Anda di halaman 1dari 16

TITRASI OKSIDASI REDUKSI (REDOKS)

TINJAUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS 1. Jenis-jenis titrasi redoks 2. Indikator redoks 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks 4. Pemahaman metode permanganometri, serimetri,iodoiodimetri, bromato-bromometri, iodatometri, bikromatometri dan nitritometri

Pembagian titrasi oksidasi-reduksi (redoks)

1. Permanganometri 2. Serimetri

3. Iodometri-Iodimetri
4. Bromatometri-Bromometri

5. Iodatometri
6. Bikromatometri 7. Nitritimetri (titrasi diazotasi)

Permanganometri
Larutan Baku : Kalium Permanganat Indikator : Kalium Permanganat Perubahan warna indikator =titik akhir

titrasi terjadi pada saat kelebihan sedikit saja kalium permanganat di mana larutan berubah warna menjadi merah ungu Sampel : logam yang bersifat reduktor

Prinsip Permanganometri
Reaksi dapat berlangsung dalam suasana asam, basa

atau netral. Cara pembuatan larutan kalium permanganat Larutkan kira-kira 3,3 gram kalium permanganat dgn 1 liter air, panaskan sekitar 15 menit, tutup labu dan biarkan selama 2 hari lalu disaring melalui asbes. Pembakuan larutan kalium permanganat 1. Dengan arsen trioksida 2. Dengan natrium oksalat 3. Dengan asam oksalat

Penetapan kadar besi (II) sulfat Larutkan kira-kira 200 mg yang ditimbang seksama dalam 25 ml asam sulfat encer dan 25 ml air. Lalu dititrasi dengan larutan kalium permanganat baku 0,1095 N sampai timbul warna merah muda yang tetap. Tiap ml kalium permanganat 0,1 N setara dengan 15,19 mg besi sulfat atau 27,80 mg FeSO4.7H2O Volume titran 12 ml
12 x 0,1095 x 15,19 % K = -------------------------- x 100% = 99,798% 200 x 0,1

Serimetri
Larutan baku : seri (IV) sulfat dalam asam sulfat encer Indikator : ortofenantrolin (merah muda jadi biru

pucat) Sampel : senyawa reduktor Kelebihan dibanding permanganometri : 1. Larutan stabil meski dipanaskan 2. Dapat bereaksi secara kuantitatif dengan ion oksalat, arsenat, garam Na-oksalat atau arsen trioksida jd dapat menjadi baku primer

Pembuatan larutan serium (IV) sulfat 0,1 N Menimbang seksama serium (IV) sulfat murni 36 gram lalu dimasukkan dalam gelas piala 600 ml, tambahkan 56 ml asam sulfat (1 : 1) homogenkan lalu tambahkan sedikit demi sedikit air sambil dipanaskan hingga zat larut, pindahkan ke dalam labu takar lalu dicukupkan dengan air. Pembakuan larutan serium (IV) sulfat Dengan arsen trioksida. Perhitungan berat arsen trioksida N = ----------------------------v (ml) x 0,04946

Iodometri-Iodimetri
Iodimetri merupakan analisa titrimetri untuk zat-zat

reduktor yang meggunakan larutan baku iodin sebagai titran (titrasi langsung). Iodometri merupakan merupakan analisa titrimetri secara tidak langsung untuk zat-zat oksidator yang akan direduksi terlebih dahulu dengan KI dan iodin yang dihasilkan akan dititrasi meggunakan larutan baku natrium tiosulfat sebagai titran. Baik iodimetri maupun iodometri dilakukan dalam suasana netral atau sedikit asam, jika dalam suasana basa akan terbentuk iodat yang akan mereduksi natrium tiosulfat sehingga TA titrasi tidak tepat

Iodimetri
1. Larutan baku : iodin 2. Indikator : suspensi kanji, larutan CCl4 3. Sampel : asam askorbat, antalgin, dll Iodometri

1. Larutan baku : Iodin (reduktor) dan

Na2S2O3 2. Indikator : suspensi kanji, larutan CCl4 3. Sampel : Raksa (I) korida ((Hg2Cl2), INH, metionin, dll

