Anda di halaman 1dari 23

Penggunaan Alat Kedokteran Gigi Secara Rasional - modul 302

1. Bagaimana pasien tersebut diposisikan pada dental unit, dan dimana posisi dokter gigi beserta asistennya. 1. Letak kedudukan pasien pada dental chair: a. Kursi pada posisi horizontal, pasien diatur sedemikian rupa sehingga punggung dan kepala merupakan satu garis lurus; posisi ke depan dengan mata lurus ke depan. b. Bagian punggung diletakkan pada ujung kursi, sedangkan headrest diletakkan pada tulang belakang. Tempatkan jari-jari tangan kanan di bawahdagu pasien dan angkat dagu pasien -> akan menempatkan kepala di atas headrest. c. Kemudian diatur tinggi kursi. Rahang yang dikerjakan terletak lebih tinggi sedikit dari siku dokter gigi. d. Bila dokter gigi mengerjakan gigi rahang bawah, posisi garis oklusi mandibula sejajar dengan lantai saat mulut dalam keadaan terbuka, sedangkan untuk rahang atas posisi maksilla memebentuk sudut 45 derajat dengaan lantai kalau mulut dalam keadaan terbuka. The 10 o'clock position

Posisi jam 10 memungkinkan dokter gigi untuk mencapai rahang atas kanan, rahang atas kiri dan rahang bawah kiri. Beberapa dokter gigi lebih suka mencapai seluruh bagian gigi, dengan menggeser ke posisi jam 9 dan pasien agak naik sedikit, maka rahang bawah kanan akan lebih mudah dicapai. Cara mengambil posisi jam 10.00

Dokter gigi duduk di kursinya dengan kaki paralel lantai, punggung tegak pada sandaran dan kaki pada posisi yang mudah digerakkan ke arah posisi yang benar, di sebelah kanan dan agak ke belakang kepala pasien. Siku bebas dan jari-jari kedua tangan mudah menerima instrumen dari asisten untuk perawatan. Jari-jari yang lain: menjaga/memblok supaya pandangan bebas melihat gigi yang dirawat dan instrumen, serta bertumpu pada gigi di sebelahnya untuk menjaga supaya pada pemakaian atau bur tidak meleset dan melukai gingiva, pipi, dan bibir. Fungsi kaca mulut adalah untuk absorpsi cahaya, refleksi cahaya, menyingkirkan bibir dan pipi, serta kontrol saliva. Posisi jam 10.00 untuk rahang atas kiri

Dengan memutar kepala pasien sedikit ke kanan dan memegang kaca mulut jauh dari bidang oklusal gigi-geligi kiri dan mendekati tepi bibir bawah, maka gigi-geligi rahang atas akan terlihat jelas.

Jari ketiga dan keempat tangan kiri atau kaca mulut diletakkan di muka permukaan oklusal molar satu atau dua, secara otomatis akan menyingkirkan pipi dan bibir sehingga permukaan gigigeligi tersebut akan terlihat jelas. Posisi jam 10.00 untuk rahang atas kanan Sama seperti posisi untuk gigi kiri, hanya muka pasien digerakkan sedikit ke kiri dan menempatkan jari-jari bebas pada permukaan bukal gigi molar satu atau molar dua kanan atas, maka handpiece atau instrumen mudah dikontrol. Posisi jam 10.00 untuk rahang bawah kiri

Posisi dokter gigi: seluruh baan condong ke depan sedikit dan tetap lurus. Kepala pasien diputar ke kanan sedikit serta kaca mulut menghadap regio tersebut dan diletakkan pada permukaan bukal gigi-gigi molar. Rest untuk handpiece: jari diletakkan di atas kaninus bawah kiri. Pipi dan bibir disingkirkan dengan jari ketiga dan keempat dengan keseimbangan dari luar mulut pasien. Penerangan pada gigigeligi didapat dari refleksi kaca mulut.

Posisi jam 09.00 Posisi dokter gigi disebelah kanan pasien, tegak lurus bahu dan long axisbadan pasien. Untuk melihat rahang bawah kanan, agar lebih jelas dan tegas, kepala pasien agak sedikit ditundukkan. Dokter gigi dengan wajah pasien membentuk sudut 450. Penerangan harus langsung dengan lampu pada posisi 900. Posisi ini terutama menguntungkan untuk perawatan permukaan bukal dan labial dari seluruh gigigeligi rahang atas, tetapi pasien harus betul-betul terlentang. Dengan menggerakkan muka pasien sedikit ke kiri, permukaan bukal seluruh rahang atas kanan akan jelas. Rahang atas kiri terlihat bila muka pasien digeser sedikit ke kanan. Jangan lupa retract dengan kaca mulut dan rest position dari jari-jari yang lain.

2. Isolasi daerah kerja yang terbaik untuk pasien ini. Isolasi daerah kerja adalah alat yang mengatasi gangguan pada perawatan restoratif dan endodontik pada waktu kita bekerja seperti gangguan saliva dan lidah. Fungsinya : - Mencegah masuknya cairan sulkus gingiva, saliva dan pendarahan.

