Anda di halaman 1dari 7

Nama NPM VI.

Pembahasan

: Hanni Listia Furi : 240210120116

Praktikum kali ini membahas tentang pengujian terhadap bakteri halofilik. Bakteri halofilik merupakan bakteri yang membutuhkan konsentrasi NaCl minimal tertentu untuk pertumbuhannya dengan kebutuhan garam yang bervariasi. Pada dasarnya, ada tiga jenis bakteri halofilik. Jenis bakteri halofilik yang pertama tumbuh dengan optimal dengan kandungan garam 2-5%

(Fardiaz,1992) atau 0,5-3% (Frazier,1988) disebut kelompok halofilik ringan (slightly halophilic). Yang termasuk bakteri halofilik ringan adalah

Pseudosomonas, Moraxella, Flavobacterium, Acinetobacter, dan spesies Vibrio. Kelompok halofilik ringan sering dijumpai pada ikan dan kerang-kerangan. Bakteri dari ikan asin, daging asin, dan sayur yang diasinkan diyakini sebagai bakteri golongan halofilik sedang (moderate halophilic). Halofilik sedang tumbuh maksimal pada kadar garam 5-20% (Fardiaz,1992) atau 3-15% (Frazier,1988). Bacillus, Vibrio, Acinetobacter, dan Moraxella termasuk kelompok bakteri halofilik sedang (Fardiaz, 1992). Golongan yang ketiga, halofilik ekstrim (extreme halopilic) membutuhkan kadar garam yang sangat tinggi, 20-30% (Fardiaz,1992) atau 15-30% (Frazier,1988). Bakteri halofilik ekstrim ini biasanya tampak berwarna merah atau merah muda dan berasal dari kelompok bakteri Halobacterium dan Halococcus. Sering tampak pada makanan yang telah diawetkan dengan penggaraman. Selain ketiga golongan tersebut ada juga bakteri yang termasuk halotoleran. Golongan bakteri ini dapat hidup dengan atau tanpa garam. Garam yang dibutuhkan oleh halotoleran sekitar 5% atau lebih. Kelompok bakteri halotoleran antara lain Bacillus, Micrococcus, Corynebacterium, Streptococcus, dan Clostridium (Fardiaz, 1992). Garam mempengaruhi aktivitas air (Aw) bahan pangan sehingga dapat mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme dangan metode yang bebas dari pengaruh racun. Bakteri halofilik dapat tumbuh dalam larutan garam yang hampir jenuh, tetapi bakteri ini membutuhkan waktu penyimpanan yang lama untuk tumbuh dan selanjutnya terjadi pembusukan (Buckle, 1987).

Nama NPM

: Hanni Listia Furi : 240210120116

Bakteri halofilik dan halotolerant sering ditemukan pada makanan berkadar garam tinggi atau di dalam larutan garam. Oleh karena itu, dilakukan isolasi bakteri dari beberapa produk pangan dalam praktikum ini. Sampel yang digunakan adalah produk sayur asin A, sayur asin B, dan ikan peda. Sedangkan medium yang digunakan adalah medium NA, NA + 5% NaCl, NA + 10% NaCl, dan NA + 15% NaCl. Tujuan penambahan NaCl dengan jumlah yang bervariasi adalah untuk mengetahui kebutuhan garam untuk pertumbuhan optimum masingmasing bakteri, sedangkan medium yang tidak ditambahkan NaCl digunakan sebagai pembanding. Selain melakukan isolasi bakteri halofilik, juga dilakukan pewarnaan gram dan perhitungan SPC terhadap koloni yang tumbuh di dalam sampel.

6.1. Sampel Sayur Asin A Berdasarkan hasil pengamatan, ditemukan adanya pertumbuhan koloni yang berbentuk bulat-bulat putih di dalam medium NA dan NA + NaCl 5% baik pada pengenceran 10-2 maupun 10-3. Sementara itu, di dalam medium NA + NaCl 10% dan NA + NaCl 15% tidak ditemukan adanya pertumbuhan koloni. Setelah dilakukan pewarnaan gram dan diamati di bawah mikroskop, pada medium NA ditemukan bakteri gram positif berbentuk basil. Kemungkinan bakteri yang tumbuh di dalam medium NA adalah bakteri Bacillus, Corynebacterium, dan Clostridium yang termasuk dalam kelompok bakteri halotoleran. Bakteri Bacillus termasuk dalam famili Bacillaceae yang berbentuk batang, gram positif, bersifat anaerob dan anaerob fakultatif, serta membentuk spora. Bakteri Corynebacterium merupakan suatu kelompok bakteri gram positif berbentuk batang, tidak bergerak, dan tidak membentuk spora. Hidup pada suhu 37 C secara aerob, anaerob fakultatif, dan saprofit. Bakteri Clostridium termasuk dalam famili Bacillaceae yang berbentuk batang, gram positif, bersifat anaerob, dan membentuk spora pada beberapa spesies. Sedangkan pada medium NA + NaCl 5% ditemukan bakteri gram positif berbentuk coccus. Kemungkinan bakteri yang tumbuh di dalam medium ini adalah bakteri Micrococcus. Bakteri ini merupakan salah satu spesies yang tahan garam. Bakteri Micrococcus berbentuk bulat, gram positif, aerobik, dan katalase

