Anda di halaman 1dari 123

ANDRAGOGI

JURNAL PENELITIAN DAN PENGKAJIAN


PENDIDIKAN NON FORMAL

Susunan Redaksi :

Pembina :
Drs. Erman Syamsuddin, M.Pd

Penanggung Jawab :
Ir. Djajeng Baskoro M.Pd

Dewan Redaksi :
Drs. H. Hasan Mamu
Drs. Hazairin Ali, M.Si
Hj. A. Nurhidayah, A.S, S.Sos
Muhammad Hasbi, S.Sos, M.Pd

Editor Ahli :
Prof. Dr. Tawany Rahamma, M.A
Prof. Dr. A. Mansyur Hamid, M.Pd
Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd
Drs. Agus Mursidi, M.Pd

Editor Pelaksana:
Drs. M. Ali Latief Amri, M.Pd
Drs. Syamsul Bahri Gaffar, MSi

Pemimpin Redaksi :
Amirullah, S.Kom

Anggota Redaksi :
Sudirman Dani

Penyusun Desain:
Kahar Anwar

Alamat Redaksi :
Gedung Utama Lantai 1
Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal
(BPPNFI) Regional V Makassar
Jl. Adhyaksa, No. 2 Makassar 90231, Sulawesi Selatan
Telp. (0411) 421460
Email : Info@bpplsp-reg5.go.id
DAFTAR ISI
Mengenali dan Mengembangkan Kreativitas Peserta Didik oleh Basti, Fakultas Psikologi Universitas
Negeri Makassar .................................................................................................................................. 1

Memotivasi Anak dalam Mengembangkan Potensi Menulis Oleh Eva Meizara Puspita Dewi, S.
Psi., Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar ..............................................................

Pendidikan Keterampilan Kekerabatan Masyarakat Kajang .............................................................. 9

Kinerja Pengelola Program Pendidikan Kesetaraan (Studi pada SKB Ujungpandang Thn 2007)
Oleh Ibrahim ..................................................................................................................................... 21

Pendidik Dan Filsafat Pendidikan Oleh : H. Agus Marsidi ....... ..................................................... 27

Pengembangan Serta Pengelolaan Website dan Aplikasi Database Pendidikan Nonformal di BPPNFI
Regional V Makassar ......................................................................................................................... 30

Teknologi Jaringan dan Implementasinya Pada Balai Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan
Pemuda Regional V .......................................................................................................................... 59

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 ii


KATA PENGANTAR

Assalamu Alaikum Wr.Wb.


Mengetahui dan menguasai banyak informasi adalah salah satu ciri seorang “Pemimpin”, tanpa
pengetahuan yang memadai dan penguasaan informasi, maka kita hanya akan menjadi seorang
“Pemimpi”. Betapa pentingnya informasi dewasa ini tidak terbantahkan lagi, olehnya itu kita perlu
membuka kran seluas-luasnya untuk mendukung penyebaran informasi khususnya informasi
pendidikan terhadap seluruh lapisan masyarakat.

Khusus terhadap bidang penelitian dan pengkajian Pendidikan Non Formal dan Informal, kebaradaan
Jurnal “Andragogi” ini merupakan suatu bentuk usaha positif dalam rangka usaha publikasi terhadap
berbagai hasil penelitian dan pengkajian di jalur Pendidikan Non Formal di lingkup wilayah BP-
PNFI Regional V. Hal ini adalah suatu hal yang penting, karena disamping fungsinya sebagai media
informasi bagi para pemangku kebijakan juga bahan referensi dan parameter sejauh mana usaha
yang telah dilakukan dalam hal penelitian dan pengkajian di bidang Pendidikan Non Formal dan
Informal, juga akan menjadi media informasi edukatif bagi semua stakeholder.

Naskah yang dimuat dalam Jurnal ini adalah merupakan tulisan dari para PTK-PNF termasuk Tim
Akademisi dan pemerhati pendidikan non formal dan informal di wilayah regional V, menyangkut
berbagai kajian, baik yang telah dan sedang dilaksanakan maupun kajian yang masih bersifat wacana
ilmiah yang berupa solusi alternatif yang perlu ditindaklanjuti demi memecahkan masalah-masalah
disekitar penyelenggaraan pendidikan non formal dan informal di Indonesia pada umumnya dan di
wilayah regional V pada khususnya.

Ucapan terimakasih dan penghargaan saya kepada seluruh jajaran Redaksi Jurnal Pendidikan Non
Formal “Andragogi” yang dengan izin Allah SWT dan atas kerja kerasnya, sehingga Jurnal edisi
perdana ini dapat terealisasikan. Akhirnya, semoga Jurnal ini dapat memberi manfaat yang sebesar-
besarnya kepada dunia pendidikan, Amin

Wassalam
Kepala BP-PNFI Regional V

Ir. Djajeng Baskoro, M.Pd


NIP 131877267

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 iii


Mengenali dan mengembangkan kreativitas .....

MENGENALI DAN MENGEMBANGKAN


KREATIVITAS PESERTA DIDIK
Pengembangan kreativitas seperti halnya dalam pengembangan aspek intelegensi yang lain, ternyata
sangat sukar apabila dilakukan hanya dengan latihan-latihan berpikir. Hal yang banyak menentukan
perkembangan kreativitas adalah latihan-latihan pengembangan non kognitif seperti sikap berani
mencoba sesuatu yang baru, penambahan motivasi untuk berkreasi, dan sifat berani menanggung
resiko serta pengembangan kepercayaan diri dan harga diri.

Oleh : B a s t i, Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makas-


Abstrak.
Prosentase sumber daya manusia terbesar di Indonesia adalah generasi muda, dan sebagian besar masih berstatus
pelajar, baik pada pendidikan formal maupun pada pendidikan informal. Karena itu pembinaan kemampuan
sumber daya manusia perlu difokuskan pada kelompok ini. Tulisan ini bertujuan menguraikan bagaimana
mengenali dan mengembangkan kreativitas pada peserta didik. Pengembangan kreativitas khususnya pada peserta
didik merupakan suatu keharusan jika ingin menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas, yang
tidak saja cerdas tapi juga kreatif.

Kata kunci : kreativitas, peserta didik.


Pendahuluan
Pembangunan yang dilakukan di Indonesia 1992, Munandar, 1995). Tampak di sini adanya
saat ini sangat memerlukan orang-orang yang kesenjangan antara tuntutan pengembangan
mempunyai kemampuan dalam ilmu dan teknologi. kreativitas dengan kenyataan yang ada di
Untuk mencapai kemampuan yang tinggi dalam masyarakat.
bidang tersebut salah satu syarat yang harus Di Indonesia prosentase sumber daya
dimiliki seseorang ialah kecerdasan dan kreativitas manusia terbesar adalah para generasi muda,
yang tinggi. Kreativitas sangat membantu usaha dan sebagian besar masih berstatus pelajar.
pembangunan menjadi lebih progresif. Gagasan Karena itu pembinaan kemampuan sumber
inovatif yang muncul dari kreativitas diharapkan daya manusia perlu difokuskan pada kelompok
dapat membantu memecahkan persoalan- ini (Munandar, 1994). Kreativitas disamping
persoalan dalam berbagai bidang pembangunan. sangat diperlukan dalam pembangunan juga
Kiranya tidak terlalu berlebihan kalau dikatakan dapat dipergunakan untuk memprediksi
bahwa kemajuan sesuatu bangsa dan negara amat keberhasilan belajar (Dewing, 1970; Butcher,
tergantung pada produk-produk kreatif warga 1973; Munandar, 1977, Harrington dkk., 1983).
negaranya. Tanpa kreativitas suatu bangsa akan Dewing (1970) lebih jauh menemukan bahwa
selalu tertinggal, oleh karenanya kreativitas harus kreativitas memiliki daya prediksi yang lebih
menjadi gerakan nasional. Kemampuan sumber baik daripada intelegensi di dalam memprediksi
daya manusia khususnya dalam hal kreativitas hasil belajar pada beberapa mata pelajaran
dituntut terus menerus dan perlu ditingkatkan tertentu.
sesuai dengan tantangan pembangunan. Namun Kreativitas siswa masih merupakan
demikian, di lain pihak tampak adanya sikap potensi yang masih harus dikembangkan baik
mental dan budaya masyarakat yang dapat melalui pendidikan formal maupun melalui
digolongkan menghambat perkembangan pendidikan informal (Munandar, 1995).
kreativitas (Hasan, 1989; Kuntowijoyo dkk., Menurut ahli tersebut, di Indonesia sudah
1998; Ancok, 2000; Rendra, 1990). Demikian tampak adanya perhatian terhadap masalah
pula pengembangan kreativitas di sekolah- itu, tetapi tampaknya belum cukup memadai.
sekolahnya masih memprihatinkan (Semiawan, Demikian pula pelaksanaannya di sekolah-

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 1


Mengenali dan mengembangkan kreativitas .....

sekolah masih sangat memprihatinkan. Selama untuk membentuk gagasan atau ide baru. Hal
ini masih cukup banyak ditemui hambatan senada juga dikemukakan oleh Fuad Nashori
dan kelemahan yang membatasi pertumbuhan (2002) kreativitas merupakan kemampuan untuk
dan perkembangan kreativitas para siswa, menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru.
misal: kurangnya pengetahuan dan latihan Kemampuan ini merupakan aktivitas imajinatif
para guru tentang kreativitas, sistem evaluasi yang hasilnya merupakan pembentukan kombinasi
yang terlalu menekankan pada jawaban dari informasi yang diperoleh dari pengalaman-
benar dan tidak benar tanpa memperhatikan pengalaman sebelumnya, sehingga menghasilkan
prosesnya. Selain itu ada beberapa mata hal yang baru, lebih berarti, dan lebih bermanfaat.
pelajaran yang dianaktirikan, yang sebenarnya Sementara itu, Bobbi DePorter & Mike Hernacki
justru merupakan mata pelajaran yang penting mengartikan kreativitas sebagai “…….. melihat hal
untuk pengembangan kreativitas. Siswa-siswa yang dilihat orang lain, tetapi memikirkan hal yang tidak
sangat jarang mendapatkan kesempatan untuk dipikirkan orang lain”.
berlatih membuat soal-soal atau permasalahan. Kemampuan berpikir yang luas, luwes,
Selain guru kurang memberikan dorongan elaboratif dan asli merupakan ciri-ciri berpikir
kepada siswa untuk mencoba sesuatu yang lain, kreatif. Kemampuan tersebut apabila disertai
tanpa ada rasa takut untuk berbuat kesalahan. dengan sifat-sifat kepribadian tertentu akan
Sesuatu hal yang perlu diperhatikan adalah memungkinkan seseorang dapat menghasilkan
agar guru jangan terlalu menekankan pada suatu produk yang bernilai kreatif. Produk inilah
keberhasilan siswa dalam mencoba sesuatu yang pada umumnya dijadikan ukuran empirik
yang baru. Tujuan yang lebih penting ialah bagi kemampuan kreativitas (Hogarth, 1980).
pembentukan sifat kreatifnya. Dalam hal ini Orang yang kreatif memiliki kebebasan
para siswa perlu dirangsang dan dipupuk berpikir dan bertindak. Kebebasan tersebut berasal
minat dan sikapnya untuk mau melibatkan dari diri sendiri, termasuk di dalamnya kemampuan
diri dalam proses kreatif (Torronce, 1972; untuk mengendalikan diri dalam mencari alternatif
Semiawan, 1994). yang memungkinkan untuk mengaktualisasikan
Pengembangan kreativitas seperti halnya potensi kreatif yang dimilikinya.
dalam pengembangan aspek intelegensi yang
lain, ternyata sangat sukar apabila dilakukan Kreativitas dan Intelegensi
hanya dengan latihan-latihan berpikir (Butcher, Masalah kreativitas sebagai bagian dari
1973; Guilford, 1965; Dewing, 1979). Hal yang kecerdasan manusia banyak dibicarakan dalam
banyak menentukan perkembangan kreativitas hubungannya dengan intelegensi. Tentang
adalah latihan-latihan pengembangan non hubungan antara kreativitas dan intelegensi ada
kognitif seperti sikap berani mencoba sesuatu berbagai pendapat dan penelitian dengan hasil
yang baru, penambahan motivasi untuk yang berbeda-berbeda. Ada yang menemukan
berkreasi, dan sifat berani menanggung resiko keduanya berkorelasi dan sebaliknya ada yang
serta pengembangan kepercayaan diri dan tidak berkorelasi.
harga diri (Davis, dan Bull, 1978; Lott, 1978; Menurut penelitian Kuwato (1996)
Sobel, 1980; Munandar, 1995). intelegensi ternyata tidak memiliki korelasi
yang signifikan dengan kreativitas. Penelitian ini
Apa sih kreativitas itu ? sesuai dengan pendapat Munandar (1995) yang
Kreativitas sering diberi arti bermacam- menyatakan tidak sepenuhnya benar anggapan
macam oleh para ahli seperti misalnya berpikir bahwa intelegensi mencerminkan kreativitas.
divergen (Guilford, 1975), serendipity (Connon, Sementara pendapat dan hasil penelitian lain
1976; Hayes, 1978); berpikir produktif menunjukkan adanya korelasi intelegensi dan
(Wertheimer, 1945), daya cipta (Purwadarminta, kreativitas, walaupun korelasi tersebut tidak
1985), berpikir heuristic (Amabile, 1983), begitu kuat. Misal Getzels & Jackson sebagaimana
Oktorivitas (Mansfield dan Busse, 1981), dan dikutip Wallach & Kogan (2002) menemukan
berpikir lateral (de Bono, 1990). bahwa rata-rata korelasi antara kreativitas dan
Kreativitas menurut Wanei (dalam intelegensi adalah sebesar 0,26. Hasil penelitian
Etty, 2003) merupakan kemampuan mental ini sesuai dengan pendapat Vernon ((1964, 1975)

2 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Mengenali dan mengembangkan kreativitas .....

bahwa kreativitas hanya merupakan bagian kecil rumah tangga, maupun dalam masyarakat).
dari intelegensi sehingga intelegensi yang tinggi Faktor lingkungan yang terpenting adalah
tidak selalu menunjukkan kreativitas yang tinggi lingkungan yang memberi rasa aman dan
pula. Penelitian lain menunjukkan bahwa korelasi dukungan atas kebebasan individu (Semiawan,
atau hubungan intelegensi dan kreativitas hanya 1994). Perasaan aman tersebut memberikan
ditemukan pada kelompok intelegensi rendah kebebasan dan dorongan untuk melakukan
(Amabile, dalam Kuwato, 1996), sedangkan pada kreativitas. Jadi esensi suasana lingkungan
kelompok yang lebih tinggi korelasi itu tidak yang membantu kreativitas ialah suasana yang
begitu kuat. Dari sini didapatkan satu temuan tidak mengikat atau membatasi kebebasan
bahwa untuk kelompok intelegensi sedang dan (otokratis). Tentu kebebasan yang tepat adalah
tinggi tidak ada korelasi antara intelegensi dan kebebasan yang oleh Amabile (1983) disebut
kreativitas. sebagai non-konformitas yang terbatas (a
Dalam hal produk, terdapat perbedaan limited non-conformist), yaitu kebebasan yang
antara intelegensi dan kreativitas. Intelegensi tetap mengacu pada norma yang berlaku,
memberikan produk yang bersifat logis (konvergen) tetapi tersedia kesempatan dan hak mandiri
sedangkan kreativitas memberikan produk yang dan independent, dan tetap saling menghargai
memiliki sifat original (divergen). Proses berpikir sehinggga memungkinkan rasa aman yang
didalam intelegensi menekankan pada sifat logis, dinamis yang akan memberikan rangsangan
sedangkan proses berpikir didalam kreativitas dan kesempatan kreativitas (Munandar,
lebih bersifat heuristic (Entwistle, 1981) 1981).
Variabel sosial ekonomi yang cukup
Fa k t o r - f a k t o r ya n g m e m p e n g a r u h i misalnya belum tentu dapat memberikan
kreativitas fasilitas untuk kreativitas kalau sekiranya tidak
Faktor-faktor yang mempengar uhi dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu yang lebih
kreativitas seseorang, menurut Munandar terdiri penting ialah bagaimana persepsi individu
dari aspek kognitif dan aspek kepribadian (yang terhadap lingkungan itu sendiri, apakah
saling berinteraksi). Aspek kognitif terutama membentuk atau menimbulkan perasaan aman,
kemampuan berpikir terdiri dari kecerdasan bebas demokratis atau terikat otokratis. Suasana
(intelegensi) dan pemerkayaan bahan berpikir otokratis membatasi kebebasan termasuk
berupa pengalaman dan keterampilan. Faktor kebebasan mengekspresikan pikiran, perasaan,
kepribadian yang mempengaruhi kreativitas tindakan serta mengurangi penghargaan
antara lain meliputi dorongan ingin tahu, harga dan apresiasi terhadap kreativitas itu sendiri.
diri dan kepercayaan diri, sifat mandiri, sifat Pada dasarnya suasana otokratis bersifat
asertif, dan keberanian mengambil resiko. menghambat daripada mendorong kreativitas
Perlu dicatat bahwa latihan-latihan (Amabile, 1994).
terhadap kreativitas khususnya dan kemampuan
intelektual pada umumnya, tidak banyak Mengenali dan mengembangkan Ciri-ciri
mengalami perubahan lewat latihan-latihan yang pribadi kreatif
bersifat kognitif (terutama latihan berpikir), Pada hakekatnya anak memiliki potensi
tetapi justru hal yang banyak menentukan kreatif, namun tumbuh kembangnya potensi
perkembangan kreativitas adalah melalui latihan- kreatif pada setiap anak tidaklah sama. Setiap
latihan pengembangan non kognitif seperti anak memiliki masa pekanya sendiri dengan
sikap berani mencoba sesuatu yang baru, tempo dan irama perkembangan masing-
penambahan motivasi untuk berkreasi, dan sifat masing yang menentukan (Wenei dalam Etty,
berani menanggung resiko serta pengembangan 2003). Untuk membentuk pribadi yang kreatif
kepercayaan diri dan harga diri (Davis, dan memang berawal sejak masih anak-anak.
Bull, 1978; Lott, 1978; Sobel, 1980; Munandar, Semakin dini usia anak, semakin baik untuk
1995). mengembangkan kreativitasnya. Ketika anak
Disamping aspek kognitif dan kepribadian berusia 3- 7 tahun, peluang pertumbuhan
yang mempengaruhi kreativitas, faktor yang potensi kreatif alamiah sangatlah penting.
memungkinkan tumbuh dan berkembangnya Apabila anak tidak punya peluang untuk
kreativitas adalah lingkungan (lingkungan sekolah,

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 3


Mengenali dan mengembangkan kreativitas .....

menyalurkan kreativitasnya dengan berbagai sifat penting dalam kegiatan kreativitas (Butcher,
larangan atau pembatasan, menurut Etty 1973, Davis berorientasi pada person (self oriented).
(2003) percaya diri. Dalam penampakannya sifat asertif sering berupa
Seseorang yang memiliki kreativitas berani berpendapat, kedisiplinan dan ketegasan.
yang tinggi menunjukkan beberapa ciri, (e). Keberanian mengambil resiko atau berani
diantaranya yakni (a) selalu ingin tahu atau mencoba (Kuwato, 1996). Bentuk perwujudan
memiliki dorongan ingin tahu yang kuat sifat berani mengambil resiko, di antaranya suka
(Munandar, 1985, 1995). Dorongan ingin tahu berinisiatif, berani mempertahankan pendapat dan
mencakup bentuk kegiatan psikis yang luas, berani mengakui kesalahan, tidak terlalu takut,
seperti keinginan mendapatkan pengalaman ragu atau malu dikritik, bahkan tidak terlalu takut
baru, keinginan bertanya dan mencoba, berbuat salah.
tertarik pada sesuatu yang belum jelas (misteri),
avonturisme, sifat penuh semangat, optimisme, Media kreatif
ambisius, minat yang luas, toleransi terhadap Sebenar nya ada banyak aktivitas
kemajemukan serta setuju dalam perbedaan, pengembangan potensi kreatif alamiah pada
tekun dan pantang menyerah (energik dan aktif), anak-anak peserta didik yang bisa dipupuk melalui
kritis, dan berani berpendapat (Kuwato, 1996). berbagai kegiatan, yaitu melalui sosio-drama
(b) Memiliki harga diri dan percaya diri yang dimana anak-peserta didik bisa memainkan peran-
tinggi (Butcher, 1973; David & Bull, 1978; peran tertentu. Juga melalui games, dongeng, musik
Munandar, 1995). Tingginya harga diri dan dan menyanyi. Selain itu bisa melalui permainan
kepercayaan diri akan menyebabkan individu manipulatif (permainan membentuk), permainan
lebih mantap dalam melakukan pemerkayaan reseptif dengan TV, VCD, computer, dan juga
informasi dan lebih berani berinovasi. Harga dengan permainan ilusi (dengan berfantasi atau
diri dan kepercayaan diri yang tinggi juga berkhayal). Stimulasi mental sangat dibutuhkan
berarti dapat menghargai dan memanfaatkan untuk pengembangan imajinasi dan pemupukan
kesempatan. (c) Memiliki sifat mandiri atau bakat kreatif anak sejak dini, dan stimulasi mental
independen (Kuwato, 1996). Beberapa ahli dapat diberikan dengan menyediakan beberapa
berpendapat bahwa sifat mandiri merupakan media kreatif.
salah satu sifat individu yang dibutuhkan dalam Beberapa hal yang perlu diperhatikan
kreativitas. Sifat ini tumbuh dan berkembang dalam menyediakan media kreatif adalah,
antara lain karena telah dicapainya kuantitas pertama, tidak perlu rumit dan mahal, sebab
dan kualitas bahan pikir yang memadai. Bahan semakin rumit suatu media, semakin kurang
yang memadai akan menambah harga diri dan kelenturan pengembangan imajinasi kreatif
kepercayaan diri dan pada gilirannya akan anak. Kedua, diupayakan dari material yang
memungkinkan tumbuh dan berkembang tahan lama dan tidak mengganggu kesehatan
pribadi yang otonom, perasaan mampu anak. Ketiga, disesuaikan dengan tingkat usia
mengurusi diri sendiri, tidak banyak tergantung anak dan diberi rangsangan agar anak dapat
pada orang lain (Butcher, 1973, Harrington bekerjasama. Keempat, berikan dukungan untuk
& Anderson, 1981). Sifat mandiri berkaitan memperkokoh stimulasi mental yang sehat.
dengan keberanian mengambil resiko atau
berani mencoba, namun salah satu sifat orang Penutup
kreatif adalah kurang suka pada konformitas Tulisan ini diniatkan sebagai bahan untuk
(Butcher, 1973). (d) memiliki sifat asertif memperkaya diskusi tentang pengembangan
(berani berpendapat), sifat ini merupakan kreativitas anak, semoga bermanfaat.

Penulis adalah Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar

4 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Memotivasi anak .....

Memotivasi Anak dalam Mengembangkan


Potensi Menulis
Setiap manusia dilahirkan di dunia ini memiliki sejumlah kelebihan (potensi) dan kekurangan atau
kelemahan. Manusia yang berpikir positif akan lebih melihat ke arah kelebihan dan potensi yang
dimiliki agar dapat berkembang menjadi lebih baik. Potensi manusia mulai dari fisik, kekuatan pikiran
(inteligensi, kreatifitas, kemampuan khusus: akademis, menulis atau komunikasi) dan lain-lainnya.
Bahkan kelemahan yang dimiliki bisa menjadi sebuah potensi jika mampu dikelola dengan baik.

Oleh Eva Meizara Puspita Dewi, S. Psi., Dosen Fakultas Psikologi


Universitas Negeri Makassar

Abstrak,
Dulu kegiatan menulis selalu dipersepsikan sebagai kegiatan yang rumit, sulit dan hanya dapat dilakukan oleh seorang
profesor atau kaum intelektual, sekarang tampaknya tidak lagi. Saat ini telah banyak bermunculan para penulis
cilik dan remaja yang merupakan bukti bahwa kegiatan menulis tidaklah sulit jika kita mampu mengembangkannya
sejak usia dini. Banyak manfaat yang didapat dengan aktifitas menulis sehingga perlu dikembangkan secara optimal.
Bahkan Potensi ini dapat dimunculkan dan dikembangkan sejak usia bayi. Tulisan ini bertujuan menguraikan
bagaimana memotivasi anak dalam mengembangkan potensi menulis

Kata kunci : anak, motivasi, potensi menulis

Pendahuluan
Setiap manusia dilahirkan di dunia ini dan mendapatkan penghargaan. Tokoh cilik
memiliki sejumlah kelebihan (potensi) dan itu, di antaranya: Izzati (melalui bukunya kado
kekurangan atau kelemahan. Manusia yang berpikir untuk Umi), Faiz (dengan kumpulan puisinya
positif akan lebih melihat ke arah kelebihan dan untuk bunda dan dunia) dan Aini (buku cerita:
potensi yang dimiliki agar dapat berkembang nasi untuk kakek). Nampaknya potensi menulis
menjadi lebih baik. Bicara tentang potensi dapat dideteksi dan dikembangkan sejak dini.
manusia, nampaknya sulit untuk mengetahui
berapa jumlah atau variasi dan bentuknya. Mulai Manfaat Kegiatan Menulis
dari fisik, kekuatan pikiran (inteligensi, kreatifitas, Gur u sering meng atakan pada
kemampuan khusus: akademis, menulis atau muridnya bahwa menulis adalah berfikir
komunikasi) dan lain-lainnya. Bahkan kelemahan (Levy 2005). Hal menjadikan anak malas
yang dimiliki bisa menjadi sebuah potensi jika untuk melakukannya karena terkesan berat,
mampu dikelola dengan baik. serius dan tidak menyenangkan. Image inilah
Menulis adalah salah satu potensi yang yang harus segera dihapus karena ternyata
sampai saat ini masih dikategorikan sebagai menulis dapat memberikan efek positif
suatu kegiatan yang sulit karena terkesan ilmiah yang banyak sekali (Steven, 2005). Dengan
sehingga tidak banyak orang mau melakukannya. menulis buku harian misalnya seseorang dapat
Padahal bila dicermati, dengan menulis maka mengekspresikan segala perasaan (kebahagiaan
orang bisa menjadi kaya akan informasi karena bahkan kejengkelan). Hal ini merupakan
akan menjadi gemar membaca. Bahkan kegiatan salah satu bentuk terapi untuk mengurangi
menulis, dapat menghasilkan pendapatan (uang). ketegangan pikiran dan perasaan diri.
Kegiatan menulis tidak hanya dilakukan oleh Shaughnessy (2004) menyatakan
seorang profesor, dosen atau orang dewasa. Saat menulis dapat menjadi terapi untuk orang-
ini, sudah terdapat beberapa teladan penulis “cilik” orang yang mengalami depresi, bahkan
yang mampu membuat sebuah karya, buku cerita mencegah depresi karena dengan menulis

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 5


Memotivasi anak .....

bisa melawan kekosongan dan membebaskan apa yang disukai dan tidak disukai oleh mereka).
diri dengan mengekspresikan kegelisahan hati Anak-anak senang dengan sesuatu yang bernuansa
dan pikiran lewat tulisan. Bahkan dapat pula ceria sehingga alat tulis yang hendak diberikan
menjadi pengontrol perilaku, karena setelah sebaiknya berwarna-warni, demikian juga dengan
membaca kejadian-kejadian sebelumnya bisa kertas atau buku, anak-anak suka pada hal-hal yang
jadi dapat menyejukkan hati dan pikiran. lucu dan lebih menyukai sesuatu yang melibatkan
Ide-ide cemerlang dapat terekspresikan fantasinya. Buku-buku bacaan yang dibelikan
tanpa ada rasa malu atau ragu jika dinyatakan seyogyanya memberi kesan mengasyikkan dan
dalam bentuk tulisan. Secara tidak langsung, tetap dalam konteks kegiatan bermain.
kegiatan menulis dapat dijadikan sebagai latihan Bermain juga merupakan persiapan untuk
untuk berkomunikasi dengan diri sendiri, bekerja. Kalau mulanya bermain dilakukan hanya
dengan orang lain. Lambat laun orang yang kaya untuk mencari kesenangan, lambat laun hal ini
akan kata-kata dan berusaha menuliskannya akan berubah. Seiring dengan bertambahnya usia
dalam sebuah karya dapat mengarahkannya dan pembelajaran anak, kegiatan yang dilakukan
untuk dapat berpikir sistematis. Selanjutnya jika untuk kesenangan ini akan memiliki tujuan
kegiatan menulis diasah terus dapat menjadikan lain. Misalnya, penghargaan, prestasi, kompetisi
seorang penulis yang ulung. Baik itu penulis bahkan materi. (Aini 2006)
cerpen, puisi ataupun artikel ilmiah. Kebiasaan
ini tampaknya dapat dikembangkan sejak Memotivasi Anak pada Kegiatan Menulis
anak-anak, sehingga ketika mereka menginjak Peran orangtua sangat penting dalam
remaja, ia siap untuk mengembangkan potensi mengembangkan potensi anak. Usia anak lebih
tersebut. Sudah banyak contoh para expert senang dimotivasi melalui pujian dari pada
dalam suatu bidang, ternyata terdeteksi dan kritikan. Pada anak-anak tertentu, kritikan justru
ditekuni sejak dini. membuatnya rendah diri dan malu sehingga
dapat menghambat potensinya bahkan mungkin
Memahami Dunia Anak ia menjadi tidak ekspresif lagi. Banyak cara yang
Penting untuk dipahami bahwa dunia dapat dilakukan oleh orangtua dalam memberikan
anak adalah dunia bermain. Oleh karena itu motivasi anak.
kegiatan membaca dan menulis misalnya dapat Salah satunya adalah mendokumentasikan
dilakukan sesuai kemampuan anak dengan cara hasil karya dari si anak sehingga ia mengetahui
bermain. Glenn Doman (dalam Aini, 2006) progress atau peningkatan kemampuan yang
mencetuskan ide revolusionernya lewat buku ia miliki. Jika memungkinkan berikan sebuah
How to teach Your Baby to read. menganjurkan agar ruangan khusus bagi anak untuk menempelkan
para bayi atau anak yang diajak menjalankan gambar-gambar yang menurutnya menarik,
kegiatan membaca harus tetap berada dalam menempelkan hasil karyanya atau tempat khusus
keadaan senang, tidak tertekan. Jika terlihat untuk mengkoleksi barang-barang kesukaannya.
tanda-tanda si anak mulai tidak nyaman, maka Berikan ruangan untuk kebebasan berekspresi.
kegiatan tersebut harus segera dihentikan. Mensetting ruangan membaca seperti ruang
Memperkenalkan buku pada anak, bermain.
dapat dilakukan seperti halnya mengenalkan “Bagaimana anak kita sebenarnya mencerminkan
mainan pada anak. Saat ini sudah banyak bagaimana diri kita”. Kalimat ini menuntut orangtua
buku-buku yang cukup kreatif kemasannya khususnya agar dapat menjadi contoh bagi anak-
(buku dikemas seperti mainan atau benda anak. Mengutip kalimat Hernowo (Aini 2006)
tertentu) sehingga bukan suatu masalah yang yang menyatakan anak adalah manusia anti teori,
besar lagi tentang hal ini. Biasakan anak selalu mereka tidak kenal lelah bagai mesin fotokopi
dekat dengan buku dalam aktifitasnya sehingga yang bekerja meniru apa saja yang dilihatnya.
ia sangat familiar dan mungkin juga akan Jika orangtua atau lingkungan sosial sekitarnya
ketagihan dengan buku. senang bergelut dengan buku, menghargai
Selanjutnya bila ingin memfasilitasi buku (menyampulnya, menatanya dengan rapi,
potensi menulis, maka terlebih dahulu harus mengkoleksinya dengan baik) maka anak-anak
memahami kondisi psikologis anak (hal-hal juga akan berusaha demikian. Sebaiknya anak

6 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Memotivasi anak .....

juga dilibatkan ketika melakukan kegiatan yang koran, jika hasil karyanya dimuat maka pasti
berhubungan dengan buku, misalnya mensampul ia akan merasa senang dan bangga. Dapat
buku, jalan-jalan ke toko buku bersama, biarkan juga mendorongnya mengikuti berbagai
ia melihat dan memilih buku-buku yang mereka lomba sebagai lahan kompetisi untuk bersikap
sukai. sportivitas dalam memahami kemenangan
Selain itu, tunjukkan arti penting buku, dan kekalahan, disamping dapat menambah
dengan cara mendiskusikannya, menceritakan pengalamannya melihat karya-karya orang
kriteria buku yang bagus, menganalisis atau lain. Bahkan jika anak sudah nampak serius
mengkritisi buku. Di samping itu, jadikan buku dengan kegiatan ini tapi tampaknya potensinya
sebagai kado dihari istimewanya. Atau ketika kurang optimal maka sebaiknya diarahkan
bepergian keluar kota. Jangan lupa oleh-oleh untuk mengikutkannya dengan kegiatan kursus
untuk sikecil selain mainan atau makanan juga menulis.
buku. Ajarkan anak untuk menabung dan Namun demikian yang perlu diingat
membeli buku sendiri. Ketika akan melakukan adalah jangan sampai orangtua “kebablasan”
aktivitas perjalanan jauh, nampaknya juga harus dalam menyalurkan potensi anak yakni tidak
membawa bekal buku dengan topik-topik ringan terasa mengeksploitasinya karena ternyata
dan menyenangkan. anak dapat banyak menghasilkan keuntungan
dibidang finansial.
Menggali Kreatifitas Anak
Menggali kreativitas anak, orangtua dapat Mengenali Tahapan Usia Dini dalam
melakukan dengan sekreatif mungkin, misal Berkreasi
bikin mading di rumah dengan menempelkan Aini (2006) menyatakan bahwa
hal-hal yang lucu, menarik dan berkaitan dengan menumbuhkan potensi anak adalah perjalanan
anak-anak. Bahan bisa dari orangtua maupun dari panjang sehingga cukup melelahkan karena
anak-anak sendiri. Bahan sebaiknya disesuaikan menyita banyak waktu, tenaga dan pikiran kita.
dengan minat si anak. Misalnya ia suka sepak bola, Namun sebaiknya bagi orangtua memilih untuk
berikan gambar-gambar atau benda-benda yang capek di depan (memulai ketika anak pada
berkenaan dengan sepak bola. saat usia dini) dari pada ketika mereka sudah
Ketika anak-anak lagi asyik membaca besar. Berikut ini tahapan-tahapan yang dapat
sebaiknya jangan diganggu. Jika orang tua memiliki dilakukan orantua dalam memupuk minat baca
waktu yang cukup waktu ajak anak diskusi tentang tulis agar berkembang optimal:
isi buku, sangat mungkin anak akan menjadi a. Usia 0-3 bulan, Bahasa buku dapat
ketagihan dengan aktivitas membaca. Selanjutnya diperdengarkan melalui lisan. Pada tahap
arahkan anak dengan kegiatan menulis. Kegiatan usia ini merupakan awal yang bagus
menulis dapat dimulai dengan membiasakan ia untuk melatih konsentrasi anak dalam
menceritakan perasaan atau pikirannya melalui memerdengarkan perkataan.
selembar kertas dengan pena atau pensil warna b. Usia 3-6 bulan, perkenalkan fisik buku,
agar lebih menarik. Selanjutnya dapat dilatihkan beri kesempatan mereka untuk memegang,
si anak menuliskan cerita yang pernah ia dengar, jangan risau bila mereka meremas atau
lihat atau baca, fantasi atau ide-idenya. Hal ini menggigitnya. Adapun jenis bukunya,
mengajarkan anak untuk sistematis dalam berpikir intinya adalah membuat bayi familiar
dan mengexpresikan dalam tulisan. orangtua juga dengan buku. Buku bisa dipersepsikan
perlu merangsang keingintahuan anak, dengan oleh anak sebagai mainan.
cara memberikan suasana yang beda sehingga ia c. Usia 6-9 bulan, pada usia ini bayi mulai
akan merasa asing dan banyak bertanya. Sebaiknya cenderung memperhatikan tampilan
juga, pertanyaan anak tidak semua dijawab, beri visualisasi yang tajam dan warna-warna
kesempatan juga ia mencari jawaban sendiri. yang atraktif. Jadi buku yang memiliki
Jika anak tampak mulai tertarik, serius visualisasi yang tajam dan warna-warni
dengan aktivitas menulis, orangtua dapat yang atraktif cenderung diminati oleh
mengarahkan misalnya dengan membantu anak.
mengirimkan hasil karyanya ke majalah atau d. Usia 9 -12 bulan, bayi senang mengambil

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 7


Memotivasi anak .....

benda-benda yang ia minati. Berikan memiliki kalimat yang ditulis berulang, sehingga
stimulasi: banyak buku di beberapa anak dapat menebak isi selanjutnya. Jangan risau
tempat. Jika ia memberikan buku itu jika buku tersebut disobek.
kepada kita, maka bacakanlah buku itu g. Usia 2,5 - 4 tahun, pada usia ini sebagian anak
untuknya. Sebagian bayi mengulangi bunyi sudah bisa membaca bahkan menulis. Fasilitasi
yang kita perdengarkan. sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan
e. Usia 12 - 15 bulan, berikan kertas kosong anak. Pilihkan buku-buku yang bergizi. Untuk
dan mengajaknya menggoreskan alat tulis membuat anak tetap termotivasi menulis atau
di atas kertas tersebut. Jangan risau jika menggambar, ada baiknya memajang karya
mereka menyobek atau menggigitnya. anak.
f. Usia 1,5 - 2,5 tahun, buku-buku bergambar
dengan tulisan mengenai gambar tersebut
menarik minat anak. Buku-buku tersebut

Penutup
Anak adalah amanah, mengembangkan potensi mereka merupakan sebuah kewajiban sebagai
orangtua. Kegiatan menulis merupakan salah satu alternatif kegiatan yang nampaknya sulit dilakukan
namun ternyata dapat dilakukan jika dibiasakan sejak dini. Banyak sekali manfaat positif yang didapat
diperoleh jika kegiatan menulis dikembangkan. Satu hal yang harus tetap diingat, jangan pisahkan
aktivitas ini dari dunia anak yang utama, yaitu bermain.

Daftar Pustaka

Aini, Ibunda.2006. Membaca dan Menulis Seasyik Bermain. Bandung: Read

Herwono.2006.Menjadi Guru yang Mau dan Mampu Membuat Buku. Bandung: Mizan Learning
Center.

Levy, M. 2005. Menjadi Genius dengan Menulis. Bandung: Kaifa.

Shaughnessy, S. 2004. Berani Ekspresi: Aku Bisa Menulis, Buku Meditasi untuk Para Penulis. Bandung:
Mizan Learning Center.

Stevens, C. 2005. Buku Hatiku; Kiat-Kiat Mengasyikkan dalam Memanfaatkan dan Mengisi Catatan Harian.
Bandung: Mizan Learning Center.

Penulis adalah Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar

8 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pendidikan Keterampilan....

