Anda di halaman 1dari 33

I.

SKENARIO A BLOK 1 Setelah dinyatakan tidak lulus blok Struktur Dasar Manusia, Dono mengajukan

keberatan kepada ketua blok. Dono sudah belajar maksimal untuk menjawab ujian blok. Dono merasa panitia telah melakukan kesalahan dalam mengoreksi data ujiannya. Dengan bijak dan sabar disertai bukti yang akurat, ketua blok menerangkan bahwa Dono jatuh di ujian MCQ yang mengukur hasil pembelajaran tutorial. Dono pun mengakui kekurangannya. Ia merasa kurang nyaman dengan sistem belajar melalui diskusi kelompok. Ia lebih senang belajar seorang diri di kamar sambil membaca semua materi. Akibatnya ia tidak dapat mengikuti berbagai topik pembelajaran yang dipaparkan temannya dalam tutorial Dono juga merasa bahwa ilmu kedokteran dasar tidak aplikatif dan tidak menarik, sehingga ia tidak termotivasi untuk memepelajarinya lebih dalam. Dengan singkat ketua blok menyarankan agar Dono mencari relevansi setiap ilmu dengan tuntutan kompetensi yang harus dicapai. Dono harus mampu menemukan sendiri bagaimana caranya. II. KLARIFIKASI ISTILAH

1. Struktur Dasar Tubuh Manusia Bentuk dan penyusun tubuh manusia 2. Keberatan Ketidaksetujuan akan hal tertentu, tidak sependapat 3. MCQ Multiple choice question yang diajukan sebagai evaluasi hasil pembelajaran 4. Tutorial Suatu diskusi untuk memecahkan masalah secara bersama - sama 5. Akurat Tepat dan terpercaya 6. Tidak aplikatif Tidak terterap dalam kehidupan sehari hari, tidak bermanfaat
1

7. Termotivasi Terdorong, terarah, perasaan yang menimbulkan semangat 8. Sistem belajar Metode pembelajaran 9. Relevansi Berhubungngan, kait - mengait 10. Kompetensi Pencapaian yang digunakan sebagai target dalam suatu pembelajaran 11. Blok Bab pembelajaran yang berisikan tema tema pembelajaran tertentu 12. Diskusi kelompok Kerja sama kelompok, tukar pendapat untuk memecahkan suatu masalah atau mencari kebenaran 13. Ilmu kedokteran dasar Ilmu yang mempelajari tentang pengetahuan dasar sebagai dokter

III.

IDENTIFIKASI MASALAH KENYATAAN KESESUAIAN Tidak Sesuai Harapan Tidak Sesuai Harapan KONSEN VVV ( main problem)

Setelah dinyatakan tidak lulus blok Struktur Dasar Manusia Dono mengajukan keberatan kepada ketua blok

Dono sudah belajar maksimal untuk menjawab ujian blok Dono merasa panitia telah melakukan
2

Sesuai harapan Tidak Sesuai

kesalahan dalam mengoreksi data ujiannya. Dengan bijak dan sabar disertai bukti yang akurat ketua blok menerangkan bahwa Dono jatuh di ujian MCQ yang mengukur hasil pembelajaran tutorial Dono pun mengakui kekurangannya Ia merasa kurang nyaman dengan sistem belajar melalui diskusi kelompok Ia lebih senang belajar seorang diri di kamar sambil membaca semua materi Akibatnya ia tidak dapat mengikuti berbagai topik pembelajaran yang dipaparkan temannya dalam tutorial Dono juga merasa bahwa ilmu kedokteran dasar tidak aplikatif dan tidak menarik, sehingga ia tidak termotivasi untuk memepelajarinya lebih dalam Dengan singkat ketua blok menyarankan agar Dono mencari relevansi setiap ilmu dengan tuntutan kompetensi yang harus dicapai. harus mampu menemukan sendiri bagaimana caranya.

Harapan Sesuai Harapan

Tidak Sesuai Harapan Sesuai harapan Tidak Sesuai Harapan Sesuai harapan Tidak Sesuai Harapan Tidak Sesuai Harapan

Sesuai harapan

Sesuai harapan

Masalah : 1. 2. 3. Dono tidak lulus blok strukur dasar manusia ( main problem ) Dono mengajukan keberatan kepada ketua blok Menurut Dono panitia ujian melakukan kesalahan dalam mengoreksi data ujiannya 4. Dono jatuh di ujian MCQ tutorial

5. Dono kurang nyaman dalam diskusi kelompok sehingga tidak dapat mengikuti pembelajaran dalam tutorial 6. Dono bependapat bahwa ilmu kedokteran tidak aplikatif dan tidak mnarik sehingga ia tdak termotoivasi untuk mempelajarinya lebih dalam

IV.

ANALISIS MASALAH

1. Dono tidak lulus blok strukur dasar tubuh manusia ( main problem ) a. Mengapa dono tidak lulus blok struktur dasar tubuh manusia? b. Apa yang dipelajari dalam blok struktur dasar tubuh manusia? c. Apa tujuan mempelajari blok struktur dasar tubuh manusia? 2. Dono mengajukan keberatan kepada ketua blok a. Apakah pantas seorang mahasiswa ( dono ) mengajukan keberatan pada ketua blok? b. Bagaimana cara penyampaian yang tepat dalam mengajukan keberatan kepada orang lain? 3. Menurut Dono panitia ujian melakukan kesalahan dalam mengoreksi data ujiannya a. Apakah layak seorang mahsiswa mahasiswa berpendapat bahwa panitia ujian melakukan kesalahandalam mengoreksi ujian? b. Bagaimana cara berkomunikasi efektif dan tindakan yang tepat dalam lingkungan akademis? 4. Dono jatuh di ujian MCQ tutorial a. Sebutkan dan jelaskan saja jenis jenis ujian MCQ? b. Apakah tujuan dilaksankannya ujian MCQ?