- Retraksi jaringan lunak sehingga pandangannya jelas. - Mencegah terjadinya kecelakaan selama prosedur kerja. - Proteksi operator. - Efisiensi kerja. Alat isolasi daerah kerja 1. high volume excavator : tidak hanya menghisap cairan saliva, tetapi juga darah, dll. Alat ini juga mengeluarkan suara yang berisik. 2. saliva ejector : untuk menghisap saliva saja, dan alat ini tidak menimbulkan suara yang berisik. 3. absorbent : digunakan sebagai penyerap cairan. Mis : kapas silinder : dapat juga digunakan sebagai pengganjal daerah kerja. 4. pelindung kerongkongan / throad shield Alat bantunya : Benang retraksi : dimasukkan ke dalam gusi, dapat menghisap cairan gingiva.

(pada benang retraksi ini terdapat adrenalin untuk menghentikan cairan yang diletakkan di selasela antara gigi dan gingiva) Kaca mulut Medikasi Pengganjal mulut (mouth pop)

RUBBER DAM ( isolasi karet ) Sanford Barnum merupakan orang pertama yang menemukan penggunaan rubber dam pada tahun 1864.

** RUBBER DAM merupakan alat isolasi yang terbaik untuk : a. skeling saliva ejector, dan alat bantu kaca mulut b. ekstraksi radiks c. perawatan saluran akar **MANFAAT dari RUBBER DAM : 1. daerah kerja bersih dan kering

2. akses dan pandangan jelas 3. mempertahankan sifat fisik dan bahan restorasi 4. proteksi pasien dan operator 5. efisiensi waktu kerja

3. Alat apa yang harus dipersiapkan untuk merawat kelainan pada pasien tersebut dan jelaskan instrument tersebut. Skeling Skeler sickle (sabit) : Untuk menghilangkan kalkulus supragingiva

Skeler hoe (pacul), chisel (pahat) : Untuk menyingkirkan kalkulus subgingiva dan sementum nekrosis

Instrumen sonic dan ultrasonic : alat yang digerakkan dengan tenaga listrik, untuk skeling, pembersihan permukaan gigi dan pengkuretan dengan jaringan lunak poket

Skeling pada gigi anterior

Sicke Scaler (skeler sabit) : Hanya untuk kalkulus supragingiva

Chisel Scaler (skeler pahat) : Didisain khusus untuk permukaan proximal gigi anterior

Hoe Scaler (skeler pacul)

Alat Ultrasonic : a. b. Skeler Sonic : untuk menghilangkan kalkulus yang kecil atau tipis Skeler Ultrasonic : untuk menghilangkan kalkulus tebal

3.5 , 3.7 Ekstraksi radiks

Alat Diagnosis : a. b. c. Kaca mulut : menarik pipi dan bibir, untuk mengontrol lidah, dan untuk mengontrol cahaya Sonde tajam : mengetahui dalamnya karies Dental pinset

d. Excavator : membuang jaringan keras yang lebih lunak, membuang tumpatan sementara, carving pada tumpatan amalgam

Instrument Ekstrasi Radiks a. b. c. d. 3.5 (P2 bawah kiri) Extracting forceps for lower bicuspid and caninus, SS 3.7 (M2 bawah kiri) Extracting forceps for lower molar, SS no 73 2.5 (P2 atas kiri) Extracting forceps for upper bicuspid/premolar, SS 2.7 (M2 atas kiri) Extracting forceps for upper molar left side, SS

1.1 PSA, restorasi pasca endodontik post core crown metal porselen

Alat perawatan saluran akar : 1. Handpiece dan bur digunakan untuk membuka pulpa gigi

2. K-File (jarum endodonti) adalah instrument khusus untuk membersihkan pulpa yang terbuka dari jaringan nekrotik atau jaringan-jaringan yang terinfeksi 3. Disinfectant digunakan untuk mengdisinfeksi perawatan saluran akar

4. Papper point digunakan untuk menegringkan agar dapat dimasukan semen khusus seperti gutta percha ** Pengambilan gutta percha. 1. Memakai jarum endodonti (K-file) preparasi saluran akar dan menghaluskan 2.Diambil sedikit demi sedikit dengan gerakan tarik ulur -Malam biru digunakan untuk mencetak saluran akar -Papper clip digunakan untuk menempelkan malam biru -Kacamulut

-Hand piece dan bur untuk membuka atap pulpa dan membentuk gigi yang masih sehat sebagai retensi -File khusus ,untuk membuat retensi pada daerah antara mahkota dengan gusi -Logam dikasih semen dan saluran akar juga dikasih semen agar menempel -Jika logam belum jadi, saluran akar disumpel dengan kapas.Lalu diatasnya diberi bahan tumpat sementara DENTAL UNIT

1.1 pengertian Dental unit adalah suatu alat yang dipakai oleh dokter gigi untuk membantu pemeriksaan dan kemudian menentukan terapi apa yang dapat diberikan kepada pasien. Secara umum untuk membantu perawatan gigi dan mulut ( pengeboran, penambalan, pembersihan, dan pemeriksaan ). Dental unit pada umumnya mempunyai 3 sumber tenaga yaitu : Sumber tenaga listrik. Sumber tenaga udara/angin Sumber tenaga air. Sumber tenaga listrik untuk memberikan catu daya pada semua system elektrik missal : lampu operasi, switch valve electric, system hidrolik, dan mikromotor. Juga diaplikasikan pada system dental chair untuk semua garakan ( naik, turun, menyandar, dan duduk ). Sumber tenaga udara untuk memberikan pada semua system yang bekerja berdasarkan tekanan udara. Udara bertekanan ini berasal dari compressor ( takanan yang dibutuhkan sekitar 2,5 atm sampai 4 atm ). Tekanan maksimal dari compressor dapat mencapai 7 atm. System atau bagian yang bekerja berdasarkan takanan missal : turbine jet/bor jet, switch valve, spray git, scaller, dan system hidrolik pada kursi atau chair dental. Sumber tenaga air untuk digunakan pada system pendinginan turbine jet/bor jet, spray git, dan pembuagan kotoran. Tekanan yang dibutuhkan minimal 1 atm. Walaupun tekanan air yang

dihasilkan juga berasal dari tekanan yang dihasilkan dari compressor.

