Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEMATIKA HEWAN INVERTEBRATA LATIHAN V Ordo Hymenoptera

Di Susun Oleh: Intan Dina Pratiwi A42010104 LABORATORIUM BIOLOGI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLODI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2012

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Praktikum Kerja Lapangan Mandiri ini telah diperiksa oleh Asisten Dosen Praktikum Sistematika Hewan Invertebrata dan telah disahkan oleh Dosen Pengampu Praktikum Sistematika Hewan Invertebrata Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Hari Tanggal Nilai

: : :

Surakarta,15 Desember 2012 Mengesahkan, Dosen Pengampu Asisten

Dwi Setyo Astuti,M.Pd

Arif Rahman Hakim

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat dan atas segala limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya serta Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Sistematika Hewan Invertebrata ini sesuai dengan waktu yang telah direncanakan tanpa kendala yang berarti. Dalam penulisan Laporan Sistematika Hewan Invertebrata ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Allah SWT yang meridhoi penulis sehingga mampu menyelesaikan Laporan Sistematika Hewan Invertebrata. 2. Dosen Pembimbing Praktikum Sistematika Hewan Invertebrata Ibu Dwi Setya Astuti, M.Pd 3. Dosen Pengampu Mata Kuliah Sistematika Hewan Invertebrata Ibu Laila Lutfi R. 4. Asisten Praktikum Sistematika Hewan Invertebrata Arif Rohman Hakim. 5. Kedua Orang Tua, dan seluruh pihak terkait yang membantu terselesaikannya laporan ini. Penulis menyadari bahwa Laporan Sistematika Hewan Invertebrata ini masih jauh dari kesempurnaan, maka saran dan kritik yang konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan demi penyempurnaan selanjutnya.

Akhirnya penulis mengucapkan banyak terima kasih dan dengan penuh harapan semoga Laporan Sistematika Hewan Invertebrata ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, khususnya bagi penulis dan para pembaca. Surakarta, 7 Desember 2012

Intan Dina Pratiwi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .. HALAMAN PENGESAHAN. KATA PENGANTAR. DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN : 1. Latar Belakang.. 2. Rumusan Masalah..... 3. Tujuan 4. Manfaat. 5. Alat BahanDan Cara Kerja BAB II TINJAUAN PUSTAKA. BAB III PEMBAHASAN :. 1. Spesies Phobocampe disparis 2. Spesies Chlorion aerarium 3. Spesies Trypoxylon clavatum 4. Spesies Megachile latimanus, Say . 5. Spesies Tiphia popilliavora, Rohwer 6. Spesies Ammophila nigri .. 7. Spesies Formica sp. 8. Spesies Hylaeus modestus, Say.. BAB IV PENUTUP. 1. Kesimpulan .. 2. Saran..... DAFTAR PUSTAKA..

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehidupan di bumi kita ini tidak pernah lepas dari insecta atau yang lebih kita kenal sebagai serangga. Dari pertama kita membuka mata pada pagi hari sampai menutup mata pada malam hari, serangga akan selalu ada disektra kita. Serangga adalah salah satu anggota kerajaan binatang terbesar yang berjumlah besar bahkan merupakan anggota terbesar muka bumi ini. Hampir lebih dari 72 % anggota binatang merupakan golongan serangga. Serangga dapat dijumpai diseluruh tempat dipermukaan bumi ini. Di darat, dilaut, dan udara pasti ada serangga. Mereka hidup sebagai pemakan tumbuhan, serangga, atau binatang lain, bahkan manusia dan mamalia. Serangga hidup sebagian besar sebagai keluarga besar dengan strata atau tingkatan kehidupan social yang rumit penuh dengan tingkatan. Hidup biasanya berkoloni. Kehidupan yang ada pada serangga ini sungguh-sungguh unik bahkan terkadang membuat kita kagum dan hamper tidak mempercayainya. Mereka hidup dengan rujun dan kasetiakawanan mereka, bahkan tak segan mengorbankan diri mereka untuk bertarung melewan koloni musuh. Setiap jenis serangga memiliki ciri atau karaker unik. Keuntungan serangga memiliki metamorphosis yang membantu untuk tumbuh dewasa. Dari sekian banyak jenis serangga salah satunya ordo Hymenoptera, yaitu serangga yang memiliki sayap tipis transparan seperti lebah madu, tawon, dan semut. Ordo ini sangat berperan penting atas kehidupan bumi, membantu penyerbukan bungga, menghasilkan madu untuk manusia dan hewan lain. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang ordo hymenoptera maka kelompoknya melakukan Praktikum Mandiri Lapangan (PKL) tentang Fhyllum Arthropoda dengan Classis Insecta dan Ordo Hymenoptera.