c. Apakah yang dipersiapkan sebelum menghadipi ujian MCQ dan kiat kiat menghadapi ujian MCQ? 5. Dono kurang nyaman dalam diskusi kelompok sehingga tidak dapat mengikuti pembelajran dlm tutorial a. Mengapa Dono kurang nyaman mengikuti diskusi kelompok? b. Bagaimana cara meningkatkan ketermapilan gaya belajar secara optimal? c. Sebutkan dan jelaskan macam macam gaya belajar? d. Apakah kelebihan dan kekurangan beljar dalam dsikusi kelompok dibandingkan dengan gaya beljar lainnya? e. Bagaimana cara menciptakan suasana yang kondusif dalam diskusi kelompok untuk mencapai tujuan pembeljaran? 6. Dono bependapat bahwa ilmu kedokteran dasar tidak aplikatif dan tidak mnarik sehingga ia tdak termotoivasi untuk mempelajarinya lebih dalam a. Apa saja yang dipelajari dalam ilmu kedoteran dasar? b. Bagaimana relevansi ilmu kedoteran dasar dengan ilmu lain demi tercapainya tuntutan komptensi? c. Apa saja faktor faktor yang mempengaruhi motivasi belajar seseorang? d. Bagaimna cara meningkatkan motivasi belajar?

1.

BRAIN STORMING ( jawaban analisis permasalahan ) a. Dono tidak lulus blok struktur dasar manusia karena ia tidak termotivasi mempelajari ilmu kedokteran dasar sebab menurutnya ilmu kedokteran dasar tidak aplikatif dan tidak menarik. Serta ia tidak bisa mengikuti pembelajaran dalam diskusi kelompok karena gaya belajranya yang berbeda.

b. gambaran umum mengenai anatomi manusia. Dalam tataran awal materi ini diarahkan mengenai pengertian anatomi, berbagai istilah yang berkaitan dengan anatomi serta sejarah anatomi manusia. c. tujuan mempelajari struktur dasar tubuh manusia adalah agar mahasiswa mengerti dan memahami mengenai struktur dasar tubuh manusia. Karena struktur dasar tubuh manusia merupakan ilmu kedokteran dasar yang harus dimiliki oleh dokter dan akan terus terpakai pada blok-blok selanjutnya.

2.

a. Pantas saja, karena setiap orang termasuk Dono bebas mengeluarkan pendapatnya seperti yang telah diatur undang undang, tetapi dengan tidak melanggar norma norma yang berlaku khususnya norma dalam berkomnukasi atau dengan kata lain tetap mengutamakan sopan santun dan tata cara berkomunikasi yang baik. b. cara menyampaikan keberatan yang baik adalah menyampaikan keberatan dengan tetap mengutamakan cara berkomunikasi yang baik dan tidak bertentangan dengan norma yang berlaku.

3.

a. Layak atau tidaknya hal tersebut dilakukan sesuai dengan kondisi yang terjadi saat itu. Pengajuan pernyataan seperti itu tentu harus disertai dengan bukti yang jelas dan nyata. Jika pernyataan tersebut tidak disertai dengan bukti tentu perbuatan tersebut menjadi tidak layak, karena dalam etika itu berati menuduh orang lain tanpa sebab. Dalam agama saja perbuatan seperti itu dilarang karena termasuk berpikiran buruk terhadap orang lain. b. komunikasi dalam lingkungan akademis terbagi menjadi beberapa

bagian,diantaranya komunikasi dari guru ke murid,komunikasi dari murid ke guru,dan komunikasi murid-murid. Dalam menciptakan iklim komunikatif, seorang guru hendaknya memperlakukan siswa sebagai individu yang berbedabeda, yang memerlukan pelayanan yang berbeda pula, karena siswa mempunyai karakteristik yang unik, memiliki kemampuan yang berbeda, minat yang berbeda, memerlukan kebebasan memilih yang sesuai dengan dirinya dan merupakan
6

pribadi yang aktif. Di dalam komunikasi murid ke guru, seorang murid hendaknya memperhatikan jenis pesan yang akan disampaikan dengan mempertimbangkan peranan seorang guru, waktu yang tepat untuk berkomunikasi,memberikan pesan dengan jelas dan langsung pada inti,dan tunjukan rasa penghormatan seorang murid kepada guru,dan komunikasi muridmurid hendaknya menggunakan perilaku asertif, memiliki cara berkomunikasi yang singkat, jelas, terbuka, jujur, memperhatikan dan menghargai hak dan perasaan orang lain, namun tetap memperhatikan kebutuhan dan perasaan diri sendiri.kerena dengan perilaku ini seseorang dapat menangani konflik secara positif dan efektif seorang dan dapat menumbuhkan sikap saling menghargai antar murid. 4. a. MCQ adalah multiple choice question. Ujian MCQ terbagi menjadi dua yaitu - MCQ tutorial ; dilaksanakan setelah tutorial sebagai evaluasi hasil belajar dalam dinamika kelompok. - MCQ IT ; dilasksanakan setelah pembelajaran IT berakhir sebagai evaluasi hasil belajar di ruangan kelas dengan slide slide atau materi yang diberikan dosen. b. tujuan diadakannya MCQ adalah sebagai salah satu bentuk evaluasi belajar mahasiswa dalam mengikuti setiap pembelajaran, baik itu dari tutorial ataupun IT. c. yang perlu dipersiapkan sebelum ujian MCQ adalah mental, materi

pembelajaran yang sudah dipelajari, perlengkapan, dll. Adapun kiat kiat saat menghadapi ujian adalah
1. 2. 3.

