Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN GENETIKA

PENGENALAN MUTAN

Oleh :
Indah Suciati
130210103051

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014

I.

Judul

Pengenalan Mutan

II.

Tujuan
1. Mengetahui berbagai jenis mutan pada lalat buah.
2. Mengetahui cirri-ciri berbagai jenis mutan pada lalat buah.

III.

Dasar Teori

Drosophila melanogaster merupakan organisme yang paling tepat pada pengamatan


hereditas. Penelitian menggunakan Drosophila melanogaster pertama kali dilakukan oleh
T.H. Morgan, pada tahun 1910 dan berkembang sampai sekarang. Drosophia melanogaster
adalah organisme diploid dengan jumlah kromosom yang sedikit yakni 2n=8 (Jones
Richard,1991:123).
Suatu gen dikatakan termutasi apabia urutan nukleotidan dari gen tersebut mengalami
perubahan. Perubahan urutan nukeotida pada gen akan mengakibatkan perubahan urutan
asam amino yang menyebabkan perubahan fungsi protein tersebut. Perubahan fungsi dari
suatu protein akan terlihat sebagai perubahan fenotip organisme yang termutasi. Misalnya
bila salah satu enzim yang berperan dalam sintesis pigmen maka suatu organisme tidak
berfungsi, maka organisme tersebut tidak akan mempunyai pigmen mata dan arna matanya
akan berubah menjadi lebih putih, atau muda(Jones Richard,1991:120).
Mutasi diidentifikasi sebagai pemutusan/ perubahan yang terjadi pada molekul DNA
yang terdapat di inti sel makhluk hidup dan berisi semua informasi genetik. Perubahan
bahan genetik (DNA maupun RNA),dapat terjadi pada taraf urutan gen (titik mutasi)
maupun pada taraf kromosom (aberasi).Mungkin juga dapat mengarah pada alel
evolusi.munculnya variasi-variasi baru pada spesies baru dan menjadi dasar bagi kalangan
pendukung. Hampir selalu bahwa mutasi dianggap sebagai penyabab kerusakan dan
perubahan yang sedemikian parah sehingga tidak dapat diperbaiki oleh sel tersebut
(campbell,2002: 205).
Mutasi merupakan perubahan turun. Menurut pada suasana basa nukleotida dari genom
DNA atau pada urutan angka dari gen atau kromosom pada sebuah sel. Dapat terjadi secara
spontan atau dengan melalui dengan media lain.(Rittner dan Timothy,2004:89). Organisme
yang mengalami perubahan/ mutasi disebut mutan, sedangkan mutagenesis merupakan
istilah yang dipakai untuk menyebutkan proses yang menyebabkan mutasi atau penciptaan
suatu mutasi (Pai,1992:56).
Berdasarkan sel-sel yang mengalami mutasi terdapat beberapa jenis mutasi ,pertama
mutasi berdasarkan tingkat terjadinya yaitu mutasi kromosom dan mutasi gen.mutasi
kromosom perubahan pada pengaturan susunan kromosom.mutasi gen adalah mutasi pada
rangkaian gen dan dapat melibatkan perubahan salah satu dari jumlah rangkain
DNA,termasuk substansi pasangan basa maupun penambahan/ pengurangan satu / lebih
pasangan basa DNA (Russell,1994:228). Kedua, mutasi berdasarkan sel yang mengalaminya
yaitu mutasi somatik dan genrminal. Mutasi somatik terjadi apabila sel mutan memberikan

peningkatan hanya pada sel somatik saja. Mutasi germinal adalah mutasi yang terjadi pada
germinal organisme yang bereproduksi secara seksual (Russell,1994:228). Ketiga mutasi ini
berdasarkan peranan mutagen yaitu mutasi induksi dan spontan. Mutasi induksi merupakan
mutasi yang diakibatkan oleh media yang saling berkaitan disebabkan oleh mutagenmutagen antara lain dengan bahan-bahan kimia yang bergabung dengan gugus basa
(Sadava,2004:189).
Gen yang normal dan bermutasi dapat bersifat dominan resesif. Pada organisme diploid
yang heterozigot, fenotip yang muncul adalah fenotip dari alel yang dominan. Alel yang
dominan dapat ditrankripsi dan translasi menjadi protein ynang fungsional dan berpengaruh
dari protein tersebut, akan terlihat pada fenotipenya. Alel yang resesif tidak dapat
ditranskripsi dan translasi menjadi protein yang fungsional.( Sadava,2004:186).
Efek Mutasi pada Fungsi Gen dan DNA
Adanya mutasi akan menyebabkan fungsi dari suatu gen menjadi berubah. Perubahan
pada tingkat nukleotida akan berpengaruh pada tingkat nukleotida kemudian mempengaruhi
transkripsi dan translasi dari gen untuk ekspresi protein. Bahkan walaupun mutasi hanya
mengubah satu basa nitrogen secara berurutan akan menyebabkan sifat yang muncul
menjadi sangat berbeda karena perubahan basa nitrogennya dapat mengubah pula protein
yang terbentuk. (Scoville, 2012:56).
Jenis- Jenis Mutan Drosophila melanogaster
Berikut adalah jenis-jenis mutan Drosophila melanogaster beserta deskripsi singkatnya,
sebagai berikut :

1.