B.Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksut dengan ordo hymenoptera ? 2. Bagaimana cirri umum dari ordo hymenoptera ini ? 3. Apa saja contoh spesies dan ciri yang ada pada ordo hymenoptera ? 4. Dimana saja habitat dan apa manfaat dan bahaya dari spesies ordo hymenoptera ini ? C.Tujuan 1. Mempelajari jenis-jenis Anthropoda yang ada di alam sekitar. (ordo hymenoptera ) 2. Mendeterminasi spesies yang didapat untuk mengetahui nama jenisnya. (ordo hymenoptera ) D. Manfaat 1. Dapat mengetahui beragam serangga yang ada di sekitar kita. 2. Dapat memudahkan untuk mengenali setiap spesies yang ada. 3. Dapat menambah rasa cinta dan sayang terhadap ciptaan Allah SWT. E. Alat, Bahan Dan Cara Kerja 1. Alat dan Bahan : A. Alat tulis B. Pensil Warna C. Insecta Net D. Tabel data E. Buku determinan F. Toples ( ( 1 set 1 set ) ) ) ) ) )

( 2 buah ( ( ( 1 buah 1 buah 1 buah

G. Beberapa spesies dari Ordo Hymenoptera H. Alkohol 0,3 % ( secukupnya )

2. Cara Kerja : A. Menentukan tempat pencarian Ordo Hymenoptera ini. B. Menangkap spesies dari Ordo Hymenoptera minimal 2 hingga 3 ekor dengan Insecta Net. C. Meletakan spesies tangkapan dalam toples dan masukan alcohol 0,3 % dengan media perantara kapas, biarkan spesies tangkapan terbius hingga mati. D. Mendeterminan nama dari spesies Ordo Hymenoptera ini dan catat dalam table laporan sementara. E. Gambar dan foto spesies yang ditangkap untuk lampiran dan lpenyusunan laporan. F. Membuat klasifikasi dan Insectarium.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Putra (2005), menyatakan bahwa tawon, lebah dan semut, ketiga kelompok serangga ini merupakan satu kelompok yang sama yaitu Ordo Hymenoptera. Kita biasanya menanggap bahwa tawon sama dengan lebah, padahal seharusnya tidak demikian. Tawon (wasp) dan lebah (bee) sebenarnya adalah dua kelompok yang sedikit berbeda. Tawon mempunyai tubuh yang ramping dan pinggang berupa sebuah ruas abdomen yang ramping, sedangkan lebah tampak lebih gendut dan tubuhnya berambut lebih banyak. Contoh lebah adalah lebah madu (apis sp) dan tawon endas (bahasa jawa) yang sosok tubuhnya besar dan hitam dengan garis kuning 2 hingga3. Lalu mengapa semut masuk golongan ini?. Kalau dilihat lebih cermat, semut mempunyai cirri sama dengan tawon dan lebah. Perbedaannya dengan keduanya semut punya 1 atau 2 ruas pinggan yag berbentuk mencuat keatas atau berua tonjolan tumpul (pedisel). Semut termasuk serangga bersayap adalah pekerja, sedang ratu adalah semut yang bersayap. Dalam kelompok ini mereka hidup dan terbagi dalam kasta-kasta dan rukun dalam bermasyarakat yang patut menjadi teladan kita. Rahayu (2004) menyatakan bahwa insecta merupakan arthropoda yang memiliki penyesuaian hidup di darat dengan modifikasi dalam bentuk dan fisiologisnya. Anggota insect sangatlah besar mencapai 67.500 jenis yang tersebar di segala penjuru dunia, ada beberapa jenis yang hidup di perairan air tawar. Diantara anggota insecta yang paling banyak adalah ordo Coleptera yang dapat mencapai 200.000 jenis, Lepidoptera 95.000 jenis, dan Hymenoptera 70.000 jenis dan Diptera 52.000 jenis. Insect mempunyai anggota besar karena hewan ini kosmopolit yang dapat hidup dan beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Salah satu ordonya hymenoptera, kelompok ini merupakan insect yang mempunyai sayap trasparan atau bening yang meliputi tawon, lebah dan semut. Hidup berkoloni dan polimorfisme atau berkasta-kasta, mengalami

