Anda di halaman 1dari 17

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, dan shalawat serta salam kami limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Karena hidayah-Nya pula, Alhamdulillah, tim penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul Hair Tonic ini sebagai tugas dari mata kuliah Kosmetika tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Richie A. I. Chandra, M.Sc., Apt selaku dosen mata kuliah Kosmetika khususnya pada bahan ajar Mens Toiletries yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan; rekan-rekan, serta semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya.

Pada akhirnya tim penulis memohon kritik dan saran untuk lebih sempurnanya makalah ini. Selanjutnya tim penulis berharap makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... 1 DAFTAR ISI .......................................................................................................... 2 BAB I. PENDAHULUAN ........................................ Error! Bookmark not defined. A. B. C. Latar Belakang .......................................................................................... 3 Tujuan ........................................................................................................ 4 Rumusan Masalah..................................................................................... 4

BAB II. ISI ............................................................................................................. 5 A. B. C. D. E. F. Peranan Rambut Menurut Sebagian Orang .......................................... 5 Peranan Hair Tonic Terhadap Masalah Rambut .................................. 5 Formulasi Sediaan Hair Tonic. ................................................................ 8 Fungsi Zat yang Terkandung dalam Formulasi Sediaan Hair Tonic..10 Pembuatan Sediaan Hair Tonic. ............................................................ 13 Evaluasi Mutu Sediaan Hair Tonic........................................................ 13

BAB III. PENUTUP ................................................. Error! Bookmark not defined. A. B. Kesimpulan ........................................................................................... ...15 Saran ........................................................................................................ 15

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 16

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rambut adalah sesuatu yang keluar dari dalam kulit dan kulit kepala, rambut tidak mempunyai syaraf perasa, sehingga rambut tidak terasa sakit jika dipangkas. Dengan adanya rambut, selain berfungsi sebagai mahkota, juga berfungsi sebagai pelindung kepala dari panas terik matahari, cuaca dingin. Rambut membutuhkan penataan dan perawatan secara teratur supaya rambut tetap sehat, indah, dan berkilau. Dalam menggunakan kosmetika rambut dibutuhkan suatu ketelitian agar rambut tetap sehat indah dan indah. Setiap ahli kecantikan, harus teliti dan tepat dalam menentukan analisa dan diagnosa tentang keadaan kulit kepala dan rambut serta kelainan yang ada pada kulit dan rambut tersebut. Oleh sebab itu seorang ahli kecantikan sangat perlu mempelajari ilmu tentang kulit, kulit kepala dan rambut ( Trycology ). Dengan mempelajari ilmu tentang kulit, kulit kepala dan rambut, kita akan dapat memberikan analisa yang tepat dan dapat memberikan nasehat-nasehat bagi langganan kita bila diperlukan untuk perbaikan dan perhatian dalam pemeliharan serta perawatan agar rambut tetap sehat dan indah. Rambut yang kurang perawatan, akan mudah mengalami kerusakan seperti rambut kusam, patah rontok bahkan dapat menimbulkan kebotakan. Beberapa faktor penyebab rambut bermasalah diantaranya adalah kurang asupan nutrisi, infeksi kulit kepala, masa pertumbuhan, perawatan rambut yang salah serta karena pengaruh obat-obatan tertentu. Penyebab rambut rontok secara umum :

Folikel rambut sangat sensitif terhadap lingkungan. Kondisi rambut kita sangat terpengaruh oleh lingkungan yang terpolusi seperti sekarang.

Rambut yang rontok juga dapat disebabkan oleh stres, tegang, diet, sedang menjalani pengobatan, sirkulasi darah yang buruk dan sakit fisik.

Lebih jauh, pemakaian bahan kimia yang berlebih pada rambut akan berdampak buruk bagi rambut. Dengan situasi seperti ini, cara paling efektif adalah memberi nutrisi yang

terus menerus pada rambut dan kulit kepala. Perawatan rambut secara teratur, seperti: a. Massage Rambut (Creambath) b. Keramas Rambut (Shampoo) c. Membilas Rambut (Conditioner) d. Pemberian Tonic Rambut (Hair Tonic). Dalam hal ini kelompok kami mengetengahkan tentang hair tonic. B. Tujuan Tujuan dibuatnya makalah berjudul Hair Tonic ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Kosmetika khususnya pada bahan ajar Mens Toiletries dan untuk menambah pengetahuan mahasiswa mengenai sediaan hair tonic beserta hal-hal yang terkait mengenai sediaan tersebut seperti fungsi, formulasi, dan evaluasi mutunya. C. Rumusan Masalah 1. Peran rambut menurut sebagian orang? 2. Peran hair tonic terhadap masalah rambut? 3. Bagaimana formulasi suatu sediaan hair tonic? 4. Apa fungsi dari masing-masing zat yang terkandung dalam formulasi sediaan hair tonic? 5. Bagaimana cara membuat sediaan hair tonic? 6. Apa saja dan bagaimana evaluasi mutu sediaan hair tonic?