Jangan panik, cobalah untuk tenang. Baca dengan teliti perintah ujian. Pilih pertanyaan-pertanyaan yang paling mudah dahulu untuk di jawab.

4. Bagilah waktu yang kira-kira akan Anda pergunakan untuk menjawab

setiap soal

5. Jangan terpaku terlalu lama pada satu soal yang sulit. Tinggalkan dulu

soal tersebut, dan kerjakan soal yang mudah terlebih dahulu. Jika ada waktu, Anda dapat kembali mengerjakan soal yang sulit tersebut. Cek kembali jawaban Anda 5. a Dono kurang nyaman dalam diskusi kelompok karena ia lebih suka belajar sendiri di kamar sambil membaca semua materi. b. cara meningkatkan ketermapilan gaya belajar agar optimal adalah dengan menciptakan strategi strategi ternteu sesuai tipe belajar yang kita miliki disertai dengan belajar seperti orang dewasa ( adult learning ) c. gaya gaya belajar secara umum ada 3 yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Sedangkan secara khusus terbagi jadi 6 tipe yaitu visual, auditori, kinestetik, analytic, global, dan tactil. d. kelebihan belajar diskusi kelompok dibanding gaya belajar lain : -antaranggota bisa saling bertukar informasi - mendapatkan hal hal baru - masalah yang tidak dpat diselsaikan sendiri, dapat dipecahkan bersama Kekurangan belajar diskusi kelompok dibanding gaya belajar lain : - sering menimbulkan keributan keributan kceil - terkadang ada masalah maslah tertentu yang tidak bisa dipecahkan karena pendapat yang berbeda beda - ada anggota yang aktif dan ada yang tidak aktif e. membentuk lingkungan diskusi kelompok yang kondusif yaitu masing masing anggota kelompok melakukan peran dan fungsinya masing masing dalm setiap diskusi kelompok, aktif dalam diskusi dan saling menghargai agar terbentuk komunikasi yang efektif dan sesuai etika. 6. a. Yang dipelajari dalam ilmu kedokteran dasar adalah
8

Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan organisasi tubuh manusia Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi berbagai organ dan sistem organ serta interaksinya dalam tubuh manusia Biokimia adalah ilmu yang mempelajari proses-proses kimia yang terjadi dalam tubuh manusia. Histologi adalah ilmu yang mempelajari struktur mikroskopik dan fungsi jaringan pembentuk dan penyusun organ dan sistem organ dalam tubuh manusia. Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan efeknya terhadap tubuh manusia. Patologi anatomi adalah ilmu yang mempelajari kelainan struktur mikroskopik dan makroskopik berbagai organ dan jaringan yang disebabkan penyakit atau proses lainnya. Patologi klinik adalah ilmu yang mempelajari kelainan yang terjadi pada berbagai fungsi organ atau sistem organ. Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit-penyakit yang disebabkan parasit. Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit-penyakit yang disebabkan mikroba b. ilmu kedokteran dasar dikatikan dengan ilmu lainnya sebagai penunjang kita mempelajari dan menguasai ilmu ini, diharapkan tuntutan kompetensi yang ingin dicapai debagai seorang dokter dapat terlaksana secara optimal. Dengan pengakaitan ilmu lainnya dengan ilmu kedokteran dasar yang mengacu pada Standar Kompetensi Dokter ini akan bisa bermanfaat bagi institusi pendidikan kedokteran, Departemen Pendidikan Nasional, organisasi profesi, Kolegium, rumah sakit pendidikan, Departemen Kesehatan maupun masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan dokter dan bermanfaat pula sebagai acuan dalam
9

memberikan wewenang praktik, sehingga pelayanan kesehatan yang bermutu, efisien, efektif, adil dan merata dapat diwujudkan di tanah air.

c. cara meningkatkan motivasi Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar. Motivasi itu bisa datang dari diri sendiri ataupun dari luar. Yang paling penting adalah meningkatkan rasa mau atau rasa cinta terhada materi belajar yang kita anggap sepeleh. Jadikan itu sebagai tantangan bukan suatu hal untuk dijaui atau bahkan ditinggalkan.

KETERKAITAN MASALAH

Ilmu kedokteran dasar tidak menarik dan aplikatif

Tidak termotivasi

Lebih senang belajar sendiri

Tidak nyaman dalam diskusi

Tidk bisa mengikuti pembelajaran

Jatuh pada MCQ

Tidak lulus ujian blok 10

Merasa panitia melakukan kesalahan

keberata n

V.

LEARNING ISSUES
What I know What I dont know What I have to prove How learn I will

Pokok bahasan

Adult Learning

Definisi

Karakteristik/ ciri Pentingnya adult learning - cirinya

- Journal - Text book - Pakar - Internet

dalam pembelajaran

sistem

cara menerapkan Adult Learning

Learning Style

definisi

jenis jenis dan deskripsinya

Pentingya individu

mengetahui untuk

learning style tiap tiap meningkatkan pemahaman dalam pembelajaran

Ethics and Effective communication

definisi fungsi

bentuk bentuk komunikasi yang efektif

Perlunya

menggunakan

komunikasi yg efektif dan sesuai dengan etika yang berlaku

tata sesuai etika

cara

berkomunikasi

pengaplikasian keduanya dalam 11

kehidupan Dinamika keompok definisi proses langkah menciptakan suasana kelompok kondusif Student centered definisi ciri ciri aplikasi kehidupan Motivasi defenisi jenis jenis Peranan belajar penting sebuah proses di Pentingnya pengaplikasian student centerd dalam proses pembelajaran diskusi yang Suasana diskusi kelompok yang baik dan kondusif dapat mengoptimalkan pemahaman materi.

motivasi

motivasi dalam

VI.