metamorphosis sempurna, punya 2-4 sayap tipis di depan dan belakang. Tipe mulut pengunyah dan menjilat. Yahya (2002) menyatakan bahwa hewan berukuran mili meter ini yang sering kita lihat namun tidak terlalu diperhatikan ini memiliki kemampuan organisme dan spesialisasi yang tidak ada tandingannya di permukaan bumi ini. Jika kita amati, beragam aspek kehidupan mahluk dengan populasi terpadat ini akan membuka horizon baru bagi kita, betapa mereka hidup dalam dunia yang istimewa dan mencengangkan. Dengan ini, kita akan melihat palbagai kekeliruan teori evolusi dan pada saat yang sama menyaksikan kekuasaan Allah dan penciptaan-Nya yang luar biasa, yang ditunjukan bagi manusia yang berfikir. Rioardi (2009) menyatakan bahwa Ordo Hymenoptera (bangsa tawon, tabuhan, semut) Kebanyakan dari anggotanya bertindak sebagai

predator/parasitoid pada serangga lain dan sebagian yang lain sebagai penyerbuk. Sayap terdiri dari dua pasang dan membranus. Sayap depan umumnya lebih besar daripada sayap belakang. Pada kepala dijumpai adanya antene (sepasang), mata facet dan occelli. Tipe alat mulut penggigit atau penggigit-pengisap yang dilengkapi flabellum sebagai alat pengisapnya. Metamorfose sempurna (Holometabola) yang melalui stadia : telur, larva, kepompong , dewasa. Hardadi (2012) menyatakan bahwa Ciri-ciri ordo hymenoptera adalah : Mengalami metamorfosis sempurna. Tipe alat mulut penggigit atau penggigitpengisap yang dilengkapi flabellum sebagai alat pengisapnya. Metamorfose sempurna (Holometabola) yang melalui stadia : telur, larva, kepompong, dewasa. Sayap terdiri dari dua pasang dan membranus. Sayap depan umumnya lebih besar daripada sayap belakang. Pada kepala dijumpai adanya antene (sepasang), mata facet dan occelli.Contoh : Lebah madu (Apis), tawon (Xylocopa latipes), semut hitam (Monomorium sp.). Anggota famili

Braconidae, Chalcididae, Ichnemonidae, Trichogrammatidae dikenal sebagai tabuhan parasit penting pada hama tanaman.Beberapa contoh anggotanya antara lain adalah : Trichogramma sp. (parasit telur penggerek tebu/padi), Apanteles artonae Rohw. (tabuhan parasit ulat Artona). Tetratichus brontispae Ferr. (parasit kumbang Brontispa)

BAB III PEMBAHASAN ORDO HYMENOPTERA Ciri-ciri umum dari ordo hymenoptera : Serangga-serangga ini sangat berguna sebagai parasit-parasit atau predator dari serangga-serangga hama. Ordo ini juga melakukan penyerbukan yang sangat penting bagi tumbuh-tumbuhan. Serangga-serangga yang bersayap memiliki empat sayap yang tipis. Sayap-sayap belakang lebih kecil daripada sayap depan dan memiliki satu kait kecil. Sayap secara relatif mengandung beberapa rangka sayap. Tipe mulut mandibulata. Labuim dan maksila membentuk satu struktur seperti lidah dan dari alat itu makanan cairan diambil. Antena panjang dan terdiri dari 10 ruas atau lebih. Alat perteluran berkembang sempurna dan kadang dimodifikasi menjadi satu sengat, yang berfungsi sebagai satu organ pertahanan atau penyerangan. Metamorfosis sempurna

