Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN GENETIKA

GEN-GEN YANG EKSPRESINYA DIPENGARUHI JENIS KELAMIN (SEX INFLUENCED


GENES)

NAMA/NIM ANGGOTA KELOMPOK :


1.
2.
3.

SUSI WIDIYANTI
ERLITA SETIYORINI
ANNASTALIA BUDI LISTIARIN

(4401412059)
(4401412072)
(4401412086)

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
20 Oktober 2014

I.

Judul Praktikum :
Gen-gen yang Ekspresinya Dipengaruhi Jenis Kelamin (Sex Influenced Genes)

II.

Tujuan

Mengetahui adanya pengaruh jenis kelamin pada gen yang mempengaruhi panjang
pendeknya jari telunjuk
III.

Latar Belakang

Genetika merupakan cabang biologi yang penting saat ini. Ilmu ini mempelajari
berbagai aspek yang menyangkut pewarisan sifat dan variasi pada organisme
maupun suborganisme. Adapula dengan singkat mengatakan, genetika adalah ilmu
gen. Terdapat sifat keturunan yang ditentukan oleh gen yang terdapat Dalam
autosom. Seperti halnya pada saat mempelajari menurunnya warna bunga pada
tanaman atau sifat albino pada manusia, keturunan F1 maupun F2 tidak pernah
disebut-sebut jenis kelaminnya. Selain itu pada manusia, sifat-sifat yang menurun
dikenal dengan istilah hereditas. Biasanya gen dominan memperlihatkan
pengaruhnya pada individu laki-laki jantan atau betina. Baru dalam keadaan
homozigot resesif, pengaruh dominan itu akan menampakkan diri dalam fenotipe.
Beberapa contoh dari gen yang dominansinya dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah
kepala botak dan jari telunjuk (Campbel, 2002)
Penentuan seks pada makhluk hidup ditentukan oleh kromosom seksnya.
Terdapat beberapa macam cara yang digunakan untuk menentukan jenis kelamin
makhluk hidup berdasarkan kromosom seksnya. Contohnya, pada belalang
menggunakan sistem X-0 (22 + X Jantan; 22 + XX Betina), pada ayam sistem Z-W
(76 + ZZ Jantan; 76 + ZW Betina), dan pada lebah sistem haplo-diploid (haploid
Jantan, diploid Betina). Sedangkan pada manusia, sistem yang digunakan adalah XY. Betina normal akan dihasilkan jika kromosom seksnya XX dan jantan normal jika
kromosom seksnya XY. Tanda-tanda jenis kelamin manusia secara anatomi baru
akan mulai terlihat pada umur embrio sekitar dua bulan, karena sebelum waktu itu,
bentuk gonadnya cenderung sama dan masih bisa berubah menjadi ovarium atau
testis, terkandung pada kondisi hormon di tubuh embrio tersebut elain untuk
menentukan jenis kelamin, kromosom seks pada manusia juga memiliki banyak gen,
khususnya pada kromosom X. Cara pewarisan sifatnya sama dengan pewarisan
yang lain. Namun perlu dicatat, bahwa alel terpaut seks dari seorang ayah akan
diwariskan kepada seluruh anak perempuannya, tetapi anak laki-lakinya tidak akan
memperoleh satupun dari alel tersebut. Berbeda sekali dengan seorang ibu yang
bisa mewariskan alel terpaut seksnya kepada anak laki-laki dan perempuannya.
Umumnya, penurunan sifat terpaut seks pada manusia ditentukan oleh kromosom X,
walaupun pada beberapa kasus terdapat juga pada kromosom Y (Shykill, 2009)
Penentuan seks pada makhluk hidup ditentukan oleh kromosom seksnya.
Terdapat beberapa macam cara yang digunakan untuk menentukan jenis kelamin
makhluk hidup berdasarkan kromosom seksnya. Misalnya pada manusia sistem
yang digunakan yaitu X-Y. Akan dihasilkan betina normal jika kromosom seksnya
XX dan dihasilkan jantan normal jika kromosom seksnya XY. Umumnya, penentuan

