Anda di halaman 1dari 10

Identifikasi asas pasal 1618 1652 KUHPerdata. Asas-asas yang berada dalam KUHPerdata 1.

. asas keseimbangan pemasukan Apabila dalam perjanjian tidak diatur mengenai pembagian keuntungan, maka berpedoman pada Pasal 1633 KUH Perdata. Pembagian keuntungan berdasarkan pada asas keseimbangan pemasukan, artinya: Pembagian dilakukan menurut harga nilai dari pemasukan masing-masing sekutu kepada persekutuan. Sekutu yang hanya memasukkan kerajinan saja pembagiannya sama dengan sekutu yang nilai barang pemasukkannya terendah, kecuali ditentukan lain. Sekutu yang hanya memasukkan tenaga kerja mendapat bagian keuntungan sama rata, atau disamakan dengan sekutu yang memasukkan uang atau benda terkecil, kecuali ditentukan lain (Pasal 1633 ayat (2) KUHPerdata). 2. asas konsensualisme Pendirian persekutuan perdata didirikan berdasarkan perjanjian diantara para pihak (asas konsensualisme) dan tidak memerlukan pengesahan Pemerintah. Sedangkan pertanggungjawaban sekutu dalam hal perbuatan hukum seorang sekutu yang dilakukan dengan pihak ketiga hanya mengikat sekutu yang bersangkutan dan tidak mengikat sekutu-sekutu yang lain (Pasal 1644 KUH Perdata Asas konsensualisme

Persekutuan Perdata didirikan atas dasar perjanjian dan tidak diharuskan secara tertulis, sehingga perjanjiannya bersifat konsensual. (Ps. 1618 KUHPerdata) Asas mengikat para pihak

Perjanjian mulai berlaku sejak saat perjanjian itu menjadi sempurna atau sejak saat yang ditentukan dalam perjanjian (Pasal 1624 KUHPerdata). 3. Asas perjanjian Perjanjian untuk mendirikan persekutuan perdata harus memenuhi pasal 1320 KUHPerdata. SUATU PERJANJIAN DENGAN MANA DUA ORANG ATAU LEBIH MENGIKATKAN DIRI UNTUK MEMASUK KAN SESUATU KE DALAM PERSEKUTUAN DENGAN MAKSUD UTK BERBAGI KEUNTUNGAN ATAUPUN KEMANFAATAN YANG DIPEROLEHNYA (PASAL 1618 KUHPERDATA).

MASING-MASING PIHAK DALAM PERSEKUTUAN WAJIB MEMASUKKAN SESUATU KE DALAM PERSEKUTUAN PASAL 1619 AYAT 2 KUHPdt DITENTUKAN WUJUD PEMASUKKAN SEBAGAIMANA YANG DISEBUT DALAM PASAL 1618 KUHPdt Adanya pemasukan (inbreng) Sesuai ketentuan Pasal 1619 Ayat 2 KUH Perdata yang menetapkan tipa-tiap sekutu dari persekutuan perdata diwajibkan memasukakan ke dalam kas persekutuan perdata yang mereka dirikan secara bersama-sama. b. Adanya pembian keuntungan atau kemanfaatan

Berdasarka asas keseimbangan pemasukan sesuai Pasal 1633 s/d 1635 KUH Perdata.

4.

Asas Kepentingan Bersama Dalam Maatschap

Asas kepentingan bersama dalam maatschap, tercantum dalam pasal 1628-1631 BW a. Kewajiban untuk mengganti rugi untuk kesalahan yang dilakukan sekutu diatur dalam Pasal 1630 b. Perihal aturan untuk sekutu yang memasukan inbreng dalam bentuk barang diatur dalam Pasal 1631

Pasal 1636-1638 BW a. Daden van Beheren pengurusan dapat dilakukan oleh semua sekutu selain yang dikecualikan. b. Daden van Beshiken (sekutu yang memutuskan) sekutu yang memutuskan sesuatu haruslah didasarkan pada penunjukkan atas dasar kesepakatan seluruh sekutu.

Pemasukan berupa tenaga kerja digunakan untuk mencapai tujuan persekutuan dan segala hasilhasil yang diperoleh adalah untuk persekutuan. Hal ini diatur dalam pasal 1627 KUH Perdata. Adanya asas kerja sama mengharuskan untuk mengutamakan kepentingan persekutuan daripada kepentingan pribadi.