(holometabola), yang bersifat arthenotoky (haplodiploidy), dimana serangga mempunyai mekanisme penentuan jenis kelamin normal. Pada kebayakan ordo larva seperti Lundi atau belatung (eruciform untuk subordo symphyta dan vermiform untuk subordo apocrita). Pupa eksarate dan dapat terbentuk dalam satu kokon didalam inangnya atau pada sel-sel yang khusus, kokon atau sutra dihasilkan oleh kelenjar labium.Kelamin dari Hymenoptera biasanya dikontrol oleh pembuahan telur.Telur-telur yang telah dibuahi berkembang menjadi betina-betina dan telur-telur yang tidak dibuahi biasanya berkembang menjadi jantan-jantan. Hubungan evolusi dari hymenoptera lebih berdasarkan perilaku yang berhubungan dengan penyediaan makanan untuk anak-anak/keturunannya. Larva bersifat fitofag, makan daun atau xylophagous, kecuali pada Orussidae yang berasosiasi dengan Buprestidae (Coleoptera). Family Ichneumonidae

Famili Ichneumonidae termasuk yang terbesar di Hymenoptera (30 ribu spesies). Sebagian besar anggotanya bersifat parasitoid pada serangga endopterygota muda. Serangga yang bersifat ektoparasitoid, biasanya berasosiasi dengan inang yang sesil, endofag, atau keduanya, sedangkan yang endoparasitoid, biasanya berasosiasi dengan inang yang aktif. Family Braconidae Serangga ini berkerabat dekat dengan tabuhan Ichneumonidae, mempunyai inang beragam dan bersifat parasitoid, kebanyakan endoparasitoid pada larva dan dewasa endopterygota dan pada nimfa Hemiptera dan Homoptera. Strategi reproduksi yang dimiliki serangga ini adalah polyembrionik. Superfamily Chalcidoidea Superfamili ini terdiri dari sekitar 12-18 famili, anggotanya berukuran sangat kecil, sehingga sangat sulit diidentifikasi bahkan pada tingkat famili. Serangga ini menjadi lebih diketahui karena keterlibatannya pada pengendalian hayati, termasuk di dalamnya beberapa serangga terkecil seperti Trichogrammatidae dan Mymaridae, yang bersifat parasitoid telur. Sebagian besar merupakan endoparasitoid pada chelicerata dan beberapa fitofag, yang mengakibatkan puru dan yang berkembang pada benih. Pada beberapa spesies polyembrionik. Serangga ini mempunyai siklus hypermetamorfosis, dimana instar pertama/kedua dengan spesialisasi menemukan lokasi inang dan kemungkinan eliminasi pesaing dalam inang dan instar selanjutnya vermiform. Family Formicidae (semut) Semua semut berupa serangga sosial (eusosial), biasanya koloninya tetap dan dapat bertahan bertahun-tahun, untuk beberapa spesies nomadic, dan tidak ada koloni tetap, misalnya army ants. Semut ada yang bersifat predator, omnivor, fitofag, atau mycetofag. Semut dikenal sebagai agen hayati pertama di Cina untuk mengendalikan ulat dan

kumbang kayu pada Jeruk. Dalam kehidupannya ada perbudakan dengan menculik pupa serangga lain untuk dijadikan pekerja, atau ada juga yang bersifat parasit sosial yaitu dengan menyerang sarang spesies lain, dan myrmecophily, yaitu niche ditempati dengan baik oleh kumbang dan beberapa lalat, dan jika ada larva tamu, maka akan dimangsa oleh anak-anak semut atau semut pemakan bangkai dalam koloni. Family Vespidae (paper wasp/tabuhan kertas, yellow jacket, hornets). Dalam famili ini semua tingkatan sosial ada, dari soliter, misalnya potter wasp, hingga yang hidup koloni eusosial, misalnya pada paper wasp, yellow jacket,dan hornets. Pada spesies zoofag dalam membunuh mangsa menggunakan mandibelnya. Sengat digunakan untuk

melumpuhkan mangsa (primitif) atau untuk pertahanan koloni (maju). Warna tertentu dari serangga ini digunakan sebagai peringatan bahaya (warning coloration), dan banyak serangga lain yang meniru (mimic) pola-pola warna tersebut. Family Sphecidae (soliter, penggali, thread-waisted wasp) Famili ini sebagian besar soliter, kecuali untuk 1-2 spesies yang bersarang di tanah. Mereka bersifat zoofag (sejumlah serangga lain dan laba-laba sebagai mangsa). Ovipositor (sengat) diguanakan untuk melumpuhkan mangsa. Di dalam populasinya terdapat generasi yang overlapping. Superfamily Apoidea (lebah) Sebagian besar eusosial, dan terdapat kasta-kasta di dalamnya. Mereka bersifat fitofag, memakan pollen atau nektar, yang kemudian menjadi madu. Beberapa diantaranya bersifat kleptoparasit, yaitu menyerang dan mengambil alih sarang kelompok lain. Salah satu anggotanya adalah lebah madu yang memiliki nilai ekonomi, untuk polinasi yang mempunyai rotasi musiman pada sistem pertanian. Selain itu lebah madu menghasilkan madu dan beeswax (untuk industri lilin)