Pendidikan Keterampilan Kekerabatan Masyarakat


Kajang
Oleh : Pokja Kelembagaan dan Life Skill BPPNFI Regional V

Abstract, Kebutuhan masyarakat terhadap program keterampilan sedapatnya berpihak kepada kebutuhan dan
potensi wilayah masyarakat itu bermukim dan mencari nafkah. Program keterampilan selama ini dilaksanakan
masih kurang menyentuh kepada kebutuhan masyarakat. Sasaran terutama tujuan dan tuntunan dalam penerapan
keterampilan yang berpihak pada potensi alam yang dapat digunakan dan diolah secara berkesinambungan serta
berkelanjutan belum terjamah. Tuntunan kompetensi dalam penerapan kecakapan hidup (life skill) adalah hal
yang sangat dibutuhkan saat ini dan merupakan pedoman dalam berusaha dan berbuat ke arah yang lebih baik
lagi dengan melihat pencapaian pengetahuan bermatapencaharian, peningkatan perekonomian masyarakat dan
perbaikan sistem keterkaitan emosional melalui pemahaman fungsi sosial masyarakat. Peningkatan keterampilan
masyarakat melalui program life skill lebih diarahkan pada bagaimana masyarakat dapat menciptakan lapangan
kerja melalui potensi wilayah dimana mereka bermukim dan bermatapencaharian
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Saat ini kebutuhan masyarakat terhadap
program-program keterampilan sedapatnya dan fleksibel.
berpihak kepada kebutuhan dan potensi
wilayah masyarakat itu bermukim dan Peningkatan Keterampilan Masyarakat
mencari nafkah. Program keterampilan Kajang Melalui Pendidikan Keterampilan
selama ini dilaksanakan masih kurang Kekerabatan mer upakan salah satu
menyentuh kepada kebutuhan masyarakat. g ambaran dalam melihat sisi sosial
Sasaran terutama tujuan dan tuntunan dalam kemasyarakatan dalam melestarikan adat
penerapan keterampilan yang berpihak istiadat melalui keterampilan, pendidikan
pada potensi alam yang dapat digunakan moral serta menciptakan lapangan kerja
dan diolah secara berkesinambungan serta melalui potensi wilayah dimana mereka
berkelanjutan. Tuntunan kompetensi dalam bermukim dan bermatapencaharian sebagai
penerapan kecakapan hidup (life skill) adalah bahan acuan atau pun landasan dalam
hal yang sangat dibutuhkan saat ini dan berbuat secara mandiri dan berkelanjutan.
merupakan pedoman dalam berusaha dan Bila program pendidikan non formal dapat
berbuat ke arah yang lebih baik lagi dengan menyelaraskan konsep di atas maka tentunya
melihat pencapaian pengetahuan bermata akan lebih mempermudah tercapainya tujuan
pencaharian, peningkatan perekonomian pendidikan non formal yaitu meningkatkan
masyarakat dan perbaikan sistem keterkaitan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sasaran
emosional melalui pemahaman fungsi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
sosial masyarakat. Dalam kaitan tersebut hidupnya.
peningkatan keterampilan masyarakat melalui
program life skill lebih diarahkan pada B. Tujuan
bagaimana masyarakat dapat menciptakan Keterampilan Masyarakat Kajang Melalui
lapangan kerja melalui potensi wilayah dimana Prog ram Pendidikan Keterampilan
mereka bermukim dan bermatapencahrian. Kekerabatan adalah ;
Oleh karena itu PNF menyesuaikan program 1. M e m b e r i k a n g a m b a r a n s e r t a
kegiatannya dengan mengembangkan potensi metode penyelenggaraan pendidikan
wilayah sasaran sesuai sifat PNF yang luwes

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 9


Pendidikan Keterampilan....

keterampilan dengan pendekatan nilai budaya dalam sebuah istilah Pasang.


secara kekerabatan yang dilakukan/ Adalah sebuah fakta bahwa masyarakat
dilaksanakan oleh masyarakat Kajang secara tersendiri memiliki sistem
Kajang melalui pelestarian kain dan norma sosial yang unik dibandingkan
tenun khas daerah Kajang; dengan kehidupan kelompok-kelompok
2. Memaparkan proses pendidikan masyarakat pada umumnya. Keyakinan,
keterampilan yang diterapkan kepercayaan dengan ritual dalam upacara
secara turun temurun sehingga serta penyembahannya tersendiri. Komunitas
tercipta tatanan pendidikan saling Kajang adalah komunitas yang terlembagakan
membelajarkan; secara struktur dengan legitimasi yang jelas.
3. Memberikan gambaran proses Lembaga sosial yang lebih dikenal antara
keterampilan, pembenahan sikap lain misalnya; adat Limaya, dan Karaeng Tallua.
ser ta p en in gka ta n eko n o mi Masing – masing memiliki struktur dan
masyarakat sesuai potensi wilayah keanggotaan yang kemudian di dalamnya
guna dapat dikelola, khususnya pada terdapat posisi kehormatan yang dipimpin
pemberdayaan masyarakat terasing oleh seorang Ammatoa. Selain pemerintahan
dan masyarakat tertinggal. tersendiri, sistem yang lainnya adalah sistem
C. Metode kepercayaan. Karakter kepercayaannya
Peningkatan Keterampilan Masyarakat lebih unik karena berada pada kapasitas
Kajang Melalui Program Pendidikan yang sifatnya dualistis dengan corak yang
Keterampilan Kekerabatan dilakukan bertahan.
melalui pendekatan kajian pustaka Berbeda dengan mitos dan cerita To
dan observasi lapangan melalui teknik Manurung, komunitas adat Kajang memiliki
identifikasi dan wawancara sehingga materi dan termaktub dalam Pasanga ri
dapat terangkum infor masi yang Kajang. Pasang ini sendiri berarti sebuah
dibutuhkan berkaitan dengan program pesan yang dijabarkankan baik dalam perilaku
kecakapan hidup masyarakat Kajang. sosial maupun perilaku kepercayaan/mitos
Penggunaan metode kajian pustaka masyarakat. Pasang berisi adat istiadat,
memberikan gambaran dan arahan kepercayaan, mistik, cerita lisan, pantangan
tentang tatanan hidup masyarakat Kajang yang diwariskan turun temurun secara lisan
dan mencocokkan dengan hasil observasi dari generasi ke generasi berikutnya melalui
yang dilakukan sehingga diperolah data transformasi yang tak henti-hentinya.
yang dapat mengangkat sistem dan tata Pasang ri Kajang adalah sebuah makna
cara pemberian keterampilan secara yang mengharuskan pengikutnya untuk
berkelanjutan yang difokuskan pada mempercayai, memper tahankan dan
pendidikan keterampilan dalam kawasan mengamalkan Pasang yang diwariskan.
tanah adat masyarakat Kajang. Mempertahankannya adalah sebuah syarat
yang tak dapat dibantah baik dalam adat
KARAKTERISTIK MASYARAKAT ADAT istiadat maupun dalam perilaku pergaulan.
KAJANG Sikap sederhana atau bersahaja (kamase- mase),
ikhlas, pasrah, appisona mengandung filosofi
A. Komunitas Masyarakat Kajang yang mengagumkan.
Kawasan tanah adat Kajang yang terletak Pasangnga ri Kajang adalah sumber ilmu
di Desa Tanah Toa yang biasa juga disebut pengetahuan bagi masyarakat. Pola dan
Ilalang Embaya atau Ilalang Rabbang sampai tingkah laku beserta tindakan sepenuhnya
saat ini adalah sebuah komunitas adat bergantung pada Pasang. Baik wacana sosial,
yang masih memegang prinsip teguh pada budaya, seni, dan kepercayaan semuanya

10 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pendidikan Keterampilan....

adalah hal yang terlahir dari Pasang. Sehingga berada dalam aturan adat dan dijalankan
dapat dikatakan bahwa ideologi pokok atau penganutnya serta dipertahankan sebagai
pandangan hidup manusia Kajang adalah dimensi kehidupan dan kebudayaan
bertumpu dan berpijak secara keseluruhan yang memiliki nilai – nilai dalam sosial
pada Pasang. Sekali lagi, Pasang merupakan masyarakat. Sistem sosial dalam Pasang
ketakjuban yang monumental dari falsafah tidak begitu detail dalam menjelaskan
turunan yang disyiarkan Ammatoa. Pasang relevansi pembahasannya, misalnya sistem
menjadi ajaran yang tercermin dalam perilaku kekerabatan, sistem perkawinan dan
dan hubungan manusia terhadap alam sistem lainnya hanya dikemukakan secara
yang melingkupinya baik secara individu umum. Akan tetapi dalam pranata lainnya
maupun kelompok. Hal ini teraktualisasi terutama sistem formal kelembagaan
pada kehidupan Ammatoa yang memangku diatur sedemikian rupa dan bertitik tolak
pucuk kepemimpinan yang lebih sederhana pada fungsi dan peranan masyarakat adat
sebagai pemilik Pasang. dalam memahami struktur sosial secara
B. Simbol Komunitas Tanah Adat lembaga adat Kajang.
Istilah Kajang memiliki dua arti yang D. Pasang dan Peran Lembaga Adat
berbeda. Kajang sebagai sebuah wilayah Sistem kelembagaan dalam masyarakat
kecamatan dan Kajang dalam konteks adat nampaknya lebih pada fungsi politik
Pasang. Dalam konteks Pasang Kajang terdiri ketimbang fungsi sosialnya. Maksudnya
dari Ilalang Rabbang atau Lalang Bata adalah lembaga sosial adalah kemampuan
dimana bermukimnya kekuatan/kawasan pemangku adat untuk dapat memikirkan
adat dengan simbol pakaian yang serba hitam kesejahteraan masyarakatnya. Dalam
yang melambangkan kesederhanan (butta kenyatannya, lembaga sosial dalam Pasang
kamase-masea) yang memegang teguh prinsip lebih menonjolkan fungsinya sebagai
dan warisan Pasang, sedangkan dalam konteks lembaga pemerintahan dan lembaga
pantarang rabbang adalah pengertian dimana di politik. Struktur kelembagaan yang
dalamnya dihuni oleh masyarakat distrik atau diatur dalam Pasang mempunyai pucuk
yang lebih dikenal dengan nama kecamatan pimpinan tertinggi yaitu Ammatoa,
yang melingkupi masyarakat Kajang secara kemudian di bawah Ammatoa terdapat
keseluruhan. sejumlah aparat yang tergabung dalam
C. Pola Interaksi Sosial suatu lembaga. Sebutlah pertalian adat
Dalam tradisi masyarakat Kajang Asli, limaya, karaeng tallua, ada buttayya dan
interaksi sosial hadir sebagai realisasi dari sejumlah aparatur lainnya.
Pasang. Pasang sebagai sistem sosial bermakna
sebagai paham yang kekal dan senantiasa

Bagan 1. Struktur Lembaga Adat Masyarakat Suku Kajang

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 11


Pendidikan Keterampilan....

PENDIDIKAN SEBAGAI PESAN abbida.


MORAL
Selain memelihara sikap dalam pergaulan, dalam
Dalam Pasang, norma dan etika merupakan Pasang juga telah digariskan tata cara bersopan
junjungan pergaulan dan memiliki tata aturan santun dalam hal sapaan. Menyapa seseorang
perilaku, baik persoalan sopan santun dalam harus dengan istilah yang mulia dan akrab. Di
berbicara maupun adat dalam berpakaian yang Kajang tidak dikenal sapaan Puang ataupun
mesti ditaati. Mengamalkan hubungan yang Daeng, tetapi untuk menyapa seseorang yang
baik antara manusia yang satu dengan lainnya dihormati cukup istilah sapaan Puto. Sapaan
adalah bagian pengamalan dalam Pasang, pun seperti ini dinilai lebih mulia dari sapaan yang
antara mereka masyarakat adat (Ilalang Bata) lainnya. Sapaan Puto khusus untuk laki-laki
dan masyarakat sekitarnya (Pantarang Rabbang). sedang sapaan untuk perempuan adalah Jaja.
Norma-norma dan aturan-aturan itu meliputi
adat istiadat bertutur kata, berpakaian dan 2. Adat berpakaian
sejumlah aturan lainnya. Pakaian masyarakat Kajang mempunyai corak
tersendiri baik warna maupun bentuknya, warna
1. Adat berbicara pokoknya adalah warna hitam dan warna yang
Masyarakat adat Ammatoa dikenal paling pantang untuk digunakan adalah warna
sebagai masyarakat santun serta bersahaja. merah.
Komunikasi dibangun dengan sikap Sarung yang mereka gunakan adalah karya dan
menghargai dan saling menghormati. buatan sendiri dengan jalan merendam dalam
Bagi yang muda menghormati yang larutan dedaunan. Mereka hanya membeli
tua sebaliknya yang tua menghargai benang putih kemudian direndam dalam larutan
yang muda sehingga terbangun nilai dedaunan sehingga menjadi pekat. Sesudah
kekerabatan yang harmonis di kalangan benang itu menjadi hitam maka dapat ditenun
mereka. Begitu pun cara sapaan lebih menjadi sarung yang kerap disebut Tope le’leng,
pada sapaan akrab. Misalnya seorang sementara celana yang mereka gunakan adalah
anak memiliki sapaan yang sama dengan
anak yang lain (buto, aco dsb). Sapaan
ini tidak menghadirkan sekat penghalang
dalam komunikasi orang yang lebih tua
dengan yang muda. Demikian pula bagi
kalangan tua, perempuan dan lainnya
secara tersendiri memiliki simbol bagi
setiap elemen dalam bentuk khasnya.
Kesopanan mereka lebih menonjol jika Gambar 1. Pakaian Adat Pake le’leng Khas
berhadapan dengan kelompok masyarakat Masyarakat Kajang
lain atau sedang berada di luar kawasan
adat. Bagi mereka, merupakan pantangan Pakaian perempuan terdiri dari sarung dan
dan akan mendapat celaan jika sedang baju bodo yang juga berwarna hitam pekat.
berbicara dengan bertolak pinggang, Pakaian kesehariannya maupun dalam
sebab jika seperti itu bertentangan dengan upacara adat nampaknya tidak berbeda. Di
ajaran Pasang. Pasang sudah memberikan daerah Kajang, pantang memasyarakatkan
tata cara pergaulan yang sopan, kalau trend dan style yang berlaku di masyarakat
berbicara tangan harus dilipat di dada, pada umumnya.
sambil membungkukkan badan, dan
sarung harus digulung yang disebut Tingkah laku dan perbuatan manusia Kajang

12 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pendidikan Keterampilan....

yang paling utama digariskan dalam ajaran yang menjadi landasan dalam pembinaan
Pasang yaitu kejujuran. Sebuah konteks komunitas maupun keluarga. Bila dilihat
yang disebutkan “Lambusu’nuji nu karaeng” dari pendidikan keterampilan, yang
yang artinya sebab kejujuranmu maka terbentuk adalah pembiasaan yang telah
engkau penguasa, sungguh sangat dalam dilakukan secara turun temurun yang
makna filosofi Pasangnga ri Kajang. Ini menjadi warisan keluarga dalam bekerja
menunjukkan kekuasaan di Kajang berangkat dan berketerampilan.
dari kemurnian hati untuk berbuat dan Tenaga pendidik pada pembentukan pola
melindungi rakyatnya. Hal yang paling pendidikan keterampilan kekerabatan yang
menonjol dalam budaya Kajang tergambar dimaksudkan adalah peran salah satu dan
dalam pola hidup pemimpinnya (Ammatoa). atau beberapa orang dalam lingkungan
Pola yang amat sederhana, pemimpin keluarga yang mempunyai keterampilan
adat rela lebih miskin dari pada rakyatnya. dan diwariskan/diajarkan pada keturunan
Mendahulukan kepentingan rakyat daripada berikutnya sebagai bekal dalam menjaga
kepentingan pribadi, dan begitupun dengan dan meneruskan pembiasaan dalam
jaminan hidup rakyatnya telah diatur dalam lingkungan keluarganya.
Pangnganreangna I Amma lahan sawah yang 1. Orang tua
diberikan kepercayaan kepada tiap Ammatoa Peran orang tua dalam pendidikan
dalam periodenya dan untuk kehidupan keterampilan kekerabatan lebih
rakyatnya nanti. pada fungsinya sebagai pendidik
dalam menerapkan dan mengajarkan
Hal kedua dalam laku sosial masyarakat keterampilan yang mereka miliki.
Kajang adalah sabar,. terutama bagi seorang Penerapan pembelajaran yang
pendidik, hingga istilah ini melekat dalam dilakukan lebih pada aplikasi
pesan “Sabbara’nuji nu guru” yang berarti langsung dengan bahan dan alat
lantaran kesabaranmu maka engkau menjadi yang dipergunakan dalam melakukan
guru atau pendidik. Maksudnya seorang kegiatan pembelajaran, sehingga
pendidik harus memiliki sifat tabah dan transfer keterampilan dilakukan secara
sabar, sebab mendidik membutuhkan praktis pada anggota keluarga yang
keuletan dan kesabaran. dianggap mampu untuk melakukan/
melanjutkan keterampilan tersebut.
Orang tua sebagai tenaga pendidik
POLA PENDIDIKAN KEKERABATAN dalam pola pendidikan keterampilan
A. Tenaga Pendidik kekerabatan pada masyarakat Kajang
Pola pendidikan keterampilan kekerabatan tidak hanya memberikan bekal
adalah suatu proses pembelajaran keterampilan keterampilan saja, namun tata cara
yang dilakukan secara turun-temurun melalui dalam proses pekerjaan dimaknai
pembiasaan kegiatan dalam suatu pertalian sebagai bagian pengembangan sikap
kedekatan antar teman, tetangga, famili dan selalu sabar, telaten dan konsisten
lingkungan keluarga (antara anak dan orang (istilah ini melekat dalam Pasang “
tua). Pembatasan pada kekerabatan bertujuan Sabbaranu’ji nu guru” yang berarti
untuk menggali tenaga pendidik dalam pola lantaran kesabaranmu maka engkau
pendidikan keterampilan kekerabatan yang menjadi guru). Sehingga peran
terdekat antara orang tua dan anak dalam orang tua pada masyarakat Kajang
struktur pertalian lingkungan keluarga. sebagai pendidik mengandung makna
Pendidikan/pembelajaran pada masyarakat teramat penting dalam menumbuhkan
Kajang berpegang teguh pada prinsip Pasang kecintaan anak terhadap keterampilan

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 13


Pendidikan Keterampilan....

bekerja dan sekaligus mengajarkan pendidikan keterampilan kekerabatan


interaksi sosial dalam adab pribadi. dapat mengaktifkan peserta didik atau
Pola pendidikan keterampilan anak-anak mereka (tematik) melalui
ke ke r a b a t a n o l e h o r a n g t u a keterampilan guna menumbuhkan
masyarakat Kajang lebih pada pengetahuan pertenunan kain tenun
pendidikan melalui kedekatan khas Kajang.
hubungan dengan alam melalui
proses pemanfaatan sumberdaya 2. Anak
di sekitar lingkungan mereka dan Anak dalam pendidikan keterampilan
interaksi sosial berketerampilan kekerabatan merupakan peserta didik
dalam lingkungan masyarakat yang dalam pelestarian pertenunan masyarakat
telah terjalin dalam suatu ikatan adat Kajang yang diwariskan oleh orang tua
yang kental dengan aturan dan tata mereka melalui kegiatan keterampilan
pergaulan berdasarkan pemikiran dalam lingkungan keluarga mereka
jujur, sabar, konsisten, tenggang rasa guna menghasilkan produk sandang
dan siri (perasaan malu). berupa sarung dan pakaian. Disisi lain,
Keterampilan pertenunan menjadi anak bisa pula bertindak sebagai tutor
kegiatan wanita-wanita masyarakat dalam kaitannya dengan pemberantasan
K ajang yang ber tujuan untuk buta aksara dalam lingkungan keluarga
memenuhi kebutuhan sandang mereka.
bagi masyarakat berupa kain guna Kegiatan yang dilakukan oleh beberapa
keperluan sar ung dan pakaian keluarga pada masyarakat Kajang
yang diproses secara alami. Sistem lebih pada pendekatan pendidikan
pengajaran orang tua sebagai pendidik kekerabatan, dalam artian orang tua
dalam keterampilam kekerabatan sebagai pendidik dalam pengembangan
terhadap anak-anak mereka dilakukan keterampilan tenun kain dan anak
melalui tahapan : bertindak sebagai tutor/pendidik
a. Penanaman tar ung sebag ai dalam pembelajaran keaksaraan melalui
bahan pewarna sarung; pengetahuan calistum bagi orang tua
b. Pewarnaan benang; mereka.
c. Pemintalan benang; Pendidikan kekerabatan yang dibangun
d. Penyiapan alat pertenunan; mengandung makna sebagai simbol
e. Pemasangan benang yang telah manifestasi tatanan sosial bagi masyarakat
dipintal pada alat tenun ; Kajang dalam bentuk pemahaman Pasang
f. Proses Penenunan ri Kajang sebagai tatacara dalam bertutur
kata, cara berpakaian dan aturan santun
Tahapan tersebut di atas dilakukan yang mesti dijalankan. Masyarakat
dengan metode pendekatan Kajang memaknai Pasang sebagai
yang membangun pengetahuan suatu keharusan dalam menjalankan
melalui kejadian atau fenomena pola hidup ber mata pencaharian,
empirik dengan menekankan pada pergaulan, pembelajaran dan rasa
belajar pada pengalaman langsung hormat menghormati sehingga akan
(induktif) dan pendekatan yang memperoleh keselamatan dan kearifan
mengorganisasikan pengalaman dan dalam menjalankan kehidupan.
mendorong terjadinya pengalaman Pendidikan yang dilakukan oleh orang
belajar yang meluas dan tidak tersekat tua terhadap anaknya lebih pada
oleh pokok bahasan. Pendekatan keterampilan yang diwariskan dengan

14 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pendidikan Keterampilan....

pola aplikatif dalam melakukan pekerjaan C. Sistem Pembelajaran


serta pembelajaran tata adab berperilaku 1. Interaksi Keterampilan Praktis
secara santun. Hasil penerapan Interaksi keterampilan praktis
pendidikan keterampilan kekerabatan lebih pada hubungan antara tenaga
dalam lingkungan masyarakat tanah adat pendidik dan peserta didik dalam
Kajang telah berbentuk pengaplikasian melakukan kegiatan pembelajaran
kecakapan hidup tanpa memisahkan keterampilan deng an metode
unsur-unsur dalam tatanan pembelajaran induktif dan tematik yang dibangun
keterampilan, sosial dan kepribadian bersama dalam mencapai hasil yang
yang menjadi kesatuan secara utuh. maksimal. Dalam pola ini terbangun
Unsur-unsur dalam pendidikan sistem bimbingan berketerampilan
keterampilan kekerabatan yang dilakukan dan pendampingan kemandirian
oleh orang tua sebagai pendidik terhadap berketerampilan yang dilakukan.
anaknya melalui aplikasi keterampilan Pendidikan keterampilan kekerabatan
pertenunan kain hitam khas Kajang lebih ditekankan pada terbangunnya
mengimplementasikan makna sebagai citra diri, dan ternyata hal ini
simbol kesederhanaan dalam pergaulan telah dilakukan dalam pendidikan
hidup. keterampilan pertenunan sarung
khas Kajang. Pendidikan ketermpilan
B. Tempat Pembelajaran kekerabatan mampu membangkitkan
Tempat berlangsungnya pembelajaran gairah belajar secara menyenangkan.
keterampilan dikatakan telah layak untuk Hanya dengan pendekatan inilah, para
digunakan jika menimbulkan kenyamanan peserta didik akan terdorong untuk
dalam proses belajar mengajar, sehingga membangun citra diri positif untuk
proses transfer ilmu dari sumber belajar pertumbuhan mereka khususnya pada
(tutor) ke peserta didik dapat berlangsung masyarakat dengan pola kekerabatan
dengan baik dan komunikatif dalam mencapai yang kental dengan aturan adat
tujuan akhir pembelajaran. istiadat yang dipegang teguh.
Interaksi keterampilan praktis
Pembelajaran keterampilan kekerabatan
berfokus pada pendekatan
pada masyarakat Kajang dilakukan dalam
pembelajaran yang lebih memerlukan
lingkungan keluarga dengan keterlibatan
metode praktis dari keterampilan yang
orang tua sebagai pendidik dan anak
mereka lakukan sebagai bentuk hasil
sebagai peserta didik. Transfer keterampilan
dari pekerjaan dan dengan mudah
dilakukan dengan menggunakan sarana
dapat memperoleh penghasilan yang
pertenunan yang telah ada dan dilaksanakan
bersumber dari apa yang mereka
dalam lingkungan keluarga itu sendiri.
lakukan. Sistem yang dibangun
Pelaksanaan keterampilan dilakukan di dalam
digambarkan pada bagan 2.
rumah, teras rumah dan pada kolong rumah.
Manfaat yang diperoleh melalui fasilitas/
tempat seperti ini adalah unsur pendidik dan
peserta didik berada dalam satu lingkungan
kegiatan, sistematika pembelajaran dan waktu
pembelajaran berjalan secara terus menerus,
serta terjadinya komunikasi secara baik antara
pendidik dan peserta didik.

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 15


Pendidikan Keterampilan....

Bagan 1. Skema/Struktur
Proses Pembelajaran Keterampilan Suku Kajang

Skema proses pembelajaran melalui proses aplikasi keterampilan


keterampilan di atas merupakan secara langsung dengan obyek yang
suatu proses pembelajaran akan dikerjakan melalui bimbingan
yang dilakukan oleh orang tua dan pendampingan. Penerapan
kepada anaknya dengan lebih keterampilan yang telah disimulasikan
mengarahkan pada pembelajaran oleh orang tua (pendidik) disesuaikan
keterampilan paraktis, dengan tahapan pelaksanaan perlakuan
namun tidak meninggalkan pada pertenunan kain khas Kajang
unsur bimbingan dan dengan penerapan dalam bentuk kerja
pendampingan yang dilakukan lapangan yang dilaksanakan oleh anak
dalam menjalankan kegiatan (peserta didik).
pembelajaran. Sistem ini mengandung pembelajaran
ilmu terapan melalui proses magang
2. Metode Aplikatif. dengan melibatkan peserta didik
untuk langsung terlibat dalam proses
Praktek keterampilan yang penerapan keterampilan. Sistem ini
dilakukan oleh orang tua lebih menekankan pada membangun
(pendidik) dilaksanakan motivasi kerja, ketepatan waktu

16 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pendidikan Keterampilan....

bekerja, ketelitian dalam bekerja keterampilan yang menunjang kelancaran


serta mendidik kemandirian bekerja kegiatan pembelajaran keterampilan
pada peserta didik. kekerabatan.
Pendidikan keterampilan secara Sarana berupa bahan ajar dalam bentuk
aplikatif yang dikembangkan dalam alat peraga berupa alat pertenunan yang
konsep keterampilan kekerabatan dilakukan oleh orang tua (pendidik)
mengandung makna bimbingan dalam bentuk simulasi menjadi kebutuhan
dalam menjalankan suatu kegiatan utama. Anak sebagai peserta didik dapat
keterampilan tidak terlepas dari melakukan curah pendapat dengan
peran orang tua (pendidik) pada pendidik ataupun belajar secara mandiri
proses kegiatan secara langsung, terkait dengan keterampilan yang diajarkan,
memberikan tata cara pelaksanaan sehingga terjadi interaksi proses dalam
melalui pendalaman keterampilan pencapaian hasil keterampilan melalui
yang dilakukan dan mengarahkan sistem kekerabatan.
peser ta didik (anak) dalam Pedidikan keterampilan kekerabatan
melakukan keterampilan melalui adalah pelibatan orang tua dan anak secara
motivasi bekerja. Pendampingan penuh dalam mengelola keterampilan
keterampilan kekerabatan lebih yang menjadi warisan keluarga terkhusus
pada bagaimana menjaga motivasi bagi perempuan masyarakat Kajang.
dalam pendidikan keterampilan Kegiatan dalam pemberian keterampilan
yang dilakukan oleh peserta didik pertenunan pada sistem pendidikan
(anak) sehingga dapat diperoleh keterampilan kekerabatan dibedakan atas
hasil keterampilan yang lebih baik. dua kategori, yaitu :
Metode aplikatif dalam
keterampilan pertenunan bagi a. Pe m i l i h a n a l a t b e r d a s a r k a n
masyarakat Kajang telah berjalan pembiasaan yang dilakukan oleh
cukup lama melalui bimbingan dan masyarakat Kajang dalam proses
pendampingan kepada anak sebagai pertenunan, yang dibagi ke dalam
peserta didik dalam melakukan dua jenis alat pertenunan yaitu;
pertenunan. Hal yang menarik pada 1) A l a t p e r t e nu n a n d e n g a n
metode yang dilakukan ini adalah cara pemakaian diletakkan
bagaimana seorang anak dapat pada pangkuan (Alat tenun
dengan cepat menguasai teknik tradisonal);
dan cara pertenunan yang diajarkan 2) Alat pertenunan dengan cara
kepada mereka dan kualitas hasil pemakaian mengandalkan pedal
keterampilan tidak berbeda jauh penginjak sebagai penghubung
dengan apa yang dilakukan oleh ikatan antar benang yang ditenun
orang tua mereka. (Alat tenun bukan mesin).
b. Pemilihan bahan yang dilakukan
C. Sarana dan Prasarana Pembelajaran berdasarkan pada unsur tradisonal/
Berlangsungnya aktifitas keterampilan orisinilnya bahan tersebut, sehingga
kekerabatan melalui pertenunan kain di kain khas masyarakat K ajang
masyarakat Kajang diperlukan sarana dan tergolong kain dengan tingkat
prasarana penunjang yang dapat mendukung orisinil yang cukup tinggi, Hal ini
hasil keterampilan. Bahan pendukung berupa berdasarkan pada :
prasarana penunjang adalah semua alat 1) Jenis pewarna yang digunakan
dan bahan yang digunakan dalam proses berupa daun dan biji-bijian yang

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 17


Pendidikan Keterampilan....

disebut daun tarung kemudian yang diajarkan kepada anak mereka telah
direndam cukup lama sehingga mencapai hasil yang mereka inginkan.
akan berwarna hitam pekat. Pola penilaian ini bertujuan pula untuk
Sebelum proses penenunan, membimbing perilaku anak sebagai
benang direndam dalam bahan peserta didik dalam hal melatih kesabaran,
pewarna kemudian dikeringkan telaten dalam bekerja dan bersifat jujur
dengan cara dijemur. dalam menjalankan tugasnya, sehingga
2) Jenis benang yang digunakan dalam penilaian hasil keterampilan telah
adalah katun yang terbuat dari mengandung unsur pendidikan dalam
serat kapas. Dahulu masyarakat bentuk keterampilan dan penanaman
Kajang membuat benang dengan tingkah laku yang baik pada anak-anak
cara memintal serat-serat kapas mereka.
sehing g a menjadi benang. Pe n i l a i a n p a d a p e n d i d i k a n
Namun untuk sekarang cukup keterampilan kekerabatan yang dilakukan
membeli benang dengan jenis oleh masyarakat Kajang lebih diarahkan
katun tersebut. pada bentuk penilaian yang menekankan
3) Pemintalan benang dilakukan penguasaan keterampilan pertenunan
dengan menggunakan sebagai warisan budaya dengan mengacu
peng gulung benang guna pada adat istiadat yang dipegang oleh orang
mencegah terjadinya kusut pada tua sekaligus membentuk perilaku yang
benang, lalu benang yang telah santun berdasarkan ajaran Pasang melalui
diwarnai tersebut kemudian penerapan sikap jujur, sabar, konsisten,
dipasang pada alat tenun. tenggang rasa dan siri’ (rasa malu),
sehingga penilaian hasil keterampilan lebih
D. Penilaian Hasil Belajar pada pembentukan karakter anak setelah
Penilaian hasil belajar peserta didik mereka beranjak dewasa.
(anak) dilakukan selama mengikuti Beberapa syair kalimat dalam norma
pembelajaran keterampilan, dan pola dan prinsip monumental sebagai pesan
penilaian tidak terstruktur seperti halnya moral dalam kehidupan masyarakat
pada pendidikan formal. Penilaian hasil Kajang :
belajar yang dilakukan oleh orang tua
terhadap anak sebagai peserta didik lebih Lambusu’nuji nu karaeng
mengarah pada penilaian proses dalam Karena jujurmu maka engkau
bentuk bimbingan kegiatan keterampilan penguasa
pertenunan dan fungsi evaluasi dilakukan Accidong ri tanah eso’
melalui pendampingan langsung terhadap Bertahan dan tetap pada posisi
jalannya keterampilan tersebut. karena
jujurmu.
1. Penilaian Hasil Keterampilan Akkambiang ri cinaguri
Penilaian hasil keterampilan oleh Orang jujur di lindungi Tuhan
orang tua sebagai tenaga pendidik dalam Sabbara’nuji nu guru
masyarakat Kajang melalui keterampilan Lantaran kesabaranmu engkau
pertenunan lebih diarahkan pada menjadi pendidik
kemampuan peserta didik (anak) guna Gattangnuji nu ada’
menghasilkan selembar kain dari hasil Karena ketegasanmu engkau menjadi
keterampilan yang diajarkan, sehingga pemimpin adat
orang tua menganggap bahwa apa Sallu ri ajoa

18 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pendidikan Keterampilan....

Tu n d u k p a d a n o r m a y a n g ketika seorang perempuan menangis di


digariskan hadapan laki-laki, sesungguhnya ia telah
dalam Pasang menimbulkan rasa iba lelaki kepadanya.
Ammulu ri adahang Untaian kalimat di atas menggambarkan suatu
Konsisten pada kesepakatan makna dalam melihat peran antar laki-laki
sebelumnya dan perempun pada kehidupan masyarakat
Piso’nanu ji nu sanro Kajang dalam menempati fungsi yang terbagi
Karena kepasrahan dan tenggang dalam suatu konteks jujur, berlaku bijak dan
tenggang rasa. Pertalian rasa dan asa menjadi
rasamu engkau menjadi bijak suatu keharusan guna dijalankan dalam piranti
kamase-masea sebagai perwujudan sifat ganna’
2. Penilaian Proses Kemandirian yang berujung ajaran kearifan, jika seseorang
Penilaian kemandirian dalam pola sudah cukup makanan, pakaian, tanah, kebun,
pendidikan keterampilan kekerabatan sawah dan rumah sederhanan. Ketakjuban luar
berlangsung secara infor mal dalam biasa tetap terjaga dalam melihat komunitas
lingkungan keluarga ataupun masyarakat masyarakat Kajang yang masih memegang
Kajang. Penilaian kemandirian dilakukan teguh warisan leluhur mereka ditengah
berdasarkan pada kemampuan anak peradaban yang semakin canggih. Untaian
sebagai peserta didik dapat melakukan sabda-sabda yang tak tertulis dalam mendidik
kegiatan tanpa bantuan dari orang tua generasi penerus mereka lewat untaian-untaian
sebagai tenaga pendidik. Pasang sebagai penjaga keluhuran hati antar
Kemampuan anak sebagai peserta orang tua dan anak, berpangkal pada ajaran
didik dalam menghasilkan kain tenun baik jujur, sabar, konsisten, tenggang rasa dan
dari segi corak, kualitas serta ketepatan siri’ (memiliki rasa malu) terjalin indah sejak
waktu pembuatan telah menjadi pengakuan dalam buaian ibu dan bermuara pada sifat
di kalangan keluarga dan lingkungan kamase-masea guna memelihara pandangan
masyarakt terkait dengan keterampilan dari keangkuhan dan keserakahan.
anak dalam pertenunan kain. Selain itu, Landasan tulisan ini berakar dari pola hidup
penilaian kemandirian yang dilakukan oleh masyarakat Kajang dengan interaksi antar
orang tua pada anaknya diartikan ketika orang tua dan anak dalam menjaga keluhuran
anak mereka telah mendapatkan pesanan adat mereka melalui keterampilan, sehingga
dan dapat menghasilkan sesuatu dalam Pendidikan Keterampilan Kekerabatan perlu
menghidupi keluarga mereka. dilestarikan melalui konsep yang terurai di
Penilaian kemandirian ini pula atas. Tiga hal yang berlaku dalam masyarakat
dilandasi oleh pendampingan yang Kajang yakni ;
dilakukan oleh orang tua sebagai pendidik
dalam membentuk karakter anak sebagai 1. Keterampilan pertenunan adalah warisan
peserta didik berdasarkan ajaran Pasang leluhur mereka dalam memenuhi sandang
yang dilandasi sifat jujur dalam bertransaksi berupa pakaian yang diturunkan kepada
dan menanamkan rasa siri’ (malu) bila anak cucu mereka dan dilakukan secara
berbuat hal yang tercela dalam melakukan tradisional dengan tetap menjaga keaslian
penjualan hasil pertenunan. bahan baku yang bersumber dari alam di
sekitar masyarakat Kajang.
2. Pola dalam memberikan keterampilan
EPILOG kepada anak sebagai peserta didik
Ketik a seorang lak i-lak i menangis di dilakukan melalui bimbingan dalam
hadapan perempuan, sesungguhnya ia telah
melakukan kegiatan dan pendampingan
menyentuh keangkuhan perempuan itu, dan

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 19


Pendidikan Keterampilan....

diberikan oleh orang tua setelah anak


dianggap mampu untuk melakukan
keterampilan secara mandiri.
3. Ke t e r a m p i l a n ke ke r a b a t a n p a d a
masyarakat Kajang tidak hanya mampu
menghasilkan kain yang ditenunnya
sebagai hasil bimbingan orang tua kepada
anak, namun pembinaan moral dilakukan

DAFTAR PUSTAKA
Anwar. Pendidikan Kecakapan Hidup (life skill education). Alfabet. 2004. Bandung.
Depdiknas. Naskah Akademik. Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender. 2004. Jakarta.
Dermawan, I. Mukriany. Pedoman Pendidikan Kecakapan Hidup Masyarakat Pesisir dan Pulau
Terpencil. BPPNFI Regional V. 2006. Makassar.
Katu,M,A. Tasawuf Kajang. Pustaka Refleksi. PT. Pustaka Nusantara Padaidi. 2005.
Margaretha,E. Firmanto,A. Hasbi W. Custom Area of Tanah Toa. Gerbang, Majalah
Pendidikan. 2004

Penulis adalah Tenaga Fungsional BPPNFI Regional V Makassar

20 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Kinerja pengelola program ........

KINERJA PENGELOLA PROGRAM PENDIDIKAN


KESETARAAN
(Studi pada SKB Ujungpandang Thn 2007)

Pengelola diksetara profesional dalam paradigma baru manajemen pendidikan akan


memberikan dampak positif dan perubahan yang cukup mendasar dalam pembaharuan
sistem pendidikan. Dampak tersebut antara lain terhadap efektifitas pendidikan,
pengorganisasian diksetara yang kuat, pengelolaan tenaga tutor yang efektif, budaya mutu,
teamwork yang kompak, cerdas dan dinamis, kemandirian, partisipasi warga dilingkungan
pembelajaran dan masyarakat sekitarnya, kemauan untuk berubah, evaluasi dan perbaikan
berkelanjutan, responsif dan antisifatif terhadap kebutuhan, akuntabilitas dan pencitraan
publik.
——————————————————————————————— Oleh: Ibrahim

Abstrak
Sebagai tenaga kependidikan PNF yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan, minimal harus mampu
menjadi edukator, manajer, administrator, supevisor, leader, innovator dan motivator (EMASLIM)
dalam penyelenggaraan pembelajaran penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyelenggaraan
pendidikan kesetaraan pada SKB Ujungpandang dan kinerja penyelenggara. Penelitian ini disusun dengan
menggunakan metode deskriptif. Pengambilan data melalui angket dan wawancara. Populasi penelitian
adalah penyelenggara pendidikan kesetaraan pada SKB Ujungpandang Tahun 2007 sebanyak 11 orang
dan merupakan sample total. Hasil penelitian menggambarkan bahwa sebanyak 11 kelompok belajar
pendidikan kesetaraan yang terdiri dari; Paket A setara SD/MI sebanyak 3 (tiga) kelompok, Paket B
setara SMP/MTs sebanyak 6 (enam) kelompok dan Paket C sebanyak dan 2 (dua) kelompok Hasil
penelitian dan kesimpulan yang diperoleh bahwa sebanyak 11 (sebelas) kelompok belajar pendidikan
kesetaraan dikelola dengan baik oleh tenaga kependidikan pada SKB Ujungpandang tahun 2007.
Hasil analisis data ditemukan bahwa kinerja pengelola program pendidikan kesetaraan pada SKB
Ujungpandang dengan indikatornya adalah sebagai educator, sebagai administrator, sebagai supervisior
dan sebagai motivator dilaksanakan dengan baik oleh pengelola program pendidikan kesetaraan dengan
prosentase kinerja sebanyak 71,59 % tugas pokok yang dilaksanakan dalam pengelolaan program
pendidikan kesetaraan, berdasarkan standar kinerja yang telah ditetapkan pada penelitian ini.

