisika Dasar II - KISI DIFRAKSI

Laporan Praktikum Fisika Dasar II - KISI DIFRAKSI

|Views: 4,602|Likes:
Dipublikasikan oleh Yonathan Andrianto Suroso
Laporan praktikum keempat dalam mata kuliah fisika dasar 2 jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Manado program studi Fisika Geothermal
Laporan praktikum keempat dalam mata kuliah fisika dasar 2 jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Manado program studi Fisika Geothermal

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Yonathan Andrianto Suroso on Apr 05, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2015

pdf

text

original

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2

Judul Percobaan : Kisi Difraksi

NAMA NIM

: YONATHAN ANDRIANTO SUROSO : 12300041

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Geothermal

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Kisi Difraksi

A. TUJUAN PERCOBAAN
Tujuan percobaan pada praktikum Fisika Dasar 2 tentang Kisi Difraksi adalah: 1. Mampu mengartikan garis-garis spektra dengan metode difraksi. 2. Menentukan panjang gelombang cahaya tampak dari suatu sumber cahaya dengan menggunakan kisi difraksi

B. ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan yang kami gunakan dalam praktikum ini adalah: 1. 2. 3. 4. Lampu neon 1 buah Kisi difraksi 1 buah Meteran 1 buah Statif beserta dengan penjepit 1 buah

C. DASAR TEORI
Suatu sifat gelombang yang menarik adalah bahwa gelombang dapat dibelokkan oleh rintangan. Secara makroskopis, difraksi dikenal sebagai gejala penyebaran arah yang dialami seberkas gelombang ketika menjalar melalui suatu celah sempit atau tepi tajam sebuah benda. Gejala ini juga dianggap sebagai salah satu ciri khas gelombang yang tidak memiliki partikel, karena sebuah partikel yang bergerak bebas melalui suatu celah tidak akan mengalami perubahan arah. Ditinjau secara makroskopis, gelombang elektromagnet yang tiba pada permukaan sebuah layar (screen) akan menggetarkan elektron bagian luar dari atomatom layar itu. Diumpamakan cahaya yang ditinjau bersifat monokromatis yang berarti bahwa medan listriknya berosilasi dengan frekuensi tertentu. Maka setelah tercapai keadaan stasioner dalam waktu singkat, elektron-elektron tersebut akan berosilasi dengan frekuensi tertentu dan dengan frekuensi yang sama. Sebagai akibatnya, sistem elektron itu akan memancarkan kembali gelombang cahaya dengan frekuensi sumber semula. Dengan demikian antara gelombang datang dan semua gelombang radiasi elektron akan terjadi proses interferensi yang mantap. Kisi difraksi merupakan suatu piranti untuk menganalisis sumber cahaya. Alat ini terdiri dari sejumlah besar slit-slit paralel yang berjarak sama. Suatu kisi dapat dibuat dengan cara memotong garis-garis paralel di atas permukaan plat kaca dengan mesin terukur berpresisi tinggi. Celah di antara goresan-goresan adalah transparan terhadap cahaya dan area itu bertindak sebagai celah–celah yang terpisah. Sebuah kisi dapat mempunyai ribuan garis per sentimeter. Dari data banyaknya garis per sentimeter kita
Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Kisi Difraksi

dapat menentukan jarak antar celah atau yang disebut dengan tetapan kisi (d), jika terdapat N garis per satuan panjang, maka tetapan kisi d adalah kebalikan dari N, yaitu:

Difraksi adalah penyebaran atau pelenturan gelombang yang disebabkan oleh adanya penghalang berupa celah. Semakin kecil halangan, penyebaran gelombang semakin besar. Hal ini bisa diterangkan oleh prinsip Huygens, tiap bagian celah berlaku sebagai sebuah sumber gelombang, dengan demikian, cahaya dari satu bagian celah dapat berinterferensi dengan cahaya dari bagian yang lain dan intensitas resultannya pada layar bergantung pada arah θ. Sama halnya dengan gelombang, cahaya yang dilewatkan pada sebuah celah sempit juga akan mengalami lenturan. Difraksi cahaya terjadi juga pada celah sempit yang terpisah sejajar satu sama lain pada jarak yang sama. Celah sempit yang demikian disebut kisi difraksi. Semakin banyak celah pada sebuah kisi, semakin tajam pola difraksi yang dihasilkan pada layar. Jika berkas cahaya monokromatis dilewatkan pada sebuah kisi, sebagian akan diteruskan sedangkan sebagian lagi akan dibelokkan. Akibat pelenturan tersebut, apabila kita melihat suatu sumber cahaya monokromatis dengan perantaraan sebuah kisi, akan tampak suatu pola difraksi berupa pita-pita terang. Intensitas pita-pita terang mencapai maksimum pada pita pusat dan pita-pita lainnya yang terletak di kiri dan kanan pita pusat. Intensitas pita berkurang untuk warna yang sama bila jarak pita jauh dari pita pusat. Pita-pita terang terjadi bila selisih lintasan dari cahaya yang keluar dari dua celah kisi yang berurutan memenuhi persamaan: atau di mana: n d λ θ p : orde pola difraksi : tetapan kisi : panjang gelombang : sudut lenturan (difraksi) : jarak terang pusat ke orde-n

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Kisi Difraksi

L

: jarak antara kisi dan layar

Jika cahaya yang digunakan berupa cahaya monokromatis, kita akan melihat suatu spektrum warna. Spektrum yang paling jelas terlihat adalah spektrum dari orde pertama (n = 1).

D. JALANNYA PERCOBAAN
1. Memasang lampu neon dalam posisi berdiri, kemudian lampu tersebut dinyalakan 2. Meletakkan kisi seperti pada gambar dengan jarak 50 cm dari layar. 3. Sambil meletakan suatu benda acuan (dalam praktikum ini kami menggunakan isi bolpen) di daerah yang bergaris pada gambar, di mana posisi tiap garis spektrum terbentuk. Kemudian diamati spektrum yang dihasilkan di balik kisi. Kisi yang digunakan adalah kisi dengan N = 100 garis/mm dan N = 300 garis/mm 4. Mengukur jarak antara dua buah pita cahaya yang berwarna sama yang berada dalam orde yang sama. Untuk memudahkan, digunakan kertas untuk menandai benda acuan yang berada pada warna-warna tertentu. 5. Mengulangi langkah 4 untuk warna-warna yang lain 6. Mengulangi langkah 3 s.d. langkah 5 untuk jarak 60 cm, 70 cm, dan 80 cm dari layar.

E. DATA HASIL PENGAMATAN
Pita (grs/mm) Jarak Kisi ke Layar X (m) Orde Spektrum Warna UNGU BIRU HIJAU ORANYE MERAH UNGU BIRU HIJAU ORANYE MERAH Spektrum Warna Jarak Antar Spektrum (m) 0,062 0,07 0,077 0,088 0,078 0,204 0,234 0,276 0,304 0,322 Jarak Antar Spektrum (m) Jarak Terang Pusat ke Spektrum Warna Y (m) 0,031 0,035 0,0385 0,044 0,048 0,102 0,119 0,138 0,152 0,161 Jarak Terang Pusat ke Spektrum Warna Y (m)

100

0,8 1

300

0,9

Pita (grs/mm)

Jarak Kisi ke Layar X (m)

Orde

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Kisi Difraksi

100

0,7 1

300

1

UNGU BIRU HIJAU ORANYE MERAH UNGU BIRU HIJAU ORANYE MERAH

0,054 0,062 0,073 0,08 0,092 0,246 0,239 0,272 0,344 0,368

0,027 0,031 0,0365 0,04 0,046 0,123 0,136 0,161 0,175 0,184

F. PENGOLAHAN DATA
Y = Jarak pita warna dari terang pusat Z = Jarak pita warna dari kisi X = Jarak kisi ke terang pusat (layar)

 Untuk x = 0,8 m N = 100 garis/mm  d = 10-5 m/garis o UNGU : √ √ √

m  387 nm o BIRU : √ √ √

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Kisi Difraksi

m  430 nm o HIJAU : √ √ √

m  475 nm o ORANGE : √ √ √

m  549 nm o MERAH: √ √ √

m  599 nm  Untuk x = 0,9 m
Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Kisi Difraksi