SINTESIS
Tidak nyaman dalam diskusi

KERANGKA KONSEP

12

Learning style yang tidak sesuai

Belum menerapkan prinsip adult learning

Gagal MCQ

Keberatan

Tidak lulus ujian blok

Tidak termotivasi

Merasa panitia lakukan kesalahan

Etika komunikasi dan komukasi efektif

Ilmu kedokteran dasar tidak aplikatif dan tidak menarik 13

Tidak tahu relevansi ilmu dengan tuntutan ADULT LEARNING kompetensi

Adult learner adalah seseorang yang menerapkan pola pembelajaran orang dewasa. Adult learning memiliki tiga komponen utama, yaitu tujuan, pengalaman, dan penerpan. Orang yang telah menerapkan prinsip adult learning memiliki ciri-ciri: 1. Autonomous dan self directed. Mampu untuk mengarahkan dirinya sendiri. aktif dalam proses pembelajaran. Memiliki pandangan tersendiri terhadap isu-isu pembelajaran.

2.

Accumulated a foundation of life experince and knowledge . Memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan yang telah diperoleh dalam menjalankan aktivitas dan memperbaharuinya.

3.

Goal oriented. Seorang adult learner memiliki tujuan dan fokus untuk mencapai tujuannya

4.

Relevancy oriented. Relevan terhadap apa yang ingin dicapai. Tidak melakukan hal-hal yang menyimpang dari tujuan yang ingin dicapai.

14

5.

Praktical. Langsung mengaplikasikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari - hari.

6.

Looking for respect. Menginginkan penghargaan atas apa yang telah dicapainya.

Merujuk pada karakteristik dari seorang adult learner, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjadi seorang yang mampu belajar sebagai adult learner yaitu 1. Berikan perhatian yang lebih pada materi yang dipelajari. Ambilah sebuah peran yang besar di dalamnya, jangan katakan ajari aku, tapi katakan aku akan belajar. ( Taking responsibilities ) 2. Hubungkan pengalaman yang telah kita lalui ataupun yang akan kita alami dengan teori teori pembelajaran yang kita pelajari. Ketahui yang kita sudah ketahui dan ketahui yang belum kita ketahui. ( Making connections ) 3. rencanakan dan persiapkan setiap langkah yang akan kita ambil dan media penunjang seperti waktu, lingkungan belajar, program program belajar, menjadi pembaca yang proaktif, kemampuan, dan terus berlatih. ( planning ) 4. lakukan beberapa strategi untuk menunjang kamampuan belajar kita. Srategi disesuaikan dengan tipe belajar masig masing individu. Lakukan beberapa pendekatan. ( strategic learning ) 5. mengevaluasi diri melalui hasil dari setiap pembelajaran dan cara menerima kritik dan saran dari orang lain. ( monitoring progress )

15

Jika dikaitkan dengan skenario, Dono belum menerapkan prinsip adult learning dalam metode belajarnya sehingga menyebabkan ia tidak berhasil lulus dalam blok struktur dasar tubuh manusia tersebut.

LEARNING STYLE Learning style adalah suatu cara setiap orang mulai berkonsentrasi dan menyerap informasi. Seseorang dapat memiliki learning style lebih dari satu. Adapun jenis-jenis learning style adalah: 1. Auditory : orang yang termasuk dalam tipe ini mengandalkan indera pendengarannya saat belajar. Di sekolah misalnya, orang tipe auditory ini akan lebih mengerti pelajaran saat guru berbicara mengajar di depan kelas. Dia butuh sesuatu yang didengarkan oleh indera pendengarannya bahkan ketika dia sedang belajar sendirian. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Ciri-ciri gaya belajar auditori : o o o Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri Penampilan rapi Mudah terganggu oleh keributan

o Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat o Senang membaca dengan keras dan mendengarkan o Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca o o o Biasanya ia pembicara yang fasih Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
16

o Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual o Berbicara dalam irama yang terpola o Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara 2. Visual : orang dengan gaya belajar visual akan mengandalkan penglihatannya saat belajar. Biasanya orang tipe ini senang belajar dengan membaca (diam), memperhatikan orang mengerjakan sesuatu (senang diberi contoh). Ciri-ciri gaya belajar visual : o Bicara agak cepat o Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi o Tidak mudah terganggu oleh keributan o Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar o Lebih suka membaca dari pada dibacakan o Pembaca cepat dan tekun o Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata o Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato o Lebih suka musik dari pada seni o Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya 3. Kinesthetic : tipe belajar ini menggunakan indera peraba, dengan merasakan sesuatu menggunakan indera peraba (tangan). Orang dengan tipe kinesthetic ini harus aktif mengerjakan sesuatu agar dapat mengerti, daripada sekadar duduk diam membaca atau duduk diam mendengarkan guru mengajar. Dengan tipe ini, orang butuh praktek ketika mempelajari sesuatu. Ciri-ciri gaya belajar kinestetik : o Berbicara perlahan o Penampilan rapi o Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
17

