Anda di halaman 1dari 15

TUGAS I EKSTRAKSI 2013

1. Fixed Bed
Fixed Bed adalah reaktor dengan menggunakan katalis padat yang diam dan zat pereaksi berfase gas. Butiran-butiran katalisator yang biasa dipakai dalam reaktor fixed bed adalah katalisator yang berlubang di bagian tengah, karena luas permukaan persatuan berat lebih besar jika dibandingkan dengan butiran katalisator berbentuk silinder, dan aliran gas lebih lancar. Fixed bed dalam prosesnya mempunyai prinsip kerja pengontakan langsung antara pereaktan dengan partikel-partikel katalis. Dan biasanya digunakan untuk umpan (pereaktan) yang mempunyai viskositas kecil.

Bentuk Reaktor Fixed Bed Bentuk reactor Fixed Bed dapat dibagi menjadi : a. Reaktor dengan satu lapis tumpukan katalisator (Single Bed) Sebagai penyangga katalisator dipakai butir-butir alumunia (bersifat inert terhadap zat pereaksi) dan pada dasar reactor disusun dari butir yang besar makin keatas makin kecil, tetapi pada bagian atas katalisator disusun dari butir kecil makin keatas makin besar.

JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI ITS SURABAYA

TUGAS I EKSTRAKSI 2013

b. Multi bed Katalisator diisi lebih dari satu tumpuk katalisator, fixed bed dengan katalisator lebih dari satu tumpuk banyak dipakai dalam proses adiabatic. Jika reaksi yang terjadi sangat eksotermis pada konversi yang masih kecil suhu gas sudah naik sampai lebih tinggi dari suhu maksimum yang diperbolehkan untuk katalisator, maka gas harus di dinginkan terlebih dahulu kedalam alat penukar panas diluar reactor untuk di dinginkan dan selanjutnya dialirkan kembali ke reaktor melalui tumpukan katalisator kedua, jika konversi gas yang keluar dari tumpukan kedua belum mencapai yang direncanakan, tetapi suhu gas sudah lebih tinggi dari yang diperbolehkan maka dilakukan pendinginan lagi dengan mengalirkan gas kea lat penukar panas kedua kemudian di kembalikan ke reactor yang masuk melalui tumpukan katalisator ketiga dan seterusnya sampai diperoleh konversi yang diinginkan. Jika reaksi bersifat endotermis maka penukar panas diluar reactor dapat digunakan untuk pemanas gas reaksi.

Pemilihan katalisator Untuk menentukan katalisaor mana yang sebaiknya digunakan dapat dipakai pertimbangan sebagai berikut : 1. Sebaiknya dipakai katalisator yang berumur panjang dengan maksud untuk menghemat dana untuk membeli katalisator baru, untuk mengurangi waktu produksi yang hilang guna penggantian katalisator. 2. Harga katalisator Dipilih harga katalisator yang murah, untuk menghemat investasi dan biaya operasi 1. Mudah atau tidaknya diregenerasi. Jika katalisator dapat diregenerasi tanpa harus merusak aktivitasnya dapat mengurangi biaya pembelian katalisator baru 1. Dapat diproduksi dalam jumlah yang besar 2. Tahan terhadap racun. Jika katalisator tahan terhadap racun akan berumur panjang dan tidak mudah kehilangan aktivitasnya

2. Fluidized Bed
JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI ITS SURABAYA

TUGAS I EKSTRAKSI 2013 Fluidized Bed Reaktor adalah adalah jenis reaktor kimia yang dapat digunakan untuk mereaksikan bahan dalam keadaan banyak fasa. Reaktor jenis ini menggunakan fluida (cairan atau gas) yang dialirkan melalui katalis padatan (biasanya berbentuk butiranbutiran kecil) dengan kecepatan yang cukup sehingga katalis akan terolak sedemikian rupa dan akhirnya katalis tersebut dapat dianalogikan sebagai fluida juga. Proses ini, dinamakan fluidasi

JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI ITS SURABAYA

TUGAS I EKSTRAKSI 2013

reaktan dimasukkan dari bagian bawah reaktor sebagian kecil katalis disuspensikan oleh reaktan yang berwujud gas ke dalam fluidized bed sebagian padatan kecil dari katalis dapat lepas dari atas reaktor padatan terlepas dari reaktor dipisahkan dengan menggunakan siklon untuk membuang padatan kemudian gas tersebut digunakan kembali ke dalam reaktor

Kelebihan: reaktor mempunyai kemampuan untuk memproses fluida dalam jumlah yang besar pengendalian temperatur lebih baik pencampuran (mixing) yang bagus untuk katalis dan reaktan