BAB II ISI A. Peranan Rambut Menurut Sebagian Orang Rambut mempunyai peran dalam proteksi terhadap lingkungan yang merugikan, antara lain suhu dingin atau panas, dan sinar ultraviolet. Selain itu, rambut juga berfungsi melindungi kulit terhadap pengaruh-pengaruh buruk; misalnya alis mata melindungi mata agar keringat tidak mengalir ke mata, sedangkan bulu hidung menyaring udara. Rambut juga berfungsi sebagai pengatur suhu, pendorong penguapan keringat, dan sebagai indera peraba yang sensitif (Harahap, 2000). Bagi manusia yang mempunyai sifat suka dengan keindahan, menjadikan rambut ini sebagai penunjang penampilan seseorang. Bahkan ada ungkapan yang menunjukkan betapa pentingnya rambut bagi penampilan seseorang, yaitu: rambut adalah mahkota kecantikan seseorang (Dalimartha dan Soedibyo, 1999).

B. Peranan Hair Tonic Terhadap Masalah Rambut Setiap orang pasti ingin berambut sehat dan kuat tanpa memiliki masalah kerontokan. Sayangnya, sebagian wanita memiliki masalah rambut tersebut. Seperti hasil survei wolipop baru-baru ini mengungkapkan, sebanyak 50% partisipan dari 140 responden menjawab bahwa mereka memiliki masalah rambut rontok (Oktaviani, 2012). Perawatan rambut tidak cukup hanya dengan menggunakan shampo dan condisioner saja, karena rambut merupakan sel yang hidup maka perlu dipelihara, dirawat dan diberi pupuk sehingga dapat hidup sehat dan indah. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan hair tonic (Wasitaatmadja, 1997). Rambut rontok bisa diatasi dengan berbagai macam perawatan dari dalam dan luar. Perawatan dari dalam seperti mengonsumsi suplemen atau makanan yang mengandung vitamin E, fungsinya untuk menguatkan akar dan menyuburkan rambut (Oktaviani, 2012).

Sedangkan perawatan rambutnya sendiri bisa menggunakan hair tonic. Hair tonic adalah ramuan penyubur rambut ajaib yang berfungsi untuk menjaga agar rambut selalu tetap indah dan sehat. Ada baiknya pemakaian tonic saat rambut dalam kondisi lembab usai keramas. Hair tonic merupakan obat penyubur rambut berupa cairan perangsang penumbuh rambut yang biasanya berbahan dasar alami dari tumbuh tumbuhan, seperti ekstrak gingseng atau biji bijian seperti biji bunga matahari dan daun mint. Hair tonic merupakan obat penyubur rambut yang digunakan untuk memperkuat akar rambut, merangsang tumbuhnya rambut, menghilangkan kotoran pada kulit kepala dan rambut, memperlancar peredaran darah serta membantu melumasi rambut (Prasetyo, 2013). Pemakaian hair tonic cukup dengan meneteskan tiga sampai empat tetes pada titik titik kulit kepala dan pada daerah kulit kepala yang riskan mengalami kebotakan. Kemudian pijat perlahan dengan lembut pada kulit kepala agar hair tonic mudah meresap dan langsung bekerja. Pijatan pijatan lembut ini akan merangsang stimulasi pertumbuhan rambut. Mekanisme kinerja hair tonic sebagai obat penyubur rambut adalah mampu merangsang pertumbuhan bagian dasar rambut atau akar rambut yang mengandung sel sel melanosit yang cukup untuk menghasilkan melanin. Melanin tersebut berfungsi sebagai pembentuk zat warna rambut atau pigmen. Sehingga rambut akan tampak lebih berkilau dan subur (Prasetyo, 2013). Ada baiknya pemakaian hair tonic dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan malam hari. Pemakaian malam hari sebaiknya dilakukan menjelang tidur agar kinerja hair tonic lebih maksimal. Pada saat pemijatan perhatikan kuku jari tangan anda. Jika anda memiliki kuku yang panjang pastikan kuku jari tangan anda tidak melukai kulit kepala anda. Atau kuku jari tangan anda dipotong akan lebih baik. Selalu perhatikan untuk memperlakukan rambut anda selembut mungkin (Prasetyo, 2013). Hair tonik pada prinsipnya adalah memberi kesuburan pada akar rambut. Namun bila akar rambut tidak ada maka hair tonic tidak ada gunanya. Hal ini bukan karena kesalahan dari kulit kepala yang membandel atau hair tonicnya yang tidak ampuh, melainkan pada hormon testosteron. Hormon pria ini sebenarnya