o Belajar melalui memanipulasi dan praktek o Menghafal dengan cara berjalan dan melihat o Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca o Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita o Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca o Menyukai permainan yang menyibukkan o Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu o Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi 4. Analytical: mengutamakan logika dalam belajar dan menyukai sesuatu yang terencana dan terstruktur. Tipe belajar ini menyukai lingkungan belajar yang rapi dan teratur. Orang yang berpikir secara Analitik dalam memandang menyeluruh 5. Global: tipe belajar ini menggunakan emosi dan intuisi dalam belajar dan cenderung tidak bergantung dan tidak peduli pada tempat ia belajar. Orang yang berpikir secara Global cenderung melihat segala sesuatu secara menyeluruh, dengan gambaran yang besar, namun demikian mereka dapat melihat hubungan antar satu bagian dengan bagian yang lain. Orang yang Global juga dapat melihat hal-hal yang tersirat, serta menjelaskan permasalahan dengan kata-katanya sendiri. Mereka dapat melihat adanya banyak pilihan dalam mengerjakan tugas dan dapat mengerjakan beberapa tugas sekaligus. Orang yang berpikir secara Global dapat bekerjasama dengan orang lain, peka terhadap perasaan orang lain dan fleksibel. Apabila orang Global mengerjakan satu tugas, lalu ada tugas baru yang
18

segala

sesuatu

cenderung

lebih

terperinci,

spesifik,

terorganisasi, dan teratur. Namun kurang bisa memahami masalah secara

muncul, maka mereka akan mulai mengerjakan tugas kedua, meskipun tugas pertamanya belum selesai. Untuk mengatasi keadaan ini sebaiknya mereka bekerja sama dengan orang lain, dengan janji saling menolong dalam menyelesaikan tugas sebelum mengerjakan yang lain. 6. Tactile: tipe belajar ini juga menggunakan indera peraba seperti pada tipe belajar kinestetik. Namun, pada tipe tactile orang tersebut hanya menyentuh tanpa terlibat dalam aktivitas fisik

Di antara keenam learning style tersebut, Dono cenderung memiliki tipe belajar visual yaitu lebih suka membaca menyendiri dan kesulitan ketika belajar dalam sebuah diskusi kelompok. Cara yang mudah untuk mengtasi hal tersebut agar ia berhasil lulus dalam blok blok selanjutnya adalah dengan mengoptimalkan tipe belajarnya yang berbentuk visual. Tetapi tentu tetap mengikuti diskusi kelompok agar terbiasa dan bia belajar menyesuaikan diri.

ETHICS AND EFFEKTIF COMMUNICATION a. Etika dan Etiket dalam berkomunikasi Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan. Etiket adalah suatu sikap sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan. Berikut di bawah ini adalah beberapa etika dan etiket dalam berkomunikasi antar manusia dalam kehidupan sehari-hari : a. Jujur tidak berbohong b. Bersikap dewasa (tidak kekanak-kanakan) c. Lapang dada dalam berkomunikasi d. Menggunakan panggilan/sebutan orang yang baik
19

e. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien f. Tidak mudah emosi g. Berinisiatif sebagai pembuka dialog h. Berbahasa yang baik, ramah, dan sopan i. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan j. Bertingkahlaku yang baik Dalam rangka mencapai suatu kesinambungan antara komunikator dan komunikan, beberapa teknik berkomunikasi yang baik yang perlu diterapkan dalam berkomunikasi adalah: a. Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan b. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara c. Menatap mata lawan bicara dengan lembut d. Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum e. Gunakan gerakan tubuh/gesture yang sopan dan wajar f. Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara g. Memakai pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai sikon h. Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara i. Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi j. Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan karakteristik lawan bicara. k. Menggunakan volume, nada, intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik. l. Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku seperti berjabat tangan, merunduk, hormat, ces, cipika cipiki (cium pipi kanan - cium pipi kiri). b. Effective communication Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikan samasama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan. Oleh karena itu, dalam bahasa asing orang menyebutnya the communication is in tune ,yaitu kedua belah pihak yang berkomunikasi sama-sama mengerti apa pesan yang disampaikan.

20

Komunikasi efektif adalah komunikasi yang tejadi apabila suatu pesan yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan, sehingga tidak terjadi salah persepsi. 5 Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication) yaitu REACH, yang berarti merengkuh atau meraih. Karena sesungguhnya komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain. Kelima hukum itu adalah: Hukum 1: Respect Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Pada prinsipnya, manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka kita dapat membangun kerjasama yang akan menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim, bahkan menurut mahaguru komunikasi Dale Carnegie dalam bukunya how to win friends and influence people, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang tulus dan jujur. Seorang ahli psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan Prinisip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai. Dia mengatakan ini sebagai suatu kebutuhan (bukan harapan ataupun keinginan yang bisa ditunda atau tidak harus dipenuhi), yang herus dipenuhi. Ini adalah suatu rasa lapar manusia yang tak terperikan dan tak tergoyahkan. Lebih jauh Carnegie mengatakan bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya. Charles Schwabb, salah seorang pertama dalam sejarah perusahaan Amerika yang mendapatkan gaji lebih tinggi dari satu juta dolar setahun, mengatakan bahwa aset paling besar yang dia miliki
21

adalah kemampuannya dalam membangkitkan antusiasme pada orang lain. Dan cara untuk membangkitkan antusiasme dan mendorong orang lain melakukan halhal terbaik adalah dengan memberi penghargaan yang tulus. Hukum 2: Emphaty Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengar atau mengerti terlebih dahulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain. Secara khusus Covey menaruh kemampuan untuk mendengarkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti ; Seek first to understand- understand then be understood to build the skills of emphatetic listening that inspires openness and trust ,. Kata Covey inilah yang disebutnya dengan komunikasi empatik. Dengan memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang kita perlukan dalam membangun kerjasama atau sinergi dengan orang lain. Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan dengan cara dan sikap yang memudahkan penerima pesan menerimanya. Oleh karena itu, dalam ilmu pemasaran memahami perilaku konsumen merupakan keharusan. Dengan memahami perilaku konsumen maka kita dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, minat, harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian halnya dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun kerjasama tim. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaaan orang lain dalam tim kita. Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork. Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empatik calon penerima pesan kita, sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima. Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perspektif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang
22

positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feed back) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu, dalam kegiatan komunikasi pemasaran above the lines (mass media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar dan menangkap umpan balik dari audiensi atau penerima pesan. Hukum 3: Audible Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh orang lain dengan baik. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam komunikasi personal, hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.