Kelemahan: Rancang-Bangun kompleks sehingga biaya mahal jarang digunakan di (dalam) laboratorium

JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI ITS SURABAYA

TUGAS I EKSTRAKSI 2013

3. Shaft Furnace
(1) CHARGING DEVICE (2) GAS OUTLET (3) TUYERE (4) OUTSIDE CRUCIBLE (5) SLAG NOTCH (6) MATTE HOLE (7) INSIDE CRUCIBLE

Tungku yang bekerja secara tegak dengan chamber yang melingkar, elips atau persegi panjang dan digunakan untuk meleburkan atau ditaruh bersama-sama bahan. Panas yang dibutuhkan untuk peleburan adalah didapat dari pembakaran bahan bakar baik secara langsung dalam tungku atau dalam sebuah firebox eksternal yang kemudian produk pembakaran dimasukkan ke tungku. Kecepatan yang moderat pada produk pembakaran gas merupakan karakteristik dari shaft furnace. Pada kecepatan yang seperti itu, bagian terbesar dari bahan ditaruh bersama-sama tidak sama dengan aliran gas naik dan, dalam kasus yang berbeda dengan fluidized bed, aerodinamis yang mempertahankan stabilitas. Gerakan muatan yang berlawanan (dari atas ke bawah) dan gas-gas dipaksa bergerak melalui muatan (dari bawah ke atas) dan kontak langsung antara muatan dan gas panas mengakibatkan pertukaran panas yang baik dan generasi suhu rendah gas buang.

4. Rotary Kiln
Sebuah Rotary Kiln adalah perangkat pyroprocessing digunakan untuk menaikkan bahan sampai suhu tinggi (kalsinasi) dalam suatu proses berkelanjutan. Bahan yang diproduksi menggunakan rotary kiln meliputi: 1. Semen 2. Kapur 3. Refraktori 4. Metakaolin 5. Titanium dioksida JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI ITS SURABAYA

TUGAS I EKSTRAKSI 2013 6. Alumina 7. Vermiculite 8. Pelet bijih besi

Prinsip kiln adalah pembuluh silinder, cenderung sedikit ke horisontal, yang diputar perlahan sekitar porosnya. Bahan yang akan diolah dimasukkan ke dalam ujung atas silinder. Sebagai kiln berputar, bahan secara bertahap bergerak ke bawah menuju ujung bawah, dan mungkin menjalani sejumlah pengadukan dan pencampuran. Gas panas melewati sepanjang kiln, kadang-kadang ke arah yang sama sebagai bahan proses tetapi biasanya dalam arah yang berlawanan (arus balik). Gas panas dapat dihasilkan dalam tungku eksternal, atau dapat dihasilkan oleh api di dalam tungku. Seperti nyala api diproyeksikan dari pipa burner-(atau "penembakan pipa") yang bertindak seperti pembakar Bunsen besar. Bahan bakar untuk ini mungkin gas, minyak atau batu bara bubuk.

5. Reverberatory Furnace

JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI ITS SURABAYA

TUGAS I EKSTRAKSI 2013 Reverberatory furnace adalah tungku metalurgi atau proses yang mengisolasi bahan yang diproses dari kontak dengan bahan bakar, tetapi bukan dari kontak dengan pembakaran gas. Istilah reverberatory yang digunakan disini dalam arti umum memantulkan atau mencerminkan, bukan dalam arti akustik bergema.

Operasi dan perbedaan dengan Blast Furnace Proses kimia menentukan hubungan optimal antara bahan bakar dan bahan, antara variabel-variabel lainnya. Reverberatory furnace berbeda di satu sisi dengan blast furnace, di mana bahan bakar dan bahan dicampur dalam ruang yang tunggal, dan, di sisi lain, dengan wadah, muffling, atau retort tanur, di mana bahan subjek terisolasi dari bahan bakar dan semua produk pembakaran termasuk gas dan abu. Ini telah dinyatakan dalam beberapa konteks bahwa reverberatory furnace juga biasanya memisahkan materi dari gas panas, tapi ini tampaknya tidak akan terjadi pada umumnya. Memang, beberapa aplikasi memerlukan kontak antara material dan gas panas.

6. Retort
Retort adalah wadah yang digunakan untuk memanaskan dan memasak emas (amalgam); uap dari raksa yang mendidih akan mengalir melalui tabung dan terkumpul ke dalam tempat pendingin yang telah disediakan. Dengan retort, jumlah raksa yang tertangkap kembali biasanya mencapai lebih dari 95%. Dengan demikian polusi udara yang besar dapat dikurangi. Jenis retort ada berbagai macam. Beberapa di antaranya dibuat dari besi tahan karat dan beberapa yang lain terbuat dari besi bekas biasa yang murah. Retort bisa pula dibuat sendiri dari bahan logam.

JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI ITS SURABAYA

TUGAS I EKSTRAKSI 2013

Prinsip kerja retort yaitu elemen pemanas pada retort akan memanaskan air membentuk uap panas. Uap panas ini akan mengusir udara dari dalam retort, sehingga terbentuk uap panas murni. Uap panas murni tersebut digunakan untuk memanaskan bahan yang terdapat dalam wadah. Jumlah panas yang diperlukan untuk sterilisasi yang memadai tergantung beberapa faktor antara lain ukuran kaleng dan isinya serta pH bahan makanan.Sterilisasi makanan lebih tepat disebut sterilisasi komersial, artinya suatu proses untuk membunuh semua jasad renik yang dapat menyebabkan kebusukan makanan. Pada kondisi penyimpanan renik tahan proses sterilisasi, tetapi

tidak mampu berkembang biak pada suhu penyimpanan normal yang ditetapkan untuk makan antersebut. Sterilisasi komersial mempunyai dua tipe yaitu tipe sterilisasi dalam kemasan (in batch sterilization), dimana bahan dan kemasan disterilisasi bersama-sama setelah bahan dikalengkan, dan tipe aseptic (in flow sterilization), dimana bahan dan kemasan disterilkan secara terpisah kemudian bahan dimasukkan ke dalam kemasan dala mruangan steril atau kondisi aseptis

7. Electric Arc Furnace


Electric Arc Furnace (EAF) merupakan suatu alat untuk melebur baja, dengan menggunakan elektroda bentuk EAF seperti cangkir raksasa yang dilengkapi 3 buah elektroda. Cara kerja EAF, sama seperti pada las listrik, di mana elektroda tersebut diberikan arus listrik yang akan mengeluarkan percikan bunga api. Temperatur yang dibutuhkan untuk melebur baja sekitar 1.600 - 1.650 oC dan membutuhkan energi listrik sebesar 85.000 - 100.000 kWh. JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI ITS SURABAYA

TUGAS I EKSTRAKSI 2013 Daya yang diperlukan oleh furnace untuk melakukan satu kali heat (pemanasan) adalah sekitar 670 kWh/ton dengan power factor sebesar 0,7. Sebelum melakukan

pemanasan/peleburan, mula-mula furnace diberi kapur bakar, kemudian scrap, dan terkahir besi spon (DRI), jumlah scrap dalam satu kali heat sekitar 15 20 % dan DRI 80 85 %. Pemanasan ini berlangsung 90 menit.

Bagian-bagian utama pada EAF yaitu :


Badan Furnace Furnace Shell, bagian terluar dari furnace yang dibuat dengan cara pengelasan (Welding) atau dengan pembentukan pelat baja sehingga memiliki bentuk seperti silinder.

Slag Door, tempat keluarnya slag ( kotoran besi yang terapung dipermukaan baja cair) yang kemudian di tampung di slag pot.

Tap Hole, tempat keluarnya baja cair hasil dari peleburan yang melalui saluran penuangan (tapping spout)

Roof atau penutup bagian atas furnace ini berbentuk sepeerti kubah, bertujuan sebagai pengisolasi panas agar panas tersebut tidak keluar, dan juga supaya debu yang dihasilkan dari proses peleburan ini tidak keluar, karena debu mudah terisap oleh lubang dedusting, sehingga debu tidak bertebaran di udara.

Elektroda Karbon dan Penyangga Elektroda Elektroda karbon terdiri dari grafit dan mengalirkan arus listrik dengan cepat. Elektroda ini dapat disambung antara elektroda yang satu dengan yang lainnya menggunakan bagian ujung dari elektroda tersebut. Penyangga elektroda terdiri dari tiang penyangga dan lengan penyangga.

Gear (Gigi Penggerak) Fungsi gigi penggerak adalah untuk menggerakkan atau memiringkan badan furnace. Di pabrik slab baja ini menggunakan sistem hidrolik sehingga badan furnace dapat digerakkan dengan halus.

Batu Tahan Api Di pabrik slab baja ini, furnace menggunakan batu tahan api basa, yang sebagian besar mengandung MgO sebesar 80 %, sisanya adalah aluminium dan unsur-unsur lainnya.

Sistem Hidrolik

JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI ITS SURABAYA

TUGAS I EKSTRAKSI 2013 Sistem ini yang sangat dominan digunakan untuk menggerakkan peralatan mekanik seperti : Roof (tutup dapur), mengatur posisi tungku (furnace) dan menggerakkan peralatan-peralatan dengan piston silinder.

