A.

Pengertian Iman
  Secara etimologi, kata iman berasal dari bahasa Arab: Aamana – yu’minu – iimaanan, yang berarti percaya. Secara terminologi / istilahy, iman adalah membenarkan dengan hati (tashdiq bi qalb), menyatakan dengan lisan (iqrar bi lisan), dan membuktikan dengan perbuatan (amal bi arkan) terhadap kebenaran atau keyakinan tertentu. Dalam Al-Qur’an, kata iman sering dirangkai dengan kata-kata tertentu yang menjadi corak atau sifat dari yang diimaninya itu, seperti dengan kata: jibti (idealisme), thaghut (naturalisme), bathil, kafir, dll. Kata iman yang tidak dirangkai dengan sesuatu berarti menunjukkan makna positif. Kata iman dalam Al-Qur’an juga disifati dengan Asyaddu Hubban (sangat cinta), jadi orang beriman kepada Allah berarti orang yang sangat cinta kepada Allah.

Jadi wujud iman merupakan keutuhan dari keyakinan. Dengan demikian wujud iman itu sangat luas. ucapan dan perbuatan seseorang dalam melaksanakan amal shalih. karena mencakup berbagai jenis amal shalih yang dilakukan oleh manusia yang didasarkan atas keyakinannya kepada Allah.   Karena iman itu bukan hanya suatu kepercayaan. maka wujud iman adalah dilaksanakannya amal-amal shalih yang sesuai dengan aturan atau ajaran Islam secara lahir dan batin. . tetapi adalah keyakinan yang mendorong perbuatan baik.

. sampai amalan. mulai tingkat verbal. berpandangan dan bersikap hidup yang Islami.• Setidaknya meliputi tiga tahap ikhtiar. yaitu melalui pendidikan oleh keluarga atau lingkungannya. terutama pendidikan akhlak dan Al-Qur’an. dilakukan dengan hubungan suami isteri yang Islami. yaitu:  Tahap penyiapan benih keimanan anak. yaitu membiasakan untuk melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi laranganNya dengan penuh kesadaran. dan dilakukan sedini mungkin. mengkonsumsi makanan/minuman yang halal. Tahap pembiasaan. pemahaman.  Tahap pengenalan pada ajaran Islam.

yaitu menjadikan nilai-nilai keimanan itu sebagai bagian dari sikap mental atau hidupnya. yaitu membuktikan bahwa nilai-nilai iman itu memang cocok untuk kehidupan sosial. karena hidup memang ujian dan iman itu dapat bertambah dan berkurang. . serta berupaya menempatkan nilai-nilai iman itu serasi atau selaras dengan sifat kepribadiannya. Prinsip-prinsip penting dalam keberhasilan pendidikan mental dan perilaku seseorang: Prinsip pembiasaan berkesinambungan. juga tidak mengukur nilai keimanan itu semata-mata dari dirinya sendiri. karena memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Prinsip internalisasi dan individuasi. Prinsip sosialisasi. artinya dilakukan secara terus menerus tanpa berhenti.

Tidak menganggap iman itu sebagai ilmu atau ketrampilan tingkah laku yang terpisah-pisah.yaitu pembentukan iman itu harus dilakukan secara tetap dan konsekuen. dalam arti tidak selalu berubah-ubah tanpa arah dan tujuan yang jelas. meliputi berbagai aspek secara komprehensif.  Prinsip konsistensi dan koherensi. serta tanpa mengandung pertentangan antara nilai yang satu dengan nilai yang lainnya.  Prinsip integrasi. yaitu mengupayakan pembentukan keimanan itu dilakukan secara luas dan menyeluruh. Artinya setiap langkah terdahulu digunakan untuk mendukung atau memperkuat langkah-langkah berikutnya. .

Q. Al-Anfal : 2. Al-Mujadalah:10. 7. AlMukminun: 2. dan berusaha agar ilmu Allah itu tidak lepas dari syaraf memorinya. Ali Imran: 120. Al-Anfal: 3. Al-Anfal: 2. Senantiasa tawakkal. Tertib dalam melaksanakan shalat dan selalu menjaga pelaksanannya. yaitu bekerja keras berdasarkan ilmu Allah yang diiringi dengan do’a dan penyerahan diri pada Allah.S. Q. At-Taghabun: 13. Sesuai dengan Q. At-Taubah: 52. Ibrahim: 11.S. Al-Maidah: 12.S. .   Jika disebut nama Allah hatinya bergetar. jika dibacakan Al-Qur’an hatinya bergejolak untuk segera melaksanakannya.

