Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Sering sekali kita jumpai laki-laki yang berkepala botak, sedangkan pada perempuan yang memiliki kepala botak jarang sekali ditemui. Begitu pula dengan jari telunjuk pada perempuan dan laki-laki terdapat perbedaan, terkadang jari telunjuknya lebih panjang dibandingkan jari manisnya, atau bahkan sebaliknya. Fenomena ini ternyata terjadi karena ada beberapa sifat keturunan yang ditentukan oleh gen autosomal ada yag ekspresinya dipengaruhi oleh jenis kelamin (sex). Sifat tersebut dapat tampak pada kedua jenis kelamin, tetapi pada salah satu jenis kelamin ekspresinya lebih besar dibandingkan jenis kelamin lainnya. Salah satunya adalah sifat kepala botak dan panjang jari telunjuk.

B.

Tujuan Setelah selesai melakukan pengamatan, mahasiswa diharapkan dapat membuktikan adanya pola ekspresi gen yang dipengaruhi jenis kelamin.

BAB II KAJIAN PUSTAKA Beberapa sifat keturunan yang ditentukan oleh gen autosomal ada yang ekspresinya dipengaruhi oleh jenis kelamin. Sifat tersebut dapat tampak pada kedua jenis kelamin, tetapi pada salah satu jenis kelamin ekspresinya lebih besar dibandingkan jenis kelamin lainnya (Koesmadji et al, 2013). Biasanya gen dominan memperlihatkan pengaruhnya pada individu jantan mapun betina. Baru dalam keadaan homozigot resesif, pengaruh dominan itu tidak akan diekspresikan. Contoh dari fenomena ini adalah kepala botak. Pada awalnya diduga bahwa kepala botak disebabkan oleh gen yang terdapat di dalam kromosom kelamin, seperti halnya buta warna. Namun ternyata kenyataannya menunjukkan bahwa seorang ayah yang mempunyai kepala botak dapat mempunyai anak laki-laki yang botak pula. Hal ini membuktikan bahwa dugaan tersebut tidak tepat, karena andaikata gen untuk kepala botak itu terdapat pada kromosom X, maka tidak mungkin ayah dan anak laki-lakinya memiliki sifat yang sama. Apabila seandainya gen tersebut terdapat pada kromosom Y, maka dugaan itu pun tidak tepat karena ada perempuan yang mempunyai kepala botak. Karena hal tersebut, maka diambil kesimpulan bahwa kepala botak disebabkan oleh gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin (sex-influenced gene) (Suryo, 2008). Selain fenomena kepala botak, ekspresi gen yang dipengaruhi jenis kelamin lainnya adalah panjang jari telunjuk. Pada laki-laki, jari telunjuk yang lebih pendek dari jari manis ditentukan oleh gen dominan, sedangkan pada perempuan untuk kasus yang sama ditentukan oleh gen resesif, seperti ditunjukkan pada tabel di bwah ini (Koesmadji et al, 2013).

Tabel 1. Perbandingan Fenotip Panjang Telunjuk antara Laki-laki dan Perempuan Genotip LL Ll ll Jenis Kelamin Laki-laki Telunjuk pendek Telunjuk pendek Telunjuk panjang Perempuan Telunjuk pendek Telunjuk panjang Telunjuk panjang

BAB III METODE KERJA A. Alat dan Bahan Alat 1. Kertas tulis 2. Pensil Bahan 1. Tangan kiri atau kanan

B.

Cara Kerja Diletakkan tangan pada alat kertas yang telah diberi garis horizontal sehingga jari manis menyinggung garis horizontal tersebut

Diperhatikan panjang relatif dari telunjuk dibandingkan dengan jari manis. Apabila ujung jari telunjuk berada di bawah garis horizontal, artinya telunjuk lebih pendek, sedangkan apabila jari telunjuk melewati garis horizontal, berarti telunjuk lebih panjang.

Digambarkan hasil pengamata pada lembaran kertas dan dicatat hasilnya, serta ditentukan genotipnya

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan Tabel 1. Gambar Hasil Pengamatan Sex Influenced Genes No. 1. Gambar Keterangan Baik jari telunjuk pada tangan kiri maupun pada tangan kanan berukuran lebih pendek dibandingkan jari manis.

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2013)

2.

Baik jari telunjuk pada tangan kiri maupun pada tangan kanan berukuran lebih pendek dibandingkan jari manis.

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2013) 3. Baik jari telunjuk pada tangan kiri maupun pada tangan kanan berukuran lebih pendek dibandingkan jari manis.

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2013)

Tabel 2. Hasil Pengamatan Sex Influenced Genes No. Nama 1. Elisa 2. Arlinda Jenis Kelamin P P Fenotip Jari telunjuk pendek Jari telunjuk pendek Genotip LL LL

3.

Karomatun

Jari telunjuk pendek

LL

B.

Pembahasan Terdapat beberapa sifat keturunan yang ekspresinya ditentukan oleh jenis kelamin (sex), salah satunya adalah panjang jari telunjuk. Pada laki-laki, jari telunjuk yang lebih pendek daripada jari manis ditentukan oleh gen dominan, sedangkan pada perempuan untuk kasus yang sama ditentukan oleh gen resesif. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa mayoritas dari anggota kelompok kami memiliki fenotip jari telunjuk yang lebih pendek dibandingkan jari manis. Sehingga mayoritas genotip yang dimiliki anggota kelompok kami adalah homozigot dominan (LL) yang berarti jari telunjuknya lebih pendek dibandingkan jari manis. Hal ini mungkin terjadi karena kedua orangtuanya memiliki genotip homozigot dominan (LL) juga atau memiliki fenotip jari telunjuk yang lebih pendek dibandingkan jari manis. Oleh karena itu, sifat yang diturunkan kepada anaknya pun sama yaitu memiliki jari telunjuk yang lebih pendek dibandingkan jari manis. Akan tetapi pada kelompok kami, tidak terdapat data atau gambaran jari tangan laki-laki sehingga tidak dapat membuktika adanya pola ekspresi gen pada jenis kelamin laki-laki.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Terdapat adanya pola ekspresi gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Dalam hal ini, pola ekspresi gen yang dilihat adalah panjang jari telunjuk dan jari manis. Di mana mayoritas kelompok kami, yang berjenis kelamin perempuan, memiliki fenotip jari telunjuk yang lebih pendek dibandingkan jari manis sehingga memiliki genotip yaitu homozigot dominan (LL).

B.

Saran Lebih baik pada praktikum ini juga dilihat pola ekspresi gen panjang jari telunjuk pada laki-laki, sehingga dapat dibandingkan pola ekspresi gen pada laki-laki dan perempuan dan dapat lebih membuktikan adanya pola ekspresi gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin.

DAFTAR PUSTAKA Koesmadji., Resna., Sudargo, F., Riandi., Anggraeni, S., Diana, S., Suhara., Kusumawaty, D., Aryani, A., (2013). Pedoman Praktikum Genetika.Bandung: Program Studi Biologi dan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI. Suryo. (2008). Genetika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

10