N = 300 garis/mm  d = 3,33 x 10-6 m/garis o UNGU : √ √ √

m  336 nm o BIRU : √ √ √

m  392 nm o HIJAU : √ √ √

m  452 nm o ORANGE : √ √ √

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Kisi Difraksi

m  500 nm o MERAH : √ √ √

m  532 nm  Pada x = 0,7 m N = 100 garis/mm  d = 10-5 m/garis o UNGU : √ √ √

m  385 nm o BIRU : √ √ √

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Kisi Difraksi

m  442 nm o HIJAU : √ √ √

m  521 nm o ORANGE : √ √ √

m  570 nm o MERAH: √ √ √

m  656 nm  Untuk x = 1 m
Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Kisi Difraksi

N = 300 garis/mm  d = 3,33 x 10-6 m o UNGU √ √ √

m  406 nm o BIRU √ √ √

m  446 nm o HIJAU : √ √ √

m  500 nm o ORANGE : √ √ √

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Kisi Difraksi

m  566 nm o MERAH : √ √ √

m  600 nm Tabel spektrum warna N (garis/mm) Warna yang muncul Ungu Biru 300 Hijau Orange Merah Ungu Biru 100 Hijau Orange Merah Panjang gelombang 𝞴 (nm) 330-406 392-446 452-500 500-566 532-600 385-387 430-442 475-521 549-570 599-656

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Kisi Difraksi

G. PEMBAHASAN
 Analisis Data Kami melakukan perhitungan dan pengolahan data mengenai penentuan nilai panjang gelombang cahaya tampak dari hasil difraksi cahaya menggunakan kisi difraksi dalam praktikum Fisika Dasar II ini. Untuk mencari jarak dari pita ke kisi, kami menggunakan Teorema Pythagoras karena penggambaran datangnya cahaya dari celah pada layar sama seperti segitiga

Dari percobaan yang dilakukan, warna-warna yang terlihat pada spektrum yang dihasilkan kisi yaitu warna Ungu, Biru, HIjau, Orange, dan Merah. Seperti pada gambar berikut

Orde spektrum yang lebih besar akan memperoleh hasil perhitungan yang lebih tepat daripada orde spektrum yang kecil, hal ini disebabkan karena pada orde yang lebih besar pengukuran jarak antar cahaya lebih mudah. Itu disebabkan karena pada orde yang lebih besar maksimum kedua cahaya mengalami pemisahan yang lebih besar.

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Kisi Difraksi

 Kesalahan Dalam Percobaan Dalam praktikum tentang kisi difraksi ini, baik dalam pelaksanaan praktikum maupun dalam pengolahan data yang telah dikumpul, terdapat kesalahankesalahan tertentu yang mungkin terjadi, yaitu: o Kesalahan penentuan jarak tiap-tiap warna o Kesalahan perhitungan dengan penentuan angka desimal terkecil o Ketidaktelitian saat menentukan letak warna dengan menggunakan bantuan bahan acuan

H. KESIMPULAN
Setelah kami melakukan percobaan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan: 1. Dalam orde yang sama, semakin dekat pita warna (cahaya berwarna) ke terang pusat (cahaya putih), menunjukan semakin kecil pula panjang gelombangnya. Sebaliknya semakin jauh dari terang pusat, semakin besar panjang gelombang 2. Cahaya warna ungu memiliki panjang gelombang terkecil, sedangkan cahaya warna merah memiliki panjang gelombang terbesar 3. Semakin kecil konstanta kisi, maka semakin lebar dan semakin jelas spectrum warna yang dihasilkan. Sebaliknya semakin besar konstanta kisi, maka semakin sempit spectrum warna yang dihasilkan 4. Nilai panjang gelombang setiap warna adalah konstan.

I. DAFTAR PUSTAKA
----. 2013. Penuntun Praktikum Fisika Dasar 2. Tondano: Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Manado. Budiyanto, Joko. 2009. Fisika :Untuk SMA Kelas XII. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Kanginan, Marthen. 2010. Fisika SMA Kelas XII. Jakarta : Erlangga KISI DIFRAKSI.pdf http://www.mediafire.com/view/?ig222618cq9whj9 http://andriazmul.wordpress.com/2012/05/25/laporan-praktikum-fisika-dasar-2
Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Kisi Difraksi

http://edukasi-pustaka.blogspot.com/2011/12/panjang-gelombang-tampak.html http://www.edupaint.com/warna/ragam-warna/1639-intip-yuk-panjang-gelombangdari-masing-masing-warna.html

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->