Desain Tata Letak Penempatan Alat Kedokteran Gigi (Dental Device Layout Design)

1.2 TIM DAN SISTEM KERJA Seiring dengan makin kompleksnya pelayanan kedokteran gigi, profesi di bidang ini turut ikut berkembang. Bila dahulu cukup hanya dokter gigi saja yang memberikan pelayanan, kini di negaranegara maju seperti Amerika Serikat, pelayanan diberikan oleh sebuah tim yang terdiri dari Dentist, Dental Hygienist, Dental Assistant, dan Dental Technician. Dentist adalah dokter gigi yang memberikan pelayanan kedokteran gigi. Dental Hygienist bertugas mengisi Rekam Medis, serta melakukan tindakan Preventive Dentistry seperti membersihkan karang gigi secara mandiri. Dental Assistant bertugas sebagai asisten yang membantu dokter gigi mengambil alat, menyiapkan bahan, mengontrol saliva, membersihkan mulut, serta mengatur cahaya lampu selama suatu prosedur perawatan sedang dilakukan. Dental Technician berkerja di Laboratorium, membuat protesa dan alat bantu yang akan dipasang di mulut pasien4. Di Indonesia kondisinya sedikit berbeda, hanya dikenal 2 profesi kesehatan gigi diluar dokter gigi yaitu Perawat Gigi dan Tekniker Gigi. Perawat Gigi bertugas seperti Dental Assistant dan Dental Hygienist, sedangkan Tekniker Gigi bertugas sama seperti Dental Technician. Pada saat suatu pelayanan kedokteran gigi dilakukan hanya akan ada 2 orang yang berada disekitar pasien yaitu Dokter Gigi dan Perawat Gigi. Tugas kedua orang ini berbeda namun saling mendukung, ini kemudian melahirkan istilah Four Handed Dentistry. Konsep Four Handed Dentistry telah diadopsi oleh para produser pembuatan dental unit, sehingga saat ini seluruh dental unit yang dibuat selalu dilengkapi dengan sisi Dental Asistant disebelah kiri pasien. Oleh karena itulah konsep Four Handed Dentistry menjadi dasar dalam desain tata letak penempatan alat kedokteran gigi. 1.3 JALUR KERJA DAN PERGERAKAN Dalam konsep Four Handed Dentistry dikenal konsep pembagian zona kerja disekitar Dental Unit yang disebut Clock Concept. Bila kepala pasien dijadikan pusat dan jam 12 terletak tepat di belakang kepala pasien, maka arah jam 11 sampai jam 2 disebut Static Zone, arah jam 2 sampai jam 4 disebut Assistens Zone, arah jam 4 sampai jam 8 disebut Transfer Zone, kemudian dari arah jam 8 sampai jam 11 disebut Operators Zone sebagai tempat pergerakan Dokter Gigi.

Static Zone adalah daerah tanpa pergerakan Dokter Gigi Maupun Perawat Gigi serta tidak terlihat oleh pasien, zona ini untuk menempatkan Meja Instrumen Bergerak (Mobile Cabinet) yang berisi Instrumen Tangan serta peralatan yang dapat membuat takut pasien. Assistants Zone adalah zona tempat pergerakan Perawat Gigi, pada Dental Unit di sisi ini dilengkapi dengan Semprotan Air/Angin dan Penghisap Ludah, serta Light Cure Unit pada Dental Unit yang lengkap. Transfer Zone adalah daerah tempat alat dan bahan dipertukarkan antara tangan dokter gigi dan tangan Perawat Gigi. Sedangkan Operators Zone sebagai tempat pergerakan Dokter Gigi. Selain pergerakan yang terjadi di seputar Dental Unit, pergerakan lain yang perlu diperhatikan ketika membuat desain tata letak alat adalah pergerakan Dokter Gigi, Pasien, dan Perawat Gigi di dalam ruangan maupun antar ruangan. Jarak antar peralatan serta dengan dinding bangunan perlu diperhitungkan untuk memberi ruang bagi pergerakan Dokter Gigi, Perawat Gigi, dan Pasien ketika masuk atau keluar Ruang Perawatan, mengambil sesuatu dari Dental Cabinet, serta pergerakan untuk keperluan sterilisasi.

1.4 TATA LETAK PENEMPATAN ALAT Prinsip utama dalam desain tata letak penempatan alat kedokteran gigi adalah prinsip ergonomis, yaitu menyerasikan atau menyeimbangkan antara segala fasilitas yang digunakan baik dalam

beraktivitas maupun istirahat dengan kemampuan dan keterbatasan manusia, baik fisik maupun mental sehingga kualitas hidup secara keseluruhan menjadi lebih baik. Tata letak hanyalah salah satu faktor dalam ergonomis, banyak faktor lain yang merupakan unsure ergonomis seperti desain warna, pencahaaan, suhu, kebisingan, dan kualitas udara ruangan, serta desain peralatan yang digunakan.