membantu proses produksi sperma. Tetapi akibat bereaksi dengan enzim 5-alphareductase, hormon ini berubah bentuk menjadi dehydrotertosteron (DHT). Rangsangan DHT membuat kantung rambut mengecil sehingga rambut menjadi rontok dan terjadilah kebotakan. Itulah sebabnya pria lebih banyak botak daripada perempuan (Poeradisastra, 2004). Semakin tinggi kadar DHT, proses kebotakan kepala semakin cepat. Pria yang dilahirkan dengan kadar DHT yang rendah, jarang mengalami kerontokan rambut. Untuk mencegah kebotakan rambut biasanya digunakan obat yang mengandung minoxidil, tetapi obat ini hanya ampuh pada 40 % pasiennya saja. Kemudian pasien beralih pada obat finasteride yang terbukti mampu mengatasi kebotakan pada 83 % pasien. Finastidine sebenarnya obat yang berfungsi untuk penderita kelenjar prostat yang membesar atau benign prostatic hyperplasia (BPH) (Poeradisastra, 2004). Salah satu akibat dari BPH ini adalah meningkatnya enzim 5-alphareductase dan DHT melebihi batas normal. Kelebihan kedua zat ini membuat pria mengalami banyak kebotakan. Dengan dihambatnya BPH maka produksi 5-alphareductase dan DHT akan menurun sehingga kebotakan dapat diatasi (Poeradisastra, 2004). Kerontokan rambut yang berlebihan juga bisa berawal dari akar rambut yang kering dan telah mati, beberapa penyebab di antaranya infeksi kulit kepala serta akar rambut yang kurang gizi, kurang darah, ketombe, stress, polusi dll (Pesona, 2013). Namun ada hal yang harus diperhatikan ketika akan perawatan dengan hair tonic maupun serum rambut. Hal yang harus diperhatikan adalah keadaan rambut dan masalah utama pemicu kerontokan. Misalnya, jika rambut rontok karena ketombe dan berminyak, atasi dulu dua masalah tersebut. disarankan, sembuhkan terlebih dahulu rambut yang berketombe dan berminyak itu (Oktaviani, 2012). Hal-hal yang perlu di perhatikan untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala:

Hindari pemakaian perawatan rambut yang memiliki kandungan yang keras dan merusak dan merugikan kesuburan rambut. Kurangi makanan yang banyak mengandung lemak. Ubah kehidupan dengan hidup sehat olah raga rutin dan teratur. Gunakan shampoo 2 hingga 3 hari sekali agar kebersihan kulit kepala terjaga dengan baik (Pesona, 2013).

C. Formulasi Sediaan Hair Tonic

Berikut ini merupakan beberapa contoh formulasi sediaan hair tonic. Contoh formula hair tonic 1 : Ethanol Vitamin E Vitamin B2 Propilenglikol Menthol Resorcinol Gibberellins Warna, parfume Air murni 70 bagian 0.05 bagian 0.05 bagian 3 bagian 0,1 bagian 0,1 bagian 0,1 bagian q.s 30 bagian

Contoh formula hair tonic 2 : Ethanol Vitamin E Propilenglikol Menthol Diphenhidramin klorida Asam laktat Gibberellins Warna, parfume 70 bagian 0.1 bagian 2,5 bagian 0,1 bagian 0,01 bagian 0,1 bagian 0,05 bagian q.s

Air murni

30 bagian

Contoh formula hair tonic 3 : Ethanol Castor oil (minyak jarak) Menthol Resorcinol Tingture capcisum Gliserin Gibberellins Warna, parfume Air murni 80 bagian 5 bagian 0,1 bagian 0,1 bagian 0,2 bagian 0,5 bagian 0,2 bagian q.s 20 bagian