PENDAHULUAN
Pendidikan nasional sedang mengalami sebagai peningkatan kualitas pendidikan dan
berbagai perubahan yang cukup mendasar, pengembangan sumber daya manusia (SDM).
terutama berkaitan dengan UU Sisdiknas, Dewasa ini dunia pendidikan kita masih
manajemen dan kurikulum, yang diikuti diperhadapkan pada tiga tantangan besar,
oleh perubahan-perubahan teknis lainnya. sebagaimana yang dikatakan oleh Yulaelawati
Perubahan-perubahan tersebut diharapkan dapat (2006) bahwa: “...pendidikan nasional masih
memecahkan berbagai permasalahan pendidikan, diperhadapkan pada beberapa permasalahan
baik masalah-masalah konvensional maupun yang menonjol yaitu; (1) masih rendahnya
masalah-masalah yang muncul bersamaan dengan pemerataan memperoleh pendidikan; (2)
hadirnya ide-ide baru (masalah inovatif). Selain masih rendahnya relevansi pendidikan dan;
itu, diharapkan terciptanya iklim yang kondusif 3) masih lemahnya manajemen pendidikan, di

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 21


Kinerja pengelola program ........

samping belum terwujudnya kemandirian dan oleh para tenaga kependidikan, sesuai dengan peran
keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi dan fungsinya masing-masing. Mulai dari level
dikalangan akademis” makro sampai dengan level mikro, tidak terkecuali
Dari berbagai permasalahan tenaga kependidikan pendidikan kesetaraan.
pendidikan yang ada dan dirasakan selama ini, Pada pendidikan kesetaraan terdapat dua elemen
pemerintah dengan serius membenahi semua yang paling berperan dan sangat menentukan
lini penyelenggaraan pendidikan, terbukti kualitas pendidikan; yakni penyelenggara dan
dengan disahkannya UU RI No. 20 Tahun tutor. Dalam perspektif globalisasi, otonomi
2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, daerah dan desentralisasi pendidikan serta untuk
yang merupakan suatu pengejawantahan dari menyukseskan manajemen penyelenggaraan,
sebahagian agenda reformasi. Perubahan dan kurikulum. Penyelenggara adalah sebagai
mendasar yang dicanangkan dalam Undang- top manajer yang merupakan figur sentral bagi
undang Sisdiknas tersebut antara lain adalah seluruh tenaga pendidik dan kependidikan yang
demokratisasi dan desentralisasi pendidikan, ada di lingkungan tempat penyelenggaraannya.
peran serta masyarakat, tantangan globalisasi, Oleh karena itu, untuk menunjang keberhasilan
kesetaraan dan keseimbangan jalur pendidikan, dalam perubahan-perubahan yang dilakukan
dan peserta didik. Perubahan mendasar dan diharapkan, perlu dipersiapkan tenaga
yang termaktub dalam Undang-undang kependidikan yang professional, yang mau dan
Sisdiknas menyangkut demokratisasi adalah mampu melakukan perencanaan, pelaksanaan,
kebebasan dari seluruh warga masyarakat serta evaluasi terhadap berbagai kebijakan dan
untuk menyelenggarakan dan mengikuti perubahan yang dilakukan secara efektif dan
pendidikan. Namun demikian perubahan efesien.
tidaklah serta-merta dapat dilaksanakan untuk Berdasarkan pengamatan di beberapa
memenuhi seluruh tuntutan dan keinginan dari daerah penyelenggaraan pendidikan kesetaraan;
masyarakat untuk memperoleh pendidikan, khususnya penyelenggaraan program Paket
terutama yang berkaitan dengan pendidikan A, Paket B dan Paket C, menunjukkan bahwa
formal. Oleh karena itu dalam Undang-undang masih banyak penyelenggara yang belum mampu
sisdiknas tersebut ditegaskan bahwa untuk menjalankan tugas pokok yang diembannya
memenuhi aspirasi pendidikan masyarakat, dengan baik dan bahkan cenderung menjalankan
maka pemerintah menyelenggarakan tiga (3) tugasnya hanya mengikuti konteks teoritis, tanpa
bentuk pendidikan yang ada; yakni pendidikan mampu melaksanakan kegiatan dengan penuh
formal, nonformal dan informal. Untuk kreatifitas dan inovasi yang tinggi, padahal
melayani pendidikan masyarakat yang tidak penyelenggaraan pendidikan kesetaraan harus
sempat mengikuti pendidikan formal, maka mampu menciptakan inovasi-inovasi pendidikan
pemerintah menyediakan bentuk pendidikan yang non tex book agar tenaga pendidik dan
umum yang berlangsung di luar sistem kependidikan lainnya serta warga belajar dapat
persekolahan dan dikenal dengan istilah termotivasi dalam mengikuti dan melaksanakan
pendidikan kesetaraan. pembelajaran.
Pe n d i d i k a n Ke s e t a r a a n a d a l a h Untuk menjadi penyelenggara pendidikan
salah satu solusi dan garda terdepan untuk kesetaraan tidaklah semudah menjadi kepala
memecahkan sebahagian masalah pendidikan sekolah pada pendidikan formal, sebab pendidikan
nasional tersebut. Namun demkian, pendidikan kesetaraan membutuhkan jiwa pengabdian yang
kesetaraan sebagai pendidikan yang baru tinggi serta semangat kerja tanpa pamrih yang
populer di tengah-tengah masyarakat tidak dilandasi dengan motivasi yang tinggi pula.
terlepas pada permasalahan-permasalahan Menjadi penyelenggara pendidikan kesetaraan
khusus, terkait sosialisai penyelenggaraan, yang professional, banyak hal yang harus
pendidik dan tenaga kependidikan, kualitas dan dipahami, banyak masalah yang harus dipecahkan,
profesionalisme penyelenggaraan pendidikan dan banyak strategi yang harus dikuasai. Hal-
kesetaraan serta berbagi masalah lainnya. hal yang dimaksudkan adalah menyangkut
Perubahan-perubahan tersebut di atas, pengetahuan dan keterampilan penyelenggara,
menuntut berbagai tugas yang harus dikerjakan terutama yang berhubungan dengan pengetahuan

22 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Kinerja pengelola program ........

secara akademik mengenai penyelenggaraan serta menyatu dalam diri pengelola yang
pendidikan nonformal dan pendekatan pendidikan professional. Pengelola yang demikian akan
orang dewasa, pengetahuan tentang kebijakan- mampu mendorong visi menjadi aksi dalam
kebijakan penyelenggaraan pendidikan kesetaraan, paradigma baru pendidikan kesetaraan.
serta pengalaman-pengalaman yang berkenaan Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka
dengan pemberdayaan masyarakat dalam rangka dapat dipertanyakan tentang bagaimana kinerja
penyelenggaraan pendidikan kesetaraan. penyelenggara pendidikan kesetaraan. Oleh
Kinerja pada dasarnya adalah apa yang karena itu dipandang perlu untuk mengadakan
dilakukan atau tidak dilakukan oleh karyawan. penelitian tentang kinerja penyelenggara
Kinerja karyawan adalah yang mempengaruhi pendidikan kesetaraan, khususnya pada SKB
seberapa banyak mereka memberi konstribusi Ujungpandang tahun 2007.
kepada organisasi atau lembaga (Mathis, Jackson.
2002:78). Produktivitas kerja yang rendah METODE
antara lain disebabkan oleh rendahnya etos Penelitian ini dilaksanakan di wilayah
kerja dan disiplin, salah satu indikator dari kerja Sang gar Kegiatan Belajar (SKB)
masalah ini adalah masih rendahnya mutu luaran Ujungpandang Kota tahun 2007. Penelitian ini
pendidikan kesetaraan, baik dari segi kualitas menggunakan metode deskriptif. Pengambilan
maupun kuantitas yang dapat dicapai oleh data melalui angket dan wawancara. Populasi
peserta didik. Terlebih lagi jika dilihat dari mutu penelitian ini adalah sebanyak 11 (sebelas)
akademik serta partisipasinya dalam kehidupan orang penyelenggara pendidikan kesetaraan
untuk memecahkan berbagai persoalan dalam yang terdiri dari pengelola program Paket A
masyarakat dan bahkan tidak jarang dari peserta sebanyak 3 (tiga) orang, Paket B sebanyak 6
didik hanya mampu memperlihatkan sertifikatnya (enam) orang dan Paket C sebanyak 2 (dua)
sebagai luaran pendidikan tertentu dan menjadi orang.
sumber masalah dalam masyarakat. Dengan Analisis data yang dipergunakan adalah
demikian diperlukan etos kerja yang baik bagi analisis kualitatif dengan prosentase kinerja.
pengelola pendidikan dan perlunya menumbuhkan Terkait dengan itu, penelitian kualitatif ini
budaya mutu di lingkungan pendidik dan tenaga berlangsung sejak pertama kali terjun ke
kependidikan. lapangan sampai ketika pengumpulan data di
Pengelola diksetara profesional dalam lapangan telah dianggap memuaskan. Oleh
paradigma baru manajemen pendidikan akan karena itu sejumlah fakta-fakta yang diperoleh
memberikan dampak positif dan perubahan di lapangan (informasi verbal, hasil angket
yang cukup mendasar dalam pembaruan sistem maupun dokumentasi) dikumpulkan dengan
pendidikan. Dampak tersebut antara lain terhadap cara menuliskan, mengedit, mengklasifikasi,
efektifitas pendidikan, pengorganisasian diksetara mereduksi dan kemudian dilanjutkan dengan
yang kuat, pengelolaan tenaga tutor yang efektif, pengujian.
budaya mutu, teamwork yang kompak, cerdas Berdasarkan asumsi di atas, maka data
dan dinamis, kemandirian, partisipasi warga yang sifatnya kualitatif terutama hasil angket,
di lingkungan pembelajaran dan masyarakat wawancara dan observasi lapangan diolah
sekitarnya, kemauan untuk berubah, evaluasi dan secara kualitatif sesuai dengan tujuan penelitian.
perbaikan berkelanjutan, responsif dan antisipatif Prosentase kinerja dapat dikategorikan sebagai
terhadap kebutuhan, akuntabilitas dan pencitraan berikut:
publik. - 0 - 20 % : Sangat kurang
Sebagai tenaga kependidikan PNF yang - 21 - 40% : Kurang
menyelenggarakan pendidikan kesetaraan, - 41 - 60% : Cukup
minimal harus mampu menjadi edukator, manajer, - 61 - 80% : Baik
administrator, supervisor, leader, innovator dan - 81 - 100% : Sangat Baik
motivator (EMASLIM) dalam penyelenggaraan Setelah pengolahan data dilakukan
pembelajaran. Fungsi dan tugas tersebut di atas analisis secara kualitatif dengan menggunakan
tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya, pendekatan deskriptif kualitatif, artinya hasil
karena saling terkait dan saling mempengaruhi penelitian dipaparkan untuk mencocokkan

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 23


Kinerja pengelola program ........

teori yang ada hubungannya dengan judul kesetaraan dapat terlihat pada produktivitas kerja.
penelitian ini. Analisis yang digunakan tetap Produktifitas dalam dunia pendidikan berkaitan
mengacu pada kondisi kinerja pengelola dengan keseluruhan proses perencanaan,
program pendidikan kesetaraan di lapangan. penataan dan pendayagunaan sumberdaya untuk
merealisasikan tujuan pendidikan secara efektif
HASIL DAN PEMBAHASAN dan efesien. Produtivitas individu dapat dinilai dari
apa yang dilakukan oleh individu tersebut dalam
Pengelola pendidikan kesetaraan kerjanya, yakni bagaimana ia melakukan pekerjaan
sebagaimana dalam PP No. 19 Tahun 2005, atau unjuk kerjanya. Dalam hal ini, produktivitas
dinyatakan pada pasal (35) ayat (1) butir dapat ditinjau berdasarkan tingkatannya dengan
(f) dijelaskan bahwa yang termasuk tenaga tolok ukur masing-masing yang dapat dilihat
kependidikan pada Paket A, Paket B, dan dari kinerja tenaga kependidikan. Kinerja atau
Paket C adalah sekurang-kurangnya terdiri atas performansi dapat diartikan sebagai prestasi kerja,
pengelola kelompok belajar, tenaga administrasi pelaksanaan kerja, pencapaian kerja, hasil kerja
dan tenaga perpustakaan. Kenyataan empiris atau unjuk kerja LAN, 1997 dalam (Mulyasa,
menunjukkan bahwa pengelola program 2006).
pendidikan kesetaraan yang memiliki peranan Penyelenggaraan pendidikan kesetaraan di
penting adalah pengelola yang berfungsi sebagai SKB Ujungpandang tahun 2007 dapat dinyatakan
manajerial penyelenggaraan. Oleh karena produktif ditinjau dari kualitas pengelolaan,
itu yang dimaksud dengan pengelola adalah sebagaimana hasil kinerja berdasarkan tugas
orang yang melaksanakan fungsi manajerial pokok yang dilaksanakan oleh pengelola. Namun
penyelenggaraan pendidikan kesetaraan. disisi lain indikator-indikator lain yang dianggap
Lebih lanjut dalam PP No. 19 Thn 2005 berpengaruh terhadap kinerja pengelola belum
pasal 35 ayat 2 dinyatakan bahwa standar untuk dikaji pada penelitian ini, antara lain tingkat
semua jenis tenaga kependidikan sebagaimana motivasi kerja dan kemampuan.
dimaksudkan pada ayat (1) dikembangkan Instrumen penelitian berupa wawancara,
oleh BSNP dan ditetapkan oleh Peraturan angket yang dikembangkan oleh Mulyasa (2006).
Menteri. Pada penelitian ini, ditemukan standar Kinerja pengelola program pendidikan kesetaraan
kualifikasi tenaga kependidikan pendidikan sebagai edukator, administrator, supervisor dan
kesetaraan sebagai pengelola program adalah; sebagai motivator diperoleh sebagai berikut;
dari sebelas (11) orang pengelola program, 1. Sebagai Edukator
tiga (3) orang yang memiliki kualifikasi SMA Pengelola program diksetara sebagai
dan Diploma atau sebanyak 27,27% dan yang edukator pendidikan luar sekolah adalah
berkualifikasi Strata Satu (S1) sebanyak 8 orang kemampuan pengelola dalam mempersiapkan
atau 72,73%. perencanaan penyelenggaraan pendidikan
Pen yelen g g a r a a n p en didika n kesetaraan. Dari hasil analisis kinerja
kesetaraan pada Sanggar Kegiatan Belajar pengelola, ternyata ditemukan bahwa rata-
(SKB) Ujungpandang tahun 2007 terlaksana rata pengelola memperoleh nilai Delapan
sebagaimana yang diharapkan, ditinjau dari Puluh Tiga (83) dari seluruh item pertanyaan
indikator kualifikasi pengelola, volume kegiatan seputar tugas pengelola sebagai edukator
dan sumber pendanaan. Kualifikasi pendidikan atau sekitar 75,45%. Hasil ini menunjukkan
bagi pengelola dapat dianggap cukup terstandar, bahwa terdapat deskrapansi kinerja sebesar
yakni rata-rata memiliki kualifikasi sarjana. 24,55% dari 100% kinerja yang diharapkan.
Volume kegiatan sebanyak sebelas (11) Namun demikian kategori kinerja pengelola
kelompok belajar yang terdiri dari program program pendidikan kesetaraan ditinjau
Paket A, Paket B dan Paket C, sedangkan dari tugasnya sebagai edukator berada pada
sumber dananya berasal dari Dinas Pendidikan kategori “baik”. Kinerja tersebut dapat
Tingkat 1 dan 2, serta dana penyelenggaraan lagi ditingkatkan hingga mencapai kategori
pengkajian pendidikan kesetaraan dari BPPLSP sangat baik.
Regional V Makassar tahun 2007.
Kinerja pengelola program pendidikan 2. Sebagai Administrator

24 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Kinerja pengelola program ........

Tugas pengelola sebagai administrasi yang motivator, berada pada kategori “baik”.
meliputi: membuat buku induk, papan Namun demikian, terdapat deskrapansi
nama kelompok belajar, membuat buku kinerja sebesar 36,36% dari 100% kinerja
tamu, daftar inventaris barang, agenda surat yang diharapkan. Kinerja pengelola
masuk dan keluar serta pembuatan laporan program pendidikan kesetaraan yang telah
penyelenggaraan. Kesemua hal tersebut dideskripsikan di atas, dapat dilihat pada
di atas dilaksanakan dengan baik oleh rekapitulasi hasil kinerja sebagai berikut:
pengelola program pendidikan kesetaraan
sebagai tenaga kependidikan, dengan hasil Rekapitulasi kinerja pengelola:
rata-rata Tujuh Puluh Sembilan (79) atau
sekitar 71,82%. Hasil ini menunjukkan
bahwa kinerja pengelola program pendidikan
No Kinerja Nilai %
kesetaraan ditinjau dari tugasnya sebagai
administrator berada pada kategori “baik”. 1 Edukator 83 75,45
Terdapat deskrapansi kinerja sebesar 28,18% 2 Administrator 79 71,82
dari 100% kinerja yang diharapkan. Namun 3 Supervisior 83 75,45
demikian, masih bisa ditingkatkan lagi hingga 4 Motivator 70 3,64
mencapai standar kinerja pada kategori Hasil rekapitulasi kinerja tersebut
Rata-rata kinerja 78,75 di atas
71,59
sangat baik. dapat dideskripsikan bahwa dari 4 (empat)
3. Sebagai Supervisor indikator kinerja pengelola program
Sebagai supervisor, pengelola mengadakan pendidikan kesetaraan yang diteliti, rata-
pertemuan dengan tutor dalam menyusun rata berada pada kategori baik atau di atas
program pembelajaran, menyelesaikan kategori cukup, rata-rata nilainya adalah
masalah-masalah dalam pembelajaran, 78,75 atau 71,59%. Kinerja yang paling
memantau pelaksanaan pembelajaran, rendah adalah yang berkaitan dengan
memeriksa persiapan mengajar bagi tutor cara pengelola memberikan motivasi,
dan mengevaluasi keberhasilan pembelajaran, baik kepada warga belajar maupun kepada
rata-rata nilai pengelola adalah sebanyak tutor dengan nilai 70 atau 63,64%. Artinya
Delapan Puluh Tiga (83) atau sekitar 75,45%. terdapat deskrapansi atau kesenjangan
Hasil ini menunjukkan bahwa kinerja kinerja sebanyak 30 atau 36,36%. Namun
pengelola program pendidikan kesetaraan demikian masih tetap berada pada kategori
ditinjau dari tugasnya sebagai supervisor “baik”.
berada pada kategori “baik”. Terdapat
deskrapansi kinerja sebesar 24,55% dari Kesimpulan
100% kinerja yang diharapkan. Kinerja Berdasarkan hasil kegiatan penelitian tersebut
tersebut dapat lagi ditingkatkan hingga di atas, dapat disimpulkan:
mencapai kategori sangat baik. 1. Program pendidikan kesetaraan pada
4. Sebagai Motivator SKB Ujungpandang kota tahun 2007
Sebagai motivator, memberikan penghargaan, yang dilaksanakan adalah sebanyak
membantu warga belajar yang ingin sebelas (11) kegiatan, yang terdiri paket
meningkatkan kegiatan belajar dan usahanya, A, Paket B dan Paket C yang dananya
dan memberikan kesempatan kepada tutor bersumber dari Dinas Provinsi Tingkat
untuk meningkatkan pengetahuan dan I dan II serta dana pengkajian program
keterampilannya dalam mengikuti pendidikan pendidikan kesetaraan dari BPPLSP Reg.
dan pelatihan yang dilaksanakan oleh lembaga V Makassar. Pengelola Diksetara memiliki
atau organisasi. Dari hasil penelitian diperoleh kualifikasi pendidikan yang memadai atau
nilai rata-rata sebanyak Tujuh Puluh (70) atau terstandar
sekitar 63,64% dari seluruh item pertanyaan 2. Hasil analisis data ditemukan bahwa kinerja
yang terjawab oleh responden. Hasil ini pengelola program pendidikan kesetaraan
menunjukkan bahwa kinerja pengelola pada SKB ujungpandang kota dengan
program pendidikan kesetaraan sebagai indikatornya adalah sebagai edukator,

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 25


Kinerja pengelola program ........
sebagai administrator, sebagai supervisor kesetaraan hendaknya mensinergikan semua
dan sebagai motivator dilaksanakan potensi sumberdaya yang ada agar tercapai
dengan baik oleh pengelola program kinerja yang optimal.
pendidikan kesetaraan dengan prosentase 2. Deskrapansi kinerja dari pengelola program
kinerja sebanyak 71,59 % tugas pokok yang pendidikan kesetaraan sebesar 28,41% kiranya
dilaksanakan dalam pengelolaan program dapat dijadikan acuan dalam menyusun
diksetara. Berdasarkan standar kinerja kurikulum diklat pengelola diksetara di SKB
yang telah ditetapkan pada penelitian ini, Ujungpandang.
menunjukkan bahwa kinerja pengelola
program pendidikan kesetaraan pada SKB
Ujungpandang tahun 2007 berada pada
kategori “baik”.

Saran
DAFTAR
1. Untuk PUSTAKA
setiap pengelola program pendidikan
Barthos, Basir. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Suatu Pendekatan Makro. Jakarta: Bumi
Aksara.
Ditjen PLSP Diktentis, 2005. Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan. Jakarta: Depdiknas.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2004. Standar Kompetensi Lulusan pendidikan Luar Sekolah
(SKL PLS). Jakarta: Dedinas.
Mathis, Robert L. dan Jackson John H. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba
Empat.
Mulyasa. E. 2006. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Sihombing, Umberto. 1999. Pendidikan Luar Sekolah Kini dan Masa Depan Konsep, Kiat, dan
Pelaksanaan. Jakarta: PD Mahkota
Sudjana, Djudju. 2006. Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah Untuk Pendidikan Nonformal dan
Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Tonny D, Widiastono. 2004, Pendidikan Manusia Indonesia, Jakarta: Buku Kompas.
Undang-Undang Republik Indonesia No.20 tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional, Citra
Umbara
Yulaelawati, Ella. 2006, Komunitas Sekolah Rumah Sebagai Satuan Pendidikan Kesetaraan, Jakarta;
Depdiknas

Penulis adalah Tenaga Fungsonal pada Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal

26 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Motivasi Belajar Warga Belajar ....
MOTIVASI BELAJAR WARGA BELAJAR KEJAR PAKET B SETARA
SLTP TUNAS BANGSA
DI KELURAHAN BALANG BARU KECAMATAN TAMALATE
KOTA MAKASSAR
Oleh : Dra. Hj. Mulkiah Salam
Pamong Belajar Madya
UPTD SKB Ujungpandang
Kota Makassar

Abstrak, Seorang pendidik, baik sebagai pribadi maupun sebagai pelaksana pendidikan, perlu mengetahui filsafat
pendidikan, Tujuan pendidikan perlu dipahami dalam hubungannya dengan tujuan hidup. Filsafat pendidikan harus
mampu memberikan pedoman kepada para pendidik (pendidik). Hal tersebut akan mewarnai sikap perilakunya
dalam mengelola proses belajar mengajar (PBM). Peranan filsafat pendidikan ditinjau dari tiga lapangan filsafat,
yaitu: metafisika, epistemology dan aksiologi. Yang menentukan filsafat pendidikan seorang pendidik adalah
seperangkat keyakinan yang dimiliki dan berhubungan kuat dengan perilaku pendidik, yaitu: Keyakinan mengenai
pengajaran dan pembelajaran, warga belajar, pengetahuan, dan apa yang perlu diketahui.

Kata Kunci: Filsafat pendidikan, perilaku pendidik dan keyakinan.


PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi dan perkembangan abadi dan keadilan social…”(BP-7 Pusat,
infor masi dengan segala dampak yang 1993:1).
ditimbulkannya, baik itu dampak positif Salah satu bidang yang menjadi sektor
maupun dampak negative. Pemerintah penting dan utama dalam pembangunan
senantiasa mengambil kebijakan-kebijakan adalah sektor pendidikan. Hal ini
yang sifatnya menunjang kelangsungan hidup dikarenakan pendidikan merupakan bagian
berbangsa dan bernegara, oleh karena itu, integral dari pembangunan nasional. Salah
pemerintah semaksimal mungkin berupaya satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa
mengejar ketinggalan dari Negara-negara yang adalah kemajuan pada sektor pendidikan.
terlebih dahulu menikmati alam kemajuan yang Dalam upaya mewujudkan pendidikan
ditandai dengan perkembangan IPTEK yang nasional, setiap warga negara diberikan hak
dimilikinya. yang sama dan kesempatan yang seluas-
Salah satu upaya pemerintah untuk luasnya untuk memperoleh pendidikan.
mengejar ketertinggalan itu adalah dengan Dalam kaitan ini, maka pemerintah
melaksanakan pembangunan. Hal ini dilakukan menyelenggarakan suatu system pengajaran
mengingat pembangunan merupakan proses dan pendidikan nasionl sebagai tercantum
perubahan yang terencana dengan orientasi dalam pasal 31 UUD 1945.
pada situasi dan kondisi yang lebih baik. Untuk merealisasikan pasal 31 UUD
Dengan pembangunan diharapkan adanya 1945, maka pemerintah mengupayakan
perubahan yang lebih baik dari keadaan semaksimal mungkin melaksanakan
sebelumnya dalam berbagai sektor kehidupan. pemerataan pendidikan dengan menyediakan
Upaya pemerintah tersebut seiring dengan sarana dan prasarana pendidikan serta
tujuan nasional Indonesia yang tercantum berbagai macam fasilitas yang mendukung
dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar terlaksananya kegiatan pendidikan. Dalam
1945, yakni “…melindungi segenap bangsa rangka pemerataan pendidikan maka
Indonesia dan selur uh tumpah darah kesempatan memperoleh pendidikan dapat
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan diperoleh melalui tiga jalur pendidikan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa yaitu pendidikan formal, nonformal dan
dan ikut melaksanakan ketertiban dunia informal.
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian Salah satu jalur pendidikan adalah

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 27


Motivasi Belajar Warga Belajar ....

pendidikan nonformal yang pelaksanaannya status sosial ekonomi lemah atau keluarga
berlangsung di luar jalur sekolah (formal) kurang mampu untuk menyekolahkan anak-
yang sekarang digalakkan pemerintah anak mereka setingkat SLTP. Sesuai dengan
berupa program Kejar Paket B yang terdiri kondisi demikian mereka pesimis untuk
atas dua model pendekatan, dan salah satu melanjutkan pendidikan anak-anak ke sekolah
diantaranya adalah program Kejar Paket B formal, karena biayanya yang sangat mahal.
Setara yang diperuntukkan bagi usia 13-15 Karena keadaan orangtuanya tersebut, maka
tahun. Program ini dilakukan pemerintah motivasi belajar mereka/warga belajar menjadi
dengan harapan dapat menampung warga menurun dan tidak bersemangan lagi untuk
masyarakat yang berkeinginan memperoleh melanjutkan sekolahnya. Mereka beranggapan
pendidikan yang setara dengan Sekolah lebih baik biaya tersebut digunakan untuk
Menengah Pertama (SMP) melalui jalur keperluan makan dan minum atau digunakan
pendidikan nonformal. Jalur pendidikan ini untuk berusaha dalam memenuhi kebutuhan
dapat berfungsi mengembangkan potensi hidup sehari-hari, daripada digunakan untuk
peserta didik dengan penekanan pada biaya sekolah. Dengan kehadiran program
penguasaan pengetahuan dan keterampilan kejar paket B setara SLTP, memberi peluang
fungsional serta pengembangan sikap dan bagi warga belajar, khususnya warga belajar
kepribadian profesional. yang orangtuanya kurang mampu. Oleh
Upaya maksimal yang dilakukan karena itu warga belajar dapat mengikuti
pemerintah melalui jalur ini adalah dengan program pembelajaran kejar paket B tersebut
menyediakan dana belajar bagi warga sebagai alternatif pendidikannya untuk
belajar dengan tujuan untuk memberikan membangkitkan kembali motivasi belajar
motivasi kepada warga belajar agar warga belajar.
dapat meningkatkan pengetahuan dan Untuk membangkitkan kembali motivasi
keterampilannya, demi masa depan mereka. belajar warga belajar, maka SKB Ujungpandang
Dengan pengetahuan dan keterampilan yang Kota sebagau Unit Pelaksana Teknis Dinas
cukup memadai diharapkan warga belajar (UPTD) Pendidikan dan Kebudayaan Kota
dapat lebih mandiri dalam menciptakan Makassar, memandang perlu membentuk dan
dan bersaing dalam lapangan pekerjaan membina kelompok Belajar Paket B Setara
sebagai sumber mata pencaharian tetap dan SLTP. Kegiatan tersebut diharapkan dapat
layak. Motivasi tersebut sedapat mungkin memberikan bekal kemampuan, pengalaman
diartikulasikan dengan memperkaya kreasi dan keterampilan dasar yang bermanfaat
semaksimal mungkin, sehingga pemanfaatan bagi warga belajar untuk meningkatkan taraf
dana belajar ini berfungsi sebagaimana yang hidupnya. Sebagai pribadi dan anggota
diharapkan dan bukan sekedar lahan subur masyarakat serta memungkinkan warga
bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung belajar memenuhi syarat untuk bekerja atau
jawab. Hal ini menjadi perhatian utama melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih
mengingat salah satu kendala utama dalam tinggi.
mencapai keberhasilan dari suatu program Berdasarkan pemikiran tersebut, penulis
adalah kurang dimanfaatkannya dana termotivasi untuk mengetahui lebih jauh
sebagaimana yang diharapkan. Apalagi dengan mengadakan penelitian tentang
program kejar paket B setara ini umumnya motivasi belajar warga belajar dalam mengikuti
diperuntukkan bagi warga masyarakat yang proses pembelajaran Kejar Paket B setara
tidak tertampung pada SLTP karena berbagai SLTP Tunas Bangsa di Kelurahan Balang
hal, terutama motivasi belajar dan keadaan Baru Kecamatan Tamalate Binaan SKB
ekonomi yang rendah. Selain daripada itu, Ujungpandang Kota.
program ini diadakan dipelosok-pelosok B. Rumusan Masalah
tanah air yang jauh dari arus informasi Berdasarkan latar belakang masalah di
dan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Hasil obsevasi awal diketahui kondisi
orang tua warga belajar tergolong dalam

28 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Motivasi Belajar Warga Belajar ....

atas, maka dirumuskan masalah sebagai berikut : A. Tinjauan Pustaka


“ Bagaimana gambaran motivasi belajar 1. Motavasi Belajar
warga belajar mengikuti proses pembelajaran a. Motivasi
Kejar Paket B setara SLTP Tunas Bangsa di Motivasi mer upakan bagian
Kelurahan Balang Baru Kecamatan Tamalate yang paling urgen dalam upaya
Kota Makassar”. mengarahkan warga belajar untuk
mengikuti kegiatan belajar mengajar.
C. TujuanPenelitian Adanya motivasi diharapkan warga
Tujuan yang diharapkan dari penelitian belajar lebih efektif mengikuti
ini yaitu untuk mengetahui motivasi belajar pelajaran.
warga belajar mengikuti proses pembelajaran Istilah “Motivasi” berasal dari
Kejar Paket B setara SLTP Tunas Bangsa di bahasa latin “Movere” yang artinya
Kelurahan Balang Baru Kecamatan Tamalate menggerakkan atau mendorong
Kota Makassar seseorang untuk melakukan sesuatu.
Dalam psikologi pendidikan, motivasi
D. Manfaat Penelitian diartikan sebagai kekuatan yang
Adapun manfaat yang diharapkan dari ada pada diri seseorang yang dapat
hasil penelitian ini dikemukakan sebagai mempengaruhi tingkah laku untuk
berikut : melakukan sesuatu hal, khususnya
1. Manfaat Teoritis belajar. Adanya motif dari diri
a. Bagi jurusan pendidikan luar sekolah, seseorang menjadikan ia memiliki
dapat menjadi bahan informasi tentang sesuatu keinginan, kemauan, dan
proses pelaksanaan pada setiap Program minat untuk melakukan sesuatu.
Kerja Paket, baik Kejar Paket A, Kejar Dalam pengertian khusus, motivasi
Paket B dan Kejar Paket C. diartikan usaha mengembangkan
b. Sebagai informasi awal bagi peneliti keinginan warga belajar untuk belajar.
lain untuk mengadakan penelitian Adanya motif pada diri warga belajar
lebih lanjut tentang berbagai upaya mereka diharapkan terdorong,
untuk memaksimalkan fungsi dan terdesak, berkeinginan melakukan
peranan sumbangsih pemerintah dalam kegiatan belajar ( Kamaruddin, 1989
memajukan mutu dan kualitas hidup : 132) Maslow ( Purwanto, 1990 : 78
warga belajar khususnya dan masyarakat ), mengemukakan bahwa :
pada umumnya. Ada lima tingkatan kebutuhan pokok
2. Manfaat Praktis manusia. Kelima tingkatan kebutuhan
a. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah pokok inilah yang kemudian dijadikan
khususnya instansi terkait agar dalam pengertian kunci dalam mempelajari
mengambil kebijakan-kebijakan benar- motivasi manusia. Adapun kelima
benar berpihak pada kepentingan warga tingkatan kebutuhan pokok yang
belajar dengan orientasi utamanya adalah dimaksud adalah :
keberhasilan, warga belajar itu sendiri. 1) Kebutuhan Fisiologis, kebutuhan
b. Bahan masukan dan pertimbangan bagi ini merupakan kebutuhan dasar,
para penyelanggara, warga belajar dan yang bersifat primer dan vital, yang
masyarakatnya dalam melaksanakan menyangkut fungsi-fungsi biologis
Program Pendidikan Luar Sekolah, dasar dari organisme manusia
khususnya pada pelaksanaan Program seperti kebutuhan akan pangan,
Kerja Paket B. sandang dan papan, kesehatan fisik,
kebutuhan seks dan sebagainya.
2) Ke b u t u h a n r a s a a m a n d a n
perlindungan (Safety and security)
seperti terjamin keamananya,
terlindung dari bahaya dan ancaman
penyakit, perang, kemiskinan,

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA


BERPIKIR Andragogi Vol.2 No.1. 2008 29
Motivasi Belajar Warga Belajar ....

kelaparan, perlakuan tidak adil dan terhadap adanya tujuan”.


sebagainya. Selanjutnya menurut Natawidjaya
3) Kebutuhan sosial (Social Need) dan Moleong (1985 : 79), Motivasi adalah
yang meliputi antara lain kebutuhan “Suatu proses untuk menggiatkan motif-
akan dicintai, perhitungan sebagai motif menjadi perbuatan atau tingkah laku,
pribadi, diakui sebagai anggota yang mengatur tingkah laku atau perubahan
kelompok, rasa setia kawan, kerja untuk memuaskan kebutuhan atau menjadi
sama. tujuan”.
4) Kebutuhan akan penghargaan Dari beberapa pengertian di atas,
(Esteem Needs) ter masuk dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi
kebutuhan dihargai karena prestasi, adalah sesuatu yang mendorong seseorang
kemampuan, kedudukan atau untuk melakukan kegiatan demi memenuhi
status, pangkat dan sebagainya. kebutuhannya atau mencari tujuannya.
5) Kebutuhan akan aktualisasi diri
(Self actualization) seperti antara b. Jenis-jenis Motivasi
lain kebutuhan mempertinggi Jenis-jenis motivasi jika ditinjau dari
potensi – potensi yang dimiliki, sumbernya dapat dibagi menjadi dua yaitu
pengembangan diri secara :
meksimum, kreatifitas dan ekspresi 1. Motivasi dari dalam (Intrinsik)
diri. Motivasi dari dalam adalah motivasi yang
Dari uraian di atas, dapat timbul dari dalam diri setiap individu
ditarik suatu kesimpulan, bahwa tanpa ada rangsangan dari luar. Menurut
dari kelima tingkatan pokok manusia Brunner, motivasi intrinsik terdiri atas
tersebut, salah satu diantaranya yaitu tiga macam dorongan, yaitu dorongan
kebutuhan akan aktualisasi diri (Self ingin tahu, dorongan ingin berhasil dan
Actualization) seperti antara lain dorongan ingin berkelompok.
secara maksimum, kreatifitas dan 2. Motivasi dari luar (Ekstrinsik)
ekspresi diri. Tingkatan kebutuhan Motivasi dari luar adalah motivasi yang
pokok yang kelima ini merupakan timbul karena adanya rangsangan atau
kebutuhan yang dimiliki oleh warga dorongan dari luar dengan anggapan
belajar kejar Paket B Setara SLTP, lain dorongan untuk mencapai tujuan
tentang kemampuan akan potensi yang yang ada di luar perbuatan belajar.
dimiliki dari dalam diri setiap warga Memotivasi dengan cara ekstrinsik
belajar untuk mengembangkannya adalah penting sebab setiap orang
melalui pengetahuan yang diajarkan, memerlukan dorongan dari luar untuk
serta keterampilan yang diberikan, agar mencapai tujuannya. (Arif, 1986 : 9).
lebih berkreatifitas dalam mencapai Dalam kaitannya dengan Kejar Paket B
tujuan hidup warga belajar. Setara SLTP, motivasi dari luar warga belajar
Adapun potensi yang dimiliki dapat dilakukan oleh keluarga, tokoh-tokoh
setiap warga belajar yang diberi masyarakat, teman sebaya serta tenaga
pengetahuan dengan sarana dan pendidik di luar sekolah yang berkecimpung
prasarana yang sesuai melalui proses dalam Kejar Paket B setara diantaranya
pembelajaran, maka motivasi untuk tutor dan fasilitator serta penyelenggaraan
mengembangakan potensi yang program tidak terkecuali.
dimiliki akan tercapai.
Sedangkan menurut Mc. Donald
(Sardiman, 1997 : 73) mengemukakan
bahwa : “Motivasi adalah perubahan
energi dalam diri seseorang yang c. Belajar
ditandai dengan munculnya “Feeling” Setelah diuraikan mengenai beberapa
dan didahului dengan tanggapan pengertian motivasi, maka berikut ini
dikemukakan beberapa pengertian belajar.

30 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Motivasi Belajar Warga Belajar ....

Belajar merupakan masalah setiap individu untuk memperoleh suatu


orang, sebab hampir semua kecakapan, perubahan tingkah laku baik dalam
pengetahuan, kegemaran dan sikap bentuk pengetahuan dan keterampilan.
manusia dimodifikasi dan dikembangkan Dalam hubungannya dengan
dalam proses belajar. belajar, motivasi merupakan suatu
Belajar dapat diartikan sebagai kondisi kejiwaan atau daya penggerak
suatu proses untuk mencapai perubahan untuk menimbulkan kegiatan belajar,
tingkah laku dalam bentuk sikap, menjamin kelangsungan dan memberikan
pengetahuan dan keterampilan yang arah terhadap kegiatan tersebut, dengan
menjadi miliknya. Proses ini berlangsung timbulnya motivasi tersebut diharapkan
di dalam menjelajahi berbagai pula dapat mempengar uhi gairah
pengalaman. (Abdullah, 1983 : 2). belajar warga belajar. Hal ini sejalan
Pendapat lain tentang defenisi dengan pendapat yang dikemukakan
belajar, baik yang dilihat secara makro frandsen, bahwa segala usaha kita timbul
maupun secara mikro, secara sempit karena adanya motivasi dan dengan
bahwa Belajar dimaksudkan sebagai motivasi menyebabkan warga belajar
“suatu usaha penguasaan materi berkeinginan untuk belajar. Belajar juga
ilmu pangetahuan yang merupakan dapat mempengaruhi motivasi, dengan
sebagian kegiatan menuju terbentuknya demikian keduanya saling mempengaruhi
kepribadian seutuhnya”. (Sudirman, satu sama lain. (Abdullah, 1983 : 92)
1986 : 23). d. Motivasi Belajar
Di samping itu, (Tabrani, 1981 Berdasarkan pengertian motivasi
: 17), mengemukakan juga bahwa dan belajar yang telah dikemukakan di
“Belajar adalah suatu proses perubahan atas maka dapatlah dirumuskan bahwa
tingkah laku yang dinyatakan dalam pengertian motivasi belajar adalah
bentuk penguasaan, penggunaan dan sebagai berikut :
penilaian terhadap sikap dan nilai-nilai Menurut Winkel (1988 : 39) mengatakan
pengetahuan dan kecakapan dasar yang bahwa “Motivasi belajar adalah
terdapat dalam berbagai bidang studi keseluruhan Daya penggerak di dalam
atau lebih luas lagi dalam berbagai bidang diri siswa yang menimbulkan kegiatan
studi atau lebih luas lagi dalam berbagai belajar yang kelangsungannya dari
macam aspek kehidupan”. kegiatan belajar dan memberikan arah
Selanjutnya Gagne, (Slameto, 1991 pada kegiatan belajar itu, maka tujuan
: 2) mengemukakan bahwa “Belajar yang dikehendaki oleh siswa tercapai”.
adalah suatu proses usaha yang dilakukan Dikatakan keseluruhan karena
oleh individu untuk memperoleh suatu biasanya ada beberapa motif yang
perubahan tingkah laku yang baru. bersama-sama menggerakkan siswa
Secara keseluruhan sebagai hasil dari untuk belajar. Motivasi belajar merupakan
pengalaman individu itu sendiri dalam faktor psikis non intelektual. Peranannya
interaksi dengan lingkungannya”. khas yaitu dalam hal gairah/semangat
Sedangkan menurut Ahmadi ( 1991 belajar. Siswa yang termotivasi kuat akan
: 279) dikemukakan bahwa “Belajar mendorong untuk melakukan kegiatan
adalah suatu bentuk pertumbuhan atau belajar.
perubahan tingkah laku yang baru. Sardiman (1992) mengatakan bahwa
Secara keseluruhan sebagai hasil dari motivasi belajar adalah faktor psikis yang
pengelaman individu itu sendiri dalam khas yaitu dalam hal penumbuhan gairah,
interaksi dengan lingkungannya”. merasa senang dan bersemangat untuk
Dari beberapa pendapat yang melaksanakan kegiatan belajar.
dikemukakan oleh para ahli di atas, D a r i u r a i a n d i a t a s, d a p a t
maka dapatlah ditarik suatu kesimpulan disimpulkan bahwa motivasi belajar
bahwa belajar adalah suatu proses usaha adalah suatu tingkah laku yang
/ interaksi secara sadar yang dilakukan memperhatikan dorongan seseorang

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 31


Motivasi Belajar Warga Belajar ....

untuk melakukan sesuatu, baik Kejar paket B adalah prog ram


yang berasal dari individu maupun pendidikan luar sekolah yang dilaksanakan
yang berasal dari luar dirinya untuk untuk memberikan pelayanan pendidikan
melaksanakan kegiatan belajarnya. dasar setara SLTP pada warga masyarakat
Motivasi belajar itu ditandai dengan usia 13 – 15 tahun (SLTP), yang tidak
adanya keinginan, semangat, cita-cita tertampung pada pendidikan sekolah
sehingga terjadi perubahan tingkah karena berbagai hal, terutama motivasi
laku, baik dalam bentuk pengetahuan belajar dan keadaan ekonomi yang rendah.
dan keterampilan maupun dalam Masyarakat yang dimaksud, yang tidak
bentuk sikap dan nilai. dapat masuk di SLTP atau yang sederajat,
e. Cara-cara memotivasi warga belajar putus SLTP, tamat SD dan kejar paket A
Ada beberapa cara pemberian setara SD, tetapi tidak melanjutkan ke SLTP
motivasi kepada warga belajar dalam (Depdikbud, 1994). Tujuan utamanya adalah
mengikuti kegiatan belajar mengajar mengupayakan agar peserta didik (warga
dan berusaha, antara lain : belajar) dapat mengembangkan dirinya,
1) Cara Motivasi Instrinsik memperoleh pengetahuan dan keterampilan
Seorang fasilitator harus agar memiliki mata pencaharian tetap dan
menciptakan suatu suasana dalam layak untuk meningkatkan taraf hidupnya.
kelompok belajar supaya warga Program Kejar Paket B terdiri dari unsur
belajar dapat mengikuti pelajaran utama yaitu : warga belajar, tutor, dana
secara aktif dengan harapan hasil belajar dan penyelenggara, serta unsur
belajar yang dicapai memuaskan. pendukung lainnya yang terdapat dalam 10
Adapun cara yang dilakukan : patokan Diklusepora.
a) M e n y e s u a i k a n a n t a r a Dalam buku pentunjuk teknis, Program
kemampuan warga belajar Kejar Paket B, ditegaskan bahwa :
dan tingkat kesukaran materi “Program Kejar Paket B adalah suatu
pelajaran. kegiatan pembelajaran dengan sasaran warga
b) Materi pelajaran sedapat masyarakat melalui proses belajar dengan
mungkin dijadikan sebagai menggunakan Buku Paket B sebagai sarana
suatu permasalahan. utama yang isinya terdiri dari pendidikan
2) Cara Motivasi Ekstrinsik dasar umum dan pendidikan keterampilan
Motivasi secara ekstrinsik juga yang mengupayakan mata pencaharian yang
merangsang warga belajar untuk setara dengan Sekolah Lanjutan Tingkat
giat belajar. Metode yang digunakan Pertama (Depdikbud:1991:6)”.
dalam memotivasi secara ekstrinsik Program Kejar Paket B dalam realisasi
antara lain : pelaksanaannya terdiri dari dua model
a) Pemberian nilai atau angka pendekatan. Model pertama adalah Kejar
prestasi yang mempunyai Paket B School Base yang pendekatan
fungsional dengan pelajaran. klasikal, sedangkan model kedua adalan
b) Penberian penghargaan sebagai Kejar Paket B setara yang memprioritaskan
aspek dalam situasi belajar. sasaran pada warga belajar usia 16 – 44
c) D i u p a y a k a n t i m b u l n y a tahun dengan sistem Pendekatan Tutorial.
persaingan sehat diantara warga Adapun materi yang diberikan pada model
belajar dalam memperoleh nilai pertama adalah meliputi materi pendidikan
tertinggi. dasar umum yang terdiri dari : Pendidikan
d) Diadakan kerjasama dalam Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa
bentuk kegiatan belajar dan Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS
berusaha. dan Matematika. Sedangkan materi yang
e) Pemberian bantuan dana dalam diberikan pada model kedua meliputi
kegiatan belajar dan berusaha materi pendidikan dasar umum dan materi
pelajaran yang berkaitan dengan pendidikan
2. Kejar Paket B Setara SLTP keterampilan yang orientasinya adalah

32 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Motivasi Belajar Warga Belajar ....
Tujuan khusus program paket B
penciptaan lapangan kerja sebagai sumber terdiri atas :
mata pencaharian bagi warga belajar 1) Bidang Pendidikan Dasar
(BPKB, 1993:7). a) Memiliki pengetahuan setara
Po e r w a d a r m i n t a , ( 1 9 8 2 : 4 4 2 ) dengan SLTP, yang meliputi
mengatakan sebagai berikut “Setara pengetahuan tentang Agama,
diartikan sederajat, setingkat, keseimbangan, Pancasila dan Kewarganegaraan,
sejajar dan sama tinggi. Kata “setara” pada nilai-nilai Bangsa Indonesia,
kalimat “Program Kejar Paket B Setara” kemampuan berbahasa
mengandung pengertian bahwa materi Indonesia yang baik dan
pendidikan keterampilan yang diberikan benar, kesejahteraan keluarga,
pada warga belajar setara dengan materi kesehatan dan pendidikan
yang diberikan pada siswa Sekolah Lanjutan jasmani dan lingkungan hidup.
Tingkat Pertama (SLTP). b) Memiliki pengetahuan dan
Program Kejar Paket B Setara SLTP kemampuan berkomunikasi
yaitu suatu bentuk pembelajaran yang s e r t a ke m a m p u a n d a l a m
dilaksanakan oleh pemerintah dalam bidang ilmu pengetahuan dan
membantu masyarakat yang putus sekolah teknologi.
dan memberikan keterampilan yang c) Kemampuan dan kemauan
kelak mampu mandiri, dimana bentuk untuk belajar, bekerja dan
pelajarannya sama yang ada di sekolah berusaha sepanjang hayat.
formal. Berdasarkan pemaparan di atas d) Menguasai cara belajar, bekerja
dapat dikemukakan suatu kesimpulan dari dan berusaha yang efektif dan
pengertian Program Kejar Paket B Setara, efisien.
yaitu suatu kegiatan pembelajaran yang e) Terampil dan cerdas dalam
membelajarkan dengan sistem orientasi mengintegrasikan pendidikan
warga masyarakat usia 13 – 15 tahun melalui dasar umum dengan pendidikan
proses belajar dengan sistem pendekatan mata pencaharian
secara tutorial dengan menggunakan 2) B i d a n g P e n d i d i k a n M a t a
Buku Paket B sebagai sarana utama belajar Pencaharian
yang isinya terdiri dari pendidikan dasar, a) Memiliki pengetahuan dan
umum dan pendidikan keterampilan yang kemampuan tentang berbagai
mengupayakan mata pencaharian yang kemampuan pengembangan
setara dengan materi yang diajarkan pada dari sumber daya manusia dan
sekolah lanjutan tingkat pertama. sumber daya alam.
Dalam buku model program Kejar b) Memiliki kemampuan dan
Paket B lebih lanjut ditegaskan bahwa yang pengetahuan mengelola,
menjadi tujuan Program Kejar Paket B mengembangkan dan membina
Setara SLTP adalah : mata pencaharian tertentu
a. Tujuan Umum yang dapat diandalkan menjadi
Tu j u a n U mu m P r o g r a m sumber nafkah.
Kejar Paket B adalah menciptakan c) M e m i l i k i k e m a u a n d a n
pengetahuan, keterampilan dasar, sikap kemampuan untuk bekerja
dan kemampuan kualitas manusia lulusan sama dengan orang lain dan ikut
Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah, berperan serta dalam kegiatan
Kejar Paket B, Ujian Persamaan SD dan yang dapat menghasilkan
putus sekolah lanjutan tingkat pertama barang dan jasa.
dan dapat melanjutkan pendidikan ke d) M e m i l i k i k e m a u a n d a n
jenjang yang lebih tinggi, baik melalui kemampuan untuk memasarkan
jalur pendidikan sekolah maupun melalui barang dan jasa yang dapat
jalur pendidikan luar sekolah. dijadikan sumber nafkah.
e) M e m i l i k i s u m b e r m a t a
b. Tujuan Khusus

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 33


Motivasi Belajar Warga Belajar ....

pencaharian yang tetap dan


penghasilan yang berguna B. Kerangka Berpikir
untuk memenuhi kebutuhan Motivasi dianggap sesuatu yang terkait
hidupnya. dengan kebutuhan, maksudnya individu lebih
3) Dana Belajar termotivasi untuk melakukan suatu aktivitas,
Salah satu yang menunjang kalau aktivitas itu memenuhi kebutuhannya.
tercapainya pelaksanaan program Motivasi juga tidak terlepas dari adanya
pembelajaran tersebut yaitu rangsangan dari dalam maupun dari luar.
tersedianya dana pembelajaran, Salah satu rangsangan dari luar yang dapat
hal ini merupakan salah satu memotivasi warga belajar untuk ikut dalam
diantara 10 Patokan Pendidikan proses pembelajaran Kejar Paket B setara
Luar Sekolah. SLTP yaitu dana belajar yang disediakan oleh
Dana belajar dapat diartikan penyelenggara itu sendiri.
sebagai himpunan hasil usaha Pemberian motivasi berupa dana belajar
masyarakat atau bantuan dapat mengakibatkan warga belajar untuk aktif
pemerintah dalam bentuk uang, mengikuti proses pembelajaran. Dorongan
barang dan jasa untuk membiayai bagi warga belajar untuk aktif mengikuti proses
atau menjamin kelestarian dan pembelajaran, diharapkan mampu untuk lebih
keberlangsungan proses belajar giat belajar yang pada gilirannya warga belajar
mengajar dan berusaha yang memenuhi pengetahuan, keterampilan dan
bermanfaat bagi warga belajar sikap yang diharapkan setelah selesai mengikuti
dan warga masyarakat lainnya program pembelajaran.
(Depdikbud, 1995:12). Pengetahuan dan keterampilan yang
Pengertian di atas ditekankan diperoleh pada gilirannya diharapkan mampu
pada usaha membantu warga untuk berdiri sendiri dan dapat bekerja
belajar memperlancar terciptanya sama dengan orang lain dalam memenuhi
proses belajar mengajar dan kebutuhannya.
berusaha, dalam upaya mengubah Program Kejar Paket B Setara SLTP
pola pikir dan prilaku, sikap dan dapat berlangsung secara efektif, manakala
keterampilan yang diperlukan. adanya ketersediaan dana pembelajaran dan
Berdasarkan pemaparan keinginan warga belajar untuk belajar. Oleh
tersebut, dapat disimpulkan bahwa karena dana pembelajaran tersebut diberikan
dana belajar Kejar Paket B adalah untuk memotivasi warga belajar dalam belajar,
himpunan hasil usaha masyarakat sehingga penyelesaian program pembelajaran
atau bantuan pemerintah dalam yang diikutinya berhasil secara efektif dan
bentuk uang, barang dan jasa efisien.
yang dapat dipergunakan oleh
warga belajar Kejar Paket B METODOLOGI
untuk membiayai kelestarian dan
keberlangsungan proses belajar A. Pendekatan dan Design Penelitian
mengajar dan berusaha dalam 1. Pendekatan Penelitian
rangka mengubah pola pikir dan Penelitian ini merupakan penelitian
prilaku, sikap dan keterampilan deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk
ke arah upaya penciptaan mata memperoleh gambaran tentang bagaimana
pencaharian yang setara dengan motivasi belajar warga belajar dalam
yang diberikan siswa pada sekolah mengikuti Program Kejar Paket B Setara
lanjutan tingkat pertama. SLTP. Bagian ini memuat uraian tentang
Dana belajar tersebut variabel penelitian, defenisi operasional
merupakan suatu cara dalam variabel, populasi dan sampel, teknik
membantu motivasi warga belajar pengumpulan data dan teknik analisis
dengan memotivasi dari luar atau data.
motivasi ekstrinsik. 2. Desain Penelitian

34 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Motivasi Belajar Warga Belajar ....