Asas itikad baik

Selain kewajiban-kewajiban, para sekutu juga memiliki hak, diantaranya adalah hak untuk menerima pembayaran atas uang yang telah dikeluarkan oleh sekutu dalam pembiayaanpembiayaan yang harus dibayarkan terlebih dahulu bedasarkan itikad baik dan untuk persekutuan, juga termasuk kerugian yang dialami oleh sekutu. Hal ini diatur dalam pasal 1632 KUH Perdata.

Pasal 1618

Azas

Keterangan

Azas konsensual diatur Pasal ini mengatur tentang batasan atau dalam Pasal 1320 angka 1 pengertian persekutuan/ perserikatan dan azas kebebasan perdata. berkontrak yang diatur Azas konsensual dan azas kebebasan dalam Pasal 1320 angka berkontrak tamapk dari batasan pengertian 4jo. Pasal 1337 persekutuan tersebut, dimana persekutuan antara lain lahir karena adanya perjanjian, sehingga berlaku di dalamnya azas-azas perjanjian seperti kesepakatan para pihak dan kebebasan berkontrak, maupun azasazas perjanjian lainnya. Azas Kebebasan Pasal ini mengatur tentang kausa yang halal, Berkontrak diatur dalam manfaat bagi para pihak, dan inbreng sebagai Pasal 1320 angka 4jo. Pasalsyarat sebuah persekutuan. 1337 Pasal ini mengatur hubungan internal Azas kebebasan berkontrak Pasal ini mengatur tentang jenis persekutuan (causa yang halal) diatur adalah penuh (umum) atau khusus. dalam Pasal 1320 angka 4 jo. Pasal 1337 Pasal ini mengatur tentang jenis/ batasan persekutuan penuh/ umum. Tujuan persekutuan adalah mencari keuntungan. Pasal ini mengatur tentang jenis/ batasan persekutuan penuh/ umum. Pasal ini mengatur tentang jenis/ batasan persekutuan khusus Azas konsensual diatur Pasal ini mengatur bahwa saat mulai dalam Pasal 1320 angka 1 berlakunya persekutuan adalah sejak saat dan azas pacta sunt perjanjian, kecuali ditentukan lain dalam servanda diatur dalam

1619

1620

1621

1622 1623 1624

Pasal 1338 ayat 1

perjanjian. Azas konsensual dapat dilihat dari adanya kesepakatan para pihak untuk membuat mengikatkan diri dalam persekutuan. Azas pacta sunt servanda terlihat dari berlakunya perjanjian dimaksud. Pasal ini mengatur hubungan internal.

1625

Azas pacta sunt servanda diatur dalam Pasal 1338 ayat 1

Pasal ini mengatur bahwa setiap sekutu berhutang atas inbreng yang telah disanggupi dan wajib menanggungnya. Bahwa ketika si sekutu menyatakan kesanggupannya untuk inbreng, maka pernyataan kesanggupannya itu mengikatnya sebagai kewajiban yang harus dipenuhi. Pasal ini mengatur hubungan internal.

1626

Azas pacta sunt servanda diatur dalam Pasal 1338 ayat 1

Pasal ini mengatur bahwa sekutu dibebani bunga atas kewajiban memasukkan uang pada persekutuan yang tidak dilakukannya, terhitung sejak kapan uang tersebut seharusnya dimasukkan. Bahwa ketentuan dalam pasal ini masih terkait dengan berlakunya perjanjian sebagai undang-undang bagi pihak-pihaknya, sehingga tidak dipenuhinya satu kewajiban, dalam hal ini kewajiban sekutu untuk memasukkan sejumlah uang, membawa konsekuensi berupa pengenaan bunga demi hukum. Pasal ini mengatur hubungan internal.

1627

Pasal ini mengatur tentang kewajiban sekutu yang memasukkan tenaga dan keahlian dalam persekutuan. Pasal ini mengatur hubungan internal.