Contoh formula hair tonic 4 : Ethanol Vitamin E Vitamin B2 Propilenglikol Menthol Resorcinol Gibberellins Papain Warna, parfume Air murni 70 bagian 0.05 bagian 0.05 bagian 3 bagian 0,1 bagian 0,1 bagian 0,05 bagian 0,05 bagian q.s 30 bagian

Contoh formula hair tonic 5 : Ethanol Vitamin E Propilenglikol Menthol Diphenhidramin klorida 70 bagian 0.1 bagian 2,5 bagian 0,1 bagian 0,01 bagian

Asam laktat Gibberellins Bromelin Warna, parfume Air murni

0,1 bagian 0,01 bagian 0,02 bagian q.s 30 bagian

Contoh formula hair tonic 6 : Ethanol Castor oil (minyak jarak) Menthol Resorcinol Tingture capcisum Gliserin Gibberellins 80 bagian 5 bagian 0,1 bagian 0,1 bagian 0,2 bagian 0,5 bagian 0,02 bagian

D. Fungsi Zat yang Terkandung dalam Formulasi Sediaan Hair Tonic Berikut ini merupakan fungsi bahan/komposisi dalam sediaan hair tonik secara umum : 1. Etanol Pemerian etanol berupa cairan tidak berwarna, mudah menguap, jernih, dan berbau khas. Etanol mudah bercampur dengan air dan praktis bercampur dengan semua pelarut organik. Dalam formulasi sediaan, etanol digunakan sebagai pelarut kosolven, sekaligus antimikroba dan pengontrol viskositas dengan konsentrasi 30% (Rowe, 2009). 2. Propilen glikol Pemerian propilen glikol berupa cairan jernih, tidak berwarna, manis, kental, praktis tidak berbau dan bersifat higroskopis. Senyawa ini dapat bercampur dengan air. Kegunaan propilen glikol adalah sebagai kosolven dan stabilizer. Konsentrasi penggunaannya berkisar antara 5-80% pada formulasi larutan topikal dengan kegunaan sebagai pelarut (Rowe, 2009).

10

3. Menthol Pemerian menthol ialah berupa serbuk kristal tidak berwarna dengan bau dan rasa khas. Kegunaan menthol ialah digunaan sebagai pemberi sensasi dingin pada sediaan topikal dan juga untuk memberi bau. Menthol sangat larut dalam etanol dan dapat juga digunakan sebagai peningkat penetrasi ke kulit. Pada sediaan kosmetik, penggunaannya berkisar 0.1- 2.0 % (Rowe, 2009). 4. Aquadest / purified water Air murni yang diperoleh dengan cara penyulingan disebut dengan aquadest, sehingga lebih bebas dari kotoran maupun mikroba. Dalam sediaan ini, aquadest berfungsi sebagai pelarut (Rowe, 2009). 5. Vitamin B Semua vitamn B penting untuk mempertahankan sirkulasi dan warna rambut. Biotin merupakan salah satu vitamin B yang penting untuk menjaga kesehatan rambut (Priskila, 2012). 6. Vitamin E Vitamin E berkhasiat sebagai anti oksidan. Kekurangan vitamin E antara lain dapat menyebabkan gangguan metabolisme, regenerasi sel yang lambat dan gangguan sistem reproduksi. Penggunaan vitamin E pada kulit bertujuan untuk memperbaiki peredaran darah dikulit dan akhirnya dapat memperbaiki kondisi kulit (Priskila, 2012). 7. Resorsinol Dalam sediaan hair tonik, resorsinol berfungsi sebagai stimulan kelenjar sebum dan dapat digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut. Selain itu, resorsin juga dapat digunakan sebagai anti septikum dalam batas maksimum 5%. Disamping itu, resorsin berfungsi juga sebagai kounteriritan (Priskila, 2012). 8. Tintur capsicum Tintur capsicum atau tintur cabe ditambahkan sebagai kounteriritan. Pemakaian kounteriritan akan menyebabkan sirkulasi darah pada daerah tersebut lancar sehingga metabolisme menjadi lebih aktif dan pembelahan sel dipercepat. Keaktifan kounteriritan yang diharapkan pada sediaan