Hukum 4: Clarity Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan tersebut, sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya ( trust) dari penerima pesan atau anggota tim kita, karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita.
23

Hukum 5: Humble Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Rendah hati tidak sama dengan rendah diri. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa saling menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Sikap rendah hati pada intinya mencakup pengertian: Sikap yang penuh melayani Sikap menghargai Mau mendengar dan menerima kritik Tidak sombong dan memandang rendah orang lain Rela memaafkan Lemah lembut dan penuh pengendalian diri Mengutamakan kepentingan yang lebih besar

Jika komunikasi yang kita bangun didasarkan pada lima hukum pokok komunikasi yang efektif ini, maka kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal dan pada gilirannya dapat membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan saling menguatkan. Pada skenario ini, sang komunikator ( Dono ) perlu memperhatikan kelima hukum dalam komunikasi ini karena apabila salah satu hukum komunikasi efektif ini tidak tercapai, akan timbul masalah dalam hal penafsiran. Cara penyampaian keberatan diajukan Dono tetap pantas sebagai haknya untuk mengeluarkan pendapat asalkan hukum komunikasi efektif terpenuhi.

DINAMIKA KELOMPOK Suatu metoda dan proses, merupakan salah satu alat manajemen untuk menghasilkan kerjasama kelompok yang optimal, agar pengelolaan organisasi menjadi lebih efektif, efisien dan produktif Tujuan dinamika kelompok :

24

Membangkitkan kepekaan diri seorang anggota kelompok terhadap anggota kelompok lain, sehingga dapat menimbulkan rasa saling menghargai

Menimbulkan rasa solidaritas anggota sehingga dapat saling menghormati dan saling menghargai pendapat orang lain

Menciptakan komunikasi yang terbuka terhadap sesama anggota kelompok Menimbulkan adanya itikad yang baik diantara sesama anggota kelompok

Adanya kelompok yang efektif dalam menunjang tercapainya kompetensi belajar sangat dibutuhkan, terlebih lagi untuk mencapai tujuan dari dibentuknya kerja sama kelompok melalui pembelajaran dinamika kelompok ini, adapaun faktor faktor terbentuknya sebuah kelompok yang efektif adalah antar lain : Keadaan fisik tempat/kelompok, seperti tersedianya fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan anggota. Treat reduction ( Rasa aman ) menyangkut ketentraman anggota untuk tinggal di dalam kelompoknya, meliputi: tidak adanya ancaman, tidak ada saling curiga dan tidak ada saling bermusuhan Distributive leadership (kepemimpinan bergilir), adanya pemindahan kekuasaan untuk pengendalian dan pengawasan terhadap kelompoknya Goal formulation (perumusan tujuan), individu masing-masing Flexibility (fleksibilitas), segala sesuatu yang menyangkut kelompok dapat mengikuti perubahan yg terjadi tanpa adanya pengorbanan Consensus (mufakat), dengan mufakat yg ada dalam kelompok, semua perbedaan pendapat dari anggota dapat teratasi sehingga tercapai keputusan yg memuaskan berbagai pihak Process awareness (kesadaran berkelompok), adanya peran, fungsi, dan kegiatan masing-masing anggota dalam kehidupan berkelompok
25

tujuan merupakan tujuan bersama, yang

menjadi arah kegiatan bersama, karena tujuan ini merupakan integrasi dari tujuan

Continual evaluation (penilaian yang kontinyu), kelompok yang baik seringkali mengadakan penilaian secara kontinyu terhadap perencanaan kegiatan dan pengawasan kelompok sehingga dapat diketahui tercapai/tidaknya tujuan kelompok .

Kunci utama dalam diskusi kelompok yang terterap dalam dinamika kelompok adalah setiap anggota dituntut bisa menyesuaikan diri dengan keadaan dan kondisi di dalamnya, disertai dengan perasaan saling menghargai satu sama lain. Sebenarnya walaupun diskusi kelompok tidak mengacu pada learning style seorang Dono, jika Dono dapat mencoba menyesuaikan diri dan membaur di dalamnya, tentu lingkungan diskusi belajar yang kondusif bisa terbentuk.