1628

Azas Itikad Baik, diatur Pasal ini mengatur bahwa pembayaran pihak dalam Pasal 1338 ayat (3) ketiga kepada salah satu sekutu atas BW hutangnya kepada salah satu sekutu itu dan

Azas keadilan proporsional kepada persekutuan dianggap merupakan pembayaran atas kedua hutang tersebut sesuai dengan proporsi kedua hutang tersebut. Itikad baik dalam Pasal 1628 ini ditunjukkan oleh sekutu penerima pembayaran dari pihak ketiga (debitur) yang menyerahkan (menganggap) bahwa pembayaran yang diterimanya adalah juga pembayaran atas hutang persekutuan. Dalam hal ini kepentingan persekutuan lebih diutamakan dari kepentingan salah satu sekutu, dengan perhitungan atau perbandingan secara proporsional. Pasal ini mengatur hubungan internal dan eksternal. 1629 Azas Itikad Baik, diatur Pasal ini melindungi kepentingan sekutu lain dalam Pasal 1338 ayat (3) dalam persekutuan, terkait pembagian BW piutang yang telah dilunasi sehubungan dengan ketidakmampuan orang yang Azas keadilan proporsional berhutang kepada persekutuan. Itikad baik dalam Pasal 1629 ditunjukkan oleh sekutu yang telah menerima pembayaran atas seluruh bagiannya dalam piutang bersama, kemudian menganggap pelunasan yang diterimanya itu merupakan pelunasan atas piutang persekutuan sesuai proporsinya. Pasal ini mengatur hubungan internal. 1630 Pasal ini mengatur tentang kewajiban masing-masing sekutu untuk memberikan ganti rugi atas kerugian yang diderita persekutuan Pasal ini mengatur hubungan internal. 1631 Pasal ini mengatur bahwa jika hanya kenikmatan atas barang yang dimasukkan dalam persekutuan (inbreng), tanggungan atas barang tetap pada sekutu yang memilikinya, tidak menjadi tanggungan

persekutuan. Jika barang musnah karena pemakaian, menurun nilainya karena ditahan, dimaksudkan untuk dijual, dimasukkan dalam persekutuan dengan nilai taksiran tertentu, maka barang tersebut menjadi tanggungan persekutuan. Pasal ini mengatur hubungan internal. 1632 Azas itikad baik, diatur Pasal ini mengatur bahwa tuntutan sekutu dalam Pasal 1338 ayat (3) kepada persekutuan dapat berupa tuntutan BW atas biaya dimuka yang dikeluarkannya untuk kepentingan persekutuan, perikatanperikatan berdasarkan itikad baik untuk kepentingan persekutuan, kerugian-kerugian yang timbul sebagai akibat pengurusannya. Bahwa tuntutan tersebut dapat dituntutkan kepada persekutuan selama tindakantindakan kepengurusan dan akibatnya tersebut dilakukan berdasarkan itikad baik demi kepentingan persekutuan. Pasal ini mengatur hubungan internal. 1633 Azas keadilan proporsional Pasal ini mengatur bahwa jika tidak diperjanjikan, pembagian keuntungan dan kerugian kepada masing-masing sekutu dilakukan secara proporsional, sesuai dengan inbreng nya. Bagi sekutu yang memiliki inbreng berupa keahliannya, keuntungan atau kerugian yang diperoleh adalah sama dengan sekutu yang paling sedikit inbreng nya. Pasal ini mengatur hubungan internal. Azas kemanfaatan bersama Azas kesetaraan (equality) Azas Personalia diatur dalam Pasal 1315 dan Pasal 1340 KUHPerdata Pasal ini melarang menyerahkan keputusan pembagian keuntungan kepada salah satu sekutu atau pihak ketiga. Bahwa dalam pasal ini ditentukan masingmasing sekutu adalah setara antara satu dengan yang lainnya, tidak dapat ditentukan keputusan pembagian keuntungan atau kerugian dilakukan oleh salah satu sekutu.

1634

Didalamnya juga terkandung azas personalia, bahwa perjanjian dalam persekutuan tersebut tidak dapat membawa keuntungan atau akibat bagi pihak ketiga. Pasal ini mengatur hubungan internal. 1635 Azas kemanfaatan bersama Pasal ini melarang menyerahkan keuntungan seluruhnya kepada satu orang sekutu. Tapi boleh memperjanjikan kerugian akan dipikul Azas keadilan proporsional salah seorang sekutu atas kesalahannya. Pasal ini mengatur hubungan internal. 1636 Azas itikad baik, diatur Pasal ini mengatur tentang pemberian kuasa dalam Pasal 1338 ayat (3) kepada seorang sekutu untuk mengurus BW persekutuan. Si sekutu harus melaksanakan kekuasaannya dengan itikad baik. Bahwa sekutu yang ditunjuk menjadi pengurus atau wakil dari persekutuan harus melaksanakan tindakan kepengurusannya itu dengan itikad baik. Pasal ini mengatur hubungan internal dan eksternal. 1637 Pasal ini mengatur tentang pemberian kuasa kepada beberapa orang sekutu, jika tidak ditentukan spesifikasi keuasaannya, atau tidak ada larangan untuk bertindak sendiri, maka tiap sekutu dapat melakukan perbuatan-perbuatan untuk pengurusan persekutuan. Pasal ini mengatur hubungan internal. 1638 Azas pacta sunt servanda diatur dalam Pasal 1338 ayat 1 Pasal ini mengatur bahwa jika telah ditentukan dalam perjanjian, pengurusan persekutuan harus dilakukan beberapa sekutu secara bersama-sama. Pasal ini mengatur hubungan internal. 1639 Azas itikad baik, diatur Pasal ini mengatur tentang cara mengurus dalam Pasal 1338 ayat (3) persekutuan. BW Angka 3: sekutu yang telah melakukan

pengurusan persekutuan dengan itikad baik dapat mewajibkan sekutu lainnya untuk turut memikul biaya pemeliharaan benda-benda miliki persekutuan Pasal ini mengatur hubungan internal dan eksternal. 1640 Pasal ini mengatur bahwa sekutu yang bukan pengurus dilarang mengasingkan, menggadaikan, meletakkan beban atas benda-benda milik persekutuan. Pasal ini mengatur hubungan internal dan eksternal. 1641 Pasal ini mengatur bahwa sekutu boleh memasukkan orang lain sebagai peserta untuk bagiannya dalam persekutuan, tetapi tidak sebagai sekutu dalam persekutuan kecuali atas persetujuan sekutu lainnya. Pasal ini mengatur hubungan internal dan eksternal. 1642 Azas Personalia diatur dalam Pasal 1315 dan Pasal 1340 KUHPerdata Pasal ini mengatur tentang batasan keterikatan sekutu-sekutu atas hutang persekutuan. Pasal ini mengatur hubungan internal dan eksternal 1643 Pasal ini mengatur tentang batasan tuntutan pihak ketiga atas piutangnya kepada sekutusekutu. Pasal ini mengatur hubungan eksternal 1644 Azas Personalia diatur dalam Pasal 1315 dan Pasal 1340 KUHPerdata Pasal ini mengatur bahwa janji bahwa suatu perbuatan telah dilakukan atas tanggungan persekutuan hanya mengikat sekutu yang membuat perjanjian saja, tidak mengikat sekutu lain. Pasal ini mengatur hubungan internal dan eksternal

1645

Pasal ini mengatur bahwa persekutuan boleh menuntut pelaksanaan perjanjian yang dibuat sekutu atas nama persekutuan. Pasal ini mengatur hubungan internal dan eksternal

1646

Pasal ini mengatur tentang hal-hal yang menyebabkan berakhirnya persekutuan. Pasal ini mengatur hubungan internal.

1647

Pasal ini mengatur tentang lewatnya waktu persekutuan. Pasal ini mengatur hubungan internal

1648

Pasal ini mengatur bahwa persekutuan bubar karena musnahnya barang yang dijanjikan dimasukkan dalam persekutuan sebelum terjadinya pemasukan atau karena yang dijanjikan untuk dimasukkan hanyalah kenikmatan atas benda tersebut, kecuali musnahnya barang yang hak miliknya dimasukkan dalam persekutuan. Pasal ini mengatur hubungan internal.

1649

Azas Itikad Baik, diatur Pasal ini mengatur bahwa persekutuan tanpa dalam Pasal 1338 ayat (3) waktu tertentu bubar karena kehendak dan BW pernyataan seorang atau beberapa orang sekutu yang dilakukan dengan itikad baik. Pasal ini mengatur hubungan internal.

1650

Azas Itikad Baik, diatur Pasal ini mengatur tentang batasan itikad dalam Pasal 1338 ayat (3) baik atas kehendak dan pernyataan BW penghentian persekutuan. Pasal ini mengatur hubungan internal.

1651

Azas Pacta sunt servanda, Pasal ini mengatur bahwa jika telah diatur dalam Pasal 1320 ditentukan dimuka, maka persekutuan harus ayat 1 terus dilanjutkan meskipun salah satu sekutu meninggal, baik diteruskan dengan ahli waris sekutu yang meninggal atau diteruskan oleh sekutu-sekutu yang masih hidup.

Pasal ini mengatur hubungan internal. 1652 Azas keadilan proporsional Pasal ini mengatur tentang pembagian hasil (keuntungan/ kerugian) kepada para sekutu atau ahli warisnya jika persekutuan bubar. Pasal ini mengatur hubungan internal