11

perangsangan pertumbuhan rambut adalah keaktifan ringan (Priskila, 2012). 9. Papain Papain berfungsi untuk mempercepat pengeluasan kulit mati sehingga diharapkan pori-pori kulit dapat tetap terbuka. 10. Castor oil Dalam kesehatan rambut, minyak jarak atau castor oil berfungsi untuk mengurangi rambut rontok. Sifat anti-bakteri dan anti-fungisida dari asam risinoleat dalam minyak jarak melindungi kulit kepala dan rambut dari infeksi yang dapat menyebabkan rambut rontok. Omega-9 asam lemak pada minyak jarak juga menyuburkan rambut dan mencegah kulit menjadi kering. Minyak jarak adalah humectant karena menarik uap air ke rambut dan kulit. Penggunaan minyak jarak juga dapat membuat rambut terlihat lebih berkilau dan kuat (Samantha, 2011). 11. Giberellin Senyawa ini ditambahkan kedalam sediaan hair tonic yang ditujukan untuk rambut berketombe. 12. Color, perfum Pewarna ditambahkan untuk memberikan penampilan dan bau yang menarik. 13. Bromelin Bromeolin merupakan salah satu enzim proteolitik yang membantu mencegah kerontokan rambut. 14. Dipenhidramin HCl Salah satu fungsi difenhidramin HCL yaitu untuk mengatasi urtikaria. Urtikaria atau biduran, dalam bahasa awam, adalah suatu kelainan yang terbatas pada bagian superfisial kulit berupa bintul (wheal) yang berbatas jelas dengan dikelilingi daerah yang eritematous. Urtikaria dikenal juga sebagai penyakit kulit dengan bintul-bintul kemerahan sebagai akibat dari proses alergi (Baskoro et.al, 2007).

12

E. Pembuatan Sediaan Hair Tonic Pada umumnya, prosedur pembuatan sediaan sangat dipengaruhi oleh sifat fisika dan kimia dari bahan-bahan yang digunakan. Kebanyakan hair tonic menggunakan etanol dan air sebagai pelarut. Oleh karena itu, bahan-bahan dilarutkan berdasarkan kelarutannya ke dalam 2 pelarut ini. Pada pembuatan hair tonic ini, bahan-bahan seperti vitamin-vitamin, propilenglikol, resorcinol, menthol, gibberellin, diphenhydramine hydrochloride, asam laktat (lactic acid), castor oil, tingtur cabe (tincture of capsicum), gliserin (glycerin), bromelin dilarutkan dalam etanol. Bila menggunakan papain yang merupakan enzim proteolitik dan praktis tidak larut dalam alkohol, melainkan larut dalam air, maka papain terlebih dahulu dilarutkan dalam air dan kemudian ditambahkan ke dalam campuran etanol dan bahan lainnya. Zat-zat tersebut dilarutkan dalam pelarut yang sesuai, kemudian pewarna dan parfum ditambahkan dan diaduk rata

menjadi 1 campuran. Bila semua zat bisa larut dalam etanol, maka pewarna, parfum dan air ditambah setelah zat-zat larut dalam etanol dan diaduk rata menjadi 1 campuran.

F. Evaluasi Mutu Sediaan Hair Tonic Evaluasi sediaan hair tonic meliputi pengamatan organoleptik sediaan, pengukuran viskositas sediaan, penetapan bobot jenis sediaan, dan pengukuran pH sediaan. 1. Pengamatan organoleptik sediaan Sediaan tonik rambut diamati perubahan bau, perubahan warna dan pertumbuhan mikroorganisme setiap 1 minggu selama penyimpanan. 2. Pengukuran viskositas sediaan Pengukuran viskositas sediaan tonik rambut diukur menggunakan viscometer Hoeppler. Tabung diisi dengan sediaan tonik rambut tetapi tidak sampai penuh, kemudian dimasukkan bola yang sesuai dan ditambahkan lagi sediaan tonik rambut sampai penuh dan tabung ditutup. Pengukuran dilakukan dengan menghitung waktu yang dibutuhkan oleh

13

bola untuk menempuh jarak tertentu melalui cairan dalam tabung. Viskositas cairan dihitung dengan rumus : = B ( 1 - 2 ) t Keterangan = viskositas cairan B = konstanta bola 1 = bobot jenis bola 2 = bobot jenis cairan t = waktu yang dibutuhkan bola untuk menempuh jarak tertentu