Sistem Elektrik Transformer merupakan sistem elektrik yang memegang peranan penting dalam proses peleburan baja. Transformer yang digunakan untuk mensuplai daya ke dapur listrik (EAF).

Sistem Pendinginan Sistem menggunakan sirkulasi air yang didinginkan, sehingga temperaturnya tidak boleh melebihi 50oC.dengan menggunakan air pendingin maka dapur busur listrik akan aman dari temperatur yang berlebihan. Pendinginan diFurnace khususnya untuk mendinginkan Roof dan Furnace Shell.

Continuous Feeding Alat ini unuk mengisi bahan baku seperti besi spons dan batu kapur. Continous feeding dilakukan setelah dapur dengan bahan baku 40% dari total bahan yang harus dilebur. Sehingga dengan demikian continous feedingdilakukan pada saat

kondisi furnace bekerja pada potensi maksimum

Peralatan pendukung yang terlibat secara langsung dalam proses peleburan baja, terdiri dari: 1. Ladle, tempat penampungan baja cair dari hasil peleburan di furnace, juga sebagai tempat pengadukkan (Rinsing) dan pencampuran dengan bahan lain (Alloying). 2. Slag Pot, tempat penampungan slag yang keluar dari furnace. 3. Fibrating Feeder, untuk mengatur pengeluaran besi spons

dan limestone dari bunker ke furnace. 4. Weighting Feeder, untuk mengatur jumlah besi spons dan limestone yang keluar dari bunker 5. Bunker Spons, tempat penampungan besi spons di mana besi spons tersebut kemudian dipindahkan olehconveyor menuju furnace. 6. Bunker Limestone, tempat penampungan limestone di mana limestone tersebut

kemudian dipindahkan oleh conveyor menuju furnace. 7. Mesin Injeksi Karbon, berfungsi untuk menyemprotkan karbon ke dalam furnace, dan juga untuk membuangan slag.

JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI ITS SURABAYA

TUGAS I EKSTRAKSI 2013 8. Mesin Injeksi Oksigen, berfungsi untuk menyemprotkan oksigen ke dalam furnace, agar di dalam furnace tersebut terjadi pembakaran/peleburan. 9. Gunning Machine, untuk menyemprotkan material preparasi ke dinding refractory pada furnace. 10. Sistem Dedusting, merupakan sistem penghisap debu yang terjadi saat peleburan berlangsung.

Proses Electric Arc Furnace : 1. Kapur bakar dimasukkan ke dalam Furnace. 2. Kemudian dimasukkan Scrap sebanyak 15-20% dari total bahan yang akan dilebur 3. Dan masukkan Direct Reduction Iron (DRI) sebanyak 80-85% dari total bahan yang akan dilebur 4. Roof ditutup 5. Elektroda diturunkan hingga mendekati bahan yang akan dilebur (Scrap dan DRI) 6. Listrik dialirkan pada tap yang paling rendah JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI ITS SURABAYA

TUGAS I EKSTRAKSI 2013 7. Muncul bunga api listrik dan panas 8. Tap dinaikkan setahap demi setahap 9. Seluruh baja akan mencair bersamaan waktunya dengan saat tap yang paling tinggi 10. Baja cair hasil peleburan tersebut siap untuk dibentuk.

8. Cell for Salt Fuse Electrolysis


Reaksi elektrolisis lelehan garam NaCl menghasilkan endapan logam natrium di katoda dan gelembung gas Cl2 di anoda. berikut ini adalah reaksi elektrolisis lelehan garam NaCl (yang dikenal dengan istilah sel Downs) : : 2 Na+(l) + 2 e- > 2 Na(s) ..... (1) : 2 Cl-(l) Cl2(g) + 2 e- .... (2) : 2 Na+(l) + 2 Cl-(l) > 2 Na(s) + Cl2(g) .. (1) + (2)

Katoda (-)

Anoda (+)

Reaksi sel

Pada katoda, terjadi persaingan antara air dengan ion Na+. Berdasarkan Tabel Potensial Standar Reduksi, air memiliki Ered yang lebih besar dibandingkan ion Na+. Ini berarti, air lebih mudah tereduksi dibandingkan ion Na+. Oleh sebab itu, spesi yang bereaksi di katoda adalah air. Sementara, berdasarkan Tabel Potensial Standar Reduksi, nilai Ered ion Cl- dan air hampir sama. Oleh karena oksidasi air memerlukan potensial tambahan (overvoltage), maka oksidasi ion Cl- lebih mudah dibandingkan oksidasi air. Oleh sebab itu, spesi yang bereaksi di anoda adalah ion Cl-. Dengan demikian, reaksi yang terjadi pada elektrolisis larutan garam NaCl adalah sebagai berikut : : 2 H2O(l) + 2 e- > H2(g) + 2 OH-(aq) ... (1) : 2 Cl-(aq) > Cl2(g) + 2 e- .... (2) : 2 H2O(l) + 2 Cl-(aq) > H2(g) + Cl2(g) + 2 OH-(aq) . ..(1) + (2)