sifat terpaut seks pada manusia ditentukan oleh kromosom X, walaupun pada
beberapa kasus terdapat juga pada kromosom Y (Suryo, 2008)
Rumus sidik jari merupakan salah satu cara identifikasi. Dalam dunia kepolisian,
rumus jari digunakan sebagai cara untuk menidentifikasi seseorang. Karena sidik jari
merupakan bentuk yang unik dan berbeda pada setiap orang, maka rumus sidik jari
pun akan berbeda pada tiap orang. Perumusan sidik jari (classification formula)
merupakan pembubuhan tanda pada tiap-tiap kolom kartu sidik jari yang
menunjukkan interprestasi mengenai bentuk pokok, jumlah bilangan garis,
bentuk loop, dan jalannya garis (Soepriyo, 1989).
Beberapa sifat yang diwariskan yang ditentukan oleh gen autosomal ekspresinya
ada yang dipengaruhi oleh jenis kelamin . Sifat tersebut dapat terlihat pada kedua
jenis kelamin tetapi pada salah satu jenis kelamin ekspresinya lebih sering
dibandingkan jenis kelamin lainnya. Kepala botak , panjang pendeknya jari telunjuk
merupakan contoh dari kasus ini. Jari telunjuk yang lebih pendek bersifat dominan
pada laki-laki dan bersifat resesif pada perempuan. Suatu penelitian menyebutkan
bahwa panjang jari dipengaruhi kadar testosterone ketika bayi masih dalam
kandungan, namun panjang pendeknya jari telunjuk 70% adalah pengaruh gen. Jadi
faktor genetik lebih berpengaruh dalam menentukan panjang jari daripada faktor
hormone. Ukuran jari telunjuk dan jari manis sudah terbentuk sebelum seseorang
dilahirkan dan tidak akan berubah sepanjang hidupnya (Widianti, 2014).
Gen adalah segmen segmen DNA, bahwa DNA adalah suatu polimer yang terdiri
dari empat jenis monomer yang berbeda yang dinamkan nukleotida. Penurunan sifat
sifat herediter memiliki basisi molekuler yaitu raplikasi persis DNA, dan
menghasilkan salina salinan gen yang dapat diteruskan dari orang tua ke
keturunannya. Pada hewan dan tumbuhan, pengiriman gen dari generasi ke
generasi selanjutnya ini dilakukan oleh sperma dan ovum (telur yang belum dibuahi).
Setelah sperma bersatu (sel telur tunggal) maka gen dari kedua orang tuanya hadir
dalam nucleus dari telur yang telah dibuahi tersebut.DNA dari suatu sel eukarotik
dibagi lagi menjadi kromosom di dalam nucleus tersebut (Campbell, 2000).
Apabila kita meletakkan tangan kanan atau kiri kita pada suatu alat dimana
terdapat sebuah garis mendatar yang sedemikian rupa sehingga ujung jari manis
menyentuh garis tersebut, maka dapat kita ketahui apakah jari telunjuk kita akan
lebih panjang atau lebih pendek dari jari manis. Pada kebanyakan orang,ujung jari
telunjuk tidak akan mencapai garis itu, berarati bahwa jari telunjuk lebih pendek dari
jari manis.jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan pada orang laki
laki dan resesif pada orang perempuan (Suryo, 2004).
Kecuali gen gen terangkai kromosom kelamin dikenal pula gen gen yang
dipengaruhi oleh seks dan gen gen yang dibatasi seks. Maka kita akan mengenal
sesuatu sifat yang disebabkan oleh gen gen yang dipengaruhi seks (sex influenced
genes) (Hartati, 2006). Menurut Suryo (2004), kegiatan ini menjaadi sebagai berikut :

Genotip

Fenotip

Laki-laki

Perempuan

TT

Telunjuk pendek

Telunjuk pendek

Tt

Telunjuk pendek

Telunjuk panjang

Tt

Telunjuk panjang

Telunjuk panjang

Andai kata seorang laki laki bertelunjuk panjang kawin dengan seorang
perempuan bertelunjuk pendek (keduanya homozigotik), maka semua anaknya laki
laki bertelunjuk panjang, sedangkan semua ank perempuannya bertelunjuk pendek.
Semua sifat keturunan atau kejadian yang diterangkan di muka ditentukan oleh gen
gen yang terdapat pada autososm. Selain gen gen itu dikenel pula gen gen yang
terdapat pada kromosom kelamin. Gen gen yang demikian ini disebut gen gen
terangkai kelamin atau dalam bahasa inggrisnya : sex linkage. Biasanya gen
dominan memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki laki / jantan maupun
perempuan / betiana. Baru dalam keadaan homozigotik reseif, pengaruh dominan
ini.