Ruang Periksa adalah ruang utama dalam praktek dokter gigi, tata letak peralatan dalam ruangan ini berorientasi memberi kemudahan dan kenyamanan bagi Dokter Gigi, Perawat Gigi, berserta Pasiennya ketika proses perawatan dilakukan. Ukuran minimal Ruang Perawatan untuk satu Dental Unit adalah 2,5 X 3,5 Meter, dalam ruangan ini dapat dimasukan satu buah Dental Unit, Mobile Cabinet, serta dua buah Dental Stool8. Unsur penunjang lain dapat turut dimasukan seperti audiovideo atau televisi untuk hiburan pasien yang sedang dirawat.

Perhatian pertama dalam mendesain penempatan peralatan adalah terhadap Dental Unit. Alat ini bukan kursi statis tetapi dapat direbahkan dan dinaik-turunkan. Pada saat posisi rebah panjang Dental Unit adalah sekitar 1,8-2 Meter. Di belakang Dental Unit diperlukan ruang sebesar 1 Meter untuk Operators Zone dan Static Zone, oleh karena itu jarak ideal antara ujung bawah Dental Unit dengan dinding belakang atau Dental Cabinet yang diletakkan di belakang adalah 3 Meter; sementara jarak antara ujung bawah Dental Unit dengan dinding depan minimal 0,5 Meter. Dental Unit umumnya memiliki lebar 0,9 Meter, bila Tray dalam kondisi terbuka keluar maka lebar keseluruhan umumnya 1,5 Cm. Jarak dari tiap sisi minimal 0,8 Meter untuk pergerakan di Operators Zone dan Asistants Zone. Mobile Cabinet sebagai tempat menyimpan bahan dan alat yang akan digunakan pada saat perawatan diletakan di Static Zone. Zona ini tidak akan terlihat oleh pasien dan terletak dianatara Operators Zone dan Assistant Zone sehingga baik Dokter Gigi maupun Perawat Gigi akan dengan mudah mengambil bahan maupun alat yang diperlukan dalam perawatan. Bila Mobile Cabinet lebih dari satu, maka Mobile Cabinet kedua diletakan di Operators Zone. Alat besar terakhir yang berada di Ruang Perawatan adalah Dental Cabinet sebagai tempat penyimpanan utama bahan maupun alat kedokteran gigi. Umumnya berbentuk buffet setengah badan seperti Kitchen Cabinet dengan ketebalan 0,6-0,8 Meter. Bila hanya satu sisi, lemari ini ditempatkan di Static Zone, sedangkan bila berbentuk L, ditempatkan di Static Zone dan Assistants Zone. Keberadaan Dental Cabinet akan menambah luas ruangan yang diperlukan untuk

menempatkannya.

1.5 KESIMPULAN Konsep Four Handed Dentistry dan ergonomis menjadi dasar dalam desain tata letak penempatan alat kedokteran gigi, semuanya bertujuan agar seluruh luasan ruangan termanfaatkan dengan baik serta menciptakan rasa nyaman kepada operator yang bekerja dan pasien yang menerima pelayanan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Dougherty, M. Information for Consideration in an Ergonomic Standard for Dentistry. 2. Design by Feel Papers. www.designbyfeel.com. Diakses 4 Juli 2006. 3. Murdick, B. dkk. Service Operation Management. Boston : Allyn and Bacon. 1990. 4. Heizer, J. dan B. Render. Operation Management. Sixth Edition. Upper Saddle River :Prentice Hall.
Dental unit merupakan sarana utama bagi dokter gigi yang perlu ada agar dapat bekerja, namun sayangnya alat yang satu ini mahal sekali harganya, yang termurah belasan juta dengan kelengkapan dan kualitas seadanya sedangkan yang termahal bisa milyaran harganya. Makanya ada anekdot dikalangan mahasiswa kedokteran gigi sebagian besar gadis untuk meminta dental unit sebagai mas kawin agar setelah nikah bisa langsung berkarir. Bagi dokter muda yang masih ikut praktek di tempat orang memiliki dental unit merupakan cita-cita yang terus diperjuangkan, bila punya alat yang satu ini maka karir sebagai dokter gigi tembak yang menanti belas kasihan para senior dapat segera diakhiri. Bila kita datang ke pameran alat dan bahan kedokteran gigi, hampir pasti disana akan dipajang aneka macam dental unit, secara umum bentuknya hampir sama hanya kelengkapannya saja yang berbeda-beda.