Desain variabel yang akan diteliti dijawab oleh responden/warga belajar.


dalam penelitian ini yaitu motivasi belajar Daftar pertanyaan atau pernyataan
warga belajar dalam mengikuti Program dibuat dalam bentuk tertutup.
Kejar Paket B Setara SLTP Tunas Bangsa Angket yang digunakan adalah angket
di Kelurahan Balang Baru Kecamatan tertutup, karena alternatif jawaban
Tamalate Binaan SKB Ujungpandang telah disediakan. Respon hanya tinggal
Kota. memilih salah satu alternatif jawaban
yang sesuai dan jawaban alternatif
B. Peubah dan Defenisi Operasional tersebut yang selalu, kadang-kadang,
1. Motivasi belajar adalah sesuatu yang timbul tidak pernah, Aswar (1995:134).
dari dalam diri maupun dari luar diri warga Angket digunakan untuk mengetahui
belajar, sebagai pendorong dalam belajar motivasi belajar warga dalam mengikuti
untuk pencapaian tujuan dengan keaktifan program pembelajaran Kejar Paket B
belajar. setara SLTP Tunas Bangsa di Kelurahan
2. Kejar Paket B Setara SLTP adalah suatu Balang Baru Kecamatan Tamalate Kota
kegiatan pembelajaran yang diperuntukkan Makassar.
pada warga masyarakat usia 13 – 15 tahun
(usia SLTP) dengan memberikan pendidikan E. Teknik Analisis Data
dasar umum dan pendidikan keterampilan Data yang diperoleh melalui
angket, selanjutnya dianalisa dengan
C. Populasi dan Sampel meng gunakan analisis dalam bentuk
Menurut Suharsimi (1991:107) bahwa : presentase, dimaksudkan untuk mengetahui
“…apabila subjeknya kurang dari 100 lebih motivasi warga belajar dalam mengikuti
baik diambil semua, sehingga penelitiannya pembelajaran Kejar Paket B setara SLTP
merupakan penelitian populasi”. Tunas Bangsa di Kelurahan Balang Baru
Berdasarkan pada pendapat tersebut Kecamatan Tamalate Kota Makassar
dan mengingat bahwa penelitian ini bertujuan dengan menggunakan pedoman konversi
untuk mengetahui atau mengungkapkan seperti yang dikemukakan oleh Ari Kunto
motivasi belajar warga belajar dalam mengikuti (1993:658) yaitu :
pembelajaran Kejar Paket B Setara SLTP Tunas
Bangsa di Kelurahan Balang Baru Kecamatan Skor Standar Tingkat Pelaksanaan
Tamalate Binaan SKB Ujungpandang Kota, 90 – 100 % Tinggi
maka yang menjadi populasi dalam penelitian 65 – 89 % Sedang
ini adalah berjumlah 20 orang warga belajar. 0 – 64 % Rendah

D. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Selanjutnya teknik analisis data yang
Untuk mendapatkan data yang lengkap digunakan dalam penelitian ini adalah
sesuai yang diinginkan, maka peneliti analisis deskriptif kuantitatif dalam
menggunakan beberapa teknik pengumpulan bentuk persentase, dengan tujuan untuk
data. Adapun teknik yang digunakan dalam menggambarkan motivasi belajar warga
pengumpulan data tersebut yaitu dokumentasi belajar dalam mengikuti pembelajaran
dan angket, sedangkan realisasi dari teknik Kejar Paket B setara SLTP Tunas Bangsa
pengumpulan data tersebut, dibuatlah di Kelurahan Balang Baru Kecamatan
instrumennya sebagai berikut : Tamalate Kota Makassar sedangkan rumus
1. Dokumentasi dibuatkan pencatatan yang digunakan dalam teknik analisis
dokumen yang dibutuhkan yang berisikan deskriptif presentase yang digunakan,
informasi tentang jumlah warga belajar, sebagaimana yang dirumuskan oleh Ali
keadaan warga belajar dan sumber dana (1985:184)
n sebagai berikut :
belajar yang digunakan pada pembelajaran %= × 100
Kejar Paket B Setara SLTP. N
2. Angket dibuat instrumen berupa daftar
pertanyaan/pernyataan tertulis yang harus Dimana :

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 35


Motivasi Belajar Warga Belajar ....

% = Persentase Kecamatan Tamalate Kota Makassar,


n = Nilai yang diperoleh atau skor yang berkisar antara 13 – 15 tahun dan 16
diperoleh – 20 tahun untuk lebih jelasnya dapat
N = Jumlah seluruh nilai atau (Nilai Ideal) dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.2 Deskripsi Warga Belajar


Menurut Umur
Umur (Tahun) f %
< 13 0 0,00
HASIL PENELITIAN DAN
13 - 15 19 95,00
PEMBAHASAN
> 15 1 5,00
A. Hasil Penelitian Jumlah 20 100,00
1. Karakteristik Warga Belajar
Karakteristik warga belajar yang akan
Sumber : Hasil analisis identifikasi warga belajar
dikemukakan berikut ini ada dua aspek yaitu
jenis kelamin dan umur.
a. Jenis Kelamin Ta b e l 4 . 2 t e r s e b u t d i a t a s
Jenis kelamin warga belajar Kejar menunjukkan bahwa dari 20 orang
Paket B setara SLTP Tunas Bangsa di warga belajar terdapat 19 orang warga
Kelurahan Balang Baru Kecamatan belajar (95%) berumur antara 13 – 15
Tamalate Kota Makassar, dapat dilihat
tahun dan 1 orang warga belajar (5%)
pada tabel berikut :
berumur lebih dari 15 tahun. Hal ini
Tabel 4.1 Deskripsi Warga Belajar Menurut menunjukkan bahwa pada usia mereka
Jenis Kelamin untuk belajar pada tingkat sekolah
lanjutan pertama sangat sesuai untuk
Jenis Kelamin f %
melanjutkan pendidikan mereka. Untuk
Laki – laki 0 memperoleh gambaran tentang motivasi
0,00 belajar warga belajar dalam mengikuti
Perempuan 20 program pembelajaran Kejar Paket B
setara SLTP Tunas Bangsa di Kelurahan
Sumber : Hasil analisis identifikasi warga Balang Baru Kecamatan Tamalate Kota
belajar Makassar akan diungkapkan dalam
Tabel 4.1 di atas menunjukkan proses pembelajaran pada Kejar Paket B
bahwa 20 orang warga belajar (100%) setara SLTP Tunas Bangsa di Kelurahan
yang berjenis kelamin perempuan. Hal Balang Baru Kecamatan Tamalate Kota
ini menunjukkan bahwa kesadaran bagi Makassar.
mereka tentang pentingnya pendidikan Pe m b e r i a n s a r a n a b e l a j a r
demi masa depan mereka. Khususnya melalui dana belajar yang berasal dari
warga belajar yang berjenis kelamin pemerintah daerah Kota Makassar dan
perempuan di Kelurahan Balang Baru, diselenggarakan oleh SKB Ujungpandang
Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Kota yang diberikan kepada warga belajar
pada program Kejar Paket B setara SLTP
b. Umur Tunas Bangsa di Kelurahan Balang Baru
Rata-rata umur warga belajar Kecamatan Tamalate Kota Makassar
Kejar Paket B setara SLTP Tunas yang disesuaikan dengan jumlah mata
Bangsa di Kelurahan Balang Baru pelajaran yang telah ditentukan.

36 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Motivasi Belajar Warga Belajar ....

Adanya dana yang telah disediakan, Tabel 4.4 Ketetapan frekuensi ke-
maka warga belajar dapat lebih giat dan hadiran warga belajar setiap
tetap termotivasi belajar, menambah kali pertemuan
pengetahuan dan keterampilan yang Kategori Jawaban f %
diajarkan sebagai bekal masa depannya
Selalu 20 100,00
dan kelak mampu mandiri dan berusaha
sendiri. Kadang-kadang 0 0,00
Tidak Pernah 0 0,00
2. Motivasi Belajar Warga Belajar Kejar Paket Jumlah 20 100,00
B Setara SLTP
Penggambaran keadaan motivasi Sumber : Hasil analisis item No. 2
belajar warga belajar Kejar Paket B setara
Tabel 4.4 tersebut di atas,
SLTP dalam mengikuti proses pembelajaran
ternyata dari 20 orang warga belajar
setiap kali pertemuan di Kelurahan (100%) menyatakan bahwa dalam
Balang Baru Kecamatan Tamalate Kota mengikuti materi pembelajaran, mereka
Makassar. selalu tepat waktu dalam mengikuti
a. Keaktifan warga belajar dalam mengikuti pembelajaran Kejar Paket B. jam
semua mater pembelajaran, dapat dilihat belajar warga belajar dimulai pada pukul
Tabel 4.3 Keaktifan Warga Belajar Mengikuti 13.00 – 17.00 Wita. Berdasarkan hasil
Semua Materi Pelajaran pengamatan, bahwa kehadiran warga
belajar sebelum dimulai pelajaran,
Kategori Jawaban f % warga belajar datang bersama teman-
Aktif 20 100,00 temanya dan ada pula yang menjemput
Kurang Aktif 0 0,00 teman-temannya sebelum jam pelajaran
dimulai, sehingga pada saat proses
Tidak Aktif 0 0,00 pembelajaran dimulai warga belajar
Jumlah 20 100,00 hadir semua di dalam kelas.
Sumber : Hasil analisis item No. 1 c. Keaktifan warg a belajar dalam
ruangan sekalipun tutor tidak masuk
Berdasarkan Tabel 4.3 tersebut
memberikan materi pelajaran, dapat
di atas, ternyata 20 orang warga
dilihat pada tabel berikut :
belajar (100%) menyatakan bahwa
mereka selalu aktif mengikuti materi Tabel 4.5 Keaktifan warga belajar
pembelajaran setiap kali pertemuan. mengikuti pelajaran sekalipun
Hal ini menunjukkan bahwa motivasi tutor tidak fhadir
Kategori Jawaban %
warga belajar untuk mengikuti materi
pembelajaran tersebut berada dalam Selalu 20 100,00
kategori tinggi. Berdasarkan hasil Kadang-kadang 0 0,00
pengamatan, bahwa warga belajar
dalam mengikuti pembelajaran selalu Tidak Pernah 0 0,00
bersemangat belajar dan kehadiran Jumlah 20 100,00
mereka pun baik.
b. Ketetapan frekuensi kehadiran warga Sumber : Hasil analisis item No. 2
belajar dalam setiap kali pertemuan pada
pembelajaran Kejar Paket B, dapat dilihat Tabel 4.4 tersebut di atas,
pada tabel berikut : ternyata dari 20 orang warga belajar
(100%) menyatakan bahwa dalam
mengikuti materi pembelajaran,
mereka selalu tepat waktu dalam
mengikuti pembelajaran Kejar Paket

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 37


Motivasi Belajar Warga Belajar ....

B. jam belajar warga belajar dimulai Tabel 4.6 Keaktifan warga belajar men-
pada pukul 13.00 – 17.00 Wita. gajukan pertanyaan
Berdasarkan hasil pengamatan, bahwa Kategori Jawaban f %
kehadiran warga belajar sebelum
dimulai pelajaran, warga belajar Aktif 16 80,00
datang bersama teman-temanya dan Kurang Aktif 3 15,00
ada pula yang menjemput teman- Tidak Aktif 1 5,00
temannya sebelum jam pelajaran
dimulai, sehingga pada saat proses Jumlah 20 100,00
pembelajaran dimulai warga belajar Sumber : Hasil analisis item No. 5
hadir semua di dalam kelas. Tabel 4.6 tersebut di atas, ternyata
d. Keaktifan warga belajar dalam dari 20 orang warga belajar terdapat dari
ruangan sekalipun tutor tidak masuk 16 orang warga belajar (80%) menyatakan
memberikan materi pelajaran, dapat selalu aktif mengajukan pertanyaan, jika
dilihat pada tabel berikut : tidak mengerti pelajaran yang diajarkan,
Tabel 4.5 Keaktifan warg a belajar 3 orang warga belajar (15%) menyatakan
mengikuti pelajaran sekalipun kurang aktif mengajukan pertanyaan
tutor tidak hadir jika tidak mengerti pelajaran yang
Kategori Jawaban f % diajarkan dan 1 orang warga belajar (5%)
menyatakan tidak aktif mengajukan
Aktif 18 90,00
pertanyaan jika tidak mengerti materi
Kurang Aktif 2 10,00 pelajaran yang diajarkan. Berdasarkan
Tidak Aktif 0 0,00 hasil pengamatan, menunjukkan bahwa
kemauan warga belajar dalam mengajukan
Jumlah 20 100,00 pertanyaan baik dan rasa ingin tahu
Sumber : Hasil analisis item No. 3 dalam belajar selalu termotivasi.
e. Gambaran warga belajar tekun dalam
Tabel 4.5 tersebut di atas, mengikuti materi pelajaran, dapat dilihat
ternyata dari 20 orang warga belajar pada tabel berikut :
terdapat 18 orang (90%) menyatakan
bahwa mereka selalu belajar sendiri
dalam ruangan sekalipun tutor tidak Tabel 4.7 Ketekunan warga belajar dengan
hadir dan 2 orang warga belajar (10%) mengikuti materi pembelajaran
menyatakan kadang-kadang mereka Kategori Jawaban f %
belajar sendiri, sekalipun tutor tidak Selalu 20 100,00
masuk. Hal ini menunjukkan bahwa
kesadaran warga belajar menghargai Kadang-kadang 0 0,00
dan memanfaatkan waktu penting dari Tidak Pernah 0 0,00
pada berlalu tanpa melakukan sesuatu.
Jumlah 20 100,00
Sesuai dengan hasil pengamatan,
bahwa keaktifan warga belajar hadir Sumber : Hasil analisis item No. 4
pada pembelajaran Kejar Paket B
Ta b el 4.7 ter seb ut d i a ta s,
dan belajar sendiri di dalam kelas,
ternyata 20 orang warga belajar (100%)
sekalipun tutor tidak dapat hadir dan
menyatakan bahwa dalam mengikuti
menampakkan sebagai seorang siswa
materi pembelajaran pada setiap kali
yang terpelajar.
pertemuan. Mereka selalu tekun dan
e. Gambaran warga belajar aktif
tetap berkonsentrasi belajar. Berdasarkan
mengajukan pertanyaan pada tutor,
hasil pengamatan, bahwa warga belajar
jika tidak mengerti pelajaran yang
mengikuti materi pembelajaran, semua
diberikan dapat dilihat pada tabel
memperhatikan tutor dalam memberikan
berikut :
dan menjelaskan materi yang diberikan.

38 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Bahkan bila ada materi yang kurang Tabel 4.9 tersebut di atas,
dimengerti, warga belajar langsung menunjukkan bahwa 20 orang warga
mengajukan pertanyaan tanpa menunggu belajar semuanya (100%) menyatakan
tutor selesai menjelaskan. Hal ini selalu aktif menjawab pertanyaan
menunjukkan bahwa bahwa warga yang diberikan oleh tutor. Hasil
belajar memusatkan perhatiaannya pada pengamatan, bahwa warga belajar
materi pelajaran yang diajarkan. semuanya mempunyai keberanian
f. Gambaran warga belajar berusaha dalam menjawab pertanyaan yang
menyelesaikan tugas kelompok dengan diberikan tutor, bait yang menyangkut
teman kelompoknya dan aktif berdiskusi, pelajaran maupun informasi tentang
dapat dilihat pada tabel berikut : perkembangan teknologi, walaupun
mereka salah menjawab atau tidak
Tabel 4.8 Frekuensi penyelesaian tugas sesuai dengan pertanyaan yang
kelompok diberikan. Selain mereka aktif
Kategori Jawaban f % bertanya warga belajar juga aktif
Selalu 20 100,00 mengkritik dan meluruskan apabila
tutor memberi penjelasan tentang
Kadang-kadang 0 0,00 materi yang tidak dipahami.
Tidak Pernah 0 0,00 h. G a m b a r a n w a r g a b e l a j a r
Jumlah 20 100,00 memanfaatkan waktunya, apabila
tidak ada tugas yang diberikan oleh
Sumber : Hasil analisis item No. 10 tutor, warga belajar mengulang materi
Tabel 4.8 tersebut di atas, ternyata pelajaran yang telah diberikan atau
dari 20 orang warga belajar (100%) membaca buku-buku pelajaran di
menyatakan selalu menyelesaikan tugas dalam ruangan/kelas, hal ini dapat
kelompok dengan teman kelompoknya dilihat pada tabel berikut :
sendiri tanpa harus meminta petunjuk Tabel 4.10 Kerajinan warga belajar
dari kelompok lain. Berdasarkan hasil memanfaatkan waktu luang
pengamatan, bahwa warga belajar
tersebut dalam menyelesaikan tugas Kategori Jawaban f %
kelompoknya semua aktif memberi Selalu 17 85,00
pendapat dan apabila warga selesai Kadang-kadang 3 15,00
menyelesaikan tugas-tugasnya, warga
belajar bersama-sama temannya Tidak Pernah 0 0,00
berdiskusi membahas permasalahan Jumlah 20 100,00
yang diberikan. Ini menunjukkan bahwa
kebersamaan dalam belajar masih ada. Sumber : Hasil analisis item No. 8
g. Gambaran warga belajar menjawab Tabel 4.10 tersebut di atas
pertanyaan yang diberikan oleh tutor menunjukkan bahwa dari 20 orang
pada saat pembelajaran berlangsung, warga belajar, terdapat 17 orang
dapat dilihat pada tabel berikut : warga belajar (85%) yang menyatakan
Tabel 4.9 Keaktifan warga belajar menjawab selalu memanfaatkan waktu luangnya
pertanyaan untuk mengulang materi pelajaran
Kategori Jawaban f % atau membaca buku pelajaran atau
membaca buku pelajarannya. Hasil
Aktif 20 100,00 pengamatan, bahwa apabila warga
Motivasi Belajar Warga Belajar ....
Kurang Aktif 0 0,00 belajar tidak mempunyai tugas atau
tutor belum hadir untuk memberi
Tidak Aktif 0 0,00
pelajaran dalam kelas, maka mereka
Jumlah 20 100,00 mengambil inisiatif untuk belajar
Sumber : Hasil analisis item No. 9 sendiri, dengan membaca materi

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 39


Motivasi Belajar Warga Belajar ....

pelajaran yang telah diberikan tutor Tabel 4.12 Warga Belajar mengerjakan
atau membaca buku-buku pelajaran tugas dengan meminta petunjuk
lainnya. Berdasarkan hasil informasi, dari tutor atau teman
salah seorang warga belajar (ketua
kelas) mengatakan bahwa dari pada
waktu terbuang begitu saja dan
Kategori Jawaban f %
membicarakan gosip yang tidak
bermanfaat, lebih baik digunakan Selalu 16 80,00
untuk membaca buku pelajaran. Kadang-kadang 4 20,00
i. Gambaran warga belajar jika suatu
saat tidak hadir mengikuti pelajaran, Tidak Pernah 0 0,00
warga belajar menanyakan kembali Jumlah 20 100,00
kepada tutor atau teman-temannya,
dapat dilihat pada tabel berikut : Sumber : Hasil analisis item No. 7
Tabel 4.11 Warga belajar rajin mengulangi Tabel 4.12 di atas menunjukkan
materi pelajaran, jika tidak bahwa dari 20 orang warga belajar,
mengikuti pelajaran terdapat 16 orang warga belajar (80%)
yang mengatakan selalu menyelesaikan
Kategori Jawaban f %
tugasnya dengan meminta petunjuk
Selalu 16 80,00 dari tutor atau temennya, jika tidak bisa
Kadang-kadang 4 20,00 menyelesaikan sendiri, dan 4 orang warga
belajar (20%) yang menyatakan kadang-
Tidak Pernah 0 0,00 kadang mereka meminta petunjuk
Jumlah 20 100,00 dari tutor atau temannya, jika tidak
bisa menyelesaikan tugasnya. Hal ini
Sumber : Hasil analisis item No. 8
menunjukkan bahwa, motivasi warga
Tabel 4.11 tersebut di atas belajar untuk mengetahui sesuatu
menunjukkan bahwa dari 20 orang cukup tinggi, seperti dengan tugas yang
warga belajar, terdapat 16 orang diberikan.
warga belajar (80%) menyatakan k. Gambaran warga belajar menyelesaikan
selalu mengulang materi pelajaran tugasnya sendiri, apalagi yang diberikan
yang tidak diikutinya dan terdapat oleh tutornya, warga belajar berusaha
4 orang warg a belajar (20%) menyelesaikannya sendiri tanpameminta
yang menyatakan kadang-kadang bantuan dari orang lain, dapat dilihat
mengulangi materi pelajaran jika tidak pada tabel berikut.
hadir dalam mengikuti pelajaran.
Tabel 4.13 Warga belajar menyelesaikan
Hasil pengamatan bahwa warga
tugasnya sendiri
belajar apabila tidak dapat mengikuti
pelajaran, maka keinginan untuk Kategori Jawaban f %
mengetahui tentang penjelasan Selalu 16 80,00
materi pelajaran yang tidak sempat Kadang-kadang 4 20,00
diikutinya. Warga belajar mengulang
materi dengan menanyakan kembali Tidak Pernah 0 0,00
kepada tutor atau temannya. Hal ini Jumlah 20 100,00
menunjukkan bahwa motivasi yang
dimiliki warga belajar dalam belajar Sumber : Hasil analisis item No. 11
selalu ada. Tabel 4.13 tersebut di atas
j. Gambaran warga belajar menyelesaikan menunjukkan bahwa dari 20 orang
tugasnya dengan meminta petunjuk warga belajar terdapat 16 orang warga
dari tutor atau temannya, jika tidak belajar (80%) yang menyatakan selalu
bisa menyelesaikan sendiri dapat menyelesaikan tugasnya tampa harus
dilihat pada tabel berikut. meminta bantuan dari orang lain, apabila

40 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Motivasi Belajar Warga Belajar ....

diberi tugas dari tutor ; dan 4 orang Table 4.15 Kerajinan Warga Belajar
warga belajar (20%) yang menyatakan mengulang pelajaran di
kadang-kadang mengerjakan tugas rumah
dengan sendirinya. Hal ini menunjukkan Kategori Jawaban f %
bahwa motivasi warga belajar berusaha
Selalu 16 80,00
dalam merngerjakan tugasnya tersebut,
tanpa bantuan orang lain. Hasil observasi Kadang-kadang 4 20,00
juga, menunjukkan bahwa apabila ada Tidak Pernah 0 0,00
tugas dari tutor warga belajar berupaya
untuk menyelesaikan dengan serius, Jumlah 20 100,00
walaupun itu jawabannya terkadang Sumber : Hasil analisis item No. 13
salah. Hal ini yang menunjukkan bahwa
Table 4.15 tersebut di atas
warga belajar mengerjakan tugasnya
menunjukkan dari 20 orang warga
tetap termotivasi.
belajar terdapat 16 orang warga
l. Gambaran warga belajar meminta
belajar (80%) yang menyatakan
bimbingan tutor pada saat proses
selalu mengulangi materi pelajaran
pembelajaran berlangsung jika tidak
di rumah yang telah diajarkan oleh
bisa berkonsentrasi dalam bejajar, dapat
tutor, dan 4 orang warga belajar (20%)
dilihat pada tabel berikut :
yang menyatakan kadang-kadang
Tabel 4.14 Wa r g a b e l a j a r m e m i n t a
mengulang materi pelajaran di rumah.
bimbingan tutor, jika tidak bisa
Rajin mengulang materi pelajaran
konsentrasi
di rumah menunjukkan bahwa ada
Kategori Jawaban f % kesempatan, motivasi warga belajar
Selalu 17 85,00 rajin memanfaatkan waktunya untuk
belajar.
Kadang-kadang 3 15,00 n. Gambaran warga belajar mengerjakan
Tidak Pernah 0 0,00 tugas pekerjaan rumah (PR) yang
Jumlah 20 100,00 diberikan tutor sesuai dengan waktu
yang telah di tentukan, dapat dilihat
Sumber : Hasil analisis item No. 12 pada table berikut :
Tabel 4.14 tersebut di atas Table 4.16 Kerajinan warga belajar
menunjukkan bahwa 20 orang warga mengerjakan tugas pekerjaan
belajar terdapat 17 orang warg a rumah (PR)
belajar (85%) yang menyatakan selalu Kategori Jawaban f %
meminta bimbingan tutor, jika tidak
bisa berkonstrasi pada saat pelajaran Selalu 16 80,00
berlangsung, dan tiga warga belajar Kadang-kadang 4 20,00
(15%) yang menyatakan kadang-kadang
Tidak Pernah 0 0,00
meminta petunjuk dari tutor, jika tidak
bisa konsentrasi pada saat belajar. Hal ini Jumlah 20 100,00
menunjukkan bahwa, pada saat proses Sumber : Hasil analisis item No. 14
pembelajaran berlangsung warga belajar
memperhatikan materi pelajaran; bahkan Table 4.16. tersebut di atas,
mereka tetap berusaha untuk tetap menunjukkan bahwa 20 orang warga
berkonsentrasi, memperhatikan materi belajar terdapat 16 orang warga
pelajaran yang di ajarkan. belajar (80%) yang menyatakan
m. Gambaran warga belajar rajin mengulang selalu mengerjakan tugas pekerjaan
pelajaran yang telah diajarkan oleh rumahnya dan mengumpulkan sesuai
tutor di rumah, dapat dilihat pada table dengan waktu yang ditentukan,
berikut. dan 4 orang warga belajar (20%)
yang menyatakan kadang-kadang

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 41


Motivasi Belajar Warga Belajar ....

mereka mengerjakan tugas pekerjaan 3. Gambaran motivasi belajar warga belajar


rumahnya. Hal ini menunjukkan Kejar Paket B Setara SLTP Tunas Bangsa
bahwa kesadaran warga belajar dalam di Kelurahan Balang Baru, Kecamatan
mengerjakan tugas pekerjaan rumah Tamalate Kota Makassar
tidak selesai dan tidak mengumpulnya Data yang disajikan dalam penelitian
sesuai waktu yang ditentukan, maka ini adalah hasil penelitian dari motivasi
akan diberi tambahan tugas lagi. belajar warga belajar dalam mengikuti
Hukuman yang diberikan malalui pembelajaran Kejar Paket B Setara SLTP
tembahan tugas kepada warga Tunas Bangsa di Kelurahan Balang Baru,
belajar yang tidak mengerjakan Kecamatan Tamalate Kota Makassar
tugas pekerjaan rumah merupakan dari 20 Orang responden/warga belajar
dorongan untuk selalu rajin belajar dan yang memberikan jawaban, terhadap 15
mengerjakan tugas-tugas lainnya. item pertanyaan diperoleh skor nilai/nilai
o. Gambaran warg a belajar rajin ideal sebesar 40 (2x20) untuk setiap item
menyelesaikan tugas-tugas yang pertanyaan. Untuk lebih jelasnya dapat
diberikan, baik tugas individu tugas dilihat pada table 4.18.
kelompok, maupun tugas pekerjaan Berdasarkan tabel 4.18 tentang hasil
dapat dilihat pada table berikut : analisis persentase, apabila dikonsultasikan
Table 4.17 Kerajinan warga belajar dengan pedoman konversi yang telah
mengerjakan tugas yang dikemukakan pada Bab III, maka terbukti
diberikan tutor. bahwa motivasi belajar warga belajar
Kategori Jawaban f % tergolong tinggi, yakni mencapai 94,66%
Selalu 16 80,00 dari data yang telah dikumpulkan.
Kadang-kadang 4 20,00 4. Pembahasan Hasil Penelitian
Tidak Pernah 0 0,00 Salah satu dari 10 patokan Pendidikan
Jumlah 20 100,00 Luar Sekolah yaitu dana penyelenggara.
Dana belajar tersebut merupakan alat
Sumber : Hasil analisis item No. 15 penggerak untuk melakukan suatu kegiatan
Table 4.17. Tersebut di atas dalam pencapain tujuan yang digunakan pada
menunjukkan bahwa 20 orang warga program pembelajaran Kejar Paket B Setara
belajar terdapat 16 (80%) yang SLTP yaitu bersumber dari pemerintah
menyatakan selalu menyelesaikan kota Makassar Tahun Anggaran 2003.
tugas-tugas yang diberikan oleh tutor, Dana penyelenggaraan tersebut berupa
dan 4 orang warga belajar (20%) yang perlengkapan belajar yaitu buku-buku, baik
menyatakan kadang-kadang mereka buku tulis maupun buku panduan (modul)
mengerjakan tugasnya, baik tugas dan alat tulis menulis, serta biaya perjalanan
individu, tugas kelompok, maupun dinas (transportasi tutor dan penyelenggara)
tugas pekerjaan rumahnya. Hal ini selama program kegiatan Kejar Paket B
menunjukkan bahwa motivasi warga Setara SLTP berlangsung.
belajar mengikuti program Kejar Dari hasil pengamatan yang dilakukan
Paket B Setara SLTP tergolong oleh penulis pada SKB Ujung Pandang
tinggi dan serius dalam belajar, hal Kota, pada warga belajar di Kelurahan
ini dapat dilihat dari keseriusan Balang Baru, Kecamatan Tamalate kota
warga belajar menyelesaikan tugas Makassar, ternyata kebutuhan belajar dari
dan tanggung jawab yang diberikan. warga belajar belum terlayani dengan
Mereka menyadari pentingnya baik dari segi sarana maupun prasarana,
pendidikan untuk masa depan mereka sehingga minat dan motivasi untuk belajar
sehingga mereka ikut dalam program tidak ada. Ini disebabkan karena orangtua
pembelajaran Kejar Paket B atas warga belajar berasal dari keluarga yang
kesadaran sendiri. kurang mampu, sehingga anak mereka pun
tidak mampu Paket B Setara SLTP dapat
membantu meningkatkan motivasi belajar
42 Andragogi Vol.2 No.1. 2008
Table. 4.18 Kondisi Objektif Motivasi Belajar Warga Belajar Mengikuti Pembelajaran Kejar Paket
B Setara SLTP

No. Item Nilai yang diperoleh Jumlah seluruh nilai Persentase Kategori
1 40 40 100.00 Tinggi
2 40 40 100.00 Tinggi
3 38 40 95.00 Tinggi
4 40 40 100.00 Tinggi
5 36 40 90.00 Tinggi
6 36 40 90.00 Tinggi
7 40 40 100.00 Tinggi
8 37 40 92.05 Tinggi
9 40 40 100.00 Tinggi
10 40 40 100.00 Tinggi
11 36 40 90.00 Tinggi
12 37 40 92.05 Tinggi
13 36 40 90.00 Tinggi
14 36 40 90.00 Tinggi
15 36 40 90.00 Tinggi
Jumlah 568 600 94.66 Tinggi

melanjutkan ke jenjang tingkat Hasil penelitian tentang motivasi belajar


tinggi pertama (SLTP). warga belajar dalam pembelajaran Kejar Paket
Sebelum dilaksanakan proses Setara SLTP menunjukkan bahwa sebelum
pembelajaran Kejar Paket B Setara SLTP warga belajar mengetahui tentang program
warga belajar tidak termotivasi untuk ikut tersebut, maka warga belajar tidak termotivasi
dan bergabung dalam proses pembelajaran untuk ikut belajar, tetapi setelah warga belajar
Kejar Paket yang diselenggarakan oleh mengetahui tentang pembelajaran tersebut
SKB Ujung Pandang Kota, Karena maka keadaan motivasi belajar warga beljar
orang tua dan warga belajar yang ada dalam kategori tinggi. Keaktifan belajar warga
pada Kelurahan Balang Baru, Kecamatan belajar mengikuti pembelajaran pada Kejar
Tamalate Kota Makassar beranggapan Paket B tergolong tinggi, mencapai 94,66%.
bahwa program yang akan dilaksanakan Hal ini dapat dilihat pada keaktifan warga
tersebut memungut biaya seperti pada belajar mengikuti pembelajaran setiap hari,
sekolah formal. Oleh karena itu ketua warga belajar aktif bertanya, aktif berdiskusi,
penyelenggara dan Pamong Belajar aktif menjawab pertanyaan yang diberikan,
memberi pengarahan dan penjelasan dan warga belajar rajin beljar sendiri dalam
tentang program Kejar Paket B setara kelas sambil menunggu tutor, serta rajin
SLTP yang akan dilaksanakan. Program mengerjakan tugas-tugas yang diberikan, baik
tersebut tidak memungut biaya atau tugas individu, tugas kelompok maupun tugas
warga beljar ikut dalam pembelajaran pekerjaan umah. Hal ini membuktikan bahwa
Kejar Paket tersebut secara gratis, adanya progam penyelenggaraan pembelajaran
karena dana berlajarnya atau biaya Kejar
penyelenggaraan program ini berasal dari
pemerintah daerah kota makassar.

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 43


Motivasi Belajar Warga Belajar ....

warga belajar seperti yang dirasakan pada sekolah formal.


Salah satu upaya yang dapat mendukung tujuan pembelajaran yang sifatnya dari luar yaitu
dana belajar yang digunakan pada program pembelajaran Kejar Paket B setara SLTP, untuk
memenuhi kebutuhan warga belajar sehingga motivasi belajar warga belajar dapat lebih baik.
Pemberian dana belajar dalam memotivasi warga belajar diharapkan semaksimal mungkin
terjadi secara nyata dan signifikan. Dengan timbulnya motivasi tersebut diharapkan pula dapat
mempengaruhi gairah belajar warga belajar. Pemberian motivasi bertujuan untuk membuat
warga belajar menjadi lebih bersemangat yang pada akhirnya menimbulkan dorongan untuk
kreatif dan selalu aktif dalam kegiatan pembelajaran.

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan pada uraian dan hasil penelitian di atas dapat tertarik kesimpulan bahwa
motivasi belajar warga belajar dalam mengikuti proses pembelajaran pada Kejar Paket B tersebut,
tergolong tinggi. Hal ini terlihat pada keaktifan warga belajar mengikuti pembelajaran setiap hari
aktif bertanya dan menjawab pertanyaan, aktif berdiskusi, belajar sendiri, rajin mengerjakan
tugas-tugas yang diberikan.
B. Saran
1. Diharapkan kepada warga belajar, agar lebih meningkatkan motivasi belajarnya dan dalam diri
warga belajar, bukan dikarenakan adanya dana belajar yang tersedia.
2. Diharapkan penggunaan dana belajar, dapat dimanfaatkan pada kegiatan pendidikan luar
sekolah lainnya, dan dana belajar diharapkan pula bukan hanya berasal dari pemerintah daerah
kota Makassar, tetapi juga berasal dari swadaya masyarakat atau para relawan yang secara ikhlas
membantu warga belajar yang kurang mampu untuk biaya pendidikannya.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, A.E. 1983. Prinsip-prinsip Layanan Bimbingan Belajar. Ujungpandang : FIP IKIP
Ujungpandang.
Abimanyu S. & Samad, S. (ED.). 2003.Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar : FIP UNM.
Ahmadi, A. 1991. Psikologi Sosial (Edisi Revisi). Jakarta : Rhineka Cipta.
Ali, M. 1985. Penelitian Pendidikan, Prosedur dan Strategi. Bandung : Angkasa.
Arif, Z. 1986. Motivasi Belajar. Jakarta : Balai Pustaka
Arikunto, S. 1991. Procedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.
Bidang Penmas Kanwil Depdikbud Sulawesi Selatan. 1994. Petunjuk Teknis Kelompok Belajar Paket
B Setara SLTP. Ujungpandang.
BP-7 Pusat. 1993. Undang-undang Dasar, Pedoman Penghayatandan Pengalaman Pancasila, Garis-garis Besar
Haluan Negara. Jakarta.
BPKB. 1993. Model Program Kejar Paket B Manunjang Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun.
Ujungpandang.
Depdikbud. 1991. Petunjuk Teknis Program Kejar Paket B. Jakarta.
________. 1995. Pengelolaan Dana Belajar. Jakarta.
Kamaruddin, 1989. Metode dan Teknik Belajar dalam PLS. Ujungpandang : FIP IKIP
Ujungpandang.
Manra, S. & Pasingringi. A. 1982. Motivasi dalam Kelompok Belajar. Ujungpandang FIP IKIP
Ujungpandang.

44 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Motivasi Belajar Warga Belajar ....

Purwanto. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung PT. Remaja Rosdakarya.


Sardiman, A. M. 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Rajawali.
______ 1992. 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Rajawali Press.
Stameto. 1988. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT. Bina Aksara.
Natawidjaya, R. & Mcleong. L. J. 1985. Psikologi Pendidikan. Jakarta. Depdikbud.
Poerwadarimanta, W. J. S. 1982. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Undang-undang. No. 2 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Winkel W. S. 1988. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : Depdikbud.

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 45


Pengembangan serta pengelolaan website ....

PENGEMBANGAN SERTA PENGELOLAAN WEBSITE DAN


APLIKASI DATABASE PENDIDIKAN NON FORMAL DI BPPNFI
REGIONAL V MAKASSAR

Oleh : Irhandi Amirin, S.Kom

Abstrak, Informasi saat ini merupakan bagian yang sangat penting dan tak dapat diabaikan dalam kegiatan
kita sehari-hari. Apalagi saat ini informasi sudah tak bisa lagi dilepaskan dengan perkembangan dunia komputer
yang menjadi media dalam penyebarannya. Ada satu kalimat menarik yang mengatakan bahwa siapa saja yang
menguasai teknologi informasi dialah yang akan menjadi pemenangnya. Seperti kita ketahui bersama bahwa teknologi
informasi semakin dalam mempengaruhi sistem informasi yang ada saat ini, dimana penerapannya sudah mencakup
berbagai bidang dan telah banyak membantu dalam menyelesaikan berbagai masalah.