IV.

V.

Permasalahan :
1. Bagaimana pengaruh jenis kelamin pada gen yang mempengaruhi panjang
pendeknya jari telunjuk?
2. Bagaimana perbandingan panjang pendeknya jari telunjuk pada populasi kelas
Biologi?
Metode
:
a. Alat dan Bahan
- Tangan kiri/kanan
- Kertas untuk meletakkan tangan
- Penggaris
b. Cara Kerja

VI.

Hasil dan Pembahasan


Data kelompok
Nama

Genotip

Fenotip

Susi

LL

Telunjuk pendek

Erlita

Annastalia

Ll,ll

Telunjuk Panjang

Ll,ll

Telunjuk Panjang

Data Kelas

Kelompok

Nama

Genotip

Fenotip

ll

Telunjuk panjang

Hidayatun Naziyah

LL

Telunjuk pendek

Koriatul Hidayah

LL

Telunjuk pendek

Ayu Alfiyah

LL

Telunjuk pendek

Aini Maria Ulfa

LL

Telunjuk pendek

Ani Julita Br. S.

LL

Telunjuk pendek

Melisa Diah K

LL

Telunjuk pendek

Arif Khomsin S

LL,Ll

Telunjuk pendek

Farkhana

Ll,ll

Telunjuk panjang

Devi Amalia

LL

Telunjuk pendek

Ibnu Rizaki

LL,Ll

Telunjuk pendek

Suherdi Susanto

LL,Ll

Telunjuk pendek

Nofitasari R.

Ll,ll

Telunjuk panjang

Faizatin Qisthi M.

LL

Telunjuk pendek

Uswatun Khasanah

LL

Telunjuk pendek

Dyah Putri P.

LL

Telunjuk pendek

ll

Telunjuk panjang

Aulia Zulfatu N.

LL

Telunjuk pendek

Irma Aprilia

LL

Telunjuk pendek

Kurniahtunnnisa

LL

Telunjuk pendek

Arif Nur Hidayat


1

Zanuar Abdul Hamid

10

Rizki Andita W.

LL

Telunjuk pendek

Tiya Istiani

LL

Telunjuk pendek

Aulia Nurlita

LL

Telunjuk pendek

Aisyah Fitri Astuti

Ll,ll

Telunjuk panjang

Linailis S.

LL

Telunjuk pendek

Siti Khalimah

LL

Telunjuk pendek

Susi Widiyanti

LL

Telunjuk pendek

Erlita Setiyorini

Ll,ll

Telunjuk panjang

Annastalia Budi L.

Ll,ll

Telunjuk panjang

Nur Jazilah

LL

Telunjuk pendek

Yulia Hafsah W.

LL

Telunjuk pendek

Lisanaah S.

Ll,ll

Telunjuk panjang

Pembahasan
Apabila kita meletakkan tangan kanan atau kiri kita pada suatu alat dimana
terdapat sebuah garis mendatar yang sedemikian rupa sehingga ujung jari manis
menyentuh garis tersebut, maka dapat kita ketahui apakah jari telunjuk kita akan lebih
panjang atau lebih pendek dari jari manis. Pada kebanyakan orang ujung jari telunjuk
tidak akan mencapai garis itu, berarati bahwa jari telunjuk lebih pendek dari jari
manis. Jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan pada orang laki laki
dan resesif pada orang perempuan (Suryo, 2004). Kecuali gen-gen terangkai
kromosom kelamin dikenal pula gen-gen yang dipengaruhi oleh seks dan gen-gen
yang dibatasi seks. Maka kita akan mengenal sesuatu sifat yang disebabkan oleh
gen-gen yangdipengaruhi seks (sex influenced genes) (Hartati, 2006).
Andai kata seorang laki laki bertelunjuk panjang kawin dengan seorang
perempuan bertelunjuk pendek (keduanya homozigotik), maka semua anaknya laki
laki bertelunjuk panjang, sedangkan semua ank perempuannya bertelunjuk pendek.
Semua jenis keturunan atau kejadian yang diterangkan di muka ditentukan oleh gen
yang terdapat pada autosom. Selain gen-gen dikenal pula gen-gen yang demikian ini
disebut gen-gen terangkai kelamin. Biasanya gen dominan memperlihatkan