Bagian utama dari dental unit adalah kursi giginya, saat ini yang sedang mode dan dianggap sesuai dengan persyaratan adalah model pasien tidur dan bukan model pasien duduk seperti dental unit tempo dulu yang serupa dengan kursi tukang cukur zaman Belanda. Ada dua kemampuan standar dari kursi gigi ini yaitu bisa dinaik-turunkan tempat duduknya dan bisa direbah-berdirikan sandaran-nya. Bagian kedua adalah perlengkapan intrumennya yang biasanya terletak dekat meja tempat alat (bracket table), dental unit paling sederhana umumnya hanya memiliki pemutar handpiece, semprotan angin, tempat gelas dan kumur pasien (spittoon unit), serta sebuah lampu sorot. Dental unit yang paling lengkap dilengkapi dengan semprotan angin, handpiece untuk low dan hight speed, ultrasonic scaler, light curing unit, saliva ejector, vacuum valve, tempat membaca foto rongent (intra oral film viewer), tempat gelas dan tempat pasien (spittoon unit), dan lampu sorot. Dental unit lama biasanya mengunakan listrik sebagai tenaga pengerak sedangkan dental unit masa kini hampir semuanya mengunakan tekanan udara sebagai tenaga pengerak, itulah sebabnya kompresor merupakan alat ikutan yang selalu menyertai setiap dental unit, pada beberapa dental unit ada yang tidak perlu dilengkapi kompresor tapi cukup dengan gas dalam tabung saja seperti yang dipakai tukang las. Perlengkapan penyerta lainnya adalah operating stool yaitu kursi tempat duduk dokter gigi yang umumnya memiliki kemampuan memutar dan naik turun. Perbedaan kelengkapan seperti inilah yang umumnya menjadi penyebab perbedaan harga antar dental unit, selain tentu saja merek dan negara asal produksinya. Saat ini dipasaran beredar dental unit buatan luar negeri maupun lokal, untuk yang lokal terbagi 2 macam yaitu yang buatan pabrik besar serta yang buatan tangan industri kecil. Mana yang paling baik untuk dipilih, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan dental unit mana yang akan dibeli. Untuk menentukan dental unit mana yang akan dibeli dari sekian banyak pilihan maka kita harus menilai dental unit tersebut dari berbagai sudut pandang. Untuk mempermudah buatlah matriks faktor-faktor yang akan dinilai, bobot tiap faktor, serta nilai masing-masing faktor, belilah dental unit dengan skor terbesar. Bobot tiap faktor kita tentukan sendiri berdasarkan urutan prioritas yang diutamakan misalnya faktor harga penting maka beri bobot besar pada butir itu, sedangkan nilai diberikan berdasarkan hasil perbandingan antar dental unit; perkalian kedua angka ini menghasilkan skor sebuah dental unit. Butir pertama yang dinilai adalah kualitasnya, caranya dengan melihat apakah dental unit tersebut dibubuhi tanda memenuhi persyaratan ISO atau tidak, untuk produk lokal lihat apakah dibubuhi tanda SNI atau tidak. Adanya tanda ISO dan SNI menandakan produk tersebut telah lolos standar minimal yang ditetapkan.

Merek dan negara penjual perlu diperhatiakan untuk menilai apakah dental unit tersebut sudah teruji keandalannya atau belum, untuk merek lama bisa ditanyakan pada dokter gigi lain yang telah mengunakannya, untuk merek baru terpaksa harus berspekulasi. Hal penting yang ketiga adalah pelayanan purna jual karena dental unit pasti akan rusak suatu saat, pilihlah dental unit yang dijual oleh toko dental yang sudah kita kenal, hati-hati bila membeli di pameran karena banyak penjual yang tidak memiliki jaringan pelayanan purna jual. Faktor berikutnya adalah harga, kelengkapan instrumen, desain, kenyamaan penggunaan, dan bonus optional, silahkan dinilai seuai selera masing-masing; jangan sekali-kali menyuruh orang lain untuk menilai. sumber : DENTAMEDIA

Dental unit Dental unit merupakan alat kesehatan,pada Undang Undang kesehatan No36 Tahun 2009 Pasal 4 Tentang Alat kesehatan yang menjelaskan bahwa alat kesehatan adalah instrumen, aparatus, mesin dan/atau implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit,memulihkan kesehatan pada manusia dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh. Sehingga dapat disimpulkan bahw alat dental unit adalah adalah suatu alat yang dipakai oleh dokter gigi untuk membantu pemeriksaan dan kemudian menentukan terapi apa yang dapat diberikan kepada pasien. Secara umum untuk membantu perawatan gigi dan mulut ( pengeboran, penambalan, pembersihan, dan pemeriksaan ). Dental unit pada umumnya mempunyai 3 sumber tenaga yaitu : - Sumber tenaga listrik - Sumber tenaga udara/angin - Sumber tenaga air.

contoh ruangan dental

bagian bagian dental

1. Dentist chair 2. Air-controlled feet 3. Assistant control 4. Electric dental patient chair switch assembly 5. Spittoon assembly 6. Bowl rinse 7. Cup fill 8. Dental complex treatment unit 9. Instrument arm 10. Operating light 11. Tray assembly 12. Instrument tray assembly Pengertian Dental Unit Pengertian Dental Unit Dental unit adalah suatu alat yang dipakai oleh dokter gigi untuk membantu pemeriksaan dan kemudian menentukan terapi apa yang dapat diberikan kepada pasien. Secara umum untuk membantu perawatan gigi dan mulut (pengeboran, penambalan, pembersihan, dan pemeriksaan ).

Dental unit pada umumnya mempunyai 3 sumber tenaga yaitu :


Sumber tenaga listrik. Sumber tenaga udara/angin Sumber tenaga air.