I. Pendahuluan
Tak dapat dipungkiri lagi bahwa Informasi penerapan sistem informasi dapat sangat
saat ini merupakan bagian yang sangat membantu dalam proses pengelolaan data
penting dan tak dapat diabaikan dalam dan informasi yang berguna untuk penerapan
kegiatan kita sehari-hari. Apalagi saat ini prog ram-prog ram PNF dilapang an.
informasi sudah tak bisa lagi dilepaskan Terdapat beberapa hal yang sangat penting
dengan perkembangan dunia komputer dikembangkan berkaitan dengan tugas pokok
yang menjadi media dalam penyebarannya. dan fungsi lembaga PNFI utamanya BPPNF
Ada satu kalimat menarik yang mengatakan Regional V Makassar dalam pengelolaan
bahwa siapa saja yang menguasai teknologi data dan informasi pendidikan non formal,
informasi dialah yang akan menjadi diantaranya pemuktahiran data dan informasi,
pemenangnya. analisis data, pengembangan berbagai media
informasi, serta pengembangan sistem
Seperti kita ketahui bersama bahwa
informasi, dan memfasilitasi berbagai sarana
teknologi informasi semakin dalam
dan prasarana yang berkaitan dengan fungsi
mempengaruhi sistem informasi yang
teknologi informasi bagi pendidikan non
ada saat ini, dimana penerapannya sudah
formal.
mencakup berbagai bidang dan telah
banyak membantu dalam menyelesaikan Berkaitan dengan hal tersebut maka Seksi
berbagai masalah. Contohnya sistem Informasi dalam beberapa tahun terakhir,
informasi kesehatan yang diterapkan telah mengembangkan berbagai aplikasi,
diberbagai rumah sakit yang mengatur media informasi serta membangun sarana
manajemen pasien di rumah sakit, ada jaringan komunikasi yang befungsi untuk
juga sistem informasi akademik yang menunjang program-program pendidikan
dipergunakan di perguruan-perguruan formal yang dilaksanakan oleh BPPNFI
ting gi yang meng atur manajemen Regional V Makassar. Diantara beberapa
akademik dan kemahasiswaan dan masih hal yang dikembangkan tersebut, media
banyak lagi lainnya. informasi dan pembelajaran online seperti
Website dan E-Learning dan Aplikasi dan
Pada dasarnya sistem informasi merupakan
sistem informasi seperti SIM PLS, Aplikasi
kumpulan dari komponen dalam organisasi
Pemetaan Data PTK-PNF, serta Sistem
yang berhubungan dengan proses
Pendataan PTK-PNF (SIDA).
penciptaan dan pengaliran informasi. Jadi
sebenarnya sistem informasi merupakan Kegiatan-kegiatan yang kami sebutkan diatas
suatu proses yang berjalan karena adanya akan menjadi pokok tulisan ini dimana akan
data-data yang menjadi bahan bakunya. dijelaskan mulai dari perancangannnya
hingga pemanfaatan sistem tersebut dalam
Pada lingkup pendidikan non formal pun

46 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pengembangan serta pengelolaan website ....

mendukung pelaksanakan program-program komunitas pendidikan non formal melalui


pendidikan non formal. media interaktif yang ada pada website.
Dalam mengembangkan serta mengelola
II. Pengembangan Website BPPNFI Reg. website, Seksi Informasi selalu melihat
V perkembangan terkini serta apa yang
Sebelum masuk ke pembahasan utama dibutuhkan oleh masyarakat terkait dengan
yakni Pengembangan website di BPPNFI pendidikan non formal. Ada beberapa hal
Regional V Makassar maka ada baiknya yang menjadi perhatian serius dari Seksi
dijelaskan sedikit tentang apa itu website Informasi dalam mengembangkan media
atau situs agar dalam membaca naskah, ini. Yaitu:
pembaca yang sedikit awam akan lebih jelas 1. Informasi yang ditampilkan pada
menyimaknya. Ada banyak pengertian yang h a l a m a n we b s i t e m e r u p a k a n
dapat dijabarkan untuk menjelaskan apa infor masi yang up to date serta
itu Website atau situs, diantaranya website memiliki data yang akurat;
adalah suatu ruang informasi dimana sumber- 2. Sistem antar muka (user interface)
sumber daya yang berguna diidentifikasi yang digunakan sedapat mungkin
oleh pengenal global yang disebut Uniform mudah untuk digunakan oleh end user
Resource Identifier (URI) atau lebih dikenal (pengguna) atau kita kenal dengan
dengan URL (Uniform Resource Locator). nama sistem yang user friendly;
Ada juga yang mendefinisikan Website 3. Merespons segala pertanyaan, kritik
atau situs adalah kumpulan dari halaman- dan saran yang disampaikan oleh
halaman situs, yang biasanya terangkum pengguna yang berkaitan dengan
dalam sebuah domain atau subdomain, yang pendidikan non formal;
tempatnya berada didalam World Wide Web 4. Serta dapat menjalin komunikasi
(WWW) di Internet. Selain itu ada juga yang dengan berbagai kalangan dan
mendefenisikan website atau situs sebagai masyarakat yang concern dengan
kumpulan halaman-halaman yang digunakan pendidikan non formal.
untuk menampilkan informasi teks, gambar Website BPPNFI Regional V saat ini
diam atau gerak, animasi, suara, dan atau telah menggunakan bahasa yang sangat
gabungan dari semuanya itu baik yang bersifat popular dikalangan web desainer yakni
statis maupun dinamis yang membentuk bahasa PHP yang merupakan script
satu rangkaian bangunan yang saling terkait server side atau script yang membuat
dimana masing-masing dihubungkan dengan dokumen HTML secara on the fly,
jaringan-jaringan halaman (hyperlink). Dari dokumen HTML yang dihasilkan dari
kesemua pengertian yang kami jabarkan suatu aplikasi bukan dokumen HTML
diatas pada dasarnya website merupakan yang dibuat dengan dengan menggunakan
suatu wadah atau media yang berfungsi editor teks maupun editor HTML.
untuk menampilkan berbagai informasi yang Mengapa dipilih menggunakan bahasa
berjalan dibawah platform internet. ini dalam mengembangkan website
Pengembangan Website atau situs di BPPNFI BPPNFI Regional V, tak lebih karena
Regional V Makassar sendiri telah dimulai kemampuannya serta kemudahannya
sejak tahun 2003 dengan menggunakan dalam membangun aplikasi untuk
alamat domain www.bpplsp-reg5.go.id. melakukan proses input dan maintenance
Tujuan utama dari dibangunnya website halaman situs dengan mudah dan cepat
ini adalah untuk menyebarluaskan dan tanpa harus mengutak atik dokumen
menyampaikan informasi tentang pendidikan HTML. Secara spesifik kelebihan dari
non formal serta mensosialisasikan berbagai bahasa PHP dapat diuraikan sebagai
program-program pendidikan non formal berikut:
kepada masyarakat. Disamping itu juga • Bahasa pemrograman PHP
website ini juga dapat dijadikan wadah mer upakan sebuah bahasa
komunikasi dan bertukar pendapat bagi para script yang tidak melakukan

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 47


Pengembangan serta pengelolaan website ....

sebuah kompilasi dalam Regional V, dibutuhkan beberapa sarana dan


penggunaannya; prasarana dalam mendukung kinerja website
• Server web yang mendukung PHP baik dalam proses pengembangannya maupun
dapat ditemukan dimana-mana, dalam pengelolaannya, baik Perangkat lunak
mulai dari IIS sampai dengan maupun perangkat keras. Adapun sarana dan
apache, dengan konfigurasi yang prasarana pendukung tersebut adalah:
relative mudah; Perangkat Lunak:
• Dalam sisi pengembangan • Control Panel Management System
lebih mudah, karena banyaknya (Cpanel Management) for Hosting
milis-milis dan developer Server;
yang siap membantu dalam • Macromedia Dreamveaver MX 2004
pengembangannya; • Adobe Photoshop CS 8.0
• Dalam sisi pemahaman, PHP • Adobe ImageReady CS
adalah scripting yang paling • Apache Minixamp for Local Server
mudah karena referensinya • FTP (file Transfer Protocol) Secure
banyak. FX
Dalam membangun website BPPNFI ini • M y S Q L S e r ve r f o r D a t a b a s e
Script PHP yang dibuat tak cukup untuk Management System dan
membuat suatu isi website menjadi dinamis, PHPMyAdmin
diperlukan juga basis data atau yang lebih
sering kita kenal dengan database yang Perangkat Keras:
menjadi media penyimpanan data, dan • Komputer Server – Intel Server Board
dalam pengelolaan basis data tersebut SE7230NH1-E, Pentium Dual Core;
website ini menggunakan perangkat • Komputer Client;
lunak yang khusus/spesifik atau yang • Switch/Hub 24 Port 10/100 Mbps;
sering disebut DBMS. Perangkat lunak • LAN (local Area Network).
inilah yang akan menentukan bagaimana Prasarana pendukung lainnya:
data diorganisasi, disimpan, diubah dan • Koneksi Internet;
diambil kembali. Dan DBMS yang paling • Hosting Server.
kompatibel dengan script PHP serta
system berbasis web adalah MySql.
Desain Antar Muka (Interface) Situs
Dalam perkembangannya website BPPNFI
Regional V Makassar telah megalami 2 Pada tahun 2006 Seksi Informasi melakukan
(dua) kali perubahan yang signifikan sejak upgrading situs untuk yang kedua kalinya
website tersebut dibangun dari sisi user dengan menitikberatkan perubahannya pada
interfacenya, sistem administrator maupun tampilan antar muka (interface), struktur basis
databasenya, yakni pada tahun 2005 data dan tambahan aplikasi pendukung. Halaman
dimana perubahan dilakukan pada desain antarmuka adalah bagian penting dalam suatu
antar muka (interface) dan penggunaan website/situs karena melalui halaman inilah
basis data agar isi atau konten website para pengguna berinteraksi dengan system.
dapat menjadi dinamis. Sedangkan pada Bisa saja para pengguna enggan untuk kembali
tahun 2006 perubahan dilakukan juga pada ke suatu alamat website tertentu disebabkan
desain antar mukanya serta penambahan karena halaman websitenya tampak rumit
tool-tool pendukung website. Selain atau strukturnya halamannya tidak jelas. Oleh
itu, untuk menjadikan website ini lebih karena itu halaman website BPPLSP di desain
powerfull maka pihak BPPNFI Regional sesederhana mungkin dengan system yang
V melalui seksi informasi melakukan user friendly. Sesuai dengan hasil pengamatan
kerjasama dalam pengembangannya. yang dilakukan untuk mengembangkan bagian
yang menjadi halaman bagi pemakai atau user
Sarana Pendukung Kegiatan maka terdapat beberapa komponen yang akan
ditambahkan dan digunakan. Adapun bagian-
Dalam pengembangan website BPPNFI

48 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pengembangan serta pengelolaan website ....

bagian atau fasilitas dari halaman website tersebut antara lain;


1. Informasi Sekilas BPPLSP Regional V;
2. Berita/Informasi Seputar Pendidikan Non Formal;
3. Galeri BPPLSP Regional V;
4. Komentar dari pengguna (user);
5. Profil BPPLSP Regional V;
6. Informasi tentang wilayah Kerja BPPLSP Regional V;
7. Informasi Program kerja BPPLSP Regional V;
8. Link dengan website/situs pendidikan lainnya;
9. Download artikel dan data pendidikan non formal;
10. Informasi tentang ICT BPPLSP Regional V;
11. Informasi tentang kami;
12. Jajak Pendapat (polling);
13. Agenda Kegiatan BPPLSP Regional V;
14. Link SIM PLS;
15. Link E-Learning PNF;
16. Link Halaman Administrator.
Berikut sebagian gambar dari desain antarmuka website BPPNFI Regional V;

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 49


Pengembangan serta pengelolaan website ....

50 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pengembangan serta pengelolaan website ....

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 51


Pengembangan serta pengelolaan website ....

52 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pengembangan serta pengelolaan website ....

Basis Data (Database) pada Website/Situs


Seperti sudah dikemukakan sebelumnya bahwa untuk menjadikan suatu website/situs menjadi
dinamis dalam kontennya maka syarat utama adalah memiliki database atau biasa disebut basis
data (bank data). Pemanfaatan Basis data semata-mata dilakukan untuk memenuhi sejumlah
tujuan, antara lain;
• Kecepatan dan Kemudahan (Speed);
• Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space);
• Keakuratan (Accuracy);
• Ketersediaan (Availability);
• Kelengkapan (Completeness);
• Keamanan (Security);
• Kebersamaan Pemakaian (Sharability).
Dalam website BPPNFI sendiri telah dirancang struktur basis data yang sedapat mungkin
memenuhi ketentuan seperti disebutkan diatas dengan struktur dan susunan yang mengakomodasi
semua kebutuhan data yang akan dibutuhkan oleh system website nantinya.
Untuk basis data pada website/situs BPPNFI pada upgrading yang dilakukan tahun 2006 telah
mempergunakan 12 tabel, yaitu:
1. Tabel Admin

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data-data tentang user administrator website
BPPNFI Regional V.

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 53


Pengembangan serta pengelolaan website ....

2. Tabel Agenda

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data-data tentang agenda kegiatan BPPNFI
Regional V sepanjang tahun.
3. Tabel Berita

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data-data tentang berita pendidikan non formal
yang ditampilkan pada halaman website.
4. Tabel Download

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data-data tentang file-file yang dapat di download
pada server hosting website.
5. Tabel Galeri

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data-data galeri BPPNFI Regional V yang
ditampilkan pada halaman website.

54 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pengembangan serta pengelolaan website ....

6. Tabel Guestbook

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data-data bukutamu atau pengunjung yang
melakukan pengisian pada halaman guestbook.
7. Tabel Komentar

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data-data buku komentar yang diberikan oleh
pengunjung website pada form komentar.
8. Tabel Link

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data-data link website pendidikan yang ada pada
halaman link website BPPNFI Regional V.
9. Tabel Renker

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data dan informasi tentang rencana kerja
BPPNFI Regional V Makassar.

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 55


Pengembangan serta pengelolaan website ....

10. Tabel contbanner

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data dan informasi Sekilas BPPNFI Regional
V yang ditampilkan pada halaman depan website.
11. Tabel Tim

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data dan informasi tentang pengelola website
dan teknologi informasi di BPPNFI Regional V.
12. Tabel Voting

Tabel ini berfungsi untuk menyimpan data dan informasi tentang hasil voting yang
dilakukan pada halaman website di kolom voting.
Dari keduabelas tabel tersebut antarmuka website/situs.
masing-masing mempunyai variable
Pengelolaan Website/Situs BPPNFI Regional
unik (primar y key) yang akan
V
membedakan record data yang berada
didalam tabel. Hal ini sangat penting Sebagai media informasi online yang harus
dalam pengelolaan basis data agar selalu memberikan informasi terbaru (up to
tidak terjadi redudansi (pengulangan) date) maka BPPNFI Regional V berupaya untuk
data serta dapat membedakan baris selalu mengupdate setiap data dan informasi
data yang tersimpan. pada tiap kolom dan ruang yang ada di website,
terutama informasi-informasi yang aktual
Kedua belas tabel ini kemudian
tentang pendidikan non formal. Selain itu,
dikelola oleh DBMS (database
website juga memerlukan pemeliharaan baik
management system) MySql , yang
dari sisi sistemnya maupun databasenya.
akan dihubungkan dengan system

56 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pengembangan serta pengelolaan website ....

Oleh karena itu, sejak tahun 2005 terdapat Tim pengelola website tersebut mempunyai
satu kegiatan di seksi informasi yaitu tugas pokok sebagai berikut;
Operasionalisasi Situs BPPNFI Regional V, a. Pengumpulan Materi dan Bahan Untuk
yang bertujuan untuk: Pengisian Konten Web
Kegiatan pengumpulan materi
1. M e m e l i h a r a d a n m e n j a g a dan bahan ini akan dilaksanakan
kesinambungan konten informasi sepanjang tahun pelaksanaan
pada website, konten pendukung kegiatan penyelenggaraan situs.
PNF, E-learning Pendidikan Tujuan utama dari pelaksanaan
Non Formal, Sistem Informasi sub kegiatan ini adalah untuk
Pendidikan Non Formal, Sistem menghimpun berbagai bahan dan
Database (Basis Data) Web, serta materi yang berkaitan dengan
sistem Interface (antarmuka); pendidikan non formal untuk
di masukkan dalam konten list
2. Mensosialisasikan eksistensi website BPPLSP Regional V.
BPPLSP Regional V, BPKB/ Setelah berbagai materi dan bahan
SKB dalam kapasitasnya sebagai terkumpul kemudian di seleksi
pengembang model dan pelaksana dan di tempatkan pada item menu
program-program pendidikan website.
non formal di lingkup regional b. Penginputan Dan Updating Konten (isi)
V melalui media online internet Halaman Web
dengan integrasi basis data;
Bahan dan materi web yang telah
Adapun sasaran yang dituju dalam pelaksanaan terkumpul dan terseleksi kemudian
kegiatan tersebut, antara lain; diinput sesuai dengan menu yang
telah disiapkan pada website yang
1. Masyarakat ser ta pemerhati
merujuk pada database web yang
pendidikan non formal;
telah disusun.
2. Stakeholder yang ada di pusat dan
Berikut for m penginputan/
daerah serta Staf dan Pamong
pengisian konten website BPPNFI
belajar yang ada di BPPLSP
Regional V;
Regional V, UPTD BPKB dan
SKB;
3. Pelaksana teknis website dan
teknologi informasi serta pendataan
BPPLSP Regional V Makassar.
Untuk melaksanakan kegiatan tersebut
maka dibentuk tim pengelola website/
situs yang bertugas dalam melakukan
pembaruan informasi serta melaksanakan
tugas perawatan dan monitoring terhadap
sistem dan basis data (database) website.
Berikut susunan tim pengelola website pada
kegiatan Operasionalisasi Situs yang dibentuk
untuk tahun 2007;
• Penanggung jawab kegiatan
• Koordinator Kegiatan
• System Administrator & Analist
• Database Administrator
• Operator
• Tim Jurnalis

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 57


Pengembangan serta pengelolaan website ....

c. Pemeliharaan Web Database


Dalam pelaksanaan penyelenggaraan situs BPPLSP Regional V, proses maintenance atau
pemeliharaan database menjadi hal yang sangat penting. Tujuan dilakukan maintencance
ini adalah untuk melihat struktur, kinerja serta status tabel-tabel dari database.
Berikut form maintenance web database yang ada pada hosting server www.bpplsp-
reg5.go.id;

d. Pemeliharaan Web System

Sub Kegiatan ini meliputi pemeliharaan script web dan koneksi interface ke web database.
Sistem akan berjalan sempurna apabila script yang digunakan dan beserta komponen-
komponen pendukungnya tetap stabil dalam penggunaannya.
Apabila terjadi crash dan error maka akan segera dilakukan recovery system dengan
melakukan copy file yang error tersebut. Pelaksanaannya harus didukung software PHP
Editor dan FTP.

e. Pemeliharaan dan Manajemen Server Hosting

Sub kegiatan ini meliputi pemeliharaan, serta pengelolaan hosting server yang menjadi
media penyimpanan data-data website/situs BPPLSP Regional V. Berikut form control
panel hosting server website www.bpplsp-reg5.go.id;

58 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pengembangan serta pengelolaan website ....

b. Evaluasi Kegiatan dan Pelaporan


Setiap 6 (enam) bulan sekali tim website BPPNFI Regional V akan membuat laporan
kegiatan yang meliputi;
• Materi dan bahan yang telah diinput ke database website;
• Statistik penggunaan bandwith hosting;
• Statistik penggunaan database web;
• Statistik pengunjung website;
• Penggunaan system website;
• Perkembangan komponen-komponen pendukung website.

Hasil-hasil yang dicapai dalam pengelolaan sistem


Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut banyak yang telah dicapai, baik itu dari segi teknis
website, konten (isi) maupun dari sisi eksternal yakni pengunjung atau user yang memantau
atau berkunjung ke website. Dalam melihat hasil-hasil yang dicapai tentunya kita perlu indikator
yang jelas untuk melihat sejauhmana keberhasilan kita dalam mengelola kegiatan tersebut. Untuk
melihat bagaimana pencapaian yang diraih pada sisi teknis website dapat dilihat pada perubahan
yang signifikan pada layout website, menu-menu, serta aneka konten atau isi website disamping
itu terdapat pula aplikasi-aplikasi pendukung yang terintegrasi ke website seperti aplikasi database
PNF dan E-Learning PNF. Sedangkan, untuk melihat pencapaian pada sisi eksternal yakni
pada berbagai grafik yang dibuat oleh web graphic system. Beberapa gambar dibawah akan
memperlihatkan perkembangan website BPPNFI Regional V Makassar.

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 59


Pengembangan serta pengelolaan website ....

Dari ketiga grafik diatas dapat kita Pendidikan sebagai bagian dari kehidupan
simpulkan bahwa kunjungan user ke manusia sebenarnya juga merupakan kegiatan
website BPNNFI Regional V Makassar infor masi, bahkan dengan pendidikanlah
sudah cukup signifikan, hal dapat dilihat informasi ilmu pengetahuan dan teknologi dapat
pada total kunjungan user sepanjang disebarluaskan kepada generasi penerus suatu
tahun 2007 sebanyak 59.549 pengunjung bangsa.
dengan rata-rata membuka 3,91 halaman
Perkembangan teknologi informasi dan
per-kunjungan dan juga terdapat indikasi
komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh
user mengakses secara berulang yang
terhadap dunia pendidikan khususnya dalam
ditandai dengan tingginya angka hits yang
proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001),
mencapai 521.835 kali. Sementara total
dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima
bandwith terpakai dalam pengaksesan
pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:
website sebanyak 7 GB dengan rata-rata
pemakaian 123,71 Kb/Visit. (1) dari pelatihan ke penampilan,
(2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan
Penyusunan E-Learning Pendidikan Non saja,
Formal (3) dari kertas ke “on line” atau saluran,
(4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan
Mengutip tesis futurolog Alvin Tofler
kerja,
tentang Third Wave (Gelombang Ketiga)
(5) dari waktu siklus ke waktu nyata.
dalam bukunya “Future Shock”, bahwa
setelah melewati Gelombang Pertama yang
Komunikasi sebagai media pendidikan
ditandai dengan munculnya Era Agraris dan
dilakukan dengan menggunakan media-media
Gelombang Kedua yang ditandai dengan
komunikasi seperti telepon, komputer, internet,
adanya Era Industri, maka saat ini umat
e-mail, dsb. Interaksi antara pengajar dan
manusia telah memasuki Gelombang Ketiga
peserta didik tidak hanya dilakukan melalui
yang ditandai dengan Era Informasi.
hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan
Era Informasi didukung oleh Teknologi dengan menggunakan media-media tersebut.
Informasi serta Komunikasi yang berkembang Pengajar dapat memberikan layanan tanpa harus
cepat menurut deret ukur. Dari tahun ke bulan, berhadapan langsung dengan siswa. Demikian
dari bulan ke minggu, dari minggu ke hari, dari pula peserta didik dapat memperoleh informasi
hari ke jam, dan dari jam ke detik! Oleh karena dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber
itulah para cerdik-cendekia sepakat pada suatu melalui cyber space atau ruang maya dengan
argumen, bahwa: informasi memudahkan menggunakan komputer atau internet. Hal yang
kehidupan manusia tanpa harus kehilangan paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang
kehumanisannya.

60 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pengembangan serta pengelolaan website ....

disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, maya pendidikan non formal;
yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan • Memberikan wadah atau tempat
menggunakan internet. Istilah lain yang makin bertanya, berdiskusi serta sumbang
poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model saran dan materi bagi para tutor, warga
pembelajaran dengan menggunakan media belajar maupun pemerhati pendidikan
teknologi komunikasi dan informasi khususnya non formal;
internet. • Memberikan informasi yang aktual (up
Menurut Rosenberg (2001:28), e-learning to date) tentang berbagai hal terkait
merupakan satu penggunaan teknologi internet dengan pendidikan non formal;
dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan • Mendekatkan kalangan pendidikan
luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu: non formal, terutama bagi warga
(1) e-learning merupakan jaringan dengan belajar pada teknologi informasi
kemampuan untuk memperbahar ui, dan perangkatnya untuk lebih
menyimpan, mendistribusi dan membagi meningkatkan daya saing.
materi ajar atau informasi,
(2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir Pengembangan Sistem Aplikasi
melalui komputer dengan menggunakan
teknologi internet yang standar, Pa d a A p l i k a s i E - L e a r n i n g y a n g
(3) memfokuskan pada pandangan yang paling dikembangkan ini, sistem dibagi dalam dua
luas tentang pembelajaran di balik paradigma fungsi yaitu fungsi penyimpan data dalam
pembelajaran tradisional. bentuk database dan fungsi pengolah masukan
Saat ini e-learning telah berkembang dalam dan antarmuka pengguna. Selanjutnya agar
berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK sistem yang dikembangkan dapat terencana,
seperti: CBT (Computer Based Training), CBI terkoordinasi dengan baik dan matang maka
(Computer Based Instruction), Distance Learning, proses pembuatan database berisi kegiatan-
Distance Education, CLE (Cybernetic Learning kegiatan yang dilakukan secara bertahap dan
Environment), Desktop Videoconferencing, ILS sistematis. Tahapan tersebut ditunjukkan pada
(Integrated Learning System), LCC (Learner- diagram alir seperti ditunjukkan pada gambar
Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT dibawah ini;
(Web-Based Training), dsb.
Di dunia pendidikan non formal pun
pendidikan berbasis dunia maya seperti E-learning
juga sudah menjadi bagian penting yang harus
diperhatikan. Kita dapat bayangkan, materi-
materi atau ulasan mengenai suatu bentuk
keterampilan hidup dapat ditayangkan dengan
cepat dan dibaca oleh masyarakat tanpa harus
terikat jarak dan waktu. Bayangkan pula kita dapat
berdiskusi dengan para ahli atau pakar tanpa harus
memikirkan biaya dan waktu pertemuan, dan tentu
saja letak geografis tidak pula menjadi masalah.
Hal inilah yang membuat BPPNFI Regional V
lembaga pemerintah yang bertanggungjawab
dalam pelaksanaan program-program pendidikan
non formal menyusun dan mengembangkan
media e-learning tersebut. Ada beberapa tujuan
disusun dan dikembangkannya e-learning
pendidikan non formal ini antara lain;
• Memberikan akses kepada tutor, pengajar,
peser ta didik maupun pemerhati
pendidikan non formal ke perpustakaan

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 61


Pengembangan serta pengelolaan website ....

62 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pengembangan serta pengelolaan website ....

Berikut hasil desain penentuan entity yang akan menjadi dasar pembuatan tabel-tabel pada database
E-Learning PNF BPPNFI Regional V;

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 63


Pengembangan serta pengelolaan website ....

64 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pengembangan serta pengelolaan website ....

Setelah data-data terkumpul dan memberikan penilaian tingkah laku yang


dikelompokkan dalam tabel-tabel, maka dilanjutkan diarahkan oleh suatu tujuan). Jika ketiga aspek
dengan tahapan perancangan dan pembangunan ini tercapai maka akan memberikan nilai
fisik database serta dibuat hubungan antar tabel attitude (kenyamanan bagi pengguna).
dengan menggunakan metode ERM (Entity Mengingat peran antar muka sangat
Relationship Model). Selanjutnya yang dilakukan penting, maka dalam pengembangannya, hal
setelah perancangan dan pembangunan fisik pertama yang harus dilakukan adalah analisa
atabase adalah pengembangan antarmuka kebutuhan pengguna yang dihasilkan oleh
pengguna (interface). Ada dua interface yang sistem. Dari hasil analisa yang dilakukan
dikembangkan dalam sistem ini yakni; Interface didapat bahwa antarmuka utama (front end)
Front end dan Interface Back end. Interface yang diperuntukkan bagi pengguna umum
front end diperuntukkan bagi pengakses dari (general user) dikelompokkan menjadi 3 bagian
browser internet/Intranet (General User) yaitu; Informasi Umum, Interaktif, dan Materi
sedangkan Interface back end diperuntukkan bagi E-Learning. Dalam informasi umum terdapat
administrator yang mengelola aplikasi tersebut. tiga menu yaitu: tentang e-learning, Download,
Dalam pengembangan antarmuka pengguna Link web. Pada bagian interaktif terdapat menu
ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu Buku Tamu, Kirim artikel dan Hubungi Kami.
antarmuka pengguna memungkinkan terjadinya Sedangkan pada bagian materi e-learning,
komunikasi dan interaksi antara pengguna terdiri dari bidang-bidang materi yang disajikan
dengan sistem. Hal-hal lainnya adalah ergonomi antara lain; Teknologi informasi, Pendidikan
dan usability, Ergonomi merupakan ukuran suatu keaksaraan, Pendidikan kesetaraan, Pendidikan
sistem, sejauh mana sistem tersebut mampu anak usia dini, Kelembagaan dan Karya tulis.
beradaptasi terhadap kondisi alamiah manusia. Selain itu halaman utama juga dilengkapi
Usability memiliki 3 (tiga) aspek yakni Learnability dengan mesin pencari (search engine), Pesan
(kemudahan bagi pengguna baru untuk dapat singkat (Shout Box), Jajak pendapat (Polling)
menggunakan sistem secara efektif dan mencapai dan informasi statistik pengunjung.
kinerja yang paling optimal), Flexibility (variasi
cara/model bagi pengguna dan sistem dalam Gambaran Skema dan implementasi
bertukar informasi), Effectiveness/robustness antarmuka E-Learning yang dibangun dapat
(tingkat dukungan yang disediakan bagi pengguna dilihat pada gambar berikut:
untuk mencapai tujuannya dengan sukses dan

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 65


Pengembangan serta pengelolaan website ....

66 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pengembangan serta pengelolaan website ....

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 67


Pengembangan serta pengelolaan website ....

68 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pengembangan serta pengelolaan website ....

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 69


Pengembangan serta pengelolaan website ....

70 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pengembangan serta pengelolaan website ....

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 71


Pengembangan serta pengelolaan website ....

72 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pengembangan serta pengelolaan website ....

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 73


Pengembangan serta pengelolaan website ....

Dalam implementasi sistem ini ke internet halnya dengan E-Learning yang kita bangun,
maka semua file pendukung serta database tak akan dapat memberikan manfaat kepada
tersimpan dalam server hosting yang terkoneksi masyarakat luas apabila tidak dikelola dengan
ke jaringan internet. Adapun spesifikasi sistem baik dan benar.
server yang mendukung aplikasi ini, sebagai Oleh karena itu, setelah E-Learning ini dibuat
berikut: maka disusun pula perencanaan pengelolaannya.
Sebenarnya bentuk pengelolaan aplikasi e-learning
- Linux Operating System ini tidak jauh beda dengan pengelolaan yang
diterapkan pada media website/situs di BPPNFI
- Kernel Version: 2.6.8-022stab078.9- Regional V namun tim yang bekerja pada media
enterprise informasi ini tidak sebanyak pada tim yang bekerja
pada website/situs. Adapun susunan tim yang
- Machine Type: i686 bekerja pada pengelolaan Aplikasi E-Learning
ini sebagai berikut;
- Apache Version: 1.3.33 (unix) • System Administrator & Analist
• Database Administrator
- Perl Version: 5.8.4 • Operator
• Tim Pengumpul/Seleksi Artikel
- PHP Version: 4.3.9 Dalam pelaksanaan tugas pengelolaan
aplikasi E-Learning ini semua artikel PNF yang
- MySQL Vesion: 4.0.22 (standard) masuk ke meja redaksi baik melalui sistem online
E-LEarning maupun dikirim atau disampaikan
Pengelolaan Aplikasi E-Learning PNF dalam bentuk file akan diseleksi terlebih dahulu
Sebuah bangunan yang indah sekalipun oleh tim Pengumpul/Seleksi Artikel, artikel yang
apabila tidak digunakan dengan baik maka layak akan diupload ke sisten database untuk
tidak akan memberikan manfaat apa-apa dapat tampil di Media E-Learning PNF BPPNFI
bahkan menjadi tidak berarti. Begitupula

IV. KESIMPULAN
Berikut ini adalah kesimpulan yang dapat ditarik dari bagian-bagian sebelumnya, antara lain:

1. Pengunaan Teknologi informasi dan berbagai perangkatnya sangat berguna dalam


meningkatkan kualitas pengembangan pendidikan non formal terutama pada akses
informasi pendidikan non formal
2. Dengan menggunakan kita dapat meminimalkan segala sesuatunya terutama waktu dan
tempat dalam melaksanakan proses belajar mengajar pendidikan non formal. Hal ini sejalan
dengan tujuan pendidikan non formal untuk menjangkau yang tidak terjangkau.

Dengan penggunaan teknologi informasi maka tutor dan warga belajar dapat lebih meningkatkan
kemampuannya dalam menggunakan berbagai perangkat TIK yang akan menjadi daya saing untuk
memasuki dunia kerja nantinya.

Penulis adalah tenaga struktural pada Seksi Informasi BPPNFI Regional V Makassar

BPPNFI REGIONAL V 2007

74 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

TEKNOLOGI JARINGAN DAN IMPLEMENTASINYA


PADA BALAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DAN PEMUDA
REGIONAL V
Oleh
Dwi Sarmulyanto, ST
Abstrack, Sarana komunikasi komputer berupa jaringan lokal pada saat ini merupakan media informasi yang
sangat penting dalam penyebaran informasi ke unit-unit kerja di BPPNFI Regional V. Internet yang mulai populer
saat ini adalah suatu jaringan komputer raksasa, terhubung dan dapat saling berinteraksi. Hal ini dapat terjadi
karena adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat, sehingga dalam beberapa tahun saja jumlah
pengguna jaringan komputer yang tergabung dalam Internet berlipat ganda, dengan adanya media tersebut maka
akses bagi pencari informasi utamanya mengenai program pendidikan nonformal menjadi lebih cepat, mudah dan
akurat.

PENDAHULUAN
Dalam mendukung kebijakan Direktorat awalnya komputer dirancang untuk keperluan
Jenderal Pendidikan Luar Sekolah pada tahun perhitungan, berdasarkan pemikiran dari alat
2008 yang menekankan pada pengembangan hitung tertua bernama “abaccus” atau lebih
dan pengelolaan sistem informasi Pendidikan dikenal dengan “sipoa” yang berasal dari Negeri
Nonformal dan Informal (PNFI) menjadikan Cina.
BPPNFI Regional V merumuskan Pengembangan Konsep komputer pertama kali dirancang
SIM (Sistem Informasi Manajemen) dan ICT oleh Howard G. Aitken, bekerjasama dengan
(Teknologi, Komunikasi dan Informasi) sebagai IBM (International Business Machine Corp)
program utama seksi informasi BPPNFI Reg. dan berhasil membuat komputer generasi
V. pertama yang di beri nama Harvard Mark -1.
Berdasarkan hal tersebut, BPPNFI Regional Pada tahun 1942 Eniac pernah diakui
V melalui seksi informasi yang bertanggungjawab sebagai komputer pertama dengan sistem
dalam penyediaan berbagai media informasi binari digit 8 bit dan memori, kemudian
pendidikan non formal utamanya melalui media diketahui juga bahwa pada tahun 1941 Konrad
komputer menyelenggarakan penyempurnaan Zuse dari Jerman sudah membuat mesin yang
dan peningkatan kualitas jaringan lokal (local area dapat diprogram dan bekerja dengan sistem
network) BPPNFI Regional V. biner, namun karna pada saat itu Jerman masih
Sarana komunikasi komputer berupa jaringan dalam kondisi terisolasi saat perang dunia ke
lokal pada saat ini merupakan media informasi dua, maka Eniac tetap diakui sebagai komputer
yang sangat penting dalam penyebaran informasi pertama yang memakai prinsip digital dengan
ke unit-unit kerja di BPPNFI Regional V. Internet sistem memori dan binari digit (8bit).
yang mulai populer saat ini adalah suatu jaringan Komputer pribadi (PC) per tama
komputer raksasa, terhubung dan dapat saling dikembangkan oleh Ed Roberts dengan nama
berinteraksi. Hal ini dapat terjadi karena adanya Altair 8800 dan diluncurkan melalui promo
perkembangan teknologi jaringan yang sangat majalah Popuar Elecronics pada bulan Januari
pesat, sehingga dalam beberapa tahun saja jumlah tahun 1975.
pengguna jaringan komputer yang tergabung Kit Altair 8800 ini kemudian menjadi
dalam Internet berlipat ganda, dengan adanya terkenal ketika William Gates (Bill Gates)
media tersebut maka akses bagi pencari informasi mengembangkan bahasa BASIC untuk
utamanya mengenai program pendidikan komputer Altair ini.
nonformal menjadi lebih cepat, mudah dan
akurat. Sejarah Jaringan Komputer
Ketika jenis komputer semakin berkembang
Sejarah Komputer pesat pada tahun 1950-an sampai tercipta
Komputer berasal dari bahasa latin Computare sebuah superkomputer, sehingga sebuah
yang berarti menghitung (to compute), karena pada komputer harus melayani beberapa terminal,

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 75


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan seandainya data bisa dikirim dengan harus
waktu yang dikenal TSS (Time Sharing System) menyeberangi jalan, danau ,pulau bahkan
dan untuk pertama kali terbentuklah jaringan negara.
komputer pada lapis aplikasi. Internet adalah kumpulan atau jaringan dari
Pada sistem TSS beberapa terminal jaringan komputer yang ada diseluruh dunia.
terhubung ke sebuah host komputer. Dalam Dalam hal ini komputer yang dahulunya stand
proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi alone dapat berhubungan langsung dengan host
komputer dan teknologi komunikasi yang pada host atau komputer-komputer yang lainnya.
awalnya berkembang sendiri sendiri. Definisi yang lain adalah Internet bagaikan
Tahun 1968 DoD ARPAnet (Advanced sebuah kota elektronik yang sangat besar dimana
Reseach Project Agency) memulai penelitian yg setiap penduduk memiliki alamat (Internet
kemudian menjadi cikal bakal packet switching Address) yang dapat untuk berkirim surat atau
. Packet switching inilah yg memungkinkan informasi. Jika penduduk itu ingin berkeliling
komunikasi antara lapisan network (dibahas kota, cukup dengan menggunakan komputer
nanti) dimana data dijalankan dan disalurkan sebagai kendaraan. Jaringan lainnya bertumpu
melalui jaringan dalam bentuk unit-unit kecil yg diatas sarana atau media telekomunikasi. Jalur
disebut packet*. Tiap-tiap packet ini membawa lambatnya menngunakan line telepon dan jalur
informasi alamatnya masing-masing yg cepatnya bisa menggunakan Leased Line ISDN
ditangani dengan khusus oleh jaringan tersebut (Pasopati).
dan tidak tergantung dengan paket-paket lain. Sampai sekarang diperkirakan ada lebih dari
Jaringan yg dikembangkan ini, yg menggunakan 30.000 jaringan dengan alamat lebih kurang 30
ARPAnet sebagai tulang punggungnya,menjadi juta diseluruh dunia. Karena sifatnya berupa
terkenal sebagai internet. ruang yang mirip dengan dunia kita sehari-hari,
Protokol-protokol TCP/IP dikembangkan maka internet bisa kita sebut dengan ruang maya
lebih lanjut pada awal 1980 dan menjadi (Cyberspace).
protokol-protokol standar untuk ARPAnet pada Internet telah membuat revolusi dunia
tahun 1983. Protokol-protokol ini mengalami komputer dan dunia komunikasi yang tidak
peningkatan popularitas di komunitas pemakai pernah diduga sebelumnya. Penemuan telegram,
ketika TCP/IP digabungkan menjadi versi 4.2 telepon, radio, dan komputer yang merupakan
dari BSD (Berkeley Standard Distribution) rangkaian kerja ilmiah yang menuntun menuju
UNIX. Versi ini digunakan secara luas terciptanya internet yang lebih berintegrasi dan
pada institusi penelitian dan pendidikan lebih berkemampuan penyiaran keseluruh dunia,
dan digunakan sebagai dasar dari beberapa memiliki mekanisme diseminasi informasi,
penerapan UNIX komersial, termasuk SunOS dan sebagai media untuk berkolaborasi dan
dari Sun dan Ultrix dari Digital. Karena BSD berinteraksi antara individu dengan komputernya
UNIX mendirikan hubungan antara TCP/IP tanpa dibatasi oleh kondisi geografis.
dan sistem operasi UNIX, banyak implementasi Internet merupakan sebuah contoh paling
UNIX sekarang menggabungkan TCP/IP. sukses dari usaha investasi yang tak pernah henti
Unit infor masi yg mana jaring an dan komitmen untuk melakukan riset berikut
berkomunikasi. Tiap-tiap paket berisi identitas pengembangan infrastruktur teknilogo informasi.
(header) station pengirim dan penerima, Dimulai dengan penelitian packet switching
informasi error - control, permintaan suatu (paket pensaklaran), pemerintah, industri dan
layanan dalam lapisan network, informasi para civitas academia telaj bekerjasama berupaya
bagaimana menangani per mintaan dan mengubah dan menciptakan teknologi yang baru
sembarang data penting yg harus ditransfer. yang menarik ini.
Internet sekarang sudah merupakan sebuah
Sejarah Internet infrastruktur informasi global (Widespread
Internet berkembang seiring dengan infor mation infrastructure) yang awalnya
perkembangan TCP/IP dimana disaat mesin disebut “the nasional (atau global atau galactic)
komputer sudah dapat berkomunikasi dalam Information Infrastructure” di amerika serikat.
satu lokasi tinggal memikirkan bagaimana Sejarahnya sangant kompleks dan mencakup