STUDENT CENTERED Student Centered Learning atau yang lebih dikenal dengan pembelajaran berpusat

mahasiswa. Pelaksanaan metode pembelajaran SCL diarahkan pada integrasi knowledge management system sehingga diharapkan menghasilkan intellectual capital yang bermanfaat. Dengan konsep SCL, mahasiswa bukan lagi sebagai obyek dari pengembangan ilmu pengetahuan namun diharapkan menjadi pelaku aktif dari pengisi content di dalam proses pembelajaran. Dosen hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator. Metode ini memiliki beberapa jenis pembelajaran,yakni diantaranya Cooperative learning, Collaborative learning, Competitive learning, Case based learning, Project based learning,dan Problem based learning. Beberapa hal utama yang perlu disiapkan adalah: o Perubahan Sikap dan Peranan Pendidik Dengan menerapkan konsep Student-Centered Learning, sebagian beban dalam mempersiapkan serta mengkomunikasikan materi berpindah ke peserta didik yang harus pula berperan secara aktif. Pendidik bukan lagi tokoh sentral yang tahu segalanya. Tidak berarti bahwa tugas pendidik menjadi lebih ringan atau tidak lagi penting. Pendidik tetap memainkan peran utama dalam proses belajar, tetapi bukan sebagai satu-satunya sumber ilmu pengetahuan. Dalam perubahan peranan ini, dibutuhkan kepemimpinan, kemampuan
26

berkomunikasi serta keterbukaan dari pendidik untuk dapat menjalin hubungan secara individu, untuk dapat mengerti serta mengikuti perkembangan dari masing-masing peserta didik, disamping tentunya wawasan yang luas dalam mengarahkan peserta didik ke sumber-sumber belajar yang dapat digali. o Perubahan Metode Belajar Beberapa metode belajar yang mengacu pada belajar secara alamiah dan mengacu pada keunikan individu yang perlu dikembangkan adalah collaborative learning, problembased learning, portfolio, team project, resource-based learning. Metode-metode ini menekankan pada hal-hal seperti kerjasama tim, diskusi, jawaban-jawaban terbuka (openended answer), interaktivitas, mengerjakan proyek nyata bukan hanya menghafal, serta belajar cara untuk belajar, bukan hanya memperoleh ilmu pengetahuan dan sebagainya. o Akses ke Pelbagai Sumber Belajar Untuk menunjang metode belajar yang memberi kesempatan bagi peserta didituntut mengenali permasalahan, serta menggali informasi sebanyak mungkin secara mandiri, akses informasi tidak boleh lagi dibatasi hanya pada guru, buku wajib serta perpustakaan lokal saja. Peserta didik perlu ditunjang dengan akses tanpa batas ke pelbagai sumber informasi, antara lain industri, organisasi sosial maupun profesi, media massa, para ahli dalam bidang masingmasing, bahkan dari masyarakat, keluarga maupun sesama peserta didik. Perkembangan teknologi informasi bahkan memungkinkan tersedianya akses ke pelbagai informasi global ke seluruh dunia, melalui akses ke perpustakaan maya (virtual library), museum maya (virtual museum), pangkalan-pangkalan data di web, atau bahkan kemungkinan untuk dapat berhubungan langsung dengan para ahli internasional. o Penyediaan Infrastruktur Yang Menunjang Untuk mendukung perubahan serta kebutuhan yang diperlukan dalam menerapkan konsep Student-Centered Learning secara maksimal, perlu adanya infrastruktur yang menunjang.

Perbedaan Teacher Centered dan Student Centered TEACHER CENTERED STUDENT CENTERED
27

1. Terstandaridasi 2. Tradisional 3. Model pabrik 4. Berdasarkan Norma (bell curve) 5. Dangkal 6. Satu subjek 7. Berorientasi Produk 8. Ada batasan waktu 9. PBM terarah 10. Hafalan

1. BersIfat konstruktif 2. Berkembang 3. Berpola pengumpulan Informasi 4. Berbasis Kriteria 5. Dalam 6. Tema terintergrasi 7. Berorientasi Proses dan produk 8. Blok terjadwal 9. Kerjasama 10. Dengan pengalaman

Dono belum menerapkan Student Centered dengan benar , karena dengan pembelajaran yang berpusat kepada mahasiswa , mahasiswa dituntut untuk aktif dalam mencari, mengolah serta mempertanggungjawabkan ilmu-ilmu atau informasi yang ia kelola secara mandiri dan otonom. Dono disarankan untuk mencari sendiri relevansi setiap ilmu dengan tuntutan kompetensi yang harus dicapai. Disinilah tuntutan untuk menerapakan student centered learning terlihat jelas. Sehingga Dono bisa menemukan sendiri yang harus dilakukan dan dan diperbaiki untuk persiapan ujian selanjutnya, agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali.

MOTIVASI dorongan psikologis yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan. Motivasi

membuat keadaan dalam diri individu muncul, terarah, dan mempertahankan perilaku, motivasi menjadi dorongan (driving force) terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu. Jenis motivasi ada 2 macam : a. Motivasi dari dalam Motivasi yang berasal dari inisiatif diri sendiri tanpa terpengaruhi faktor dari luar. Ex. kemauan dari dalam diri sendiri
28

b.

Motivasi dari luar Motivasi yang pemicunya datang dari luar diri kita. Lingkungan sosial, yang meliputi lingkungan, tetangga, teman, orangtua/ keluarga dan teman sekolah. Lingkungan non social meliputi keadaan gedung sekolah, letak sekolah, jarak tempat tinggal dengan sekolah, alat-alat belajar, kondsi ekonomi orangtua, dll

Cara-cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar antara lain adalah: (Groccia (1992)) a. Gaining and Sustaining Attention b. Enhancing relevance c. Building confidence d. Generating satisfaction (giving reward and punishment) e. Establish a learning-oriented environment. f. Set and attain realistic goals. g. Use reinforcement principles Suryabrata (1995:235). a. Adanya rasa ingin tahu yang besar b. Adanya sifat kreatif untuk selalu berusaha untuk maju c. Adanya sifat ingin mendapatkan simpati d. Adanya keinginan untu mendapatkan rasa aman bila menguasai ilmu pengetahuan (Asianbrain.com) a. Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar b. Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat
29

c. Belajar apapun d. Belajar dari internet e. Cari motivator

Teori Motivasi Banyak orang yang mencoba menjelaskan bagaimana semua motivasi bekerja. Berikut adalah beberapa diantaranya:

Teori Insentif. Yaitu teori yang mengatakan bahwa seseorang akan bergerak atau mengambil tindakan karena ada insentif yang akan dia dapatkan. Misalnya, Anda mau bekerja dari pada sampai sore karena Anda tahu bahwa Anda akan mendapatkan intensif berupa gaji. Jika Anda tahu akan mendapatkan penghargaan, maka Anda pun akan bekerja lebih giat lagi. Yang dimaksud insentif bisa tangible atau intangible. Seringkali sebuah pengakuan dan penghargaan, menjadi sebuah motivasi yang besar.