Pembahasan per spesies : 1. Phobocampe disparis

Gambar yang diperjelas Klasifikasi : Phobocampe disparis Kingdom Phyllum Classis Ordo Familia Genus Spesies : Animalia ; Arthropoda : Insecta : Hymenoptera

Gambar preparat asli

; Ichneumonidae ; Phobocampe ; Phobocampe disparis

Deskripsi :

Spesies Phobocampe disparis memiliki cirri-ciri morfologi diantaranya mempunyai sayap berjumlah 4 buah, sayap belakang lebih kecil dari 2 didepan, tipis dan transparan. Trocharter kaki belakang terdiri 2 ruas, sayap belakang tanpa sel penutup. Antenna terdiri atas 17 ruas atau lebih, sedikit setengah panjang badan. Tubuh ramping seperti kumbang, sayap depan dengan sel M1 dan M2 ( 2 vena recurrent, vena menghadap ke belakang ), sel sub marginal pertama dan sel discoidial pertama menyatu, antenna panjang sekurangkurangnya separuh panjang badan, ovipositor pendek dan tajam mampu menusuk kulit seperti sengat. Tubuh ramping seperti tabuhan, ukuran 3-40 mm. Pada sayap depan terdapat gambaran seperti kepala kuda atau ada 2 pembuluh melintang, mempunyai 2 reccurent vena. Pupa mempunyai bentuk yang bervariasi, masing-masing jenis punya yang khas. Habitat hampir disemua tempat data dijumpai, baik lahan basah atau kering. Mencari mangsa di tajuk daun, menggunakan ovipositor yang panjang, mereka dapat menemukan larva dan memakannya. Manfaat sebagai serangga yang membantu penyerbukan bungga, sebagai pemakan larva serangga pengganggu, sebagai sumber insektarium dan lain- lain. Bahaya tidak nampak pada spesies ini, kadang menyengat tapi tidak cukup berbahaya karena tipe alat senggat lunak.

2. Chlorion aerarium

Gambar yang diperjelas Klasifikasi : Chlorion aerarium Kingdom Phyllum Classis Ordo Sub Ordo Familia Genus Spesies Diskripsi : : Animalia ; Arthropoda : Insecta : Hymenoptera : Apocrita ; Sphecidae ; Chlorion ; Chlorion aerarium

Gambar preparat asli

Spesies Chlorion aerarium ini memiliki cirri morfologi di antaranya memiliki sayap 4 buah tipis dan transparan, Trocharter kaki belakang terdiri 2 ruas, antenna terdiri atas 14 ruas atau lebih, sayap belakang tanpa sel penutup. Sudut belakang protoneum tidak dekat dengan tegula. Protoneum pendek

seperti lengkung leher baju, ruas pertama tarsi kaki belakang tidak memanjang, tidak berambut. Warna tubuh coklat, hitam. Hidup di tempat yang basah atau sedang, dikebun bungga, taman, pekarangan rumah, di cabang atau ranting pohon dan lain-lain. Berkoloni atau berkelompok, namun saat spesies ini terbang mencari makan atau tempat baru maka akan terbang sendiri. Kita lebih sering menemukan spesies ini dalam keadaan sendiri mencari tempat baru. Manfaat serangga yang membantu penyerbukan bungga, sebagai pemakan larva serangga pengganggu, sebagai sumber insektarium dan lainlain. Bahaya bila merasa terganggu maka akan menyengat. 3. Trypoxylon clavatum

Gambar yang diperjelas Klasifikasi : Trypoxylon clavatum Kingdom Phyllum Classis : Animalia ; Arthropoda : Insecta

Gambar preparat asli

Ordo Sub Ordo Familia Genus Spesies Diskripsi :

