Anda di halaman 1dari 18

Xylazine

Faradisyah Roza R Moh. Miftahurrohman Fathia Ramadhani Siti Nurhani Binti arib Dg Noor Syamimi Daud Olavio Morais

Garis besar xylazine


Xylazine termasuk alfa 2 adrenergik agonist sebagai sedatif dan analgesik untuk semua jenis spesies Terkadang digunakan sebagai emetik pada kucing

Kontra indikasi
Tidak boleh diberikan bersama epineprin Hewan yang mempunyai aktif ventrikular arritmia Hati2 pemberian kepada hewan yang memiliki disfungsi kardia, hipotensi/shock, disfungsi respirasi, insufisiensi hati dan ginjal, epilepsi, lemah Tidak boleh diberikan kepada sapi perah pada kebuntingan trimester ketiga

Tidak boleh diberikan pada ruminansia yang dehidrasi dan obstruksi saluran urinari Hati2 pada kuda karena bisa menyebabkan gangguan stimulator pada pendengaran kuda Hindarkan pemberian injeksi intra arteri karena bisa menyebabkan epilepsi dan kolaps

Efek samping
Kucing Emesis, tremor, brachicardi parsial AV Blok, menurunkan frekuensi nafas, meningkatkan urinasi, Anjing tremor, brachicardi parsial AV Blok, emesis, menurunkan frekuensi nafas, bloat

Kuda Peningkatan ekskresi keringat, peningkatan tekanan inrakranial, penurunan fungsi mulosilia pada saluran respirasi Sapi Perah Salivasi, atoni rumen, bloat, regurgitasi, hipotermia, diare, bradicardi, kelahiran prematur, ataksia

Dosis antar spesies sangat berbeda Xylazine harus disimpan pada suhu di atas 30 C

Farmakologi
Berpotensi sebagai alfa 2 adrenergik agonist Dikelompokkan dalam sedatif atau analgesik sebagai muscle relaxant Tidak menyebabkan eksitasi CNS pada kucing, kuda, dan sapi perah tetapi dapat menyebabkan sedasi dan depresi CNS Menyebabkan relaksasi otot skelet

Efek xylazine pada fungsi pernafasan biasanya terlihat secara klinis tetapi tidak signifikan. Pda dosis tinggi dapat menyebabkan depresi respirasi dengan penurunan volume tidal dan frekuensi pernafasan Efek sekunder dari Xylazine dapat menginduksi peningkatan gula darah dan penurunan serum insulin pada hewan yang belum terkena diabetes

Ruminansia sangat sensitif terhadap xylazine Pada sapi perah dapat menyebabkan poliuria karena xylazine dapat menurunkan ADH Ketika hewan diberi premedikasi atropin kemudian diberi xylazine dapat menyebabkan bradikardi dan hipersalivasi

Babi memerlukan dosis 20-30 kali dosis pada ruminansia sehingga pemberian xylazine harus hati-hati pada babi.

Indikasi
Anjing, kucing, kuda, rusa, dan kijang Sedasi dengan periode singkat Preanastesi sebelum lokal dan sistemik Induksi muntah apabila terjadi keracunan makanan

Farmakokinetik
Absorpsi cepat ketika diberikan secara IM tetapi bioavabilitasnya tidak sempurna dan bervariasi Biovabilitas pada kuda 40-48%, domba 1773%, anjing 52-90%. Pada kuda onset xylazine apabila diberiakan secara IV adalah 1-2 menit dengan efek maksimum 3-10 menit setelah injeksi. Durasinya 1,5 jam dengan waktu paruh 50 menit. Kuda akan sadar setelah 2-3 jam

Pada anjing dan kucing onset jika diberikan secara IM atau SC adalah 10-15 menit kalau secara IV 3-5 menit. Efek analgesik bertahan 15-30 menit tetapi efek sedasinya bisa mencapai 1-2 jam tergantung dosis yang diberikan. Waktu paruhnya 30 menit dan kembali sadar antara 2-4 jam

Xylazine tidak dapat dideteksi pada susu dari sapi yang sedang menyusui pada 5-21 jam setelah diberikan Menurut FDA (Food and Drug Administration) xylazine tidak boleh digunakan pada sapi perah

Dosis
Anjing 0,6 mg/kg IV,IM sebagai sedative (Morgan 1988) 0,5-1 mg/kg IV atau 1-2 mg/kg IM (Davis 1985) Kucing 0,44 mg/kg IM sebagai emetik 0,1-1 mg/kg IV, IM, SC sebagai analgesik

Domba dan Kambing 0,05-0,1 mg/kg IV; 0,1-0,22 mg/kg IM Sapi Perah 0,05-0,15 mg/kg IV 0,1-0,3 mg/kg IM Kuda 0,5-1 mg/kg IV, IM untuk sedative atau analgesik

Overdosis
Cardia arritmia Hipotensi Tekanan CNS dan saluran pernafasan Epilepsi