76 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

banyak aspek seperti teknologi, organisasi 100.000. Dua tahun kemudian aplikasi internet
dan komunitas. Dan pengaruhnya tidak hanya bertambah dengan diciptakan World Area
terhadap bidang teknik komunikasi komputer Information Server (WAIS), Gopher, dan
saja tapi juga berpengaruh kepada masalah WWW. Pada tahun 1992 jumlah host diinternet
sosial seperti yang sekarang kita lakukan yaitu mencapai 1 juta host.
kita banyak mempergunakan alat-alat bantu Internet merupakan komunikasi secaear
online untuk mencapai sebuah bisnis elektronik global melalui suatu media komunikasi. Media
(electronic commerce), pemilikan informasi dan komunikasi yang digunakan bias bermacam-
berinteraksi dengan masyarakat. macam, antara lain telepon, radio, satelit
Pada tahun 1969, lembaga riset departemen komunikasi dan sebagainya. Namun dalam
pertahanan amerika, DARPA (Defence Research moduolu ini kita membatasinya dengan
Project Agency) menandai sebuah riset untuk menggunakan line telepon saja. Selain telepon,
mengembangkan jaringan komunikasi data agar komputer yang digunakan tersebut
antar komputer yang bekerja secara transparan, bias berkomunikasi harus ditambah dengan
melalui bermacam-macam komunikasi data yang media yang lain yang disebut dengan modem.
terhubung satu dengan yang lainnya dan tahan Sedangkan apabila komputerdalam suatu
terhadap berbagai gangguan (bencana alam, jaringan local atau workshop seluruhnya supaya
serangan nuklir, dll.). bisa berinternet selain harus ditambah kartu
Pada tahun 1972 pengenbangan jaringan jaringan, misalnya Ethernet card, modem
data sukses dan melahirkan ARPANET, dan sharing atau cukup memanfaatkan software
aplikasi internet pertama kali ditemuka adalah tertentu, misalnya WinGate dan sedikit IP
FTP. Menyusul kemudian E-mail dan telnet Adress Anda sudah bisa berintemetria.
(Aplikasi komputer yang mengatur komputer Pada pengguna internet dapat melihat
jarak jauh, diibaratkan seperti remot kontrol). secara langsung hasil karya orang lain melalui
Pada tahun 1979 tercatat sebagai tahun berdirinya software yang disebut dengan Browser atau
USENET yang pada awalnya menghubungkan Navigator. Saat ini sangat banyak program
universitas Duke dan UNC. Pada tahun 1982, Navigator dan Browser yang beredar dipasaran,
DARPA kemudian menandai pembuatan protokol seperti Netscape, Internet Explorer, PointCast,
komunikasi yang lebih umum dan protokol ini Opera, dan lain-lain.
disebut dengan TCP/IP (Transmisson Control Untuk melalui ineternet kita membutuhkan
Protocol/ Internet Protocol) dan pada tahun 1 komputer, modem dan line telepon (seperti
1983 protokol tersebut diadopsi menjadi standat yang telah disebutkan sebelumnya). Kita
ARPANET. juga harus mendaftarkan diri ke Internet
Pada tahun 1984, jumlah host internet Service Provider untuk bisa mendapatkan
melebihi 1000 buah. Pada tahun itu pula software serta akses ke internet atau bisa juga
diperkenalkan Domain Name System (DNS) yang menggunakan Telkomnet Instant tanpa kita
mengganti fungsi tabel nama host. System domain harus mendaftar ke ISP (Internet Service
inilah yang sampai saat ini kita gunakan untuk Protocol)
menuliskan nama host. Tahun 1986, lembaga Ada banyak media yang bisa digunakan
ilmu pengetahuan nasional amerika serikat U.S. untuk membuat mesin-mesin komputer tadi
National Sciense Foundation (NSF) menandai saling berkomunikasi seperti Kabel, FO
pembuatan jaringan TCP/IP yang dinamai (Fiber Optic), Wireless LAN, bahkan sampai
NSFNET. Jaringan ini yang digunakan untuk menggunakan teknologi satelit. Kebutuhan
menghubungkan lima pusat komputer super Informasi yang semakin lama semakin luas
dan kemungkinan terhubungnya universitas- baik dari universitas ke universitas, dari kantor
universitas di amerika serikat. Jaringan inilah ke kantor, bahkan dari negara ke negara lain
yang kemudian menjadi embrio berkembangnya menguatkan istilah kata Internet. Internet
internet yang kita kenal sekarang ini. Pada tahun akhirnya muncul dengan persepsi bahwa
1987, berdiri UUNET yang saat ini merupakan jaringan yang lebih luas. Ada banyak aplikasi
salah satu provider utama internet. Tercatat yang bisa dijalanankan oleh Sistim Internet
pada tahun tersebut jumlah host melewati angka seperti Mail, Web Site, File Transfer Protocol

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 77


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

(FTP), Voice Over IP (VoIP) dan lain-lain


sebagainya.
PENYELENGGARAAN JARINGAN DI
BPPLSP REGIONAL V

Sebelum melakukan perencanaan dan


pengembangan instalasi jaringan komputer,
lebih dahulu mengetahui tentang jenis jaringan
komputer. Jaringan komputer merupakan
sekumpulan komputer yang terhubung
bersama dan dapat berbagi sumber daya
yang dimilikinya, seperti printer, CDROM,
pertukaran file, dan komunikasi secara
elektronik antar komputer. Hubungan antar
komputer dalam jaringan dapat menggunakan
media kabel, telpon, gelombang radio, satelit
atausinar infra merah (infrared).
A. Jenis Jaringan Gambar 1. Local Area Network
Jenis jaringan komputer bila dilihat
berdasarkan lingkup dan luas jangkauannya • Pemilikan dan pengoperasian oleh
dibedakan menjadi beberapa macam yaitu: perusahaan yang bersangkutan.
1. Local Area Network (LAN) • T i d a k m e n g g u n a k a n f a s i l i t a s
Local Area Network (LAN) merupakan perusahaan telekomunikasi umum.
suatu jaringan komputer yang masih
• Terdiri atas beragam komputer dan
berada dalam satu area (gedung atau
ruangan), Biasanya LAN digunakan periferal pendukung.
dirumah, perkantoran, rumah sakit
dan sebagainya. Dengan LAN diantara Keistimewaan LAN dapat disimpulkan
komputer yang terhubung ke jaringan secara garis besar yaitu :
tersebut bisa saling berkomunikasi, bebagi • Pemakaian bersama data, perangkat
pakai data (data sharing) pheriperal dan lunak dan peralatan.
sebagainya. • Sistem informasi terpadu.
Sesuai dengan perkembangan dan • Keamanan Data.
populernya internet dan intranet, • Tersedianya data dan Informasi
jaringan komputer (LAN) yang sudah setiap saat.
ada bisa ditingkatkan kemampuannya
Secara detail dapat dijelaskan sebagai
untuk keperluan yang lebih luas lagi
misalnya koneksi internet. Untuk berikut :
keperluan penggunaan internet LAN Pemakaian bersama Data, perangkat lunak
dapat menggunakan media telpon beserta dan peralatan.
modem, atau media lain yang dapat • Pemakaian Bersama file database.
melakukan koneksi dengan internet. Data dan program yang terletak di lokasi
Suatu LAN mempunyai karateristik yang berbeda kini dapat digunakan
khusus seperti dibawah ini : bersama oleh beberapa pengguna
• Ruang lingkup geografis terbatas komputer tanpa harus memindahkan
(sampai 10 Km ). komputer-komputer mereka. Proses ini
• Berlokasi pada suatu departemen, dinamakan proses distribusi, sehingga
kampus, atau gedung. suatu file database yang dapat dipakai
• Kecepatan pengiriman data relatif bersama kita sebut juga Shared Data.
tinggi (1 s/d 100 Mbps). • Paperless ( Tanpa kertas )

78 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

Sebuah kantor kini tidak lagi atau UPS ( Uninteruptable Power


memerlukan banyak kertas untuk System ). Pemakaian bersama Sistim
menyimpan semua arsipnya,dokumen- Operasi dan perangkat lunak aplikasi
dokumen dapat disimpan di suatu oleh beberapa orang sekaligus.
database dan dapat dipakai oleh banyak
terminal secaraserentak. 2. Metropolitan Area Network (MAN)
• Bertambahnya jumlah terminal dalam Metropolitan Area Network (MAN) merupakan
proses distribusi. pengembangan dari LAN. Jaringan ini terdiri
Harga komputer dewasa ini relatif dari beberapa jaringan LAN yang saling
semakin murah, sehingga penambahan berhubungan. Letak jaringan ini bisa saling
jumlah terminal tidak lagi menjadi berjauhan tergantung dari panjangnya kabel
masalah ekonomis. Namun agar yang digunakan. Jaringan ini juga dapat
terminal-terminal tersebut mempunyai menjangkau lokasi yang bebeda tempat.
nilai efesiensi dan produktifitas yang Contoh, beberapa bank yang memiliki
tinggi, maka sebuah jaringankomputer jaringan komputer di setiap cabangnya
harus dibentuk agar distribusi informasi dapat berhubungan satu sama lain sehingga
dapat berlangsung diantara terminal- nasabah dapat melakukan transaksi di cabang
terminal tersebut. maupun dalam propinsi yang sama.
• Pemakaian bersama sumber daya
Hal ini didasari sebagai akibat mahalnya
periferal khusus, seperti harddisk
dengan kapasitas ratusan Megabyte

Gambar 2. Metropolitan Area Network

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 79


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

3. Wide Area Network (WAN) Card ataupun komputer card merupakan


Wide Area Network merupakan bentuk perangkat paling utama yang harus
jaringan komputer yang terdiri dari terpasang pada komputer. Setiap komputer
LAN dan MAN. Jaringan WAN telah dapat kita hubungkan ke jaringan melalui
memenuhi berbagai kebutuhan sistem NIC ini. Dengan adanya kartu jaringan ini
jaringan, seperti jaringan untuk publik, proses tukar-menukar data atau informasi
jaringan pada bidang perbankan, jual beli antara satu komputer dengan komputer
online di internet dan lain sebagainya. lain dapat terjadi.
WAN menggunakan protokol internet
berupa Network Service Provider (NSP).
Tanpa NSP maka jaringan WAN tidak
dapat bekerja. Dengan adanya NSP yang
dihubungkan ke jaringan WAN, maka
akan membentuk suatu jaringan internet
yang bersifat global, dengan demikian
internet dapat diakses oleh pengguna
jaringan tersebut.
Jaringan WAN hanya menekankan pada
fasilitas kecepatan akses transmisi sehingga
memungkinkan seluruh komunikasi
dapat berjalan secara lancar serta efisien. Gambar 4. Network Interface Card
Disamping itu WAN berfungsi sebagai
pengontrol lalulintas data dan mencegah b. Kabel Jaringan
penundaan (delay) yang berlebihan, Salah satu media transmisi dalam jaringan
sehingga transfer data akan lebih cepat. adalah kabel. Ada beberapa tipe (jenis)
kabel yang banyak digunakan dan
menjadi standar dalam penggunaan
untuk komunikasi data dalam jaringan.
Jenis jenis kabel tersebut adalah sebagai
berikut :
- Kabel Coaksial
Kabel coaksial ditemukan pertama kali
tahun 1929, kabel ini merupakan kabel
yang tersusun atas inti tembaga pada
intinya dan tertutup secara menyeluruh
oleh bahan plastic insulator, bagian inti
kabel terbuat dari bahan tembaga atau
aluminium halus yang berupa anyaman,
dengan bagian luarnya berupa plastic
Gambar 3. Wide Area Network coating. Disamping berfungsi untuk
melindungi kabel bagian dalam, sisi luar
B.PERANGKAT DAN PERENCANAAN dari kabel coaksial berfungsi sebagai
JARINGAN KOMPUTER
Agar jaringan LAN atau Work group
terbentuk dibutuhkan beberapa perangkat
keras (hardware) dan perangkat lunak
(software) pendukung.
1. Perangkat Keras (hardware)
a. Network Interface Card (NIC)
Network Interface Card atau kadang
di sebut Local Area Network (LAN)

80 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

- Kabel Fiber Optik


Kabel fiber optik merupakan suatu
jenisa kabel yang berisi serat optik
yang sangat halus, digunakan untuk
mentransfer data pada jaringan
komputer. Pada inti kabel terdapat
derat sebagai inti (core) atau sering
di sebut inner optik. Inner optik ini
dilapisi atau dilindungi oleh bahan
gelas yang disebut dengan cladding.

Gambar 5. Kabel Koaksial


- Kabel Twisted Pair
Kabel twisted pair merupakan suatu
kabel yang berintikan tembag a
berukuran kecil. Pada masing masing Gambar 7. Kabel Fiber Optik
kabel berisikan 8 buah kabel kecil
dengan warna yang berbeda satu dengan
lainnya. Pada fiber optik terdapat dua jenis
Kabel TP terdiri dari 2 macam yaitu kabel sumber cahaya yang dapat digunakan
UTP (unshielded twisted pair) dan kabel untuk melakukan pensignalan, yaitu
STP (shielded twisted pair). Berdasarkan semiconductor laser dan LED (Light
cara pemasangannya dengan LAN card, Emiting Dioda). Kecepatan transfer
kabel twisted pair dapat dihubungkan kabel fiber optik dapat mencapai
dengan 2 macam cara yaitu : ratusan mega bit per detik (Mbps),
Metode Straight : digunakan untuk oleh karena itu serat optik juga dapat
menghubungkan peralatan jaringan yang digunakan untuk mengirimkan sinyal
jenisnya berbeda, misalnya komputer listrik dengan bit rate yang rendah
dengan switch/ hub dalam lingkungan noise sekalipun.
Metode crossover : digunakan untuk
menghubungkan peralatan jaringan c. Konektor
yang sejenis, misalnya antara komputer Konektor adalah periperal yang kita
ke komputer. pasangkan pada ujung kabel UTP,
dengan tujuan agar kabel UTP dapat
dipasang pada port LAN card. Biasanya
dalam jaringan komputer menggunakan
konektor RJ 45

Gambar 8. Konektor RJ 45
Gambar 6. Twisted Pair Cable

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 81


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

d. Hub dan Switch (Konsetrator)


Konsentrator ( hub atau switch) adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel
jaringan dari tiap work station, server ataupun perangkat lain.
Hub atau switch mempunyai banyak lubang port RJ-45 sebagai penghubung ke sejumlah
komputer. Beberapa Hub dapat dipasang bertingkat (stackable) hingga 4 susundan biasanya
memiliki jumlah lubang sebanyak 4 buah, 8 buah, 16 buah, 24 buah dan sebagainya. Switch
merupakan konsentrator yang memiliki kemampuan manajemen trafic data lebih baik bila
dibandingkan hub. Saat ini telah terdapat banyak type switch yang manageble, selain dapat
mengatur traffic data, dapat juga di beri IP Adress

Gambar 9. Manageble Hub 24 Port


e. Repeater
Repeater mer upakan alat yang yang berbeda, Misalnya bridge dapat
dapat menerima sinyal digital dan menghubungkan ethernet baseband
memperkuatnya untuk ditruskan dengan ethernet broadband. Fungsi lain
kembali. Repeater jug a dapat dari bridge adalah dapat memisahkan
memperjauh jarak transmisi data. suatu paket data yang harus dikirimkan
Disamping itu repeater dapat pada jaringannya sendiri atau pada
memperkecil nois pada sinyal jaringan yang lain, apabila kedua jaringan
transmisi yang datang. saling terhubung.
Repeater bekerja pada level physical g. Router
layer dalam model jaringan leyer OSI. Fungsi utama router adalah untuk
Tugas utama dari repeater adalah meroutingkan paket paket data dengan
menerima sinyal dari satu kabel LAN suatu segmen jaringan yang berbeda.
dan memancarkannya kembali ke Router dapat menentukan jaringan
kabel LAN yang lain. mana yang diijinkan mengakses paket
Pada jaringan wireless, repeater data yang diberikan oleh router tersebut.
diletakkan pada temapt tempat yang Apabila jaringan tersebut menggunakan
tinggi, misalnya puncak gunung, atap akses internet dengan kecepatan tinggi
gedung, menara pemancar dan lain seperti ADSL (Asymetric Digital Subscriber
lain. Hal ini bertujuan agar sinyal Line) router dapat berfungsi ganda, salah
yang diterima atau dipancarkan dapat satunya adalah sebagai firewall.
diterima dengan baik. 2. Perencanaan Implementasi Jaringan
f. Bridge Instalasi jaring an mer upakan cara
Fungsi dari bridge adalah sama menghubungkan suatu komputer pada
dengan fungsi repeater, tetapi bridge jaringan agar dapat berkomunikasi dengan
lebih fleksibel dari pada repeater. komputer lain. Dalam merencanakan
Bridge dapat menghubungkan jaringan di BPPLSP Regional V ada
jaringan dengan metode transmisi beberpa hal yang perlu diperhatikan yaitu

82 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

pemilihan topologi jaringan, pemilihan terbentuknya suatu kelompok yang


sistem jaringan dan perangkat keras, estimasi dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai
kebutuhan dan jenis kabel, Instalasi jaringan contoh, perusahaan dapat membentuk
(pengkabelan), instalasi sistem operasi kelompok yang terdiri atas terminal
jaringan, Konfigurasi sistem dan aplikasi pembukuan, serta pada kelompok lain
perangkat lunak, penentukan peletakan dibentuk untuk terminal penjualan.
peralatan perangkat keras yang tepat sesuai Adapun kelemahannya adalah, apabila
dengan kondisi areal BPPLSP Regional V. simpul yang lebih tinggi kemudian
2. 1. Topologi Jaringan tidak berfungsi, maka kelompok lainnya
a. Topologi Bus yang berada dibawahnya akhirnya
Topologi ini merupakan bentangan satu juga menjadi tidak efektif. Cara kerja
kabel yang kedua ujungnya di tutup, dimana jaringan pohon ini relatif menjadi
sepanjang kabel terdapat node-node. Pada lambat.
topologi ini semua sentral dihubungkan
secara langsung pada medium transmisi
dengan konfigurasi yang disebut Bus.
Transmisi sinyal dari suatu sentral tidak
dialirkan secara bersamaan dalam dua
arah.

Gambar 11. Topologi Tree

c. Topologi Mesh
Topologi jaringan ini menerapkan
hubungan antar sentral secara penuh.
Jumlah saluran harus disediakan
untuk membentuk jaringan Mesh
adalah jumlah sentral dikurangi 1
(n -1, n = jumlah sentral). Tingkat
kerumitan jaringan sebanding dengan
meningkatnya jumlah sentral yang
terpasang. Dengan demikian disamping
Gambar 10. Topologi Bus kurang ekonomis juga relatif mahal
b. Topologi Tree dalam pengoperasiannya.
Topologi jaringan ini disebut juga
sebagai topologi jaringan bertingkat.
Topologi ini biasanya digunakan untuk
interkoneksi antar sentral dengan hirarki
yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih
rendah digambarkan pada lokasi yang
rendah dan semakin keatas mempunyai
hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan
jenis ini cocok digunakan pada sistem
jaringan komputer . Keungguluan jaringan Gambar 12. Topologi Mesh
model pohon seperti ini adalah, dapat

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 83


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

c. Topologi Ring Berdasar kan per timbang an di atas


Topologi jaringan ini berupa lingkaran perencanaan jaringan di BPPLSP Regional
tertutup yang berisi node-node. Signal V adalah sebagai berikut :
mengalir dalam dua arah sehingga dapat - Model jaringan yang digunakan
menghindarkan terjadinya collision dan adalah topologi Ethernet Star dengan
memungkinkan terjadinya pergerakan pertimbangan titik terminal jaringan yang
data yang cukup cepat. terpasang menggunakan sistem beberapa
klien (work station) yang terhubung pada
satu pusat pembagi (switch hub server),
selain lebih handal, biaya yang dibutuhkan
juga lebih murah dengan topologi ini.
- Dengan mempertimbangkan kondisi gedung
dan posisi ruang unit kerja maka berikut
ini kami gambarkan bentuk pemasangan
secara global sebagai berikut

Gambar 13. Topologi Ring

d. Topologi Star
Merupakan kontrol terpusat, semua link
harus melewati pusat yang menyalurkan
data tersebut kesemua simpul atau
client yang dipilihnya. Simpul pusat Gambar 15. Internet Link Dedicated
dinamakan stasium primer atau server
dan lainnya dinamakan stasiun sekunder
2. 2 Pengkabelan (Wiring)
atau client server. Setelah hubungan
Agar pengkabelan efisien dan rapi serta tidak
jaringan dimulai oleh server maka
mengganggu pandangan dan mudah bila
setiap client server sewaktu-waktu
terjadi perbaikan mau pun pengembangan,
dapat menggunakan hubungan jaringan
perlu di rencanakan dengan baik peletakan
tersebut tanpa menunggu perintah dari
perangkat sebaik mungkin sebelum di
server.
lakukan tahap pengkabelan (wiring)
Rencana/ gambar pengkabelan jaringan
LAN di BPPLSP Regional dilakukan
dengan program Microsoft Visio, dan hasil
perencanaan tersebut seperti nampak dalam
gambar berikut :
- Gedung Utama Lantai 1 sejumlah 26 titik
koneksi.
- Gedung Utama Lantai 2 sejumlah 14 titik
koneksi.
- Gedung Laboratorium Lantai 1 sejumlah
26 titik koneksi.
- Gedung Laboratorium Lantai 2 sejumlah
Gambar 14. Topologi Star
2 titik koneksi.

84 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

- Jaringan Wireless

Gambar 21. Perencanaan Instalasi Jaringan


Wireless BPPLSP Regional V makassar

2. 3 Instalasi Sistem Operasi Jaringan sering dimatikan dalam peng-


Selain perangkat keras dibutuhkan juga operasiannya.
perangkat lunak agar jaringan dapat - Sistem Linux dirancang untuk
berfungsi. Banyak sistem operasi yang bisa digunakan bersama-sama
dapat digunakan untuk melakukan oleh banyak orang. Karena itu
hubungan jaringan, misalnya : Windows, perlindungan data dan proses-
Linux, Unix, Mac OS dan lain-lain. proses milik seorang user dapat
Pemilihannya tergantung dari jenis terjamin.
jaringan yang akan kita buat dan - Pencegahan “memory leak” di
gunakan. Sistem operasi pada komputer Linux mendapat porsi pehatian
client, bisa menggunakan jenis sistem yang cukup besar.
operasi apa saja, sedangkan sistem - S i s t e m operasi L i nu x
operasi pada komputer server harus didistribusikan secara bebas tanpa
benar benar memenuhi standar yang harus membayar lisensi, dan dapat
dikhususkan untuk server. menginstalasinya pada komputer
Sistem operasi yang digunakan pada secara bebas.
server di jaringan BPPLSP Regional V 2.4. Pe n g e l o m p o k a n Pe n gg u n a
adalah Linux Suse Enterprise dengan Jaringan
pertimbangan bahwa:
Pemakai jaring an dapat
- Linux berkembang dari dunia Unix
dikelompokkan dalam kelompok kerja
dengan segala persoalan multi
atau group. Hal tersebut bertujuan
tasking dan multi usernya, dengan
untuk memudahkan pemantauan dan
kata lain, Linux dirancang dengan
pengelolaan pengguna dalam jarigan.
karakteristik ser ver sementara
Pengaturan keamanan dalam dalam
Windows dirancang sebagai sistem
jaringan untuk setiap pengguna dapat
operasi untuk komputer personal.
kita lakukan dengan memberikan
- Sebagai sistem operasi ser ver,
hak akses sesuai dengan kebutuhan.
Linux dirancang untuk tidak
Dalam model workgroup, setiap

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 85


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

komputer di network me-maintain yaitu :


user account dan passwordnya - Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255
sendiri di masing masing database - Kelas B : 172.16.0.0 –
SAM. Setiap kali user login ke 172.31.255.255
komputer maka LSA (Local Security - Kelas C : 192.168.0.0 –
Authority) meng-validasi user name 192.168.255.255
dan password dengan yang ada di Aplikasi IP adress pada jaringan LAN
database SAM (Security Account di BPPLSP Regional V menggunakan
Manager). Pada workgroups juga IP Private dengan kelas C yaitu
semua komputer bisa saling meng- 192.168.0.xxx – 192/168.3.xxx.
share resource dengan otoritas Jaringan LAN BPPLSP Regional V
yang sama tanpa adanya satu dibagi menjadi 4 segment pengguna
administratif account seperti halnya jaring an untuk memper mudah
di domain yang berfungsi sebagai perawatan dan identifikasi kerusakan
power user. Administratif account jaringan, yaitu :
hanya berfungsi di masing masing - Segment 0 : 192.168.0.xxx alokasi IP
lokal komputer. Dengan kata lain Adress untuk gedung laboratorium
bahwa di workgroup, resource dan - Segment 1 : 192.168.1.xxx alokasi IP
account di-maintain secara tersebar adress untuk gedung utama lantai 1
(decentralized). - Segment 2 : 192.168.2.xxx alokasi IP
adress untuk gedung utama lantai 2
3. TCP/ IP dan IP Adress - Segment 3 : 192.168.3.xxx alokasi IP
TCP/ IP (Transfer Connect Protocol / adress untuk gedung aula
Internet Protocol) adalah sekumpulan b. IP Public.
protokol yang terdapat didalam jaringan IP Public adalah IP adress yang
komputer dan digunakan untuk digunakan pada jaringan lokal oleh
berkomunikasi atau bertukar data antar suatu organisasi, dimana organisasi
komputer. Untuk mengatur alamat lain dari luar organisasi tersebut dapat
masing masing komputer pada suatu melakukan komunikasi langsung dengan
jaringan digunakan IP Adress. IP adress jaringan lokal, contoh pemakaiannya
adalah suatu alamat yang diberikan ke adalah pada jaringan internet.
peralatan jaringan komputer untuk
dapat diidentifikasi oleh komputer 4. Subnetting
lain. Dengan demikian masing masing Subnetting adalah pembagian suatu
komputer dapat melakukan proses kelompok alamat IP menjadi bebrapa
tukar menukar data/ infor masi, network ID lain dengan jumlah anggota
mengakses internet atau mengakses jaringan yang lebih kecil, yang disebut
ke suatu jaringan komputer dengan subnetwork.
menggunakan protokol TCP/ IP. Tujuan dalam melakukan subnetting ini
Berdasarkan jenisnya IP adress adalah :
dibedakan menjadi 2 macam, yaitu : - Membagi satu klas network atas
a. IP Private sejumlah subnetwork dengan mambagi
IP Private adalah IP adress yang suatu kelas jaringan menjadi bagian
digunakan oleh suatu organisasi yang bagian yan glebih kecil.
diperuntukkan pada jaringan lokal. - Menempatkan suatu host apakah
Organisasi lain dari luar organisasi berada dalam satu host atau tidak.
tersebut tidak dapat melakukan - Untuk mengatasi masalah perbedaan
komunikasi dengan jaringan lokal. hardware dengan topologi fisik
Contoh pemakaiannya adalah pada jaringan.
jaringan intranet. - Penggunaan IP adress lebih efisien
Terdapat beberapa kelas IP Private

86 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

C. EVALUASI, MONITORING, DAN PERAWATAN


1. Evaluasi dan Monitoring
Evaluasi dan monitoring adalah sub kegiatan yang bertujuan untuk memantau perkembangan
penggunaan jaringan baik lokal (intranet) maupun jaringan internet. Pada sub kegiatan terlihat
pemanfaatan jaringan (pengiriman dan penerimaan data) setiap hari, minggu, bulan dan tahun,
besar bandwith yang terpakai, serta analyzer lainnya seperti nampak pada gambar berikut :
‘Daily’ Graph (5 Minute Average)

Max Average Current


In 858.8 kB/s (6.9%) 48.7 kB/s (0.4%) 112.4 kB/s (0.9%)
Out 3521.0 kB/s (28.2%) 32.3 kB/s (0.3%) 16.0 kB/s (0.1%)

Gambar 22. Traffic Analysis penggunaan bandwidth setiap hari

‘Weekly’ Graph (30 Minute Average)

Max Average Current


In 303.1 kB/s (2.4%) 40.1 kB/s (0.3%) 46.3 kB/s (0.4%)
Out 1117.0 kB/s (8.9%) 14.0 kB/s (0.1%) 13.4 kB/s (0.1%)

Gambar 23. Traffic Analysis penggunaan bandwidth setiap Minggu

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 87


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

‘Monthly’ Graph (2 Hour Average)

Max Average Current


In 0.0 B/s (0.0%) 0.0 B/s (0.0%) ?????
Out 0.0 B/s (0.0%) 0.0 B/s (0.0%) ?????

Gambar 24. Traffic Analysis penggunaan bandwidth setiap bulan

‘Yearly’ Graph (1 Day Average)

Max Average Current


In 0.0 B/s (0.0%) 0.0 B/s (0.0%) ?????
Out 0.0 B/s (0.0%) 0.0 B/s (0.0%) ?????
GREEN ### Incoming Traffic in Bytes per Second
BLUE ### Outgoing Traffic in Bytes per Second
Gambar 25. Traffic Analysis penggunaan bandwidth setiap tahun

88 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

Graphic Monitoring aktifitas internet protocol pengguna jaringan nampak pada gambar berikut

D. PENGELOLAAN DAN tegangan listrik yang stabil.


PENGEMBANGAN JARINGAN b. Kebersihan Lokal
Tindakan kebersihan lokal ini adalah
1. Pengelolaan Jaringan
pemeliharaan sederhana yang paling
Server dan jaringan komputer secara mendasar. Lokasi tempat ser ver
umum, tentunya memerlukan perawatan, harus bersih, bebas dari debu, tidak
pemantauan dan penambahan sesuai dengan lembab. Disamping kotor debu
perkembangan yang terjadi. Pengelolaan dapat menyebabkan terjadinya listrik
jaringan dilakukan oleh administrator. statis yang akan menyebabkan tidak
Kegiatan pengelolaan jaring an ini befungsinya perangkat perangkat
mencakup kegiatan pemeliharaan server sebagaimana mestinya.
dan manejemen jaringan. c. Backup dan Replikasi
a. Perawatan Rutin Backup data adalah pemindahan file
Perawatan rutin ini dilakukan secara dari media penyimpanan utama sistem
kontinyu untuk memastikan bahwa ke media sekunder atau perlengkapan
jaringan dan seluruh perangkatnya jaringan lokal lainnya. Back up
berfungsi dengan baik dan dapat program dilakukan dengan berbagai
digunakan secara maksimal oleh para proses seperti berikut : kompresi
pengguna jaringan di setiap unit kerja file, penggabungan file atau proses
BPPNFI Regional V.Perawatan jaringan enkripsifile yang akan di backup, untuk
terdiri dari pemeliharaan fisik, sistem keperluan pengamanan data tersebut.
operasi server dan software aplikasinya, Menyimpan kopi data dari server
pemeliharaan dan perlindungan data, merupakan hal yang sangat penting
serta perlindungan pengguna dari karena pada saat terjadi perbaikan
virus dan spam. Pemeliharaan jaringan sistem dapat dilakukan dengan cepat,
komputer juga perlu ditunjang dengan

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 89


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

tanpa harus mencari data backup elemen pendidikan, dan instansi terkait
server atau membuat data baru. di kota makassar bisa saling terkoneksi
d. Scanning Virus dan Pengganggu dalam sebuah jaringan yang lebih luas.
lain Perkembangan jaringan ini memungkinkan
Scanning terhadap komputer server pemanfaatan yang lebih mendalam
maupun client dari serangan virus dibidang pendidikan. Pendistribusian
ataupun pengganggu lain harus materi pembelajaran secara on line,
dilakukan, baik secara automatis atau pengumpulan tugas melalui e-mail atau
manual, agar dapat diapstikan bahwa FTP server, diskusi, pemutakhiran materi
komputer yang terhubung dijaringan pembelajaran, dan bahkan informasi
tidak terjangkiti oleh virus. mengenai link dari materi pembelajaran,
serta umpan balik warga belajar, Tutor,
2. Pengembangan
penyelenggara pembelajaran, maupun
Penyelanggaraan jaringan BPPLSP lembaga penyelenggara dapat dilakukan
Regional V tidak hanya terhenti sampai secara lebih mudah dan sederhana.
seluruh komputer di areal kantor saling - Pengembangan Jaringan di Wilayah Kerja
berkomunikasi, tetapi lebih utama adalah BPPLSP Regional V
memberikan akses yang seluas luasnya Luasnya wilayah kerja BPPLSP Regional
kepada kalangan masyarakat luas pada V dimana sebagian besar adalah daerah
umumnya maupun kalangan pendidikan pegunungan, pesisir pantai dan kepulauan
luar sekolah pada khususnya. Rencana membuat keterbatasan jangkauan
pengembangan jaringan di BPPLSP pelayanan pendidikan terhadap masyarakat.
Regional V terbagi dua yaitu : Kebutuhan masyarakat akan pendidikan
- Pengembang an jaring an LAN menjadi hal yang mahal, hal ini mengurangi
BPPLSP Regional V di Kota kesadaran dan partisipasi masyarakat
Makassar Seiring berkembangnya terhadap pendidikan, sehingga seolah –
perangkat pendukung jaringan juga olah berbicara tentang pedesaan selalu
ikut mendorong pengembangan LAN identik dengan berbicara kemiskinan dan
di BPPLSP Regional V, sehingga bisa keterbelakangan, serta kurangnya informasi.
merambah ke area yang lebih luas Kesimpangsiuran informasi bukan hanya
seperti MAN ( Metropolitan Area berakibat pada kerugian ekonomis akan
Network ) dimana beberapa LAN tetapi juga pada masalah sosial budaya
yang berdekatan terhubung menjadi dan pengetahuan. Sebagai salah satu
satu jaringan maya, atau bahkan solusi penanganan masalah kemiskinan
menjadi WAN (Wide Area network) yang dapat segera direalisasikan antara lain
yang memanfaatkan jaringan internet ialah membangun basis informasi yang
sebagai penghubung. Dalam hal kegiatannya diawali melalui penyusunan
pengembangan LAN ini BPPLSP sistem informasi. Dengan membangun
Regional V bekerja sama dengan basis informasi diharapkan begitu banyak
Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi informasi yang dapat diketahui dan
Selatan, Dinas Pendidikan Kota akan berdampak pula pada banyaknya
Makassar, Sanggar Kegiatan Belajar kesempatan belajar, dan berusaha yang
(SKB) kota Makassar, Lembaga bermanfaat bagi masyarakat pedesaaan.
Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Dilandasi oleh pemikiran di atas, BPPLSP
propinsi Sulawesi Selatan, ICT Center Regional V sebagai lembaga yang bertugas
Kota Makassar dan Pendamping pokok mengkaji, mengembangkan,
ICT Jardiknas Propinsi Sulawesi memfasilitasi, dan menyebarluaskan
Selatan Wilayah Wialyah Selatan, informasi pendidikan luar sekolah,
merencanakan merencanakan menyusun sebuah program yang disebut
pembentukan Metropolitan Area Desa Cyber (Cyber Village Program).
Network (MAN), sehingga seluruh Secara umum, program ini bertujuan

90 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

meningkatkan kesadaran dan partisipasi berbasis multimedia;


warga masyarakat di desa terhadap d. Menyediakan akses bagi petugas
pendidikan, dengan menyediakan pendidikan luar sekolah untuk
kemudahan belajar melalui pemanfaatan melakukan kegiatan pengumpul
teknologi informasi. -an, pengolahan dan analsis data
Secara khusus, program ini bertujuan secara terpadu.
untuk: Penyelenggaraan program desa cyber
a. Menyediakan akses internet ini dilaksanakan bekerja sama dengan
bagi warga masyarakat di desa, Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota,
khususnya peserta didik pendidikan Pendamping ICT Jardiknas, ICT
luar sekolah; Center terdekat dengan sasaran, serta
b. M e n y e d i a k a n a k s e s b a g i masyarakat dan pihak pihak terkait.
terselenggaranya pembelajaran jarak
jauh (distance learning) bagi warga
masyarakat di desa;
c. Menyediakan akses terhadap
berbagai media pembelajaran

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 91


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

III. PENUTUP kita buat dan gunakan. Sistem operasi yang


Berikut adalah kesimpulan yang bisa digunakan pada server di jaringan BPPLSP
di ambil mengenai Teknologi Jaringan dan Regional V adalah Linux Suse Enterprise
Impelementasinya di Balai Pengembangan dengan pertimbangan bahwa:
Pendidikan Luar Sekolah Dan Pemuda - Linux berkembang dari dunia Unix dengan
(BPPLSP Regional V) : segala persoalan multi tasking dan multi
1. Sarana komunikasi komputer berupa usernya, dengan kata lain, Linux dirancang
jaringan lokal pada saat ini merupakan dengan karakteristik server sementara
media informasi yang sangat penting Windows dirancang sebagai sistem operasi
dalam penyebaran informasi ke unit-unit untuk komputer personal.
kerja di BPPNFI Regional V. - Sebagai sistem operasi server, Linux
2. Beberapa manfaat yang diperoleh dalam dirancang untuk tidak sering dimatikan
penggunaan jaringan dalam pengoperasiannya
- Pemakaian, perangkat lunak dan - Sistem Linux dirancang untuk bisa
peralatan. digunakan bersama-sama oleh banyak
- Sistem Informasi terpadu orang. Karena itu perlindungan data dan
- Keamanan data proses-proses milik seorang user dapat
- Pemakaian bersama file data base terjamin
- Tersedianya data dan informasi setiap - Pencegahan “memory leak” di Linux
saat mendapat porsi pehatian yang cukup
3. Jenis jaringan komputer bila dilihat besar
berdasarkan lingkup dan luas jangkauannya - Sistem operasi Linux didistribusikan
dibedakan menjadi beberapa macam secara bebas tanpa harus membayar lisensi,
yaitu: dan dapat menginstalasinya pada komputer
- Local Area Network (LAN) secara bebas.
- Metropolitan Area Network (MAN) 6. TCP/ IP (Transfer Connect Protocol / Internet
- Wide Area Network (WAN) Protocol) adalah sekumpulan protokol yang
4. Arsitektur fisik jaringan yang identik terdapat didalam jaringan komputer dan
disebut topologi jaringan ada beberapa digunakan untuk berkomunikasi atau bertukar
macam yaitu : data antar komputer. IP adress adalah suatu
- Topologi Bus alamat yang diberikan ke peralatan jaringan
- Topologi Tree komputer untuk dapat diidentifikasi oleh
- Topologi Mesh komputer lain.
- Topologi Ring Berdasarkan jenisnya IP adress dibedakan
- Topologi Star menjadi 2 macam, yaitu :
Model jaringan yang digunakan di a. IP Private
BPPLSP Regional V adalah topologi IP Private adalah IP adress yang digunakan
Ethernet Star dengan pertimbangan oleh suatu organisasi yang diperuntukkan
titik terminal jaringan yang terpasang pada jaringan lokal. Organisasi lain dari luar
menggunakan sistem beberapa klien organisasi tersebut tidak dapat melakukan
(work station) yang terhubung pada satu komunikasi dengan jaringan lokal. Contoh
pusat pembagi (switch hub server), selain pemakaiannya adalah pada jaringan
lebih handal, biaya yang dibutuhkan intranet.
juga lebih murah dengan topologi ini. Terdapat beberapa kelas IP Private yaitu :
5. Selain perangkat keras dibutuhkan juga - Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255
perangkat lunak agar jaringan dapat - Kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255
berfungsi. Banyak sistem operasi yang dapat - Kelas C : 192.168.0.0 – 192.168.255.255
digunakan untuk melakukan hubungan Aplikasi IP adress pada jaringan LAN di
jaringan, misalnya : Windows, Linux, BPPLSP Regional V menggunakan IP
Unix, Mac OS dan lain-lain. Pemilihannya Private dengan kelas C yaitu 192.168.0.xxx
tergantung dari jenis jaringan yang akan – 192/168.3.xxx.

92 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

Jaringan LAN BPPLSP Regional V dibagi tersebut dapat melakukan komunikasi


menjadi 4 segment pengguna jaringan untuk langsung dengan jaringan lokal,
mempermudah perawatan dan identifikasi contoh pemakaiannya adalah pada
kerusakan jaringan, yaitu : jaringan internet.
Segment 0 : 192.168.0.xxx alokasi IP Adress 7. Server dan jaringan komputer secara
untuk gedung laboratorium. umum tentunya memerlukan perawatan,
Segment 1 : 192.168.1.xxx alokasi IP adress pemantauan dan penambahan sesuai dengan
untuk gedung utama lantai 1. perkembangan yang terjadi. Pengelolaan
Segment 2 : 192.168.2.xxx alokasi IP adress jaringan dilakukan oleh administrator.
untuk gedung utama lantai 2. Kegiatan pengelolaan tersebut meliputi :
Segment 3 : 192.168.3.xxx alokasi IP adress - Perawatan Rutin
untuk gedung aula - Kebersihan Lokal
b. IP Public. - Backup dan Replikasi
IP Public adalah IP adress yang digunakan - Scanning Virus dan pengganggu lain
pada jaringan lokal oleh suatu organisasi, 8. Pengembangan jaringan BPPLSP Reg. V
dimana organisasi lain dari luar organisasi - Pembentukan WAN Kota Makassar

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Yani, Panduan Membangun Jaringan Komputer, Penerbit Kawan Pustaka, Jakarta, 2005
Laboratorium Sistem Informasi Departemen Teknik Informatika ITB, Sistem Informasi (Berbagai
makalah tentang Sistem Informasi dari Prespektif : Manusia dan Sistem Informasi, Organisasi
dan Sistem Informasi Teknologi dan Sistem Informasi yang disampaikan dalam Konferensi Nasional
Sistem Informasi 2005 di Institut Teknologi Bandung), Penerbit Informatika, Baandung,
2005
Madcom, Windows Server 2003 Enterprise Edition, Penerbit Andi, Jogyakarta, 2004
Melwin Syafrizal, Pengantar Jaringan Komputer, Penerbit Andi, Jogyakarta, 2005
Niall Mansfield, Practical TCP/IP – Jilid 1 dan 2, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2002
Samuel Prakoso, Jarinagn Komputer Linux (Konsep Dasar, Instalasi, Aplikasi, Keamanan dan Penerapan),
Penerbit Andi, Jogyakarta, 2005
Teguh Wahyono, S.Kom, Building & Maintenance PC Server, Elex Media Komputindo, Jakarta,
2007
Tri Kuntoro Priyambodo dan Dodi Heriadi, Jaringan Wi – Fi (Teori dan Implementasinya), Penerbit
Andi, Jogyakarta, 2005
Tutang dan Kodarsyah, S.Kom, Belajar Jaringan Sendiri, Medikom Pustaka Mandiri, Jakarta, 2001
Wahana Komputer, Linux Desktop Dengan Suse 9.1 Professional, Penerbit Andi, Jogyakarta, 2005
Wiharsono Kurniawan, Jaringan Komputer, Penerbit Andi, Jogyakarta, 2007
SUMBER-SUMBER DARI INTERNET
http://my.opera.com/winaldi/blog/2007/02/1
http://anakdompu.wordpress.com/2007/11/13/dasar-dasar-jaringan-komputer/2/jaringan-
lokallanuntuk-keperluan-inf
http://kuliah.dinus.ac.id/edi-nur/images/new/5-7i.jpg
http://lulukjarkom2.blogspot.com/feeds/posts/default
http://jauhar-aribi.blogspot.com/2007_06_01_archive.html
http://www.sdie99.freehomepage.com/tugasan_2.htm
www.geocities.com/fadelku/network/jaringan.html
www.nokspi.com/images/stories/dokumen/star.jpg
http://prastowo.staff.ugm.ac.id/?modul=baca&artikel=linux-windows
http://rufmania.multiply.com/journal/item/1/Penerapan_Hypertext_Teknologi_dalam_
Pembelajaran
http://www.ict.itb.ac.id/~ppict/info/NewsViewSingle.php?no=44

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 93


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

ISTILAH DALAM INTERNET

Beberapa istilah yang berhubungan dengan internet, sebagai berikut :


• Access Point, sebuah node yang telah dikonfigurasikan secara khusus pada sebuah WLAN
(Wireless Local Area Network). Access Point berfungsi sebagai pusat pemancar atau penerima
signal signal radio WLAN.
• Browser, merupakan program aplikasi yang digunakan untuk memudahkan anda melakukan
navigasi berbagai data dan informasi pada WWW.
• Chatting, merupakan suatu alat yang digunakan untuk saling berhubungan secara langsung baik
secara tulisan (dengan bahasa tulisan), secara lisan maupun secara visualisasinya dan alat ini bisa
diistilahkan telephone dalam dunia internet.
• Domain Name System (DNS), merupakan group penamaan di internet. Berikut ini pengertian
nama ekstensi yang sering digunakan dalam internet :
co.id / com - organisasi komersial
ac.id / edu - lembaga pendidikan
go.id / gov - lembaga pemerintah
net.id / net - provider internet
mil.id / mil - organisasi militer
or.id / org - organisasi umum
• Download, merupakan suatu aksi mengambil file dari internet ke computer Anda sendiri.
• Ekstranet, sekumpulan Intranet yan saling terhubung sehingga dapat saling berkomunikasi
ataupun bertukar data.
• E-mail, merupakan salah satu alat yang digunakan oleh pengguna jasa internet untuk berhubungan
dengan pengguna internet yang lain dan alat ini bisa diistilahkan surat dalam dunia internet.
• File Transfer Protocol (ftp), merupakan suatu tools yang digunakan untuk mendownload atau
mengupload fele-file dari computer pribadi Anda ke server.
• Homepage, merupakan sampul halaman yang berisi daftar isi atau menu dari sebuah situs
web.
• Hosting, merupakan tempat atau alat yang dapat menyimpan file-file web yang telah kita buat
(design).
• Hypertext Transfer Protokol (HTTP), merupakan suatu protocol yang menentukan aturan yang
perlu diikuti oleh Web browser dalam meminta atau mengambil suatu dokumen, dan oleh Web
serfer dalam menyediakan dokumen yang diminta untuk mengakses dokumen HTML.
• Hypertext Transfer Protokol Secure (HTTPS), adalah sama seperti HTTP tetapul tools ini
biasanya digunakan untuk web yang dipakai untuk bisnis dan transaksi online serta database.
• Internet, merupakan satu teknologi internet (browsing, e-mail, ftp, dan sebagainya) yang
diterpkan dalam jaringan LAN.
• ISP (Internet Service Provider), merupakan suatu perusahaan yang menyediakan layanan ke
internet atau bisa disebut sebagai pintu gerbang ke internet. Supaya kita bisa berhubungan ke
internet kita perlu mendaftarkan diri ke ISP untuk mendapatkan nama dan alamat di internet.
• LAN (lokal area network), merupakan kumpulan komputer yang terhubung delam suatu jaringan
sehingga antara komputer dapat saling berkomunikasi, berbagi pakai (sharring) ataupun tukar
data.
• Uniform Resourse Locator (URL), merupakan suatu sarana yang digunakan untuk menentukan
lokasi informasi pada suatu Web server, URL dapat diibaratkan sebagai suatu alamat.
• Upload, merupakan suatu aksi yang digunakan untuk mengirim file yang ada di computer Anda
sendiri ke server dimana Anda mendaftar.
• WAN (Wide Area Network), merupakan LAN
• WEB, adalah fasilitas hiperteks yang menampilkan data berupa teks, gambar, bunyi, animasi, dan

94 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Teknologi jaringan dan implementasinya ....

data multimedia lainnya. Yang diantara data tersebu saling berhubungan satu sama lainnya.
• Web Server, merupakan suatu platform yang membolehkan pengguna (user) menyebarkan serta
mencari data sesuai yang diinginkan.
• Web Site (Situs Web), merupakan tempat penyimpanan data dan informasi dengan berdasarkan
topik tertentu.
• WWW (World Wide Web), merupakan kumpulan web server dari seluruh dunia yang berfungsi
menyediakan data dan informasi intik yang dapat digunakan secara bersamaan.

Penulis adalah Tenaga Struktural pada Seksi Informasi BPPNFI Regional V Makassar

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 95


Pendidik dan Filsafat Pendidikan ....

PENDIDIK DAN FILSAFAT PENDIDIKAN


Oleh : H. Agus Marsidi

Abstrak, Seorang pendidik, baik sebagai pribadi maupun sebagai pelaksana pendidikan, perlu mengetahui filsafat
pendidikan, Tujuan pendidikan perlu dipahami dalam hubungannya dengan tujuan hidup. Filsafat pendidikan harus
mampu memberikan pedoman kepada para pendidik (pendidik). Hal tersebut akan mewarnai sikap perilakunya
dalam mengelola proses belajar mengajar (PBM). Peranan filsafat pendidikan ditinjau dari tiga lapangan filsafat,
yaitu: metafisika, epistemology dan aksiologi. Yang menentukan filsafat pendidikan seorang pendidik adalah
seperangkat keyakinan yang dimiliki dan berhubungan kuat dengan perilaku pendidik, yaitu: Keyakinan mengenai
pengajaran dan pembelajaran, warga belajar, pengetahuan, dan apa yang perlu diketahui.

Kata Kunci: Filsafat pendidikan, perilaku pendidik dan keyakinan.

Filsafat pendidikan merupakan aplikasi Peranan filsafat pendidikan ditinjau dari tiga
filsafat dalam pendidikan (Kneller, 1971). lapangan filsafat, yaitu:
Pendidikan membutuhkan filsafat karena 1. Metafisika
masalah-masalah pendidikan tidak hanya Metafisika merupakan bagian filsafat yang
menyangkut pelaksanaan pendidikan yang mempelajari masalah hakekat: hakekat dunia,
dibatasi pengalaman, tetapi masalah-masalah hakekat manusia, termasuk di dalamnya
yang lebih luas, lebih dalam, serta lebih hakekat anak. Metafisika secara praktis
kompleks, yang tidak dibatasi pengalaman akan menjadi persoalan utama dalam
maupun fakta-fakta pendidikan, dan tidak pendidikan. Karena anak bergaul dengan
memungkinkan dapat dijangkau oleh sains dunia sekitarnya, maka ia memiliki dorongan
pendidikan. Seorang pendidik, baik sebagai yang kuat untuk memahami tentang segala
pribadi maupun sebagai pelaksana pendidikan, sesuatu yang ada. Memahami filsafat ini
perlu mengetahui filsafat pendidikan. Seorang diperlukan secara implisit untuk mengetahui
pendidik perlu memahami dan tidak boleh buta tujuan pendidikan.
terhadap filsafat pendidikan, karena tujuan Seorang pendidik seharusnya tidak hanya
pendidikan senantiasa berhubungan langsung tahu tentang hakekat dunia dimana ia tinggal,
dengan tujuan hidup dan kehidupan individu tetapi harus tahu hakekat manusia, khususnya
maupun masyarakat yang menyelenggarakan hakekat anak.
pendidikan. Tujuan pendidikan perlu Hakekat manusia:
dipahami dalam hubungannya dengan tujuan Manusia adalah makhluk jasmani rohani
hidup. Pendidik sebagai pribadi mempunyai Manusia adalah makhluk individual sosial
tujuan hidupnya dan pendidik sebagai Manusia adalah makhluk yang bebas
warga masyarakat mempunyai tujuan hidup Manusia adalah makhluk menyejarah
bersama. Filsafat pendidikan harus mampu
memberikan pedoman kepada para pendidik 2. Epistemologi
(pendidik). Hal tersebut akan mewarnai sikap Kumpulan per tanyaan berikut yang
berhubungan dengan para pendidik adalah
perilakunya dalam mengelola proses belajar
epistemologi. Pengetahuan apa yang benar?
mengajar (PBM). Selain itu pemahaman filsafat Bagaimana mengetahui itu berlangsung?
pendidikan akan menjauhkan mereka dari Bagaimana kita mengetahui bahwa kita
perbuatan meraba-raba, mencoba-coba tanpa mengetahui? Bagaimana kita memutuskan
rencana dalam menyelesaikan masalah-masalah antara dua pandangan pengetahuan yang
pendidikan. berlawanan? Apakah kebenaran itu konstan,
ataukah kebenaran itu berubah dari situasi
Pe r m a s a l a h a n : B a g a i m a n a p e r a n a n satu ke situasi lainnya? Dan akhirnya
filsafat pendidikan bagi pendidik? Apa yang pengetahuan apakah yang paling berharga?
menentukan filsafat pendidikan seorang
pendidik?

96 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pendidik dan Filsafat Pendidikan ....

Bag aimana menjawab per tanyaan pengetahuan untuk kebaikan.


epistemologis tersebut, itu akan memiliki Filsafat pendidikan terdiri dari apa yang
implikasi signifikan untuk pendekatan diyakini seorang pendidik mengenai
kurikulum dan pengajaran. Pertama pendidik pendidikan, atau merupakan kumpulan
harus menentukan apa yang benar mengenai prinsip yang membimbing tindakan
muatan yang diajarkan, kemudian pendidik profesional pendidik. Setiap pendidik
harus menentukan alat yang paling tepat untuk baik mengetahui atau tidak memiliki suatu
membawa muatan ini bagi warga belajar. filsafat pendidikan, yaitu seperangkat
Meskipun ada banyak cara mengetahui, keyakinan mengenai bagaimana manusia
setidaknya ada lima cara mengetahui sesuai belajar dan tumbuh serta apa yang harus
dengan minat/kepentingan masing-masing manusia pelajari agar dapat tinggal dalam
pendidik, yaitu mengetahui berdasarkan kehidupan yang baik.
otoritas, wahyu Tuhan, empirisme, nalar, Filsafat pendidikan secara fital juga
dan intuisi. berhubungan dengan pengembangan
Pendidik tidak hanya mengetahui bagaimana semua aspek peng ajaran. Deng an
warga belajar memperoleh pengetahuan, menempatkan filsafat pendidikan pada
melainkan juga bagaimana warga belajar tataran praktis, para pendidik dapat
mengikuti pembelajaran. Dengan demikian menemukan berbag ai pemecahan
epistemologi memberikan sumbangan permasalahan pendidikan.
bagi teori pendidikan dalam menentukan
Terdapat hubungan yang kuat antara
kurikulum. Pengetahuan apa yang harus
perilaku pendidik dengan keyakinannya:
diberikan kepada anak dan bagaimana cara
1) Keyakinan mengenai pengajaran dan
untuk memperoleh pengetahuan tersebut,
pembelajaran
begitu juga bagaimana cara menyampaikan
Komponen penting filsafat
pengetahuan tersebut.
pendidikan seorang pendidik adalah
3. Aksiologi bagaimana memandang pengajaran
Cabang filsafat yang membahas nilai baik dan pembelajaran, dengan kata lain,
dan nilai buruk, indah dan tidak indah, erat apa peran pokok pendidik? Sebagian
kaitannya dengan pendidikan, karena dunia pendidik memandang pengajaran
nilai akan selalu dipertimbangkan atau sebagai sains, suatu aktifitas kompleks.
akan menjadi dasar pertimbangan dalam Sebagian lain memandang sebagai
menentukan tujuan pendidikan. Langsung suatu seni, pertemuan yang spontan,
atau tidak langsung, nilai akan menentukan tidak berulang dan kreatif antara
perbuatan pendidikan. Nilai merupakan pendidik dan warga belajar. Yang
hubungan sosial. lainnya lagi memandang sebagai
Pertanyaan-pertanyaan aksiologis yang aktifitas sains dan seni. Berkenaan
harus dijawab pendidik adalah: Nilai-nilai dengan pembelajaran, sebagian
apa yang dikenalkan pendidik kepada warga pendidik menekankan pengalaman-
belajar untuk diadopsi? Nilai-nilai apa pengalaman dan kognisi warga
yang mengangkat manusia pada ekspresi belajar, yang lainnya menekankan
kemanusiaan yang tertinggi? Nilai-nilai apa perilaku warga belajar.
yang benar-benar dipegang orang yang benar- 2) Keyakinan mengenai warga belajar
benar terdidik? Akan berpengar uh besar pada
Pada intinya aksiologi menyoroti fakta bagaimana pendidik mengajar?
bahwa pendidik memiliki suatu minat tidak Seperti apa warga belajar yang
hanya pada kuantitas pengetahuan yang pendidik yakini, itu didasari pada
diperoleh warga belajar melainkan juga pengalaman kehidupan unik pendidik.
dalam kualitas kehidupan yang dimungkinkan Pandangan negatif terhadap warga
karena pengetahuan. Pengetahuan yang belajar menampilkan hubungan
luas tidak dapat memberi keuntungan pada p e n d i d i k - wa r g a b e l a j a r p a d a
individu jika ia tidak mampu menggunakan ketakutan dan penggunaan kekerasan

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 97


Pendidik dan Filsafat Pendidikan ....

tidak didasarkan kepercayaan dan kemanfaatan. Pendidik yang memiliki pemikiran filsafat
pendidikan mengetahui bahwa anak-anak berbeda dalam kecenderungan untuk belajar
dan tumbuh.
3) Keyakinan mengenai pengetahuan
Berkaitan dengan bagaimana pendidik melaksanakan pengajaran. Dengan filsafat
pendidikan, pendidik akan dapat memandang pengetahuan secara menyeluruh, tidak
merupakan potongan-potongan kecil subyek atau fakta yang terpisah.
4) Keyakinan mengenai apa yang perlu diketahui
Pendidik menginginkan para warga belajarnya belajar sebagai hasil dari usaha mereka,
sekalipun masing-masing pendidik berbeda dalam meyakini apa yang harus diajarkan.
Kesimpulan
Peran filsafat pendidikan bagi pendidik, dengan filsafat metafisika pendidik mengetahui hakekat
manusia, khususnya warga belajar sehingga tahu bagaimana cara memperlakukannya dan berguna
untuk mengetahui tujuan pendidikan. Dengan filsafat epistemologi pendidik mengetahui apa yang
harus diberikan kepada warga belajar, bagaimana cara memperoleh pengetahuan, dan bagaimana
cara menyampaikan pengetahuan tersebut. Dengan filsafat aksiologi pendidik memahami yang
harus diperoleh warga belajar tidak hanya kuantitas pendidikan tetapi juga kualitas kehidupan karena
pengetahuan tersebut. Hal yang menentukan filsafat pendidikan seorang pendidik adalah seperangkat
keyakinan yang dimiliki dan berhubungan kuat dengan perilaku pendidik, yaitu: Keyakinan mengenai
pengajaran dan pembelajaran, warga belajar, pengetahuan, dan apa yang perlu diketahui.

DAFTAR PUSTAKA
Kneller, George F. 1971. Introduction to the Philosophy of Education. John Willey Sons Inc,
New York.
Sadulloh, U. 2003. Pengantar Filsafat Pendidikan. CV Alfabeta, Bandung.
Sindhunata. 2000. Menggagas Paradigma Baru Pendidikan. Kanisius, Yogyakarta
Soedijarto. 1993. Menuju Pendidikan Nasional yang Relevan dan Bermutu, Balai Pustaka,
Jakarta.
Zamroni. 2000. Paradigma Pendidikan Masa Depan, PT Bayu Indra Grafika, Yogyakarta.

98 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pendataan PNF Berbasis Kepala Keluarga ....

MODEL PENDATAAN PNF BERBASIS


“ KEPALA KELUARGA “
Oleh
Muhammad Hasbi, S.Sos., M.Pd

Abstrak, Aspek lain yang terkait dengan belum optimalnya data PNF adalah jenis data yang dapat
disajikan. Kondisi saat ini, dari 11 jenis data PNF yang seharusnya disajikan, baru terealisasi sebanyak
5 jenis. Kondisi ini pun sangat dipengaruhi oleh tingkat pengembalian (rate of return) instrumen
dari sumber-sumber data yang masih rendah dan kelengkapan hasil pengisian instrumen tersebut.
Terkait dengan permasalahan lemahnya kualitas SDM pengelola data dan informasi, tidak hanya
dialami oleh satu atau dua daerah saja, tetapi hampir merata di semua kabupaten dan kota. Hal ini
dikarenakan SDM tersebut tidak memiliki kualifikasi yang relevan dan memadai, serta tidak pernah
dipersiapkan untuk melakukan pekerjaan mengelola data dan informasi. Tugas tersebut hanyalah
merupakan tugas tambahan disamping tugas pokok yang telah ada. Tentu saja, persoalan ini terkait
pula dengan keterbatasan jumlah tenaga kependidikan yang bekerja pada jalur pendidikan non

PENDAHULUAN

A. Analisis Situasi di tingkat Kab./Kota, antara lain dengan


mengucurkan dana blockgrant pendataan.
Salah satu instrumen utama dalam
Namun demikian, kenyataan menunjukkan
menyusun sebuah kebijakan adalah data
bahwa sampai dengan tahun 2008, rate of return
dan informasi yang tepat, cepat dan
instrumen pendataan PNF masih berada di
akurat. Di tingkat Ditjen Pendidikan
bawah 50%.
Non Formal dan Informal (PNFI),
ketersediaan data dan informasi yang Faktor internal di Ditjen PNFI
cepat, tepat dan akurat telah lama menjadi sendiri antara lain adalah: belum adanya
permasalahan yang belum menemukan sistem mekanisme pemerolehan data dan
titik penyelesaian hingga saat ini. Hal informasi yang telah bekerja dan teruji dengan
tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, baik mulai dari tingkat pusat sampai ke
baik eksternal maupun internal. Salah satu sumber-sumber data, kurangnya sinergi antar
faktor eksternal adalah belum optimalnya berbagai unsur penyelenggara pendidikan non
pasokan data dan informasi PNFI formal dan informal di lapangan, lemahnya
dari Pusat Statistik Pendidikan (PSP) pengorganisasian basis data dan informasi,
Badan Penelitian dan Pengembangan serta lemahnya kualitas sumber daya manusia
(Balitbang) Depdiknas, sebagai lembaga pengelola data dan informasi tersebut.
yang memiliki kewenangan umum dalam
melaksanakan kegiatan pendataan di Sejak tahun 2006, Ditjen PNFI
pendidikan. Salah satu faktor yang diduga Depdiknas telah memperkenalkan mekanisme
menjadi penyebabnya adalah rendahnya pendataan dari tingkat pusat hingga ke tingkat
prestasi dari Kelompok Kerja Pendataan kabupaten/kota, dengan menempatkan
Pendidikan (KK-Datadik) di tingkat UPTD/SKB Kab./Kota sebagai pusat basis
kabupaten/kota dalam mengembalikan data. Mekanisme tersebut telah diiringi
hasil pengisian instrumen pendataan dengan penyediaan dana blockgrant secara
yang telah didistribusikan oleh PSP berkesinambungan untuk memperkuat
Balitbang Depdiknas. Berbagai cara telah dukungan teknologi informasi dan komunikasi
ditempuh oleh Balitbang dalam upaya yang digunakan dalam proses pendataan.
meningkatkan prestasi KK Datadik Namun demikian, dalam perjalanannya
mekanisme tersebut tidak berjalan secara

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 99


Pendataan PNF Berbasis Kepala Keluarga ....

optimal. Beberapa fakta yang dapat berbasis dukungan teknologi informasi


dikemukakan terkait dengan tidak bekerjanya dan komunikasi, yang terintegrasi dalam
mekanisme tersebut antara lain penyediaan sebuah SIM PNFI. Disamping itu, Ditjen
data masih membutuhkan waktu yang PMPTK telah pula mengembangkan
relatif lama. Data PNF seharusnya tersedia sebuah sistem infor masi yang
sebelum bulan September tahun anggaran disebut SIM NU-PTK. Hasil diskusi
berjalan, sehingga dapat dimanfaatkan menunjukkan bahwa hampir semua
dalam menyusun RAPBN tahun berikutnya UPTD/SKB di Provinsi Sulawesi Selatan
dan dapat dimanfaatkan oleh pemangku dan Sulawesi Barat belum memahami
kepentingan lainnya untuk kebutuhan prosedur pemanfaatan aplikasi tersebut,
perencanaan PNFI. Kenyataannya adalah sebagai akibat dari kurang memadainya
data PNF baru dapat disediakan pada manual aplikasi dan ketiadaan program
awal tahun berikutnya. Di samping itu, sosialisasi/pelatihan terkait dengan
kegiatan pengumpulan data PNF yang telah pemanfaatan aplikasi tersebut.
dilakukan belum mampu menghasikan data
Terkait dengan permasalahan
yang berkualitas. Tidak semua instrumen
pendataan PNFI, pada bulan Juli s.d
yang telah didistribusikan kepada sumber-
Agustus 2008 BPPNFI Regional V
sumber data dikembalikan, dan tidak
Makassar telah menggelar workshop
semua instrumen yang dikembalikan diisi
secara simultan dengan menghadirkan
secara lengkap. Data masih terbatas kepada
4 Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota,
agregasi-agregasi per item data, dan belum
4 Kasubdin PLS, 25 Kepala Seksi PLS,
dilakukan analisis untuk melihat saling
27 Kepala SKB, 40 anggota Forum
keterkaitan antara data satu dengan yang
Kelompok Kerja Pengelola Sistem
lain.
Informasi (F-KKPSI) yang berasal
Aspek lain yang terkait dengan belum dari 25 Kab/Kota, perwakilan TLD
optimalnya data PNF adalah jenis data yang se Provinsi Sulawesi Selatan dan 6
dapat disajikan. Kondisi saat ini, dari 11 orang Pengelola Program Desa Cyber
jenis data PNF yang seharusnya disajikan, dari 3 Kab/Kota. Permasalahan yang
baru terealisasi sebanyak 5 jenis. Kondisi mengemuka terkait pendataan adalah:
ini pun sangat dipengaruhi oleh tingkat (1) rendahnya kualitas dan kuantitas data
pengembalian (rate of return) instrumen dari PNFI di Kab/Kota ; (2) lemahnya (atau
sumber-sumber data yang masih rendah tidak adanya) mekanisme pendataan
dan kelengkapan hasil pengisian instrumen dari kab/Kota ke sumber-sumber data
tersebut. Terkait dengan permasalahan di lapangan; (3) lemahnya organisasi
lemahnya kualitas SDM pengelola data pengelola data di kab/kota; (4) lemahnya
dan informasi, tidak hanya dialami oleh SDM pengelola data di kab/kota; (4)
satu atau dua daerah saja, tetapi hampir anggaran pendataan PNFI yang sangat
merata di semua kabupaten dan kota. Hal ini terbatas; (5) rendahnya perhatian Pemda
dikarenakan SDM tersebut tidak memiliki terhadap kegiatan pendataan pendidikan,
kualifikasi yang relevan dan memadai, serta khususnya pendataan PNFI.
tidak pernah dipersiapkan untuk melakukan
Dengan memperhatikan berbagai
pekerjaan mengelola data dan informasi.
permasalahan tersebut, maka BPPNFI
Tugas tersebut hanyalah merupakan tugas
Regional V Makassar mencoba untuk
tambahan disamping tugas pokok yang
menyusun Model Pendataan Pendidikan
telah ada. Tentu saja, persoalan ini terkait
Non Formal berbasis Kepala Keluarga,
pula dengan keterbatasan jumlah tenaga
sebagai bahan pertimbangan kebijakan
kependidikan yang bekerja pada jalur
bagi pengambil keputusan di tingkat
pendidikan non formal dan informal.
Ditjen PNFI.
Hal lain yang patut dipertimbangkan
adalah bahwa Ditjen PNF telah menyusun
sebuah sistem informasi manajemen
B. Tujuan

100 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pendataan PNF Berbasis Kepala Keluarga ....

1. Tujuan Penyusunan Model tanggung jawab, wewenang dan


Model ini ber tujuan untuk hak secara penuh oleh pejabat yang
memberikan arah dan petunjuk berwenang untuk melaksanakan
penyelenggaraan pendataan PNF kegiatan belajar mengajar dalam
di tingkat nasional pada umumnya, rangka pengembangan model dan
khususnya di wilayah kerja BPPNFI pembuatan percontohan ser ta
Regional V Makassar. penilaian dalam rangka pengendalian
mutu dan dampak pelaksanaan
2. Tujuan Pendataan program pendidikan luar sekolah.
a. Memperoleh data sasaran 2. Pamong PAUD, yaitu tenaga honor
PNF untuk berbagai jenis yang diberi tugas, tanggung jawab,
dan jenjang satuan pendidikan wewenang untuk membimbing
non formal; kegiatan pendidikan bagi anak usia
b. Memperoleh data realisasi dini.
program PNF yang telah 3. Fasilitator Desa Binaan Intensif ( FDI
dan sedang berlangsung di ), yaitu tenaga kontrak berpendidikan
berbagai jenis dan jenjang sarjana, satu sarjana eksakta dan
satuan pendidikan non satu lagi non eksakta, yang bertugas
formal; memberikan layanan PNF yang
c. Menyusun pemetaan data merata dan berkualitas, terutama bagi
sasaran dan realisasi program masyarakat yang bermukim di desa-
PNF. desa dengan kategori terpencil dan
d. Mendukung penyusunan tertinggal.
p e r e n c a n a a n ke b i j a k a n 4. Tutor ( Tutor keaksaraan dan Tutor
PNF pada tahun anggaran Kesetaraan Paket A, B, dan C), yaitu
berjalan dan tahun anggaran tenaga yang berasal dari masyarakat
berikutnya. yang bertugas dalam merencanakan,
melaksanakan, mengevaluasi proses
C. Cakupan Kegiatan pembelajaran pada pendidikan
Kegiatan yang akan dilakukan keaksaraan dan kesetaraan.
sebagai rangkaian pelaksanaan pendataan 5. Instruktur kursus, yaitu tenaga yang
PNF adalah : memiliki kompetensi dan bertugas
1. Pengumpulan/penjaringan data; menjadi pendidik pada lembaga
2. Pengolahan data; kursus.
3. Verifikasi dan analisis hasil
pendataan; B. Tenaga Kependidikan PNF
4. Pendistribusian data; Tenaga kependidikan PNF adalah
Pemutakhiran data PNF. anggota masyarakat yang mengabdikan
diri dan diangkat untuk menunjang
penyeleng garaan pendidikan non
SASARAN PENDATAAN formal. Tenaga Kependidikan bertugas
melaksanakan administrasi pengelolaan,
A. Pendidik PNF pengembangan, pengawasan dan pelayanan
Pendidik PNF adalah anggota teknis untuk menunjang proses pendidikan
masyarakat yang mempunyai tugas dan pada satuan pendidikan non formal. Tenaga
kewenangan dalam merencanakan dan Kependidikan PNF meliputi :
melaksanakan proses pembelajaran, 1. Pengelola / Penyelenggara Satuan
menilai hasil pembelajaran, melakukan Pendidikan Non Formal, yaitu tenaga
pembimbingan dan pelatihan. Pendidik yang melakukan pengorganisasian
PNF meliputi : kegiatan pada suatu kelompok tertentu
1. Pamong Belajar, yaitu Pegawai guna menyelenggarakan satu atau
Negeri Sipil yang diberikan tugas, beberapa kegiatan pendidikan non

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 101


Pendataan PNF Berbasis Kepala Keluarga ....

formal, mencakup ketua, sekertaris, propinsi, kota maupun kabupaten, termasuk


bendahara, koordinator dan anggota lembaga swasta yang bergerak dibidang
seksi / bidang kegiatan PNF. PNF yang terdiri dari:
2. Tenaga Administrasi, yaitu tenaga 1. UPTD Balai Pengembangan Kegiatan
yang diberi tugas dan kewenangan Belajar (BPKB) Propinsi, Yaitu
menyelenggarakan tertib administratif lembaga pendidikan non formal milik
pada suatu satuan pendidikan non pemerintah propinsi yang berkedudukan
formal. di propinsi dan berada dalam
3. Tenaga Perpustakaan / Pustakawan, naungan langsung Dinas Pendidikan
yaitu tenaga yang diberi tugas dan Propinsi, yang diberi tang gung
kewenangan menyelenggarakan / jawab melaksanakan pengembangan,
mengelola serta memberikan pelayanan penelitian, pelaksana teknis program
pada suatu lembaga perpustakaan. PNF yang diselenggarakan oleh pusat
4. Nara Sumber Teknis PNF, yaitu dan Dinas Pendidikan Setempat.
tenaga yang memiliki kompetensi serta 2. UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)
sertifikasi pada bidang keterampilan Kab./Kota, Yaitu lembaga pendidikan
tertentu, serta dilibatkan dalam upaya non formal milik pemerintah daerah
peningkatan kemampuan sasaran PNF yang berkedudukan di setiap kabupaten
pada suatu satuan pendidikan non dan atau kota dan berada dalam
formal. naungan dinas pendidikan kabupaten
5. Laboran, yaitu tenaga yang memiliki atau kota, yang diberi tanggung jawab
kualifikasi tertentu yang diberi mendampingi sekaligus menjadi
kewenangan dan tanggung jawab pelaksana teknis program, PNF
mengelola laboratorium. yang diselenggarakan oleh Dinas
6. Penilik, yaitu Pegawai Negeri Sipil Pendidikan Kabupaten dan atau yang
yang diberi tugas dan tang gung diselenggarakan oleh pusat.
jawab, wewenang, dan hak secara 3. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
penuh oleh pejabat yang berwenang (PKBM), yaitu lembaga pendidikan
untuk melakukan kegiatan penilikan non formal bentukan masyarakat
pendidikan luar sekolah yang selanjutnya yang berfungsi untuk memfasilitasi
disingkat PLS yang meliputi pendidikan masyarakat dan pemerintah pada level
masyarakat, kepemudaan, pendidikan pelaksanaan program yang didanai oleh
anak usia dini dan keolahragaan. pemerintah maupun bersumber dari
7. Tenaga Lapangan Dikmas (TLD), swanada lembaga PKBM, berstatus
yaitu tenaga yang berlatar belakang independen dan berkedudukan hingga
pendidikan sarjana, berstatus sebagai pada tingkat kecamatan/kelurahan.
tenaga kontrak yang diberi tugas 4. Taman Bacaan Masyarakat (TBM), yaitu
membantu penilik dan berkedudukan lembaga pendidikan non formal yang
di kecamatan. bergerak dibidang penyediaan fasilitas
C. Lembaga / Pemangku Kepentingan membaca serta koleksi buku yang
PNF dibutuhkan oleh warga belajar PNF,
berkedudukan dibawah pembinaan
Lembaga PNF adalah instansi dinas pendidikan, SKB, PKBM ataupun
pemerintah dan non pemerintah (swasta) dapat berdiri sendiri.
yang bergerak dalam bidang pendidikan 5. Lembag a Kursus, yaitu semua
non formal dan mempunyai tupoksi lembaga oleh masyarakat didirikan
lembaga kearah pengkajian / penelitian, untuk melaksanakan pembelajaran
pengembangan, pelaksanaan program dan praktek dalam keterampilan
pendidikan non formal, lembaga tersebut tertentu khususnya untuk mendukung
meliputi seluruh Unit Pelaksana Teknis keterampilan kecakapan hidup (life
Daerah (UPTD) baik yang berkedudukan di Skill).

102 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pendataan PNF Berbasis Kepala Keluarga ....

6. Lembaga PAUD, yaitu lembaga umur.


yang didirikan oleh masyarakat, 3. Program Kesetaraan, yaitu Program
pemerintah ataupun lembaga yang ditujukan untuk pelayanan di
lain yang diperuntukkan untuk bidang pembelajaran paket mulai pada
melayani atau memenuhi kebutuhan tingkat Paket A, Paket B, dan Paket C
masyarakat yang membutuhkan dalam upaya penyediaan wadah belajar
pendidikan anak usia dini. Adapun bagi masyarakat yang putus sekolah dan
jenis lembag a PAUD adalah tidak dapat bersekolah karena berbagai
Playgroup/Kelompok Bermain, kendala.
Raudatul Agfa (RA), Taman 4. Program Diklanjut, yaitu program
Penitipan Anak (TPA), Satuan yang ditujukan untuk pelayanan
PAUD Sejenis (SPS). dibidang keterampilan hidup (life
7. Kelompok Belajar, yaitu Kelompok skill) ser ta prog ram penunjang
yang diseleng garakan oleh output dari program pembelajaran
masyarakat dan dibina oleh lembaga lainnya, meliputi program magang,
tertentu baik yang berasal dari kursus, pemberdayaan olahraga, serta
pemerintah maupun swasta dengan keterampilan-keterampilan penunjang
tujuan memberikan pembelajaran lainnya.
non formal mulai pada tingkat buta
huruf (Keaksaraan Fungsional), E. Sasaran Pendidikan Non For mal
paket A setara SD, paket B setara (PNF)
SLTP dan Paket C setara SLTA.
Data sasaran PNFI adalah seluruh
D. Program Pembelajaran PNF warga masyarakat mulai dari anak usia
Program pendidikan non formal dini hingga pada warga masyarakat usia
adalah program yang dilaksanakan oleh produktif yang berkeinginan mengeyam
tenaga PNF yang terdiri dari tenaga pendidikan non formal namun tidak
pendidik, tenaga kependidikan dan memiliki kesempatan karena beberapa
difasilitasi oleh lembaga PNF seperti faktor seperti : faktor sosial, geografis,
Subdin PLS Dinas Pendidikan, BPKB, pekerjaan, ekonomi, kultur/budaya, agama
SKB, PKBM, Forum, LSM dan lembaga dan sebagainya. Data sasaran tersebut
lainnya dalam rangka pencapaian meliputi :
sasaran/target PNF secara nasional. 1. Calon Warga Belajar, yiaut warga
Program PNF meliputi : pemberantasan masyarakat yang diproyeksikan untuk
buta huruf, perluasan akses pendidikan mengikuti program PNF, antara lain
dan kecakapan hidup, peningkatan taraf :
hidup masyarakat khususnya masyarakat a. Anak putus sekolah/tidak
miskin, terpencil dan tidak tersentuh melanjutkan sekolah
ataupun gagal dalam pendidikan formal. b. Masyarakat buta huruf/aksara
Program tersebut dibagi atas: c. Masyarakat Pengangguran
1. Program PAUD, yaitu program yang d. Masyarakat Terpencil/Pesisir/
ditujukan untuk pelayanan dibidang Suku Terasing.
pendidikan anak usia dini seperti 2. Warga Belajar (WB), yaitu warga
program kelompok bermain (KB), masyarakat yang sementara mengikuti
program taman penitipan anak program pembelajaran PNF
(TPA) serta program Satuan Paud dan tergabung dalam kelompok
Sejenis (SPS). tertentu seperti Paket A, B, C dan
2. Program KF, yaitu program yang seterusnya.
ditujukan untuk pelayanan dibidang
pemberantasan buta aksara
(keaksaraan fungsional) dengan
sasaran warga belajar yang buta
huruf pada berbagai tingkatan

Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pendataan PNF Berbasis Kepala Keluarga ....

PROGRAM PENDATAAN PNF Olehnya itu, strategi yang diusulkan


dalam model ini adalah Strategi Pendataan
A. Strategi Pendataan
PNF berbasis Kepala Keluarga. Melalui
Berdasarkan analisis situasi yang strategi ini, pendataan terhadap sasaran
telah dikemukakan pada bagian sebelumnya, PNF di berbagai jenis dan jenjang satuan
tergambar bahwa PSP Balitbang Depdiknas pendidikan non formal diharapkan dapat
maupun Ditjen PNFI Depdiknas telah dilakukan dengan tuntas, karena setiap
m e l a k u k a n b e r b a g a i u p ay a u n t u k Petugas Pendata yang telah ditunjuk
memperoleh data dan informasi pendidikan oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota
yang cepat, tepat, dan akurat. Namun akan mendatangi Kepala Keluarga
demikian, upaya tersebut belum mampu dan melaksanakan pendataan PNF
menghadirkan data dan informasi yang berdasarkan alokasi target yang telah
berkualitas. Di tingkat kab/kota, PSP ditetapkan. Strategi ini diharapkan pula
Balitbang Depdiknas telah meluncurkan dapat menghasilkan data yang lebih tepat
skema bantuan langsung untuk mendukung dan akurat, karena data yang diperoleh
kinerja KK-DATADIK Kab/Kota, namun tidak terbatas pada agregasi-agregasi
hasilnya masih jauh dari yang diharapkan. semata, tetapi menggambarkan secara
Demikian pula Ditjen PNFI Depdiknas, spesifik keadaan sasaran PNF (by name
telah meluncurkan berbagai skema bantuan and by address). Kondisi ini diharapkan
langsung untuk mendukung pengayaan dapat meningkatkan akuntabilitas
fungsi UPTD/SKB sebagai Data Center, penyelenggaraan program-program
disamping upaya lain yang dilakukan secara pendidikan non formal.
parsial (termasuk kerja sama dengan BPS).
Namun upaya itu pun belum mencapai hasil Namun demikian, implementasi
yang optimal. strategi Pendataan PNF berbasis Kepala
Berdasarkan hasil diskusi simultan Keluarga ini tentunya akan menyerap
yang telah dilakukan dengan berbagai elemen ang g aran yang cukup signifikan,
penyelenggara pendidikan non formal di mengingat sifatnya yang tuntas dan
regional V, diperoleh informasi bahwa salah spesifik. Akan tetapi, hal tersebut layak
satu kelemahan utama yang ditemukan untuk dipertimbangkan mengingat
dalam penerapan strategi Pendataan PNF pentingnya peranan data dan informasi
pada tahun-tahun sebelumnya adalah dalam menyusun rencana kebijakan
adanya asumsi bahwa semua kab/kota pendidikan non formal di masa yang
memiliki kemampuan yang sama dalam akan datang.
mengimplementasikan program pendataan,
sehingga setiap kab/kota memperoleh
proprosi alokasi bantuan langsung yang B. Mekanisme Pendataan
sama dalam mengimplementasikan porgram
1. Mekanisme Distribusi
pendataan. Kenyataannya, masing-masing
Instrumen dan Pengembalian
kab/kota memiliki karaketeristik geografis,
Instrumen;
demografis, sosial dan ekonomi yang
Gambar 1 berikut ini
berbeda, sehingga dibutuhkan strategi
memperlihatkan mekanisme
yang berbeda dalam menanganinya. Lebih
pendistribusian dan pengembalian
lanjut, dari hasil diskusi tersebut terungkap
hasil pengisian Instr umen
bahwa permasalahan pendataan PNF yang
Pendataan PNF.
sesungguhnya bukanlah terletak pada
pengiriman data PNF dari tingkat kab/
kota ke tingkat pusat, melainkan terletak
pada pemerolehan data PNF dari sumber-
sumber datanya, yang sangat dipengaruhi
oleh kondisi geografis, demografis, sosial
dan ekonomi daerah yang bersangkutan.

104 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pendataan PNF Berbasis Kepala Keluarga ....

masing).
d. Kiriman instrumen yang diterima
oleh Kantor Cabang Dinas, atau
Penilik PNF, atau lembaga lain yang
ditunjuk oleh Dinas Pendidikan
untuk bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan Pendataan PNF di
kecamatan tersebut, kemudian
diteruskan kepada Petugas Pendata
yang telah ditunjuk untuk setiap
desa berdasarkan SK Kepala Dinas
Pendidikan Kab/Kota.
e. Kiriman Instrumen yang diterima
Petug as Pendata selanjutnya
digunakan untuk melaksanakan
pendataan dengan cara mendatangi
setiap Kepala Keluarga dari pintu ke
pintu.
Gambar 1. Mekanisme Distribusi f. Petug a s Pen d a ta ya n g tel a h
Instrumen Pendataan menyelesaikan pengisian Instrumen
Pendataan PNF mengembalikan
Berdasarkan gambar di atas, instrumen tersebut ke Kantor
maka mekanisme distribusi dan Cabang Dinas, atau Penilik PNF,
pengembalian hasil pengisian atau lembaga lain yang ditunjuk
Instrumen Pendataan PNF dapat oleh Dinas Pendidikan untuk
dikemukakan sebagai berikut: ber tang gung jawab terhadap
a. Instrumen yang telah disusun pelaksanaan Pendataan PNF di
oleh PSP Balitbang bekerja kecamatan.
sama dengan Ditjen PNFI g. Kantor Cabang Dinas, atau Penilik
dikirimkan kepada Dinas PNF, atau lembaga lain yang
Pendidikan Provinsi cq. KK- ditunjuk oleh Dinas Pendidikan
Datadik Tingkat Provinsi. untuk bertanggung jawab terhadap
b. Kiriman instr umen yang pelaksanaan Pendataan PNF di
diterima oleh Dinas Pendidikan kecamatan, melakukan verifikasi
Provinsi diteruskan kepada terhadap hasil pengisian instrumen,
Dinas Pendidikan Kab/Kota menyusun dan meneruskan hasil
cq. KK-Datadik Tingkat pengisian instrumen tersebut kepada
Kabupaten. KK-Datadik Kab/Kota.
c. Kiriman instr umen yang h. KK - Datadik Kab/Kota melakukan
diterima oleh Dinas Pendidikan verifikasi dan legalisasi, kemudian
Kab/Kota diteruskan kepada mener uskan hasil pengisian
Kantor Cabang Dinas di tingkat instrumen tersebut kepada UPTD/
kecamatan, atau Penilik PNF SKB Kab/Kota atau lembaga
yang menangani kecamatan lain yang diberi tanggung jawab
tertentu, atau lembaga lain oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota
yang ditunjuk oleh Dinas untuk melakukan pengelolaan hasil
Pendidikan untuk bertanggung pengisian instrumen dimaksud.
jawab terhadap pelaksanaan
Pendataan PNF di kecamatan
tersebut (tergantung kepada
ketersediaan lembaga-lembaga
dimaksud di kab/kota masing-

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 105


Pendataan PNF Berbasis Kepala Keluarga ....

2. Mekanisme Pengelolaan dan Cabang Dinas, atau Penilik PNF,


Pendistribusian Data; atau lembaga yang ditunjuk oleh
Gambar 2 berikut ini memperlihatkan Dinas Pendidikan Kab/Kota,
mekanisme pengelolaan dan sebagai bahan referensi di tingkat
pendistribusian data PNF. kecamatan.
· KK-Datadik Tingkat Provinsi
menerima hardcopy dan softcopy
Ditnas PNFI
Data PNF dan menyampaikan
salinan kepada BPPNFI Regional
sebagai bahan pengolahan dan
BPPNFI Setiap Regional
penyajian data PNF.
· BPPNFI Regional mengolah
DINAS PENDIDIKAN
dan menyajikan data PNF untuk
PROVINSI
kebutuhan perencanaan dan
pengambilan keputusan di tingkat
Ditjen PNFI.
DINAS PENDIDIKAN
UPTD/SKB Kab/Kota
KAB./KOTA
3 Mekanisme Hubungan
Koordinasi Antar Lembaga
KANTOR CABANG DINAS/ Gambar 3 berikut ini memperlihatkan
PENILIK PLS mekanisme koordinasi antar lembaga
dalam pelaksanaan pendataan PNF.
Gambar 2. Mekanisme Pengelolaan dan
pendistribusian Data PNF DITJEN PNFI PSP BALITABNG

DEPDIKNAS DEPDIKNAS

Berdasarkan gambar di atas, maka


mekanisme pengelolaan dan BPPNFI Setiap Regional
pendistribusian data PNF dapat P E M E RI NT AH
dikemukakan sebagai berikut: P ROVI NS I
DINAS PENDIDIKAN
· Hasil pengisian Instr umen PROVINSI
Pendataan PNF yang telah diterima P E M E RI NT AH

dari Dinas Pendidikan Kab/Kota KABUPATEN


DINAS PENDIDIKAN
dikelola menjadi data PNF oleh KAB./KOTA
UPTD/SKB atau lembaga lain KEPALA

yang diberi tanggung jawab oleh KECAMATAN


KANTOR CABANG
Dinas Pendidikan Kab/Kota. DINAS/PENILIK PLS
· Data PNF dientry secara online LURAH/

melalui aplikasi yang tertanam KEPALA DESA


PETUGAS
pada server Ditjen PNFI/BPPNFI PENDATA PNF
atau PSP Balitbang Depdiknas.
BPPNFI Regional menerima Gambar 3. Mekanisme Koordinasi Antar
tembusan entry data dari setiap Lembaga
UPTD/SKB secara online. Berdasarkan gambar di atas,
· Data PNF dilaporkan kepada maka mekanisme koordinasi
KK-Datadik Kab/Kota untuk antar lembaga dalam pelaksanaan
diverifikasi dan dilegalisasi. Data Pendataan PNF dapat dikemukakan
PNF yang telah diverifikasi dan sebagai berikut:
dilegalisasi dikirimkan kepada KK- - Ditjen PNFI melakukan
Datadik Tingkat Provinsi dalam sosialisasi kegiatan pendataan
bentuk hardcopy dan softcopy. PNF kepada Pemerintah
· Disamping itu, hardcopy data PNF T i n g k a t P r ov i n s i . D a r i
dikirimkan kembali kepada Kantor hasil sosialisasi tersebut,

106 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pendataan PNF Berbasis Kepala Keluarga ....