Al-Mukminun : 3 . An-Nur : 62.S. AlMukminun : 4. 5. Al-Mukminun : 6. Q.     Menafkahkan sebagian dari rizki yang diterimanya. Berjihad di jalan Allah dan suka menolong. dll.S. Menghindari perkataan/perbuatan yang tidak bermanfaat dan menjaga kehormatan. Q. Q. Tidak meninggalkan pertemuan sebelum minta izin.S. . Q.S.S. Q. Al-Anfal : 3.S. Q. Al-Anfal : 74. Memelihara amanat dan menepati janji.

dan pemikiran manusia tentang konsep tuhan. Konsekuensi logis tauhid teoritis adalah pengakuan yang ikhlas bahwa Allah adalah satusatunya wujud mutlak yang menjadi sumber dari semua wujud. Tauhid teoritis. . Keimanan pada keesaan Allah (tauhid) meliputi dua aspek. pengetahuan. adalah terapan atau tindak lanjut dari tauhid teoritis yang berupa amal perbuatan atau ibadah manusia. adalah pengakuan tentang keesaan zat. Tauhid praktis (tauhid ibadah). persepsi. yaitu tauhid teoritis dan tauhid praktis. sehingga berkaitan dengan kepercayaan. dan perbuatan tuhan. sifat.

Dengan demikian korelasi antara keimanan dan ketaqwaan adalah sangat erat. Sedangkan taqwa merupakan perasaan takut dan mengagungkan kepada Allah dengan cara melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi semua larangaNya. Taqwa merupakan bukti atau perwujudan dari orang yang memiliki kesempurnaan iman.   Perpaduan antara tauhid teoritis dan praktis merupakan bentuk keimanan yang sempurna. Sementara iman merupakan dasar dan semangat yang melandasi ketaqwaan. .

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. [106] Yang dimaksud dengan orang yang zalim di sini ialah orang-orang yang menyembah selain Allah. dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya. mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu[106] mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat).   . Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah.َّ ٌَ ََ َّ ‫نَال‬ َ ََ ً ‫ّللاَأَندَا‬ ‫ّللا‬ َ ‫حبُّو َنهم‬ َ َِ ‫ََد‬ ‫من‬ ‫خذ‬ ‫من‬ َِ ‫ن‬ ََ ‫م‬ ِ ٌَ‫دا‬ ِ ََ ِ ‫ت‬ ِ‫و‬ ِ َّ ََِّ‫كحب‬ ِ َّ َ‫ون‬ َ َ‫اس‬ َ  َ َ ‫ٌن‬ ً ‫د َح‬ َ‫ظ‬ َ‫و‬ َ َ‫منوا َأ‬ َ‫ن‬ ََ ‫رو‬ ‫لموا َإِذ‬ ََ ‫ذ‬ ‫لو‬ َ َُّ ‫ش‬ ََ ‫ذ‬ ِ َّ‫رى َال‬ ِ َّ‫وال‬ َ ٌَ َ َ َ ٌَ َ َ َ َ ‫لِل‬ ِ َّ ِ َ ‫با‬ َ ‫ٌن َآ‬ َ َ َ َّ َّ َ‫ع‬ َ‫ع‬ َ َ ‫ّللا‬ َ ً َِ ‫ذا‬ ‫ب‬ ‫دٌد‬ َ َ ََّ‫ن‬ َ ‫ا‬ ‫ع‬ ٌ ‫م‬ ‫ج‬ َ َ َ َ ‫ة‬ ‫ق‬ َ ََّ‫ن‬ ََ ‫ذ‬ ‫أ‬ ‫و‬ ‫لِل‬ ‫ال‬ ‫اب َأ‬ َّ‫و‬ ِ‫ش‬ ِ َ ‫َ َال‬ َ ِ َ ‫ال‬ َ ِ َ Al-Baqarah: )١٦٥(  165.