Sampel-Sampel
Iodimetri 1. Antimin&Kalium tatrat 2. Asam askorbat 3. Karbason 4. Dimerkaprol 5. Gliobiarsol 6. Oksofenarsina 7. Natrium askorbat 8. Natrium tioklikollat 9. Natrium tio sulfat 10. Stibofen 11. Sulfur dioksida 12. Triparasamida Iodometri 1. Hidrazin sulfat 2. Isoniasid 3. Methonamida mandelat 4. Kalium xanthogenat 5. Natrium bisulfit 6. Natrium metabisulfit 7. Natrium sulfit 8. Kalomel 9. Methionin

Bromatometri-Bromometri
Bromometri merupakan analisa titrimetri

untuk zat-zat reduktor yang meggunakan larutan baku bromin sebagai titran (titrasi langsung). Bromatometri merupakan merupakan analisa titrimetri secara tidak langsung untuk zat-zat oksidator yang akan direduksi terlebih dahulu dengan bromin lalu bereaksi dengan KI dan iodin yang dihasilkan akan dititrasi menggunakan larutan baku natrium tiosulfat sebagai titran.

Nitritometri / Diazotasi
Diazotasi merupakan analisa titrimetri untuk menetapkan

kadar senyawa bergugus amino aromatis baik bebas maupun dari hasil reaksi hidrolisis dan reduksi. Prinsipnya : berdasarkan pembentukan garam diazonium dari gugus amino aromatis bebas yang bereaksi dengan asam nitrit (mereaksi natrium nitrat dalam suasana asam). TA dapat ditentukan dengan cara : Elektrometri Oksidasi asam nitrit dengan KI (indikator luar)
Reaksi antara HNO2 dengan KI membebaskan I2 yang akan membirukan kertas atau pasta kanji iodida (indikator luar)

Perubahan warna indikator (indikator dalam)


Campuran indikator yang terdiri dari 5 tetes tropeolin OO 0,1% dan 3 tetes metilen biru 0,1%, dan TA ditandai dengan perubahan warna dari ungu ke biru hijau.

Hal-Hal yang harus diperhatikan pada nitritometri 1. Suhu, sebaiknya dilakukan pada suhu < 150C, karena asam nitrit (natrium nitrit dan asam) tidak stabil dan mudah terurai sehingga hasil titrasi juga tidak stabil jika dilakukan pada suhu kamar. 2. Kecepatan reaksi, reaksi berjalan lambat, maka sebaiknya dilakukan perlahan atau diberi katalisator NaBr atau KBr. 3. Bila senyawa amin sampel tidak larut dalam asam tetapi larut dalam basa, maka contoh dilarutkan dulu dengan basa encer lalu ditambahkan natrium nitrit yang setara dengan 80 90% contoh secara teoritis dan larutan diasamkan. 4. Bila senyawa amin sampel terikat (tidak bebas), maka gugus tersebut dihidrolisa terlebih dahulu dengan asam atau basa encer untuk membebaskan gugus amin aromatik

Pembuatan larutan Natrium Nitrit 0,1 M Timbang 7,5 gram NaNO2, larutkan dalam air hingga volume 1 liter. Pembakuan Natrium Nitrit 1. Dengan asam sulfanilat 2. Dengan sulfanilamid 3. Dengan kalium permanganat Indikator 1. Indikator luar, yaitu pasta kanji-iodida 2. Indikator dalam, yaitu campuran tropeolin oo 0,1% dan metilen blue 0,1%

Contoh sampel
Asam amino hipurat Asam amino salisilat Na-glukosulfon Na-sulfasetamid

Asam amino benzoat


Dapson Asam p-amino salisilat

Na-sulfadiazin
Na-suramina Na-siklamat

Ca-amino salisilat
Ca-sikamat Asetil sulfisoksasol Glikobiarsol Na-aminohipurat Na-amino salisilat

Na-sulfatarmometazina
Na-sulfamerazin Ftalilsulfatiazol Primakina fosfat Prokain HCl Sulfadiazina