: Hymenoptera : Apocrita ; Sphecidae ; Trypoxylon ; Trypoxylon clavatum

Spesies Trypoxylon clavatum ini memliki cirri morfologi diantaranya memiliki sayap tiis berjumlah 2 pasang transparan. Tubuh ramping kecil. Memiliki antenna dibagian thoraxnya 2 buah atau sepasang. Trochanter kaki belakang terdiri atas 2 ruas, antenna trdiri 14 ruas atau lebih, sayap belakang tanpa sel penutup. Sudut belakang protoneum tidak dekat dengan tegula. Protoneum pendek seperti lengkung leher baju, ruas pertama tarsi kaki belakang tidak memanjang, tidak beambut. Warna tubuh hitam sedikit kecoklatan dengan garis kuning 3 sampai 4 di abdomen. Habitat di taman, dilahan basah maupn kering, dengan iklim sedang, hidup di ranting pohon, membentuk koloni. Kadang kita jumpai di sela-sela rumah dekat ventilasi rumah. Manfaat membantu penyerbukan bungga, bahan insektarium, dan lainlain. Bahaya bila merasa terganggu maka akan menyengat.

4. Megachile latimanus, Say

Gambar yang diperjelas Klasifikasi : Megachile latimanus, Say Kingdom Phyllum Classis Ordo Sub Ordo Familia Genus Spesies Diskripsi : Spesies : Animalia ; Arthropoda : Insecta : Hymenoptera : Apocrita ; Megachilidae ; Megachile

Gambar preparat asli

; Megachile latimanus, Say

Megachile latimanus, Say ini memiliki cirri morfologi

diantaranya memiliki sayap tipis, transparan. Badan terdiri atas thorax dan abdomen. Pada thorax memiliki sepasang antenna dengan ruas sebanyak 17 buah, sudut belakang protoneum tidak dekat dengan tegula. Ruas pertama tarsi

kaki belakang agak memanjang dan memipih. Tibia kaki belakang tanpa runcingan pada ujungnya, terdapat 3 buah sel marginal. Tubuh dari spesies inisangat ramping dan kecil. Lidah sedikit memanjang dan meruncing. Mata hamper mencapai pangkal mandibua. Labium tertutup oleh clypeus, betina dengan sebuah sikat pengumpul benang sari dibawah abdomen, kaki belakang tanpa alat pengumpul benang sari, mempunyai 2 buah sel sub marginal. Warna tubuh coklat kehitaman dengan gurat kuning di bagian dorsum. Tubuh dengan banyak bulu kecil. Hidup dengan koloni yang terdiri sekor ratu, bila muncul seekor ratu baru, maka ratu yang lebih tua akan membunuhnya atau lebah ratu tua dapat meninggalkan sarangnya bila muncul lebah ratu baru. Pada lebah jantan mereka tidak pernah lama tinggal dikoloni. Setelah mengawini ratu, akan diusir dari koloni, lebah jantan adalah lebah social yang terkucil. Reproduksi dengan fertilisasi dan parthenogenesis. Lebah jantan terbentuk dari perkembangan ovum yang tidak bertemu sperma jantan yang dikenal dengan system parthenogenesis. Tempat hidup di taman yang banyak bungga, di hutan, di tempat budi daya lebah madu, kadag saat musim bungga untuk buah-buah tertentu kita dapat menjumpainya berterbanggan diantara bungga dan lain-lain. Manfaat banyak membantu penyerbukan bungga secara alami, membantu manusia untuk pengobatan dengan sengatnya, menghasilkan madu yang sanggat bermanfaat. Dapat dikonsumsi sebagai makanan dengan memasak larvanya Bahaya spesies inimenyenggat bila merasa terancam.