Sumber tenaga listrik untuk memberikan catu daya pada semua system elektrik missal : lampu operasi, switch valve electric, system hidrolik, dan mikromotor. Juga diaplikasikan pada system dental chair untuk semua garakan ( naik, turun, menyandar, dan duduk ). Sumber tenaga udara untuk memberikan pada semua system yang bekerja berdasarkan tekanan udara. Udara bertekanan ini berasal dari compressor ( takanan yang dibutuhkan sekitar 2,5 atm sampai 4 atm ). Tekanan maksimal dari compressor dapat mencapai 7 atm. System atau bagian yang bekerja berdasarkan takanan missal : turbine jet/bor jet, switch valve, spray git, scaller, dan system hidrolik pada kursi atau chair dental. Sumber tenaga air untuk digunakan pada system pendinginan turbine jet/bor jet, spray git, dan pembuagan kotoran. Tekanan yang dibutuhkan minimal 1 atm. Walaupun tekanan air yang dihasilkan juga berasal dari tekanan yang dihasilkan dari compressor. Seiring dengan makin kompleksnya pelayanan kedokteran gigi, profesi di bidang ini turut ikut berkembang. Bila dahulu cukup hanya dokter gigi saja yang memberikan pelayanan, kini di negaranegara maju seperti Amerika Serikat, pelayanan diberikan oleh sebuah tim yang terdiri dari Dentist, Dental Hygienist, Dental Assistant, dan Dental Technician. Dentist adalah dokter gigi yang memberikan pelayanan kedokteran gigi. Dental Hygienist bertugas mengisi Rekam Medis, serta melakukan tindakan Preventive Dentistry seperti membersihkan karang gigi secara mandiri. Pengertian Dental Assitant Unit Dental Assistant bertugas sebagai asisten yang membantu dokter gigi mengambil alat, menyiapkan bahan, mengontrol saliva, membersihkan mulut, serta mengatur cahaya lampu selama suatu prosedur perawatan sedang dilakukan. Dental Technician berkerja di Laboratorium, membuat protesa dan alat bantu yang akan dipasang di mulut pasien4. Di Indonesia kondisinya sedikit berbeda, hanya dikenal 2 profesi kesehatan gigi diluar dokter gigi yaitu Perawat Gigi dan Tekniker Gigi. Perawat Gigi bertugas seperti Dental Assistant dan Dental Hygienist, sedangkan Tekniker Gigi bertugas sama seperti Dental Technician. Pada saat suatu pelayanan kedokteran gigi dilakukan hanya akan ada 2 orang yang berada disekitar pasien yaitu Dokter Gigi dan Perawat Gigi. Tugas kedua orang ini berbeda namun saling mendukung,

ini kemudian melahirkan istilah Four Handed Dentistry. Konsep Four Handed Dentistry telah diadopsi oleh para produser pembuatan dental unit, sehingga saat ini seluruh dental unit yang dibuat selalu dilengkapi dengan sisi Dental Asistant disebelah kiri pasien. Oleh karena itulah konsep Four Handed Dentistry menjadi dasar dalam desain tata letak penempatan alat kedokteran gigi. Demikian sekilas Pengertian Dental Unit mudah-mudahan bisa menambah wawasan anda sekalian. dental unit http://pustan.bpkimi.kemenperin.go.id/files/SNI%2016-2632-1992.pdf UNIT KEDOKTERAN GIGI

(DENTAL UNIT) PUSAT STANDARDISASI INDUSTRI DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN

1. RUANG LINGKUP standar ini meliputi definisi, tipe, persyaratan umum, pengambilan contoh,cara uji, syarat lulus uji, pengemasan dan syarat penandaan unit kedokteran gigi.

2. DEFINISI unit kedokteran gigi (dental unit) adalah peralatan kedokteran grgr yang digunakan untuk pengobatan/perawatan kesehatan gigi dan mulut termasuk kursi dan peralatan kecil (instrumen) kedokteran gigi lainnya.

3. TIPE Tipe unit kedokteran gigi dalam spesifikasi terdiri :

3.1 Tipe Fixed Pedestal Adalah sebuah unit kedokteran gigi dengan landasan dan dipasang tetap pada lantai.

3.2 Tipe Chair Mounted Adalah sebuah unit kedokteran grgr yang dipasang tetap pada ktrrsi pasien kedokteran gigi.

3.3 Tipe Mobile Adalah sebuah unit kedokteran gigi yang dapat dipindah dengan mudah melalui peralatan bantu yang sudah terpasang pada unit itu.

3.4 Tipe Console Adalah sebuah unit kedokteran grgi yang dipasang secara tetap dimana saja

3.5 Tipe Portabel Adalah sebuah unit kedokteran gigi yang dapat ditenteng dengan mudah kemana saja diperlukan.

4. PERSYARATAN UMUM

4.1 Kemampuan unit kedokteran gigi harus dapat memegang atau penyimpan satu atau lebih peralatan, seperti : dental handpiece, penyemprot (syringe), high volume evacuator, penyedot ludah (saliva ejector), dan lain-lain yang tersusun sedemikian rupa sehingga aman bagi pasien, dokter maupun perawat yang sedang melaksanakan perawatan gigi dan mulut dengan prosedur pengoperasian normal. Unit kedokteran gigi harus dilengkapi dengan antara lain: Udara bertekanan, air, listrik dan vacum untuk melayani unit tersebut di atas.

4.2 Petunjuk Pemasangan Pembuat harus menyediakan pada setiap unit kedokteran gigi, satu gambar dasar yang melukiskan tata letak dari pipa-pipa dan aliran listrik yang masuk ke dalam unit atau elemen dari unit kedokteran gigi, dan pada unit kedokteran gigi harus dilengkapi sambungan-sambungan pipa dan kabel tersebut di atas.

4.3 Kendali Kerja

Kendali harus dirancang dan diletakkan sedemikian rupa sehingga tidak mudah terjadi pengaktifan tidak sengaja. Bila terjadi pengaktifan yang tidak disengaja, mudah dimatikan.

4.4 Tempat Pembuangan Air kumur Harus terbuat dari bahan yang tahan dan tidak rusak (antara lain : kaca, porselen, keramik) jika dibersihkan secara berulang kali dengan anti septic sesuai petunjuk pembuat.