Katoda (-)

Anoda (+)

Reaksi sel

JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI ITS SURABAYA

TUGAS I EKSTRAKSI 2013

Reaksi elektrolisis larutan garam NaCl menghasilkan gelembung gas H2 dan ion OH- (basa) di katoda serta gelembung gas Cl2 di anoda. Terbentuknya ion OH- pada katoda dapat dibuktikan dengan perubahan warna larutan dari bening menjadi merah muda setelah diberi sejumlah indikator fenolftalein (pp). Dengan demikian, terlihat bahwa produk elektrolisis lelehan umumnya berbeda dengan produk elektrolisis larutan. Salah satu aplikasi sel elektrolisis adalah pada proses yang disebut penyepuhan. Dalam proses penyepuhan, logam yang lebih mahal dilapiskan (diendapkan sebagai lapisan tipis) pada permukaan logam yang lebih murah dengan cara elektrolisis. Baterai umumnya digunakan sebagai sumber listrik selama proses penyepuhan berlangsung. Logam yang ingin disepuh berfungsi sebagai katoda dan lempeng perak (logam pelapis) yang merupakan logam penyepuh berfungsi sebagai anoda. Larutan elektrolit yang digunakan harus mengandung spesi ion logam yang sama dengan logam penyepuh (dalam hal ini, ion perak). Pada proses elektrolisis, lempeng perak di anoda akan teroksidasi dan larut menjadi ion perak. Ion perak tersebut kemudian akan diendapkan sebagai lapisan tipis pada permukaan katoda. Metode ini relatif mudah dan tanpa biaya yang mahal, sehingga banyak digunakan pada industri perabot rumah tangga dan peralatan dapur.

9. Cell for aqueous electrolysis

JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI ITS SURABAYA

TUGAS I EKSTRAKSI 2013 Aqueos electrolysis adalah peristiwa penguraian senyawa air (H2O) menjadi oksigen (O2) dan hidrogen gas (H2) dengan menggunakan arus listrik yang melalui air tersebut. Pada katode, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron, tereduksi menjadi gas H2 dan ion hidrokida (OH-). Sementara itu pada anode, dua molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+ serta mengalirkan elektron ke katode. Ion H+dan OHmengalami netralisasi sehingga terbentuk kembali beberapa molekul air. Reaksi keseluruhan yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskan sebagai berikut.

Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini membentuk gelembung pada elektrode dan dapat dikumpulkan. Prinsip ini kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan hidrogen dan hidrogen peroksida (H2O2) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan hidrogen.

Elektrolisis yang pertama dicoba adalah elektrolisis air (1800). Davy segera mengikuti dan dengan sukses mengisolasi logam alkali dan alkali tanah. Bahkan hingga kini elektrolisis digunakan untuk menghasilkan berbagai logam. Elektrolisis khususnya bermanfaat untuk produksi logam dengan kecenderungan ionisasi tinggi (misalnya aluminum). Produksi aluminum di industri dengan elektrolisis dicapai tahun 1886 secara independen oleh penemu Amerika Charles Martin Hall (1863-1914) dan penemu Perancis Paul Louis Toussaint Hroult (1863-1914) pada waktu yang sama. Sukses elektrolisis ini karena penggunaan lelehan Na3AlF6 sebagai pelarut bijih (aluminum oksida; alumina Al2O3).

JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI ITS SURABAYA

TUGAS I EKSTRAKSI 2013 Sebagai syarat berlangsungnya elektrolisis, ion harus dapat bermigrasi ke elektroda. Salah satu cara yang paling jelas agar ion mempunyai mobilitas adalah dengan menggunakan larutan dalam air. Namun, dalam kasus elektrolisis alumina, larutan dalam air jelas tidak tepat sebab air lebih mudah direduksi daripada ion aluminum sebagaimana ditunjukkan di bawah ini. Al3+ + 3e- > Al potensial elektroda normal = -1,662 V (10.38) 2H2O +2e- > H2 + 2OH- potensial elektroda normal = -0,828 V (10.39)

JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI ITS SURABAYA