Pemerintah Provinsi diharapkan dimaksud, Dinas Pendidikan


dapat memberikan dukungan K ab/Kota berkoordinasi
melalui berbagai skema kebijakan dengan Pemerintah Kecamatan
(himbauan, dana sandingan, setempat.
dll). - Kantor Cabang Dinas atau
- Ditjen PNFI dan PSP Balitbang Penilik PNF atau lembaga
Depdiknas secara bersama- lain yang ditunjuk oleh
sama melakukan pembinaan Dinas Pendidikan Kab/Kota
dan pemantauan terhadap menyelenggarakan kegiatan
penyelenggaraan pendataan PNF. pendataan PNF di tingkat
Pembinaan dan pemantauan kecamatan, berkoordinasi
tersebut dilakukan di setiap dengan Pemerintah Kecamatan
jenjang organisasi pendataan. setempat.
- BPPNFI melaksanakan - Kantor Cabang Dinas atau
pembinaan dan pemantauan Penilik PNF atau lembaga
terhadap penyeleng g araan lain yang ditunjuk oleh
pendataan PNF di tingkat Dinas Pendidikan Kab/Kota
provinsi di regionalnya masing- melakukan pembinaan dan
masing, dan melakukan uji petik pemantauan terhadap proses
ke tingkat kab/kota. penyelenggaraan pendataan
- Dinas Pendidikan Provinsi PNF di tingkat desa. Dalam
melakukan sosialisasi kegiatan melakukan kegiatan tersebut,
pendataan PNF kepada Kantor Cabang Dinas atau
Pemerintah Kab/Kota. Hasil Penilik PNF atau lembaga
yang diharapkan dari kegiatan lain yang ditunjuk oleh
sosialisasi tersebut adalah Dinas Pendidikan Kab/Kota
dukungan Pemerintah Daerah berkoordinasi dengan Lurah
yang diwujudkan melalui berbagai atau Kepala Desa.
skema kebijakan (himbauan, - Petugas Pendata yang ditunjuk
surat edaran, dana sandingan, b e r d a s a r k a n S K Ke p a l a
dll). D i n a s Pe n d i d i k a n K a b /
- Dinas Pendidikan Provinsi Kota melaksanakan kegiatan
melaksanakan pembinaan pendataan PNF berkoordinasi
dan pemantauan terhadap dengan Kepala Desa, Kepala
penyelenggaraan pendataan PNF Kelurahan, Ketua RW dan RT
di tingkat kab/kota. setempat.
- Dinas Pendidikan Kab/Kota
melakukan sosialisasi kegiatan A. Pola Pembiayaan Pendataan PNF
pendataan PNF di tingkat kab/ Satuan pembiayaan yang digunakan
kota. Dari kegiatan sosialisasi di dalam Model Pendataan PNF berbasis
tersebut, diharapkan tercipta Kepala Keluarga ini adalah satuan biaya
kesepahaman dan kesepakatan per Kepala Keluarga. Dengan demikian,
kerja sama dalam pelaksanaan jumlah biaya yang dibutuhkan untuk
kegiatan pendataan PNF di mengimplementasikan Model Pendataan
tingkat kab/kota. ini didasarkan atas jumlah Kepala Keluarga
- Dinas Pendidikan Kab/Kota yang ada di seluruh wilyah Indonesia.
melakukan pembinaan dan Adapun parameter satuan biaya per
pemantauan terhadap proses Kepala Keluarga yang digunakan dalam
penyelenggaraan pendataan PNF model ini adalah sebagai berikut:
di tingkat kecamatan dan desa.
Dalam melaksanakan kegiatan · Kepala Keluarga yang berdomisili di
pembinaan dan pemantauan dalam kota

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 107


Pendataan PNF Berbasis Kepala Keluarga ....

Rp 2.500,- / KK kota, dilaksanakan oleh Dinas


· Kepala Keluarga yang berdomisili di Pendidikan Provinsi bekerjasama
desa/di luar kota dengan BPPNFI;
Rp 3.000,- / KK 4. Sosialisasi Program Pendataan
· Kepala Keluarga yang berdomisili di PNF kepada seluruh pemangku
desa terpencil kepentingan di tingkat kecamatan
Rp 4.500,- / KK dan desa, dilaksanakan oleh Dinas
· Kepala Keluarga yang berdomisili di Pendidikan Kab/Kota;
pulau terpencil 5. Pe n d i s t r i b u s i a n I n s t r u m e n
Rp 10.000,- / KK Pendataan PNF berdasarkan
mekanisme pendistribusian yang
Berdasarkan data yang diperoleh telah ditetapkan, dilaksanakan
pada tahun 2002, jumlah desa/kelurahan secara berjenjang mulai dari tingkat
di Indonesia sebanyak 62.806 desa. Jika pusat sampai ke tingkat kab/
diasumsikan bahwa jumlah penduduk setiap kota.
desa/kelurahan sebanyak 1.500 orang, 6. Penetapan Surat Keputusan Kepala
dengan jumlah rata-rata Kepala Keluarga Dinas Pendidikan Kab/Kota
sebanyak 500 orang, maka jumlah anggaran tentang Petugas Pendata PNF;
yang dibutuhkan adalah 31.403.000 KK 7. Pembekalan Petugas Pendata dan
dikalikan dengan rata-rata parameter satuan pendistribusian instrumen dan
biaya per KK sebesar Rp. 5.000,- adalah Rp. logistik Pendataan PNF oleh Dinas
157.015.000.000,-. Pendidikan Kab/Kota;
Untuk Provinsi Sulawesi Selatan, B. Pelaksanaan
jumlah desa pada tahun 2002 tercatat
sebanyak 1.964 Desa. Jika digunakan asumsi Langkah-Langkah yang ditempuh
yang sama, maka jumlah Kepala Keluarga dalam tahap pelaksanaan pendataan
sebanyak 982.000 KK. Dengan demikian, adalah sebagai berikut:
jumlah anggaran yang dibutuhkan sebesar 1. P e n g u m p u l a n d a t a P N F
Rp. 4.910.000.000,-. Mengingat besarnya berdasarkan Instrumen Pendataan
anggaran yang dibutuhkan, maka diperlukan PNF yang telah ditetapkan,
kerja sama pembiayaan antara Pemerintah dilakukan oleh Petugas Pendata
Pusat (APBN) dan Pemerintah Daerah PNF yang telah ditunjuk oleh
(APBD) dalam pelaksanaan kegiatan Dinas Pendidikan Kab/Kota;
Pendataan PNF ini. 2. Pembinaan dan Pemantauan
pelaksanaan pendataan, dilakukan
PELAKSANAAN PENDATAAN PNF secara berjenjang oleh organisasi
pendataan PNF sebagaimana diatur
A. Persiapan dalam mekanisme koordinasi antar
lembaga;
Langkah-Langkah yang ditempuh 3. Pengembalian hasil pengisian
dalam tahap persiapan pendataan adalah Instr umen Pendataan PNF,
sebagai berikut: dilakukan secara ber jenjang
1. Penyusunan dan Pencetakan Instrumen oleh organisasi pendataan
Pendataan PNF, dilaksanakan oleh PNF sebagaimana diatur dalam
Ditjen PNFI bekerjasama dengan mekanisme pengembalian hasil
PSP Balitbang Depdiknas; pengisian instrumen;
2. Sosialisasi Program Pendataan 4. Pengolahan dan pendistribusian
PNF kepada seluruh pemangku data PNF secara ber jenjang
kepentingan di tingkat Provinsi, berdasarkan mekanisme
dilaksanakan oleh Ditjen PNFI; pengelolaan dan pendistribusian
3. Sosialisasi Program Pendataan data PNF;
PNF kepada seluruh pemangku
kepentingan di tingkat kabupaten/ C. Tindak Lanjut

108 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Pendataan PNF Berbasis Kepala Keluarga ....

Langkah-Langkah yang ditempuh dalam tahap tindak lanjut pendataan adalah sebagai
berikut:
1. Pemutakhiran data PNF secara berkala, minimal satu kali dalam setahun, dilakukan
secara berjenjang dengan memanfaatkan organisasi pendataan PNF;
2. Melakukan evaluasi, perbaikan dan pengembangan terhadap hasil pelaksanaan
pendataan serta mekanisme pendataan PNF yang telah ada, dalam rangka mencapai
hasil yang lebih baik.

BAB V
PENUTUP

Data merupakan masukan yang berharga dalam menyusun kebijakan, tidak terkecuali kebijakan
di bidang pendidikan, khususnya pendidikan non formal dan informal. Penyediaan data yang cepat,
tepat dan akurat untuk mendukung pembangunan di bidang pendidikan non formal dan informal akan
membutuhkan sumber daya yang sangat besar. Akan tetapi, meneruskan pembangunan pendidikan
non formal dan informal tanpa adanya kejelasan basis data yang memadai akan membutuhkan
sumber daya yang jauh lebih besar. Olehnya itu, urgensi penyediaan data pendidikan non formal
dan informal yang memadai merupakan kebutuhan yang sangat mendasar.
Model Pendataan PNF berbasis Kepala Keluarga merupakan wujud tanggung jawab
BPPNFI Regional V Makassar sebagai lembaga yang berdasarkan Permendiknas No. 28 Tahun
2007, diamanatkan untuk melaksanakan pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan pemutakhiran
data PNFI. Melalui penyusunan model ini, BPPNFI Regional V bermaksud memberi kontribusi
pemikiran sebagai bahan pertimbangan kebijakan di tingkat Ditjen PNFI dalam rangka meningkatkan
ketersediaan data PNF di masa yang akan datang.

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 109


Tinjauan Teoritis dan Praktis ...

Tinjauan Teoritis dan Praktis


Evaluasi Pelaksanaan Program PNF
Melalui Monev Pada BPPLSP Regional V Makassar
Oleh
Juwanita Sahid, S.Sos., M.Si
Abstrak, Dalam mendukung kebijakan Direktoral Jenderal Pendidikan Luar Sekolah untuk
mengetahui sejauhmana tingkat capaian program dan sasaran, BPPLSP Regional V Sebagai UPT
Depdiknas di bidang PNF memiliki fungsi melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap praktek
penyelenggaraan pendidikan non formal di wilayah kerjanya. Kegiatan pemantauan dan evaluasi ini,
dilakukan terhadap penyelenggara PNF oleh berbagai mitra terkait. Kegiatan pemantauan dan evaluasi
itu sendiri akan mencakup program PNF dan kinerja lembaga serta aspek lain yang relevan.
Pelaksanaan kegiatan dan pemanfaatan dana progran PNF di daerah perlu dipantau agar
sesuai dengan tujuan yang direncanakan. Pemantauan ditujukan untuk memastikan ketepatan
penerimaaan dana, ketepatan waktu penyaluran dana dan ketepatan pemanfaatan dana. Hasil
pemantauan digunakan untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi sedini mungkin hambatan/kendala
atau penyimpangan yang terjadi, serta menjadi acuan perencanaan dan penyusunan program pada

Latar Belakang oleh SKB/UPTD perlu dipantau dan dibina


Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah agar dapat mencapai tujuan yang direncanakan.
pada tahun 2006 telah mengalokasikan dana Pemantauan ditujukan untuk memastikan
dekonsentrasi cukup besar yang diperuntukkan ketepatan penerimaaan dana, ketepatan waktu
bagi sejumlah kegiatan pendidikan luar sekolah penyaluran dana dan ketepatan pemanfaatan
melalui program keaksaraan fungsional, budaya dana. Hasil pemantauan digunakan untuk
baca dan taman bacaan masyarakat, wajib belajar mengidentifikasi dan meng antisipasi
pendidikan dasar kesetaraan, pendidikan anak sedini mungkin hambatan/kendala atau
usia dini, kursus/life skills, pendidikan berwawasan penyimpangan yang terjadi, serta menjadi
gender yang dilaksanakan pada UPT/UPTD acuan perencanaan penyusunan program pada
di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di tahun-tahun mendatang.
Indonesia.
BPPLSP Regional V Makassar sebagai Rumusan Masalah
UPT pusat, telah memfasilitasi penyaluran dana Guna memperoleh data dan informasi
Block grant PLS berjumlah 14 Milyar lebih pada yang akurat dan komprehensif untuk
tahun 2006 dan pada 2007 berjumlah 39 milyar memastikan efesien dan efektivitas pelaksanaan
lebih, sehingga sangat di mungkinkan adanya program PNF sangat dibutuhkan pendekatan
pengawasan terhadap efektivitas pemanfaatan monev yang tepat.
dana block grant sesuai prosedur yang telah Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi
ditetapkan . yang dilaksanakan pada sejak tahun 2004
Dalam rangka mendukung kebijakan s.d 2005 masih menggunakan menggunakan
direktoral jenderal pendidikan luar sekolah untuk metolodogi pengumpulan data yang bersifat
mengetahui sejauhmana tingkat capaian program evaluatif yang sangat tergantung subyektifitas
dan sasaran, BPPLSP Regional V Sebagai UPT dari petugas monev(evaluator). Pendekatan
Depdiknas di bidang PNF memiliki fungsi evaluasi tersebut yang didasarkan atas
melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap penilaian terhadap aspek-aspek fisik dan
praktek penyelenggaraan pendidikan non formal daya serap, yang dilakukan secara periodik.
di wilayah kerjanya. Kegiatan pemantauan Diperlukan metode evaluasi/ monev yang
dan evaluasi ini, dilakukan terhadap praktek lebih patisipatif, terutama pengembangan
penyelenggaraan PNF oleh berbagai mitra terkait. program PNFke depan.
Kegiatan pemantauan dan evaluasi itu sendiri akan
mencakup program PNF dan kinerja lembaga Kajian Teoris dan Praktis
serta aspek lain yang relevan. Monitoring dan Evaluasi Program
Pelaksanaan kegiatan dan pemanfaatan dana

110 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Tinjauan Teoritis dan Praktis ...

Kajian Teoritis Monitoring dan Evaluasi Cronbach, 1982 dalam Evaluasi Program
Monitoring is the continuous assessment of the Pendidikan mengemukakan bahwa meskipun
intervention an its environment. It takes place at all evaluator atau petugas monev menyediakan
levels of management and uses both formal reporting informasi, evaluator bukanlah pengambil
and informal communications. ….Casely & Kumar keputusan tentang suatu program.
1987 Menurut Arikunto dan Safruddin ( 2004)
Monitoring yang dilakukan dengan Dalam Evaluasi Program Pendidikan bahwa
metode pengumpulan dan analisis informasi sebuah kegiatan harus dirancang khusus supaya
secara teratur. Kegiatan ini dilakukan secara tujuan dapat dicapai dengan baik, dan untuk
internal untuk menilai apakah masukan sudah mengetahui seberapa jauh atau bagian mana
digunakan, apakah dan bagaimana kegiatan dari tujuan yang sudah dan belum , serta apa
dilaksanakan, dan apakah keluaran dihasilkan penyebabnya , perlu adanya evaluasi program.
sesuai rencana. Monitoring berfokus secara Dalam banyak kasus dalam lingkup
khusus pada efesiensi. Sumber data yang pendidikan evaluasi program disamartikan
penting untuk verfikasi pada tingkat kegiatan dengan supervisi yang dalam pendidikan non
dan keluaran yang umumnya merupakan formal dikenal dengan Bintek yaitu mengadakan
dokumen internal seperti laporan tahunan/ peninjaun untuk memberikan pembinaan.
triwulan dsb… Sehingga sangatlah tepat jika evaluasi program
Monitoring meliputi kegiatan mengamati/ adalah langkah awal sebelum melakukan bintek
meninjau kembali/mempelajari dan kegiatan agar data yang dikumpulkan tepat , sehingga
menilik (mengawasi), yang dilakukan secara bahan binteknya juga tepat sasaran.
terus menerus atau berkala olah siapa saja yang Kegiatan evalausi merupakan proses
merasa berkepentingan terhadap program di penyempurnaan kegiatan-kegiatan yang
setiap tingkatan pelaksanaan kegiatan, untuk berjalan,membantu perencanaan, menyesuaiakan
memastikan kegiatan yang ditargetkan berjalan program dan pengambilan keputusan selanjutnya.
sesuai rencana. Dalam melakukan evaluasi, dalam instrument
Pemantauan dilakukan agar kegiatan hendaknya kegiatan yang dinilai mampu menjawab
dapat mencapai tujuannya secara berdaya guna 3 hal, What= apa yang dilaksanakan, Who siapa
dan berhasil guna dengan tersedianya umpan sasarannya, How= bagaimana melaksanakannya
balik pengelola program di setiap tingkatan. Dan ada 3 komponen yang perlu diidentifikasi
Sumber data yang penting untuk ditinjau yaitu tujuan, pelaksana dan prosedur pelaksanaan
adalah alat verifikasi di tingkat keluaran dan (Arikunto dan Safruddin Dalam Evaluasi Program
tujuan yang umumnya bersifat internal dan Pendidikan, 2004).
eksternal. Selanjutnya harus dapat di tentukan “
Monitoring dilakukan 2 cara yaitu ; standar” dan “indikator” dalam penilaian. Standar
1. Melalui kunjungan lapangan (field visits) penilaian dapat dilakukan secara kuantitaf dan
Melalui laporan kemajuan yang di peroleh kualitatif.
dari laporan di penanggung jawab kegiatan Ada beberapa model evaluasi program yang
dengan persentase target dan realisasi dikemukakan Arikunto dan Safruddin Dalam
daya serap dana serta persentase targe dan Evaluasi Program Pendidikan, (2004):
realisasi kemajuan kegiatan. 1. Goal Oriented Evaluation Model Oleh Tyler
2. Sedangkan telaan Kaji Ulang, yaitu menilai , dimana evaluasi dilaksanakan secara
apakah kegiatan elah menghasilkan berkesinambungan dan terus menerus
keluaran sesuai rencana dan apa dampak terhapdap tujuan yang akan dicapai.
keluaran telah membantu tercapainya 2. Goal Free Evaluation Model Oleh Michael
tujuan program. “telah ulang “ di sebut Scriven, tidak terlalu berfokus pada tujuan
sebagai evaluasi. khusus tetapi pada tujuan umum kegiatan
dan bagaimana proses pelaksananya.
Menurut Ralph Tyler (1950) bahwa evaluasi 3. Formatif-Summatif Evaluation Model. Oleh
program adalah proses untuk mengetahui Michael Scriven, evaluasi pada program
apakah tujuan pendidikan sudah dapat berjalan dan ketika program selesai.
direalisasikan .

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 111


Tinjauan Teoritis dan Praktis ...

4. Countenance Evaluation Model. Oleh Stake dan secara objektif dan secara subjektif.
Fernander(1984), mengidentifikasi konteks, Tujuan pelaksanaan evaluasi untuk
proses dan outcomes dalam sebuah matriks perbaikan tercapainya keberhasilan suatu
deskriptif-pertimbangan kegiatan; pengusulan/seleksi kegiatan dan
5. CSE-UCLA Evaluation Model. Oleh penilaian keberhasilan program.
Fernande(1984), model ini dibagi 4 tahap Penilaian kiner ja yang ditetapkan
yaitu need assessment, program planning , hendaknya menjadi alat evaluasi dalam menilai
formative evaluation, summative evaluation kinerja suatu UPTD dengan membadingkan
6. CIPPO Evaluation Model. Oleh Stuffebeam dengan indikator kinerja dan sasaran kinerja
dan kawan-kawan (1967) yaitu pendekatan yang direncanakan dengan realisasi, selain
konteks, input, proses dan prodOleh uct/ harus mengidentifikasikan indikator dan
outcomes. sasaran kinerja yang tepat, dapat diukur, jelas
7. Discrepancy /kesenjangan-model.Oleh dan mengambarkan kinerja program PNF
Malcolm Provus, yang menekankan pada .Indikator kinerja diharapkan menghasilkan
pandangan adaya kesenjangan dalam data atau informasi yang tepat waktu, relevan,
pelaksanaan program. obyektif dan transparan. Menggunakan
Ketepatan penentuan Model Evaluasi indikator yang disepakati dan ditetapkan
Ketepatan penentuan model evaluasi sangat bersama, diharapan memudahkan kegiatan
terkai apakah program tersebut adalah program monev , sehingga tidak lagi penilaian bersifat
pemrosesan, program layanan ataukah program subyektif, karena telah ditetapkan indikator
umum. dan ukurannya serta tidak menimbulkan
interpretasi ganda.
Bagaimana membuat rancangan evaluasi ? Data yang diperoleh pada proses
Meliputi Judul kegiatan,alasandilaksanakan, tujuan, monitoring memberi dasar analisis evaluasi.
Pertayaan evaluasi, metodologi yang digunakan, Penilaian mencakup dampak positif dan
serta prosedur dan langkah-langkah kegiatan. negatif dalam jangka pendek dan jangka panjang
Disamping itu pula perlunya mencantumkan setelah selesainya pelaksanaan program.
tabel hubungan antar komponen-indikator- Menurut Arikunto dan Safruddin ( 2004)
sumberdata-metode-instrumen, serta kisi-kisi Dalam Evaluasi Program Pendidikan bahwa
penyusunan instrumen dan dibagian akhir disertai evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan
dengan Plan Of Operation (plan-of) berupa bagan informasi tentang sesuatu, yang selanjutnya
mengenai rinciandan urutan semua kegiatan infor masi tersebut digunakan untuk
dalam bentuk bagan (dalam seminggu). menentukan alternatif yang tepat dalam
Beberapa Pendekatan Praktis mengambil suatu keputusan.
Pendekatan Need Assessment
Pendekatan Par tisipatif dan
Dalam pendekataan Need Assessment
Pemberdayaan
sangat berguna dalam perencanaan evaluasi
program. Menurut Kaufman dan English dalam Monitoring dan evaluasi par tisipasif
Arikunto dan Safruddin Dalam Evaluasi Program mensyaratkan keterlibatan masyarakat dalam
Pendidikan( 2004) bahwa perlunya menekankan beberapa langkah :
analisis kebutuhan didalam menyelesaikan 1. Merumuskan bidang-bidang apa yang akan
masalah-masalah pendidikan. dipantau dan dievaluasi
Didalam ensiklopedia evaluasi yang disusun 2. Memillih indikator untuk monev
oleh Anderson dan kawan-kawan , analisis 3. Merancang sistem pengumpulan data
kebutuhan diartikan sebagai suatu proses 4. Menyusun dan mentabulasikan data
kebutuhan sekaligus menentukan prioritas. Dalam 5. Menganalisis hasil
konteks pendidikan kebutuhan dimaksud diartikan 6. Menggunakan informasi monitoring dan
sebagai suatu kondisi yang memperlihatkan adanya evalausi
kesenjangan antara kenyaataan yang ada dengan Proses monev par tisipatif pada
kondisi yang diharapkan. “Kebutuhan” diartikan h a ke k a t n y a a d a l a h p r o s e s p e n i l a i a n
sebagai jarak antara keluaran yang nyata dengan secara partisipatif. Kelompok Masyarakat
keluaran yang diinginkan. Penilaian kebutuhan

112 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Tinjauan Teoritis dan Praktis ...

mengumpulkan data mengenai hal-hal kunci terhadap kinerja satuan organisasi pengelola dan
dalam kehidupan dan lingkungan mereka dan penyelenggara pendidikan yang mencakup aspek
ikut serta meninterpretasikan dan menganalisis teknis, administrasi dan pengelolaan kegiatan dan/
hasilnya. atau program pendidikan tersebut. Pemantauan
Disadari monev adalah sub sistem dari dan evaluasi yang dilakukan pada hakekatnya untuk
keseluruhan sistem pengelolaan program mengukur kesesuaian pencapaian indikator kinerja
dan merupakan suatu kesatuan yang utuh atau target kerja yang ditetapkan dalam rencana
dan berkesimambungan dari pelaksanaan jangka menengah (2005-2009) dengan target yang
prog ram deng an pola pemberdayaan dapat dicapai melalui strategi pelaksanaan tertentu.
masyarakat. Pemberdayaan mer upakan Oleh sebab itu, indikator kinerja yang digunakan
upaya menstranfor masikan kesadaran memiliki kriteria yang berlaku spesifik, jelas,
masyarakat, sehingga masyarakat mau dan relevan, dapat dicapai, dapat dikuantifikasikan,
mampu mengambil bagian secara aktif dan dapat diukur secara obyektif serta fleksibel
untuk mendorong terjadinya perubahan. terhadap perubahan/penyesuaian.
Pemberdayaan harus didasarkan pada prinsip Mengingat bidang pendidikan mempunyai
keberpihakan kepada masyarakat marjinal, program pembangunan pendidikan yang beragam,
sehing ga siharapkan dapat ditemukan maka indikator kinerja yang diukur dapat bersifat
pemecahan masalaha untuk mengubah posisi fisik (misalnya: pembangunan prasarana dan
mereka. Pendekatan pemberdayaan yang sarana fisik, angka partisipasi, angka mengulang
dibangun diharapkan dapat menjawab kelas, dan angka putus sekolah) maupun nonfisik,
kebutuhan paktis dan strategis (jangka pendek misalnya, peningkatan nilai UN, serta kecerdasan
dan jangka panjang). dan perilaku peserta didik. Berdasarkan sifat
Langkah-langkah dalam evaluasi dari masing-masing jenis indikator kinerja maka
partisipatif ; diperlukan cara dan alat ukur yang berbeda
1. Semua yang terlibat dalam suatu program sesuai dengan sifat dan bentuk indikator yang
harus merumuskan secara bersama untuk akan diukur.
menggunakan pendekatan partisipatif Dalam Renstra Depdiknas 2005-2009
2. Merumuskan dengan tegas apa tujuan dijelaskan bahwa Program dan/atau kegiatan
evaluasi pendidikan yang baik memiliki lima kriteria
3. Setelah disepakati tujuan evaluasi, jika yang bisa disingkat dengan SMART (Specific,
diperkakas selanjutnya memilih satu Measurable, Achievable, Realistic, Timebound). Kriteria
kelompok “Koordinator evaluasi” untuk tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam
dengan cermat mengorganisir semua mengembangkan indikator kinerja pendidikan
tujuan evaluasi yang terukur dan yang dapat dicapai sebagai
4. Mer umuskan suatu metode untuk target/sasaran masing-masing program. Secara
pencapaian tujuan evaluasi umum, terdapat empat jenis indikator kinerja yang
5. Bagaimana, kapan, dimana, siapa yang biasa digunakan sebagai acuan dalam pemantauan
terlibat untuk melaksanakan evaluasi. dan evaluasi atau pengukuran kinerja organisasi,
6. Setiap yang terlibat harus cakap (semakin yaitu:
memahami metode semakin mudah 1. Indikator masukan, yang mencakup
melaksanakan) antara lain kurikulum, siswa, dana, sarana
7. Pengumpulan fakta dan informasi dan prasarana belajar, data dan informasi,
8. Analisis data dan informasi pendidik dan tenaga kependidikan, gedung
9. Hasil analisis tertulis atau dalam bentuk sekolah, kelompok belajar, sumber belajar,
visual motivasi belajar, kesiapan anak (fisik dan
10. Bagaimana hasil-hasil evaluasi digunakan mental) dalam belajar, kebijakan dan
untuk dapat meningkatkan relevansi dan peraturan serta perundang-undangan yang
guna program berlaku.
2. Indikator proses, yang meliputi antara lain
Indikator Kinerja Pendidikan Nasional lama waktu belajar, kesempatan mengikuti
Pemantauan dan evaluasi dilakukan pembelajaran, lama mengikuti pendidikan,

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 113


Tinjauan Teoritis dan Praktis ...

jumlah yang putus sekolah, efektivitas program PLS.


pembelajaran, mutu proses pembelajaran, Dalam implementasinya, pelaksanaan
dan metode pembelajaran yang digunakan. Pemantauan dan Evaluasi Program PNF
3. Indikator keluaran, yang terdiri antara Pada Tahun 2006 masih menggunakan
lain jumlah siswa yang lulus atau naik kelas, pendekatan evaluatif yang masih bersifat
nilai-rata-rata ujian, mutu lulusan yang naik subjektif, sehinggga hasil rekomendasi
kelas, dan jumlah siswa yang menyelesaikan yang diharapakan belum maksimal. Adapun
pembelajaran/naik kelas berdasarkan jenis kesimpulan hasil pengolahan data sebagai
kelamin. hasil dari pemantauan dan evaluasi program
4. Indikator dampak, yang antara lain tahun 2006 telah ditetapkan penilaian kinerja
berupa kemampuan/jumlah siswa yang terhadap 31 Lembaga yang merekomendasikan
melanjutkan sekolah, jumlah siswa yang bisa penetapan alokasi anggaran block grant PLS
bekerja di perusahaan atau usaha mandiri, tahun 2007.
jumlah angkatan kerja berdasarkan tingkat Penetapan Penilaian Kinerja Pada 31
pendidikan, dan pengaruh para lulusan Lembaga menghasilkan tiga tipe penilaian
terhadap mutu angkatan kerja/lingkungan kinerja antara lain;
sosial, peran serta siswa dalam pembangunan a. Tipe A (Kategori sangat Baik) ;
lingkungan dan pengaruh atau peran lulusan b. Tipe B (Kategori Baik);
pendidikan dan pelatihan terhadap kehidupan c. Tipe C (Kategori Cukup);
masyarakat secara luas. Hasil rekomendasi menyimpulkan bahwa
Indikator kinerja yang diukur dalam perlunya pembenahan lebih maksimal terhadap
pemantauan dan evaluasi meliputi tiga tema kinerja BPKB/SKB yang dinilai dengan
kebijakan nasional pendidikan, yang selanjutnya kategori C .Pembenahan yang dimaksud
diklasifikasi dalam lima aspek. Lima aspek tersebut terkait dengan aspek manajemen,pelaksanaan
yaitu: perluasan, pemerataan, mutu dan daya program PNF yang meliputi Penyelenggaraan
saing, relevansi, dan governance dan pencitraan Program PAUD, Pendidikan Kesetaraan,
publik. Dari lima aspek tersebut diuraikan menjadi Pendidikan Keaksaraan dan Penyelenggaraan
indikator kunci/prioritas untuk mengukur Life Skill.
keberhasilan dalam mencapai target Renstra Pada Tahun 2007 BPPLSP Regional
Depdiknas 2005-2009. V menyalurkan dana Block grant dengan nilai
mencapai 39 Milyar lebih yang diperuntukkan
Usaha Menemukan Pendekatan Evaluasi bagi; Pengembangan Kesetaraan Pendidikan
Program PNF dasar, Block Grant Lembaga, Bantuan Imbal
Swadaya Lembaga dan Bantuan Sabak bagi
Mengawali tahun 2007 sebagai tahun ketiga BPKB serta SKB.
penerapan anggaran berbasis kinerja memerlukan Persentase penyaluran dana block
perencanaan program yang tepat, jelas dan grant semakin meningkat setiap tahun,
terukur guna pencapaian tugas pokok dan fungsi diharapkan mampu meningkatkan kinerja
secara efektif, efesien dan produktif. Kejelasan dan pengembangan UPTD khususnya di
arah kebijakan dan program menjamin setiap wilayah kerja BPPLSPRegional V , sehingga
unsur pelaksana program di lapangan mampu diharapkan dapat mendukung pengembangan
merencanakan dan melaksanakan tugas sesuai program PNF di lingkungan Ditjen PLS
dengan standar kinerja yang ditetapkan oleh Depdiknas.
pengambil keputusan. Salah satu Program yang dikembangkan
Prioritas Program BPPLSP Regional V Pada Ditjen PLS pada tahun 2007 oleh Penguatan
tahun 2007 , salah satu pilar yang diprioritaskan Organisasi & Manajemen yang salah satu
adalah pengembangan kelembagaan dan komponennya adalah Manajemen, yang
manajemen pelayanan pendidikan. Adapun target dalam aplikasi terkait dengan perencanaan,
yang akan dicapai pengembangan mutu, kinerja operasional,kontrol , monitoring dan evaluasi
dan fasilitasi SKB dan BPKB Se Regional V. termasuk didalamnya penilaian berbasis
Berdasarkan SK Mendiknas 041/O/2005, kinerja. Penguatan manajemen terkait dengan
salah fungsi yang diemban BPPLSP Regional V
adalah melaksanakan pemantauan dan evaluasi

114 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Tinjauan Teoritis dan Praktis ...

monitoring dan evaluasi sangat terkait dengan jauh pendekatan evaluatif partisipatory , yaitu
uapaya membangun prinsip berdasarkan berusaha mengembangkan teknik pengumpulan
efisiensi dan efektivitas fungsi pengendalian data kualitatif dengan menggunakan pendekatan
dan kontrol pemerintah pusat, serta manajemen FGD. Disadari bahwa instrumen pada tahun
daerah daerah otonom. sebelumnya tidak mampu menjaring data dan
Prinsip yang di kembangkan bahwa informasi guna mendukung pengembangan
pelaksanaan monitoring berorientasi pada PNF berbasis need assessment dan partisipatory.
manfaat, khususnya untuk masyarakat/ sasaran Padahal data riil berada pada tatanan “roof ” yaitu
PNF, efektif dan efesien serta Sustainable. masyarakat umum, khususnya warga belajar
Bergulirnya reformasi menutut adanya ataupun peserta didik. Penilaian yang ditetapkan
perubahan signifikan, desain program yang berdasarkan skala penilaian (1-5) belum mampu
“mekanis, top down dan focus kepada mengukur sejauh mana kinerja suatu lembaga
pengembangan makro ekonomi”. Kepada seacra objektif karena memungkinkan data
desain pembangunan dengan pendekatan yang terkumpul sangat tergantung subyektivitas
“ dinamis,partisipatif, dan focus kepada evaluator/petugas monev. Terdapat kritikan yang
pemberdayaan masyarakat. ditujukan atas hasil monev tahun 2006, karena
Majchrzak(1984) Dalam Ringkasan pihak lembaga yang dinilai meragukan penilaian
Eksekutif Kajian Sosial Pengembangan peugas sehingga dilakukan verifikasi ulang menjadi
W i l ay a h G e g e B a g e ( 2 0 0 2 ) , Pe r l u n y a suatu pelajaran yang bermanfaat. Laporan monev
dikembangkan 2 pendekatan yaitu Policy yang dihasilkan tidak dapat menjelaskan kendala
Research (penelitian kebijakan) dan Action dan hambatan dalam proses penyelenggaraan ,
Research. Policy Research merupakan sebuah serta tidak dapat memberikan rekomendasi yang
proses penelitian atau analisis yang dilakukan memungkinkan peningkatan kinerja layanan PNF
terhadap masalah-masalah sosial mendasar, di tingkat BPKB dan SKB.
sehingga temuan-temuan dalam analisanya Dengan pendekatan baru ini memungkinkan
dapat direkomendasikan kepada pembuat partisipasi masyarakat yang merupakan pelanggan
keputusan untuk bertindak secara praktis yang menerima layanan PNF untuk turut
dalam menyelesaikan masalah . Salah metode menilai dan memungkinkan memetakan analisis
yang diterapkan yaitu metode partisipatory kebutuhan yang memungkinkan pengembangan
atau focus group disscusion (FGD). program PNF ke depan.
Metode sangat tepat guna mendapatkan
data dan informasi yang akan sangat berguna Prinsip-prinsip
pada tahap perencanaan program nantinya Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kebijakan
karena dapat menjaring informasi dan aspirasi perlu didasarkan pada kejujuran, motivasi dan
masyarakat yang sesungguhnya. keinginan yang kuat dari prinsip-prinsip dalam
Beberapa pendekatan diatas tidak pelaksanaan monitoring dan evaluasi, sebagai
dimaksudkan menggantikan metode-metode berikut :
monitoring dan evaluasi konvensional yang 1. Objektif dan profesional, Pelaksanaan
seringkali menjadi metode yang lebih tepat monitoring dan evaluasi dilakukan secara
dan efektif, seiring dengan tuntutan penerapan profesional berdasarkan analisis data yang
anggaran berbasis kinerja yang tidak hanya lengkap dan akurat agar menghasilkan
berbasis pada output/hasil yang dicapai berupa penilaian secara objektif dan masukan
persentase daya serap fisik dan keuangan saja yang tepat terhadap pelaksana kebijakan
tetapi pada outcome/masukan yang lebih penanggulangan kemiskinan.
beroriensi dampak suatu program bagi target 2. Transparan , Pelakasanaan monitoring
sasaran PNF agar betul-betul dapat tepat dan evaluasi dilakukan secara terbuka dan
sasaran dan berhasilguna. dilaporkan secara luas melalui berbagai
Penetapan metodologi dan penyusunan media media yang ada agar masyarakat dapat
instrumen monev untuk tahun 2007 yang mengakses dengan mudah tentang informasi
dilaksanakan tim penyusun instrumen BPPLSP dan hasil kegiatan monitoring dan evaluasi.
Regional diharapkan dapat mengkaji lebih 3. Partisipasif , Pelaksanaan kegiatan monitoring

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 115


Tinjauan Teoritis dan Praktis ...

dan evaluasi harus dapat dipertangungjawab Prioritas Program BPPLSP Regional


secara internal maupun eksternal V Pada tahun 2007 , salah satu pilar yang
4. Akuntabel, Pelaksanaan monitoring dan diprioritaskan adalah peng embang an
evaluasi harus dapat dipertangungjawab. kelembagaan dan manajemen pelayanan
5. Tepat Waktu, Pelaksanaan monitoring dan pendidikan. Adapun target yang akan dicapai
evaluasi harus dilakukan sesuai dengan yang pengembangan mutu, kinerja dan fasilitasi
dijadwalkan, secara berkesinambungan agar SKB dan BPKB Se Regional V. Dalam
dapat dimanfaatkan sebagai umpan bagi rangka menemukan pendekatan monev yang
penyempurnaan kebijakan. tepat, Monitoring dan evaluasi harus dilihat
6. Berkesimambungan, pelaksanaaan monitoring sebagai sub sistem dari keseluruhan sistem
dan evaluasi harus dilakukan berkesimbungan pengelolaan program. Upaya yang ditempuh
agar dapat dimanfaatkan sebagai umpan oleh memperkuat kapasitas kelembagaan
balik secara berkesimambungan agar UPTD/SKB dan BPKB dalam monitoring
dapat dimanfaatkan sebagai umpan bagi dan evaluasi pelaksanaan program PNF
penyempurnaan kebijakan. adalah :
1. Membangun sistem monitoring dan
Menurut Prof Sudjana dalam Pendidikan evaluasi yangg terpadu
Non Formal (Nonformal Education) Wawasan 2. Melaksanakan pengumpulan, pengolahan
Sejarah Perkembangan Filsafat Teori Pendukung dan penyajian informasi secara regular
Asas(2004), bahwa Proses penyusunan kebijakan sehing ga menghasilkan data yang
pendidikan non formal yang berorientasi ke masa komperehesif dan berkesinambungan
depan, dapat dilakukan sebagaimana dikemukakan 3. Metodologi Pengumpulan Data yang
Meyer dan Greenwood (1980), melalui langkah digunakan hendaknya lebih partisipatif
–langkah sebagai berikut : (1) Menetapkan tujuan dan penyusunan instrumen hendaknya
umum, (2) menilai Kebutuhan, (3) menyusun lebih banyak pertayaan terbuka sehingga
tujuan khusus (objectives), (4) Merancang kegiatan memungkinkan memperoleh data yang
alternatif ,(5) memperkirakan konsekuensi lebih dalam.
kegiatan alternatif ,(6) memilih dan menetapkan Mengawali tahun 2007 sebagai tahun
komponen-komponen kegiatan alternatif ketiga penerapan anggaran berbasis kinerja
,(7) melaksanakan kegiatan, (8) mengevaluasi memerlukan perencanaan program yang
pelaksanaan , dan (9) mengkaji umpan balik. tepat, jelas dan terukur guna pencapaian
Sudjana selanjutnya mencoba memadukan tugas pokok dan fungsi secara efektif, efesien
2 model perencanaan yaitu perencanaan jangka dan produktif. Kejelasan arah kebijakan dan
panjang (The Long Range Planning) dan Pengamatan program menjamin setiap unsur pelaksana
Lingkungan (Environmental Scanning), melahirkan program di lapangan mampu merencanakan
suatu model Perencanaan Strategis ( The Strategic dan melaksanakan tugas sesuai dengan standar
Planning). Menurut Marrison, Renfro dan kinerja yang ditetapkan oleh pengambil
Boucher( 1984) menjelaskan bahwa Perencanaan keputusan.
Strategis dilakukan melalui enam tahap kegiatan Dalam pelaksanaan evaluasi program
yaitu : (1) mengamati arah perubahan lingkungan PNF diharapkan senantiasa penerapkan,
secara menyeluruh yang beraitan dengan misi dan penerapan Asas-asas PNF :asas kebutuhan,
fungsi lembaga, (2) mengevaluasi arah perubahan Pendidikan sepanjang hayat , relevasinya
lingkungan, (3) memperkirakan arah perubahan dengan pembangunan masyarakat dan wawasan
yang diharapkan lembaga, (4) menetapkan ke masa depan. Sehingga mendukung pilar
tujuan-tujuan dan kegiatan untuk mencapai governance, akuntabilitas dan pencitraan
tujuan , melaksanakan program/kegiatan untuk publik serta mendukung visi BPPLSP Regional
mencapai tujuan dan (6) memantau perubahan V.
yang diharapkan dan hasilnya digunakan baik
untuk justifikasi rencana maupun untuk masukan Daftar Pustaka
bagi perencanaan berikutnya.
Anonim. Rencana Strategis Departemen
Penutup
Pendidikan Nasional Tahun 2005-
2009, MenujuPembangunan Pendidikan

116 Andragogi Vol.2 No.1. 2008


Tinjauan Teoritis dan Praktis ...

Nasional Jangka Panjang 2025

Arikunto, Suharsini dan Safrunddin A.J, Cepi.2004. Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoritis
Praktis Bagi Praktisi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Sudjana, D . 2004. Pendidikan Non Formal (Nonformal Education) Wawasan Sejarah Perkembangan
Filsafat Teori Pendukung Asas. Bandung. Penerbit Falah Production

(http:www.bandung.go.id/images/ragamindo/pengembangan_gedebage) Ringkasan Eksekutif


Kajian Sosial Pengembangan Wilayah Gedebage (kantor Litbang dengan LPM-UNPAD
Tahun 2002 ) tanggal 7 Juli 2007

Andragogi Vol.2 No.1. 2008 117


Catatan