4.5 Kendali Air Pendingin untuk Handpiece unit kedokteran gigi harus mempunyai kemampuan untuk mencegah terisap kembalinya air pendingin ke dalam handpiece melebihi sambungan handpiece dan handpiece tubing pada waktu handpiece dihentikan.

4.6 Penambahan Beban (Accesory Loading) Pembuat unit kedokteran gigi dengan sistem di atas pasien (over the patiens) harus mencantumkan muatan tambahan maksimum yang dapat diletakkan di atas permukaan bidang kerja unit dan defleksi maksimum tidak boleh lebih dari 5 cm.

4.7 Keamanan 1. Unit kedokteran gigi harus kuat dan aman, agar tidak membahayakan pasien dalam perawatan pengobatan gig:i dan mulut yang disebabkan oleh sengatan listrik atau bahaya lainnya. 2. Syarat mekanis Batas keamanan

Pada unit kedokteran gigi harus dilengkapi alat bantu penpman untuk menghentikan unit kedokteran gigi pada batas tertentu apabila terjadi kegagalan penggerak daya dan atau switch limiter sehingga tidak membahayakan dokter dan perawat atau pasien. Bagian yang bergerak

Bagian yang bergerak seperti : rantai, pulley, sabuk dan roda gigi harus dilindungi dan diamankan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya cidera bagi pasien maupun dokter dan perawat. Jarak antara bagian yangbergerak

untuk mencegah jari-jari tangan tergencet, jarak antara bagian-bagian yang bergerak dengan daya yang dapat terjangkau tangan atau jari, harus kurang dari 1 cm bila terbuka penuh dan minimum 2 cm bila terlindung. Pengamanan yang cukup harus dibuat untuk melindungi kaki yang dekat dengan bagian yang bergerak.

Tekanan pecah

Setiap komponen yang bekerja dengan tekanan udara, air dan hidrolik, harus kuat menahan tekanan tiga kali tekanan kerja maksimum tanpa pecah. Pelepas tekanan

semua komponen dalam unit kedokteran grgl yang mungkin timbul tekanan pada waktu terjadi kebakaran, atau penyebab lain harus mempunyai alat pengaman yang melepaskan tekanan yang terjadi, seperti katup pengaman, sumbat yang lumer, sambungan solder dan sebagainya. Mekanisme pelepas

Mekanis pelepas tidak boleh dipasang dengan posisi demikian rupa, sehingga dapat mudah bekerja tanpa disengaja. Stabilitas

Unit-unit yang tidak dipasang permanen, tidak boleh labil secara fisik dalam batas-batas tertentu, sampai dapat membahayakan pasien, dokter dan perawat.

3. Kelistrikan Jangkauan bagian-bagian yang dialiri listrik

Komponen-komponen listrik harus diletakkan sedemikian rupa atau tertutup, sehingga selama pemakaian, kontak yang tidak disengaja dengan bagian-bagian yang bertegangan tak terisolasi dapat terhindar. Arus bocor

Arus bocor tidak boleh melebihi 100 mikro ampere jika diuji sesuai Lampiran A. Ketahanan dielektrik

Unit kedokteran gigi harus tahan dan tidak boleh rusak jika diberi tegangan 1000 volt ditambah 2 x tegangan pengenal (sesuai dengan Lampiran A).

4. Impedansi pembumian (grounding impedance) Impedansi pada 50 Hertz antara titik yang harus dibumikan pada unit dengan bagian lain dari logam yang juga harus dibumikan, tidak boleh lebih 0,1Ohm (sesuai LampiranA).

4.8 Desinfeksi dan atau Sterilisasi

Bagian luar dari unit kedokteran gigi, harus dapat dibersihkan secara hygienis sesuai dengan petunjuk pembuat.

4.9 PetunjukPenggunaan Petunjuk cara penggunaan harus disertakan pada tiap unit kedokteran gigi. Petunjuk operasional harus langkah demi langkah termasuk adanya petunjuk yang menunjukkan lokasi dan penjelasan mengenai tiap kendali dan penjelasan lain-lain yang ada hubunBannya dengan keamanan pada pemakaian. Dalam petunjuk harus juga ada penjelasan mengenai cara pembersihan hygienis desinfeksi atau sterilisasi komponen-komponen dari unit. Pembuat harus menyediakan petunjuk untuk pemeliharaan, daftar komponen yang secara rutin dan teratur harus dirawat, dan diagram listrik, udara, air dan hidrolik sistem dari unit tersebut. Pada Tipe 2 (chair mounted), harus dicantumkan beratnya dan pusat gr:avitasi dari unit pada pemasangan posisi ekstrim.

5. PENGAMBILAN CONTOH

Cara Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak. Untuk pengujian jenis contoh diambil satu buah unit kedokteran gigi dari tiap tipe.

6. PENGUJIAN 6.1 Uji Tekan Hidrostatik Jika percobaan tekanan diperlukan, dua contoh komponen harus menjalani uji tekan hidrostatik (hydrostatic pressure). Tiap contoh diisi dengan air untuk mengeluarkan semua udara dan dihubungkan dengan pompa hidrolik. Tekanan dinaikkan bertahap sampai mencapai tiga kali tekanan kerja maksimum dan ditahan pada tekanan tersebut selama 1 menit. Hasil uji ini tidak dapat diterima bila contoh rusak atau pecah.