pengaruhnya pada individu laki-laki atau jantan maupun perempuan atau betina. Baru
dalam keadaan homozigot resesif pengaruh dominan itu tidak akan menampakkan
diri dalam fenotif. Pada kebanyakan orang jari telunjuk tidak akan mencapai garis
tersebut yang mengidentifikasi bahwa suatu individu-individu mungkin mempunyai
kandungan gen absolute yang sama ketidakaktifan kromosom menciptakan sub
populasi dengan membedakan kandungan gen aktif (Suryo, 2008).
Pengamatan dilakukan oleh masing-masing anggota kelompok terhadap
panjang jari telunjuk dibanding jari manis. Diperoleh hasil dari mahasiswa pendidikan
Biologi angkatan 2012, Rombel 03, yaitu;
Persentase XX genotip LL = 77,8%
Persentase XX genotip Ll/ll = 22,2%
Persentase XY genotip LL = 60%
Persentase XY genotip LL/ll = 40 %
Berdasarkan data di atas, untuk mahasiswa laki-laki dengan genotip dominan
homozigot lebih besar dibanding genotip resesif. Hal ini sesuai dengan teori yang
dikemukakan oleh Suryo (2004) bahwa biasanya gen dominan memperlihatkan
pengaruhnya pada individu laki-laki maupun perempuan dalam keadaan homozigot
resesif, pengaruh dominan tersebut tidak di tampakkan dalam keadaan fenotip. Pada
mahasiswa perempuan juga menunjukkan dominan homozigot yang lebih banyak.
Akan tetapi, dalam keadaan homozigotik resesif, pengaruh dominan itu tidak
akan menampakkan diri dalam fenotip. Jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen
yang dominan pada orang laki-laki (genotip LL atau Ll),dan telunjuk panjang itu gen
resesifnya (genotipnya ll), tetapi pada perempuan telunjuk pendek itu genotipnya
hanya LL sedangkan telunjuk panjang genotipnya Ll atau ll.
Adanya perbedaan genotip pada setiap orang, dan adanya peranan gen seks
pada percobaan kali ini memberikan gambaran pada kita bahwa tidak hanya gen
yang terdapat pada genosom. Hal ini terjadi sesuai dengan teori yang dikemukakan
oleh Gun, G (2006), bahwa terjadilah aliran informasi genetika yang terdapat dalam
setiap sel makhluk hidup yang dikemas dalam suatu bentuk materi genetik yang
dikenal sebagai asam deoksiribunukleat (DNA). Kode genetik yang ada di dalam DNA
menentukan bagaimana protein disusun. Proses ekspresi gen merupakan aspek
yang fundamental dalam setiap organisme.
Pernyataan diatas dikuatkan oleh teori Stansfield (1991), bahwa gen-gen yang
mengatur berbagi sifat yang dipengaruhi seks, dapat terletak pada autosom mana
saja atau pada bagian homolog dari kromosom seks. Ekspresi dominasi atau resesif
oleh alel, lokus lokus yang dipengaruhi perbedaan lingkungan internal yang
disebabkan oleh hormone seks.
Perbandingan panjang antara jari telunjuk dan jari manis berhubungan dengan
kondisi hormonal saat berada dalam kandungan dan tentunya akan mempengaruhi
kepribadian seseorang saat tumbuh dewasa. Penelitian di Concordia University
menemukan bahwa panjang jari-jari tangan ditentukan sejak janin di dalam
kandungan dan dipengaruhi oleh paparan hormon estrogen dan testosteron. Hormon
seks pria, testosteron, memengaruhi panjang jari manis dan hormon estrogen
memengaruhi panjang jari telunjuk.
Kadar testosteron yang tinggi diyakini mendukung perkembangan bagian otak
yang berhubungan dengan kemampuan matematika dan pandang ruang. Hormon itu
pula yang menyebabkan jari manis tumbuh lebih panjang. Estrogen juga mendorong

efek yang sama pada bagian otak namun yang berhubungan dengan kemampuan
verbal. Namun, hormon ini juga mendukung pertumbuhan jari telunjuk sehingga lebih
panjang daripada jari manis.
VII.