5. Tiphia popilliavora, Rohwer

Gambar yang diperjelas Klasifikasi : Tiphia popilliavora, Rohwer Kingdom Phyllum Classis Ordo Sub Ordo Familia Genus Spesies : Animalia : Arthropoda : Insecta : Hymenoptera : Apocrita ; Tiphiidae ; Tiphia

Gambar preparat asli

; Tiphia popilliavora, Rohwer

Diskripsi :

Spesies Tiphia popilliavora, Rohwer memiliki cirri morfologi diantaranya memiliki sayap 4 buah sama besar tipis dan transparan. Sudut belakang protoneum menyentuh tegula. Tubuh tidak berambut banyak, biasanya berwarna hitam atau kuning, mesosternum dengan sebuah tonjolan membulat yang memisahkan ruas abdomen yang jelas, relative panjang, sering dengan spina terminal menghadap ke atas. Habitat di taman, dilahan basah maupn kering, dengan iklim sedang, hidup di ranting pohon, membentuk koloni. Kadang kita jumpai di sela-sela rumah dekat ventilasi rumah. Manfaat membantu penyerbukan bungga secara alami. Bahaya menyenggat bila terancam. 6. Ammophila nigri

Gambar yang diperjelas Klasifikasi : Ammophila nigri Kingdom Phyllum Classis : Animalia ; Arthropoda : Insecta

Gambar preparat asli

Ordo Sub Ordo Familia Genus Spesies Diskripsi :

: Hymenoptera : Apocrita ; Sphecidae ; Ammophila ; Ammophila nigri

Spesies Ammophila nigri memiliki cirri morfologi sayap 4 buah tipis dan transparan, Trocharter kaki belakang terdiri 2 ruas, antenna terdiri atas 14 ruas atau lebih, sayap belakang tanpa sel penutup. Sudut belakang protoneum tidak dekat dengan tegula. Protoneum pendek seperti lengkung leher baju, ruas pertama tarsi kaki belakang tidak memanjang, tidak berambut. Habitat di taman, dilahan basah maupn kering, dengan iklim sedang, hidup di ranting pohon, membentuk koloni. Kadang kita jumpai di sela-sela rumah dekat ventilasi rumah, berterbangan ketika selesai hujan pagi atau siang hari di area pekaragan rumah yang teduh. Manfaat membantu penyerbukan bungga secara alami. Bahaya menyenggat bila terancam.

7. Formica sp

Gambar yang diperjelas Formica sp betina Klasifikasi : Formica sp. Kingdom Phyllum Classis Ordo Sub Ordo Familia Genus Spesies : Animalia ; Arthropoda : Insecta : Hymenoptera : Apocrita ; Formicidae ; Formica ; Formica sp.

Diskripsi :

Spesies Formica sp ini memiliki cirri morfologi diantaranyaukuran tubuh antara 3 18 mm, warna hita, coklat, merah kecoklatan, tubuh tersusun atas thorax ( kepala ) dengan antenna berbentuk siku terdiri dari 13 ruas atau lebih, mulut dengan tipe menggigit dan beberapa menyengat. Tidak berambut banyak, abdomen seperti bonggol yang tegak pada ruas pertama. Perbedaan dengan tawon yaitu adanya tonjolan diantara ruas thorax terakhir dengan ruas abdomen bagian depan. Pada kasta ratu betina memiliki sayap antara 2 hingga 4 buah, tipis transparan, dengan vena normal atau sedikit mereduksi. Kasta jantan atau raja tubuhnya tanpa sayap, sedikit lebih panjang daripada ratu, pada prajurit memiliki thorax yang lebih besar dari lainnya dengan sengat, sedang pada kasta pekerja ukuranya paling kecil dan berjumlah paling banyak. Pada spesies Formica sp ini terdapat sayap khusus ratu saja, trocharter kaki belakng terdiri atas 2 ruas, antenna dapat lebih dari 13 ruas, sayap belakang tanpa sel tertutup. Sudut belakang pronotum menyentuh atau hampir menyentuh bagian yang disebut tegula. Petioles dengan sebuah bonggol ( nodus ) yang tegak, antenna menyiku pada betina atau ratu, uas pertama sangat penting. Formica sp hidup di seluruh penjuru daratan dunia kecuali perairan, hidup di taman, di pekarangan rumah, sela dinding, pohon dan ranting, akar pohon di hutan, tanah dan lain-lain. Hidup berkoloni dengan system kasta. Ratu bertugas sebagai induk yang berperan dalam reproduksi untuk meningkatkan jumlah individu dalam koloni. Semut jantan atua raja bertugas membuahi ratu, setelah kawin si jantan akan langsung mati. Kasta prajurit mengemban tugas membangun kiloni, menemukan lingkungan baru untuk hidup dan berburu. Kasta pekerja yaiytu betina yang steril, tugasnya merawat semut induk, membersihkan dan member makanan. Dalam mencari makanan serangga ini cukup kejam karena bersifat karivor, pemakan bangkai, beberapa pemakan tanaman. Semut pekerja menyengat larva ulat, menyeret kesarang untuk makanan, mencabik-cabik dan memakan apa yang ada pada korban, karena punya alat penjepit di rahangnya.