6.2 Batas Keamanan

Pada unit yang bekerja dengan penggerak daya dan dikendalikan oleh switch pembatas, jika switch pembatas tersebut di bypass dengan sengaja, tidak boleh kollapse (rusak) atau membahayakan pasien, dokter maupun perawat yang bekerja.

6.3 Kendali Air Pendingin Handpiece untuk menguji adanya penyedotan kembali air sampai di bidang titik sambungan handpiece dan handpiece tubing, disambung tabung dengan ukuran panjang 15 cm dan diameter dalam 0,16 cm pada sambungan yang biasanya tersambung pada pipa air dari handpiece. Pipa yang tidak tersambung harus rata. Jalankan katup air pada unit seperti penahan handpiece biasanya sesuai petunjuk pembuat. Jalankan sampai ada aliran kontinu pada tabung tembus pandang 15 cm, dan hentikan seperti waktu menghentikan handpiece. Kolom air di dalam tabung tembus pandang tidak boleh melebihi 2 cm dari ujung tabung, kalau letak vertikal dengan ujung terbuka menghadap ke atas.

6.4 Penambahan Beban Letakkan beban maksimum sesuai dengan petunjuk, di tengah-tengah permukaan meja kerja pada posisi biasa, ukur defleksi yang terjadi, defleksiyang diperbolehkan maksimum 5 cm.

6.5 Uji Kestabilan Untuk contoh uji yang dilengkapi roda dimana arah roda berlawanan dengan unit, sedangkan untuk unit diletakkan pada posisi yang tidak stabil contoh uji tidak boleh roboh. Untuk contoh uji yang dilengkapi roda dimana arah roda berlawanan dengan unit, sedangkan untuk unit diletakkan pada posisi yang tidak stabil contoh uji tidak boleh roboh kalau diberi beban ke semua arah, sebesar 1/5 berat unit, tetapi tidak boleh lebih 23,b kg.

6.6 Uji Kelistrikan Uji kelistrikan dilakukan sesuai dengan Lampiran A.

7. SYARAT LULUS UJI Unit kedokteran gigi dinyatakan memenuhi standar apabila semua hasil uji memenuhi persyaratan pada butir 4.

8. CARA PENGEMASAN Unit kedokteran gigi harus dikemas sedernikian rupa sehingga tahan terhadap benturan, jatuh dan goncangan-goncangan dalam pengangkutan.

9. SYARAT PENANDAAN Pada unit kedokteran gigi pada tempat yang jelas dan tidak mualn terhapus, sekurang-kurangnya harus dicantumkan : Nama barang Merek dagang Tipe Kode produksi.

TEKNOLOGI KEDOKTERAN GIGI I Posted on February 25, 2009 0

> Dental Operatory, Investigative System, Dental Laboratory Apa yang Anda ketahui dan bayangkan? Teknologi Teknologi Kedokteran Gigi Bila seorang pasien datang kepada seorang dokter gigi, pada saat apa saja pasien tersebut akan memanfaatkan teknologi? TEKNOLOGI: Teknologi adalah cara atau metode serta proses atau produk Yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan berbagai disiplin ilmu pengetahuan Yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan, kelangsungan, dan peningkatan mutu kehidupan manusia UU No. 18 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

TEKNOLOGI KEDOKTERAN GIGI: Cara atau metode serta proses atau produk dalam bidang kedokteran gigi Yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan berbagai disiplin ilmu pengetahuan Yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan, kelangsungan, dan peningkatan mutu kehidupan manusia DENTAL OPERATORY DENTAL CHAIR: Biasanya terdiri atas 4 bagian: Instrument delivery unit Dental chair yang dapat digerakkan sesuai kebutuhan Dental light Assisstant`s unit yang menyediakan suction(unit alat pembantu untuk pelengkap) DENTAL CHAIR: Syarat disain yang baik: Memungkinkan kontrol yang efektif terhadap kemungkinan terjadinya infeksi silang. Mudah dibersihkan Mudah didisinfeksi Bahan yang dipergunakan tidak mudah mengalami kerusakan atau noda oleh bahan kimiawi DENTAL CHAIR: Biasanya ditunjang oleh fasilitas listrik, gas, kompresor udara, dan aliran air. Saluran drainase juga harus tersedia dari kursi gigi menuju pembuangan. Sistem hampa udara untuk menjalankan beberapa peralatan juga harus tersedia. DENTAL CHAIR: Instrument delivery unit Yang harus tersedia minimal: turbin udara, mikromotor, dan triple syringe. Peralatan tambahan pada instrument delivery unit: ultrasonic scaler, electrosurgery handpiece, fibre optic diagnostic lighting, dan curing unit. Handpiece yang dilengkapi dengan chip blower. DENTAL CHAIR: Instrument delivery unit Mengapa infeksi silang dapat terjadi? Cooling water dapat menjadi sumber infeksi. Alat modern memiliki reservoir untuk desinfeksi sehingga mikroorganisme dapat direduksi. Air yang tersumbat di pipa-pipa penghubung pada dental chair. Handpiece dan peralatan pada delivery unit tidak pernah disterilisasi. DENTAL CHAIR: Dental light Biasanya yang dipilih adalah dari bola lampu quartz-halogen.

Fokus baik. Iluminasi yang cukup (penerangan) Ada masking sehingga tidak sakit dan mengganggu mata pasien. Colour-balanced: penting ketika melakukan perawatan restoratif untuk pasien. Saat ini tersedia juga fibre-optic handpiece yang memungkinkan operator melihat area perawatan dari ujung handpiece.