[594] Maksudnya: orang yang sempurna imannya. Sesungguhnya orang-orang yang beriman[594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[595] gemetarlah hati mereka.   . [595] Dimaksud dengan disebut nama Allah Ialah: menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakannya. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.َّ َ ِ ‫وإ‬ َ َّ َ‫ج‬ َّ َ‫ذا‬ ‫َ َقلوبهم‬ ‫لت‬ ‫و‬ َ َ ‫ّللا‬ َ َ ‫ر‬ ‫ك‬ ‫ذ‬ َ ‫ا‬ ‫ذ‬ ‫إ‬ َ َ ‫ٌن‬ ‫ذ‬ ‫ل‬ ‫ا‬ َ َ ‫ون‬ ‫ن‬ ‫م‬ ‫ؤ‬ ‫م‬ ‫ال‬ َ ‫ا‬ ‫م‬ ‫ن‬ ِ ِ ِ َ ََ َ َ َ َ َ ِ ِ ِ‫ إ‬ ً َ َ َّ ‫و‬ َ ََ ‫كل‬ ‫ون‬ ‫ِّهم‬ ‫ب‬ ‫ر‬ َ ‫ى‬ ‫ل‬ ‫ع‬ ‫و‬ َ ‫ا‬ ‫ن‬ ‫ا‬ ‫م‬ ٌ ‫إ‬ َ ‫م‬ َ ‫ه‬ ‫َت‬ ‫د‬ ‫ا‬ ‫ز‬ َ ‫ه‬ َ ‫ات‬ ٌ ‫آ‬ َ ‫م‬ َ ‫ه‬ ٌ ‫ل‬ ‫تلِ ٌَت‬ َ ‫َ َ ٌَ َت‬ َ َ َ َ َ َ ََ ِ ِ ‫ع‬ ِ َ‫ر‬ َ ‫ونَالصَّال‬ )٣( ‫ون‬ ََ ‫فق‬ ‫زق َناهم‬ َ ََ ‫قٌم‬ ََ ‫ذ‬ ِ ‫ٌََن‬ ِ‫و‬ ِ ٌَ‫ٌن‬ ِ َّ‫) ال‬٢( َ َ‫ممَّا‬ َ َ‫ة‬ Al-Anfal   2. dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya). 3.

 . Katakanlah: "tidak ada yang kamu tunggutunggu bagi Kami. kecuali salah satu dari dua kebaikan[646]." [646] Yaitu mendapat kemenangan atau mati syahid. Sesungguhnya Kami menunggu-nunggu bersamamu. sebab itu tunggulah. dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya.ََ ‫ربَّص‬ ‫و َنحن‬ َِ ٌٌَ ‫ب َنا َإِال َإِحدَ ى َالحس َن‬ ََ ‫ربَّص‬ ‫هل‬ ‫ قل‬ َ ‫َ َ َن َت‬ َ َ‫ن‬ َ ‫َ َ َت‬ َ ََ ِ َ ‫ون‬ َ َ َّ َ َّ ِ‫ربَّصواَإ‬ َ َ‫دٌ َنا‬ َ‫ن ا‬ َ ‫و‬ َ ‫أ‬ َ َ ‫ه‬ ‫د‬ ‫ن‬ ‫ع‬ َ ‫ن‬ َ ‫م‬ َ ‫اب‬ َ ‫ذ‬ ‫ع‬ ‫ب‬ َ َ ‫ّللا‬ َ ‫م‬ َ ‫ك‬ ‫ب‬ ٌ ‫ص‬ ٌ َ ‫ن‬ َ ‫ََأ‬ ‫بكم‬ ِ ٌَ‫بأ‬ ِ ِ ِ ِ ِ َ ‫ف َت‬ َ َ ِ ِ ِ At-Taubah : )٥٢( ‫ون‬ ََ ‫ربِّص‬ ‫عكم‬ َ ‫ََم َت‬ َ‫م‬ َ  52.