Dumpy
Sayap lebih pendek hingga dua pertiga panjang normal dengan ujung sayap tampak
seperti terpotong. Bulu pada dada tampak tidak sama rata. Sayap pada sudut 90o dari
tubuh dalam posisi normal mereka. (Borror et al, 1994 : 193)

2.

Sepia
Mata berwarna coklat sampai hitam akibat adanya kerusakan gen pada kromosom
ketiga, lokus 26. (Russell, 1994: 113)

3.

Clot
Mata berwarna maroon yang semakin gelap menjadi coklat seiring dengan
pertambahan usia. (Borror et al, 1994 : 193)

4.

Ebony
Lalat ini berwarna gelap , hampir hitam dibadannya. Adanya suatu mutasi pada gen
yang terletak pada kromosom ketiga. Secara normal fungsi gen tersebut berfungsi
untuk membangun pigmen yang memberi warna pada lalat buah normal. Namun
karena mengalami kerusakan maka pigmen hitam menumpuk di seluruh tubuh.
(Borror et al, 1994 : 193 )

5.

Curly
Sayap pada lalat berbentuk keriting. Terjadi mutasi gen pada kromosom kedua.
Sayap-sayap ini menjadi keriting karena adanya suatu mutasi dominan, yang berarti

bahwa satu salinan gen diubah dan menghasilkan adanya kelainan tersebut. (Borror
et al, 1994 : 194)
6.

White
Matanya berwarna putih yang terjadi akibat adanya kerusakan pada gen white yang
terletak pada kromosom pertama lokus 1,5 dan benar-benar tidak menghasilkan

7.

pigmen merah sama sekali. (Pai, 1992:51)


Eyemissing
Mata berupa titik, mengalami mutasi pada kromosom ketiga di dalam tubuhnya,
sehingga yang harusnya diintruksi sel di dalam larva untuk menjadi mata menjadi
tidak terbentuk karena adanya mutasi. (Russell, 1994: 113)

8.

Claret
Claret (ca) merupakan mutan dengan mata berwarna merah anggur atau merah
delima (ruby). Mutasi terjadi pada kromosom nomor 3, lokus 100,7. (Russell, 1994:

113)
9. Miniature
Sayap berukuran sanagat pendek. Lalat dengan sayap vestigial ini tidak mampu
untuk terbang. Lalat ini memiliki kecacatan dalam gen vestigial mereka pada
kromosom ke dua. Lalat ini memiliki mutasi resesif. (Anonim, 2012)
10.

Taxi
Taxi merupakan mutan dengan sayap yang terentang, baik ketika terbang mahupun
hinggap. Mutasi terjadi pada kromosom nomor 3, lokus 91,0. (Russell, 1994: 113)

11.

Black
Seluruh tubuhnya berwarna hitam akibat adanya kerusakan pada gen black pada
kromosom kedua lokus 48.5 (Borror et al, 1994 : 194)
T.H Morgan dan beberapa orang rekannya berhasil menemukan 85 bentuk mutan yang
menyimpang dari tipe normal (wild type), seperti bentuk sayap, warna tubuh, warna mata,
bentuk bristel, dan ukuran mata. Mutan-mutan tersebut disebabkan oleh mutasi spontan
tunggal yang jarang.

Tipe Normal (Wild Type)

1. Bentuk mata bulat agak elips (warna


merah), terdapat sungut yang bercabang,
kepala berbentuk elips, Thorax berbulubulu dengan warna dasar putih.
2. Abdomen, Jumlah segmen lima (warna
segmen garis hitam)
3. Sayap, Warna transparan, Panjang, Posisi

Short-Winged

Flies

bermula dari thorax


(Sayap Sayap pendek, sayap vestigial tidak bisa terbang

Flies

(Sayap Sayap melengkung ke atas dan kedepan

pendek)

Curly-Winged
Keriting)

Yellow Flies (lalat kuning)

Seluruh bagian tubuh secara gradual berubah


menjadi kuning.

Ebony Flies

Seluruh bagian tubuh secara gradual berubah


menjadi hitam pada yang dewasa, selubung
spriracle

pada

larva

tampak

dibandingkan dengan normal.


Orange-Eyed Flies

Memiliki warna mata orange

gelap

jika

White-Eyed Flies

Warna mata putih dan ocellusnya tidak berwarna

Eyeless Flies

Tidak memiliki mata

Leg-Headed Flies

Memiliki Kaki seperti antena

(exploratorium.edu/exhibits/mutant_flies/mutant_flies.html)

IV.

Metodologi Praktikum
IV.1
-

IV.2

Alat dan Bahan


Selang besar
Selang kecil
Kasa
Lalat buah
a. Lalat buah yang normal
b. Lalat buah Mutan :
- W (white)
- Se (Sepia)
- Vg (Vestigial)
- B (Black)
- E (Eboni)
- Wa (white apricot)
Langkah Kerja
Memilih 3-4 mutan, membandingkan dengan lalat normal

Mengamati lalat-lalat mutan tersebut yang pada persilangan di


dapatkan misalnya, bentuk mata, warna mata, sayap termutasi dan
warna tubuh yang termutasi

Mendeskripsikan lalat-lalat mutan itu

Menggambar lalat-lalat yang termutasi

Mengamati lalat yang sayapnya termutasi, warna mata, bentuk mata,


dan warna tubuhnya normal

Memberi keterangan tentang bagian-bagian yang termutasi