Nama NPM

: Hanni Listia Furi : 240210120116

positif. Bakteri ini tumbuh/hidup secara bergerombol tidak teratur atau membentuk tetrad. Kebanyakan species Micrococcus membentuk pigmen kuning. Bakteri ini memiliki suhu optimal untuk pertumbuhan, yaitu 25-30o C, dapat mengoksidasi glukosa menjadi asam. Kebanyakan bersifat proteolitik dan beberapa bersifat lipolitik. Beberapa spesies tahan garam, membuat garam amonium sebagai sumber N, bersifat termodurik (tahan suhu Pasteurisasi) (Sukarminah, 2010).

6.2. Sampel Sayur Asin B Berdasarkan hasil pengamatan, ditemukan adanya pertumbuhan koloni yang berbentuk bulat, berwarna putih, dan menyebar di dalam medium NA dan NA + NaCl 5% baik pada pengenceran 10-2 maupun 10-3. Setelah dilakukan pewarnaan gram dan diamati di bawah mikroskop, pada kedua medium tersebut ditemukan bakteri gram negatif berbentuk coccus. Kemungkinan bakteri yang tumbuh di dalam medium adalah bakteri Moraxella dan Acinetobacter. Kedua bakteri ini merupakan spesies yang tahan garam. Bakteri Moraxella merupakan bakteri gram negatif berbentuk batang pendek hampir bulat dengan ukuran 1.0-1.5 x 1.5-2.5 m, aerob, sensifif terhadap penicillin dan katalasepositif. Bakteri ini termasuk dalam famili Moraxellaceae. Moraxella dapat

memproduksi biogenik amin (seperti dopamin, cadaverine, putrescine) yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Sedangkan bakteri Acinetobacter merupakan bakteri gram negatif berbentuk basil. Bakteri ini termasuk dalam famili

Gammaproteobacteria yang bersifat aerob, non-motil, dan biasanya ditemukan dalam bentuk berpasangan. Sedangkan pada medium NA + NaCl 10% dan NA + NaCl 15%, baik pada pengenceran 10-2 maupun 10-3, ditemukan adanya pertumbuhan koloni yang berbentuk bulat-bulat sangat kecil dan berwarna putih kusam. Setelah dilakukan pewarnaan gram dan diamati di bawah mikroskop, pada medium NA + NaCl 10% ditemukan bakteri gram negatif berbentuk basil. Kemungkinan bakteri yang tumbuh di dalam medium adalah bakteri Pediococcus. Bakteri Pediococcus adalah genus bakteri yang termasuk bakteri asam laktat (BAL) dengan ciri non-motil (tidak bergerak) dan memiliki bentuk

Nama NPM

: Hanni Listia Furi : 240210120116

sferis. Sel bakteri ini terbagi ke dalam dua bidang sehingga membentuk pasangan, tetrad (terususun empat), atau gumpalan sel sferis yang lebih besar. Genus Pediococcus termasuk golongan fakultatif anaerob dan untuk hidup memerlukan lingkungan yang kaya nutrisi serta mengandung faktor pertumbuhan dan gula yang dapat difermentasi. Bakteri ini termasuk homofermentatif (hanya menghasilkan asam laktat) dan tidak dapat menggunakan pentosa (karbohidrat beratom C5). Suhu optimum untuk pertumbuhan Pediococcus adalah 25-30 C dan pH optimum 6. Spesies dan galur dari genus ini berbeda dalam toleransi atau ketahanannya terhadap oksigen, pH, suhu, resistensi antibiotik, dan NaCl. (Moreno-Arribas, 2008) Bakteri Pseudomonas merupakan bakteri gram negatif berbentuk batang, bersifat aerobik, mempunyai flagella polar sehingga bakteri ini bersifat motil, dan berukuran sekitar 0,5-1,0 m. Bakteri ini tidak menghasilkan spora dan tidak dapat menfermentasikan karbohidrat. (Cornelis, 2008).