3. Pengukuran bobot jenis sediaan Penetapan bobot jenis dilakukan dengan piknometer yang bersih dan kering (dicuci terlebih dahulu dan dibilas dengan etanol lalu aseton). Timbang piknometer kosong (w1), lalu diisi dengan air suling, bagian luar piknometer dilap sampai kering dan ditimbang (w2). Kemudian air suling dibuang dan piknometer dikeringkan lalu diisi dengan cairan yang akan diukur bobot jenisnya pada suhu yang sama pada saat pemipetan, lalu ditimbang (w3). Bobot jenis cairan dihitung dengan rumus : Keterangan : = bobot jenis cairan pada suhu t W1 = bobot piknometer kosong W2 = bobot piknometer + air suling W3 = bobot piknometer + cairan 4. Pengukuran pH sediaan pH meter dikalibrasi menggunakan dapar standar. Cairan kemudian diukur pH-nya menggunakan pH meter Beckman yang telah dikalibrasi. Sediaan tonik rambut diukur pH-nya setiap 1 minggu selama penyimpanan.

14

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Hair tonic adalah ramuan "ajaib" rahasia rambut sehat. Gunakan tonik saat rambut dalam kondisi lembap usai keramas dengan sampo dan memakai kondisioner sesuai dengan kondisi kepala. Hair tonic digunakan untuk memperkuat akar rambut, merangsang tumbuhnya rambut baru, menghilangkan kotoran rambut, memperlancar peredaran darah serta membantu melumasi rambut. Mekanisme kerja hair tonic adalah merangsang pertumbuhan bagian dasar rambut yang mengandung sel-sel melanosit yang cukup untuk menghasilkan melanin (Zat warna rambut / pigmen) dan sel-sel yang mengsintesakan keratin keras (hard keratin) sebagai dasar pembentukan rambut sehingga rambut tampak hitam berkilau, mudah diatur dan mempunyai akar rambut yang kuat B. Saran 1. Perlu dilakukan adanya pengujian terhadap hair tonic yang beredar di pasaran 2. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut tentang bahan bahan yang digunakan dalam Hair tonic 3. Perlunya penelitian terhadap bahan alamiah yang bisa digunakan sebagai hair tonic alami.

15

DAFTAR PUSTAKA Baskoro, Ari. Soegiarto, Gatot. Effendi, Chairul. Konthen, P.G. 2007. Urtikaria dan Angiodema dalam Sudoyo, Aru W. Setiyohadi, Bambang. Alwi, Idrus. Simadibrata K, Marcellus. Setiati, Siti. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi IV. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Dalimartha, S., dan Soedibyo M. 1999. Perawatan Rambut Dengan Tumbuhan Obat dan Diet Suplemen, 1-10, 28-33. Jakarta : Swadaya Harahap, M. 2000. Ilmu Penyakit Kulit. Cetakan I, 2, 159-160, .Jakarta: Hipokrates http://www.pesonakecantikan.com/2011/04/penumbuh-rambut-hairtonic.html.[Diakses : 22 maret 2013]. Oktaviani, kiki. 2012. Yang Harus Diperhatikan Saat Pakai Hair Tonic untuk Atasi Rambut Rontok.

http://wolipop.detik.com/read/2012/11/09/144521/2087279/234/yangharus-diperhatikan-saat-pakai-hair-tonic-untuk-atasi-rambutrontok.[Diakses tanggal 20 Maret 2013]. Pesona. 2013. Obat Penumbuh Rambut Hair Tonic Poeradisastra. 2004. Perawatan Wajah Tubuh Pria. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Prasetyo, Eko Agus. 2013. Manfaat Hair Tonic Untuk Rambut. Available online at: http://www.ekodokcell.com/manfaat-hair-tonic-untuk-rambut.html.

[Diakses tanggal 22 Maret 2013]. Priskila, Vany. 2012. Uji Stabilitas Fisik dan Uji Aktivitas Pertumbuhan Rambut Tikus Putih Jantan dari Sediaan Hair Tonic yang Mengandung Ekstak Air Bonggol Pisang Kepok. Jakarta : UI-pres Samantha. 2011. Castor Oil (part 2 Beautifull Skin and Hair). Dapat diakses di http://skinverse.com/castor-oils-many-uses-for-beautiful-skin-andhair.html. [Diakses 22 Maret 2013]. Wasitaatmadja, S. M. 1997. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik, Cetakan I, 202-211. Jakarta: Universitas Indonesia Press

16

http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/553/jbptitbpp-gdl-marvidapus-27626-4-2007ta3.pdf.[Diakses 22 Maret 2013].

17