َ‫و‬ َ‫و‬ َ ‫ع‬ َ َ‫َ َأ‬ َ‫ل‬ َ‫ل‬ َ ََ ‫ش‬ ً‫َ َاث َن‬ ‫منهم‬ َ ََ ‫مٌ َث‬ ََّ َ ‫ذ‬ ََ ‫خ‬ ‫قد‬ ِ َ ‫عث َنا‬ ِ ‫را‬ ِ ‫اق َ َب‬ ِ َ ‫ّللا‬ َ ‫قا‬ َ َ ‫ر َ َنقٌِ ًبا‬ َ ََ َ ‫و َب‬ َ َ‫ل‬ َ ٌ‫ئ‬ َ ‫نً َإِس‬ َ  َ َّ ِّ َّ َ َ َ َ َ َ ًَِ‫برسل‬ َ ‫م‬ َ ‫ت‬ ‫ن‬ ‫م‬ ‫آ‬ ‫و‬ َ َ ‫ة‬ ‫ا‬ ‫ك‬ ‫الز‬ َ ‫م‬ َ ‫ت‬ ٌ ‫ت‬ ‫آ‬ ‫و‬ َ َ ‫ة‬ ‫َّال‬ ‫ص‬ ‫ال‬ َ ‫م‬ َ ‫ت‬ ‫م‬ ‫ق‬ ‫أ‬ َ ‫ن‬ َ ‫ئ‬ ‫ل‬ َ ‫م‬ َ ‫ك‬ ‫ع‬ ‫م‬ َ ً ‫ن‬ ‫إ‬ َ َ ‫ّللا‬ ِ َ َ َ َ َ ِ ِ َ َّ ِّ ‫ك‬ َّ ‫ع‬ َ ‫س ًنا َأل‬ َ َ ‫ّللا‬ ً ‫قر‬ ِّ ‫س‬ ََ ‫تكم‬ ‫عنكم‬ َ َ ‫م‬ َ ‫ت‬ ‫ض‬ ‫ر‬ ‫ق‬ ‫وأ‬ ‫زرتموهم‬ ِ ‫ٌ َئا‬ َ ََ َ َ ََّ‫رن‬ َ‫ف‬ َ ‫ح‬ َ َ ‫ضا‬ َ َََ َ ‫و‬ َ َ َ َ ََ‫ر َ َبعد‬ َ‫خ‬ َ‫ك‬ َ ََ َ ََ ََ ‫منكم‬ ََ ِ‫ذل‬ ََ ‫ف‬ ‫من‬ ‫هار‬ ‫من‬ ‫ج َّنات‬ ‫ل َّنكم‬ ِ َ‫ك‬ ِ ‫َ َ َتح‬ ِ َ ‫ري‬ ِ ‫وألد‬ َ‫ف‬ َ ‫ها َاألن‬ َ‫ت‬ َ ََ َ ِ ‫َ َ َتج‬ َ‫ف‬ َ Al-Maidah: )١٢( ‫ٌل‬ َِ ‫َّب‬ َ َ ‫قد‬ َّ ‫ض‬ َ ‫وا‬ َ‫س‬ َ َ‫ل‬ َ ََ ِ ‫ءَالس‬   12. Maka Barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu. Sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus. Dan Sesungguhnya Allah telah mengambil Perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya aku beserta kamu. [406] Maksudnya Ialah: menafkahkan harta untuk menunaikan kewajiban dengan hati yang ikhlas. dan Sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. . Sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik[406] Sesungguhnya aku akan menutupi dosa-dosamu.

. sedang pembicaraan itu Tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka. kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal. (Dia-lah) Allah tidak ada Tuhan selain Dia. 13. dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakkal kepada Allah saja.َ ٌ‫ش‬ َ‫و‬ َّ ‫ن َال‬ َّ ‫ما َال‬ َّ ِ‫ إ‬ َ‫س‬ ََ ٌ‫ل‬ ََ ‫ذ‬ ََ ‫ان َلِ ٌَحز‬ َِ ‫ط‬ ََ ‫م‬ ِ َّ‫ن َال‬ ِ َ ‫وى‬ َ َ ‫منوا‬ َ ‫ٌن َآ‬ َ ‫نج‬ َ‫ن‬ ً َ‫ع‬ َّ ‫و‬ َ َ ‫ّللا‬ َ َ‫ل‬ َِ ‫ك‬ َ َ َِ ‫بإِذ‬ َ ‫ال‬ ‫إ‬ َ ‫ا‬ ‫ئ‬ ٌ ‫ش‬ َ َ ‫هم‬ ِ ِّ‫ضار‬ ِ َّ َ ‫لى‬ ِ َّ َ ‫ن‬ َ ‫فل ٌَ َت‬ َ ‫و‬ َ َ ‫ّللا‬ َ ‫ب‬ ِ ِ ِ Al-Mujadalah: )١٠( ‫ون‬ ََ ‫من‬ ِ ‫المؤ‬  َ ِ‫ّللا َال َإ‬ َّ ‫و‬ َ َ ‫ّللا‬ At-)١٣( َ ‫ون‬ َِ ‫ك‬ َ ََ ‫ه َإِال َه‬ َ ََّ  ِ ‫ل َالمؤ‬ َ ‫من‬ َ ‫فل ٌَ َت‬ ِ َّ َ ‫علَى‬ َ ‫و‬ َ َ‫و‬ َ‫ل‬ Taghabun:  10. Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan. supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita.

2. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya.َ َّ َ َ ََ ‫هم‬ ‫ت‬ ‫ال‬ ‫ص‬ َ ً ‫ف‬ َ ‫م‬ َ ‫ه‬ َ َ ‫ٌن‬ ‫ذ‬ ‫ل‬ ‫ا‬ ) ١ ( َ ‫ون‬ ‫ن‬ ‫م‬ ‫ؤ‬ ‫م‬ ‫ال‬ َ َ ‫ح‬ ‫ل‬ ‫ف‬ ‫َ َأ‬ ‫قد‬ ِ ِ ِ ِ َ َ َ َ ِ َّ َّ َ ََ ‫رض‬ ‫ون‬ ‫ع‬ ‫م‬ َ َ ‫و‬ ‫غ‬ ‫ل‬ ‫ال‬ َ َ ‫ن‬ ‫ع‬ َ ‫م‬ َ ‫ه‬ َ َ ‫ٌن‬ ‫ذ‬ ‫وال‬ ََ ‫اشع‬ ِ ِ ‫خ‬ َ َ َ )٢( ‫ون‬ ِ ِ ِ Al-Mukminun: )٣(    1. . 3.

.َّ َّ َّ َ َ ََ ‫هم‬ ‫ج‬ ‫و‬ ‫ر‬ ‫ف‬ ‫ل‬ َ ‫م‬ َ ‫ه‬ َ َ ‫ٌن‬ ‫ذ‬ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫و‬ ) ٤ ( َ ‫ون‬ ‫ل‬ ‫اع‬ ‫ف‬ َ َ ‫ة‬ ‫ا‬ ‫ك‬ ‫لز‬ ‫ل‬ َ ‫م‬ َ ‫ه‬ َ َ ‫ٌن‬ ‫ذ‬ ‫وال‬ ِ ِ ِ ِ ِ ِ َ َ َ َ َ ِ ِ َ َ‫م‬ َ َ‫ل‬ ََ ‫مانهم‬ ‫كت‬ ‫َ َأو‬ ‫هم‬ ‫ج‬ ‫ا‬ ‫و‬ ‫ز‬ ‫أ‬ َ ‫ى‬ ‫ل‬ ‫ع‬ ََ ‫فظ‬ ِ ‫حا‬ َ ٌَ‫َ َأ‬ َ َ ‫ما‬ َ ََ َ َ َ ‫) إِال‬٥( ‫ون‬ َ ِ ِ َ َ‫ء‬ َّ ِ‫فإ‬ َ َ‫ك‬ َ )٦( ‫ٌن‬ َ َ ‫نَاب َت‬ َ ََ َ‫ك‬ ََ ‫ئ‬ ََ ِ‫ذل‬ َ َِ ‫م‬ ََ ‫م‬ ‫غٌر‬ ‫نهم‬ ِ َ‫فأول‬ ِ ‫مل و‬ َ ‫را‬ َ‫و‬ َ َ‫غى‬ َ‫ف‬ َ ََ Al-Mukminun : )٧( ‫ون‬ ََ ‫عاد‬ ‫هم‬ َ ‫ََال‬     4. 7. Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. 6. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. 5. Barangsiapa mencari yang di balik itu[995] Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki[994].

homoseksual. [994] Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir.  . dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu. wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang ikut dalam peperangan itu. [995] Maksudnya: zina. imam boleh melarang kebiasaan ini. dan sebagainya. dan kebiasan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. Maksudnya: budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersamasamanya.

mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman.َّ َ‫ّللا‬ َ َِ ‫ب‬ ‫س‬ َ ً ‫ف‬ َ ‫وا‬ ‫د‬ ‫ه‬ ‫ا‬ ‫ج‬ ‫و‬ َ ‫وا‬ ‫ر‬ ‫اج‬ ‫ه‬ ‫و‬ َ ‫وا‬ ‫ن‬ ‫م‬ ‫آ‬ َ َ ‫ٌن‬ ‫ذ‬ ‫وال‬ ِ ِ ِ َّ َ ‫ٌل‬ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ ً‫ح‬ َ َ ‫قا‬ َ ‫صروا َأو‬ ََ ‫لهم‬ ََ ‫من‬ ‫ك َهم‬ ََ ‫ئ‬ ََ ‫ذ‬ ِ ‫َ َالمؤ‬ ِ‫ل‬ ِ َّ‫وال‬ َ َ ‫ون‬ َ ‫و َن‬ َ َ ‫آووا‬ َ َ ‫ٌن‬ َ َ ََ Al-Anfal: )٧٤( َ ‫رٌم‬ ‫رزق‬ ‫رة‬ ِ ‫مغ‬ َ ََ َ‫ف‬ َ ِ‫ك‬ ِ‫و‬  74. dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin). Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah. mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia. .

. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka Itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.َ ِ‫وإ‬ َّ َّ َ َ ‫ذا‬ ََ ‫عه‬ َ َ َ ‫وا‬ ‫ن‬ ‫م‬ ‫آ‬ َ َ ‫ٌن‬ ‫ذ‬ ‫ل‬ ‫ا‬ َ َ ‫ون‬ ‫ن‬ ‫م‬ ‫ؤ‬ ‫م‬ ‫ال‬ َ ‫ا‬ ‫م‬ ‫ن‬ ِ ِ‫رسول‬ ِ ِ َ‫م‬ َ َ ‫كانوا‬ َ َ‫ه‬ َ‫و‬ َ َ ‫الِل‬ ِ َّ ‫ب‬ َ َ َ َ ِ ِ‫ إ‬ ََ َ َ‫ع‬ َّ ‫ح‬ َ‫ٌن‬ ََ ‫ذ‬ ‫ذنوه‬ ‫لم‬ ‫مع‬ ‫لى َأَمر‬ ِ َّ‫َ َإِنََّ َال‬ ِ ‫تى َ ٌَس َتأ‬ ِ ‫جا‬ َ َ ‫هبوا‬ َ ‫َ َ ٌَذ‬ َ ََ َ َ ِ ‫فإ‬ َّ َ ‫ك َأو‬ ََ ‫ه‬ َ‫ذ ا‬ َ َ َ َ ‫ون‬ ‫ن‬ ‫م‬ ‫ؤ‬ ٌ َ َ ‫ٌن‬ ‫ذ‬ ‫ك َال‬ ََ ‫ئ‬ ََ ‫ذنو َن‬ ِ ِ‫رسول‬ ِ ِ ِ‫ل‬ ِ ‫ٌَس َتأ‬ َ‫و‬ َ َ ‫الِل‬ ِ َّ ‫ب‬ َ َ ِ َ ‫فأ‬ َ َ ََ َ َ ََ ‫أ‬ ‫ش‬ ‫ن‬ ‫اس َتأ‬ ََ ‫لهم‬ ‫فر‬ ‫منهم‬ ََ ‫شئ‬ ‫من‬ ‫ذن‬ ‫هم‬ َ َ ‫ض‬ ‫ع‬ ‫ب‬ ‫ل‬ َ َ ‫ك‬ ‫و‬ ‫ن‬ ‫ذ‬ ِ ِ ‫واس َتغ‬ ِ َ‫ت‬ ِ ََ ِ َ ََ َ ِ ‫َ َل‬ َ َ ِ ِ َّ َّ َ َ‫ّللا‬ An-Nur: )٦٢( َ ‫حٌم‬ ‫غفور‬ َ َ ََّ‫ن‬ ‫إ‬ َ َ ‫ّللا‬ ِ ‫ر‬ َ ََ َ ِ َ  62. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan. Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan. berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka. dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful