Anda di halaman 1dari 28

Restrain adalah menghalangi gerak atau aksi

dari hewan sehingga dapat menghindari atau


mengurangi bahaya untuk dokter hewan,
asisten maupun hewan itu sendiri.

Casting adalah menguasai hewan


dengan cara merebahkan hewan
tersebut.
1. TWITCHES (pram)
Metode pengekangan yg paling tua dan
sederhana yg paling bayak digunakan.
Prinsip : dilakukan tekanan pd saraf
sensori bibir dan kesakitan yang timbul
dapat mengalihkan perhatian kuda.

Pram Cincin Pram Komersial


2. Hopples
Hopples : sehelai pita atau tali
atau kulit yang dijalin dan
dipasang disekitar kaki hewan
untuk mengikatnya.

Hopel jaring-jaring Hopel Pastern

Sabuk kulit tebal yang dapat


Sebuah pita yang terjalin yang pada diatur pada gespernya. Terdapat
kedua ujungnya terdapat cincin cincin logam berbentuk huruf ‘D’
logam berbentuk ‘D’. yang besar.
Hopel Stirrup-strap Hopel Raja

Metode : dipakaikan tali kulit yg ada Hopel raja indentik dengan


cincin diujungnya, seutas tali dgn sebuah hopel pastern tetapi terdapat
sambungan mata. seutas tali sepanjang 20 kaki
Kaki kuda dibengkokkan pada lutut dan yang terikat secara permanen
pastern didekatkan pada lengan. pada cincinnya dengan
Strap dipasang di sekelilingnya dengan sambungan mata. Dipakai
ujung yang bebas dilewatkan melalui sebagai bagian dari tali peroboh
cincin, ditarik erat-erat dan diikat dengan atau untuk menaikan kaki depan
suatu ikatan mati. atau kaki belakang.
Seekor anak kuda yang baru
lahir tidak boleh dipegang
pada telinga atau ekor. Harus
seperti pada gambar.
Untuk keperluan pemeriksaan
atau suntikan
Kekangan peroboh baker
Sebuah ikat pinggang besar dari kulit dan
mempunyai dua cincin logam besar
berbentuk huruf D. Jika ikatan tersebut
dikenakan pada kuda, cincin itu berada pada
sisi yang berlainan dibelakang siku. Suatu ikat
dada yang dapat diatur menjulur dari satu sisi
dari ikat pinggang sekitar dada ke sisi lain.
Dua buah hopel raja dengan dua utas tali
sepanjang 20 kaki yang terikat padanya dan
sebuah hopel pastern melengkapi alat ini.
Pd kaki depan dipasang sebuah hopel raja dan
pada kaki belakang dipasang hopel pastern.
Tali pada kedua sisi menjulur dari hopel raja
di kaki depan ke atas melalui cincin pada sisi
yang sama dari ikat pinggang kemudian turun
melalui cincin hopel pastern di kaki belakang
sisi yang sama serta kembali melalui cincin
yang sama pada ikat pinggang.
1. Menangkap seekor babi kecil

Prinsip : Hewan tidak boleh dikejar-


kejar atau diburu, karena akan
menimbukan ketakutan dan jika
berulang-ulang dapat menyebabkan
hewan tersebut bertabiat buruk.
Untuk mengangkat seekor anak babi
berumur beberapa hari, kita harus
menangkap secara cepat dari
belakang, menangkap satu atau
kedua kaki belakang atau memegang
tubuhnya tepat dibelakang pundak.
2. Menangkap seekor babi besar

Prinsip : Sebuah lingkaran yang


dibentuk dari seutas tali dengan
sebuat mata dililitkan pada leher babi.
Kemudian melemparkan badan tali ke
tanah sehingga babi akan
melangkahinya jika hendak lari dan
setelah itu diikat mati di badan babi.
Posisi manusia berada di belakang
babi.
Pengekangan pada Babi

Pram Babi

Sebuah papan kayu sepanjang 18 inchi yang


pada satu ujungnya dipasang rantai.
Ditempatkan di sekitar rahang atas dibelakang
taring atau disekitar rahang bawah. Seorang
asisten memegang kepala babi pada pram
sedangkan dokter hewan mengerjakan bagian
lain dari tubuh hewan tersebut.
Pengekangan untuk vaksinasi atau kastrasi

Babi kecil Babi besar

Vaksinasi : Seekor babi dapat dipegang


pada kaki belakangnya oleh seorang
asisten dan dengan permukaan ventral
perut menghadap kedepan, dijepit
dengan lutut serta kepalanya ada
Dipegang pada kedua kaki
dibawah
Kastrasi : babi dapat dibalikkan sehingga depan serta badannya
punggung di depan dan kepala di antara dijepit diantara lutut.
lutut asisten.
Merobohkan babi dengan tangan

Seekor babi diikat dengan tali


moncong.
Tangan diulurkan dibawah
badan hewan dan memegang
kaki depan dan kaki belakang
sisi yang jauh serta menariknya
kearah kita sehingga babi
tersebut akan roboh menjauhi
kita. Hewan yang sudah jatuh
diikat atau ditahan di tanah
oleh seorang asisten.
Tongkat samping Krag (tali leher) Elizabeth

Alat ini digunakan untuk mencegah


Alat ini dapat digunakan
kambing menyusuh diri sendiri. Surcingle
untuk mencegah menyusuh
(ambin pemisah yang tipis, lebar)
diri sendiri atau mencapai
ditempatkan dibelakang kaki depan dan
bagian lain dari tubuh
tongkat yang ringan itu menjulur dari
dengan gigi
Surcingle melalui antara kedua kaki
menuju leher.
Pengekangan untuk pemotongan kuku dan vaksinasi

Kambing diletakkan pada


punggung, jika hewan hendak
Kambing betina : gunting atau pisau divaksinasi dikunci pada bagian
Kambing jantan : menaruh kaki hewan itu paha, maka pengekangan
diatas sepotong kayu dan menggunakan cukup dilakukan dengan
pahat. Tubuh kambing dimiringkan dengan menyondongkannya ke
sudut yang mengarah ke kaki pemotong belakang sehingga kehilangan
sehingga hewan keseimbangan dan tidak keseimbangan. Kaki depan
berdaya. harus ditekuk dan diangkat
seperti gambar.
Pengekangan untuk kastrasi

Untuk mengekang hewan yang


akan di kebiri, asisten memegang
kedua kaki kadang dengan tangan
kanan serta kedua kaki kiri dengan
tangan kiri dan menunjang
punggung punggung hewan itu
diantara kedua kakinya seperti
pada gambar.
•Restrain ekor (Tail Lift)

Kandang Jepit Ekor (Tail Lift)

Untuk palpasi rektal atau Untuk mengalihkan perhatian sapi


ekplorasi rektal pada sapi, dari bagian lain tubuhnya. Berdiri
disamping sapi untuk menghindari
kawin suntik atau IB dll. tendangan, dan lakukan mengangkat
ekor dengan kekuatan. Lembut
tetapi tegas.
Hidung Kepala

Angkat kepala hewan hampir tinggi dan tarik ke arah sisi yang
berlawanan dengan tempat bekerja. Lakukan tekanan pada
jembatan batas antara lubang hidung untuk menyebabkan sakit
pada jaringan sensitif diantara lubang hidung.
Leher Pedet

Raih seluruh punggung hewan


Untuk mengalihkan perhatian dan tarik kaki pada samping
dari posisi menangkap dan terdekat dari luar. Pedet
menahan sapi agar tidak kemudian diturunkan kebawah
berlari kemana-mana saat pada lantai dengan berat
akan diobati atau diperiksa. melawan kaki. Sehingga jatuh ke
tanah secara lembut
Burley Rope

Pertama, tidak perlu untuk mengikat


tali di sekitar tanduk atau leher. Tali
hanya melewati sekitar tubuh hewan
Kedua, tidak memberikan tekanan
pada dada sehingga tidak mengganggu
kinerja dari jantung dan paru-paru.
Ketiga, tidak membahayakan organ
genital sapi atau pembuluh mammae
sapi. Dengan menahan kedua kaki
belakang, dapat diikat dengan ujung
tali casting.
Untuk mengikat kaki belakang,
operator membuat kedua tali tetap Ujung dari tali dibawa
terselip di mengelilingi kaki di atas hock,
sepanjang permukaan yang paling atas melewati mata kaki,
dari kaki belakang untuk fetlock dan kembali ke fetlock
tersebut. Penarik menekuk kaki bawah sehingga tali berbentuk
dan membuat setengah halangan seperti angka 8.
sekitar fetlock tersebut.
Dibutuhkan tali yang berat dan pendek.
Salah satu ujung
tali diikat di sekitar pastern dengan
clove hitch meninggalkan ujung tali
yang bebas yang panjangnya sekitar
delapan inci.
Kaki depan tertekuk dan ujung panjang
tali dibawa ke depan dan melewati
bawah tali utama turun
dari withers. Kabel ini melewati sekitar
bagian depan kaki beberapa kali
tertekuk dan diikat simpul reeferuntuk
ujung bebas pendek di pastern tersebut.
Hewan tersebut lalu digulingkan dan
kaki belakangnya di sisi yang
berlawanan diikat dengan ujung tali
casting yang tadi
Squeese methode

Pertama, Membuat lingkaran di


sekitar leher sapi menggunakan
simpul bowline ditempatkan
seperti yang ditunjukkan dalam
gambar.
Kedua, Lempar ujung tali di punggung ke
sisi yang berlawanan. Mencapai bawah
sapi, mengambilnya sebuah
membawanya ke seluruh tubuh dan di
bawah bagian berdiri tali dekat bowline
untuk membentuk setengah halangan
tepat di belakang bahu.

Ketiga, Dengan melempar akhir atas


punggung sapi lagi, membuat
setengah halangan lain hanya dalam
dari ambing. Menarik tali akan
memaksa sapi untuk berbaring.