Dorongan Bilogis. Maaf, yang dimaksud bukan hanya masalah seksual saja. Termasuk didalamnya dorongan makan dan minum. Saat ada sebuah pemicu atau rangsangan, tubuh kita akan bereaksi. Sebagai contoh, saat kita sedang haus, kita akan lebih haus lagi saat melihat segelas sirup dingin kesukaan Anda. Perut kita akan menjadi lapar saat mencipum bau masakan favorit Anda. Bisa dikatakan ini adalah dorongan fitrah atau bawaan kita sejak lahir untuk mempertahankan hidup dan keberlangsungan hidup.

Teori Hirarki Kebutuhan Teori ini dikenalkan oleh Maslow sehingga kita mengenal hirarki kebutuhan Maslow. Teori ini menyajikan alasan lebih lengkap dan bertingkat. Mulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan kemanan, kebutuhan akan pengakuan sosial, kebutuhan penghargaan, sampai kebutuhan akan aktualisasi diri.

Takut Kehilangan vs Kepuasan. Teori ini mengatakan bahwa apda dasarnya ada dua faktor yang memotivasi manusia, yaitu takut kehilangan dan demi kempuasan (terpenuhinya kebutuhan). Takut kehilangan adalah adalah ketakutan akan kehilangan yang sudah dimiliki. Misalnya seseorang yang termotivasi berangkat kerja karena takut kehilangan gaji. Ada juga orang yang giat bekerja demi menjawab sebuah

30

tantangan, dan ini termasuk faktor kepuasan. Konon, faktor takut kehilangan lebih kuat dibanding meraih kepuasan, meskipun pada sebagian orang terjadi sebaliknya. Kejelasan Tujuan Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari teori ini muncul bahwa seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia memiliki tujuan yang jelas. Sehingga muncullah apa yang disebut dengan Goal Setting (penetapan tujuan). Dono bisa meningkatkan motivasi belajarnya dengan mengcau pada beberapa teori di atas. Ada beberapa cara juga yang dapat diterpakan oleh Dono untuk membangun motivasi dari dalam dirinya dengan beberapa cara, yaitu

Memunculkan kembali dengan membangun keyakinan bahwa apa yang diinginkan


bisa kita capai

Membangun impian tanpa hambatan pada diri sendiri Menjadikan seorang tokoh sebagai teladan untuk memotivasi semangat dalam diri Mengikuti berbagai jenis seminar untuk membangkitkan motivasi dalam diri kita Membaca buku mengenai hal-hal yang berkaitan dengan motivasi Mendekatkan diri dengan sang Pencipta agar lebih terpacu untuk melakukan yang
terbaik dalam hidup

VII.

KESIMPULAN

Dono tidak berhasil lulus blok Struktur Dasar Tubuh Manusia karena Dono belum menerapakan prinsip belajar adult learning dan belum biasa menemukan learning style yang tapat untuk dirinya, sehingga kemampuannya dalam memahami materi belum mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.

31

DAFTAR PUSTAKA

Coffield, F., Moseley, D., Hall, E., Ecclestone, K. (2004). Learning styles and pedagogy in post-16 learning. A systematic and critical review. London: Learning and Skills Research Centre. Estes, Cheryl. (2004). Promoting Student-Centred Learning in Experiential Education. Journal of Experiential Education, 27(2), pp. 141-161. Dewajani, Sylvi. 2006. Student Centered Learning, Materi Lokakarya Peningkatan Kualitas TeknikPembelajaran Student Center Learning. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas GadjahMada Rahardjo, Arlinah, Meilania and Aditya Nugraha. Internet as an Alternative Media For Creating a Learning Society. Surabaya: UK Petra, 1998 Student-Centered Learning: Selected Web Resources. http://elisp.nv.c.va.us/scl.htm Top Ten Mistakes in Education.n http://www.ils.nwu.edu/~e_for_e/nodes/NODE-283pg.html
32

What is Student Centered Learnin http://athena.wednet.edu/curric/weather/adptcty/ stcntr.html Why Schools Fail to Teach Our Children. http://www.ils.nwu.edu/~e_for_e/nodes/NODE40-pg.html http://www.ncrel.org/sdrs/areas/issues/methods/technlgy/te10lk12.htm Regional Educational Laboratory. All rights reserved. http://www.ldpride.net/learningstyles.MI.htm http://indosdm.com/training-of-trainer-karakteristik-pendidikan-orang-dewasa http://hikmatpembaharuan.wordpress.com/2008/12/16/pembelajaran-orang-dewasa-cara-cara/ http://www.ugmc.bizland.com/ak-ertimotivasi.htm http://www.squidoo.com/definisi-motivasi http://web.cba.neu.edu/~ewertheim/interper/commun.htm#introd http://organisasi.org/etiket-etika-dalam-berkomunikasi-komunikasi-pengertian-etika-etiketsosiologi http://tizna.student.fkip.uns.ac.id/2009/10/08/komunikasi-efektif/ North Central

33