Simpulan
1. panjang pendeknya jari telunjuk dipengaruhi oleh jenis kelamin. Jari telunjuk
yang lebih pendek bersifat dominan pada laki-laki dan bersifat resesif pada
perempuan. Selain iu juga dipengaruhi oleh kondisi hormonal saat berada dalam
kandungan.
2. Berdasarkan praktikum didapat persentase panjang pendeknya jari telunjuk yaitu

, wanita resessif 22,2%, laki-laki dominan 60%

pada wanita dominan

dan laki-laki resesif 40%.

Daftar Pustaka

Campbell. 2000. Biologi. Jakarta: Erlangga.


Campbell, N.A, Reece, Jane,B., dan Mitchell, Lawrence, G., 1999. Biologi jilid 1.
Erlangga. Jakarta.
Hartati. 2006. Penuntun Praktikum Genetika. Makassar: Jurusan biologi FMIPA UNM.
Nio, Tjan kwiauw, 1990.Genetika Dasar. Institut Teknologi Bandung:Press. Bandung
Shykill. 2009. Gen Yang Dipengaruhi Oleh Jenis Kelamin. http:www//Shykill. blogspot.
com.gen-yang-dipengaruhi-oleh-jenis-kelamin.html. Diakses tanggal 16 Oktober
2014.
Soepriyo, A. 1989. Dermatoglifik ensiklopedi nasional Indonesia 4. Jakarta: Adi Pustaka.
Suryo. 2004. Genetika. Yogyakarta: UGM
Suryo. 2008. Genetika Strata 1. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada
Suryo, 2010. Genetika Manusia. Universitas Gajah Mada Press. Yogyakarta.
Susanto, Agus Hery, 2011.Genetika. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Widianti, Tuti.dkk. 2014. Petunjuk Praktikum Genetika. Semarang : Jurusan Biologi
Universitas Negeri Semarang
Yatim wildan. 2003. Genetika Cetak Ulang Edisi Ke 5. Bandung: Tarsito

Jawaban Permasalahan

1. Berdasarkan pengamatan saat praktikum jari telunjuk saya lebih pendek dibandingkan
dengan jari manis. Dengan demikian maka kemungkinan genotip saya adalah LL.
2. Berdasarkan praktikum hasil pengamatan anggota kelompok yang lain diperoleh yaitu
a. Erlita Setiyorini memiliki jari telunjuk lebih panjang disbanding jari manis (Ll/ll)
b. Annastalia Budi L memiliki jari telunjuk lebih panjang disbanding jari manis (Ll/ll)
3. Analisis hasil pengamatan data kelas

Ada hubungannya antara hasil pengamatan panjang pendeknya jari telunjuk dengan
jenis kelamin. Suatu penelitian menyebutkan bahwa panjang jari dipengaruhi kadar
testosterone ketika bayi masih dalam kandungan, namun panjang pendeknya jari
telunjuk 70% adalah pengaruh gen. Jadi faktor genetik lebih berpengaruh dalam
menentukan panjang jari daripada faktor hormone. Ukuran jari telunjuk dan jari manis
sudah terbentuk sebelum seseorang dilahirkan dan tidak akan berubah sepanjang
hidupnya.
4. Kesimpulan yag dapat diambil yaitu Panjang pendeknya jari telunjuk dipengaruhi oleh
jenis kelamin. Jari telunjuk yang lebih pendek bersifat dominan pada laki-laki dan
bersifat resesif pada perempuan. Selain iu juga dipengaruhi oleh kondisi hormonal saat
berada dalam kandungan.