6.3. Sampel Ikan Peda Berdasarkan hasil pengamatan, ditemukan adanya pertumbuhan koloni yang berupa titik-titik putih di dalam medium NA dan NA + NaCl 5% pada pengenceran 10-2. Sementara itu, di dalam medium NA, NA + NaCl 10%, dan NA + NaCl 15% tidak ditemukan adanya pertumbuhan koloni. Setelah dilakukan pewarnaan gram dan diamati di bawah mikroskop, pada medium NA dan NA + NaCl 5% ditemukan bakteri gram negatif berbentuk basil. Kemungkinan bakteri yang tumbuh di dalam medium NA adalah bakteri Pediococcus dan Pseudomonas. Bakteri Pediococcus adalah genus bakteri yang memiliki ciri non-motil (tidak bergerak) dan berbentuk sferis. Genus Pediococcus termasuk golongan fakultatif anaerob dan untuk hidup memerlukan lingkungan yang kaya nutrisi serta mengandung faktor pertumbuhan dan gula yang dapat difermentasi. Spesies dan galur dari genus ini berbeda dalam toleransi atau ketahanannya terhadap oksigen, pH, suhu, resistensi antibiotik, dan NaCl. (Moreno-Arribas, 2008)

Nama NPM

: Hanni Listia Furi : 240210120116

Bakteri Pseudomonas merupakan bakteri gram negatif berbentuk batang, bersifat aerobik, mempunyai flagella polar sehingga bakteri ini bersifat motil, dan berukuran sekitar 0,5-1,0 m. Bakteri ini tidak menghasilkan spora dan tidak dapat menfermentasikan karbohidrat. (Cornelis, 2008). Selain ditemukannya bakteri Pediococcus dan Pseudomonas, di dalam medium juga terdapat pertumbuhan mikroorganisme lain yaitu kapang Aspergillus. Hal ini ditunjukkan dengan adanya miselium pada koloni. Aspergillus merupakan kapang yang dapat menyebabkan kerusakan pada makanan. Tetapi ada juga kapang yang sengaja ditambahkan untuk digunakan dalam proses fermentasi, seperti dalam pembuatan kecap dan tauco. Aspergillus tumbuh baik pada makanan yang mengandung gula, garam tinggi, dan kadar air rendah (Sukarminah, 2010).

Nama NPM VII. Kesimpulan

: Hanni Listia Furi : 240210120116

Pemberian garam pada bahan pangan bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme di dalamnya. Bakteri halofilik dan halotolerant sering ditemukan pada makanan berkadar garam tinggi atau di dalam larutan garam. Kemungkinan mikroorganisme yang tumbuh di dalam sampel sayur asin A adalah bakteri Bacillus, Corynebacterium, dan Clostridium yang termasuk dalam kelompok bakteri halotoleran. Kemungkinan mikroorganisme yang tumbuh di dalam sampel sayur asin B adalah bakteri Moraxella dan Acinetobacter. Kemungkinan mikroorganisme yang tumbuh di dalam sampel ikan peda adalah bakteri Pediococcus dan Pseudomonas serta kapang Aspergillus.

VIII. Saran Peralatan praktikum yang terdapat di dalam keranjang kerja praktikan sebaiknya dalam kondisi layak pakai atau tidak rusak, sehingga tidak mempersulit praktikan saat melakukan praktikum. Memastikan terlebih dahulu medium agar di dalam cawan petri sudah membeku sempurna sebelum diinkubasi. Praktikan pada saat melakukan praktikum maupun melakukan pengamatan hasil sebaiknya dilakukan secara hati-hati, teliti, dan sesuai prosedur.

Nama NPM Daftar Pustaka

: Hanni Listia Furi : 240210120116

Buckle, K. A., R. A. Edwards, G. H. fleet, dan M. Wootton. 1987. Ilmu Pangan. Penerjemah : Hari Purnomo dan Adiono. Penerbit Universitas Indonesia (UI- Press): Jakarta. Cornelis, Pierre. 2008. Pseudomonas : Genomics and Molecular Biology. Caister Academic Press : Norfolk, UK. Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan I. 1992. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Frazier, W.C., dan Westhoff, D.C.1988. Food Microbiology Fourth Edition. McGraw Hill Book Co: New York. Khadijah, Drh. Siti. 2010. Makalah Mikrobiologi Pangan Asal Hewan : Pembusukan Ikan Segar Akibat Moraxella. Sekolah Pasca Sarjana Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor : Bogor M. Victoria Moreno-Arribas, Carmen Polo, Mara Carmen Polo. 2008. Wine Chemistry and Biochemistry. Springer. Sukarminah, E., Debby M. Sumanti. In-in Hanidah. 2010. Mikrobiologi Pangan. Jurusan Teknologi Industri pangan. Fakultas Teknologi Industri Pertanian. Universitas Padjajaran: Jatinangor