Manfaat dari Formica sp yaitu : Semut yang tinggal dalam sarang pohon trtentu dapat mengeluarkan enzim yang dapat bereaksi dengan zat tanaman baik untuk pengobatan bagi manusia diantaranya pencegah kanker, jantung, ginjal, dan lain-lain. Dengan pola hidup yang rukun dan setia kawan pada semut dapat dijadikan teladan bagi kehidupan manusia. Bahan insektarium Bahaya dari spesies ini beberapa dapat menyengat dan menggigit manusia, menyebabkan adanya rasa perih seperti senggat lebah. 8. Hylaeus modestus, Say

Gambar yang diperjelas Klasifikasi : Hylaeus modestus, Say Kingdom Phylum Classis Ordo Sub Ordo : Animalia : Arthropoda : Insecta : Hymenoptera : Apocrita

Gambar preparat asli

Familia Genus Spesies Diskripsi : . Spesies

: Colletidae : Hylaeus : Hylaeus modestus, Say

Hylaeus modestus, Say ini memiliki cirri morfologi di

antaranya tubuh terdiri atas thorax dan abdomen. Memiliki antenna sepasang dan memiliki sayap 4 buah tipis dan transparan. Trocharter kaki belakang terdiri atas 2 ruas, sayap belakang tanpa sel penutup. Sudut belakang protoneum tidak melekat pada tegula. Ruas pertama tarsi kaki belakang agak memanjang dan memipih. Tibia kaki belakang tanpa runcingan pada ujungnya, terdapat 3 buah sel marginal. Tubuh dari spesies inisangat ramping dan kecil. Lidah pendek, lebar, tumpul dan membulat pada ujungnya atau terbelah ditengah. Sayap dengan 3 buah sel sub marginal, ukuran tubuh sedang, banyak rambut atau bulu. Habitat berada di taman bungga, pekarangan rumah, sela-sela dinding rumah dan ventilasi juga atap rumah, di sawah dan lain-lain. Biasanya hidup di tempat kering membentuk koloni kecil. Bentuk rumah seperti bungga berlubang-lubang. Menyenggat bila diganggu atau merasa terancam terutama ketika rumahnya dirusak, bermanfaat membantu penyerbukan bungga.

BAB IV PENUTUP

1. Kesimpulan Ordo hymenoptera merupakan serangga yang memiliki sayap tipis transparan. Kebanyakan spesies yang ada pada ordo ini sanggat berperan penting dalam kehidupan di bumi terutama

membantupenyerbukan bungga. Spesies yang sering diumpai dalam kehidupan kita diantaranya Spesies Phobocampe disparis, Spesies Chlorion aerarium, Spesies Trypoxylon clavatum, Spesies Megachile latimanus, Say, Spesies Tiphia popilliavora, Rohwer, Spesies

Ammophila nigriSpesies Formica sp, Spesies Hylaeus modestus, Say. 2. Saran Untuk praktikum sebaiknya sering dikonsultasikan kepada asisten pendamping, dalam pengklasifikasian spesies dan dalam membuat insektarium perlu kerja sama antara praktikan dan asisten.

DAFTAR PUSTAKA

Entomologi Ordo Hymenoptera. entomologi-ordo-hymenoptera. (di akses pada Sabtu, 8 Desember 2012, pukul 14.00 WIB). Ordo-Ordo Dalam Serangga. rioardi.wordpress.com. (di akses pada Sabtu,8 Desember 2012, pukul 13.00 WIB). Program Nasional Pelatihan dan Pengembangan hama Terpadu. 2002. Kunci Determinasi Serangga. Yogyakarta : Kanisius. Putra, Nugroho Susetya. 2005. Serangga Di Sekitar Kita. Jakarta ; Kanisius. Rahayu,Tuti. 2004. Sistematika Hewan Invertebrata. Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta Press. Yahya, harun. 2002. Keajaiban Pada Semut. Bandung : Dzikra.